Kerangka Hukum
2.3 Legislasi Perpustakaan Umum
Perpustakaan umum seharusnya didasarkan pada legislasi yang menjamin kelanjutan dan serta kedudukan perpustakaan dalam struktur pemerintahan. Legislasi perpustakaan terwujud dalam berbagai bentuk. Di beberapa negara dan wilayah dirumuskan legislasi khusus untuk perpus- takaan umum sedangkan di lain daerah legislasi mengenai perpustakaan umum merupakan ba-
gian dari legislasi yang lebih luas yang mencajup berbagai jenis perpustakaan. Legislasi per- pustakaan umum juga bervariasi dalam ketentuan. Hal sederhana seperti yang memungkinkan pembentukan perpustakaan umum tetapi menyerahkan standar jasa kepada tataran pemerintah- an yang secara langsung bertanggung jawab terhadap perpustakaan, atau yang lebih kompleks, dengan rincian spesiikasi tentang jasa apa yang harus disediakan serta standar apa yang akan digunakan. Contoh legislasi perpustakaan umum yang tersedia di situs IFLA (http:. //www.ila.
org / V / cdoc / acts.htm).
Karena struktur pemerintahaan bervariasi yang disesuaikan dengan keadaan di berbagai negara maka rincian dari legislasi perpustakaan umum juga cenderung bervariasi. Namun demikian, legislasi yang mengatur perpustakaan umum harus menyatakan tentang ketentuan tingkat pe- merintahan yang bertanggung jawab untuk perpustakaan umum dan bagaimana perpustakaan umum harus didanai. Juga harus ditetapkan kedudukan perpustakaan umum dalam kerangka rangka perpustakaan secara keseleruhan. di negara atau wilayah ybs.
Meksiko dan Vanuezela memiliki legislasi perpustakaan umum sedangkan di Kolombia dan Brazil legislasi pada jasa informasi menjadi acuan untuk perpustakaan umum.
Legislasi perpustakaan Finlandia (1998) menyatakan bahwa perpustakaan umum harus diseleng- garakan oleh pemerintah kota, baik secara mandiri maupun bekerja sama dengan perpustakaan umum lainnya, perpustakaan umum harus bekerja sama dengan perpustakaan jenis lain dan bahwa pemerintah kota harus mengevaluasi perpustakaan dan informasi jasa yang diberikannya (lihat lampiran 2)
Konsitusi Republik Afrika Selatan 1996 memberikan landasan konstitusional untuk penyediaan jasa perpustakaan dan informasi di Afrika Selatan. Konstitusi menyebut- kan ‘perpustakaan selain perpustakaan nasional’ sebagai ranah ekslusif kompetensi legislatif provinsi. Oleh karena itu, tanggung jawab provinsi untuk mengembangkan kerangka kerja legislatif di mana jasa perpustakaan dan informasi tersedia. .
Di Armenia, otoritas setempat memiliki tanggung jawab untuk pembiayaan dan peme- liharaan perpustakaan umum. Undang-Undang Swapemerintahan Lokal (1996) men- etapkan kewajiban pemerintahan lokal untuk menjaga dan mengembangkan perpus- takaan umum.
Di Federasi Rusia, ada dua hukum yang berubungan dengan perpustakaan di tingkat federal, yaitu Akta Perpustakaan (Library Act) dan Akta Ko[I Deposit Legal (Legal Deposit Copy Act). Keduanya tidak ditujukan khusus untuk perpustakaan umum meski sebagian besar Akta Perpustakaan merujuk ke perpustakaan umum.
Konsitusi Italia memberikan kewenangan pada Wilayah berupa pengawasan terhadap perpustakaan umum yang ditetapkan oleh pemerintah kota dan provinsi. Beberapa Wilayah mengeluarkan Akya Perpustakaan untuk mengatur kerjasama antara perpus- takaan serta lembaga informasi, dokumentasi, budaya dan pendidikan lainnya untuk menetapkan standar kualitas.
Pedoman legislasi dan kebijakan perpustakaan di Eropa dikeluarkan oleh Dewan Eropa dan EBLIDA(European Bureau of Library, Information and Documentation As- sociations).
2.3.1 Legislasi Terkait
Perpustakaan umum tunduk pada sejumlah perundang-undangan terpisah dari legislasi khu- sus yang berkaitan dengan perpustakaan. Hal ini mengacu peraturan tentang pengelolaan keuangan, perlindungan data, kesehatan, keselamatan, kondisi dan serta contoh lainnya. Ma- najer perpustakaan harus menyadari semua legislasi yang dapat mempengaruhi operasi perpustakaan umum.
Manajer perpustakaan juga harus menyadari negosiasi perdagangan global, yang dapat menghasilkan kebijakan dan perjanjian tertentu, yang berdampak serius pada perpustakaan umum. Dalam kasus seperti ini perpustakaan sebaiknya mengambil setiap kesempatan yang memberikan pengaruh terhadap kebijakan mengenai perpustakaan umum dengan tujuan menyadarkan publik dan politisi.
2.3.2 Hak Cipta
Perundang-undangan hak cipta, khususnya yang terkait dengan publikasi elektronik, mer- upakan sesuatu yang penting untuk diperhatikan bagi perpustakaan umum. Hak cipta terus terkait pada perubahan dan peninjauan ulang, pustakawan harus memperbarui pengetahuan mengenai undang-undang dan kaitannya dengan semua media. Pustakawan harus mempro- mosikan dan mendukung undang-undang hak cipta, agar mencapai keseimbangan yang adil antara hak cipta dengan kebutuhan pemustaka.
Di Republik Ceko, asosiasi perpustakaan SKIP bertindak atas inisiatif sendiri, den- gan berpatisipasi dalam penyusunan undang-undang hak cipta. Kondisi terjadi setelah dilakukannya diskusi dengan kementrian kebudayaan dan komite budaya parlemen Ceko, perubahan yang mengutamakan bagi perpustakaan yang mengenalkannya.
2.3.3 Hak Pinjam Publik
Di beberapa negara-, undang-undang hak pinjam publik telah dikeluarkan dengan menye- diakan pembayaran untuk penulis dan orang lain yang terlibat dalam produksi sebuah buku, terkait dengan ketentuan di perpustakaan umum dan pinjaman dari perpustakaan umum.
Dana yang terkumpul dari pembyaran hak pinjaman publik sebaiknya tidak diambil untuk pembelian bahan perpustakaan. Namun demikian, hak pinjam public (HPL), bila didanai terpisah, tidak memberikan sumbangan bagi penulis tapa mempengaruhi anggaran perpus- takaan umum. Dalam beberapa skema juga dapat memberikan statistik yang berguna untuk peminjaman buku penulis tertentu. Pustakawan harus berpartisipasi dalam skema pengem- bangan hak pinjaman publik untuk memastikan bahwa para HPL tidak dibiayai dari angga- ran perpustakaan.
Pemerintah Denmark memberikan dana untuk pembayaran hak pinjam publik, yang ditujukan untuk penulis, penerjemah, seniman, fotografer dan komposer Denmark yang berkonstribusi pada pekerjaan tercetak. Aktivitas ini dideinisikan sebagai ben- tuk dukungan kultural .
(http://www.bs.dk).
Di Australia, HPL diatur oleh Department of the Environment, Water, Heritage and the Arts yang membayar creator dan penerbit Australia yang berhak berdasarkan adanya penghasilanyang hilang karena ketersediaan karya merekan di perpustakaan umum yang meminjamkan karya mereka kepada publik. Hak Pinjam Publik mendukung penayaan kebudayaan Australia dengan mendorong pertumbuhan serta pengemban- gan tulisan dan penerbitan Australia.
http://www.arts.gov.au/books/lending_rights/public_lending_right_-_guidelines_
for_claimants