• Tidak ada hasil yang ditemukan

Lembar Observasi

Dalam dokumen NOTA DINAS (Halaman 35-45)

BAB III METODE PENELITIAN

C. Metode Dokumentasi

1. Lembar Observasi

aspek persiapan, pendahuluan, kegiatan inti, penutup, pengelolaan waktu dan suasana kelas, instrument penelitian pembelajaran kooperatif sebelumnya oleh Pendi, S.

2) Lembar Observasi Aktifitas Siswa

Lembar observasi aktifitas siswa dalam proses belajar mengajar meliputi mendengarkan dan memperhatikan penjelasan guru ataupun teman, membaca lembar kerja siswa ( LKS ) dan buku pelajaran, memikirkan pemecahan masalah atas masalah atau isu yang diberikan, mengerjakan lembar kerja siswa dalam kelompok dengan berdiskusi, berlatih melakukan keterampilan kooperatif, dan mempersentasikan kerja kelompoknya. Instrument ini diadopsi dan disesuaikan dari Instrument penelitian pembelajaran kooperatif sebelumnya oleh Pendi, S

Tabel. Kisi – kisi akttivitas yang akan diamati No Aspek Yang Diobsevasi

1. Siswa mendengarkan dan memperhatikan penjelasan guru ataupun teman.

2. Siswa membaca Lembar Kerja Siswa ( LKS ) dan buku pelajaran.

3. Siswa memikirkan pemecahan masalah atas masalah atau isu yang diberikan

4. Siswa mengerjakan lembar kerja siswa dalam kelompok dengan berdiskusi

5. Siswa berlatih melakukan keterampilan kooperatif 6. Siswa mempersentasikan kerja kelompok

3) Lembar Tes Hasil Belajar

Lembar tes hasil belajar, berisikan soal-soal yang berkaitan dengan materi yang diajarkan dengan materi tugas. Dalam penelitian ini jenis tes yang digunakan adalah bentuk pilihan ganda yang terdiri dari 10 soal, dimana dalam pemberian skor 1 untuk jawaban benar dan 0 untuk jawaban salah, yang diambil dari beberapa buku paket, instrument ini disusun oleh peneliti yang disetujui oleh guru dengan berpedoman pada kurikulum yang berlaku saat sekarang ini.

a. Metode Analisa data

Analisis data merupakan bagian yang amat penting dalam metode ilmiyah, karena alisis data tersebut dapat diberi arti dan makna yang berguna dalam memecahkan masalah penelitian.

Analisis data pada umumnya dibedakan menjadi analisis kualitatif dan kuantitatif. Analisis kualitatif adalah analisis yang dilakukan jika data yang dikumpulkan hanya sedikit, bersifat monografi atau berwujud kasus-kasus sehingga tidak dapat disusun kedalam suatu struktur kelasifikator. Sedangkan analisis kuantitatif merupakan pendekatan analisis dengan perhitungan matematika/statistik

Sesuai dengan permasalahan yang dikemukakan dalam penelitiannya yakni untuk mencari kemampuan menggunakan kalimat elipsis dalam wacana bahasa Indonesia kelas VI MI Hidayatul Atfal Semayan kecamatan Praya tahun pelajaran 2010/2011. Untuk kepentingan analisis data, bagaimanapun bentuknya, peerlu ada kegiatan-kegiatan dalam mengelola data

b. Editing

Mengedit adalah memeriksa daftar pertanyaan yang telah diserahkan oleh para pengumpul data. Tujuan dari pada editing adalah mengurangi kesalahan atau kekurangan yang ada di dalam daftar pertanyaan yang sudah diselesaikan sampai sejauh mungkin.

c. Koding

Yang dimaksud dengan koding adalah mengklasifikasikan jawaban- jawaban dari responden kedalam kategori-katagori. Biasanya klasifikasi dilakukan dengan cara member tanda / kode.berbentuk angka pada masing-masing jawaban.

d. Tabulasi

Pekerjaan tabulasi adalah pekerjaan membuat tabel. Jawaban-jawaban yang sudah diberi kode katagori jawaban kemudian dimasukan dalam tabel. Setelah data terkumpulkan di edit, dicodet dan telah di ikhtiasarkan dalam tabel, maka langkah selanjutnya adalah analisis terhadap hasil-hasil yang telah diperoleh. Dalam penelitian ini, data yang akan diperoleh adalah data tentang kemampuan menggunakan kalimat elipsis dalam wacana bahasa Indonesia kelas VI MI Midayatul Atfal Semayan kecamatan Praya tahun ajaran 2010/2011.

Adapun metode analisis data yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah analisis statistik, karena kedua data yang penulis peroleh merupakan data interval untuk menyesuaikan proses analsis data

Langkah – langkah yang akan ditempuh selanjutnya dalam menganalisis data pada penelitian ini adalah 1) merumuskan hipotesis Nol ( Ho ) ; 2) membuat tabel kerja : 3) memasukkan data kedalam rumus : 4) menguji data kedalam rumus

; 5) menarik kesimpulan.

Tujuan dari analisa data adalah untuk mengolah data dalam bentuk sederhana dan ditata sesuai dengan kebutuhan, agar mudah dibaca dan diinterpretasi. Data yang diperoleh dalam penelitian ini merupakan data deskriptif kuantitatif. Analisa data deskriptif kuantitatif adalah menemukan data–data yang lebih rinci dengan uraian yang mempergunakan kata atau kalimat tanpa menggunakan ukuran statistic atau pengukuran. Semua data yang dikumpulkan pada hakekatnya akan dianalisis secara rinci dan apa adanya, sehingga dapat di ketahui kemampuan siswa dalam menggunakan kalimat elipsis. Sedangkan untuk mengetahui kemampuan siswa, perlu dipergunakan rumus-rumus seperti norma relative dan indeks perestasi kelompok.

a. Norma Relative

Untuk lebih jelasnya dalam hal ini akan dipergunakan norma relative sekala tidgan, dan langkah yang akan ditempuh dengan mengkonversikan skor mentah menjadiskor standar dengan norma relative ini adalah sebagi berikut.

1. Kemampuan tinggi : M + 1 MI 2. Kemampuan sedang : M ± 1 MI 3. Kemampuan rendah : M – 1MI

b. Indeks Prestasi kelompok

Indeks pretasi kelompok dapt dihitung dengan membagi nilai rata-rata dengan niai maksimal yang mungkin di capai dalam tes, dan kemudian mengalihkan hasil bagi ini dengan rumus atau secara singkat dapat dilihat seperti dibawah ini :

IPK = 𝑆𝑀𝐼𝑀 X 100 %

Keterangan :

IPK = Indeks prestasi kelompok M = Mean atau nilai rata – rata

SIM = Skor maksimal ideal, artinya skor yang dicapai kalau semua soal dapat dijawab dengan benar.

Lihat di pedoman IPK berikut :

( Nurkancana, 1996 : 118 )

00 – 30 = Sangat kurang 31 – 54 = Kurang 55 – 69 = Normal 70 – 79 = Tinggi 90 – 100 = Sangat tinggi

c. Data Skor Pemberian Tugas Tentang Kemapuan Menggunakan Kalimat Elipsis Dalam Wacana Bahasa Indonesia Siswa Kelas VI MI Hidayatul Athfal Semayan Tahun Pelajaran 2008/2009

No Jenjang IPK Kemampuan Keterangan

1 2 3 4

1 0,0 - 3,0 Sangat kurang

2 3,1 – 5,4 Krang

3 5,5 – 6,9 Normal

4 7,0 – 8,9 Tinggi

5 9,0 – 10,0 Sangat tinggi

Indeks prestasi kelompok dapat dihitung dengan membagi nilai rata-rata dengan nilai maksimal yang mungkin dicapai dalam pemberian tugas, dan kemudian mengalikan hasil bagi ini dengan rumus, atau secara singkat dapat dilihat seperti dibawah ini :

Mengingat tujuan penyelidikan ini, penulis ingin mencari bagaimana kemampuan menggunakan kalimat elipsis dalam Wacana bahasa indonesia kelas VI Mi hidyatul athfal, maka penulis perlu mengolah bentuk pengaruh yang dioeroleh dari skor hasil pemberian tugas yangtentunya arah pertanyaannya adalah

seputer ruang lingkup kemampuan menggunakan kalimat elipsis dan prestasi belajar yang diproleh akibat pendidikan siswa itu sendiri selama di sekolah.

d. Indeks prestasi kelompok (IPK) pemberian tugas tentang penggunaan kalimat Eliptis Dalam wacana Bahasa indonesia Kelas VI Mi

Hidayatul Athfal Tahun ajaran 2010/2011

Jenjang IPK Jumlah Siswa %

1 2 3

0.0-3,0 0 0 %

3,1-5,4 0 0 %

5,5-6,4 3 7 %

6,5-8,4 7 75 %

8,5-10,0 4 18 %

Jumlah 14 100 %

Dari hasil perhitungan diatas, diproleh IPK masing-masing siswa.

e. Tabulasi skor IPK Tentang Penggunaan kalimat Elipsis Dalam Wacana bahasa indonesia Siswa Kelas VI mi hiadyatu athfal Tahun Pelajaran 2010/2011

No Skor IPK Kemampuan Banyak Siswa

1 0.0-3,0 Sangat kurang 0

2 3,1-5,4 Kurang 0

3 5,5-6,4 Normal 3

4 6,5-8,4 Tinggi 7

5 8,5-10,0 Sangat tinggi 4

Jumlah 14

Setelah mengetahui hasil tabulasi penilaian di atas, dapat dikatakan bahwa N (subyek) = 14 siswa dengan menggunakan kriteria IPK didapat siswa tingkat kemampuan normal dalam menyelesaikan tugas, 7 siswa dengan tingkat kemampuan tinggi dalam menyelesaikan tugas, 7 siswa dengan tingkat kemampuan tinggi dalam menyelesaikan tugas dan 4 orang dengan tarap penilaian sangat tinggi. Hasil ini membuktikan bahwa penggunaan metode pemberian tugas tentang penggunaan kalimat eliptis dalam wacana bahasa i0ndonesia pada siswa kelas VI Mi Hiadayatul Athfal Sangat memuaskan.

Hasil IPK diatas dapat pula dilihat dampaknya pada waktu prestes dan prostes. Prestes (tes Awal) adalah tes yang diberikan pada siswa sebelum proses belajar berlangsung atau sebelum diterapkan pemberian tugas tertulis atau setelah tiga pemberian tugas dilalui. Pemberian prestes bertujuan untuk wacana bahasa indonesia belajar siswa membandingkan nilai yang doproleh siswa untuk mengetahui pengetahuannya sebelum diajarkan dan sesudah diajarkan dengan menerapkan pemeberian tugas tertulis.

Sedangkan Skor Maksimal Ideal (SMI) pada pemberian tugas tentang penggunaan kalimat elipsis dalam wacana bahasa Indonesia siswa kelas VI MI Hidayatul Athfal Semayan.

BAB IV

PENYAJIAN DATA DAN PEMBAHASAN

A. Gambaran Umum Madrasah Ibtida’iyah Hidayatul Athfal Semayan Praya 1. Letak Geografis

Madrasah Ibtida’iyah Hidayatul Athfal Semayan Praya adalah salah satu madrasah Ibtida’iyah yang ada di Kecamatan Praya, yang memiliki letak strategis untuk sebuah tempat pendidikan. Hal itu dikarenakan letaknya yang terletak di sebuah kampung yang sangat luas dan padat penduduk.

Berdasarkan pengamatan peneliti, Madrasah Ibtida’iyah Hidayatul Athfal semayan Kecamatan Praya Kabupaten Lombok Tengah sangat berpotensi dalam pengembangan ilmu pendidikan agama islam.

Secara geografis Madrasah Ibtida’iyah Hidayatul Athfal berpotensi sekali dalam pengembangan pendidikan khusus maupun pendidikan umum untuk bisa dikembangkan di kalangan anak didik ,melihat perkembangan yang maju dan pesat dari pemukiman masyarakat Religius serta padat penduduknya ini bisa menjadi sebuah contoh bagi kalangan masyarakat lainnya untuk dapat meraih ilmu agama disamping dekat juga salah satu Madrasah yang ada di Kelurahan Semayan Praya Lombok Tengah, sebagaimana yang terlukis dalam judul penelitian bahwa lokasi yang dipilih adalah MI Hidayatul Athfal Kecamatan Praya.

Adapun letak geografis dari MI Hidayatul Athfal Kecamatan Praya adalah sebagai berikut:

1. Sebelah Barat berbatasan dengan ; Kantor Lurah semayan 2. Sebelah timur berbatasan dengan ; Pemukiman

3. Sebelah timur berbatasan dengan ; Pemukiman

4. Sebelah timur berbatasan dengan ; Pemukiman 2. Sejarah Singkat Perkembangan MI Hidayatul athfal Semayan

Sebelum bedirinya Madrasah Ibtida’yah Hidayatul Athfal di kelurahan Semayan adalah salah satu kampung pindahan dari sebuah Desa yakni Desa Perempung yang Kini telah menjadi Bendungan Batu Jai, Semenjak dari perpindahan tersebut Madrasah Ibtida’iyah Mambaul Ulum mulai berdirinya di Kelurahan Semayan sejak tahun 1976 yang kemudian menjadi cikal bakal berdirinya Madrasah Ibtida’yah Hidayatul Athfal dengan memiliki siswa pertama sebanyak 35 orang.

Perencanaan pendirian Madrasah Ibtida’iyah dimulai sekitar tahun 1976 tersebut atas perakarsa para tokoh masyarakat Desa Semayan bersama para wali murid Madrasah Mambaul Ulum dengan dukungan penuh dari TGH. Muh Husni Irsyad sekaligus sebagai pimpinan dari Madrasah Ibtida’iyah Hidayatul Athfal Semayan.

Para pemerakarsa berdirinya Madrasah Ibtida’iyah Hidayatul Athfal Semayan antara lain :

a. TGH. Muh Husni Irsyad beliau adalah pendiri dari Madrasah Ibtida’iyah Mambaul Ulum dan sekaligus sebagai pimpinan dari Madrasah Ibtida’iyah Hidayatul Athfal Semayan.

b. H. Muhib Budin adalah tokoh masyarakat desa semayan yang sekaligus sebagai kepala lingkungan Desa Semayan saat itu ( Almarhum ).

c. H Ahyar Mukammil adalah tokoh masyarakat desa semayan penyandang dana.

d. Sansuri,S.Pt adalah tokoh pendidik yang menjadi perancang sekaligus sebagai Kepala Madrasah saat itu. Sekarang ini beliau menjadi pimpinam yayasan Madrasah Ibtida’iyah Hidayatul Athfal Semayan;

dan

e. H.Sabri beliau adalah tokoh agama yang menjadi penghulu masyarakat Desa Semayan saat itu.

Selain dari hasil musyawarah para tokoh agama dan tokoh masyarakat Desa Semayan, ajakan juga datang dari semua wali murid Madrasah Mambaul Ulum yang akan memasukkan putra putrinya kelembaga pendidikan formal tingkat dasar, supaya wali murid berharap didirikan madrasah formal (MI) sebagai tempat putra-putrinya menunutut ilmu. Wali murid tersebut tidak hanya berasal dari Desa Semayan tetapi juga berasal dari beberapa Desa tetangga di sekitar Semayan seperti Desa Batu Bangke,Desa Karang Kerem,Desa Bageq Telu dan Desa Beduk.

Seiring dengan perkembangan Madrasah Ibtida’iyah Hidayatul Athfal Semayan yang begitu pesat dibentuk sebuah Yayasan ( Yalhida ). Pada tanggal 9 September 1999 sebagai tempat bernaungnya Madrasah Ibtida’iyah Hidayatul Athfal Semayan hingga saat ini.

Sejak September 1999 sampai sekarang menyelenggarakan pendidikan formal tingkat dasar yaitu Madrasah Ibtida’iyah Hidayatul Athfal, swadaya Yayasan dan masyarakat. Menyelenggarakan pendidikan non formal melalui Taman Kanak-kanak Al Qur’an ( TKA ) dan Taman Pendidikan Al Qur’an ( TPA ) kepada masyarakat kurang mampu, Program peninggkatan pendapatan petati dan peternak melalui pemberian bantuan ternak di Kelurahan Semayan bekerjasama dengan SPBU Praya, kemudian pada Februari 2001 hingga sekarang menyelenggarakan SLTP terbuka bekerjasama dengan Dinas P dan K.

Demikian gambaran umum profil Yayasan Lembaga Hidayatul Athfal (YALHIDA) Kelurahan Semayan Kecamatan Praya Kabupaten Lombok Tengah semoga dapat menjadi bahan pertimbangan untuk melakukan kerjasama dengan berbagai pihak dalam berbagai kegiatan terutama pada bidang-bidang utama YALHIDA.

4) Stuktur Organisani

STRUKTUR ORGANISASI SEKOLAH

MI HIDAYATUL ATHFAL SEMAYAN

Keterangan :

---Garis Komando ---Garis Koordinasi

Ketua Yayasan Sansuri,S.Pt

Kepala Madrasah

Bujairimi,S.PdI Dewan Komite

Margiana

Tata Usaha Lalu Hamzar

Wakil Kepala Madrasah Maesurianah,S.Ag

Bendahara Halawiyah,A.Ma

Urusan Kesiswaan

Lalu Nashri Urusan Kurikulum

Zulhadi Urusan Konsling

Abidaturrosyida,S.Pd Urusan Sarana Husni

Wali Kelas I

Maesurianah,S.Ag Wali Kelas II

Siti Parhiati,S.Pd Wali Kelas III Halawiyah,A.Ma

Guru Fiqih Zulhadi Guru A.Aqhlak

Wirasah Guru B.Inggris

Huriah,S.Pd Wali Kelas IV Mardiyah,SH

Guru PKN,IPS Nurisanti,S.Pd

Wali Kelas V Zulhadi

Guru Al Qur’an H Lalu Nashri

Guru B.Indonesia Zulhadi

Wali Kelas VI Huriah,S.Pd

Guru B.Arab Bujairimi,S.PdI

Guru MTK

Abidaturrosyida,S.Pd

Guru Penjas Husni Guru SBK

Mardiyah,SH Guru Bidang

Studi Guru Bidang

Studi

Penjaga Sekolah Siswa

Masyarakat Sekitar

5) Sarana dan Prasarana

Dari sejak berdirinya Madrasah Ibtida’yah Hidayatul Athfal Semayan telah memiliki gedung sendiri dan saat ini telah memiliki gedung permanen

sebanyak 14 ruang dengan rincian sebagai berikut ini:

1. Ruang Belajar : 5 ruang 2. Ruang Kepala Sekolah : 1 ruang 3. Ruang Tata Usaha : 1 ruang 4. Ruang Guru : 1 ruang 5. Ruang Perpustakaan : 1 ruang 6. Kamar Mandi/WC Siswa : 1 ruang 7. Ruang BP/BK : 1 ruang 8. Kantin Sekolah : 1 ruang 9. Kamar Mandi / WC Guru : 1 ruang 10. Ruang Ibadah : 1 ruang

Data Keadaan Gedung MI Hidayatul Athfal Semayan Praya Lombok Tengah

5. Visi, Misi Tujuan dan Struktur MI Hidayatul Athfal

a. Visi dan Misi

Setiap Organisasi atau satuan pendidikan memiliki tujuan yang ingin dicapai. Visi dan Misi tersebut merupakan respon dari perkembangan masyarakat seperti: Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi; globalisasi yang sangat cepat; era informasi; dan berubahnya kesadaran masyarakat dan orang tua terhadap

pendidikan. Dalam merespon tantangan sekaligus peluang MI Hidyatul Athfal Semayan Praya dalam Visi Sekolah yakni :

“Mewujudkan sumber Daya Manusia yang berilmu, berakhlakul mulia yang berazaskan ahlus sunnah waljamaah.

Visi tersebut diatas mencerminkan cita-cita sekolah yang berorentasi kedepan dengan memperhatikan potensi sesuai dengan norma dan harapan masyarakat.

Untuk mewujudkan visi tersebut diperlukan lagkah-langkah yang tergambar dalm bentuk misi madrasah tersebut adalah:

1. Mewujudkan suasana madrasah yang islami disiplin dalam bekerja dan kebersamaan;

2. Mewujudkan pembelajaran yang aktip,kreatif,efektif,inofatif, dan menyenangkan;

3. Membangun prestasi sesuai dengan potensi yang dimiliki baik bidang IMTAQ maupun IPTEK;

4. Mewujudkan peserta didik yang memiliki budaya bersih tertip disiplin dan budaya malu.

(Sumber:Statistik MI Hidayatul Athfal Semayan,19.Juni 2011).

Selain visi dan misi sebagaimana tersebut di atas,Madrasah Hidayatul athfal semayan, juga memiliki tujuan –tujuan yang secara umum maupun secara husus.secara umum sesuai dengan tujuan pendidikan nasional yakni menigkatkan kecerdasan,pengetahuan,kepribadian,akhlak mulia, serta ketrampilan untuk hidup

mandiri dan mengerti pendidikan lebih lanjut. Sedangkan secara khusus Madrasah Ibtida’yah Hidayatul Athfal Semayan Praya memiliki tujuan yakni:

1. menyiapkan generasi yang berilmu dan berakhlak mulia;

2. menyiapkan pasilitas pendidikan yang memadai;

3. peningkatan kemampuan pendidik dan tenaga kependidikan; dan 4. menciptakan lingkungan sekolah yang bernuansa islam.

Berdasarkan keterangan diatas dapat diketahui bahwa MI Hidayatul Athfal Semayan sebagai salah satu lembaga pendidikan dasar yang berada di Kecamatan Praya Lombok Tengah mempunyai 14 lokal. Rincian local tersebut adalah 5 ruangan belajar dan 9 ruangan dimammfaatkan untuk 1 ruang untuk kepala sekolah,1 ruang guru, 1 ruang untuk perpustakaan, 1 kamar mandi/WC untuk siswa, 1 ruang kamar mandi/WC untuk guru,1 ruang TU, 1 ruang kantin sekolah, 1 ruang Ibadah, dan ruang BP.

Melihat keadaan gedung MI Hidayatul Athfal Semayan bias dikatakan sarana dan prasarana pendidikan khususnya mengenai ruang belajar sudah memadai.

Akan tetapi untuk ruang lain masih kekurangan terlihat dengan belum tersedianya ruang Tata Usaha, Gedung, UKS dll. Sehingga perlu penambahan ruang baru supaya terpenuhi standar sarana dan prasarana yang harus dimiliki sekolah/madrasah.

Untuk lebih jelasnya mengenai keadaan sarana dan prasarana pendidikan yang ada di MI Hidayatul Athfal Semayan akan disajikan beberapa data yang ada

kaitannya dengan lokasi/ gedung MI Hidayatul Athfal Semayan, sebagaimana yang terlihat di bawah ini adalah:

1. Nama Madrasah : MI Hidayatul Athfal

2. Alamat Lengkap : Semayan, Kelurahan Semayan,Kecamatan Praya, lombok Tengah.

3. Tahun Berdiri : 01 Juli 1976 4. Nomor Statistik : 112520206117

5. Status Akriditasi : Terakreditasi / 20 Juli 2006 6. Peringkat Akriditasi : C+

7. Keadaan Tanah :

a. Luas : 1142m2 b. Status : Swasta

c. Letak : Kelurahan Semayan Praya 8. Keadaan Gedung : Permanen

9. Luas Bangunan : 1500m2 10. Jumlah Lokal : 14 Lokal

- Ruang Kepala Madrasah : 1 ruang - Ruang Guru : 1 ruang - Ruang Tata Usaha : 1 ruang - Ruang Belajar : 5 ruang - Ruang Perpustakaan : 1 ruang - Ruang Gudang : -Belum Ada - Ruang Mandi / WC Siswa : 1 ruang

- Ruang Mandi / WC Guru : 1 ruang - Ruang Bp / BK : 1 ruang - Koperasi : -Belum Ada - UKS : -Belum Ada - Ruang Ibadah : 1 ruang - Ruang Kantin Sekolah : 1 ruang

11. Kegiatan Pendidikan diselenggarakan pada waktu pagi hari dari jam 7.30 s/d 12.30 WITA

12. Jumlah Guru

- Negeri : 1 orang - Swasta : 12 orang 13. Jumalah Karyawan : -

14. Keadaan Meublair

a.Ruang Kepala Madrasah -Meja

-Kursi -Kursi Tamu -Rak

-Papan Pengumuman b.Ruang Tata Usaha -Mesin tik

-Komputer

-Kursi -Meja -Almari -Rak

c.Gudang -Almari -Kursi siswa d.Ruang belajar -Meja guru -Kursi guru -Papan tulis -Meja siswa -Kursi siswa -Lemari kelas 15. Alat penerangan 16. Alat peraga

-Globe -Peta NTB -Peta Dunia -Peta Indonesia -Kit IPA

-Kit Matematika

-Seni

17. Alat-alat olah raga -Bola volley -Bola kaki

-Bola standar Kompetensi

-Bulu Tangkis

-Tenis Meja -Matras

18. Tempat Ibadah -Musalla

19. Alat-alat Kesenian -Warles

-Mixer

-Sound System -Kasidah

Berdasarkan hasil observasi di atas, keadaan sarana dan prasarana serta fasilitas Madrasah Ibtida’yah Hidayatul Athfal Semayan telah memenuhi syarat sebagai tempat berlansungnya proses belajar mengajar dan seluruh kegiatan yang berkaitan dengan pendidikan. Selanjutnya mengenai sarana dan praserana berupa peralatan belajar,peralatan olah raga,peralatan kesenian, peralatan computer dan sebagainya sudah memadai, Namun perlu penambahan.

6. Keadaan guru dan karyawan MI Hidayatul Athfal Semayan Praya

Untuk mendapatkan prestasi belajar mengajar yang maksimal guru merupakan komponen yang paling menentukan atau memegang peranan penting,karena guru merupakan narasumber bagi murid. Di samping itu juga keberhasilan pendidikan bagi siswa tergantung pada pertanggung jawaban guru

dalam melaksanakan tugasnya.

Dalam hal ini guru harus memiliki kemampuan atau professional sebagai tenaga pendidik sesuai dengan tuntunan masyarakat yang semakin maju dan kompleks. Demikian halnya dengan guru-guru yang ada di Madrasah Ibtida’yah Hidayatul Athfal Semayan tidak terlepas dari tanggung jawab profesionalnya.

Profesionalisme tenaga yang ada di Madrasah Ibtida’yah Hidayatul Athfal Semayan terlihat dari sebagian besar mereka merupakan lulusan program setara 1.

Selain itu,data mengenai keadaan karyawan/tata usaha juga perlu karena mereka juga membantu kelancaran pelaksaan pendidikan dan pengajaran terutama dalam bidang keadministrasian untuk dapat mengetahui keadaan guru dan karyawan pada Madrasah Ibtida’yah Hidayatul Athfal Semayan.

Sumber: Buku administrasi Kantor MI Hidayatul Athfal Semayan,dikutip tanggal 01 Agustus 2011 Guru yang mengajar di Madrasah Ibtida’yah Hidayatul Athfal Semayan

sebagian besar merupakan lulusan sarjana lengkap dan diploma, walaupun ada yang berlatar belakang ijazah aliyah, ijazahnya sedang diproses S1. Ketersediaan tenaga pengajar seperti yang tampak di atas memungkingkan Madrasah Ibtida’yah HIdayatul Athfal Semayan untuk dapat meraih prestasi yang maksimal. Melihat kenyataan yang

terdapat pada table di atas menunjukkan bahwa MI Hidayatul Athfal Semayan telah memiliki tenaga pengajar/pendidik yang cukup memadai untuk terselenggaranya proses belajar mengajar yang lebih baik,sehingga dapat tercapainya tujuan yang sesuai dengan apa yang diharapkan yaitu tercapainya generasi penerus bangsa. Akan tetapi,dalam pelatihan-pelatihan dan kegiatan-kegiatan KKG.

7. Keadaan Murid MI Hidayatul Athfal Semayan Tahun 2010/2011

Madrasah Ibtida’yah Hidayatul Athfal Semayan Kecamatan Praya Kabupaten Lombok Tengah mengalami peningkatan jumlah Peserta didik dari tahun ke tahun. Hal ini disebabkan kesadaran orang tua dan masyarakat akan arti dan pentingnya pendidikan bagi putra-putrinya untuk bekal menghadapi tantangan zaman

yang sedemikian berat dan kompleks.

Melihat Perkembangan dari tahun ke tahun bahwa keberadaan siswa-siswa Madrasah Ibtida’yah Hidayatul Athfal Semayan, menunjukkan kemajuan, baik dilihat dari segi kualitas maupun kuantitasnya. Peningkatan dari tahun juga tidak jauh berbeda dengan Madrasah negeri walaupun berstatus swasta. Selanjutnya dari kelulusan tiga tahun terakhir pada MI Hidayatul Athfal Semayan yaitu Tahun Pelajaran 2007/2008 sampai dengan Tahun Pelajaran 2009/2010 adalah mencapai peningkatan dari sebelum-sebelumnya hal ini dapat dilihat dengan pencapaian data murid dari tahun ke tahun sehingga MI Hidayatul Athfal Semayan sudah mencukupi syarat sebagai sekolah yang berkualitas dan pengembangannya sudah memadai

B. Penyajian Data

Dalam penelitian ini, data yang akan di bahas adalah data yang berbentuk kuantitatif,yaitu data yang berupa anggka-angka hasil sekor dari hasil belajar siswa untuk mengetahui kemampuan siswa menggunakan kalimat ellipsis

Kegiatan siswa yang diamati dalam penelitian ini adalah mengenai penggunaan kalimat ellipsis dalam wacana bahasa Indonesia. Hal yang perlu diamati pada siswa kelas VI yakni mengenai 1) Penuturan kalimat elipsis dalam bahasa Indonesia; 2) Perluasan kalimat yakni berupa penambahan atau pengurangan huruf atau kata pada wacana; dan 3) Penggantian kata atau kalimat yang bersifat ambigu sehingga menjadikannya kalimat elilpsis

Ketiga kegiatan pengamatan tersebut ditampilkan dalam bentuk soal atau tugas yang harus diselesaikan oleh siswa dan hasilnya digunakan sebagai bahan kajian tentang penggunaan kalimat ellipsis ( lihat lampiran ).

Tabel 01

Data Penggunaan Kalimat Elipsis Siswa Dalam Wacana Bahasa Siswa Kelas VI MI Hidayatul Athfal Tahun Pelajaran 2008/2009

No Nama Siswa Kalimat Elipsis

Penuturan Perluasan

Makna Kata Penggantian Kata

1 2 3 4 5

1 Asrorumubin 6 6 7

2 Ayu eliana 9 7 8

3 Baiq indah khairunisa 7 8 6

4 Hamim asrori 7 8 8

5 Muhamad kholid izomi 7 7 6

6 Muhammad nurkholilullah 7 8 6

7 Nanda febrianti 6 8 9

8 Rosida wati 9 8 8

Dalam dokumen NOTA DINAS (Halaman 35-45)

Dokumen terkait