BAB II. TINJAUAN PUSTAKA
B. Konsep Kepemimpinan
1. Pengertian Kepemimpinan
Konsep “pemimpin berasal dari kata asing “leader” serta kata
“kepemimpinan” dari “leadership”. Menurut Kartono dalam Suwatno dan Priansa (2011:140) “pemimpin ialah seorang pribadi yang mempunyai superioritas tertentu, sehingga dia memiliki kewibawaan dan kekuasaan yang mampu menggerakkan orang lain melakukan usaha bersama guna mencapai sasaran tertentu”. Pemimpin merupakan seseorang yang mempunyai kemampuan dalam mempengaruhi, mengarahkan orang lain atau kelompok yang dipimpinnya dalam mencapai sasaran atau tujuan yang telah ditentukan.”
Kepemimpinan atau dalam bahasa Inggris disebut dengan leadership memiliki arti luas meliputi “ilmu tentang kepemimpinan, seni memimpin, teknik kepemimpinan, ciri kepemimpinan, serta sejarah kepemimpinan”
(Tikno Lensufie). Dalam kepemimpinan terdapat hubungan antar manusia yaitu hubungan mempengaruhi dari pemimpin dan hubungan kepatuhan/
ketaatan para bawahan karena dipengaruhi oleh suatu kewibawaan.
Pemimpin dan kepemimpinan bersifat universal, artinya selalu ada serta senantiasa digunakan dalam setiap usaha bersama manusia dalam segenap organisasi mulai tingkat yang terkecil dan intim seperti keluarga, sampai ke tingkat desa, kota, Negara, serta dari tingkat lokal, regional sampai nasional dan internasional, dimanapun dan kapanpun juga. Kepemimpinan merupakan masalah yang sangat penting di dalam sebuah organisasi. Bahkan
kepemimpinan adalah inti dari manajemen dan organisasi.
Terdapat banyak konsep kepemimpinan yang telah dikemukakan oleh para ahli tentang pengertian kepemimpinan. Berikut ini beberapa definisi dari kepemimpinan yang dikemukakan oleh para ahli yaitu:
Menurut Anoraga dalam Oktavia (2014:29), “menyatakan kepemimpinan adalah kemampuan untuk mempengaruhi aktivitas orang lain melalui komunikasi, baik individual maupun kelompok kearah pencapaian tujuan dan mengarahkan bawahan agar dapat bekerja sesuai dengan tugas dan kewajiban masing-masing secara efektif dan efisien”. Menurut Rivai (2013:3), “kepemimpinan merupakan suatu perilaku dengan tujuan mempengaruhi aktivitas anggota kelompok dalam mencapai suatu tujuan bersama yang telah dirancang untuk memberikan manfaat individu dan organisasi, sehingga kepemimpinan dalam suatu organisasi ialah faktor yang paling penting dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan oleh organisasi”.
Menurut Black dalam Liyas (2017) “kepemimpinan merupakan suatu kemampuan dalam menggerakkan serta meyakinkan orang lain agar mau bekerja sama dibawah kepemimpinannya sebagai suatu tim dalam mencapai suatu tujuan tertentu”. Menurut Kartono (2010) “kepemimpinan muncul serta berkembang sebagai hasil interaksi otomatis diantara pimpinan dan individu- individu yang dipimpin. Kepemimpinan dapat berfungsi atas dasar kekuasaan dari pimpinan untuk mengajak, mempengaruhi, serta menggerakkan bawahan untuk melakukan sesuatu dalam mencapai suatu tujuan tertentu”.
Menurut Terry (2006) “kepemimpinan adalah kegiatan mempengaruhi
orang lain agar mereka mau berusaha dalam mencapai tujuan-tujuan kelompok”. Kepemimpinan ialah sesuatu mengenai mendorong serta membangkitkan individu atau kelompok untuk berusaha sebaik-baiknya dalam mencapai hasil yang diinginkan. Dengan kepemimpinan yang baik, dia bisa berbuat banyak untuk dapat menciptakan iklim kerja yang memungkinkan penegakan disiplin sebagai suatu proses yang wajar, karena para karyawan akan menerima serta mematuhi peraturan-peraturan dan kebijakan-kebijakan sebagai pelindung dalam keberhasilan pekerjaan maupun kesejahteraan pribadi mereka.
Adapun menurut Hasibuan (2009) “kepemimpinan merupakan cara seorang pemimpin dalam mempengaruhi perilaku para bawahan, agar senantiasa mau bekerja sama serta bekerja secara produktif guna mencapai tujuan dari perusahaan”. Kepemimpinan ialah faktor yang menentukan dalam suatu perusahaan. Berhasil atau gagal perusahaan dalam mencapai tujuan dipengaruhi oleh cara seorang pimpinan. Sosok pemimpin dalam perusahaan dapat menjadi efektif apabila pemimpin tersebut mampu mengelola perusahaannya dan mempengaruhi perilaku bawahan agar mau bekerja sama dalam mencapai tujuan perusahaan. Menurut Siagian dalam Sutrisno (2009)
“kepemimpinan merupakan kemampuan dari seorang pimpinan dalam mempengaruhi para bawahannya agar bawahan senantiasa mau melakukan kehendak dari pimpinan meskipun secara pribadi hal tersebut tidak disenanginya, termasuk dalam hal ini penegakan aturan-aturan yang harus dipatuhi di dalam suatu perusahaan”.
Selain itu, menurut Thoha (2011:9) “kepemimpinan ialah kegiatan untuk memengaruhi perilaku orang lain, ataupun seni mempengaruhi perilaku manusia baik perorangan maupun kelompok”. Berdasarkan pendapat dari beberapa ahli tersebut di atas maka dapat disimpulkan bahwa kepemimpinan ialah suatu proses/upaya untuk mempengaruhi/ menggerakkan orang lain, bawahan atau kelompok, serta mengarahkan tingkah laku bawahan/kelompok dengan memberikan dorongan dan bimbingan dalam bekerjasama untuk pencapaian tujuan yang telah disepakati bersama.
Kepemimpinan merupakan modal kerja bagi seseorang dalam menjalankan tugas sebagai pemimpin atau manager dalam suatu perusahaan.
Tidak semua orang memiliki kepemimpinan yang dapat menjamin keberhasilannya dalam menjalankan tugas. Seorang pemimpin dapat dikatakan berhasil apabila pengikutnya dapat menjalankan tugas seperti apa yang diharapkan oleh dirinya atau perusahaan. Berhasil atau tidak usaha dalam mencapai tujuan yang telah ditentukan sebagian besar akan ditentukan oleh kemampuan dari pemimpin, yang memegang peranan penting dalam menggerakkan bawahannya.
Dalam proses kepemimpinan manajemen dijalankan oleh para manajer pada seluruh tingkatan manajemen melalui pelaksanaan keseluruhan fungsi- fungsi manajemen. Sehingga seorang manajer bisa sebagai pemimpin yaitu jika pada saat manajer tersebut dapat mempengaruhi perilaku karyawan/bawahannya untuk mencapai tujuan tertentu, tetapi seorang pemimpin belum tentu seorang manajer.
Menurut Tead dalam Suwatno dan Priansa (2011:150) terdapat beberapa metode kepemimpinan yaitu:
1) Memberi perintah
2) Memberikan celaan dan pujian
3) Memupuk tingkah laku pribadi pemimpin yang benar
Pemimpin harus bersifat objektif dan jujur. Ia harus menjauhkan diri dari rasa pilih kasih.
4) Peka terhadap saran-saran
5) Memperkuat rasa kesatuan kelompok
6) Menciptakan disiplin diri serta disiplin dalam kelompok
Setiap kelompok mengembangkan tata cara serta pola tingkah laku yang hanya dapat berlaku didalam kelompok itu sendiri, yang harus ditaati oleh seluruh anggota. Hal ini sangat penting dalam membangkitkan rasa tanggungjawab serta disiplin dalam kelompok, sekaligus penting dalam menghindari perselisihan, pemborosan, dan kecerobohan.
Disiplin dalam kelompok dapat berhasil jika pimpinan bersikap arif serta bijaksana, memberikan teladan, mampu berdisiplin, serta menerapkan seluruh prosedur dengan konsisten. Pimpinan harus menghindari favoritisme yang dapat menularkan prasangka buruk, rasa dendam, iri, dan kecemburuan sosial.
7) Meredam kabar angin dan isu-isu yang tidak benar adanya.
2. Pemimpin atau Manajer
Pemimpin adalah seseorang yang mempergunakan wewenang dan kepemimpinannya untuk mengarahkan orang lain serta bertanggung jawab atas pekerjaan orang tersebut dalam mencapai suatu tujuan. Kepemimpinan adalah gaya seorang pemimpin mempengaruhi bawahannya, agar mau bekerja sama dan bekerja efektif sesuai dengan perintahnya. Asas-asas kepemimpinan adalah bersikap tegas dan rasional, bertindak konsisten dan berlaku adil dan jujur.
Setiap pemimpin atau manajer adalah termasuk manajer personalia, karena tugas-tugasnya mengatur personel yang menjadi bawahannya.
3. Pentingnya Kepemimpinan dalam Organisasi
Manajemen yang baik oleh manajer yang berpengalaman dapat mensukseskan sebuah bisnis. Namun, keterampilan manajemen dasar tidak cukup untuk mencapai kesuksesan didunia yang penuh dengan persaingan ini.
Dibutuhkan keterampilan kepemimpinan (leadership skill) yang baik dan efektif untuk menciptakan, mendorong, dan mempromosikan budaya yang kuat dalam perusahaan sampai meraih keberhasilan. Manajer biasanya dipahami sebagai pemimpin yang pada kenyataannya tidak semua manajer bisa menjadi pemimpin, meskipun seorang pemimpin merupakan manajer.
Oleh karenanya, keterampilan kepemimpinan sangat penting untuk meningkatkan efisiensi dan mencapai tujuan organisasi. (Badu & Djafri, 2017:49)
4. Kepemimpinan yang Efektif
Pentingnya sebuah kepemimpinan yang efektif menurut Badu dan Djafri (2017:50-51) yaitu :
a. Produktivitas
Sebuah kemampuan dan kemauan dapat menghasilkan prestasi kerja yang efektif dan berdaya guna dengan memanfaatkan sumber daya manusia dan non-manusia. Dalam kasus ini, seorang atasan berperan untuk memaksimalkan produktivitas pegawai melalui peningkatan kemauan untuk bekerja keras dan berkontribusi secara tepat guna.
b. Kepuasan kerja
Memberikan lingkungan kerja yang baik dapat menambah kepuasan kerja pegawai yang bergantung pada perilaku pemimpin terhadap pegawainya.
Dengan demikian, atasan harus memastikan bahwa ia bersikap sesuai dengan apa yang bisa diterima oleh bawahannya.
c. Kerjasama kelompok
Seorang atasan harus memastikan bahwa bawahannya mengerjakan tugas masing-masing dengan sebaik-baiknya dan saling percaya satu sama lain untuk memajukan organisasi mereka. Pemimpin memotivasi mereka dalam mencapai tujuan organisasi.
d. Kegiatan yang terorganisir
Seorang pemimpin memastikan segala aktivitas organisasi didelegasikan secara adil dan merata pada pegawainya untuk menghindari bentrokan di lingkungan organisasi.
e. Semangat karyawan
Semangat kerja dari karyawan yang tinggi dapat membantu terwujudnya kepemimpinan yang efektif. Pemimpin yang bijaksana mampu memberikan hak kepada tiap kelompok dalam hal pemikiran dan perilaku, agar dapat terjalin interaksi yang lebih baik. Lebih lanjut, hubungan yang baik yang difasilitasi antar para anggota kelompok dengan menjaga kedisiplinan serta pengawasan pada karyawan.
f. Koordinasi
Mengintegrasikan tujuan pribadi dan tujuan kelompok yang mengikat persamaan dari dua kepentingan. Pemimpin menyimpan informasi yang dibutuhkan kelompok, untuk membuat suatu keputusan di dalam mengkoordinasi upaya secara keseluruhan.
5. Sifat Kepemimpinan
Kartono (2010) mengemukakan ada beberapa sifat kepemimpinan sebagai berikut:
a. Tanggung jawab b. Pemberian pengarahan
c. Antusiasme (semangat, kegairahan) d. Kepatuhan
e. Integritas (keutuhan, kejujuran) f. Pemahaman kualitas
g. Ketegasan dalam mengambil keputusan h. Kecerdasan
i. Keterampilan mengajar serta Kepercayaan
Menurut Terry dalam Suwatno dan Priansa (2011:152), mengemukakan delapan sifat/ ciri dari pemimpin, yaitu:
a. Energi. Mempunyai kekuatan mental dan fisik.
b. Stabilitas Emosi. Sebagai seorang pemimpin maka tidak boleh berprasangka jelek atau buruk terhadap bawahannya, dia tidak boleh cepat marah serta percaya pada diri sendiri juga harus cukup besar.
c. Human Relationship. Mempunyai pengetahuan terkait hubungan manusia.
d. Personal Motivation. Keinginan untuk menjadi seorang pemimpin itu harus besar, serta mampu untuk memotivasi diri sendiri.
e. Communication Skill. Memiliki kemampuan dalam berkomunikasi.
f. Teaching Skill. Memiliki kecakapan untuk mengajarkan, menjelaskan serta mengembangkan para bawahan.
g. Social Skill. Memiliki keahlian dalam bidang sosial, agar terjamin kepercayaan serta kesetiaan dari bawahannya. Dia harus suka membantu serta menolong, serta senang jika bawahannya bisa maju, luwes dalam pergaulan serta peramah.
h. Technical Competent. Memiliki keahlian menganalisa, merencanakan, mengorganisasi, mendelegasikan wewenang, mengambil keputusan serta mampu menyusun konsep.
6. Teori Kepemimpinan
Menurut Rivai & Mulyadi (2012:7) teori kepemimpinan ialah teori yang berusaha mengidentifikasikan karekteristik khas seperti fisik, mental, serta kepribadian, yang ada kaitannya dengan keberhasilan kepemimpinan. Teori kepemimpinan digolongkan kedalam 3 pendekatan utama, yaitu:
1. Pendekatan Sifat
Pendekatan ini lebih menekankan kepada kualitas pribadi pemimpin.
Pendekatan ini berdasarkan kepada asumsi bahwa beberapa orang ialah pemimpin alamiah yang dianugrahi beberapa ciri yang tidak dimiliki oleh orang lain seperti energi yang tidak berkurang, intuisi yang mendalam, pandangan terhadap masa depan yang luar biasa, serta kekuatan persuasif yang tidak tertahankan.
2. Pendekatan Kepribadian Perilaku
Telaah kepemimpinan mengenai karakteristik perilaku kepemimpinan yang dikaitkan dengan ukuran keefektifan kinerja, mengidentifikasikan 2 gaya kepemimpinan yakni :
a. Pemimpin yang berorientasi pada tugas, menerapkan pengawasan yang ketat sehingga para bawahan melakukan tugasnya dengan menggunakan prosedur yang telah ditentukan.
b. Pemimpin yang berorientasi pada bawahan, mendelegasikan pengambilan keputusan bawahan serta membantu pengikutnya dalam memuaskan kebutuhannya dengan cara menciptakan lingkungan kerja yang suportif. Pemimpin yang berpusat pada pegawai mempunyai
perhatian kepada kemajuan, pertumbuhan serta prestasi pribadi dari pengikutnya. Tindakan ini diasumsikan mampu memajukan perkembangan serta pembentukan kelompok.
3. Pendekatan Kepemimpinan Situasional
Suatu pendekatan pada kepemimpinan yang menyatakan bahwa seorang pemimpin memahami perilakunya, sifat-sifat bawahannya, dan situasi sebelum menggunakan satu gaya kepemimpinan tertentu. Pendekatan ini mensyaratkan pemimpin mempunyai keterampilan diagnostik dalam perilaku manusia.
Adapun menurut Siagian dalam Sedarmayanti (2011:250) mengemukakan mengenai teori kepemimpinan yang dibagi menjadi 3 bagian:
1. Teori genetis: kepemimpinan, dibawa sejak manusia lahir ke dunia.
2. Teori sosial: seorang pemimpin dapat menjadi pemimpin karena ia diciptakan oleh masyarakat.
3. Teori ekologis: calon pemimpin, sedikit banyak mereka telah membawa bakat sejak lahir, tetapi bakat belum cukup untuk dijadikan sebagai modal dalam memimpin. Oleh karena itu untuk mendukung bakat tersebut, maka harus dilengkapi dengan pendidikan serta pengalaman hidup, sehingga dia dapat berhasil menjadi seorang pemimpin. Diantara tiga teori kepemimpinan ini, teori yang dianggap paling mendekati kebenaran dan mempunyai pengikut yang banyak dalam situasi sekarang adalah teori ekologis.
7. Fungsi Kepemimpinan
Tugas pokok seorang atasan adalah melakukan fungsi-fungsi manajemen yang terdiri atas: merencanakan, mengorganisasikan, menggerakkan, dan mengawasi. Tugas-tugas tersebut dapat terselesaikan dengan menggerakkan orang-orang yang mengikutinya. Seorang pemimpin harus kreatif dan inisiatif serta selalu memperhatikan interaksi manusiawi agar para bawahan mau bekerja dengan baik. Secara umum, tugas-tugas pokok pemimpin meliputi yaitu melaksanakan fungsi managerial, yakni berupa kegiatan pokok meliputi pelaksanaan:
1. Penyusunan rencana. Penyusunan organisasi, pengarahan organisasi, serta pengendalian, penilaian, atau pelaporan
2. Mendorong atau memotivasi bawahan agar mampu bekerja dengan giat serta tekun
3. Membina para bawahan agar dapat memikul suatu tanggung jawab tugas masing-masing secara baik
4. Membina bawahan agar bisa bekerja secara efektif serta efisien 5. Menciptakan iklim kerja yang baik dan harmonis
6. Menyusun fungsi manajemen secara baik
7. Menjadi penggerak yang baik dan dapat menjadi sumber kreativitas 8. Menjadi wakil dalam membina hubungan dengan pihak luar
Menurut Nawawi dalam Badu & Djafri (2017:54-55), secara operasional dapat dibedakan lima fungsi pokok kepemimpinan, yaitu:
1. Fungsi Instruktif
Pemimpin berfungsi sebagai komunikator yang menentukan apa (isi perintah), bagaimana mengerjakan perintah, bilamana (waktu memulai, melaksanakan, serta melaporkan hasilnya), dan dimana (tempat mengerjakan perintah) agar keputusan bisa diwujudkan secara efektif.
Sehingga fungsi dari orang yang dipimpin hanya melaksanakan suatu perintah.
2. Fungsi Konsultatif
Pemimpin menggunakan fungsi konsultatif sebagai komunikasi dua arah, dimana pemimpin dalam menetapkan suatu keputusan yang memerlukan bahan pertimbangan dan berkonsultasi dengan orang-orang yang dipimpinnya.
3. Fungsi Partisipasi
Dalam fungsi partisipasi pemimpin berusaha mengaktifkan orang-orang yang dipimpinnya, dalam pengambilan keputusan maupun dalam pelaksanaannya. Setiap anggota kelompok memperoleh kesempatan yang sama untuk berpartisipasi dalam melaksanakan kegiatan yang dijabarkan dari tugas-tugas pokok, sesuai dengan posisi masing-masing.
4. Fungsi Delegasi
Dalam menjalankan fungsi delegasi, pemimpin memberikan pelimpahan wewenang membuat serta menetapkan suatu keputusan. Fungsi delegasi ini sebenarnya ialah kepercayaan seorang pemimpin kepada orang yang diberi kepercayaan dalam melimpahkan suatu wewenang dengan mampu
melaksanakannya secara bertanggung jawab. Fungsi dari pendelegasian harus dapat diwujudkan untuk kemajuan serta perkembangan kelompok, karena tidak mungkin diwujudkan oleh pemimpin seorang diri.
5. Fungsi Pengendalian
Fungsi pengendalian beranggapan bahwa kepemimpinan yang efektif harus mampu mengatur segala aktivitas dari anggotanya secara terarah serta dalam koordinasi yang efektif, sehingga ini memungkinkan tujuan bersama dapat tercapai secara maksimal. Dalam melaksanakan fungsi pengendalian ini, seorang pemimpin dapat mewujudkannya melalui kegiatan pengarahan, bimbingan, koordinasi, serta pengawasan.
Sesuai dengan fungsinya bahwa inti sari kepemimpinan adalah untuk menggerakkan orang-orang (para pegawai) untuk bekerjasama menuju suatu cita-cita atau tujuan. Dalam kaitannya dengan pencapaian tujuan atau cita-cita tersebut, peranan pemimpin sebagai pemegang tali kendali dalam organisasi (baik itu pimpinan tingkat puncak, pimpinan tingkat menengah maupun pimpinan tingkat pelaksana) sangat diharapkan untuk dapat memajukan organisasi.
8. Indikator Kepemimpinan
Rivai (2012:53) mengemukan bahwa seorang pemimpin dalam mengimplementasikan kepemimpinannya harus mampu secara dewasa melaksanakan kedewasaan terhadap instansi atau organisasinya. Indikator kepemimpinan, yaitu:
1. Kemampuan untuk membina kerjasama dan hubungan yang baik
a. Membina kerja sama dan hubungan baik dengan bawahan dalam melaksanaan tugas yang telah menjadi tanggung jawab masing-masing b. Kemampuan seorang pemimpin dalam memotivasi bawahannya 2. Kemampuan yang efektivitas
a. Mampu menyelesaikan tugas diluar kemampuan b. Menyelesaikan tugas tepat waktu
c. Hadir tepat waktu dan tidak terlambat 3. Kepemimpinan yang partisipatif
a. Pengambilan keputusan secara musyawarah b. Dapat menyelesaikan masalah secara tepat
c. Mampu dalam meneliti masalah yang terjadi pada pekerjaan 4. Kemampuan dalam mendelegasikan tugas atau waktu
a. Bersedia untuk membawa kepentingan pribadi dan organisasi kepada kepentingan yang lebih luas, yaitu kepentingan organisasi serta menggunakan waktu sisa untuk keperluan pribadi
b. Mampu dalam menyelesaikan tugas sesuai dengan target 5. Kemampuan dalam mendelegasikan tugas atau wewenang
a. Tanggung jawab seorang pemimpin dalam menyelesaikan tugas mana yang harus ditangani sendiri dan mana yang harus ditangani secara kelompok.
b. Memberikan bimbingan serta pelatihan dalam pengambilan keputusan Adapun indikator lain menurut Anoraga dalam Oktavia (2014), ada
beberapa indikator pada kepemimpinan, yaitu:
1. Kemampuan mengarahkan pegawai
a. Pimpinan memiliki keahlian dan keterampilan dalam mengarahkan karyawannya
b. Pimpinan selalu mengarahkan tugas para karyawan 2. Berfikir strategis
a. Pimpinan dalam memberikan instruksi dapat dimengerti karyawannya b. Pemimpin mengenalkan cara pemecahan masalah secara cerdik dan
cermat, rasional, dan hati-hati sehingga anggota mampu berfikir tentang masalah dengan cara baru dan menghasilkan pemecahan yang kreatif 3. Memiliki pengetahuan dan kepribadian yang baik
a. Pimpinan memberikan contoh untuk patuh pada tata tertib dan peraturan yang berlaku.
b. Pemimpin mempunyai kepribadian yang berakhlakul karimah 4. Perhatian individual
a. Pimpinan memberikan perhatian pribadi kepada bawahannya 5. Memiliki kemampuan berkomunikasi yang baik
a. Pimpinan memberikan kesempatan pada karyawannya untuk mengembangkan pengetahuan dan keterampilan kerja
b. Pemimpin selalu mengajak para pengurus dalam mengambil keputusan untuk menentukan kebijakan organisasi
c. Pimpinan selalu mengadakan pertemuan/rapat untuk membahas masalah yang terjadi di tempat kerja.
Dari 2 ahli yang dirujuk terkait indikator kepemimpinan tersebut, maka dalam penelitian ini peneliti akan menggunakan indikator kepemimpinan menurut Anoraga (2004), untuk mengetahui bagaimana Kepemimpinan pada Kantor PT PLN (Persero) ULP Kalebajeng Kabupaten Gowa.