Pengertian leasing adalah setiap kegiatan pembiayaan perusahaan dalam bentuk penyediaan barang-barang modal untuk digunakan oleh suatu perusahaan, dengan jangka waktu berdasarkan pembayaran-pembayaran berkala yang disertai dengan hak pilih (optic) bagi perusahaan tersebut, untuk membeli barang-barang modal yang bersangkutan atau memperpanjang jangka waktu leasing berdasarkan nilai sisa yang telah disepakati bersama.
1. Usaha Leasing Dapat dilakukan oleh:
1. Lembaga Keuangan Bank
Persyaratan yang harus dipenuhi oleh bank-bank apabila hendak melaksanakan kegiatan leasing akan diatur berdasarkan Undang- undang Pokok Perbankan (Undang-undang No.14 tahun 1967).
2. Lembaga Kuangan Non Bank
a. Telah memenuhi persyaratan-persyaratan yang ditetapkan dalam atau berdasarkan Surat Keputusan Menteri Keuangan No. Kep 38/MK/IV/1972
b. Untuk Kegiatan leasing yang dilakukan harus mempunyai tata usaha/pembukuan tersendiri
3. Badan Usaha Sendiri a. Perusahaan Nasional
a. Berbentuk Perseroan Terbatas (PT)
b. Modal Saham dimiliki oleh warga negara indonesia c. Modal saham sedikit-dikitnya 50 juta
b. Perusahaan Campuran
a. Berbentuk Perseroan Terbatas (PT) b. Modal saham sedikit-dikitnya 150 juta
c. Dalam waktu sepuluh tahun mayoritas pemilikan saham berada di tangan warga negara indonesia.
2. Syarat pendirian Leasing
1. Telah mempunyai rekomendasi dari Bank Indonesia untuk Lembaga Keuangan bukan bank
2. Menyampaikan Studi Kelayakan (Feasibility Study) dan rencana pembiayaan usaha untuk waktu 3 bulan
3. Tidak menggunakan tenaga warga negara asing kecuali atas persetujuan Menteri Keuangan
4. Dalam Organisasi perusahaan ditempatkan sekurang- kurangnya seorang tenaga ahli di bidang hukum, seorang akuntan dan seorang ahli di bidang di mana usaha leasing itu akan di titik beratkan.
5. Dalam hal diperlukannya jasa-jasa asuransi maka penutupannya harus dilakukan pada perusahaan asuransi yang ada di indonesia.
6. Barang-barang yang di leasing harus diambil dari produksi dalam negeri, kecuali dalam negeri belum memproduksi barang tersebut. Hal ini hanya dilakukan dengan persetujuan Menteri keuangan
7. Mempunyai ruang kantor yang tetap dan beralamat jelas, setiap pembukuan kantor-kantor cabang harus dengan persetujuan Menteri Keuangan
3. Pembatasan-pembatasan
1. Perusahaan leasing dilarang menerima simpanan dalam bentuk giro, depositor tabungan maupun memberikan kredit (pinjaman uang), mengeluarkan jaminan bagi pihak ketiga atau usaha-usaha perbankan lainnya.
2. Perusahaan leasing yang tidak berkedudukan di indonesia di larang melakukan leasing di Indonesia
4. Pengawasan
1. Wewenang Pengawasan diserahkan pada Direktorat Jenderal Moneter
2. Dalam melaksanakan pengawasan tersebut Direktorat Jenederal Monoter Memperhatikan pertimbangan - pertimbangan Bank Indonesia dan Departemen lainnya yang membawahi bidang dimana kegiatan leasing dilakukan.
5. Pajak dan Bea Materai
1. Atas penyerahan jasa yang dilakukan oleh pengusaha leasing tidak terutang pajak penjualan sebagai dimaksud pada pasal 1 ayat (1) ayat 5 pasal 3 UU pajak Penjualan 1951
2. Atas tanda persetujuan Leasing dikenakan bea materai sebanding berdasarkan ketentuan pasal 73 aturan bea materai 1921 sebesar 50 sen untuk setiap seratus rupiah dari jumlah pembayaran-pembayaran berkala selama jangka waktu leasing dengan ketentuan bahwa bea berjumlah sekurang-kurangnya lima ratus rupiah dan setinggi-tingginya lima ribu rupiah.
6. Penjelasan Umum Tentang Prosedur dan Mekanisme Transaksi Leasing
a. Lessor adalah perusahaan Leasing
b. Lessee ialah perusahaan yang mengajukan permohonan leasing
c. Equipment ialah peralatan/barang/property yang akan disewakan
d. Supplier ialah perusahaan/pihak yang menjual/menawarkan Equipment
e. Kontrak ialah kontrak/perjanjian leasing antara lessor dan lessee
7. Prosedur Pemberian Fasilitas Leasing
1. Pembicaran pendahuluan antara lessor dengan lessee dan jika dianggap perlu bersama-sama dengan supplier
2. Lessee mengisi dan menyerahkan Formulir Permohonan Fasilitas Leasing yang telah disediakan oleh lessor, dan disertai dengan:
1. Akte Pendirian Perusahaan dan perubahan- perubahannya
2. Neraca dan Daftar Rugi laba (3 tahun terakhir) 3. Studi Kelayakan (Feasibility Study)
4. Kontrak Kerja
5. Keterangann-keterangan lainnya yang dianggap perlu 3. Lessor mengadakan analisis dan evaluasi terhadap data dan
informasi yang telah diterima, yang dilanjutkan dengan:
a. Kunjungan ketempat lesse (plant visit) b. Pengecekan ketempat lesse (credit cheking) c. Observasi secara umum/khusus lainnya
4. Berdasarkan hasil analisis dan evaluasi tersebut di atas menghasilkan 3 alternatif kesimpulan:
f. Menolak permohonan lessee g. Menunda permohonan lessee h. Mengabulkan permohonan lessee
5. Dalam hal permohonan lessee dikabulkan, maka prosedur selanjutnya adalah sebagai berikut:
a. Penawaran paket lease dari lessor b. Penanda tanganan kontrak
c. Pemesanan equipment kepada supplier d. Penutupan asuransi
e. Penyelesaian Dokumen lainnya Contoh Perhitungan Pembayaran Leasing 1. Kontrak Rupiah bayar di muka (in advance)
- Total Harga Beli = Rp. 100.000.000 - Uang Tanggungan = Rp. 20.000.000 (20%) - Jangka Waktu Lease = 2 tahun (24 Bulan)
- Pembayaran Lease Bulanan = Rp 4.309.147 in advance - Indikasi Bunga (Flat) = 14.64 % p.a
2. Kontrak Rupiah Bayar di Belakang (in arrear) - Total Harga Beli = Rp. 100.000.000 - Uang Tanggungan = Rp. 20.000.000 (20%) - Jangka Waktu Lease = 2 tahun (24 Bulan)
- Pembayaran Lease Bulanan = Rp 4.411.489 in arrear - Indikasi Bunga (Flat) = 16.18 % p.a
3. Kontrak US Dollar bayar di muka (in advence) - Total Harga Beli = US$ 100.000 - Uang Tanggungan = US$ 20.000 (20%) - Jangka Waktu Lease = 2 tahun (24 Bulan) - Pembayaran Lease Bulanan = US$ 3.952,35 - Indikasi Bunga (Flat) = 9.29 % p.a
4. Kontrak US Dollar bayar dibelakang (in arrear) - Total Harga Beli = US$ 100.000 - Uang Tanggungan = US$ 20.000 (20%) - Jangka Waktu Lease = 2 tahun (24 Bulan)
- Pembayaran Lease Bulanan = US$ 4.013,29 in arrear - Indikasi Bunga (Flat) = 10.20 % p.a
5. Catatan:
1. Pembayaran lease bulanan terdiri atas:
• Uang Lease Bulanan
• Advance untuk Opsi Beli (bulanan)
• Angsuran premi asuransi (bulanan)
2. Perhitungan Pembayaran Lease Bulanan ditentukan oleh beberapa faktor antara lain:
• Tingkat bunga yang dikenakan, yaitu tingkat bunga dipasarkan plus spread lessor
• Cara pembayaran di muka atau di belakang
• Jenis mata uang, rupiah atau dollar AS 3. Penentuan tingkat bunga berdasarkan:
• Tingkat bunga di pasaran
• Hasil analisis/evaluasi atas lessee
• Peringkat lessee di mata lessor
• Negosiasi antara lessor dan lessee
⍝
This page is intentionally left blank