BAB II KAJIAN PUSTAKA
4. Koperasi Syariah
a. Pengertian Koperasi Syariah
Secara umum, prinsip operasional koperasi syariah atau Baitul Maal Wa At-Tamwil adalah membentuk kesejahteraan para anggota dalam bentuk gotong royong dan tetntunya prinsip tersebut tidak menyimpang dari sudut pandang prinsip syariah yaitu prinsip gotong royong (Ta’awun ala al-Birri) dan bersifat kolektif (Berjamaah) dalam membangun kemandirian hidup. Melalui hal inilah, perlu adanya proses internalisasi terhadap pola pemikiran, tata cara pengolaan, produk- produk, dan hukum yang diperlukan harus sesuai dengan syariat.27
Koperasi syariah Indonesia merupakan koperasi sekunder yang beranggotakan koperasi syariah primer yang tersebar diseluruh Indonesia, koperasi syariah merupakan sebuah konversi dari konvensional melalui pendekatan yang sesuai dengan peneladanan
26http://hesiainantasari.wordpress.com/2013/03/30/peluang-tantangan-asuransi-syariah-di- indonesia/ diakses tanggal 13 Januari 2021 pukul 19:00 Wita.
27M. Ali. Hasan, Berbagai Macam Transaksi Dalam Islam, (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2003).
ekonomi yang dilakukan Rasulullah dan para sahabatnya. Koperasi syariah merupakan badan usaha koperasi yang menjalankan usaha- usahanya dengan prinsip syariah islam yaitu al-Qur’an dan As-sunah.
Secara teknis koperasi syariah bisa dibilang sebagai koperasi yang prinsip anggota dan kegiatannya berdasarkan prinsip syariah islam.28 b. Tujuan Koperasi Syariah
Koperasi syariah mempunyai prinsip saling tolong menolong dan tidak dibenarkan mencari keuntungan di antara keduanya, karena setiap transaksi (Tasarruf) didasarkan atas penggunaan yang efektif apakah untuk pembiayaan ataupun kebutuhan sehari-hari, kedua hal tersebut diperlukan secara berbeda. Untuk Usaha produktif, misalnya anggota mau berdagang maka dapat menggunakan prinsip bagi hasil (Musharakah atau Mudarabah) sedangkan untuk pembelian alat transportasi atau pun alat-alat lainnya dapat menggunakan prinsip jual- beli (Murabahah). Prinsip tersebut diterapkan untuk anggota koperasi, dan salah satunya adalah pelaku usaha mikro dan menengah.
c. Produk dan Penyaluran Jasa-jasa Koperasi Syariah
a) Produk dan jasa Koperasi Syariah Karya Mabrur Bersama Mataram Adapun produk yang ditawarkan kepada anggota Koperasi Syariah Karya Mabrur Bersama Mataram sebagai berikut:29
28http://kementriankoperasi.com/pengertian-koperasi-syariah diakses tanggal 13 Januari 2021 pukul 19:00 Wita.
29Rahmatullah, (Ketua Koperasi Syariah Karya Mabrur Bersama), Wawancara, 26 November 2020. Pukul 15.00 Wita.
1) Produk Jasa (a) Murabahah
Merupakan akad jual beli dimana harga dan keuntungan disepakati antara penjual dan pembeli.
(b) Mudharabah
Merupakan akad kerja sama usaha antara dua pihak, dimana pihak pertama sebagai pemilik modal dan pihak kedua sebagai pengelola modal. Keuntungan dan kerja sama tersebut dibagi untuk kedua belah pihak sesuai dengan kesepakatan.
(c) Qardhul Hasan
Merupakan meminjamkan harta kepada seseorang tanpa mengharapkan imbalan dan disebut akad ta’awuniah yaitu akad yang berdasarkan prinsip tolong menolong.
2) Produk Jasa Berjangka
(a) Tabungan Umroh dan Haji (b) Tabungan Qurban
(c) Tabungan Siswa Baru
b) Produk Penyaluran Koperasi Syariah
Adapun produk penyaluran dan jasa-jasa lainnya (Buchori, 2009). Koperasi Syariah memiliki sumber dana dari:30
30Riana Panggabean, “Kerjasama Bank, Koperasi, dan Lembaga Keuangan Mikro untuk Mendukung Pemberdayaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM)”, Jurnal Infokop, Vol. 15 Nomor. 2, 17 Desember 2007.
1) Simpanan pokok, sebagai modal awal dengan jumlah sama antar anggota yang termasuk akad musyarakah, di mana masing- masing satu sama lain dalam hak dan kewajiban.
2) Simpanan wajib, sebagai modal koperasi di mana besarnya diputuskan melalui musyawarah dengan jumlah tetap dan disetorkan secara berkelanjutan setiap bulan sampai dinyatakan keluar dari anggota.
3) Simpanan sukarela, merupakan bentuk investasi anggota atau calon anggota yang memiliki kelebihan dana untuk disimpan di BMT, baik dalam bentuk simpanan akad wadi‘ah maupun mudharabah.
4) Investasi pihak lain, yaitu suntikan dana dari pihak luar (misalnya Bank Syariah) untuk pengembangan usaha Koperasi Syariah, baik dengan prinsip akad musyarakah maupun mudharabah.
d. Peran Koperasi Syariah
Menurut Prof Marvin A. Schars koperasi adalah suatu badan usaha yang secara sukarela dimiliki dan dikendalikan oleh anggota serta mengoperasikan untuk mendapatkan nirlaba atau dasar biaya. Pada penjelasan tersebut bahwa yang membuat dan mengendalikan koperasi adalah masyarakatr itu sendirih jadi sebuah koperasi akan maju dan berkembang semua tergantung keaktifan anggota koperasi tersebut.
Pada umumnya koperasi dikendalikan bersama oleht seluruh
anggotanya di mana setiap anggota memiliki hak suara sama disetiap pengambilan keputusan koperasi. Dalam perspektif Ekonomi Islam pada dasarnya sudah sesuai dengan nilai-nilai ekonomi islam yakni sudah menerapkan pendistribusian pendapatan secara adil dalam arti anggota yang bekerjasama mendapatkan pendapatan sesuai dengan modal koperasi dan kontribusi usaha terhadap koperasi sesuai dengan kesepakatan yang dilakukan oleh koperasi dan anggotanya.31
Upaya koperasi dalam meningkatkan kesejahteraan anggota adalah mengembangkan unit usaha yang dimilki koperasi dengan menyediakan kebutuhan yang dibutuhkan oleh anggota, menjalin relasi dan kerjasama dengan mitra kerja yang mendukung program kerja koperasi untuk mencapai tujuan, dan melakukan inovasi serta membaca peluang untuk meningkatkan kesejahteraan anggota. Kesejahteraan anggota akan tercapai apabila koperasi tidak hanya membantu menyediakan kebutuhan anggota. Koperasi harus dapat memberikan pendampingan baik dari segi moral maupun aspek non moral. Selain pendampingan, koperasi juga harus dikelola dengan baik. Apabila koperasi tidak dikelola dengan baik tidak hanya berdampak terhadap sisa hasil usaha saja tetapi timbulnya ketidakpercayaan anggota.
Koperasi sudah dianggap mampu memberikan pendampingan dan
31Tri Handayani, Avelius Dominggus Sore, Yunita Astikawati, “Peran Koperasi dalam Meningkatkan Kesejahteraan Anggota di Koperasi Unit Desa Bale Yotro Desa Beloyang”. Jurnal Pendidikan Ekonomi, Vol 5, No. 2, November 2020.
pengelolaan yang baik harapannya koperasi sudah menjalankan perannya secara baik pada masyarakat.32
Peran koperasi yang baik ini tentunya lebih baik jika dapat diimplementasikan secara maksimal. Sehingga koperasi dapat memberikan kontribusi positif bagi masyarakat. Terutama menambah pengetahuan dibidang kewirausahaan yang dapat berguna dalam kehidupan sehari-hari. Semakin majunya zaman dan kompleksnya kebutuhan menjadi tantangan tersendiri bagi koperasi. Dengan melihat kondisi tersebut, maka koperasi syariah Karya Mabrur Bersama dari tahun ke tahun berusaha untuk mengembangkan usahanya. Di samping itu juga berperan dalam pengembangan atau pemahaman anggota terkait bagaimana berusaha atau berdagang yang syariah melalui kegiatan pengajian-pengajian maupun sosialisasi di sekitar wilayah koperasi syariah karya mabrur bersama. Perkembangan per tahun 2019- 2020 jumlah anggota ada 198 orang yang merupakan angota kelompok lebih dari 65-70% dapat memanfaatkan dana koperasi untuk modal usahanya. Koperasi Syariah karya mabrur bersama mempunyai program peduli masyarakat sekitar yang sangat butuh bantuan pinjaman dana, koperasi syariah memberikan pinjaman kebajikan (Qardul Hasan) tanpa adanya margin atau jasa, dan tentunya dapat membantu kebutuhan masyarakat serta anggota koperasi. Selain itu juga dapat
32Ikbaludin, “Peran Koperasi UIKA (KIKA) dalam Mensejahterakan Anggota (Studi Kasus pada Koperasi KIKA Universitas IBN Khaldun Bogor)”. Jurnal Ekonomi Keuangan Syariah, Vol 3 No. 1, January 2019.
mempermudah para anggota dalam melakukan kegiatan menabung (tabungan sukarela).33