• Tidak ada hasil yang ditemukan

Selayang Pandang Sekolah Menengah Pertama

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Selayang Pandang Sekolah Menengah Pertama

1. Profil Sekolah

Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Benteng Kabupaten Kepulauan Selayar berdiri pada tahun 1956 dan status diakui oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kepulauan Selayar, adapun nama-nama kepala sekolah yang pernah menjabat di Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Benteng Kabupaten Kepulauan Selayar dapat dilihat pada tabel di bawah ini:

Tabel 4

Nama-Nama Kepala Sekolah yang pernah memimpin di Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Benteng Kabupaten Kepulauan Selayar

No Nama Jabatan Periode

1 Yonggan Kepala Sekolah 1956

2 Abu Bakar Kepala Sekolah 1956 – 1959

3 Ambo’ Uce’ Kepala Sekolah

4 Syamsuddin Sunusi Kepala Sekolah

5 Muh. Satura Kepala Sekolah 1998 – 2004

6 Andi Ahmad Kepala Sekolah 2004 - Sekarang

Sumber Data : Kantor Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Benteng Kabupaten Kepulauan Selayar

Adapun visi dan misi Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Benteng Kabupaten Kepulauan Selayar yaitu :

Visi : Unggul dalam prestasi, berpijak pada budaya dan bangsa dan bernuansa religius

2. Mengembangkan kreatifitas siswa

3. Menumbuhkan semangat berprestasi yang mengarah kepada keunggulan

4. Menerapkan pendidikan modern tanpa mengabaikan budaya bangsa

5. Mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi berdasarkan iman dan taqwa

6. Menjunjung tinggi semangat kebersamaan dan hubungan kerja yang harmonis

7. Menanamkan nilai-nilai imtak pada setiap kegiatan belajar mengajar

2. Keadaan Guru, Siswa, Serta Sarana Dan Fasilitas Belajar.

a. Keadaan Guru.

Semua lembaga pendidikan tentu menginginkan agar menghasilkan alumni yang bermutu, baik dari segi kualitas , salah satu kunci untuk mencapai tujuan itu adalah harus memiliki tenaga pengajar yang berkualitas, termasuk kepribadian guru.

Tujuan sekolah akan dapat dicapai, jika semua guru yang mengajar di sekolah tersebut mempunyai kepribadian yang sejalan dengan tujuan sekolah itu. Karena sikap mental guru .terpantul dan tercermin dalam caranya memperlakukan dan menghadapi siswa. Oleh karena itu, setiap guru hendaknya mempunyai kepribadian yang akan di contoh dan dapat diteladani siswa, baik secara sengaja maupun tidak di sengaja.

Kemampuan guru dalam menguasai materi serta metode mengajar sangatlah penting untuk mewujudkan tercapainya tujuan. Dan untuk mengetahui keadaan guru Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Benteng Kabupaten Kepulauan Selayar dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 5

Keadaan Guru/Pegawai Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Benteng Kabupaten Kepulauan Selayar Tahun Ajaran 2012/2013

No Nama Status/jabatan Bidang studi yang

Diajarkan 1. Andi Ahmad, S.Pd.I Kepala Sekolah Penjas

2. Abdul Azis, Wakasek PNS Penjaskes

3. Bau Radeng, S.Pd PNS Matematika

4. Saribanong PNS Matematika

5. Hj. Raja Intang Samad,

A.Md.Pd PNS Matematika

6. Hj. Darmawati PNS Matematika

7. Rosdiana Razak PNS Matematika

8. Andi Azrida, S.Pd PNS Matematika

9. Bau Ancing PNS Matematika

10. Hj. Bongko Etang, A.Md.Pd PNS Matematika

11. Rahmawati, A.Md. Pd PNS Fisika

12. Sunarti S PNS Fisika

13. Pawa Intang, S.Pd PNS Fisika

14. Hj. Darmawati PNS Fisika

15. Muhammad Nur, S.Pd PNS Biologi

16. Andi Herlina Zainal, S.Pd PNS Biologi

17. Haryanti, S.Pd PNS Biologi

18. Nur Haedah PNS Biologi

19. Rosmini, S.Pd PNS Biologi

20. Andi Suciati PNS Bahasa Indonesia

21. Dra. Ramliah PNS Bahasa Indonesia

22. Rostati PNS Bahasa Indonesia

23. Nur Syaidah PNS Bahasa Indonesia

24. Saifuddin, S.Pd PNS Bahasa Indonesia

25. Jumasari,S.Pd PNS Bahasa Indonesia

28. Nur Aida Sari, S.Pd PNS Bahasa Inggris

29. Dian Wahyuni, S.Pd PTT Sejarah

30. Nur Hidayat, S.Pd PNS Sejarah

31. Ratmi Lasti, S.Pd. PNS Sejarah

32. Ratu Alang, S.Pd PNS Sejarah

33. Hj. Harlina PNS Geografi

34. Bau Intang, S.Pd PNS Geografi

35. Dra. Tuty Astiawati Umar PNS Geografi

36. Normah PNS Ekonomi

37. Hj. Sunarti IR, S.Pd PNS Ekonomi

38. Hj. Nafisah PNS Ekonomi

39. Indrawati, SE PTT Ekonomi

40. Arnianty, S.Pd PNS PKN / Mulok

41. Irmawati, S.Pd PNS PKN

42. Baharuddin A. S.Pd PNS PKN

43. Nur Wahidah, S.Ag PNS Pendais

44. St. Aminah PNS Pendais

45. Rahmiyanti, S.Ag PNS Pendais

46. St. Nurbaya, S.Ag PTT Pendais

47. Dg. Massiri PNS Penjaskes

48. Mursalim, S.Pd PNS Penjaskes

49. Baharuddin, S.Pd PNS Penjaskes

50. Andi Jufri, S.Pd PNS Penjaskes

51. Nur Aeni PNS KRT

52. Ratna Suri PNS KRT

53. Andi Rosmawati, S.Pd PNS Seni Budaya

54. Andi Murniati, S.Pd PNS Seni Budaya

55. Hadayana Mannawi, S.Pd PNS Seni Budaya/Mulok

56. Andi Agustini, S.Pd PNS Seni Budaya

57. Nur Aling PNS TIK

58. Rosnayanti, S.Kom PNS TIK

59. Fitri, A.Md PTT TIK

60. Suriani PTT TIK

61. Mariani, SH PTT BTQ

Sumber Data: Papan Potensi SMP Negeri 1 Benteng Kabupaten Kepulauan Selayar

b. Keadaan siswa

Keadaan siswa yang dimaksud dalam pembahasan ini adalah mengenai banyaknya siswa sebagai responden. Untuk lebih jelasnya keadaan siswa Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Benteng Kabupaten Kepulauan Selayar tahun ajaran 2011/2012, dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 6

Keadaan siswa Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Benteng Kabupaten Kepulauan Selayar Tahun ajaran 2012/2013 No. Kelas Laki - lakiJenis kelaminPerempuan Jumlah

1. VII 97 137 234

2. VIII 91 146 237

3. IX 81 129 210

Jumlah 269 412 681

Sumber data:Papan Potensi

Tabel diatas menunjukkan bahwa jumlah siswa Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Benteng Kabupaten Kepulauan Selayar dalam tahun ajaran 2012/2013 sebanyak

c. Keadaan sarana dan fasilitas belajar.

Kelangsungan pendidikan formal tidak hanya didukung oleh tenaga pengajar dan siswa, tapi harus didukung pula oleh sarana dan prasarana, misalnya fasilitas gedung sekolah dan alat-alat pengajaran yang digunakan dalam kegiatan proses belajar mengajar serta lingkungan yang dapat memberi suasana edukatif. Karena itu, masalah sarana dan fasilitas ini, tetap menjadi bagian dari objek penelitian dalam setiap kegiatan

Menengah Pertama Negeri 1 Benteng Kabupaten Kepulauan Selayar, dapat dilihat pada tabel dibawah ini:

Tabel 7

Sarana dan Prasarana belajar Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Benteng Kabupaten Kepulauan Selayar tahun ajaran 2012/2013

No. Sarana Belajar Jumlah KeadaanFisik

1. Ruang Kepala Sekolah 1 Baik

2. Ruang Guru 1 Baik

3. Ruang Kelas 20 Baik

4. Perpustakaan 1 Berfungsi

5. Laboratorium IPA 1 Baik

6. Laboratorium Komputer 1 Baik

7. Lapangan Olahraga 1 Berfungsi

8. Kursi Guru 70 Baik

9. Meja Guru 70 Baik

10. Kursi Siswa 519 Baik

11. Meja Siswa 519 Baik

12. Mesin Ketik 4 Baik

13. Komputer 10 Baik

14. Lemari 5 Baik

Sumber data :Papan Potensi

Berdasarkan data pada tabel diatas, dapat disimpulkan bahwa keadaan sarana pada Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Benteng Kabupaten Kepulauan Selayar sudah cukup menunjang dalam proses pembelajaran.

Berdasarkan data pada tabel di atas, dapat disimpulkan bahwa keadaan sarana dan prasarana pada Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Benteng Kabupaten Kepulauan Selayar sudah cukup menunjang dalam proses pembelajaran. Namun masih dirasakan berbagai kekurangan seperti alat dan media masih terbatas. Dengan keterbatasan media pembelajaran maka guru diharapkan dapat lebih profesional serta terus

meningkatkan kreatifitasnya dalam mengajar sehingga prestasi belajar siswa dapat meningkat.

B. Pengaruh Lingkungan Belajar Yang Kondusif Terhadap Prestasi Belajar Siswa Pada Bidang Studi Pendidikan Agama Islam Di Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Benteng Kabupaten Kepulauan Selayar

Salah satu tempat belajar siswa sebagian besar berada di dalam lingkungan keluarga, karena itu merupakan lingkungan pendidikan yang pertama, karena dalam keluarga inilah anak pertama-tama menerima pendidikan dan bimbingan dari orangtuanya atau anggota keluarga lainnya. Dikatakan pendidikan yang terutama, karena sebahagian besar dari kehidupan anak adalah di dalam lingkungan keluarga, sehingga pendidikan yang paling banyak oleh anak adalah dalam keluarga. Anak lahir dari pemeliharaan orangtua dan dibesarkan dalam keluarga orangtua tanpa ada yang memerintah, secara langsung memikul tugas sebagai pendidik, baik bersifat sebagai pemelihara, pengasuh, pembimbing, pembina maupun sebagai guru dan pemimpin terhadap anak-anaknya.

Bentuk pelaksanaan pendidikan agama Islam di lingkungan keluarga dapat dilakukan dengan beberapa cara, namun harus dalam bentuk pola asuh orangtua terhadap anak dengan merujuk pada ajaran- ajaran Islam itu sendiri.

Tabel 8

Pernyataan siswa tentang orangtua sering memotivasi dalam belajar No Jawaban Responden Frekuensi persentase

1 Sangat sering 25 31%

2 Sering 38 57%

3 Kadang-kadang 10 12%

4 Tidak pernah - 0 %

Jumlah 73 100%

Sumber Data : Tabulasi Angket No. 1

Dari tabel di atas 73 dijadikan sampel 25 atau 31% siswa yang menyatakan orangtua sangat sering memotivasi dalam belajar, 28 atau 57% siswa yang menyatakan orangtua sering memotivasi dalam belajar, 6 atau 12% siswa yang menyatakan orangtua kadang-kadang memotivasi dalam belajar dan tidak ada siswa yang menyatakan orangtua tidak pernah memotivasi dalam belajar.

Dalam hubungannya dengan prestasi belajar Pendidikan Agama Islam bagi anak Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Benteng Kabupaten Kepulauan Selayar berdasarkan hasil wawancara dengan Rahmawati guru Fisika mengatakan bahwa:

Peranan orangtua siswa dalam meningkatkan prestasi belajar siswa sangat baik karena dengan siswa mempelajari Pendidikan Agama Islam maka akan tercipta watak yang beriman dan bertaqwa kepada Allah swt dan berahlak mulia. Dengan hal ini maka jelaslah bahwa dengan mempelajari pendidikan agama Islam maka siswa akan terhindar dari perbuatan yang tercela dan mereka akan memiliki sifat-sifat terpuji selain adanya kerja sama antara guru dan orangtua dapat menyelesaikan masalah secara bersama- sama dan mengambil keputusan yang disepakati bersama.

(wawancara 18 Juli 2013)

Di dalam lingkungan keluarga penanaman ajaran keimanan yang terbaik diberikan orangtua pada saat anak masih dalam kandungan sampai dia lahir dan tumbuh menjadi orang dewasa. Orangtua adalah pendidik pertama dan utama, utama karena pengaruh mereka amat mendasar dalam perkembangan kepribadian anaknya. Pertama karena orangtua adalah orang pertama dan paling banyak melakukan kontak dengan anaknya.

Tabel 9

Pernyataan siswa tentang orangtua sering memberi petunjuk tentang cara belajar yang baik

No Jawaban Responden Frekuensi persentase

1 Sangat sering 23 27%

2 Sering 40 61%

3 Kadang-kadang 10 12%

4 Tidak pernah - 0 %

Jumlah 73 100%

Sumber Data : Tabulasi Angket No. 2

Dari tabel di atas 49 siswa dijadikan sampel 23 atau 27 % siswa yang menyatakan orangtua sangat sering memberi petunjuk tentang cara belajar yang baik, 40 atau 61% siswa yang menyatakan orangtua sering memberi petunjuk tentang cara belajar yang baik, 10 atau 12% siswa yang menyatakan orangtua kurang sering memberi petunjuk tentang cara belajar yang baik dan tidak ada siswa yang menyatakan orangtua tidak pernah memberi petunjuk tentang cara belajar yang baik.

Dalam usaha orangtua untuk melakukan tujuan dalam pelaksanaan

sebelumnya. Sehubungan dengan hal tersebut Tamrin selaku orangtua murid mengemukakan bahwa :

Sebagai upaya untuk meningkatkan motivasi belajar siswa di Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Benteng Kabupaten Kepulauan Selayar orangtua harus berusaha untuk menjaga dan meningkatkan sikap kedisiplinan, dan menjalin kerja sama guru orangtua baik oleh para tenaga pengajar, seluruh siswa.

(wawancara 18 Juli 2013)

Dari keterangan di atas kita dapat memahami bahwa dalam meningkatkan motivasi belajar siswa maka berupaya dan berusaha selalu menjaga dan meningkatkan kedisiplinan untuk melaksanakan tugas mereka baik oleh para siswa maupun tenaga yang pengajar di Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Benteng Kabupaten Kepulauan Selayar.

Oleh karena itu, dalam pelaksanaan pengajaran bidang studi Pendidikan Agama Islam di Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Benteng Kabupaten Kepulauan Selayar para orangtua dan guru dalam proses belajar mengajar mampu meningkatkan wawasan dan pengetahuan siswa karena adanya usaha dan upaya orangtua dan guru yang memberikan motivasi yang baik.

Sehubungan dengan hal tersebut, sebagai motivasi orangtua dalam meningkatkan prestasi belajar Pendidikan Agama Islam terhadap siswanya, seperti yang dikemukakan oleh Ibrahim SS guru Bhs. Inggris bahwa :

Untuk memotivasi siswa dalam meningkatkan prestasi belajar Pendidikan Agama Islam pada Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Benteng Kabupaten Kepulauan Selayar yaitu memberi perhatian

khusus tentang belajarnya dan selalu mendukung inisiatif dan kreatifnya. (wawancara 18 Juli 2013)

Dengan memperhatikan hal tersebut, tentu dalam motivasi orangtua untuk meningkatkan pengetahuan dan wawasan kepada siswanya dalam belajar Pendidikan Agama Islam menyiapkan sarana, motivasi belajar, karena adanya hal tersebut tentu kemampuan mereka akan semakin bertambah dan meningkat kreatifitasnya setiap hari untuk itu pada pendidik harus dapat membangkitkan minat dan motivasi belajar siswa dengan sebaik-baiknya.

Orangtua adalah selaku kepala keluarga sekaligus mempunyai peranan yang sangat penting terhadap pendidikan Agama Islam kepada anak-anaknya dan orang tualah yang dianggap sebagai pendidik pertama dan utama terhadap siswa-siswanya.

Peranan orangtua berkaitan erat dengan keadaan pendidikan siswa-siswanya. Sebab baik buruknya seorang siswa terletak di pundak para orangtuanya. Oleh karena itu, faktor orangtua sangat besar pengaruhnya terhadap siswa-siswanya, karena orangtua adalah sebagai panutan dan contoh yang dapat ditiru oleh siswa-siswanya. Hal ini berarti faktor dalam rumah tangga yang diperlihatkan kepada siswa- siswanya, maka otomatis siswa-siswanya akan meniru dan sekaligus menjadi kepribadian siswa itu sendiri.

Tabel 10

Pernyataan siswa tentang orangtua berpengaruh dalam memotivasi belajar siswa

No Jawaban Responden Frekuensi persentase

1 Sangat berpengaruh 25 31%

2 Berpengaruh 38 57%

3 Kurang berpengaruh 10 12%

4 Tidak berpengaruh - 0 %

Jumlah 73 100%

Sumber Data : Tabulasi Angket No. 3

Dari tabel di atas bahwa 73 dijadikan responden 25 orang atau 31% siswa yang menyatakan orangtua sangat berpengaruh dalam meningkatkan motivasi belajar siswa, 38 orang atau 57% siswa yang menyatakan orangtua berpengaruh dalam meningkatkan motivasi belajar siswa, 10 orang atau 12% siswa yang menyatakan orangtua kurang berpengaruh dalam meningkatkan motivasi belajar siswa, dan tidak ada siswa yang menyatakan orangtua tidak berpengaruh dalam meningkatkan motivasi belajar siswa.

Dari tabel di atas bahwa orangtua berpengaruh terhadap motivasi belajar bagi siswa-siswanya di sekolah, tentunya pengaruh keluarga mempunyai peranan sangat besar, ini berarti bahwa para orangtua senantiasa mendidik, membina dan mendorong siswa-siswa mereka memotivasi siswanya untuk belajar Pendidikan Agama Islam. Dengan demikian, siswa akan berusaha memenuhi keinginan orangtuanya.

Motivasi adalah suatu dorongan yang menggerakkan seseorang untuk melakukan suatu aktivitas seseorang bergerak untuk melakukan sesuatu itu karena berhubungan dengan kebutuhannya. Karena kebutuhan terhadap suatu objek, seseorang termotivasi untuk berbuat dan

bertindak guna memenuhi tuntutan kebutuhan tersebut. Oleh karena itu, seseorang akan termotivasi untuk melakukan sesuatu bila terkait dengan kebutuhannya. Dengan kata lain, kebutuhan inilah sebagai pendorong seseorang untuk melakukan aktivitas.

Seseorang melakukan suatu aktivitas tidak selamanya mempunyai motivasi yang sama, walaupun apa yang dilakukan itupun objek yang sama. Kebutuhan seseorang yang berbeda dengan yang lainnya. Maka dari itu, sebagai usaha dalam meningkatkan wawasan dan mutu pelaksanaan pengajaran di Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Benteng Kabupaten Kepulauan Selayar

Berdasarkan penjelasan di atas penulis dapat menarik kesimpulan bahwa di lingkungan belajar utamanya dalam keluarga, orangtua anak meletakkan dasar-dasar pendidikan di rumah tangga, terutama dalam segi pembentukan kepribadian guru mengembangkan dengan berbagai macam materi pendidikan berupa ilmu dan keterampilan yang dilakukan oleh sekolah. Demikian pula halnya di lingkungan masyarakat ikut pula berperan serta mengontrol dan menyalurkan bakat yang dimiliki anak. Hal ini berlangsung karena masyarakat sangat berpengaruh terhadap lingkungan pendidikan yang diberikan oleh orangtua di rumah tangga dan sekolah.

C. Faktor-faktor yang Menghambat dalam Peningkatan Prestasi Belajar Siswa Pada Bidang Studi Pendidikan Agama Islam Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Benteng Kabupaten Kepulauan Selayar

Aktivitas belajar bagi setiap individu, tidak selamanya dapat berlangsung secara wajar. Kadang-kadang lancar, kadang-kadang tidak, kadang-kadang dapat cepat memahami apa yang dipelajari, kadang terasa amat sulit. Dalam hal semangat terkadang semangat tinggi, tetapi terkadang juga sulit untuk mengadakan konsentrasi. Dalam hal dimana anak didik/siswa tidak dapat belajar sebagaimana mestinya, Kesulitan belajar ini tidak selalu disebabkan karena faktor intelegensi yang rendah (kelainan) mental akan tetapi dapat juga disebabkan oleh faktor- faktor non intelgensi.

a. Orangtua

Orangtua merupakan pendidik pertama dan utama bagi seorang anak, ditangannya tergenggam sejuta harapan untuk anak. Masa depan seorang anak sangat ditentukan oleh bagaimana kedua orangtua mengajar, mendidik dan membimbing anak. Dengan demikian bentuk pertama dari pendidikan terdapat dalam kehidupan keluarga.

Pada umumnya pendidikan dalam rumah tangga itu bukan berpangkal tolak dan kesadaran dan pengertian yang lahir dari pengetahuan mendidik, melainkan karena secara kodrati suasana dan strukturnya memberikan kemungkinan alami membangun situasi pendidikan. Situasi pendidikan itu terwujud berkat adanya pergaulan dan hubungan pengaruh mempengaruhi secara timbal balik antara orangtua

dan anak. Kalau tingkat pendidikan orangtua tinggi, akan memberikan peluang bagi anak untuk mendapatkan pengetahuan atau pendidikan lebih tinggi pula, sebaliknya jika orangtuanya pernah mengecap pendidikan dalam tingkat rendah juga akan berpengaruh pada pendidikan sang anak. Seperti itu pulalah pendidikan agama Islam, jika orangtua kurang memahami tentang agama, maka kemungkinan besar akan berpengaruh pada anak, seperti yang dikemukakan oleh St. Aminah guru Pendidikan Agama Islam bahwa

Faktor-faktor yang menyebabkan kurangnya prestasi belajar siswa terhadap pendidikan agama Islam adalah faktor orangtua yang kurang peduli terhadap anaknya dalam mendalami agama Islam.

Hal ini disebabkan karena kedua orangtuanya juga tidak banyak tahu tentang agama, karena rata-rata tingkat pendidikan mereka juga rendah. (wawancara 18 Juli 2013)

Rendahnya tingkat pemahaman keagamaan orangtua, tentunya akan mempengaruhi tingkat motivasi siswa, orangtua memberikan pendidikan agama kepada anak, sehingga anakpun hanya menerima apa adanya sesuai dengan apa yang diberikan oleh orangtuanya.

Dari uraian tersebut diatas, dapat disimpulkan bahwa salah satu faktor kesulitan belajar pendidikan agama Islam di Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Benteng Kabupaten Kepulauan Selayar adalah orangtua kurang memberi motivasi kepada anak-anaknya untuk belajar pendidikan agama Islam. Oleh karena orangtua mereka kurang mengerti tentang arti dan makna pendidikan agama Islam.

b. Faktor Lingkungan

Seperti diketahui bahwa yang dimaksud dengan lingkungan adalah segala sesuatu yang terdapat diluar diri anak, baik di lingkungan keluarga, lingkungan sekolah, maupun lingkungan masyarakat.

Lingkungan adalah salah satu hal yang mempengaruhi motivasi belajar pendidikan agama Islam dimana anak-anak tersebut berdomisili.

Hal ini di karenakan masyarakat merupakan tempat pendidikan non formal yang paling menawarkan pola pikir dan bertingkah laku bahkan lebih jauh lagi akan membentuk watak kepribadian anak-anak. Proses adaptasi anak-anak terhadap lingkungan masyarakat menjadi bagian yang terpenting bagi anak-anak dalam mencari jati diri mereka. Sering kali seseorang gagal atau menjadi anak nakal atau memiliki sikap yang tidak terpuji oleh karena lingkungan mereka.

Uraian tersebut di atas nampaknya sejalan dengan hasil wawancara penulis dengan St. Nurbaya, S. Ag guru Pendidikan Agama Islam berikut ini:

Ada beberapa faktor yang menyebabkan prestasi belajar pendidikan agama Islam siswa Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Benteng Kabupaten Kepulauan Selayar antara lain: Faktor orangtua mereka kurang sadar akan pentingnya pemahaman tentang agama atau pendidikan agama, faktor lingkungan kurang mendukung serta kendala dari anak itu sendiri. (wawancara 18 Juli 2013)

Dari hasil wawancara penulis dengan informasi seperti tersebut di atas, dapat kita pahami bahwa salah satu faktor yang dihadapi dalam mempelajari pendidikan agama Islam bagi anak-anak Sekolah Menengah

Pertama Negeri 1 Benteng Kabupaten Kepulauan Selayar ini adalah lingkungan, dimana lingkungan mereka adalah lingkungan yang memang kurang mendukung. Dalam arti bahwa orangtua dan masyarakat pada umumnya, belum tahu banyak tentang arti dan makna pendidikan agama, anak-anak pun saling melihat dan saling mempengaruhi untuk lebih banyak menghabiskan waktu bermain bersama-sama.

c. Diri Sendiri

Seperti kita pahami bahwa pada dasarnya ada dua hal yang mempengaruhi belajar atau tinggi rendahnya pengetahuan seseorang, yakni faktor internal dan faktor eksternal. Faktor eksternal adalah faktor yang berasal dari luar diri anak, misalnya dari orangtua, ekonomi, lingkungan, sarana dan prasarana, dan lain-lain. Sedangkan faktor internal adalah yang berasal dari diri anak itu sendiri. faktor ini dapat berupa kesehatan anak, kemampuan, minat dan sebagainya.

Pengaruh diri sendiri ini juga sangat besar dalam belajar atau dalam mengecap pendidikan agama Islam, hal ini dapat kita pahami bahwa bagaimana pun kedua orangtua mereka memberikan motivasi agar anak tersebut belajar atau dapat mengecap pendidikan agama, didukung oleh lingkungan, akan anak tersebut tidak punya kemampuan untuk belajar atau kurang berminat mempelajari agama, maka pendidikan agama anak sangat kurang.

Sesuai dengan hasil wawancara penulis dengan Mariani SH guru

Di Kecamatan Benteng ini, ada beberapa anak yang tidak banyak tahu tentang nilai-nilai keagamaan atau tidak melanjutkan sekolah mereka ke sekolah-sekolah agama, misalnya pesantren, madrasah- madrasah, karena mereka sendiri yang tidak mau atau tidak berminat untuk belajar dan memahami agama secara mendalam.

(wawancara 18 Juli 2013)

Dari hasil wawancara tersebut di atas, dapat dipahami bahwa beberapa anak tidak mau banyak belajar atau mengetahui pendidikan agama Islam karena mereka memang yang sudah tidak mampu lagi belajar atau kurang berminat belajar agama.

Dengan demikian dapat diketahui bahwa faktor-faktor dalam mempelajari pendidikan agama Islam di Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Benteng Kabupaten Kepulauan Selayar adalah faktor orangtua, lingkungan, dari dalam diri sendiri dan ekonomi.

Dalam belajar Pendidikan Agama Islam mungkin banyak masalah yang menghambat keberhasilan seseorang dalam belajar yang pada akhirnya akan berdampak negatif terhadap siswa itu sendiri dan tidak akan tercapainya suatu tujuan pengajaran. Faktor-faktor yang menjadi penghambat keberhasilan siswa tersebut dapat dianggap sebagai hal yang berada di luar kekuasaan untuk dipahami, dan tidak seorang pun yang tidak mengalaminya, baik dalam proses belajar mengajar maupun dalam aktivitas kesehariannya, besar kecilnya hambatan tersebut sangat relatif, tergantung pada individu yang mengalaminya.

Mengacu pada uraian yang telah dikemukakan di atas serta memperhatikan fakta-fakta yang ada di lapangan, maka untuk lebih

Dokumen terkait