• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV GAMBARAN UMUM OBJEK PENELITIAN

C. Struktur organisasi

Struktur Organisasi struktur organisasi perusahaan memegang peranan yang amat penting, karena menyangkut tugas dan tanggung jawab para karyawan yang ada didalamnya. Struktur organisasi dibuat agar maksud dan tujuan perusahaan dapat tercapai dengan baik karena dengan adanya struktur organisasi terdapat pembagian tugas dan tanggungjawab yang baik.

58

Struktur organisai PT.Bumi Saran Beton berbentuk stap dan line, yang mana hubungan antara bagian yang satu dengan bagian yang lainnya masing- masing mempunyai wewenang dan tanggungjawab untuk menjalankan tujuan- tujuannya dan mempunyai hubungan kerjasama satu dengan yang lainnya. dapun struktur organisasi PT.Bumi Sarana Beton ini terlampir sebagaimana berikut ini :

59

STRUKTUR ORGANISASI PT.BUMI SARANA BETON

Gambar 1.2 : struktur organisasi PT. BUMI SARANA BETON

Direktur Utama H. Syam’un Saebe

Direktur Operasional/teknik Ir. Amiruddin Basir

Direktur Keuangan Hj. Imelda Jusuf

Kalla Manajer Operasional

Ir. Budi Harsana

Manajer Teknik Ir. Budi Harsana

Manajer Pemasaran Syatir, ST Ka. Unit Bata Ringan

Koord. Produksi Ka. Unit Percetakan Ka. Unit Crusher Lonjonoko

Ka. Unit Crusher SBT Ka. Unit Ready Mix

Kabag. Teknik

Kabag. Pengembangan Kabag. R & D

Kabag. Maintenance

Manajer Keuangan & Umum Ali Syamsu Wairooy, SE

Manajer Akunting Yusniati, SE. Ak Kabag. Keuangan

Kabag. Procurement

Kabag. Akunting Kabag. Perpajakan

Manajer SDM & Umum Muh. Amin Hasaning

Kabag. Hi & Umum

Kabag. Pengembangan SDM

D. Job Description 1. Direktur Utama

Direktur utama yang sekaligus sebagai pemilik perusahaan bertanggung jawab atas seluruh kegiatan perusahaan, menetapkan kebijakan-kebijakan perushaan, dan mengkoordinir kegiatan-kegiatan bahawahannya, dan mengevaluasi hasil kerja pada setiap periode berkala (setiap tahun) serta membangun hubungan dengan pihak luar perusahaan.

2. Manajer Perencanaan/Pemasaran

Manajer perencanaan/pemasaran bertugas:

a) Melakukan analisis penjualan dan mengusahakan peningkatan penjualan.

b) Melakukan promosi dan mencari peluang-peluang pasar yang baru untuk meningkatkan pangsa pasar.

c) Mempertanggungjawabkan aktivitasnya kepada direktur.

3. Kepala Bagian Pemasaran

a) Mengembangkan pangsa basar yang lebih besar diwilayahnya melalui cara-cara yang objektif.

b) Bertanggungjawab mengontrol transaksi penjualan diwilayahnya.

c) Melaporkan semua hasil transaksi penjualan yang ada diwilayahnya kepada manajer pemesaran.

d) Melakukan serangkaian kegiatan promosi dalam rangka memperkenalkan kepada konsumen sesuai dengan kode etik marketing.

61

e) Melakukan proses penjualan baik secara langsung maupu tidak langsung.

f) Melakukan penagihan kepada konsumen, baik piutang lama maupun piutang baru.

g) Dalam melakukan kegiatan sehari-hari melapor dan bertanggungjawab kepada manajer pemasaran.

4. Kepala Bagian Laboratorium

a) mengatur kegiatan pengujian pengendalian kualitas.

b) Mengontrol pelaksanaan kegiatan pengujian pengendalian kualitas.

c) Mengevaluasi hasil kegiatan pengujian pengendalian kualitas.

d) Memberi hasil analisa bahan baku kepada bagian produksi

e) Dalam memberi informasi hasil control kualitas kepada bagan produksi.

f) Dalam melaksanakan kegiatan sehari-hari melapor dan bertanggungjawab kepada manajer operasional.

g) Melaksanakan pemantauan secara berkala dilapanagn tentang kaulitas produk.

5. Staf pemasaran

a) Melakukan serangkaian kegiatan promosi dalam rangka memperkenalkan kepada konsumen sesuai dengan kode etik marketing.

b) Melakukan proses penjualan baik secara langsung maupun tidak langsung, melakukan penagihan kepada konsumen baim piutang lama, maupun piutang baru.

62

c) Dalam melakukan kegiatan sehari-hari melapor dan bertanggungjawab kepada manajer pemasaran.

6. Manajer Operasional

a) Manajer oerasional bertanggung jawab terhadap operasi bagian- bagian yang ada didalamnya, yaitu bagian prosuksi, bagian peralatan, bagian logistik, dan bagian laboratorium.

b) Manajer operasional juga bertanggungjawab terhadap terciptanya koordinasi yang baik antara keempat bagian tersebut agar kegiatan operasional perusahaan khususnya proses produksi dapat dipertahankan.

7. Kepala bagian produksi

a) Mengatur penggunaan tenaga kerja secara efektif yang berdasarkan jumlah produksi. Bertanggungjawab mengenai produksi yang dihasilkan.

b) Mengatur dan mengecek alat-alat, mesin-mesin yang akan dipergunakan dalam proses produksi sebelum pekerjaan berlangsung.

c) Berusahan menciptakan efisien pada segala bidang khususnya yang erhubungan denganproses produksi.

d) Mengatur dan mempersiapkan baik berupa bahan baku maupun bahan penolong yang akan dipergunakan dalam proses produksi.

e) Dalam melaksanakan kegiatan sehari-hari melapor dan bertanggungjawab kepada manajer.

8. Kepala bagian peralatan

63

a) Memelihara alat dan mesin yang ada dalam perusahaan.

b) Memeriksa alat dan mesin sebelum dioperasikan.

c) Membuat nota pesanan permintaan spare part, bilamana mesin perlu diadakan pergantian spare part.

d) Merekonmendasikan alat dan mesin yang dibutuhkan untuk efisiensi.

e) Bertanggungjawab sepenuhnya tentang alat dan mesin yang ada diperusahaan.

f) Dalam melaksanakan kegiatan sehari-hari melapor dan bertanggungjawab langsung kepada manajer.

9. Manajer administrasi Umum dan keuangan a) Membuat perencanaan anggaran perusahaan.

b) Mengatur pencatatan dan pengelolaan administrasi keuangan.

c) Mengadakan kontrol pelaksanaan administrasi keuangan dan pembukuan.

d) Membuat laporan intern keuangan, perpajakn dan laporan bank.

e) Melapor dan bertanggungjawab kepada direktur.

10. Kepala bagian keuangan

a) melakukan analisis keuangan perushaan seperti penetapan anggaran dan analisis kinerja keuangan.

b) Mengawasi pembagian upah/gaji.

c) Mengawasi pengeluaran uang untuk kebutuhan perusahaan.

d) Bertanggungjawab kepada manajer administrasi umum dan keuangan.

64

11. Kasir

a) Menerima pembayaran setelah disetujui yang berwenang.

b) Membuat laporan harian kas/bank.

c) Melaporkan setiap hari posisi kas/bank d) Melapor kepada manajer keuangan.

e) Kepala bagian administrasi umum dan personalia

f) Bertanggung jawab kepada manajer administrasi dan umum dan keuangan mengenai semua aktivitas yang Berhubungan dengan administrasi umum .

g) Mempersiapkan dokumen-dokumen.

h) Melaksanakan tugas-tugas yang berhubungan dengan pihak luar seperti pemerintah..

12. Staf administrasi

a) Melaksanakan kegiatan surat menyurat baik surat masuk maupuan surat keluar.

b) Mengatur dan menciptakan sistem penyimpanan arsip, baik surat masuk, surat keluar maupun dokumen lainnya

c) Mengatur pemakaian kendaraan dinas perusahaan.

13. Kepala bagian logistik

a) Bertanggungjawab kepada manajer operasional

b) Melaksanakan dan mengendaliakan strategi pembelian dan penetapan harga beli bahan baku.

c) Mengadakan kegiatan pembelian bahan baku sesuai kebutuhan perusahaan.

65

d) Melakukan sistem pengendalian bahan baku.

14. Staf logistik

a) Menyediakan semua bahan baku.

b) Mencatat semua bahan yang masuk dan keluar gudang.

c) Mengadakan pencatatan dalam bentuk kartu gudang dan kartu bahan baku yang dibeli dari pemasok.

15. Kepala bagian akuntansi

a) Mengontrol penyelenggaraan pembukuan dan proses akuntansi sesuai sistem yang berlaku pada PT.Bumi Saran Beton.

b) Mempersiapkan laporan keuagan setiap periode akuntansi.

c) Menangani administrasi perpajakan.

d) Bertanggungjawab kepada manajer administrasi dan keuangan . 16. Staf akuntansi

a) Melaksanakan pencatatan transaksi keuangan (operasi perusahaan).

b) Menyususn rekomendasi bank.

c) Membuat laporan keuangan.

BAB V

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Deskriptif Data Atas Variabel Penelitian

1. Karakteristik Pengembalian Data Dan Olah Kuesioner

Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan pada PT Bumi Sarana Beton di Makassar pada bagian audit internal dan laporan keuangan.

Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan menyebarkan kuesioner kepada responden pada setiap devisi tersebut. proses pendistribusian hingga data dilakukan selama kurang lebih 2 bulan.

Data responden dapat dilihat pada tabel dibawah ini menyajikan beberapa informasi umu m mengenai kondisi responden yang ditemukan pada penyebaran kuesioner ditunjukkan pada tabel berikut ini :

Tabel 2.1

Distribus pengembalian kuesioner

No Keterangan Jumlah Persentase

1 Kuesioner yang kembali 34 85

2 Kuesioner yang tidak kembali 6 15

Total kuesioner 40 100

Sumber : Data Olah Peneliti

jumlah populasi sebanyak 40 responden pada PT. Bumi Sarana Beton, yang terdiri dari bagian divisi audit internal dan divisi keuangan. Penelitian ini telah secara langsung memberikan kuesioner kepada 40 responden, tetapi peneliti

66

67

hanya memperoleh kembali kuesioner sebanyak 34 kuesioner yaitu sebanyak 85%

sedangkan kuesioner yang tidak kembali sebanyak 6 orang atau sebesar 15%.

Adapun dari 6 kuesioner yang tidak kembali disebabkan 2 diantaranya tidak memiliki waktu untuk mengisi pernyataan kuesioner, tersebut sedangkan 1 orang lainya sedang melakukan perjalanan dinas ke Daerah dan terdapat 3 kuesioner yang tidak dapat diolah. Dari tabel distribus kuesioner diatas akan Nampak pada grafik 1 :

Gambar Grafik 1.1

Sumber : Data Olah Peneliti

Jumlah pernyataan dalam kuesioner tersebut yaitu sebanyak 20 item.

Pernyataan untuk variabel audit internal terdiri dari 10 pernyataan dan pada variabel kualitas laporan keuangan 10 pernyataan. Berikut ini beberapa pernyataan yang dibagikan peneliti kepada responden, Adapun peryataan untuk variabel audit internal yaitu :

85%

15%

Grafik 1.1

Tingkat Pengembalian dan Olah Kuesioner Tingkat Pengembalian kuesioner

Kuesioner Yang Kembali Kuesioner Yang Tidak Kembali

68

1. Internal audit memperoleh penugasan langsung dari manajemen dan direktur utama, sehingga mereka akan mendapatkan kerjasama dari pihak yang akan diperiksa dan dapat menyelesaikanya secara bebas dari berbagai campur tangan pihak lain.

2. Status organisasi bagian audit internal haruslah memberikan keleluasaan untuk menyelesaikan tanggungjawab pemeriksaan laporan keuangan yang diberikan oleh pimpinan audit.

3. Para auditor internal dianggap mandiri apabila dapat melaksanakan pekerjaanya secara bebas dan objektif, kemandirian para pemeriksa audit internal, dapat memberikan penilaian yang tidak memihak dan tanpa prasangka.

4. Internal audit dalam melakukan penilaian terhadap hasil pemeriksaan harus secara objektif dan tidak mendapat tekanan atau pengaruh dari pihak manapun.

5. Pemeriksaan internal harus memeriksa prosedur yang telah ditetapkan untuk meyakinkan apakah prosedur tersebut telah sesuai dengan kebijaksanaan, rencana, hukum, dan peraturan perundang-undangan dan peraturan yang dimiliki perusahaan.

6. Seorang internal audit harus memeriksa cara yang dipergunakan untuk melindungi harta yang dipandang perluh memverifikasi keberadaan berbagai harta perusahaan.

7. Seorang internal audit harus menilai pekerjaan, operasi, atau program untuk menentukan apakah hasil yang dicapai telah sesuai dengan tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan.

69

8. Pemeriksa internal harus melakukan perencanaan terlebih dahulu dalam setiap pelaksanaan kegiatan pemeriksaan.

9. Seorang internal audit harus mengumpulkan, menganalisis, menginterprestasikan dan membuktikan kebenaran informasi untuk mendukung hasil pemeriksaan.

10. Pemeriksaan internal audit harus melaporkan hasil-hasil pemeriksaan yang diperoleh dari hasil pemriksaan kepada pengawas atau pimpinan audit.

Sedangkan pernyaan untuk varibel kualitas laporan keuangan yaitu sebagai berikut:

1. Laporan Keuangan yang disajikan dapat membantu dalam memperkirakan aktivitas yang berhubungan dengan keuangan pada periode berikutnya 2. Laporan keuangan dapat digunakan dalam pengambilan keputusan.

3. Informasi laporan keuangan dapat menggambarkan secara jujur semua transaksi dan peristiwa lainya yang seharusnya disajikan.

4. Laporan pencapaian kinerja dan keterangan yang disajikan dapat di perbandingkan dengan periode sebelumnya.

5. Informasi dalam laporan keuangan dapat di uji, dan apabila pengujianya dilakukan oleh pihak yang berbeda, hasilnya tetap menunjukkan simpulan yang tidak jauh beda.

6. Seluruh informasi yang disajikan dalam laporan keuangan dapat dipahami dengan mudah.

7. Informasi pada laporan keuangan tidak memihak kepentingan golongan tertentu.

70

8. Informasi dalam laporan keuangan dinyatakan dalam istilah yang mudah dipahami.

9. Informasi laporan keuangan disajikan secara transparan oleh penggunanya.

10. Laporan keuangan disajikan dengan tepat waktu karena dapat mempengaruhi pengambilan keputusan.

Pernyataan yang dipaparkan diatas responden dapat mengisi pernyataan dengan memberikan point : 5 untuk Jawaban sangat setuju (SS), point 4 untuk Jawaban setuju (S) , point 3 untuk jawaban netral (N), point 2 untuk jawaban tidak setuju (TS), dan point 1 untuk jawaban sangat tidak setuju (STS).

2. Karakteristik Responden

1. Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin

Untuk mengatahui karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin dapat dilihat pada tabel 2.2 berikut ini :

Tabel 2.2

Karakteristik Responden Berdasarkan jenis kelamin

Jenis Kelamin Jumlah Responden Persentase (%)

Pria 16 47

Wanita 18 53

Total 34 100

Sumber : Data Olah Peneliti

Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui bahwa mayoritas responden dalam penelitian ini adalah wanita yang berjumlah 18 orang atau sebesar 53% dan responden yang berjenis kelamin pria berjumlah 16 orang atau sebesar 47% dari

71

total responden di PT. Bumi Sarana Beton. Dari tabel diatas dapat di lihat pada grafik dibawah ini :

Gambar Grafik 1.2

Sumber : Data Olah Peneliti 2. Karakteristik Responden Berdasarkan Usia

karakteristik responden beradasarkan usia berikut ini:

Tabel 2.3

Distribus Responden Berdasarkan Usia

Usia( Tahun) Jumlah Responden Persentase (%)

21-25 8 23,5

26-30 11 32,4

31-35 4 11,8

36-40 4 11,8

41-45 5 14,7

46-50 2 5,8

Total 34 100

Sumber : Data Olah Peneliti

47,1%

52,9%

Grafik 1.2

Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin

Pria Wanita

72

Berdasarkan tabel diatas dapat diketahui bahwa responden yang berusia 21-25 tahun berjumlah tahun berjumlah 8 orang atau 23,5%, 26-30 tahun berjumlah 11 orang atau 32,4%, 31-35 tahun berjumlah 4 orang atau 11,8%, 36-40 tahun berjumlah 4 orang atau 11,8%, 41-45 berjumlah 5 orang atau 14,7%, dan responden yang berusia 46-50 tahun berjumlah 5 orang atau 5,8%. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa mayoritas responden dalam penelitian ini berusia 26-30 tahun pada PT. Bumi Sarana Beton. Dari tabel diatas dapat di lihat pada grafik dibawah ini :

Gambar Grafik 1.3

Sumber : Data Olah Peneliti 3. Karakteristik Responden Berdasarkan Jabatan

Untuk mengetahui karakteristik responden berdasarkan jabatan dapat dilihat sebagai berikut:

23,5%

32,4%

11,8%

11,8%

14,7%

5,8%

Grafik 1.3

Distribus responden berdasarkan usia

21-25 26-30 31-35 36-40 41-45 46-50

73

Tabel 2.4

Distribus Responden Berdasarkan Jabatan

Tingkat Jabatan Jumlah Responden Persentase(%)

Auditor 12 35,3

Manajer akuntansi 1 2,9

Kepala Bagian Akuntansi 1 2,9

Staf Akuntansi 4 11,8

Staf Administrasi 16 47,1

Total 34 100

Sumber : Data Olah Peneliti

Berdasarkan tabel diatas dapat diketahui bahwa hasil penelitian yang dilakukan pada responden berdasarkan jabatan, sebagian besar staf administrasi sebanyak 16 orang atau 47,1%, Auditor sebanyak 12 orang atau 35,3%, staf akuntansi sebanyak 4 orang atau 11,8%, dan menejer akuntansi dan kepala bagian akuntansi masing-masing sebanyak satu orang atau 2,9% di PT. Bumi Sarana Beton dapat dilihat pada grafik di bawah ini :

74

Gambar Grafik 1.4

Sumber : Data Olah Peneliti

4. Karakteristik Responden Berdasarkan Pendidikan Terakhir

Untuk mengatahui karakteristik responden berdasarkan pendidikan terakhir dapat dilihat pada tabel berikut ini:

Tabel 2.5

Karakteristik Responden Berdasarkan Pendidikan Terakhir

Pendidikan Terakhir Jumlah Responden Persentase(%)

Diploma(D-III) 5 14,7

Sarjana(SI) 21 61,8

Magister(S2) 8 23,5

Total 34 100

Sumber : Data Olah Peneliti

35,3%

2,9%

11,8% 2,9%

47,1%

Grafik 1.4

Distribus Responden Berdasarkan Jabatan

Auditor Manajer Keuangan Kabad.

Keuangan

75

Berdasarkan tabel diatas dapat diketahui bahwa responden dengan pendidikan terakhir Diploma (D-III) sebanyak 5 orang atau 14,7%, Sarjana (SI) sebanyak 21 orang atau 61,8%, Magister (S2) sebanyak 8 orang atau 23,5%.

Sehingga dapat disimpulkan bahwa mayoritas pendidikan terakhir responden pada PT. Bumi Sarana Beton sebagai Sarjana(SI) dan dapat di lihat pada grafik di bawah ini :

Gambar Grafik 1.5

Sumber : Data Olah Peneliti B. Hasil Analisis Data

1. Analisis Deskriptif kualitatif Variabel Penelitian a. Variabel Peranan audit Internal (X)

Dalam penelitian ini diperoleh data untuk variabel peranan audit internal sebagaimana tergambar pada tabel berikut ini:

14,7%

61,8%

23,5%

Grafik 1.5

Distribus Responden Berdasarkan Pendidikan Terakhir

Diploma Sarjana(S1) Megister(S2)

76

Tabel 2.6

Deskripsi variabel Peranan Audit Internal (X)

Deskripsi Mean Medium Std deviation Min Max Variance Sum

X1 3,94 4 0,814 2 5 0,663 134

X2 4,05 4 0,648 3 5 0,421 138

X3 4,26 4 0,618 3 5 0.382 145

X4 3,85 4 0,957 2 5 0,197 131

X5 4,17 4 0,757 2 5 0,574 142

X6 3,82 4 0,936 2 5 0,877 130

X7 3,82 4 0,869 2 5 0,756 130

X8 3,88 4 0,879 2 5 0,774 132

X9 3,88 4 0,640 3 5 0,410 132

X10 3,97 4 0,834 2 5 0,696 135

Sumber : Data Olah Peneliti

Dari tabel diatas dapat disimpulkan bahwa :

1. Internal audit memperoleh penugasan langsung dari manajemen dan direktur utama, sehingga mereka akan dapat mendapatkan kerjasama dari pihak yang akan diperiksa dan dapat menyelesaikan secara bebas dari berbagai campur tangan pihak lain : jawaban responden maksimum 5, minimum 2 dan sum 134 dengan mean 3,94, standar deviasi 0,814 serta variance 0,663.

2. Status organisasi bagian audit internal haruslah memberikan keleluasaan untuk menyelesaikan tanggungjawab pemeriksaan laporan keuangan yang diberikan pimpinan audit. Jawaban dari responden maksimal 5 , minimal 3 dan sum 138 dengan mean 4,05 , standar deviation 0,648, serta variance 0,421.

77

3. Para auditor internal dianggap mandiri apabila dapat melaksanakan pekerjaanya secara bebas dan objektif, kemudian para pemeriksa audit internal dapat memberikan penilaian yang tidak memihak dan tanpa prasangka. Jawaban dari responden maksimal 5, min 3, dan sun 145 dengan mean 4,26, standar deviation 0,618 serta variance 0,382.

4. Internal audit dalam melakukan penilaian terhadap hasil pemeriksaan secara objektif dan tidak mendapat tekanan atau pengaruh dari pihak manapun.

Jawaban dari responden maksimal 5, minimal 2 dan sum 131 dengan mean 3,85 standar deviation 0,957 serta variance 0,917.

5. Pemeriksaan internal harus memeriksa prosedur yang telah ditetapkan untuk meyakinkan apakah prosedur tersebut telah sesuai dengan kebijaksanaan, rencana, hukuman, dan peraturan perundang-undangan dan peraturan yang dimiliki perusahaan. Jawaban dari responden maksimal 5, minimal 2, dan sum 142 dengan mean 4,17, standar deviation 0,757 serta variance 0,574.

6. Seorang internal audit harus memeriksa cara yang dipergunakan untuk melindungi harta yang dipandang perluh memverifikasi keberadaan sebagai harta perusahaan. Jawaban responden maksimal 5, minimal 2 dan sum 130, dengan mean 3,82, standar deviation 0,936 serta variance 0,877.

7. Seorang internal audit harus menilai pekerjaan, operasi, atau program untuk menentukan apakah hasil yang dicapai telah sesuai dengan tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan. Jawaban dari responden maksimal 5, minimal 2, dan sum 130 dengan mean 3,82, standar deviation 0,869 serta variance 0,756.

78

8. Pemeriksa internal harus melakukan perencanaa terlebih dahulu dalam setiap pelaksanaan kegiatan pemeriksaan. Jawaban dari responden maksimal 5, minimal 2, sum 132 dengan mean 3,88, standar deviation 0,879 serta variance 0,774.

9. Seorang internal audit harus mengumpulkan, menganalisis, menginterprestasikan dan membuktikan kebenaran informasi untuk mendukung hasil pemeriksaan. Jawaban dari responden maksimal 5, minimal 3, sum 132 dengan mean 3,88, standar deviation 0,640 serta variance 0,410.

10. Pemeriksaan internal audit harus melaporkan hasil-hasil pemeriksaan yang diperoleh dari hasil pemeriksaan kepada pengawas atau pimpinan audit.

Jawaban dari responden maksimal 5, minimal 2, sum 135 dengan mean 3,97, standar deviation 0,834 dan variance 0,696.

b. Variabel Kualitas Laporan Keuangan (Y)

Dalam penelitian ini diperoleh data untuk variabel dependensi sebagaimana tabel berikut ini:

79

Tabel 2.7

Deskripsi variabel kualitas laporan keuangan (Y)

Deskripsi Mean Medium Std deviation Min Max Variance Sum

Y1 4,08 4 0,867 2 5 0,750 139

Y2 4,02 4 0,758 3 5 0,575 137

Y3 4 4 0,696 3 5 0,485 136

Y4 3,94 4 0,648 3 5 0,421 134

Y5 4 4 0,696 3 5 0,485 136

Y6 4,26 4 0,790 2 5 0,625 145

Y7 4 4 0,696 3 5 0,485 136

Y8 4,11 4 0,640 3 5 0,410 140

Y9 4,02 4 0,673 2 5 0,454 137

Y10 4,02 4 0,869 2 5 0,757 137

Sumber : Data Olah Peneliti

Dari tabel di atas dapat disimpulkan bahwa:

1. Laporan keuangan yang disajikan dapat membantu dalam memperkirakan aktivitas yang berhubungan dengan keuangan pada periode berikutnya.

Jawaban dari responden maksimal 5 minimal 2 dan sum 139 dengan mean 4,08, standar deviation 0,867 dan variance 0,750.

2. Laporan keuangan dapat digunakan dalam pengambilan keputusan . jawaban dari responden maksimal 5 minimal 3 dan sum 137 dengan mean 4,02 , standar deviation 0,758 dan variance 0,575.

3. Informasi laporan keuangan dapat menggambarkan secara jujur semua transaksi dan peristiwa lainya yang seharusnya disajikan. Jawaban dari

80

responden maksimal 5, minimum 3 dan sum 136 dengan mean 4, standar deviation 0,696 dan variance 0,485.

4. Laporan pencapaian kinerja dan keterangan yang disajikan dapat memberikan perbandingan dengan periode sebelumnya. Jawaban dari responden maksimal 5, minimal 3 dan sum 134 dengan mean 3,94, standar deviation 0,648 dan variance 0,421.

5. Informasi dalam laporan keuangan dapat di uji, dan apabila pengujianya di lakukan oleh pihak yang berbeda, hasilnya tetap menunjukkan simpulan yang tidak jauh beda. Jawaban dari responden maksimal 5, minimal 3 dan sum 136 dengan mean 4, standar deviation 0,696 serta variance 0,485.

6. Seluruh informasi yang disajikan dalam laporan keuangan dapat dipahami dengan mudah. Jawaban dari responden maksimal 5, minimal 2, dan sum 145 dengan mean 4,26 , standar deviation 0,790 dan variance 0,625.

7. Informasi pada laporan keuangan tidak memihak kepentingan golongan tertentu. Jawaban dari responden maksimal 5, minimal 3, dan sum 136 dengan mean 4, standar deviation 0,696 dan variance 0,485.

8. Informasi dalam laporan keuangan dinyatakan dalam istilah yang mudah dipahami. Jawaban dari responden maksimal 5, minimal 3 dan sum 140 dengan mean 4,11, standar deviation 0,640 dan variance 0,410.

9. Informasi laporan keuangan disajikan secara transparan oleh penggunanya.

Jawaban dari responden maksimal 5 minimal 2 dan sum 137 dengan mean 4,02 , standar deviation 0,673 dan variance 0,454.

10. Laporan keuangan disajikan dengan tepat waktu karena dapat mempengaruhi pengambilan keputusan. Jawaban dari responden maksimal

81

5, minimal 2, dan sum 137 dengan mean 4,02 , standar deviation 0,869 dan variance 0,757.

2. Uji Kualitas Data a. Validitas

Pengujian validitas instrument, dimana nilai validitas dapat dilihat pada kolom CorecctedItem-Total Correlation. Jika angka korelasi yang didapat lebih besar dari pada angka kritik ( r hitung > r tabel ) maka instrument tersebut dinyatakan valid. Dalam penelitian ini angka kritik adalah N-2 = 34-2=30 dengan taraf signifikan 5% maka angka kritik untuk uji validitas dalam penelitian ini adalah 0,339. Dengan demikian maka berdasarkan pengujian validitas instrument, nilai Coreccted Item-Total Correlation bernilai positif dan diatas nila r tabel 0,339 yang artinya semua butir pertanyaan dapat dikatakan valid. Hasil uji validitas variabel audit internal (X) dan kualitas laporan keuangan (Y) dapat di uraikan pada tabel dibawah ini :

Tabel 2.8

Uji Validitas Variabel Penelitian Instrument

Variabel Question r-hitung r-tabel Keterangan

Audit Internal (X)

X1 0,604 0,339 Valid

X2 0,543 0,339 Valid

X3 0,403 0,339 Valid

X4 0,537 0,339 Valid

X5 0,606 0,339 Valid

82

Instrument

Variabel Question r-hitung r-tabel Keterangan

X6 0,588 0,339 Valid

X7 0,356 0,339 Valid

X8 0,625 0,339 Valid

X9 0,651 0,339 Valid

X10 0,549 0,339 Valid

Kualitas Laporan Keuangan (Y)

Y1 0,560 0,339 Valid

Y2 0,548 0,339 Valid

Y3 0,424 0,339 Valid

Y4 0,502 0,339 Valid

Y5 0,544 0,339 Valid

Y6 0,461 0,339 Valid

Y7 0,544 0,339 Valid

Y8 0,621 0,339 Valid

Y9 0,592 0,339 Valid

Y10 0,462 0,339 Valid

Sumber : Data Olah Peneliti b. Uji Realibitas

Pada pengujian ini dilakukan untuk menguji konsistensi jawaban responden atas seluruh butir pernyataan yang digunakan. Pengujian ini ini bertujuan untuk mengatahui apakah instrument yang dalam hal ini kuesioner dapat digunakan lebih dari satu kali, paling tidak oleh responden yang sama. Untuk mengukur reablitas data dapat dilihat bantuan software SPSS vesi 24 maka koefisien cronbach’s alpa merupakan uji reabilitas.

Secara umum suatu instrument dikatakan realibel jika memiliki koefisin cronbach’s alpa> 0,6. Dapat dilihat pada tabel dibawah ini :

83

Tabel 2.9

Uji Reabilitas Variabel Penelitian’

Variabel cronbach’s alpa Batas reliabilitas Keterangan

Audit internal (X) 0,843 0,6 Reliabel

Kualitas Laporan Keuangan (Y)

0,832 0,6 Reliabel

Sumber : Data Olah Peneliti

3. Hasil Persamaan Regresi

Penghitungan regresi linier antara variabel bebas Peranan Audit Internal (X) terhadap Kualitas Laporan Keuangan (Y) pada PT. Bumi Sarana Beton dapat diperoleh hasil pengujian pada tabel dibawah ini:

Tabel 2.10

Uji regresi linier sederhana Coefficientsa

Model Unstandardized

Coefficients

Standardized Coefficients

t Sig.

B Std. Error Beta

1 (Constant) 1.830 .497 3.682 .001

Audit Internal .560 .124 .623 4.505 .000

a. Dependent Variable: Kualitas Laporan Keuangan

Berdasarkan tabel diatas, adapun persamaan regresi yang diperoleh yaitu : Y = 1,830 + 0,560X

Persamaan regresi di atas dapat dijelaskan sebagai berikut :

a. Konstanta sebesar 1,830 artinya jika Audit Internal (X) nilainya adalah 0 maka Kualitas Laporan Keuangan sebesar 1,830.

84

b. Koefisien regresi variabel Audit Internal sebesar 0,560 dengan nilai segnifikan 0,000 < 0,05 artinya Audit internal berpengaruh positif signifikan terhadap Kualitas Laporan Keuangan. Hal ini berarti bahwa, semakin baik peningkatan Audit Internal maka Kualitas Laporan Keuangan semakin meningkat , atau dapat diartikan audit internal meningkat sebesar 1% maka kualitas laporan keuangan akan meningkat sebesar 1%.

Untuk melihat apakah model regresi antara variabel dependen dan variabel independen keduanya memiliki distribusi normal atau dapat dilihat dengan menggunakan normal p_plot, data dalam keadaan normal apabila distribusi data menyebar disekitar garis normal.

Gambar 1.3

Normal P-Plot Of Regressions Standardized

Dari gambar tersebut dapat disimpulkan bahwa data terdistribusi dengan normal, dimana data terlihat menyebar mengikuti diagonal.

Dokumen terkait