BAB II TINJAUAN PUSTAKA
B. Tinjauan Teori
1. Konsep Metode Drill
Menurut Wardana dan Ahdar Djamaluddin dalam bukunya, metodologi mengajar adalah cara-cara untuk melakukan aktivitas atau kegiatan terstruktur dari sebuah lingkungan yang terdiri atas guru dan peserta didik dalam suatu proses pembelajaran.17 Sedangkan pengertian metode (al-thariqah) secara istilah adalah teknik pendidik di dalam menyajikan materi pelajaran ketika terjadi proses pembelajaran.18 Hal senada juga dinyatakan oleh Nana Sudjana dalam Fatur Rohman bahwa metode mengajar adalah cara yang digunakan oleh guru dalam mengadakan hubungan dengan peserta didik pada saat berlangsungnya pembelajaran.19
Berdasarkan beberapa definisi di atas, jika dikaitkan dengan pembelajaran maka dapat ditarik sebuah kesimpulan bahwa metode pembelajaran adalah cara penyajian materi pelajaran yang digunakan seorang guru dalam suatu pembelajaran untuk mencapai tujuan tertentu.
17Wardana dan Ahdar Djamaluddin, Belajar dan Pembelajaran: Teori, Desain, Model Pembelajaran, dan Prestasi Belajar, (Pare-pare: CV KAAFFAH LEARNING CENTER, 2021), h. 47.
18Zulhannan, Teknik Pembelajaran Bahasa Arab Interaktif, Jakarta: PT RAJAGRAFINDO PERSADA, 2015.
19Fathur Rohman, Metodologi Pembelajaran Bahasa Arab, Malang:Madani Kelompok Intrans Publishing, 2015.
Salah satu metode yang sering digunakan adalah metode latihan (drill).
Metode ini juga biasa disebut metode training, yaitu cara mengajar untuk menanamkan kebiasaan-kebiasaan tertentu, serta sebagai sarana untuk memelihara kebiasaan-kebiasaan yang baik.20 Herdah juga mengatakan bahwa ciri khas dari metode ini adalah kegiatan berupa pengulangan yang berkali-kali dari suatu hal yang sama.21 Menurut Ramayulis dalam Syahraini Tambak metode drill disebut latihan siap dimaksudkan untuk memperoleh ketangkasan atau keterampilan latihan terhadap apa yang dipelajari, karena hanya dengan melakukan secara praktis suatu pengetahuan dapat disempurnakan. Selain itu, Roestiyah dalam Syahraini Tambak juga mengungkapkan bahwa metode drill adalah suatu cara mengajar dimana peserta didik melaksanakan kegiatan-kegiatan latihan untuk memperoleh kemahiran lebih dari apa yang telah dipelajari.22
Definisi metode latihan siap (drill) dalam Fhardal Anugrah, seringkali dikacaukan dengan istilah “ulangan”. Padahal maksud keduanya berbeda. Latihan siap yang dimaksud dalam hal ini adalah agar peserta didik dapat menguasai suatu pengetahuan dan kecakapan tertentu. Sedangkan ulangan hanyalah salah satu alat untuk mengukur seberapa jauh penguasaan peserta didik terhadap pelajaran yang telah diberikan. Oleh karena itu, latihan-latihan ini penting untuk dilakukan agar peserta didik dapat memperoleh suatu kemahiran, dan spontanitas penguasaan hasil belajar.23
20Jumanta Hamdayana, Metodologi Pengajaran, Jakarta: PT Bumi Aksara, 2016. h. 103
21Herdah, Penggunaan Metode Sustainable Drill Dalam Mengatasi Kesulitan Belajar Bahasa Arab, h.24
22Syahraini Tambak, Metode Drill Dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam, Jurnal Al- Hikmah, Volume XIII, No.2, (Oktober 2016), h. 111
23Fhardal Anugrah, “Efektivitas Penerapan Metode Drill Dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca dan Menulis Al-Qur’an Pada Peserta Didik Madrasah Tsanawiyah Darul Arqam Muhammadiyah Gombara” (Skripsi Sarjana: Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, Makassar, 2018). h. 11
Berdasarkan beberapa pernyataan di atas dapat disimpulkan bahwa metode drill merupakan cara mengajar yang digunakan oleh guru dalam menyajikan pelajaran dengan memberikan latihan-latihan tertentu berdasarkan materi yang telah diberikan agar peserta didik dapat memperoleh suatu kemahiran atau kebiasaan- kebiasaan tertentu.
b. Tujuan Metode Drill
Roestiyah N. dalam Eko Rahmad Prayogo mengatakan bahwa dalam menggunakan metode drill (latihan siap) ini biasanya dipergunakan untuk tujuan agar peserta didik:
1) Mempunyai kemahiran yang bersifat motorik/gerak seperti menulis, menghafal kata-kata, melakukan gerak dalam olahraga, membuat suatu benda dan lain sebagainya;
2) Melatih dan mengembangkan kemahiran intelek, seperti mengenal benda/bentuk dalam pelajaran matematika, mengalikan, membagi, menjumlahkan, mengurangi, menarik akar dalam hitungan, ilmu pasti, ilmu kimia, tanda baca, dan lain sebagainya;
3) Mahir dalam mengaitkan antara suatu keadaan dengan hal lain, seperti sebab akibat longsor hujan, menulis dan menyambung huruf, antara tanda huruf dan bunyi ing-ny, dsb.24
Berdasarkan pernyataan di atas dapat dikatakan bahwa tujuan diterapkannya metode drill adalah untuk memperoleh atau mengembangkan serta meningkatkan
24Eko Rahmad Prayogo, Model Pembelajaran Drill and Practice Untuk Meningkatkan Kualitas Pembelajaran Bahasa Inggris Materi Expression Of Congratulations Pada Siswa Kelas IX B di SMP Negeri 2 Bangsalsari Jember,, Jurnal Simki Pedagogia, Volume 5, No.1 (2022), h. 47
suatu kemahiran baik dalam hal melatih kemahiran berhitung, menghafal kata-kata maupun menulis kata atau kalimat dalam pembelajaran bahasa dan lain sebagainya.
c. Prinsip dan Petunjuk Penerapan Metode Drill
Dalam menerapkan metode drill, berikut beberapa petunjuk dan prinsip penggunaan metode tersebut antara lain:
1) Peserta didik harus diberi pemahaman yang mendalam sebelum diadakan latihan tertentu;
2) Latihan untuk pertama kalinya hendaknya bersifat diagnosis. Jika kurang berhasil, lalu diadakan perbaikan agar lebih sempurna;
3) Latihan tidak perlu lama asalkan sering dilaksanakan;
4) Harus disesuaikan dengan taraf kemampuan peserta didik;
5) Proses latihan hendaknya mendahulukan hal-hal yang esensial dan berguna.25 Berdasarkan pernyataan di atas dapat disimpulkan bahwa dalam menerapkan metode drill ini, penting bagi guru untuk memperhatikan beberapa prinsip dan petunjuk penggunaannya, dimana seorang guru terlebih dahulu memberikan pemahaman terkait materi yang hendak diajarkan juga termasuk tujuan yang hendak dicapai, di samping pemberian latihan perlu adanya kegiatan perbaikan, waktu latihan dalam tiap pertemuan tidak perlu lama namun berkesinambungan serta kegiatan latihan ini hendaknya mendahulukan hal-hal pokok demi ketercapaian tujuan pembelajaran.
25Abdul Majid, Strategi Pembelajaran, Bandung: PT REMAJA ROSDAKARYA, 2017. h.
214
d. Kelebihan dan Kekurangan Metode Drill
Setiap metode tentu memiliki kelebihan dan kekurangan, adapun kelebihan dan kekurangan metode drill menurut Jumanta Hamdayana dalam bukunya adalah sebagai berikut:
1) Kelebihan Metode Latihan (Drill)
a) Dapat memperoleh kecakapan motoris, seperti menggunakan alat-alat, melafalkan huruf, dan menulis kata/kalimat seperti dalam pembelajaran bahasa;
b) Dapat memperoleh kecakapan mental, seperti dalam perkalian, penjumlahan, pengurangan, pembagian, dan tanda/simbol;
c) Dapat membentuk kebiasaan dan menambah ketepatan serta kecepatan pelaksanaan.
2) Kekurangan Metode Latihan (Drill)
a) Menghambat bakat dan inisiatif anak didik karena anak didik lebih banyak dibawa pada penyesuaian, serta diarahkan jauh;
b) Menimbulkan penyesuaian secara statis pada lingkungan;
c) Kadang-kadang latihan yang dilaksanakan secara berulang-ulang merupakan hal yang monoton dan mudah membosankan;
d) Dapat menimbulkan verbalisme.26
Beradasarkan kelebihan dan kekurangan yang dipaparkan di atas, melalui metode drill peserta didik dapat memperoleh dan meningkatkan kemahirannya dalam berbagai hal tertentu. Adapun dari sisi kekurangan dari metode ini, guru harus lebih
26Jumanta Hamdayama, Metodologi Pengajaran,h. 104
terampil memvariasikan kegiatan pembelajaran untuk meminimalisir kekurangan dari metode ini.
2. Teori Mahāratul Kitābah