• Tidak ada hasil yang ditemukan

Langkah-langkah yang Dilakukan dalam Mengatasi

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

D. Langkah-langkah yang Dilakukan dalam Mengatasi

Siswa Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Benteng Kabupaten Kepulauan Selayar

Untuk mencapai tujuan yang ingin di capai yaitu memperoleh hasil belajar yang memuaskan, seorang siswa sangat membutuhkan dorongan, baik datangnya dari diri sendiri maupun dari orang lain termasuk orang tua sebagai orang terdekat dari siswa. karena itu orang tua diharapkan dapat lebih memotivasi siswa. adapun usaha yang dilakukan orang tua yaitu, sebagai berikut:

1. Orang Tua

Orang tua siswa sangat berperan dalam meningkatkan kualitas belajar siswa terutama, dalam mengatasi masalah-masalah yang dialami siswa dalam belajar pendidikan agama Islam, dengan memberikan motivasi dan mengontrol kegiatan anaknya di rumah.

Untuk mengetahui sejauhmana motivasi yang diberikan orang tua siswa terhadap anaknya, dapat di lihat pada tabel berikut ini :

Tabel 13

Tanggapan siswa terhadap motivasi yang diberikan oleh orang tua No Jawaban Responden Frekuensi persentase

1 Sangat sering 18 20%

2 Sering 35 49%

3 Kadang-kadang 20 31%

4 Tidak pernah - 0 %

Jumlah 73 100%

Sumber Data : Tabulasi Angket No. 6

Dari tabel di atas 73 yang dijadikan responden 18 orang atau 20%

yang menyatakan orang tua sangat sering memotivasi siswa untuk belajar Pendidikan Agama Islam, 35 orang atau 49% yang menyatakan orang tua sering memotivasi siswa untuk belajar Pendidikan Agama Islam, 20 orang atau 31% yang menyatakan orang tua kadang-kadang memotivasi siswa untuk belajar Pendidikan Agama Islam dan tidak ada yang menyatakan atau 0% sangat memotivasi siswa untuk belajar Pendidikan Agama Islam.

Dari hasil penjelasan di atas penulis dapat menarik kesimpulan bahwa untuk meningkatkan motivasi belajar siswa dalam bidang studi pendidikan Islam di Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Benteng Kabupaten Kepulauan Selayar harus ada kerjasama guru dan orang tua.

Sehingga prestasi tersebut harus tetap diberikan dengan konsisten agar supaya minat siswa untuk belajar pendidikan agama Islam tidak surut, sehingga nantinya tujuan yang diharapkan tercapai.

2. Penyediaan fasilitas belajar

Dalam rangka memotivasi siswa untuk belajar, orang tua perlu mengusahakan fasilitas yang diperlukan oleh siswa, hal ini dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 14

Jawaban Responden Tentang Penyediaan Fasilitas Belajar

No Jawaban Responden Frekuensi persentase

1 Sangat sering 20 20%

2 Sering 37 55%

3 Kadang-kadang 16 25%

4 Tidak pernah - 0 %

Jumlah 73 100%

Sumber Data : Tabulasi Angket No. 7

Berdasarkan tabel tersebut di atas, diketahui bahwa 20 orang siswa 20% yang menyatakan sangat sering mendapat fasilitas belajar dari orang tua, 37 orang siswa 55%siswa yang menyatakan sering mendapat fasilitas belajar dari orang tua, 16 orang atau 25 % siswa yang menyatakan kadang-kadang mendapat fasilitas belajar dari orang tua dan tidak siswa yang menyatakan tidak mendapat fasilitas belajar dari orang tua.

Adapun fasilitas yang disediakan orang tuanya berupa buku-buku bacaan dan fasilitas belajar yang lain. Dengan demikian dapat dipahami bahwa fasilitas belajar yang disediakan oleh orang tua umumnya mampu memotivasi siswa dalam belajar.

3. Menetapkan waktu belajar yang tepat.

Orang tua yang berfungsi sebagai pengendali dalam rumah tangga, hendaklah menerapkan waktu belajar siswa yang tepat.

Dimana peraturan ini bertujuan untuk membina dan membentuk siswa- siswa yang memiliki disiplin.

Belajarpun demikian halnya, harus diadakan suatu disiplin dalam keluarga, yang memberikan kesempatan dan keharusan kepada siswa-siswa untuk belajar dengan baik.

Oleh sebab itu sebagai orang tua yang bijaksana haruslah memiliki kemampuan untuk menciptakan suatu peraturan dan sekaligus memperlakukannya secara konsekuen dalam rumah tangga.

Karena hanya dengan pelaksanaan yang konsekuen peraturan itu dapat dipatuhi oleh siswa sebagai tempat berlangsungnya kehidupan.

4. Pemberian penghargaan saat siswa berprestasi

Dalam rangka meningkatkan prestasi siswa untuk lebih giat belajar adalah memberikan penghargaan pada saat siswa tersebut berprestasi. Hal ini dapat diketahui dari jawaban responden yang dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 15

Jawaban Responden Tentang pemberian Penghargaan saat Berprestasi

No Jawaban Responden Frekuensi persentase

1 Sangat sering 21 22,45%

2 Sering 35 51,01%

3 Kadang-kadang 12 16,33%

4 Tidak pernah 5 10,21 %

Jumlah 73 100%

Sumber Data : Tabulasi Angket No. 8

Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa 21 siswa (22,45%) Siswa yang menjawab sangat sering mendapat penghargaan saat berprestasi, 35 siswa (51,01%) siswa yang menjawab sering mendapat penghargaan saat berprestasi, 12 siswa (16,33%). Siswa yang menjawab kadang-kadang mendapat penghargaan saat berprestasi, 5 siswa (10,21%) Siswa yang menjawab tidak pernah mendapat penghargaan saat berprestasi dari orangtua.

Dari pembahasan di atas dapat disimpulkan bahwa usaha yang dilakukan orang tua yaitu pemberian motivasi untuk belajar Pendidikan Agama Islam, penyediaan fasilitas belajar, Menetapkan waktu belajar yang tepat, pemberian penghargaan saat anak berprestasi.

BAB V PENUTUP A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil analisis data tentang pengaruh lingkungan belajar terhadap prestasi belajar siswa pada bidang studi Pendidikan Agama Islam Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Benteng Kabupaten Kepulauan Selayar maka penulis dapat menyimpulkan bahwa :

1. Lingkungan belajar sangat berpengaruh terhadap peningkatan prestasi siswa dalam belajar Pendidikan Agama Islam, salah satu lingkungan yang sangat berpengaruh adalah lingkungan keluarga karena merupakan lingkungan pendidikan yang pertama dan utama, karena dalam keluarga inilah anak pertama-tama menerima pendidikan dan bimbingan dari orang tuanya atau anggota keluarga lainnya.

2. Faktor penghambat dalam meningkatkan prestasi belajar Pendidikan Agama Islam siswa di Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Benteng Kabupaten Kepulauan Selayar adalah rendahnya tingkat pemahaman keagamaan orang tua, tentunya akan mempengaruhi tingkat motivasi, orang tua memberikan pendidikan agama kepada sang anak.

3. Adapun usaha yang dilakukan dalam meningkatkan prestasi belajar siswa yaitu pemberian dorongan untuk belajar, penyediaan fasilitas belajar, Menetapkan waktu belajar yang tepat. pemberian penghargaan saat anak berprestasi

B. Saran-saran

Berdasarkan uraian kesimpulan tersebut, penulis memberikan saran-saran sebagai berikut :

1. Siswa Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Benteng Kabupaten Kepulauan Selayar memiliki potensi belajar yang cukup memadai maka orang tua siswa harus memperhatikan anak-anak mereka dalam belajar dan membantu mereka dalam mengatasi masalah- masalah mereka.

2. Kepada kepala sekolah dan para guru serta orang tua siswa agar menjalin kerja sama yang baik dan menyiapkan sarana dan prasarana yang dibutuhkan siswa dalam rangka terlaksananya kegiatan belajar mengajar di sekolah tersebut agar menghasilkan lulusan yang bermutu.

DAFTAR PUSTAKA Al quran

Agung, Wahyu. 2010. Panduan SPSS 17.0 Untuk Mengolah Penelitian Kuantitatif. Cet. I. Yogakarta; Gara Ilmu,

Ahmad. A. Kadir. 2003. Metodologi Penelitian Kualitatif. Edisi I. Makassar;

CV. INDOBIS Media Centre

Anwar, Kasful dan Hendra Harni. 2011. Perencanaan Sistem Pembelajaran Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP).

Bandung; Alfabeta.

Arikunto, Suharsimi. 2005. Prosedur penelitian Suatu Pendekatan Praktis.

Cet.XI. Jakarta; PT. Rineka Cipta

Fathurrahman, Pupuh dan Sobary M. Sutikno. 2010. Strategi Belajar Mengajar Melalui Penanaman Konsep Umum & Konsep Islam.

Cet. IV. Bandung; PT. Refika Aditama.

Hamalik. Oemar. 2006. Manajemen Pengembangan Kurikulum. Bandung:

PT. Remaja Rosdakarya Offset.

Kountur, Ronny. 2004. Metode Penelitian untuk Penulisan Skripsi dan Tesis.Cet. II. Jakarta: PPM.

Lexy J. Moleong. 2010. Metodologi Penelitian Kualitatif. Cet. XXVIII.

Bandung; PT. Remaja Rosdakarya.

Mardalis, 2009. Metode Penelitian Suatu Pendekatan Proposal. Cet. IX.

Jakarta; PT. Bumi Aksara,

Masyuri dan M. Zainuddin. 2009. Metodologi Penelitian, Pendekatan Praktis dan Aplikatif. Cet.II. Bandung; Refika Aditama.

Mujib, Abdul dan Mudzakkir, Jusuf. 2010. Ilmu Pendidikan Islam. Edisi I.

Cet. III. Jakarta; Kencana Prenada Media

Margono, S. 2003.Metodologi Penelitian. Cet. I. Jakarta: PT Bineka Cipta.

Moleong, Lexy J. 2010. Metodologi Penelitian Kualitatif. Cet. XXVIII.

Bandung; PT. Remaja Rosdakarya.

Natsir Mohammad, 2006.Penelitian Pendidikan Prosedur dan Strategi.

Bandung: Angkasa.

Narbuko, Cholid dan Abu Achmadi. 2004. Metodologi Penelitian. Cet. VI Jakarta: PT. Bumi Aksara.

Saebani, Ahmad, Beni. 2008. Metode Penelitian. Cet.I. Bandung: CV.

Pustaka Setia.

Setyosari Punaji. 2010. Metode Penelitian Pendidikan dan Pengembangan. Cet. I. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

Setyosari Punaji. 2010. Metode Penelitian Pendidikan dan Pengembangan. Cet. I. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

Slameto, 2010, Proses Belajar Mengajar Dalam Sistem Kredit Semester, Bumi Aksara, Jakarta.

Wijaya, Cece, 2005. Kemampuan Dasar Guru dalam Proses Belajar Mengajar. Bandung: PT. Remaja Rosda.Karya.

Wirawan. 2010. Konflik dan Manajemen Konflik, Teori, Aplikasi dan Penelitian. Jakarta; Salemba Humanika.

PEDOMAN WAWANCARA UNTUK GURU

PENGARUH LINGKUNGAN BELAJAR TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA PADA BIDANG STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

SEKOLAH MENENGAH PERTAMA NEGERI 1 BENTENGDI KABUPATEN KEPULAUAN SELAYAR

ANDI MULU (NIM 28 19 2187)

` I. Petunjuk Wawancara

1. Sebelum anda menjawab daftar pertanyaan yang telah disiapkan, terlebih dahulu isi daftar identitas yang telah tersedia.

2. Jawablah tes wawancara ini dengan jujur dan penuh ketelitian karena jawaban Bapak/Ibu akan sangat membantu kelengkapan data yang penulis butuhkan. Dan sebelumnya tak lupa kami ucapkan banyak terima kasih atas segala bantuannya.

Jazakumullah Khairan Katsiran

II. Identitas Guru

Nama :

Jenis Kelamin :

Jabatan :

Bid. Studi yang diajarkan : Hari / Tanggal wawancara : III. Daftar pertanyaan

1. Bagaimana lingkungan belajar yang kondusif bagi studi Pendidikan Agama Islam di Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Benteng Kabupaten Kepulauan Selayar? Jelaskan !

2. Bagaimana prestasi belajar Pendidikan Agama Islam di Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Benteng Kabupaten Kepulauan Selayar? Jelaskan !

Menengah Pertama Negeri 1 Benteng Kabupaten Kepulauan Selayar ? Jelaskan !

4. Sebutkan indikator-indikatornya bahwa lingkungan belajar siswa di Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Benteng Kabupaten Kepulauan Selayar adalah baik ! minimal 5 !

5. Sebutkan prestasi-prestasi yang diraih oleh siswa di Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Benteng Kabupaten Kepulauan Selayar ! minimal 5!

PEDOMAN ANGKET UNTUK GURU DAN SISWA

PENGARUH LINGKUNGAN BELAJAR TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA PADA BIDANG STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

SEKOLAH MENENGAH PERTAMA NEGERI 1 BENTENGDI KABUPATEN KEPULAUAN SELAYAR

ANDI MULU (NIM 28 19 2187) I. Keterangan Angket

1. Angket ini dimaksudkan untuk memperoleh data obyektif dari siswa dalam rangka penyusunan skripsi.

2. Dengan mengisi angket ini, berarti telah ikut serta membantu kami dalam penyelesaian studi.

II. Petunjuk Pengisiaan Angket

1. Sebelum anda menjawab daftar pertanyaan yang telah disiapkan, terlebih dahulu isi daftar identitas yang telah tersedia.

2. Bacalah dengan baik setiap pertanyaan, kemudian beri tanda silang (x) pada jawaban yang dianggap paling tepat.

3. Isilah angket ini dengan jujur serta penuh ketelitian sehingga semua soal dapat dijawab. Dan sebelumnya tak lupa kami ucapkan banyak terima kasih atas segala bantuannya.

Jazakumullah Khairan Katsiran.

III. Identitas Siswa

1. Nama :

2. Umur :

3. Jenis Kelamin :

4. Hari/Tgl wawanara :

Dokumen terkait