BAB II TINJAUAN PUSTAKA
C. Laporan Keuangan
kebijakan, rencana, prosedur, dan ketentuan perundang-undangan, (3) perlindungan terhadap asset organisasi, (4) penggunaan sumber daya secara ekonomis dan efisien, (5) tercapainya berbagai tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan.
d. Pelaksanaan kegiatan pemeriksaan.
Kegiatan pemeriksaan meliputi perencanaan pemeriksaan, pengujian dan pengevaluasi informasi, penyampaian hasil pemeriksaan.
Auditor internal bertanggung jawab untuk merencanakan dan melaksanakan tugas pemeriksaan.
Menurut (Pura, 2013:11) menyatakan bahwa laporan keuangan merupakan hasil akhir dari aktivitas operasi. Laporan ini mengikhtisiarkan data transaksi dalam bentuk yang berguna bagi keputusan.
Menurut (Kasmir, 2016:6) laporan keuangan adalah laporan yang menunjukkan kondisi keuangan perusahaan pada saat ini atau dalam suatu periode tertentu. Maksud laporan keuangan yang menunukkan kondisi perusahaan saat ini adalah merupakan kondisi terkini. Kondisi perusahaan terkini adalah keadaan keuangan perusahaan pada tanggal tertentu ( untuk neraca) dan periode tertentu (untuk laporan laba rugi).
Menurut (Bakar, n.d.)laporan keuangan pada dasarnya merupakan asersi dari pihak manajemen yang menginformasikan kepada pihak lain yaitu para pemangku kepentingan (stakeholder).
D. Tujuan Laporan Keuangan
Seperti diketahui bahwa setiap laporan keuangan yang dibuat sudah pasti memiliki tujuan tertentu. Dalam peraktiknya terdapat beberapa tujuan yang hendak dicapai, terutama bagi pemilik usaha dan manajemen perusahaan.
Disamping itu, tujuan laporan keuangan disusun guna memenuhi kepentingan berbagai pihak yang kepentingan terhadap perusahaan.
Secara umum laporan keuangan bertujuan untuk memberikan informasi keuangan suatu perusahaan , baik pada saat tertentu maupun periode tertentu.
Laporan keuangan juga dapat disusun secara mendadak sesuai kebutuhan perusahaan maupun secara berkala. Jelasnya adalah laporan keuangan mampu memberikan informasi keuangan kepada pihak dalam dan luar perusahaan yang
memiliki kepentingan terhadap perusahaan. Berikut ini beberapa tujuan pembuatan penyusunan laporan keuangan yaitu :
1. Memberikan informasi tentang jenis dan jumlah aktiva (harta) yang dimiliki perusahaan pada saat ini;
2. Memberikan informasi tentang jenis dan jumlah kewajiban dan modal yang dimiliki perusahaan pada saat ini;
3. Memberikan informasi tentang jenis dan jumlah pendapatan yang diperoleh pada suatu periode tertentu;
4. Memberikan informasi tentang jumlah biaya dan jenis biaya yang dikeluarkan perusahaan dalam suatu periode tertentu;
5. Memberikan informasi tentang perubahan-perubahan yang terjadi terhadap aktiva, pasiva, dan modal perusahaan;
6. Memberikan informasi tentang kinerja manajemen perusahaan dalam suatu periode;
7. Memberikan informasi tentang catatan-catatan atas laporan keuangan;
8. Informasi keuangan lainya.
Tujuan laporan keuangan dapat ditinjau dari perspektif informasi dan perspektif peertanggungjawaban. IAI menggunakan dua perspektif tersebut sebagaimana dinyatakan dalam SAK ETAP. Paragraf tersebut manyatakan bahwa tujuan laporan keuangan dari perspektif informasi adalah untuk menyediakan informasi yang bermanfaat bagi sejumlah besar pengguna laporan keuangan dalam pengambilan keputusan ekonomik oleh siapa pun yang tidak dalam posisi dapat meminta laporan keuangan khusus untuk memenuhi kebutuhan informasi
tertentu. Informasi yang disajikan oleh laporan keuangan meliputi hal-hal sebagai berikut ini :
1. Posisi keuangan ( aset, kewajiban, dan equitas), 2. Kinerja ( pendapatan, beban, untung, dan rugi), dan 3. Arus kas perusahaan.
Dari perspektif pertanggungawaban, tujuan laporan keuangan adalah untuk menunjukkan apa yang yang telah dilakukan oleh managemen atas sumber daya yang dipercayakan kepada mereka. Dari perspektif ini, laporan keuangan adalah alat pertanggungjawaban managemen kepada para pemilik perusahaan.
E. Sifat Laporan Keuangan
Pencatatan yang dilakukan dalam penyusunan laporan keuangan harus dilakukan dengan kaida-kaida yang berlaku demikian pula dalam hal penyusunanlaporan keuangan didasarkan kepada sifat laporan keuangan itu sendiri. Dalam peraktiknya sifat laporan keuangan dibuat:
1. Bersifat historis, artinya bahwa laporan keuangan dibuat dan disusun dari data masa lalu atau masa yang sudah lewat dari masa sekrang. Misalkan laporan keuangan disusun berdasarkan data satu atau dua atau beberapa tahun ke belakang ( tahun atau periode sebelumnya).
2. Bersifat menyeluruh maksudnya laporan keuangan dibuat selengkap mungkin.
Artinya laporan keuangan disusun dengan standar yang telah ditetapkan.
Pembuatan atau penyusunan yang hanya sebagian-sebagian (tidak lengkap) tidak akan memberikan informasi yang lengkap tentang keuangan suatu perusahaan.
F. Komponen Laporan Keuangan
1. Laporan laba rugi ( income statement)
Laba rugi adalah laporan yang menunjukkan kemanpuan perusahaan atau entitas bisnis dalam menghasilkan keuntungan pada suatu waktu periode tertentu, misalnya satu bulan atau satu tahun. Dalam laporan laba rugi tercantuk akun nominal( akun pendapatan dan akun beban). Pendapatan di kurangi beban akan menghasilkan laba/rugi. Perusahaan mengalami untung atau laba ketika jumlah pendapatan melibihi jumlah beban ( pendapatan lebih besar dan beban). Sebaliknya, perusahaan mengalami kerugian ketika jumlah beban melebihi jumlah pendapatan beban lebih besar dari pendapatan.
Tabel 1.1
Tabel Laporan Laba Rugi
Pendapatan Xxx
Beban (xxx)
Laba Rugi xxxx
a. Pendapatan adalah kenaikan kekayaan perusahaan akibat penjualan produk atau jasa dalam rangka menjalankan kegiatan usaha perusahaan.
b. Beban merupakan pengorbanan ekonomis yang dilakukan perusahaan untuk memperoleh barang atau jasa yang digunkaan dalam usaha perusahaan dan bermanfaat pada suatu periode tertentu.
2. Laporan ekuitas pemilki ( statement of owners equity)
Laporan ekuitas pemilik adalah laporan yang menunjukkan perubuhan ekuitas pemilik selama periode waktu tertentu. Laporan ekuitas pemilik terdiri
dari modal, laba/rugi, dan prive ( pengambilan pribadi) atau pembayaran deviden. Secara sederhana format laporan perubahan ekuitas adalah sebagai berikut :
Tabel 1.2
Tabel Laporan Ekuitas
Modal / laba ditahan awal periode Xxx
Laba/rugi xxx +/-
Xxx
Prive/ pembayaran deviden (xxx)
Modal/ laba ditahan akhir periode xxxx
a. Modal/ ekuitas adalah aset yang ditanamkan pemilik perusahaan ke dalam perusahaan yang dmilikinya.
b. Laba merupakan selisi antara pendapatan dan beban, dimana pendapatan lebih besar dari beban.
c. Rugi merupakan selisih antara antara pendapatan dan beban, dimana beban lebih besar dari pedapatan
d. Prive adalah pengambilan uang atau barang perusahaan untuk kepentingan pribadi dari pemilik perusahaan.
3. Neraca ( balance sheet)
Neraca adalah laporan keuangan yang mengambarkan kondisi keuangan suatu perusahaan pada tanggal tertentu. Neraca menyajikan akun akun ril yaitu akun aset, akun kewajiban, dan akun ekuitas. Bentuk laporan neraca secara sederhana adalah sebagai berikut :
Tabel 1.3 Tabel Neraca
ASSET KEWAJIBAN
Asset : Kewajiban :
Asset Lancar Xxxx Utang A xxxx
Asset Tetap Xxxx
Ekuitas:
Modal A xxxx
Total Asset xxxx Total Kewajiban &
Ekuitas
xxxx
a. Aset adalah kekayaan yang dimiliki perusahaan pada suatu periode tertentu.
b. Kewajiban/utang adalah klaim atau hak dari pihak ketiga (kreditor) atas aset perusahaan, atau kewajiban perusahaan terhadap pihak lain.
c. Ekuitas adalah klaim perusahaan terhadap pemilik perusahaan ( investor) atau harta kekayaan yang ditanamkan oleh pemilik pada perusahaan yang dimilikinya.
4. Laporan arus kas ( Statement of cash flows )
Laporan arus kas adalah laporan yang mengambarkan arus kas masuk ( penerimaan kas) dan arus kas keluar ( pengeluaran kas) dalam suatu periode tertentu. Terkait dengan laporan arus kas tersebut, aktivitas perusahaan dapat dikelompokkan dalam tiga kelompok aktivitas utama, yaitu :
a. Aktivitas operasi adalah berbagai aktivitas yang berkaitan dengan upaya perusahaan untuk menghasilkan produk, sekaligus semua upaya untuk menjual produk tersebut. Aktivitas ini berupa penjualan produk perusahaan, penerimaan piutang, pendapatan dari sumber luar usaha, pembelian barang dagang, dan pembayaran beban.
b. Aktivitas investasi adalah berbagai aktivitas yang berkaitan dengan pembelian dan penjualan aset perusahaan yang dapat menjadi sumber pendapatan perusahaan. Sebagai contoh, pembelian dan penjualan gedung, tanah, mesin, kendaraan, dan sebagainya.
c. Aktivitas pembiayaan adalah semua aktivitas yang berkaitan dengan upaya untuk mendukung operasi dengan menyediakan kebutuhan dana dari berbagai sumber.Contoh penerbitan obligasi, pembayaran deviden dan pelunasan utang
5. Catatan atas laporan keuangan
Laporan keuangan yang lengkap biasanya memuat catatan atas laporan keuangan yang menjelaskan tentang gambaran umum perusahaan, kebijakan akuntansi perusahaan, serta penjelasan atas pos-pos segnifikan dari laporan keuangan perusahaan. Oleh karena itu, dalam laporan-laporan keuangan hasil audit atau yang dipublikasikan secara resmi selalu terdapat catatan di bawahnya yang berbunyi : “ catatan atas laporan keuangan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan.
G. Pihak-pihak Yang Memerlukan Laporan Keuangan
Berikut ini pihak-pihak yang memerlukan laporan keuangan yaitu :
1. Pemilik, pemilik pada saat ini adalah mereka yang memiliki usaha tersebut.
Hal ini tercermin dari kepemilikan saham yang dimilikinya. Kepentingan bagi para pemegang saham yang merupakan pemilik perusahaan terhadap hasil laporan keuangan yang telah dibuat yaitu untuk melihat kondisi keuangan perusahaan dan untuk melihat perkembagan dan kemajuan perusahaan dalam suatu periode.
2. Manajemen, bagi pihak manajemen laporan keuangan yang dibuat merupakan cermin kinerja mereka dalam suatu periode tertentu.
3. Kreditor, adalah pihak penyandang dana bagi perusahaan. Artinya pihak pemberi dana seperti bank atau lembaga keuangan lainya. Kepentingan pihak kreditor terhadap laporan keuangan perusahaan adalah dalam hal pemberi pinjaman atau pinjaman yang telah berjalan sebelumnya.
4. Pemerintah, pemerintah juga memiliki nilai penting atas laporan keuangan yang dibuat perusahaan. Arti penting laporan keuangan pihak pemerintah adalah untuk menilai kejujuran perusahaan dalam melaporkan seluruh keuangan perusahaan yang sesungguhnya dan untuk mengatahui kewajiban perusahaan terhadap negara dari hasil laporan keuangan yang dilaporkan.
5. Investor, adalah pihak yang hendak menanamkan dana di suatu perusahaan.
Jika suatu perusahaan memerluakan dana untuk memperluas usaha atau kapasitas usahanya disarming memperoleh pinjaman dari lembaga keuangan seperti bank dapat pula diperoleh dari para investor melalui penjualan saham.
H. Kualitas Laporan Keuangan
Menurut (Septidiani, n.d.:4) kualitas laporan keuangan adalah ukuran- ukuran normative yang perluh diwujudkan dalam informasi akuntansi sehingga dapat memenuhi tujuannya, agar dapat memenuhi kualitas yang dikehendaki harus memenuhi karakteristik yaitu relevan, andal, dan dapat dibandingkan dan dapat di pahami.
Kualitas laporan keuangan adalah hasil akhir dari proses kegiatan akuntansi yang terjadi pada satu periode laporan keuangan. Yang menyajikan informasi keuangan yand dapat dipahami, relevan, andal, dan dapat diperbandingkan.
1. Dapat dipahami, informasi keuangan yang dapat dipahami adalah informasi yang disajikan dalam bentuk dan bahasa teknis yang sesuai dengan tingkat pengertian penggunaanya. Dalam konteks ini, para pihak pengguna sendiri dituntut memiliki pengatahuan tertentu mengenai akuntansi dan informasi keuangan yang dikandungnya.
2. Relevan, informasi keuangan harus berpautan dengan tujuan pemanfaatannya.
Informasi yang tidak berpautan dengan pemanfaatanya tidaklah relevan dan tidak ada gunanya. Berhubung laporan keuangan disusun untuk memenuhi kepentingan pihak-pihak yang memiliki rupa-rupa tujuan, upaya penyajian informasi yang relevan lebih difokuskan kepada kepentingan umum pengguna.
3. Andal. Agar bermanfaat , informasi juga harus andal jika bebas dari pengertian yang menyesatkan dan kesalahan yang material, dan dapat
diandalkanya pemakaianya sebagai penyajian yang tulus atau jujur dari yang seharusnya disajikan atau yang secara wajar dapat diharapkan dan disajikan.
4. Dapat diperbandingkan. Informasi akuntansi harus dapat di perbandingkan dengan informasi akuntansi informasi sebelumnya pada perusahaan yang sama, atau dengan perusahaan sejenis lainya pada periode waktu yang sama.
Agar dapat dibandingkan dengan periode sebelumnya pada perusahaan yang sama.
5. Netral. Informasi keuangan harus ditujukan kepada tujuan umum pengguna, bukan ditunjukkan kepada pihak tertentu saja. Laporan keuangan tidak boleh berpihak pada salah satu pengguna laporan keuangan tersebut.
6. Tepat waktu. Laporan keuangan harus disajikan sedini mungkin, agar dapat digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan perusahaan sesuai dengan waktu dibutuhkannya informasi tersebut.
7. Lengkap. Informasi keuangan harus menyajikan semua fakta keuangan yang penting, sekaligus menyajikan fakta-fakta tersebut sedemikian rupa sehingga tidak akan menyesatkan pembacanya.
I. Peneliti Terdahulu
Berikut ini bahan acuan yang digunakan sebagai pembandingan dalam penulisan ini yaitu :
Sabrina Rahutami Nur amalia(2014) yang berjudul pengaruh auditor internal terhadap kualitas pelaporan keuangan. Peneliti ini menggunakan metode regresi logistik. Peneliti ini menggunakan data primer dengan koesinier yang dikirimkan kepada kepala auditor internal BPR dan beberapa kota provinsi jawa
tengah. Metode sampling yang digunakan adalah comvenient sampling. Sample dipilih berdasarkan kemudahaan untuk mengontrol kuesioner penelitian ini menggunakan 96 sample BPR dan terdapat 49 kuesioner yang dikembalikan. Alat statistik yang digunakan adalah regresi logistic. Sebelum di uji regresi logistik dilakukan pengujian validitas dan relibilitas terhadap koesiner yang digunakan.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa auditor internal mempengaruhi kualitas laporan keuangan. Kordinasi dan kerjasama auditor internal dan auditor eksternal memiliki pengaruh positif terhadap peningkatan kualitas pelaporan keuangan.
Rizky septidiani(2013) yang berjudul pengaruh kompotensi auditor terhadap pelaksanaan auditor internal dan implikasinya terhadap kualitas laporan keuangan. Peniliti ini menggunakan Metode deskriptif dan verifikatif.unit analisis dalam penelitian ini adalah semua tim audit kota bandung inspektorat pemerintah daerah IRBAN I, II, III, IV, sebesar 21 orang. menggunakan validitas dan uji reliabilitas sebagai ukuran penelitian. analisis uji jalan statistik dilakukan dengan menggunakan IBM SPSS statistik software versi 20.0. Hasil penelitian ini bahwa keterkaitannya auditor berpengaruh signifikan positif terhadap audit internal dengan pengaruh besar dan audit internal 53,3% berpengaruh signifikan positif terhadap kualitas laporan keuangan dengan pengaruh 72,4%.
Andriyani Tahir(2012) dengan judul Pengaruh profesionalisme auditor internal terhadap kualitas laporan keuangan. nternal yang mempengaruhi auditor profesionalisme kualitas laporan keuangan pemerintah daerah (studi pada inspektur auditor di provinsi gorontalo). populasi dalam penelitian ini adalah bahwa auditor telah bersertifikat JFA di inspektorat Penyanji provinsi gorontalo
sebesar 27 orang. data yang digunakan adalah data primer yang diperoleh dari kuesioner. metode analisis data menggunakan analisis regresi linier sederhana.
Berdasarkan hasil penelitian dan pengujian hipotesis menunjukkan bahwa profesionalisme auditor internal berfengaruh segnifikan terhadap kualitas laporan keuangan pemerintah daerah. Sesuai hasil analisis data perhitungan koefisien determinanya sebesar 0,298. Hal ini berarti bahwa profesionalisme memperoleh pengaruh sebesar 29,8% terhadap kualitas audit. Sedangkan sebesar 70,2 % di pengaruhi oleh faktor-faktor lain yang tidak di uji.
Refina(2012) dengan judul Pengaruh kemanpuan profesional internal audit terhadap efektivitas kualitas laporan internal audit.pelaksanaan auditor bersertifikat di QIA dan PIA dapat mempengaruhi kualitas laporan audit internal akhir. tetapi implementasi ketidakjelasan seperti tidak jujur dan kelambatan laporan audit internal akhir dapat dibuat kesulitan disisi perusahaan. tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan profesional audit internal, kualitas laporan audit internal dan pengaruh kemampuan profesional audit internal mengenai efektivitas kualitas laporan audit internal pada 6 (enam) orang componies negara di bandung. metode menggunakan yang metode analisis deskriptif dengan pendekatan studi survei. teknik pengambilan sampel menggunakan sampel non probabilitas dengan sampel pendekatan purposive.
statistik menganalisis dengan korelasi analisis rank Spearman. sederhana linier regresi analisis. penentuan koefisien dan uji t. Kesimpulan dari indikator hasil penelitian, audit internal kemampuan profesional berpengaruh positif mengenai kualitas efektivitas laporan audit internal di 6 (enam) perusahaan negara di
bandung, ditampilkan sebagai 2,696 mor lebih besar dari 1345, yang berarti itu menolak dan diterima.
Riski Amalia (2015) dengan judul penelitian peranan audit internal dalam menunjang efektivitas penyunusan laporan keuangan pada pt. sang hyang sari cabang maros. Metode analisis yang digunakan yaitu metode analisis pendekatan kuantitatif dengan mengunnakan data koesinier. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan PT Sang Hyang Seri Cabang maros. Hasil penelitianya yaitu Peranan audit internal berpengaruh dalam menunjung efektivitas penyusunan laporan keuangan di PT. Sang Hyang Seri cabang maros, hal ini dikarenakan seorang auditor harus memiliki kemanpuan untuk menilai secara objektif, tidak mudah dipengaruhi dan tidak memihak pada kepentingan siapa pun sehingga ketika auditor menemukan adanya salah saji yang material terhadap laporan keuangan perusahaan yang diaudit, auditor akan mengungkapkan bahwa terhadap penyimpangan atas laporan keuangan tersebut. bahwa besarnya nilai koefisien determinasi ditunjukkan oleh factor lain yang tidak di teliti dalam penelitian ini, seperti komitmen auditor, motivasi auditor, etika, moral dan lain- lain.
Eka Novianti Sari(2012) dengan judul penelitian Pengaruh audit internal terhadap kinerja keuangan. Analisis metode yang digunakan adalah Analisis regresi linier berganda. Berdasarkan hasil hasil penelitian dan pengujian hipotesis menjunjukka bahwa audit internal berpengaruh segnifikan terhadap terhadap kinerja keuangan digorontalo dan pengaruhnya bersifat positif.
Usman Bakar(2010) dengan judul penelitian Pengaruh pemahaman akuntansi, pemanfaatan sistem informasi akuntnasi keuangan daerah dan peran internal audit terhadap kualitas laporan keuangan pemerintah daerah. Data yang digunakan adalah data primer yang diperoleh dari responden melalui penyebaran kuesioner. Selanjutnya untuk pengujian data di lakukan uji validitas, uji relibilitas dan pengujian hipotesis. Data yang diperoleh kemudian dilakukan analisis regresi linier berganda antara variabel independen dan variabel dependen baik secara simultan maupun secara parsial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesemua variabel independen yang diturunkan secara bersama-sama (simultan) berpengaruh positif terhadap kualitas laporan keuangan.
M. Alif Fikri(2012) dengan judul penelitian Pengaruh Penerapan Standar Akuntansi Pemerintah, kompetensi Aparatur, Dan Peran Audit Internal Terhadap Kualitas Informasi Akuntansi Keuangan. Dengan mengunakan analisis regresi berganda Adapun hasil penelitianya menunjukkan Bahwa penerapan standar akuntnasi pemerintah, kompetensi aparatur, peran audit internal dan sistem pengendalian internal tidak berpengaruh terhadap kualitas laporan Keuangan.
Putri Nugrahi(2015) dengan judul penelitian Pengaruh Kompotensi Profesional Auditor Internal Terhadap Kualitas Audit. Dengan menggunakan Analisis Regresi Sederhana dan Teknik Analisis Regresi Ganda dengan hasil penelitiannya Menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan kompetensi auditor internal terhadap kualitas audit.
Nil Yesni(2015) dengan judul Pengaruh Fungsi Auditor Internal Terhadap Kualitas Laporan Keuangan (kualitas dewan komisaris sebagai Variabel
Pemoderasi. Dengan menggunakan Analisis regresi berganda, dan dengan Hasil penelitian membuktikan bahwa keahlian dewan komisaris berpengaruh terhadap kualitas laporan keuangan dan keahlian dewan komisaris dapat memoderasi hubungan antara fungsi audit internal dan dewan komisaris independen tidak berpengaruh terhadap kualitas laporan keuangan serta dewan komisaris independen tidak dapat memoderasi hubungan antara fungsi audit internal dengan kualitas laporan keuangan.
Tabel 1.4
Tabel Peneliti Terdahulu
NO NAMA
PENELITI
JUDUL PENELITI METODE
ANALISIS DATA
HASIL PENELITIAN
1 Sabrina Rahutami Nur Amalia universitas diponogor(
2014) ISSN online
Pengaruh Auditor Internal Terhadap Kualitas Pelaporan Keuangan pada Bank Pengkreditan Rakyat di Jawa Tengah
Regresi logistic Hasil penelitian menunjukkan bahwa auditor internal mempengaruhi kualitas pelaporan keuangan. Kordinasi dan kerjasama antara auditor internal dan auditor eksternal memiliki pengaruh positif terhadap kualitas laporan keuangan.
Semaikin baiknya derajat keterlibatan auditor internal dalam pengawasan keandalan pelaporan keuangan akan meningkatkan kualitas laporan keuangan.
2
Rizki septidiany universitas computer Indonesia (2013) ISSN online
pengaruh
kompetensi audtor terhadap
pelaksanaan audit internal dan implikaisnyaa terhadap kualitas pelaporan keuangan
Metode
deskriptif dan verifikatif
Hasil penelitian ini bahwa keterkaitannya auditor berpengaruh signifikan positif terhadap audit internal dengan pengaruh besar dan audit internal 53,3% berpengaruh signifikan positif terhadap kualitas laporan keuangan dengan pengaruh 72,4
NO
NAMA PENELITI
JUDUL PENELITI METODELOGI HASIL PENELITIAN
3 Andriyana Tahir universitas negeri gorontalo (2012)
Pengaruh Profesionalisme Auditor Internal Terhadaap Kualitas Laporan Keuangan
Analisis regresi linear
Berdasarkan hasil penelitian dan pengujian hipotesis menunjukkan bahwa profesionalisme auditor internal berfengaruh segnifikan terhadap kualitas laporan keuangan pemerintah daerah. Sesuai hasil
analisis data perhitungan koefisien determinanya sebesar 0,298. Hal ini berarti bahwa profesionalisme memperoleh pengaruh sebesar 29,8% terhadap kualitas audit.
Sedangkan sebesar 70,2 % di pengaruhi oleh faktor-faktor lain yang tidak di uji.
4 R.Ait
novatiani dan risa refina universitas widyatama bandung (2012) Jurnal Telaah &
riset akuntansi
Pengaruh Kemanpuan
Profesional Internal Audit Terhadap Efektivitas Kualitas Laporan Internal Audit.
metode analisis deskriptif dengan pendekatan studi survei
Kesimpulan dari indikator hasil penelitian, audit internal
kemampuan profesional
berpengaruh positif mengenai kualitas efektivitas laporan audit internal di 6 (enam) perusahaan negara di bandung, ditampilkan sebagai 2,696 mor lebih besar dari 1345, yang berarti itu menolak dan diterima
NO NAMA PENELITI
JUDUL PENELITI METODE
ANALISIS DATA
HASIL PENELITIAN
5 Riski
Amalia universitas muhammad iyah Makassar (2016)
Peranan Audit Internal Dalam Menunjang
Efektivitas Penyusunan
Laporan Keuangan Pada PT. Sang Hyang Sari Cabang Maros
Metode analisis pendekatan kuantitatif dengan menggunakan data koesioner
Peranan audit internal berpengaruh dalam menunjung efektivitas penyusunan laporan keuangan di PT. Sang Hyang Seri cabang maros, hal ini dikarenakan seorang auditor harus memiliki kemanpuan untuk menilai secara objektif, tidak mudah dipengaruhi dan tidak memihak pada kepentingan siapa pun sehingga ketika auditor menemukan adanya salah saji yang material terhadap laporan keuangan perusahaan yang diaudit, auditor akan mengungkapkan bahwa terhadap penyimpangan atas laporan keuangan tersebut.
6 Eka
Novianti Sari universitas negeri gorontalo
Pengaruh Audit Internal Terhadap Kinerja Keuangan
Metode survey Berdasarkan hasil hasil penelitian dan pengujian hipotesis menjunjukka bahwa audit internal berpengaruh segnifikan terhadap terhadap kinerja keuangan digorontalo dan pengaruhnya bersifat positif.
7 Usman
bakar universitas syiah kuala (2010) Jurnal Telaah &
Riset Akuntansi
Pengaruh
Akuntansi, Sistem Informasi Akuntnasi Keuangan Daerah Dan Peran Internal Audit Terhadap Kualitas Laporan keuangan
Pemerintah Daerah
Analisis regresi linier berganda
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesemua variabel independen yang diturunkan secara bersama-sama (simultan) berpengaruh positif terhadap kualitas laporan keuangan.