PENDAHULUAN
Latar Belakang
Rumusan Masalah
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
TINJAUAN PUSTAKA
Lingkungan Belajar Siswa
- Pengertian Lingkungan Belajar Siswa
- Lingkungan Belajar Terhadap Hasil Belajar
Imam Supardi (2003:2) mengatakan “lingkungan hidup adalah penjumlahan seluruh benda hidup dan tak hidup serta seluruh keadaan yang ada pada ruang yang kita tempati”. Dengan tersedianya sarana dan prasarana yang memadai maka lingkungan kelas atau sekolah akan terkelola dengan baik guna menciptakan iklim pembelajaran yang kondusif. Sebaliknya dengan menciptakan iklim belajar yang baik maka motivasi belajar siswa akan meningkat.
Oleh karena itu, untuk mencapai prestasi pendidikan, keberadaan sarana dan prasarana pendidikan di sekolah diharapkan menjadi harapan seluruh elemen pendidik dan tenaga kependidikan di sekolah.
Prestasi Belajar Siswa
- Definisi Prestasi Belajar Siswa
- Jenis-Jenis Prestasi Belajar
- Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Prestasi
Prestasi belajar siswa pada prinsipnya merupakan pengungkapan ideal hasil belajar siswa, mencakup seluruh ranah psikologis yang berubah sebagai akibat dari pengalaman dan proses belajar siswa. Pada prinsipnya mengungkap hasil belajar yang ideal mencakup seluruh ranah psikologis yang berubah akibat pengalaman dan proses belajar siswa. Dari uraian di atas terlihat jelas bahwa keberhasilan belajar siswa akan terlihat melalui prestasi siswa dalam menguasai tiga bidang, yaitu bidang kognitif (cognitive area), bidang afektif (affective area) dan bidang psikomotorik (psychomotor area). ).
Faktor lingkungan sosial, baik yang berupa manusia maupun keterwakilannya, termasuk budayanya, akan mempengaruhi proses dan hasil belajar siswa.
Pengaruh Lingkungan Belajar Terhadap Prestasi
Muhammad Rasyid Ridha dalam Abdul Mujib dan Jusuf Mudzakkir mengartikan ta’lim sebagai proses penyampaian ilmu kepada jiwa seseorang tanpa batasan dan syarat tertentu. Sedangkan Mahmud Yunus secara singkat mengartikan al-ta'lim sebagai hal-hal yang berkaitan dengan pengajaran dan pelatihan. Kata al-ta'dib berasal dari kata addaba, yuaddibu, ta'diban, yang dapat berarti pendidikan (pelatihan), disiplin (disiplin), hukuman.
Kata al-ta’dib dalam arti pendidikan adalah pengenalan dan pengakuan yang ditanamkan secara bertahap kepada manusia tentang kedudukan segala sesuatu dalam tatanan penciptaan, yang berujung pada pengenalan dan pengakuan terhadap kekuasaan dan keagungan Tuhan. Tujuan pendidikan Islam nasional ini merupakan tujuan pendidikan Islam yang dirumuskan oleh masing-masing negara (Islam). Dalam hal ini tujuan pendidikan dirumuskan oleh masing-masing lembaga pendidikan Islam, mulai dari tingkat taman kanak-kanak atau raudatulatfal sampai dengan perguruan tinggi.
Tujuan pendidikan Islam pada tingkat program studi merupakan tujuan pendidikan yang disesuaikan dengan program studi. Tujuan pendidikan Islam pada tingkat mata pelajaran adalah tujuan pendidikan yang didasarkan pada pencapaian pemahaman, penghayatan dan pengamalan ajaran Islam yang terkandung dalam bidang studi atau mata pelajaran tertentu. Tujuan pendidikan Islam pada tingkat mata pelajaran adalah tujuan pendidikan yang didasarkan pada pencapaian keterampilan utama dan kompetensi dasar yang terkandung dalam materi pelajaran.
Dapat disimpulkan dari uraian di atas bahwa tujuan pendidikan Islam sangat penting dilaksanakan atas dasar keikhlasan semata-mata karena Allah SWT dan dicapai secara bertahap, dimulai dari tujuan yang paling sederhana sampai dengan tujuan yang tertinggi, kemudian menyasarnya. tentang membina seluruh bakat dan kemampuan manusia sesuai dengan nilai – nilai ajaran Islam, agar dapat menunaikan fungsinya sebagai khalifah di muka bumi dalam rangka ketaqwaannya kepada Tuhan. Corak pendidikan Islam yang diwariskan Nabi Muhammad SAW disampaikan sebagai rahmat lil alamin (rahmat bagi seluruh alam), yang cakupannya tidak terbatas pada manusia saja tetapi juga makhluk hidup lainnya.
METODE PENELITIAN
- Jenis Penelitian
- Lokasi dan Objek Penelitian
- Variabel Penelitian
- Defenisi Operasional
- Populasi dan Sampel
- Instrumen Penelitian
- Teknik Pengumpulan Data
- Teknik Analisis Data
Dari angket ini peneliti dapat mengumpulkan data mengenai pengaruh lingkungan belajar terhadap kinerja siswa pada pembelajaran pendidikan agama Islam di SMP Negeri 1 Benteng Kabupaten Kepulauan Selayar. Berkaitan dengan hal tersebut, peneliti akan menganalisis pengaruh lingkungan belajar terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran pendidikan agama Islam di SMP Negeri 1 Benteng Kabupaten Kepulauan Selayar. Pengaruh lingkungan belajar yang kondusif terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran pendidikan agama Islam di SMP Negeri 1 Benteng Kabupaten Kepulauan Selayar.
Memotivasi siswa untuk meningkatkan prestasi belajar Pendidikan Agama Islam di SMA Negeri 1 Benteng Kabupaten Kepulauan Selayar adalah dengan memperhatikan. Faktor-faktor yang menghambat peningkatan prestasi siswa pada bidang studi Pendidikan Agama Islam SMP Negeri 1 Benteng Kabupaten Kepulauan Selayar. Dengan demikian dapat diketahui bahwa faktor-faktor dalam pembelajaran pendidikan agama Islam di SMP Negeri 1 Benteng Kabupaten Kepulauan Selayar adalah faktor orang tua, lingkungan, internal dan ekonomi.
Ag Guru Pendidikan Agama Islam SMP Negeri 1 Benteng Kabupaten Kepulauan Selayar, di. Langkah-Langkah yang Dilakukan untuk Mengatasi Hambatan Prestasi Belajar Pendidikan Agama Islam Temuan Studi Pendidikan Agama Islam Siswa SMA 1 Benteng Kabupaten Kepulauan Selayar. Berdasarkan hasil analisis data pengaruh lingkungan belajar terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran pendidikan agama Islam di SMP Negeri 1 Benteng Kabupaten Kepulauan Selayar, penulis dapat menyimpulkan bahwa.
Bagaimana lingkungan belajar yang kondusif untuk pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SMA 1 Benteng Kabupaten Kepulauan Selayar. Bagaimana prestasi akademik pendidikan agama Islam di SMP Negeri 1 Benteng Kabupaten Kepulauan Selayar.
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Selayang Pandang Sekolah Menengah Pertama
Oleh karena itu dalam proses belajar mengajar, dalam pelaksanaan pengajaran pendidikan agama Islam di SMP Negeri 1 Benteng Kabupaten Kepulauan Selayar, orang tua dan guru mampu meningkatkan pemahaman dan pengetahuan siswa melalui upaya dan upaya orang tua dan guru yang menjamin motivasi yang baik. Terkait hal tersebut, sebagai motivasi bagi orang tua untuk meningkatkan kinerja pembelajaran pendidikan agama Islam bagi siswanya, seperti yang diungkapkan oleh Ibrahim SS, seorang guru Bhs. Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa salah satu faktor terjadinya kesulitan belajar pendidikan agama Islam di SMP Negeri 1 Benteng Kabupaten Kepulauan Selayar adalah kurangnya motivasi anak dalam mempelajari pendidikan agama Islam.
Lingkungan merupakan salah satu hal yang mempengaruhi motivasi belajar pendidikan agama Islam di tempat anak tersebut tinggal. Ada beberapa faktor yang menyebabkan prestasi belajar pendidikan agama Islam pada siswa SMP Negeri 1 Benteng Kabupaten Kepulauan Selayar, antara lain: Faktor orang tua yang kurang menyadari pentingnya pemahaman agama atau pendidikan agama, faktor lingkungan yang tidak mendukung pendidikan agama Islam. dukungan dan keterbatasan dari anak itu sendiri. Dari hasil wawancara penulis terhadap informasi tersebut di atas, kita dapat memahami bahwa salah satu faktor yang ditemui dalam pembelajaran pendidikan agama Islam pada anak sekolah menengah.
Berdasarkan data pada tabel di atas terlihat jelas bahwa minat siswa dalam mempelajari pendidikan agama Islam sangat rendah atau kurang. SMP Negeri Fort 1 Kabupaten Kepulauan Selayar sebenarnya sangat rendah minat belajar pada mata pelajaran pendidikan agama Islam, hal ini terlihat dari hasil nilai setiap cawu yang hanya rata-rata 6 (enam) dibandingkan dengan mata pelajaran lainnya dapat mencapai rata-rata 8 (delapan), jika tidak ada yang mencapai nilai 8 (delapan) atau 9 (sembilan) pendidikan agama islam hanya satu atau dua. Berdasarkan pengakuan siswa dari segi motivasi orang tua dalam mengikuti pelajaran pendidikan agama islam kurang.
Hasil analisis angket mengenai partisipasi orang tua dalam memotivasi anaknya mempelajari pendidikan agama Islam sangat memprihatinkan. Kelangkaan buku literatur sebagai pedoman proses belajar mengajar khususnya mata pelajaran pendidikan agama Islam sangat minim. Mengingat pentingnya penguasaan metodologi oleh guru dalam proses belajar mengajar dirasakan oleh siswa SMP Negeri 1 Benteng Kabupaten Kepulauan Selayar, dimana seorang guru dalam proses belajar mengajar pendidikan agama Islam selalu menggunakan metode yang monoton, sehingga siswa sangat sulit memahami dan memahami materi siswa.
Mengacu pada penjelasan yang telah diuraikan di atas, penulis menyimpulkan bahwa faktor-faktor yang dihadapi baik guru maupun siswa dalam proses belajar mengajar pendidikan agama Islam di SMP Negeri 1 Benteng Kabupaten Kepulauan Selayar antara lain adalah kurangnya minat belajar siswa. Pendidikan Agama Islam, Kurangnya Motivasi Siswa dalam Belajar Ilmu Pendidikan.
Langkah-langkah yang Dilakukan dalam Mengatasi
Dari hasil penjelasan diatas penulis dapat menyimpulkan bahwa untuk meningkatkan motivasi siswa dalam bidang pendidikan agama Islam di SMP Negeri 1 Benteng Kabupaten Kepulauan Selayar perlu adanya kerjasama antara guru dan orang tua. Sehingga prestasi tersebut hendaknya diberikan secara konsisten, agar minat siswa dalam mempelajari pendidikan agama Islam tidak menurun, sehingga tujuan yang diharapkan nantinya dapat tercapai. Berdasarkan tabel diatas diketahui 20 siswa 20% menyatakan sangat sering mendapat fasilitas belajar dari orang tuanya, 37 siswa 55% siswa menyatakan sering mendapat fasilitas belajar dari orang tuanya, 16 orang atau 25% siswa menyatakan kadang-kadang menerima fasilitas belajar mereka mendapat fasilitas belajar dari orang tuanya dan bukan siswa yang mengatakan tidak mendapat fasilitas belajar dari orang tuanya.
Dengan demikian, dapat dipahami bahwa fasilitas belajar yang diberikan orang tua pada umumnya mampu memotivasi siswa dalam belajar. Orang tua yang berperan sebagai pengontrol dalam rumah tangga harus memanfaatkan waktu belajar siswa secara tepat. Oleh karena itu, sebagai orang tua yang bijak, mereka harus mempunyai kemampuan dalam membuat aturan sekaligus memperlakukannya secara konsisten dalam rumah tangga.
Dari pembahasan di atas dapat disimpulkan bahwa upaya yang dilakukan orang tua adalah memberikan motivasi belajar Pendidikan Agama Islam, memberikan fasilitas pembelajaran, menetapkan waktu belajar yang tepat, memberikan penghargaan apabila anak berprestasi. Lingkungan belajar sangat berpengaruh dalam meningkatkan prestasi siswa dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam, salah satu lingkungan yang paling berpengaruh adalah lingkungan keluarga karena merupakan lingkungan pendidikan yang pertama dan terpenting karena di dalam keluargalah anak pertama kali mendapat pendidikan dan bimbingan dari orang tua atau anggota keluarga lainnya. Faktor penghambat dalam meningkatkan prestasi belajar siswa pada Pendidikan Agama Islam di SMP Negeri 1 Benteng Kabupaten Kepulauan Selayar adalah rendahnya tingkat pemahaman agama orang tua, tentunya hal ini akan mempengaruhi tingkat motivasi orang tua dalam memberikan pendidikan agama kepada anaknya.
Siswa SMP 1 Benteng Kabupaten Kepulauan Selayar mempunyai potensi belajar yang cukup besar, sehingga orang tua harus memperhatikan pembelajaran anaknya dan membantu mengatasi kesulitannya. Kepada kepala sekolah dan guru serta orang tua siswa agar menjalin kerjasama yang baik serta menyiapkan sarana dan prasarana yang dibutuhkan siswa dalam rangka melaksanakan kegiatan belajar mengajar di sekolah tersebut agar dapat menghasilkan lulusan yang berkualitas.
PENUTUP
Kesimpulan
Upaya yang dilakukan untuk meningkatkan prestasi belajar siswa adalah dengan mendorong belajar, menyediakan fasilitas belajar, menetapkan waktu belajar yang tepat.
Saran-saran
Sebelum menjawab daftar pertanyaan yang telah disiapkan, Anda harus melengkapi terlebih dahulu daftar identitas yang telah disediakan. Jawablah tes wawancara ini dengan jujur dan penuh ketelitian karena jawaban anda akan sangat membantu melengkapi data yang penulis perlukan. Sebutkan indikator lingkungan belajar siswa di SMP Negeri 1 Benteng Kabupaten Kepulauan Selayar baik.
Sebutkan prestasi yang diraih siswa SMP Negeri 1 Benteng Kabupaten Kepulauan Selayar.