• Tidak ada hasil yang ditemukan

LetakdanKeadaanGeografis MTs Putri NW Narmada

BAB II PAPARAN DATA DAN TEMUAN

1. LetakdanKeadaanGeografis MTs Putri NW Narmada

Madrasah Tsanawiyah Putri NW Narmada yang bernaung dibawah naungan Pondok Pesantren Nurul Haramain Putri NW Narmada berada di ditenah-tengah kota Narmada. Posisi madrasah ini juga dikatakan sangat strategis dikarenakan dekat dengan akses umum, seperti Pasar Umum Narmada, Bank NTB, Kantor KUA, Kantor Desa, Taman Narmada dan pertokoan besar lainnya.

2. Identitas MTs Putri NW Narmada a. Identitas Lembaga (YAYASAN)

Nama : Yayasan Perguruan PPNW Narmada Pendiri : TGKH. M. Djuaini Mukhtar

Didirikan : Tahun 1986

Akta Yayasan : Akta Turunan/Salinan No 28 Tahun Akta : 23 Maret 2011

Sekretariat : Jl. Hamzanwadi No. 05 Lembuak Mekar Indah

Desa : Lembuak

Kecamatan : Narmada

Kabupaten : Lombok Barat Propinsi : Nusa Tenggara Barat

b. Identitas Madrasah

Pendiri : TGH. Hasanain Juaini, Lc., MH.

Berdiri : Tahun 1996

Sekretariat : Jl. Hamzanwadi No. 05 Lembuak Mekar Indah

Desa : Lembuak

Kecamatan : Narmada

Kabupaten : Lombok Barat

Propinsi : Nusa Tenggara Barat35 3. Sarana dan Prasarana MTs Putri NW Narmada

Tabel 2.1 Data Keadaan sarana dan prasarana MTs Putri NW Narmada

NO BANGUNAN KONDISI

JUMLAH BAIK RUSAK

1 Sarana Ibadah 1 1 -

2 Ruang Belajar 18 1 3

3 Ruang Kantor 1 1 -

4 MCK 30 21 9

5 Asrama /Santriwati 22 19 3

6 Asrama Guru 7 7 -

7 Dapur Umum 1 1 -

8 Ruang Koperasi &

Kantin

2 2 -

9 Perpustakaan 1 1 -

10 Lab. Komputer 3 3 -

35Profil MTs Putri NW Narmada, Observasi Tanggal 11 April 2017.

4. Data Pendidik & Kependidikan MTs Putri NW Narmada Table 2.2 Data pendidik MTs Putri NW Narmada36

No Nama Mata Pelajaran

1 H. Hasanain Djuaini, Lc., MH. Thausiyah 2 H. Khairi Habibullah, S.Ag Thausiyah

3 Suriani, S.Pd. Fisika

4 Hj. Tahiyah, S.Pd.I. Fiqh

5 Dra. Hj. Husniah Qur'an Hadits

6 Imam Suhadi, S.Pd. Matematika

7 Baharudin, SE., S.Pd. IPS

8 Rianto, S.Ag. Fiqh

9 Husnain, S.Ag Fiqh

10 Hj. Fatimatuzzahrah, S.Pd.I. Bahasa Arab

11 Munisah, S.Pd.I. Bahasa Arab

12 Hindun, S.Pd Bahasa Indonesia

13 M. Ikhtiar, S. Fil. I. Durusullughah

14 Budi Hartini, S.Pd.I. Matematika

15 Titien Rositayati, S.Pd. Bahasa Inggris

16 Surendra, S.Pd.I Tikom

17 Ani Anggraini Wati, S.Pd.I Matematika

18 Siti Hadijah, S. Pd. Biologi

19 Sri Mariyani, S.Pd. Bahasa Indonesia

20 Hamdani, S.Pd.I Aqidah Akhlaq

21 Iin Wasita Rosmadayanti, S.Pd.I SKI

22 Sumahayani, S.Pd. Bahasa Inggris

23 M. Juwaini Hasanullah Mahfuzhat Durusullughah

24 H. Muhajir, S.Ip Bahasa Arab

36Dokumentasi , profil MTs Putri NW Narmada pada tanggal 20 April 2017.

Durusullughah 25 Ika Ratna Dewi, S.Pd. Biologi

26 Mardiana (Gerung) Biologi

27 Khalifaturrahmi Conversation/Muhadats

ah

28 Baiq Mariana Utami, S.Pd. Muthalaah

29 Mantilina Ervina, S.Com.I Conversation/Muhadats ah

30 Heri Sahabudin, S.Pd Fisika

31 Budi Chairi Sedipati, S.Pd Biologi Khat

32 Yanti Idayanti, S.Pd Bahasa Indonesia

33 Nahdhatul Khair Nahwu

34 Nurul Wajhah Reading

35 Muthia Rahmatin KWN

36 Hamidaturrasyidah Tajwid

37 Raudhatul Aini Mahfuzhat

38 Rohmiatil Muthmainnah Conversation/Muhadats ah

39 Aluh Zahraini, A.Ma Qur'an Hadits SKI

40 Islahuddin Insya'

41 Sri Mardiana, S.Pd Matematika

42 Sartina Fatmi Sharaf

43 Bq. Lina Budiarti KWN

44 Ulul Azmi Sharaf

45 Yulia Sudarmi KWN

46 Irayani KWN

47 Titin Nuzrawati Reading

48 Khairul Anwar Tikom

49 Supaeniwati, S.Pd.I Qur'an Hadits Aqidah Akhlaq 50 Rohimah Muliani Istiqomah Tajwid

51 Haeratul Insaniah IPS

52 Ridwan Sahid Azhari Tikom

53 Haerunil Ain, S.Pd.I Aqidah Akhlaq

54 Nurul Faizah, S.Pd. Reading

Bahasa Inggris

55 Husnul Amin Mahfuzhat

56 Hilyana Zilfit Durusullughah

Bahasa Arab

57 Mia Nur Shabrina KWN

58 Lili Fatmawati Nahwu

59 Pasah Niwati Bahasa Indonesia

IPS

60 Bq. Zahratul Hasanah KWN

61 Beny Putra Durusullughah

Mahfuzhat

62 Ahmad Hendry Hidayat Muthalaah

63 Hayatul Faniah Imla'

64 Omi Try Aryani IPS

Muthalaah

65 Yinda Safitri

IPS Tajwid Muthalaah

5. Data Siswa MTs Putri NW Narmada

Table 2.3 Data Siswa MTs Putri NW Narmada37

NO TAHUN

PELAJARAN

Kls VII Kls VIII Kls IX JUMLAH

P P P P

1 1996/1997 43 18 34 95

2 1997/1998 50 42 18 110

3 1998/1999 71 48 42 161

4 1999/2000 50 70 47 167

5 2000/2001 91 58 53 202

6 2001/2002 93 89 54 238

7 2002/2003 95 76 83 254

8 2003/2004 84 45 64 193

9 2004/2005 89 78 43 210

10 2005/2006 75 60 42 177

11 2006/2007 61 56 58 175

12 2007/2008 110 75 60 245

13 2008/2009 114 105 55 274

14 2009/2010 129 88 98 315

15 2010/2011 116 100 94 310

16 2011/2012 141 94 97 332

17 2012/2013 184 115 91 390

18 2013/2014 163 172 115 450

19 2014/2015 225 169 162 556

20 2015/2016 293 141 112 546

21 2016/2017 283 243 206 732

37Dokumentasi data, pada tanggal 22 April 2017.

B. Proses Perencanaan Penerapan Multimedia pada Bidang Studi Aqidah Akhlak Kelas VII MTs Putri NW Narmada

Berdasarkan hasil observasi dan wawancara penerapan pembelajaran dengan memanfaatkan multimedia di MTs Putri NW Narmada dilakukan di dalam kelas dan di laboratorium komputer berikut ini akan dijelaskan paparan data mengenai kedua proses pembelajaran tersebut.

1. Perencanaan Penerapan Multimedia di Kelas

Pada penerapan multimedia di dalam kelas, guru bidang studi melakukan perencanaan yang baik agar pembelajaran yang dilakukan memiliki hasil yang baik. Berikut ini hasil wawancara dan observasi dengan guru bidang studi terkait perencanaan-perencanaan yang dilakukan sebelum melaksanakan pembelajaran.

Ustadzah Supeni Wati mengatakan bahwa:

“Terlebih dahulu saya menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Untuk Pokok bahasan pada RPP yang disusun adalah pokok bahasan Taat dan Ikhlas.”38

Hal tersebut dapat dilihat melalui proses pelaksanaan pembelajaran yang diterapkan sesuai dengan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran yang telah disusun, berdasarkan pokok bahasan Taat dan Ikhlas. Adapun proses pelaksanaannya dalam pembelajaran adalah sebagai berikut:

Langkah pertama yang dilakukan adalah guru membangkitkan motivasi siswa dengan cara merangsang rasa ingin tahu siswa, sesuai

38Wawancara, Guru Bidang Studi Aqidah Akhlak pada tanggal 20 Mei 2017.

dengan indikator yang telah dirumuskan dalam RPP. Selanjutnya guru menyampaikan materi tentang Taat dan Ikhlas. Kemudian untuk penyampaian materi guru menerapkan metode ceramah dan diskusi. Adapun sumber belajar yang digunakan adalah Al-Qur’an dan Hadis, Kementrian Agama Republik Indonesia, Aqidah Akhlak Madrasah Tsanawiyah VII.

Dari keempat poin di atas di laksanakan sesuai dengan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran yang telah disusun oleh guru bidang studi.39 2. Perencanaan Penerapan Multimedia di Laboratorium Komputer

Pada penerapan multimedia di laboratorium komputer, guru bidang studi membutuhkan perencanaan yang baik dan kolaborasi dengan penanggung jawab laboratorium komputer dan penanggung jawab multimedia. Oleh sebab itu, pada bagian ini, peneliti mengambil data melalui wawancara dan observasi terhadap guru bidang studi, penanggung jawab laboratorium komputer, dan penanggung jawab multimedia.

Langkah pertama guru bidang studi menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Pokok bahasan pada RPP yang disusun oleh guru bidang studi adalah pokok bahasan Sifat-Sifat Wajib dan Mustahil Bagi Allah.

Ustadzah Supeni Wati menjelaskan bahwa:

“Untuk materi yang dijelaskan adalah Sifat-Sifat Wajib dan Mustahil bagi Allah, karena bahasan tersebut membutuhkan penjelasan yang lebih komplek, dan harus disertai dengan contoh-contoh perilaku yang mengimani Sifat-Sifat Wajib dan Mustahil bagi Allah, sehingga

39Observasi, Guru Bidang Studi Aqidah Akhlak pada tanggal 21 Mei 2017.

dibutuhkan media-media pelengkap seperti komputer, jaringan internet, LCD, dan speaker.”40

Selanjutnya guru bekerjasama dengan penanggung jawab multimedia dan laboratorium komputer dalam penggunaan multimedia.

Ustazah Supeni Wati mengatakan bahwa:

“setelah merancang RPP guru dan penanggung jawab multimedia mengolah bahan ajar tersebut menjadi sebuah tampilan yang menarik dalam bentuk power point, dengan didukung oleh gambar, video dan bahan animasi lainnya agar siswa lebih tertarik dengan materi yang akan dipelajari serta diberikan latihan-latihan sesuai dengan kaidah-kaidah evaluasi kemajuan siswa MTs Putri NW Narmada.”41

Sebagai bentuk kerjasama dengan guru-guru yang membutuhkan penggunaan multimedia dan laboratorium komputer, berikut ini perencanaan-perencanaan yang dilakukan oleh penanggung jawab multimedia dan laboratorium komputer.

1. Mengadakan pelatihan komputerisasi setiap satu bulan sekali.

2. Mengadakan pelatihan penggunaan alat-alat multimedia setiap satu minggu sekali dalam rangka memasuki tahun pelajaran yang baru.

3. Membantu guru-guru yang menggunakan multimedia dan laboratorium komputer dalam proses pembelajaran.

4. Menyiapkan perangkat-perangkat yang berkenaan dengan penerapan multimedia yang dibutuhkan oleh guru-guruu bidang studi seperti komputer, jaringan internet, LCD dan lain-lain yang mendukung penerapan multimedia.42

40Wawancara, Guru Bidang Studi Aqidah Akhlak pada tanggal 20 Mei 2017.

41 Supeni Wati(guru bidang studi Aqidah Akhlak), wawancara pada tangal 20 Mei 2017.

42Observasi, MTs Putri NW Narmada pada tanggal 21 Mei 2017.

Selain persiapan di atas, sebagai bentuk tanggung jawab dari tim Multimedia dan lab komputer, Ustad Rusbianto (salah satu anggota tim Nurul Haramain Computer Center) menuturkan bahwa:

“memasukkan materi-materi dalam bentuk soft file ke dalam (Digital Library) adalah bentuk kerja sama kami dengan guru-guru sebelum menerapan multimedia hal tersebut bertujuan agar siswa dapat mencari bahan belajar yang ditentukan hari itu. Untuk mengantisifasi terjadi nya hambatan-hambatan dalam penerapan multimedia guru bidang studi menyiapkan beberapa media gambar atau poster untuk mengganti penerapan multimedia yang terhambat. Karena beberapa waktu lalu terjadi konslet listrik, sehingga siswa harus menunda pembelajaran, kami pun selaku penanggung jawab multimedia dan para guru sekaligus didukung oleh kepala sekolah membuat kesepakatan untuk membuat media alternatif.”43

Selanjutnya guru bersama penanggung jawab multimedia menyiapkan media-media yang dibutuhkan. Terdapat beberapa persiapan yang dilakukan guru dan penanggung jawab multimedia dan laboratorium komputer, yaitu mempersiapkan mater-materi yang akan diajarkan, mempersiapkan perangkat-perangkat yang dibutuhkan dan memastikannya dapat digunakan saat pembelajaran berlangsung.

Selain itu Ustadz Surendra mengungkapkan bahwa:

“bentuk-bentuk perencanaan yang dilakukan di MTs Putri NW Narmada selain pelatihan komputerisasi adalah membuat perpustakaan digital (digital library) untuk memudahkan siswa mengakses informasi mengenai materi yang dibutuhkan. Hal yang paling penting adalah sebelum multimedia diterapkan oleh guru, diadakannya pengecekan, baik itu berupa pengecekan listrik, komputer, dan perangkat-perangkat multimedia lainnya. Selain itu

43 Rusbianto(Tim Nurul Haramain Computer Center), wawancara pada tanggal 20 Mei 2017.

diadakan uji coba, tujuannya untuk meminimalisir hambatan- hambatan yang akan terjadi nantinya.”44

B. Proses Pelaksanaan Penerapan Multimedia pada Bidang Studi Aqidah Akhlak Kelas VII MTs Putri NW Narmada

1. Proses Pelaksanaan Penerapan Multimedia di Kelas

Proses yang terjadi pada penerapan multimedia di dalam kelas adalah sebagai berikut.

Adapun proses penerapan multimedia di kelas sudah sesuai dengan perancanaan yang telah disusun oleh guru, sebagai berikut:

a. Guru menjelaskan materi Taat dan Ikhlas menggunakan power point dengan alat bantu laptop dan LCD.

b. Guru membagi siswa menjadi beberapa kelompok kecil yang terdiri dari 4 sampai 5 orang.

c. Guru membagikan lembar diskusi sesuai dengan sub materi yang diberikaan kepada masing-masing kelompok. Pada bagian ini, guru memeberikan lembar diskusi yang berbeda-beda kepada setiap kelompok.

d. Guru mengintruksikan kepada masing-masing kelompok untuk berdiskusi menyelesaikan lembar diskusi yang telah diberikan.

e. Guru dan siswa membahas hasil diskusi masing-masing kelompok bersama-sama untuk mendapatkan pemahaman yang menyeluruh.

f. Guru dan siswa menyimpulkan bersama materi pembelajaran.

44Surendra (penanggung jawab multimedia), wawancara pada tangal 20 Mei 2017.

2. Proses Pelaksanaan Penerapan Multimedia di Laboratorium Komputer Proses pelaksanaan pembelajar dengan menggunakan multimedia di dalam laboratorium multimedia adalah sebagai berikut. Proses pelaksnaan di awalai dengan kerjasama antara guru bidang studi dengan penanggung jawab multimedian dan laboratorium komputer untuk memasukkan materi pembelajaran dalam bentuk soft file ke dalam Digital Library yang telah disiapkan penanggung jawab multimedia dan laboratorium komputer untuk kemudahan para siswa mencari materi-materi pembelajarannya.45

Proses selanjutnya yang terjadi di dalam laboratorium komputer adalah siswa diberikan fasilitas komputer untuk masing-masing siswa.

Setiap komputer telah memiliki nomor dan kode tertentu sehingga pemakaiannya dapat dikontrol langsung oleh guru bidang studi Aqidah Akhlak atau penanggung jawab multimedia dan laboratorium komputer.

Pada tahap ini, penanggung jawab multimedia dan laboratorium komputer bertanggung jawab atas kelancaran penggunaan perangkat-perangkat yang digunakan guru dan siswa di dalam ruang laboratorium komputer. Hal lain yang selalu dilakukan oleh penanggung jawab multimedia dan aboratorium komputer adalah memastikan bahwa siswa telah membaca tata tertib bagi pengunjung baloratorium komputer yang sudah disiapkan di masing-masing komputer. Hal ini bertujuan agar siswa tidak menyalahgunakan fasilitas laboratorium dan perangkat-perangkat yang ada.46 Berikut ini keterangan

45Observasi, Guru bidang studi Aqidah Akhlak tanggal 20 Mei 2017.

46Observasi, tanggal 20 Mei 2017.

dari Ustadz Surendra mengenai proses pelaksanaan pembelajarn di dalam laboratorium komputer.

“Ketika proses pembelajaran yang menerapkan multimedia tidak selalu berjalan sesuai dengan harapan guru, seperti contoh ketika guru mengintruksikan mencari informasi yang berkaitan dengan materi pembelajaran, dari beberapa siswa yang mengikuti pembelajaran tersebut mencari hal-hal yang lain, contohnya bermain facebook, mencari video, film, lagu, gambar dan lain-lain.”47

Tata terlib yang berlaku bagi setiap pengunjung laboratorium komputer adalah sebagai berikut:

Dibacakan sebelum pembelajaran dimulai:

a. Pengunjung laboratorium harus duduk sesuai dengan sesuai dengan urutan absen kelas.

b. Pengunjung laboratorium tidak diperkenankan membawa makanan, minuman.

c. Pengunjung laboratorium bertanggung jawab atas kerapian dan kebersihan laboratorium.

d. Pengunjung tidak diperkenankan untuk mencari informasi selain informasi yang berkenaan dengan pembelajaran.

e. Apabila siswa ditemukan melanggar peraturan, maka akan dikenakan sanksi seperti berikut:

1) Membersihkan laboratorium selama seminggu.

2) Tidak diperkenankan masuk laboratorium selam 3 hari.

3) Tidak diberikan fasilitas berupa computer ataupun laptot selama 3 hari.

4) Membantu staf-staf laboratorium selama seminggu.

Dibacakan sebelum pembelajaran berakhir

a. Matikan komputer sesuai prosedur jika komputer telah selesai digunakan.

b. Rapikan kembali kursi, keyboard dan mouse serapi mungkin jika pembelajaran telah berakhir.

c. Dilarang membawa peralatan laboratorium komputer berupa apapun tanpa seizin pengurus laboratorium komputer.

47Surendra Rahman (Penanggung jawab Multimedia), wawancara pada tangal 21 Mei 2017.

NB: Tata tertib tesebut berlaku untuk setiap pengunjung laboratorium pengunjung komputer baik dijam formal/non formal.48

Berkaitan dengan tata tertib yang berlaku di laboratorium, Lili Fatmawati selaku siswa kelas VII MTs menambahkan bahwa:

“dengan adanya tata tertib yang ada, meminimalisir adanya penyalah gunaan fasilitas internet, karena sebelumnya sering ditemukan siswa tidak mencari informasi seputar pembelajaran, melainkan membuka facebook, mencari video yang tidak sesuai dengan materi pembelajaran, dan lain sebagainya.”49

Proses selanjutnya adalah pelaksanaan kegiatan-kegiatan pembelajaran yang telah disusun di dalam RPP. Berikut ini pemaparannnya:

a. Guru memberikan penjelasan terkait materi yang akan dipelajari dan tentang proses pembelajaran yang akan dilakukan. Untuk menarik minat siswa, guru bidang studi menampilkan gambar dengan power point dan meminta siswa memutar video pembelajaran yang sudah guru siapkan dan bisa diunduh dari komputer masing-masing melalui jaringan internet (youtube). Tujuannya agar dapat meningatkan daya serap siswa terhadap materi yang diajarkan, meningkatkan keaktifan siswa, meningkatkan kemampuan siswa mengaplikasikan perangkat teknologi informasi, serta meningkatkan kemampuan belajar mandiri siswa sehingga siswa lebih cepat memahami pelajaran dan tidak terkesan membosankan di dalam kelas.

b. Guru mengintruksikan siswa untuk mencari informasi terkait dengan pembelajaran baik berupa video gambar dan informasi penting sekaligus

48Dokumentasi Data, MTs Putri NW Narmada tanggal 21 Mei 2017.

49 Lili Fatmawati (ketua bagian pendidikan dan pengajaran Organisasi Santriwati Nurul Haramain Putri NW Narmada), wawancara pada tanggal 21 Mei 2017.

jawaban dari soal-soal latihan yang diberikan oleh guru. Dan menginformasikan siswa nama situs-situs yang dijadikan refrensi pada pokok bahasan Sifat Wajib dan Mustahil bagi Allah. Sehingga meningkatkan pemahaman siswa dalam memahami materi serta meningkatkan daya ingat siswa karena mencari sendiri informasi yang dibutuhkan.

c. Guru memberikan waktu beberapa menit mencari jawaban dari soal latihan tersebut untuk membuktikan sejauh mana pemahaman siswa selanjutnya siswa ditunjuk secara acak oleh guru untuk menjawab soal- soal tersebut dengan jawaban yang mereka peroleh dari jaringan internet.

d. Guru dan siswa menyimpulkan bersama pembelajaran pada hari itu.50 Untuk lebih maksimal dalam menggunakan fasilitas penanggung jawab multimedia dengan guru bidang studi Aqidah Akhlak berada dalam satu ruangan untuk mengontrol proses pembelajaran khususnya penanggung jawab multimedia karena perangkat yang digunakan tidak dapat diprediksi permasalahan-permasalahan yang akan terjadi. Contohnya adanya kesalahan dalam internet yang tidak lancar, listrik yang mati, konslet dan sebagainya, sehingga dipandang sangat perlu sebuah pengawasan yang inten dari kedua belah pihak.51

Terkait pengontrolan proses penerapan multimedia Ustadz Surendra menyatakan bahwa:

50Observasi, Guru bidang studi Aqidah Akhlak pada tanggal 20 Mei 2017.

51Observasi, MTs Putri NW Narmada pada tanggal 20 Mei 2017

“Dari kami Tim NHCC(Nurul Haramain Computer Center) membagi tugas untuk pengontrolan penerapan multimedia Tujuannya adalah untuk memaksimalkan penerapan media tersebut. Karena penerapan multimedia berbeda dengan penerapan media-media yang hanya menggunakan alat bantu yang biasa, berbeda dengan penerapan multimedia yang membutuhkan persiapan yang ekstra baik dari perangkat yang digunakan maupun materi yang akan disampaaikaan.

Jadi untuk memaksimalkan penerapan multimedia membutuhkan kerja sama yang maksimal pula.”52

C. Proses Evaluasi Penerapan Multimedia pada Bidang Studi Aqidah Akhlak Kelas VII MTs Putri NW Narmada

Evaluasi merupakan proses yang sangat penting dalam kegiatan pendidikan formal, baik bagi peserta didik, guru, maupun sekolah. Bagi guru evaluasi dapat menentukan efektifitas kinerjanya selama proses pembelajaran.

sekaligus dapat mengetahui para peserta didik yang sudah dan yang belum menguasai bahan pembelajaran. Tepat atau tidaknya materi pembelajaran yang disampaikan, dan metode yang digunakan.

Bagi peserta didik dapat mengetahui sejauh mana telah berhasil mengikuti pelajaran yang diberikan oleh guru, apakah memuaskan atau tidak memuaskan. Bagi sekolah, dapat mengetahui apakah kondisi belajar yang diciptakan oleh sekolah sudah sesuai dengan harapan atau belum, dan apakah yang dilakukan oleh sekolah sudah memenuhi standar atau belum.

Hal tersebut juga yang disampaikan oleh Ustadzah Supeni Wati bahwa:

“Adanya kegiatan evaluasi merupakan salah satu hal yang paling pokok dalam proses belajar mengajar. Menurut saya pribadi, evaluasi memiliki kegunaan dan manfaat bagi semua pihak yang berkepentingan dalam proses pendidikan, terutama peserta didik, guru, sekolah, dan masyarakat.

Evaluasi memiliki kedudukan yang integratif dengan pendidikan sejak

52Wawancara, Penanggung jawab e-learning pada tanggal 20 Mei 2017

sebelum memasuki proses pendidikan, selama proses pendidikan, dan sesudah satu tahap proses pendidikan. Pentingnya evaluasi dalam pendidikan hendaknya menyadarkan guru-guru di madrasah ini bahwa ternyata masih ada beberapa masalah yang perlu ditangani secara serius dalam evaluasi pembelajaran ”53

Dari hasil wawancara dan observasi peneliti mendapat informasi bahwa bentuk evaluasi yang dilakukan dalam penerapan multimedia di dalam kelas dan di laboratorium komputer pada bidang studi Aqidah Akhlakh sebagai berikut:

1. Guru menyusun alat penilaian yang sesuai dengan tujuan pembelajaran untuk mencapai kompetensi tertentu seperti yang tertulis dalam RPP.

2. Guru melaksanakan penilaian dengan berbagai teknik dan jenis penilaian, selain penilain formal yang dilaksanakan sekolah, dan mengumumkan hasil serta implikasinya kepada peserta didik, tentang tingkat pemahaman terhadap materi pembelajaran yang telah dan akan dipelajari.

3. Dari pihak sekolah diadakan ujian berbasis komputer, program yang digunakan adalah Microsoft Acces. Untuk hasil ujian siswi dapat dikirim melalui email masing-masing guru bidang studi.

Sesuai dengan pendapat Ustadz Rusbianto selaku anggota NHCC mengatakan bahwa:

“Selain panitia ujian, kami juga selaku penanggung jawab multimedia berperan penting, karena jawaban siswi dikumpulkan menurut maisng- maisng kelas, selanjutnya akan diberikan kepada masing-masing guru untuk diolah nilainya baru kemudian diberikan kepada masing-masing wali kelas. Hal tersebut sangat membantu wali kelas untuk pembuatan rapor akhir siswi, apabila terjadi kesalahan dalam hal tersebut, kami penanggung jawab, melakukan kesepakatan untuk berkumpul bersama

53Supeni Wati Guru Bidang Studi Aqidah Akhlak, wawancara pada tanggal 21 Mei 2017.

masing-masing guru bidang studi dan wali kelas untuk diperiksa ulang.”54

54Rusbianto anggota Nurul Haramain computer center, wawancara pada tanggal 20 Mei 2017.

47 Akhlak Kelas VII MTs Putri NW Narmada

Teknologi Informasi (TI) telah mengubah paradigma kehidupan manusia.

Hampir seluruh aspek kehidupan serta aktivitas manusia dipengaruhi oleh peran serta TI untuk mendukungnya multimedia sebagai suatu inovasi pembelajaran serta alternatif solusi bagi perkembangan kebutuhan belajar pendidikan dan tenaga kependidikan, pendidikan nonformal. Dan inovasi sistem pembelajaran tak akan pernah berhenti karena berbagai kebutuhan manusia untuk belajar semakin meningkat.

Teknologi pembelajaran adalah proses yang kompleks dan terpadu yang melibatkan orang, prosedur, ide, peralatan, dan organisasi, untuk menganalisis masalah, mencari cara pemecahan, melaksanakan, mengevaluasi dan mengelola pemecahan masalah-masalah dalam situasi di mana kegiatan belajar itu mempunyai tujuan dan terkontrol.

Prestasi belajar siswa di sekolah sering diindikasikan dengan permasalahan belajar dari siswa tersebut dalam memahami materi. Indikasi tersebut dimungkinkan karena faktor belajar siswa yang kurang mampu efektif, bahkan siswa sendiri tidak merasa termotivasi di dalam mengikuti pembelajaran di kelas. Akibatnya siswa kurang atau bahkaan tidak memahami materi yang bersifat sukar, yang diberikan oleh guru tersebut. Maka dari itu peran media sangat dibutuhkan selain metode.

Dalam kegiatan interaksi antara siswa dan lingkungan fungsi media dapat diketahui berdasarkan adanya kelebihan media dan hambatan yang mungkin timbul dalam proses pembelajaran. Ada tiga kelebihan kemampuan media, yang pertama disebut kemampuan fiksatif, kemampuan tersebut dapat menangkap, menyimpan dan menampilkan kembali suatu objek atau kejadian.

Objek dan atau kejadian dapat digamr, di potret, direkam, difilmkan kemudian dapat disimpan. Selanjutnya yang kedua, yakni kemampuan manipulatif, artinya media dapat menampilkan kembali obyek atau kejadian dengan berbagai macam perubahan (manipulasi) sesuai perluan. Kemudian yang ketiga kemapuan ditributif, artinya media mampu menjangkau audiens yang besar jumlahnya dalam satu kali penyajian secara serempak.

Adapun hambatan-hambatan sebagai berikut

Pertama: verbalisme artinya siswa dapat menyebutkan kata tetapi tidak mengetahui artinya.

Kedua: salah tafsir, artinya dengan istilah atau kata yang sama diartikan berbeda oleh siswa.

Ketiga : perhatian tidak berpusat hambatan tersebut dapat terjadi karena beberapaa hal, antara lain gangguan fisik

Keempat :tidak terjadi pemahaman, artinya kurang memiliki kebermaknaan logis dan psikologis.52

Penjelasan di atas dapat kita jadikan sebuah informsi untuk lebih maksimal dalam menggunakan media pembelajaran. Dan meminimalisir hambatan-hambatan yang terjadi.

52Daryanto, Media Pembelaajaran, h. 9.

Dokumen terkait