Oleh
RIFKIN NISA MAKHFUDZOH NIM. 15.1.13.1.1.56
JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI) FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN (FITK)
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN)MATARAM 2017
Skripsi Diajukan kepada
Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram
Untuk Melengkapi Persyaratan Mencapai Gelar Sarjana Pendidikan Islam
Oleh
RIFKIN NISA MAKHFUDZOH NIM. 15.1.13.1.1.56
JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI) FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN (FITK)
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN) MATARAM 2017
vii
“Bacalahdengan (menyebut) namaTuhanmu yang Menciptakan, Diatelahmenciptakanmanusiadarisegumpaldarah.
Bacalah, danTuhanmulah yang Mahapemurah, Yang mengajar (manusia) denganperantarankalam, Diamengajarkepadamanusiaapa yang tidakdiketahuinya”
viii
do’a yang selalu di panjatkan. Maafatassemuakesalahan yang pernahdilakukan
Ustadzah Budi Hartini, S. Pd. danHusdianiNingsih, M. Pd.
semogadiberikankesehatandanselaludalamlindungan Allah SWT
Sahabat-sahabatku seperjuanganNilaKarmila,MirnaWati dan semua teman- teman kelas D yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu. Semoga kita semua selalu dalam Lindungan Yang Maha Kuasa. Aamiin.
Untuk Almamaterku yang tercinta UIN Mataram.
KATA PENGANTAR
ix telahmengajarkanmanusiatentangartikebijakan.
Denganterselesaikannyaskripsiini, penulismenyampaikan rasa terimakasih
yang takterhinggakepadasemuapihak yang
telahmembantumembimbingdandalammenyelesaikanskripsiini.
Penulistujukankepada yang terhormat :
1. Dr. H. Nashuddin, M.PdselakupembimbingpertamadanBapak Dr. Abdul
Quddus, MA.selakupembimbingkedua yang
telahbanyakmeluangkanwaktunyauntukmemberikanarahansertabimbingankep ada penulisdalammenyelsaikanskripsiini.
2. KetuaJurusanbapak Dr. H. Maimun, M.Pd.danbapak M. Taisir, M. Ag.
3. Dosen PAI yang tidakbisapenulissebutkansatupersatu.
Terimakasihtelahbegitubanyakmenyalurkanilmunyakepadapenulisselamameng eyamilmu di UINMataram
Penulismenyadaribegitubanyakkekurangandalampenulisanskripsiini,
untukitukritikdan saran yang
sifatnyakonstruktifsangatpenulisharapkanbagikemajuandimasamendatang.Akhirn ya, semoga skripsi ini bisa menambah keilmuan bagi penulis khususnya dan pembaca pada umumnya.
Mataram, 2017 Penulis
x
HALAMAN JUDUL ... ii
HALAMAN PERSETUJUAN ... iii
HALAMAN NOTA DINAS... iv
PERNYATAAN KEASLIAN... v
HALAMAN PENGESAHAN... vi
HALAMAN MOTTO ... vii
HALAMAN PERSEMBAHAN ... viii
KATA PENGANTAR ... ix
DAFTAR ISI... x
DAFTAR TABEL ... xi
DAFTAR LAMPIRAN ... xii
ABSTRAK ... xiii
BAB I PENDAHULUAN A. KonteksPenelitian... 1
B. FokusPenelitian ... 5
C. Tujuan Dan Manfaat ... 5
1. Tujuan Penelitian ... 5
2. Manfaat Penelitian ... 6
D. RuangLingkup Dan SettingPenelitian ... 7
1. Ruang Lingkup Penelitian ... 7
2. Setting Penelitian ... 7
xi
a. Pengertian Media ... 9
b. Macam-Macam Media Pembelajaran ... 11
c. Karakteristik Media Pembelajaran ... 12
d. Fungsi Media Pembelajaran ... 13
e. Manfaat Media Pembelaaran... 14
2. PembelajaranMultimedia ... 16
a. Pengertian Multimedia ... 16
b. Jenis-Jenis Multimedia... 17
c. Prinsip-Prinsip Multimedia ... 18
3. PembelajaranAqidahAkhlak ... 18
G. Metode Penelitian ... 20
1. JenisPenelitian ... 20
2. SubyekPenelitian ... 21
3. ProsedurPengumpulan Data... 21
4. TeknikAnalisis Data ... 23
5. Validitas Data ... 24
H. Sistematika Penelitian ... 27
BAB II PAPARAN DATA DAN TEMUAN A. Gambaran Umum MTs Putri NW Narmada ... 29
1. LetakdanKeadaanGeografis MTs Putri NW Narmada... 29
xii
Narmada ... 31
5. Data Siswi MTs Putri NW Narmada ... 34
B. Proses PerencanaanPembelajaranMultitmediapadaBidangstudi AqidahAhlakkelas VII MTs Putri NW Narmada ... 35
C. Proses PelaksanaanPembelajaranMultimedia padabidangstudi AqidahAkhlakSiswikelas VII MTsPutri NW Narmada ... 39
D. Proses EvaluasPembelajaran Multimedia padabidangstudi AqidahKelas VII MTs Putri NW Narmada... 44
BAB III PEMBAHASAN A. Proses PerencanaanPembelajaranMultitmediapadaBidangstudi AqidahAhlakkelas VII MTs Putri NW Narmada ... 47
B. Proses pelaksanaanPembelajaranMultimedia padabidangstudi AqidahAkhlakkelas VII MTs Putri NW Narmada ... 50
C. Proses EvaluasPembelajaran Multimedia padabidangstudi AqidahKelas VII MTs Putri NW Narmada... 52
BAB IV PENUTUP A. Kesimpulan... 56
B. Saran... 57
DAFTAR PUSTAKA ... 58
LAMPIRAN... 60
xiii
Tabel 2 Data PendidikdanTenagaKependidikan MTs Putri NW Narmada, 31.
Tabel3 Data siswi MTs Putri NW Narmada, 34.
DAFTAR LAMPIRAN
xiv
xv
Penelitianinibertujuanuntukmengetahuipenerapan multimediadalampembelajaranAqidahAkhlak.
Latarbelakangdalampenelitianiniadalahterkaitdenganperanteknologi yang sudahsangatmajudenganadanya multimedia menciptakansebuah media pembelajaran yang kompleks. Metode penelitian yang dilakukan adalah metode observasi, metode wawancara dan metode dokumentasi.
Hasilpenelitianinimenunjukkanbahwa :penerapan multimedia dalampembelajaranAqidahAkhlak di MTs Putri NW Narmada dilakukan di kelasdanlaboratoriumkomputer. Hal inidilakukan demi tercapainyatujuanpembelajaransecaramaksimal.
Kata Kunci:PenerapanMultimedia, Pembelajaran, AqidahAkhlak.
1 A. Konteks Penelitian
Perkembangan teknologi membawa perubahan besar dalam semua aspek kehidupan manusia. Pada kenyataanya, perubahan teknologi dari masa ke masa berjalan sangat cepat sehingga cepat pula pengaruhnya terhadap kehidupan.1 Tidak sedikit masyarakat yang berpandangan bahwa sekarang adalah zamannya teknologi, sehingga seseorang yang tidak mengikuti arusnya akan dikatakan ketinggalan zaman.
Kehadiran teknologi yang mempengaruhi seluruh aspek kehidupan juga tidak memberikan pilihan lain bagi dunia pendidikan selain turut serta dalam memanfaatkannya agar tidak tertinggal oleh zaman. Pendidikan perlu mengantisipasi dampak global yang membawa masyarakat berbasis pengetahuan dan teknologi yang sangat berperan sebagai penggerak utama perubahan.2Dengan demikian pendidikan harus relevan dengan perkembangan teknologi agar tujuan pendidikan dapat tercapai secara maksimal.
Beberapa tahun belakangan ini perkembangan teknologi turut serta dalam kemajuan pendidikan. Kemajuan teknologi memberikan banyak dampak bagi dunia pendidikan. Perangkat-perangkat teknologi seperti komputer dan jaringan internet seperti menjadi primadona dalam membantu tercapainya
1Nana Sudjana & Ahmad Rivai, Teknologi Pengajaran, (Jakarta: Sinar Baru Algensindo, 2003), h. 24.
2Suharsimi Arikunto & Lia Yuliana, Manejemen Pendidikan, (Yogyakarta: Aditya Media bekerja sama dengan FIP UNY, 2009), h. 164.
tujuan pendidikan. Produk-produk teknologi senantiasa mengiringi seluruh proses pembelajaran, baik proses perencanaan pembelajaran, proses pelaksanaan pembelajaran, atau proses evaluasi pembelajaran.
Kehadiran teknologi sangat berpengaruh terutama pada proses pelaksanaan pembelajaran. Perkembangannya telah menjanjikan potensi besar dalam merubah cara seseorang untuk belajar, memperoleh informasi, menyesuaikan informasi, dan lain sebagainya. Kehadirannya juga menyediakan peluang bagi guru untuk membangkitkan teknik pembelajaran sehingga mendapatkan hasil yang maksimal.3 Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi semakin mendorong upaya-upaya pembaharuan dalam pemanfaatan hasil-hasil teknologi dalam proses pembelajaran. Dengan demikian, guru dituntut agar mampu menggunakan produk-produk teknologi yang disiapkan sekolah sebagai media pembelajaran.4
Pemanfaatan media pembelajaran sangat penting dalam mewujudkan pembelajaran yang berkualitas. Pembelajaran sama dengan proses komunikasi dengan pesan atau informasi berupa pengetahuan, ilmu, keahlian, ide, pengalaman, sejarah, dan sebagainya. Tercapainya pesan yang disampaikan oleh guru terhadap siswa sangat tergantung pada media penyampai pesan.
Media merupakan salah satu komponen pembelajaran yang tidak dapat diabaikan. Jika media pembelajaran yang dipilih efektif maka siswa dapat menerima pesan yang disampaikan guru dengan baik.
3 Fuadi Aziz, Pengaruh Multimedia Berbasis Komputer sebagai Upaya Meningkatkan Motivasi Belajar PAI Siswa Kelas IX D SMPN 2 Temon Kulon Progo, (Yogyakarta: Skripsi UIN Sunan Kalijaga, 2009) h. 16.
4Azhar Arsyad, Media Pembelajaran, (Jakarta: PT. RajaGrafindo Persada, 2016), h. 2.
Guru memegang peranan yang penting dalam memilih dan memanfaatkan produk-produk teknologi sebagai media penyampai pesan.
Pertimbangan pertama yang harus dipikirkan adalah daya serap setiap siswa terhadap materi yang disampaikan guru. Sebuah penelitian menemukan bahwa daya serap seseorang melalui pengelihatan 83% lebih besar dari pada 11%
melalui pendengaran, sedangkan daya ingat seseorang sebesar 50% dari pengelihatan dan 20% dari pendengaran.5 Berdasarkan pertimbangan tersebut, guru dapat mengombinasikan berbagai jenis media yang melibatkan visualisasi, audio, dan kinestetik untuk menyampaikan materi agar pesan dapat diserap oleh siswa.
Penggabungan beberapa media atau penerapan multimedia yang dilakukan oleh guru secara umum akan menciptakan proses pembelajaran yang lebih interaktif, efektif, dan berkualitas.6 Penggunaan multimedia mampu membuat proses belajar mengajar menjadi lebih menarik dan praktis. Kesulitan guru dalam menyampaikan materi sedikit banyak menjadi berkurang dengan kehadiran multimedia sebagai perantara. Kerumitan bahan ajar juga dapat disederhanakan. Dengan demikian siswa lebih mudah memahami materi yang disampaikan.
Demi tercapainya pemahaman siswa yang baik dan menyeluruh, guru atau sekolah sebaiknya sudah mulai memanfaatkan keberadaan teknologi dalam penggunaan multimedia sebagai media pembelajaran. Di Nusa Tenggara Barat, sekolah yang memanfaatkan multimedia sebagai media pembelajaran
5Fauzi Aziz, Pengaruh Multimedia, h. 20.
6Daryanto, Media Pembelajaran, (Bandung: Satu Nusa, 2015), h.54.
sudah banyak ditemukan. Namun, terdapat juga guru atau sekolah yang belum memanfaatkannya dengan alasan tertentu. Oleh sebab itu, perlu adanya suatu penelitian yang mengeksplorasi penggunaan multimedia sebagai media pembelajaran di dalam kelas untuk memberikan gambaran atau contoh bagi guru atau sekolah yang belum menggunakan multimedia sebagai media pembelajaran di kelasnya.
MTs Putri NW Narmada (Pondok Pesantren Nurul Haramain Putri NW Narmada) adalah salah satu lembaga yang telah mengapresiasi dengan baik perkembangan teknologi dan mulai memanfaatkan keberadaannya sebagai media pembelajaran. Hal ini terbukti dengan fasilitas yang disediakan untuk menunjang berlangsungnya proses pembelajaran, seperti adanya lab komputer yang dilengkapi dengan kelas multimedia, dimana satu siswa diberikan fasilitas satu komputer dan Wifi 24 jam. Dengan demikian para siswa mudah mencari informasi seputar pembelajaran. Selain itu, hampir di setiap kelas proyektor telah terpasang dan siap dimanfaatkan kapan saja oleh guru yang mengajar.
MTs Putri NW Narmada telah menerapkan penggunaan multimedia dalam menunjang pembelajaran tatap muka di dalam kelas untuk memudahkan siswa memahami materi-materi yang disampaikan guru.7
Berdasarkan uraian di atas, peneliti bermaksud untuk meneliti penerapan multimedia sebagai media pembelajaran yang telah sejak lama diterapkan di MTs Putri NW Narmada. Hal inilah yang melatar belakangi peneliti memilih
7Observasi di MTs Putri NW Narmada, tanggal 10 Desember 2016.
judul penelitian“Penerapan Multimedia sebagai Media Pembelajaran pada Bidang Studi Akidah Akhlak Siswa Kelas VII MTs Putri NW Narmada.”
B. Fokus Penelitian
Sesuai dengan latar belakang masalah yang dijelaskan di atas, fokus penelitian yang akan dikaji dalam penelitian ini adalah penerapan multimedia sebagai media belajar pada bidang studi Aqidah Akhlak adalah:
1. Bagaimana proses perencanaan pembelajaran yang menerapkan multimedia sebagai media pembelajaran pada bidang studi Aqidah Akhlak di MTs Putri NW Narmada?
2. Bagaimana proses pelaksanaan pembelajaran yang menerapkan multimedia sebagai media pembelajaran pada bidang studi Aqidah Akhlak di MTs Putri NW Narmada?
3. Bagaimana proses evaluasi pembelajaran yang menerapkan multimedia sebagai media pembelajaran pada bidang studi Aqidah Akhlak di MTs Putri NW Narmada?
C. Tujuan dan Manfaat Penelitian 1. Tujuan Penelitian
Berdasarkan uraian latar belakang di atas, maka penelitian ini bertujuan untuk:
a. Mengeksplorasi proses perencanaan pembelajaran yang menerapkan multimedia sebagai media pembelajaran pada bidang studi Aqidah Akhlak di MTs Putri NW Narmada.
b. Mengeksplorasi proses pelaksanaan pembelajaran yang menerapkan multimedia sebagai media pembelajaran pada bidang studi Aqidah Akhlak di MTs Putri NW Narmada.
c. Mengeksplorasi proses evaluasi pembelajaran yang menerapkan multimedia sebagai media pembelajaran pada bidang studi Aqidah Akhlak di MTs Putri NW Narmada?
2. Manfaat Penelitian a. Secara Teoretis
Penelitian ini diharapkan dapat memperkaya khazanah ilmu pengetahuan tentang penerapan multimedia sebagai media pembelajaran yang tepat, inovatif, efektif, dan dapat digunakan khususnya pada bidang studi Aqidah Akhlak.
b. Secara Praktis
Secara praktis penelitian ini diharapkan dapat:
1) dijadikan sebagai salah satu referensi bagi peneliti yang akan melakukan penelitian yang relevan dengan penelitian ini di masa yang akan datang.
2) memberikan saran yang efektif dan efisien tentang penerapan multimedia kepada guru mata pelajaran Aqidah Akhlak yang ingin menerapkan multimedia pada proses pembelajarannya.
D. Ruang Lingkup dan Setting Penelitian 1. Ruang Lingkup Penelitian
Ruang lingkup penelitian ditujukan agar penelitian yang dilakukan tidak keluar dari fokus penelitian. Berdasarkan fokus penelitian, maka ruang lingkup penelitian ini adalah meneliti tiga proses pembelajaran dalam penerapan multimedia. Ketiga proses tersebut adalah proses perencanaan pembelajaran, proses pelaksanaan pembelajaran, dan proses evaluasi pembelajaran yang menerapkan multimedia sebagai media pembelajaran pada bidang studi Aqidah Akhlak di MTs Putri NW Narmada.
2. Setting Penelitian
Penelitian ini dilakukan di MTs Putri NW Narmada yang bernaung di bawah Yayasan Pondok Pesantren Nurul Haramain NW Narmada yang beralamat di jalan Hamzanwadi No. 5 Dusun Lembuak Mekar Indah, Desa Lembuak, Kecamatan Narmada Kabupaten Lombok Barat. Lembaga ini telah menerapkan multimedia sebagai media pembelajaran di dalam kelas, selain itu MTs Putri NW Narmada juga memiliki laboratorium komputer untuk menunjang pembelajaran siswa. Hal inilah yang menjadi alasan bagi peneliti sehingga melakukan penelitian di MTs NW Putri Narmada.
E. Telaah Pustaka
Dalam penelitian lapangan ini, peneliti mencoba menggali dan memahami beberapa penelitian yang telah dilakukan sebelumnya untuk memperbanyak referensi dan menambah wawasan terkait dengan judul skripsi.
Hal ini berfungsi sebagai argumen dan bukti bahwa skripsi yang dibahas peneliti ini masih terjamin keasliannya.
Sementara itu, ada beberapa penelitian (skripsi) yang telah dilakukan sebelum yang berkaitan dengan penelitian yang peneliti kerjakan. Penelitian- penelitian itu antara lain sebagai berikut:
1. Skripsi Siti Sugi Rahmufti Jurusan PAI Fakultas Tarbiyah dan Keguruan STAIN yang berjudul “Penerapan Multimedia Pada Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SMP Negeri 2 Karangpugung Kabupaten cilacap” meneliti tentang penerapan multimedia pada pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SMP Negeri 2 Karangpugung menggunakan laptop, LCD Proyektor, CD Pembelajaran MGMP PAI Jawa Tengah dan slide power point. Skripsi ini hanya berfokus pada proses pelaksanaan penerapan multimedia, sedangkan penelitian yang akan disusun oleh peneliti berfokus pada proses perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran yang menggunakan multimedia sebagai media pembelajarannya.
2. Skripsi Surendra Mahasiswa jurusan PAI Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Institut Agama Islam Negeri Mataram yang berjudul“Penerapan Multimedia Dalam Pembelajaran Fiqih di Kelas 1 MTs Putri NW Narmada” meleniti proses penggunaan multimedia dalam pembelajaran khususnya bidang studi Fiqih. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas dengan menggunakan multimedia dalam pembelajarannya, seperti vidio, slide, gambar, dan foto. Perbedaan antara penelitian ini dengan penelitian yang disusun peneliti adalah pada jenis penelitiannya. Penelitian
Surendra dilakukan dengan PTK sedangkan penelitian yang disusun peneliti merupakan penelitian deskriptif kualitatif.
3. Skripsi Fuad Aziz jurusan PAI Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan Kali Jaga Yogyakarta yang berjudul “Penggunaan Multimedia Berbasis Komputer Sebagai Upaya Meningkatkan Motivasi Belajar Sisa Kelas IX di SMPN 2 Temon Kulon Progo” meneliti tentang penggunaan multimedia di dalam kelas melalui penelitian tindakan kelas. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada siklus I peningkatan motivasi sudah mulai tampak. Akan tetapi masih banyak kekuarangan yang diperbaiki pada siklus II. Pelaksanaan siklus II dengan menggunakan multimedia berbentuk flash sehingga pada siklus II motivasi siswa dapat terlihat meningkat.
Penelitian ini juga berbeda dengan penelitian yang dilakukan oleh peneliti dari segi jenis penelitian serta fokus penelitiannya.
F. Kajian Pustaka
1. Media Pembelajaran a. Pengertian Media
“Kata media berasal dari bahasa latin medium yang secara harfiah berarti ‘tengah’, ‘perantara’, atau ‘pengantar.’ Atau dengan kata lain media adalah perantara atau pengantar pesan dari pengirim pesan kepada penerima pesan.”8 Media merupakan salah satu komponen komunikasi, yaitu sebagai pembawa pesan dari komunikator menuju komunikan.9
8 Fathurrohman & M. Sobry Sutikno, Strategi Belajar Mengajar, (Bandung: PT Refika Aditama, 2014), h. 65.
9Daryanto, Media Pembelajaran, h.4.
Berdasarkan definisi tersebut, dapat dikatakan bahwa media pembelajaran merupakan sarana perantara dalam proses pembelajaran.
Selain itu ada juga yang mengartikan media sebagai alat bantu mengajar atau “teching aid.” Oleh sebab itu, sekalipun telah tersedia media pembelajaran, masih diperlukan guru, teknik, metode, dan sarana serta prasarana lain termasuk dukungan lingkungan untuk menciptakan komunikasi untuk penyampaian pesan pembelajaran dengan berhasil sebagaimana direncanakan oleh guru.
Gearlach & Ely dalam Pupuh Fathurrahman & M. Sobry Sutikno mengatakan bahwa media apabila dipahami secara garis besar adalah manusia, materi atau kejadian yang membangun suatu kondisi yang membuat siswa mampu memperoleh pengetahuan, keterampilan atau sikap.10
Molenda dan Rusel dalam Wina Sanjaya mengungkapkan bahwa
“media is channel of communica tion. Dan menurut Robert Hanick, Dkk mendefinisakan media adalah sesuatu yang membawa informasi antara sumber (source) dan penerima (receiver) informasi.11
Dari beberapa pengertian di atas dapat kita garis bawahi bahwa media adalah perantara dari sumber informasi kepenerima informasi, contohnya vidio, televisi, komputer dan lain sebagainya. Alat-alat tersebut merupakan media yang digunakan untuk menyalurkan informasi yang akan disampaikan.
Dan salah satu yang paling penting adalah media pembelajaran harus dapat meningkatkan motivasi belajar siswa. Selain itu, merangsang
10Pupuh Fathurrohman & M. Sobry Sutikno, Strategi Belajar, h. 65
11Wina Sanjaya, Media Komunikasi Pembelajaran, (Jakarta: Kencana, 2014), h. 57.
siswa mengingat apa yang sudah dipelajari, selain memberikan rangsangan pembelajaran baru. Media yang baik akan mengaktifkan siswa dalam memberikan tanggapan, umpan balik, dan mendorong siswa untuk melakukan praktik-praktik yang benar.
b. Macam-Macam Media Pembelajaran
Klasifikasi dan jenis media pendidikan, menurut Rudy Breta sebagai berikut:
1) Media Audio Visual gerak adalah media yang paling lengkap karena menggunakan kemampuan audio visual dan gerak.
2) Media audio visual diam adalah sebagai media kedua dari segi kelengkapan kemampuan yang ada pada golongan sebelumnya kecuali penampilan gerak.
3) Media audio semi gerak yaitu jenis media yang mempunyai kemampuan menampilkan suara disertai gerakan titik secara linear jadi tidak dapat menampilkan gerakan nyata secara utuh.
4) Media visual gerak yaitu jenis media yang memiliki kemampuan seperti golongan pertama kecuali penampilan suara.
5) Media visual diam ialah jenis media yang mempunyai kemampuan menyampaikan informasi secara visual tetapi tidak dapat menampilkan suara maupun gerak.
6) Media audio ialah jenis media yang hanya memanipulasikan kemampuan-kemampuan suara semata-mata.
7) Media cetak yaitu media yang hanya mampu menampilkan informasi berupa huruf, angka dan simbol-simbol verbal tertentu saja.12
Dari ketujuh media pendidikan di atas merupakan sesuatu hal yang sangat penting demi lancarnya proses belajar mengajar dan mudah tercapainya pengajaran karena ini merupakan faktor pendorong bagi siswa untuk selalu aktif dalam belajar. Karakteristik dan kemampuan
12Arif Sukadi Sadiman, dkk, Beberapa Aspek Pengembangan Sumber Belajar, (Jakarta:
Mediyatama Sarana Perkasa, 1998), h. 174-175.
masing-masing media perlu diperhatikan oleh guru agar mereka dapat memilih media mana yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan.
c. Karakteristik Media Pembebelajaran
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan guru dalam menggunakan media pengajaran untuk mempertinggi kualitas pengajaran. Pertama, guru perlu memiliki pemahaman media pengajaran antara lain jenis dan manfaat media pengajaran, menggunakan media sebagai alat bantu mengajar dan tindak lanjut penggunaan media dalam proses belajar mengajar siswa. Kedua, guru terampil dalam membuat media pengajaran dalam proses belajar mengajar untuk keperluan pengajaran. Apabila penggunaan media tidak mempengaruhi proses dan kualitas pengajaran, sebaiknya guru tidak memaksa penggunaannya, dan perlu mencari usaha lain di luar media pengajaran.
Dalam memilih media untuk kepentingan pengajaran sebaiknya memperhatikan kriteria-kriteria sebagai berikut:
1) Ketepatannya dengan tujuan pengajaran, artinya media pengajaran dipilih atas dasar tujuan-tujuan intruksional yang telah ditetapkan. Tujuan-tujuan intruksional yang berisikan unsure pemahaman, aplikasi, analisis, sintesis, lebih memungkinkan digunakannya media pengajaran.
2) Dukungan terhadap isi bahan pengajaran, artiya bahan pengajaran yang sifatnya fakta, prinsip, konsep dan generalisasi sangat memerlukan bantuan media agar lebih mudah dipahami siswa.
3) Kemudahan memperoleh media, artinya media yang diperlukan mudah diperoleh, setidak-tidaknya mudah dibuat oleh guru pada waktu mengajar, media grafis umumnya dapat dibuat guru tanpa biaya yang mahal, disamping sederhana dan praktis penggunaannya.
4) Keterampilan guru dalam menggunakannya: apapun jenis media yang diperlukan syarat utama adalah guru dapat
menggunakannya dalam proses pengajaran. Nilai dan manfaat yang diharapkan bukan pada medianya, tetapi dampak pada penggunaan oleh guru pada saat terjadinya interaksi belajar siswa dengan lingkungannya.
5) Tersedia untuk menggunakannya, sehingga media tersebut dapat bermanfaat bagi siswa selama pengajaran berlangsung.
6) Sesuai dengan taraf berfikir siswa, memilih media untuk pendidikan dan pengajaran harus sesuai dengan taraf berpikir siswa, sehingga makna yang terkandung di dalamnya dapat dipahami oleh para siswa. Menyajikan grafik yang berisi data dan angka atau proporsi dalam bentuk persen bagi siswa SD kelas-kelas rendah tidak ada manfaatnya. Mungkin lebih tepat dalam bentuk poster dan gambar. Demikian juga diagram yang menjelaskan alur hubungan suatu konsep atau prinsip hanya bisa dilakukan bagi siswa yang telah memiliki kadar berpikir yang tinggi.13
d. Fungsi Media Pembelajaran
Pengembangan media pembelajaran hendaknya diupayakan untuk memanfaatkan kelebihan-kelebihan yang dimiliki oleh media tersebut dan berusaha menghindari hambatan-hambatan yang mungkin muncul dalam proses pembelajaran. Secara rinci, fungsi media dalam proses pembelajaran adalah sebagai berikut:
1) Menyaksikan benda yang ada atau peristiwa yang terjadi pada masa lampau.
2) Mengamati benda atau peristiwa yang sukar dikunjungi, baik karena jaraknya jauh, berbahaya, maupun terlarang.
3) Memperoleh gambaran yang jelas tentang benda atau hal-hal yang sukar diamati secara langsung karena ukurannya yang tidak memungkinkan.
4) Mendengar suara yang sukar ditangkap dengan telinga secara langsung.
5) Mengamati dengan teliti binatang-binatang yang sukar diamati secara langsung karena sukar ditangkap.
6) Mengamati peristiwa-peristiwa yang jarang terjadi atau berbahaya untuk didekati.
7) Mengamati dengan jelas benda-benda yang mudah rusak atau sukar diawetkan.
13Ibid, h. 4-5.
8) Dengan mudah membandingkan sesuatu.
9) Dapat melihat secara cepat suatu proses yang berlangsung secara lambat.
10) Dapat melihat secara lambat gerakan-gerakan yang berlangsung secara cepat.
11) Mengamati gerakan-gerakan mesin atau alat yang sukar diamati secara langsung.
12) Melihat bagian-bagian yang tersembunyi dari suatu alat.
13) Melihat ringkasan dari suatu rangkaian pengamatan yang panjang atau lama.
14) Dapat menjangkau audien yang besar jumlahnya dan mengamati suatu obyek secara serempak.
15) Dapat belajar sesuai dengan kemampuan, minat, dan temponya masing-masing.14
Menurut Azhar Arsyad dalam Media Pembelajaran mengatakan bahwa ada empat fungsi media pembelajara, diantaranya:
Fungsi atensi media visual adalah inti, yaitu dapat menarik dan mengarahkan perhatian.
Fungsi afektif media visual dapat terlihat dari tingkat kenikmatan siswa ketika belajar (atau memberikan) teks yang bergambar.
Fungsi kognitif lambang visual atau gambar memperlancar pencapaian tujuan untuk memahami dan mengingat informasi atau pesan yang terkandung dalam gambar.
Fungsi kompensatoris media visual yang membeikan konteks untuk memahami teks membantu siswa yang lemah dalam membaca.15
e. Manfaat Media Pembelajaran
Mengapa harus dibutuhkan media dalam prose pembelajaran?
Sebelumnya, kita harus mengetahui terlebih dahulu konsep abstrak dan konkret dalam pembelajaran. Pada hakekatnya, proses belajar mengajar adalah proses komunikasi, penyampaian pesan dari pengantar ke penerima. Pesan berupa isi atau ajaran yang dituangkan ke dalam simbol- simbol komunikasi baik secara verbal (kata-kata dan tulisan) maupun
14Daryanto, Media Pembelajaran, h.9-11.
15Azhar Arsyad, Media Pembelajaran, (Jakarta: Raja Wali Pers, 2016), h. 20-21.
nonverbal. Proses tersebut dinamakan encoding. Penafsiran simbol- simbol komunikasi tersebut, ada kalanya peserta didik berhasil atau gagal. Kegagalan terjadi jika peserta didik tidak mampu memahami apa yang didengar, dibaca, dilihat, ataupun diamati. Kegagalan itu disebabkan oleh gangguan yang menjadi penghambat komunikasi yang dalam proses komunikasi dikenal dengan istilah barriers atau noise.
Semakin banyak verbalisme, semakin abstrak pemahaman yang diterima.
Berdasarkan hal tersebut, media harus bermanfaat sebagai berikut : 1) Memperjelas pesan agar tidak terlalu verbalitas.
2) Mengatasi keterbatasan ruang, waktu, tenaga, dan daya indra.
3) Menimbulkan gairah belajar, berinteraksi secara langsung antara peserta didik dan sumber belajar.
4) Memungkinkan anak belajar mandiri sesuai dengan bakat dan kemampuan visual, auditori, dan kinestetiknya.
5) Memberi rangsangan yang sama, mempersamakan pengalaman, dan menimbulkan persepsi yang sama.
6) Proses pembelajaran mengandung lima komponen komunikasi, yaitu guru (komunikator), bahan pembelajaran, media pembelajaran, peserta didik (komunikan), dan tujuan pembelajaran.16
Dalam pedoman Penatar Pekerti-AA yang diterbitkan oleh Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi-Departemen Pendidikan Nasional disebutkan ada delapan manfaat media dalam penyelenggaraan belajar dan pembelajaran yaitu:
1) Penyampaian materi pembelajaran dapat diseragamkan.
2) Proses intruksional lebih menarik.
3) Proses belajar lebih interaktif.
4) Jumlah waktu belajar-mengajar dapat dikurangi.
5) Kualitas belajar dapat ditingkatkan.
6) Proses belajar dapat terjadi kapan dan dimana saja.
16Ibid. h. 5.
7) Meningkatkan sikap positif siswa terhadap proses dan bahan belajar.
8) Peran mengajar dapat berubah ke arah positif dan produktif.17 Selain itu media juga secara tidak langsung dapat dijadikan sebagai sekenario yang mengarahkan jalannya proses belajar dan pembelajaran sebagaimana direncanakan. Sekaligus bahan ajar dapat disiapkan sebelumnya sehingga dapat lebih disesuaikan dengan tujuan pembelajaran.
2. Pembelajaran Multimedia a. pengertian Multimedia
Multimedia adalah lebih dari satu media, bisa berupa kombinasi antara teks, grafik, animasi suara dan video. Definisi sederhana sudah mencakup salah satu jenis kombinasi yang diuraikan pada bagian terdahulu, misalnya kombinasi slide dan tape audio. Namun, pada bagian ini perpaduan dan kombinasi dua atau lebih, jenis media ditekankan kepada kendali komputer sebagai penggerak keseluruhan gabungan media.
Dengan demikian, arti multimedia yang umumnya dikenal adalah berbagai macam kombinasi grafik, teks, suara, video, dan animasi.
Penggabungan tersebut merupakan suatu kesatuan yang secara bersama- sama menampilkan informasi, pesan, atau isi pelajaran.18
Menurut Richard E Mayer dalam multimedia learning mengatakn bahwa “multimedia” sebagai “presentasi dengan menggunakan kata-kata
17 Abdurrokhman Gintings, Esensi Praktis Belajar & Pembelajaran, (Bandung:
Humaniora, 2014), hal. 141.
18Azhar Arsyad, Media Pembelajaran, (Jakaarta : Rajaawali Pers, 2016), h. 162.
sekaligus gambar-gambar.”19Yang dimaksud dengan “kata” disini adalah materinya disajikan dalam verbal form, contohnya menggunakan teks kata-kata yang tercetak atau terucapkan. Kemudian yang dimaksud dengan gambar adalah materinya disajikan dalam pictorial form atau bentuk gambar.
Dalam hal ini ada dua definisi mengenai multimaedia yakni apabila digunakan sebagai kata benda, multimedia merujuk pada teknologi untuk menyajikan materi dalam bentuk verbal dan visual. Dalam hal ini, multimedia berarti “teknologi multimedia” alat yang digunakan untuk menyajikan materi verbal dan visual.
Sedangkan multimedia yang diartikan sebagai kata keterangan digolongkan menjadi tiga bagian yakni: (1) multimedia learning yakni belajar dari kata-kata dan gambar-gambar. (2) multimedia message atau presentasi multimedia yakni penyajian pesan-pesan melalui kata-kata dan gambar-gambar. (3) multimedia instructional message atau presentasi intruksional multimedia yakni penyajian pesan-pesan yang melibatkan kata-kata dan gaambar-gambar yang ditujukan untuk meningkatkan pembelajaran.20
b. Jenis-jenis Multimedia
Multimedia terbagi menjadi dua kategori yaitu multimedia linier dan multimedia interaktif. Multimedia linier adalah suatu multimedia yang dilengkapi dengan alat pengontrol apapun yang dapat dioperasikan
19Richard E Mayer, Multimedia Learning, (Yogyakarta : PUSTAKA PELAJAR, 2009), h.
3.
20Ibid, h. 4.
oleh pengguna. Multimedia ini berjalan berurutan, contohnya TV dan film. Sedangkan multimedia interaktif adalah suatu multimedia yang dilengkapi dengan alat pengontrol yang dapat dioperasikan oleh pengguna sehingga pengguna dapat memilih apa yang dikehendaki untuk proses selanjutnya. Contoh multimedia interaktif adalah pembelajaran interaktif dan aplikasi game.21
c. Prinsip-prinsip multimedia
Ada tujuh prinsip dasar untuk desain multimedia dinataranya :
1) Prinsip multimedia: murid-murid bisa belajar lebih baik dari kata-kata dan gambar-gambar daripada dari kata-kata saja.
2) Prinsip keterdekatan: murid-murid bisa belajar lebih baik saat kata-kata dan gambar-gambar terkait disajikan saling berdekatan daripada saling berjauhan dihalaman atau di layar.
3) Prinsip keterdekatan waktu: murid-murid bisa belajar lebih baik saat kata-kata, gambar-gambar, atau suara-suara ekstra/tambahan dibuang daripada dimasukkan.
4) Prinsip koherensi: murid-murid bisa belajar lebih baik saat kata- kata, gambar-gambar, atau suara-suara ekstra /tambahan dibuang daripada dimaasukkan.
5) Prinsip modalitas: murid-murid dapat belajar lebih baik dari animasi dan narasi daripada dari animasi, dan teks on-screen.
6) Prinsip redundansi: murid-murid bisa belajar lebih baik dari animasi, narasi, dan teks on-screen.
7) Prinsip perbedaan individual: pengaruh desain lebih kuat terhadap murid-murid berpengetahuan rendah daripada berpengetahuan tinggi, dan terhadap murid-murid berkemampuan spatial tinggi daripada berspatial rendah. 22 3. Pembelajaran Aqidah Akhlak
Sebelum membahas tentang aqidah akhlak, perlu kiranya memahami dulu tentang pembelajaran. Pembelajaran adalah “bimbingan atau pimpinan
21Daryanto, Media Pembelajaran, (Bandung :SATU NUSA, 2015), h. 53.
22Richard E Mayer, Multimedia Learning, h. 270-271.
secara sadar oleh si pendidik terhadap perkembangan jasmani dan rohani si terdidik menuju terbentuknya kepribadian yang utama”.23
Dari segi pandangan masyarakat pembelajar berarti pewarisan kebudayaan dari generasi tua kepada generasi muda, agar hidup masyarakat tetap berkelanjutan atau dengan kata lain masyarakat mempunyai nilai-nilai dalam masyarakat, dengan demikian maka sudah jelaslah bahwa, bagaimanapun sederhannya peradaban suatu masyarakat. Di dalamnya terjadi atau berlangsung suatu proses pendidikan, atau dengan kata lain pendidikan pada hakekatnya merupan usaha manusia untuk melestarikan hidupnya.
Aqidah berarti “kepercayaan, keyakinan”.24 Hasbi Ass-Shiddiqy menyatakan bahwa aqidah adalah “pendapat dan fikiran atau anutan yang mempengaruhi jiwa manusia lalu menjadi satu suku bagi manusia itu sendiri, dibela dipertahankan dan dii’tiqadkan dan dikembangkan”.25
Sedangkan Akhlak berasal dari bahasa Arab (Khuluq), yang berarti perbuatan, tingkah laku atau budi pekerti, ada juga yang mengartikan bahwa akhlak berarti budi pekerti watak atau tabi’at atau hal ikhwal suatu tingkah laku yang dengan jiwa seseorang mampu menimbulkan dorongan atau keburukan, maka akhlak itu sebenarnya adalah gambaran bagi jiwa yang tersembunyi.26
23Ahmad D. Marimba, Pengantar Filsafat Pendidikan Islam,(Bandung: Al-Ma’arif, 1989), h. 19.
24WJS. Purwadarminta, Kamus Besar Bahasa Indonesia, (Jakarta: Balai Pustaka, 1976), h.
25.
25 Hasby Ashidiqy, Sejarah Pengantar Ilmu Kalam/ Tauhid, (Jakarta: Bulan Bintang, 1990), h. 42.
26Masahanah dan Yusuf, Membina Ketentraman Batin Melalui Akhlak Etika, (Jakarta: Ind Hiil Hind, 1998), h. 8.
Dari beberapa penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa pendidikan aqidah akhlak adalah usaha yang dilakukan secara sistematis dan programis oleh pendidikan agar anak didik menjadi seorang muslim yang memiliki keyakinan terhadap Allah SWT. Serta dapat mencerminkan kepribadian muslim dalam segala aspek kehidupannya, baik dalam interaksinya. Dengan yang maha pencipta, dengan sesama manusia maupun dengan sesama lingkungan.
G. Metode Penelitian 1. Jenis Penelitian
Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Penelitian kualitatif adalah suatu pendekatan yang juga disebut dengan pendekatan investigasi karena biasanya peneliti mengumpulkan data. Dengan cara bertatap muka langsung dan berinteraksi dengan orang-orang di tempat penelitian.
Dalam hal ini bentuk penelitian kualitatif berupa mencari informsi mengenai proses perencanaan, proses pelaksanaan, dan proses evaluasi pembelajaran yang dilakukan dengan menerapkan multimedia sebagai media pembelajaran di MTs Putri NW Narmada.
Sesuai dengan penjelasan di atas, peneliti akan melakukan prosedur penelitian lapangan yang menggunakan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari nara sumber, sekaligus perilaku yang dapat diamati dan fenomena-fenomena yang muncul, sehingga penelitian ini termasuk dalam penelitian deskriptif kualitatif.
2. Subyek Penelitian
Subyek penelitian merupakan sumber untuk memperoleh keterangan penelitian. Penentuan subyek penelitian juga sering disebut dengan penentuan sumber data. Sumber data dalam penelitian ini adalah subyek dimana data dapat diperoleh.27 Adapun menjadi subyek penelitian ini meliputi :
a. Guru mata pelajaran Aqidah Akhlak di MTs Putri NW Narmada (Supeni Wati, S. Pd. I).
b. Penanggung Jawab kelas multimedia di MTs Putri NW Narmada (Surendra Rahman, S. Pd. I).
c. Penanggung jawab laboratorium komputer MTs Putri NW Narmada (Saefudin Habibi).
d. Kepala Sekolah MTs Putri NW Narmada (Suriani, S. Pd).
e. Bebrapa siswa MTs Putri NW Narmada.
3. Prosedur Pengumpulan Data a. Wawancara
Wawancara adalah suatu proses interaksi dan komunikasi yang bertujuan untuk memperoleh informasi dengan cara bertanya langsung kepada responden.28
Peneliti menggunakan metode wawancara untuk mendapatkan informasi tentang proses perencanaan, proses pelaksanaan, dan proses
27Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktek, ( Jakarta: Rineka Cipta, 1998), h. 4.
28 Masri Singarimbun dan Sofian Effendi, Metode Penelitian Survei, (Jakarta: LP3ES, 2006), h. 192.
evaluasi bembelajaran berkenaan dengan penerapan multimedia di MTs Putri NW Narmada.
Adapun dalam pelaksanaanya peneliti menggunakan wawancara bebas dan terpimpin, artinya dalam melaksanakan wawancara, pewawancara membawa pedoman yang hanya merupakan garis besar seperti yang disampaikan di atas.
b. Metode Observasi
Observasi dalam sebuah penelitian diartikan sebagai pemusatan perhatian terhadap suatu objek dengan melibatkan seluruh indra untuk mendapatkan data.
Dari penjelasan di atas metode observasi yang dimaksud lebih mengarah kepada tiga poin besar yaitu perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi bembelajaran yang menerapkan multimedia sebagai media pembelajarannya.
Metode observasi diartikan sebagai pengalaman dan pencatatan secara sistematik terhadap gejala yang tampak pada obyek penelitian.
Metode observasi perlu untuk digunakan karena selain melalui wawancara, peneliti juga harus melihat suatu peristiwa yang sebenarnya dengan menggunakan indranya sendiri. Jadi peneliti harus melihat secara langsung tentang proses pembelajaran Aqidah Akhlak yang menggunakan multimedia sebagai media pebelajarannya. Sehingga data dapat dipertanggung jawabkan kebenarannya.
c. Metode Dokumentasi
Menurut Sugiyono dalam Ibrahim mengatakan bahwa “dokumen adalah catatan-catatan peristiwa yang telah lalu, yang bisa berbentuk tulisan, gambar atau karya monumental seseorang.”29 Jadi metode dokumentasi cara mengumpulkan data melalui benda-benda tertulis seperti buku-buku, majalah, dokumen, peraturan-peraturan notulen rapat, catatan harian dan sebagainya.30
Dengan menggunakan metode ini dapat diketahui berbagai macam keterangan misalnya gambaran umum pembelajaran Aqidah Akhlak kelas VII Mts di MTs Putri NW Narmada, metode yang digunakan, strategi-strategi yang dijalankan, sarana maupun fasilitas yang digunakan, dan lain-lain. Metode ini juga digunakan untuk memperoleh data-data yang terdokumentasi, seperti data-data yang meliputi letak geografis, sejarah berdiri dan berkembangnya, dasar dan tujuan, struktur organisasi, keadaan guru, kepengurusan siswa serta sarana dan prasarana.
4. Teknik Analis Data
Analisis data adalah “proses penyusunan, mengkategorikan data, mencari pola atau tema dengan maksud untuk memahami maknanya.”31 Teknik analisis data digunakan setelah data selesai dikumpulkan, dikerjakan dan dimanfaatkan sedemikian rupa sampai berhasil menyimpulkan
29Ibrahim, Metodologi Penelitian Kualitatif, (Bandung: Alfabeta, 2015), h. 94.
30Suharsimi Arikunto,Prosedur Penelitian, h. 149.
31Nasution, Metode Penelitian Naturalistik Kualitatif, (Bandung: Transiti, 2002), h. 72.
kebenaran yang dapat dipakai untuk menjawab persoalan yang digunakan dalam penelitian.
Dalam hal ini sesuai dengan fokus penelitian yaitu menggali informasi mengenai perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran yang menerapkan multimedia, selanjutnya setelah semua data yang diperlukan telah terkumpul kemudian disusun dan diklasifikasikan, selanjutnya dianalisis kemudian diinterpretasikan dengan kata-kata sedemikian rupa untuk menggambarkan objek-objek penelitian disaat penelitian dilakukan, sehingga dapat diambil kesimpulan secara proporsional dan logis.
5. Validitas Data
Untuk memperoleh keabsahan data (data yang valid), diperlukan teknik pemeriksaan, agar mendapat informasi sekaligus temuan-temuan yang tepat. Hal tersebut dibutuhkan sebuah cara atau teknik yang tepat.
Berdasarkan kriteria derajat kepercayaan (credibility), pemeriksaan keabsahan data penelitian dapat menggunakan : (1) Teknik perpanjangan keikutsertaan, (2) Ketekunan pengamatan, (3) Triangulasi, (4) Pengecekan sejawat. (5) Kecukupan refrensi, (5) Kajian kasus negatif, (6) Pengecekan anggota.32
Dalam menguji keabsahan data yang diperoleh dari satu penelitian, peneliti menggunakan beberapa teknik, diantaranya adalah teknik perpanjangan keikutsertaan, ketekunan pengamatan, triangulasi, kecukupan refrensi, kajian kasus negatif, dan uraian rinci.
32Ibrahim, Metodologi Penelitian, h. 121-122.
a. Perpanjangan Keikutsertaan
Sebagaimana karakter penelitian kualitatif, peneliti adalah instrumen itu sendiri (self instrument) dan alat utama dalam penelitian (key instrument). Karena itu, keikutsertaan peneliti sangat menentukan dalam proses penelitian, terutama dalam pengumpulan data.
Keikutsertaan yang dimaksudkan dalam penelitian adalah proses dan aktivitas dimana seorang peneliti hadir bersama, mengamati, melihat, memahami bahkan tinggal bersama objek (masyarakat/perkampungan) yang diteliti dalam rangka pengumpulan data.
Dari pemaparan di atas sudah jelas bahwa untuk mendapatkan data yang betul-betul absah, peneliti harus ikut serta dan terjun langsung untuk mendapatkan informasi-informasi. Hal tersebut yang akan dilakukan oleh peneliti yakni mencari informasi tentang bagaimana proses penerapan pembelajaran yang menggunakan multimedia sebagai media pembelajaran di MTs Putri NW Narmada.
b. Ketekunan Pengamatan
Dalam konteks pemeriksaan keabsahan data, ketekunan dapat dimaknai sebagai upaya mencari secara konsisten interpretasi dengan berbagai cara dalam kaitannya dengan proses analisis yang konstan atau tentatif.
Atau sebagaimana penjelasan Moleong dalam Ibrahim mengatakan bahwa ketekunan pengamatan bermaksud menemukan ciri-ciri dan unsur-unsur dalam situasi yang sangat relevan dengan persoalan
atau isu yang sedang dicari dan kemudian memusatkan diri pada hal-hal tersebut secara rinci.33
Pada sub pembahasan ini peneliti dituntut untuk tekun mencari informasi dan temuan-temuan mengenai proses penerapan multimedia yang di terapkan di MTs Putri Narmada dengan tujuan yakni mendapatkan keabsahan data. Sehingga peneliti tidak memanipulasi data.
c. Triangulasi
Secara sederhana triangulasi dapat dimaknai sebagai teknik pemeriksaan kebsahan data penelitian dengan cara membanding- bandingkan antara sumber, teori, maupun metode/teknik penelitian.
Karena itu, Moleong dalam Ibrahim “membagi teknik pemeriksaan keabsahan data ini kepada triangulasi sumber, triangulasi metode/teknik, dan triangulasi teori.”34
d. Kecukupan Refrensi
Kecukupan refrensi dalam konteks ini bermakna tersedianya berbagai sumber yang dapat digunakan untuk menjelaskan data-data suatu penelitian. Artinya bahwa, peneliti memiliki banyak sumber yang dapat digunakan untuk menjelaskan data-data penelitiannya, baik sumber manusiawinya (sumber data), maupun sumber bahan berupa buku-buku rujukan.
33Ibid, h. 123.
34Ibid, h. 124.
e. Kajian Kasus Negatif
Teknik analisis kasus negatif dilakukan dengan jalan mengumpulkan contoh dan kasus yang tidak sesuai dengan pola dan kecendrungan informasi yang telah dikumpulkan dan digunakan sebagai bahan pembanding.
f. Uraian Rinci
Uraian rinci (thick description) merupakan teknik yang khas dalam penelitian kualitatif. Hal ini sesua dengan karakteristik penelitian kualitatif dalam membangun keteralihan (transferability) yang sangat berbeda dengan non kualitatif dengan validitas eksternalnya. Keteralihan dalam kualitatif sangat bergantung pada pengetahuan seorang peneliti (dalam konteks pengirim) dengan pembaca (konteks penerima). Karena itu peneliti dituntut untuk dapat melaporkan hasil penelitiannya secara rinci, teliti dan secermt mungkin agar mampu menggambarkan dengan baik dan benar konteks penelitian yang dilakukan.
H. Sistematika Penelitian
Untuk memudahkan dalam memahami isi yang terkandung dalam skripsi ini, penulis mensistematika pembahasan sedemikian rupa antara satu bab dengan bab lainnya. Skripsi ini terdiri dari empat bab:
BAB 1 : Berisi pendahuluan yang meliputi 1) konteks penelitian, 2) fokus penelitian, 3) tujuan dan manfaat penelitian, 4) ruang lingkup dan setting penelitian, 5) telaah pustaka, 6) kajian pustaka, 7) metode penelitian, 8) sistematika pembahasan.
BAB II : Membahas tentang uraian mengenai gambaran umum MTs Putri NW Narmada, yang meliputi letak geografis, sejarah berdirinya,
struktur oraganisasi, data guru, siswa, tenaga kependidikan, sarana dan prasarana, maupun fasilitas yang dimiliki, serta menjelaskan penerapan multimedia di MTs Putri NW Narmada.
BAB III : Membahas secara sistematis hasil penelitian mengenai penerapan multimedia sekaligus dikaitkan dengan materi yang ada.
BAB IV : Berisi kesimpulan dari hasil penelitian, saran-saran dan penutup.
29
A. Gambaran Umum MTs Putri NW Narmada
1. Letak dan keadaan geografis MTs Putri NW Narmada
Madrasah Tsanawiyah Putri NW Narmada yang bernaung dibawah naungan Pondok Pesantren Nurul Haramain Putri NW Narmada berada di ditenah-tengah kota Narmada. Posisi madrasah ini juga dikatakan sangat strategis dikarenakan dekat dengan akses umum, seperti Pasar Umum Narmada, Bank NTB, Kantor KUA, Kantor Desa, Taman Narmada dan pertokoan besar lainnya.
2. Identitas MTs Putri NW Narmada a. Identitas Lembaga (YAYASAN)
Nama : Yayasan Perguruan PPNW Narmada Pendiri : TGKH. M. Djuaini Mukhtar
Didirikan : Tahun 1986
Akta Yayasan : Akta Turunan/Salinan No 28 Tahun Akta : 23 Maret 2011
Sekretariat : Jl. Hamzanwadi No. 05 Lembuak Mekar Indah
Desa : Lembuak
Kecamatan : Narmada
Kabupaten : Lombok Barat Propinsi : Nusa Tenggara Barat
b. Identitas Madrasah
Pendiri : TGH. Hasanain Juaini, Lc., MH.
Berdiri : Tahun 1996
Sekretariat : Jl. Hamzanwadi No. 05 Lembuak Mekar Indah
Desa : Lembuak
Kecamatan : Narmada
Kabupaten : Lombok Barat
Propinsi : Nusa Tenggara Barat35 3. Sarana dan Prasarana MTs Putri NW Narmada
Tabel 2.1 Data Keadaan sarana dan prasarana MTs Putri NW Narmada
NO BANGUNAN KONDISI
JUMLAH BAIK RUSAK
1 Sarana Ibadah 1 1 -
2 Ruang Belajar 18 1 3
3 Ruang Kantor 1 1 -
4 MCK 30 21 9
5 Asrama /Santriwati 22 19 3
6 Asrama Guru 7 7 -
7 Dapur Umum 1 1 -
8 Ruang Koperasi &
Kantin
2 2 -
9 Perpustakaan 1 1 -
10 Lab. Komputer 3 3 -
35Profil MTs Putri NW Narmada, Observasi Tanggal 11 April 2017.
4. Data Pendidik & Kependidikan MTs Putri NW Narmada Table 2.2 Data pendidik MTs Putri NW Narmada36
No Nama Mata Pelajaran
1 H. Hasanain Djuaini, Lc., MH. Thausiyah 2 H. Khairi Habibullah, S.Ag Thausiyah
3 Suriani, S.Pd. Fisika
4 Hj. Tahiyah, S.Pd.I. Fiqh
5 Dra. Hj. Husniah Qur'an Hadits
6 Imam Suhadi, S.Pd. Matematika
7 Baharudin, SE., S.Pd. IPS
8 Rianto, S.Ag. Fiqh
9 Husnain, S.Ag Fiqh
10 Hj. Fatimatuzzahrah, S.Pd.I. Bahasa Arab
11 Munisah, S.Pd.I. Bahasa Arab
12 Hindun, S.Pd Bahasa Indonesia
13 M. Ikhtiar, S. Fil. I. Durusullughah
14 Budi Hartini, S.Pd.I. Matematika
15 Titien Rositayati, S.Pd. Bahasa Inggris
16 Surendra, S.Pd.I Tikom
17 Ani Anggraini Wati, S.Pd.I Matematika
18 Siti Hadijah, S. Pd. Biologi
19 Sri Mariyani, S.Pd. Bahasa Indonesia
20 Hamdani, S.Pd.I Aqidah Akhlaq
21 Iin Wasita Rosmadayanti, S.Pd.I SKI
22 Sumahayani, S.Pd. Bahasa Inggris
23 M. Juwaini Hasanullah Mahfuzhat Durusullughah
24 H. Muhajir, S.Ip Bahasa Arab
36Dokumentasi , profil MTs Putri NW Narmada pada tanggal 20 April 2017.
Durusullughah 25 Ika Ratna Dewi, S.Pd. Biologi
26 Mardiana (Gerung) Biologi
27 Khalifaturrahmi Conversation/Muhadats
ah
28 Baiq Mariana Utami, S.Pd. Muthalaah
29 Mantilina Ervina, S.Com.I Conversation/Muhadats ah
30 Heri Sahabudin, S.Pd Fisika
31 Budi Chairi Sedipati, S.Pd Biologi Khat
32 Yanti Idayanti, S.Pd Bahasa Indonesia
33 Nahdhatul Khair Nahwu
34 Nurul Wajhah Reading
35 Muthia Rahmatin KWN
36 Hamidaturrasyidah Tajwid
37 Raudhatul Aini Mahfuzhat
38 Rohmiatil Muthmainnah Conversation/Muhadats ah
39 Aluh Zahraini, A.Ma Qur'an Hadits SKI
40 Islahuddin Insya'
41 Sri Mardiana, S.Pd Matematika
42 Sartina Fatmi Sharaf
43 Bq. Lina Budiarti KWN
44 Ulul Azmi Sharaf
45 Yulia Sudarmi KWN
46 Irayani KWN
47 Titin Nuzrawati Reading
48 Khairul Anwar Tikom
49 Supaeniwati, S.Pd.I Qur'an Hadits Aqidah Akhlaq 50 Rohimah Muliani Istiqomah Tajwid
51 Haeratul Insaniah IPS
52 Ridwan Sahid Azhari Tikom
53 Haerunil Ain, S.Pd.I Aqidah Akhlaq
54 Nurul Faizah, S.Pd. Reading
Bahasa Inggris
55 Husnul Amin Mahfuzhat
56 Hilyana Zilfit Durusullughah
Bahasa Arab
57 Mia Nur Shabrina KWN
58 Lili Fatmawati Nahwu
59 Pasah Niwati Bahasa Indonesia
IPS
60 Bq. Zahratul Hasanah KWN
61 Beny Putra Durusullughah
Mahfuzhat
62 Ahmad Hendry Hidayat Muthalaah
63 Hayatul Faniah Imla'
64 Omi Try Aryani IPS
Muthalaah
65 Yinda Safitri
IPS Tajwid Muthalaah
5. Data Siswa MTs Putri NW Narmada
Table 2.3 Data Siswa MTs Putri NW Narmada37
NO TAHUN
PELAJARAN
Kls VII Kls VIII Kls IX JUMLAH
P P P P
1 1996/1997 43 18 34 95
2 1997/1998 50 42 18 110
3 1998/1999 71 48 42 161
4 1999/2000 50 70 47 167
5 2000/2001 91 58 53 202
6 2001/2002 93 89 54 238
7 2002/2003 95 76 83 254
8 2003/2004 84 45 64 193
9 2004/2005 89 78 43 210
10 2005/2006 75 60 42 177
11 2006/2007 61 56 58 175
12 2007/2008 110 75 60 245
13 2008/2009 114 105 55 274
14 2009/2010 129 88 98 315
15 2010/2011 116 100 94 310
16 2011/2012 141 94 97 332
17 2012/2013 184 115 91 390
18 2013/2014 163 172 115 450
19 2014/2015 225 169 162 556
20 2015/2016 293 141 112 546
21 2016/2017 283 243 206 732
37Dokumentasi data, pada tanggal 22 April 2017.
B. Proses Perencanaan Penerapan Multimedia pada Bidang Studi Aqidah Akhlak Kelas VII MTs Putri NW Narmada
Berdasarkan hasil observasi dan wawancara penerapan pembelajaran dengan memanfaatkan multimedia di MTs Putri NW Narmada dilakukan di dalam kelas dan di laboratorium komputer berikut ini akan dijelaskan paparan data mengenai kedua proses pembelajaran tersebut.
1. Perencanaan Penerapan Multimedia di Kelas
Pada penerapan multimedia di dalam kelas, guru bidang studi melakukan perencanaan yang baik agar pembelajaran yang dilakukan memiliki hasil yang baik. Berikut ini hasil wawancara dan observasi dengan guru bidang studi terkait perencanaan-perencanaan yang dilakukan sebelum melaksanakan pembelajaran.
Ustadzah Supeni Wati mengatakan bahwa:
“Terlebih dahulu saya menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Untuk Pokok bahasan pada RPP yang disusun adalah pokok bahasan Taat dan Ikhlas.”38
Hal tersebut dapat dilihat melalui proses pelaksanaan pembelajaran yang diterapkan sesuai dengan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran yang telah disusun, berdasarkan pokok bahasan Taat dan Ikhlas. Adapun proses pelaksanaannya dalam pembelajaran adalah sebagai berikut:
Langkah pertama yang dilakukan adalah guru membangkitkan motivasi siswa dengan cara merangsang rasa ingin tahu siswa, sesuai
38Wawancara, Guru Bidang Studi Aqidah Akhlak pada tanggal 20 Mei 2017.
dengan indikator yang telah dirumuskan dalam RPP. Selanjutnya guru menyampaikan materi tentang Taat dan Ikhlas. Kemudian untuk penyampaian materi guru menerapkan metode ceramah dan diskusi. Adapun sumber belajar yang digunakan adalah Al-Qur’an dan Hadis, Kementrian Agama Republik Indonesia, Aqidah Akhlak Madrasah Tsanawiyah VII.
Dari keempat poin di atas di laksanakan sesuai dengan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran yang telah disusun oleh guru bidang studi.39 2. Perencanaan Penerapan Multimedia di Laboratorium Komputer
Pada penerapan multimedia di laboratorium komputer, guru bidang studi membutuhkan perencanaan yang baik dan kolaborasi dengan penanggung jawab laboratorium komputer dan penanggung jawab multimedia. Oleh sebab itu, pada bagian ini, peneliti mengambil data melalui wawancara dan observasi terhadap guru bidang studi, penanggung jawab laboratorium komputer, dan penanggung jawab multimedia.
Langkah pertama guru bidang studi menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Pokok bahasan pada RPP yang disusun oleh guru bidang studi adalah pokok bahasan Sifat-Sifat Wajib dan Mustahil Bagi Allah.
Ustadzah Supeni Wati menjelaskan bahwa:
“Untuk materi yang dijelaskan adalah Sifat-Sifat Wajib dan Mustahil bagi Allah, karena bahasan tersebut membutuhkan penjelasan yang lebih komplek, dan harus disertai dengan contoh-contoh perilaku yang mengimani Sifat-Sifat Wajib dan Mustahil bagi Allah, sehingga
39Observasi, Guru Bidang Studi Aqidah Akhlak pada tanggal 21 Mei 2017.
dibutuhkan media-media pelengkap seperti komputer, jaringan internet, LCD, dan speaker.”40
Selanjutnya guru bekerjasama dengan penanggung jawab multimedia dan laboratorium komputer dalam penggunaan multimedia.
Ustazah Supeni Wati mengatakan bahwa:
“setelah merancang RPP guru dan penanggung jawab multimedia mengolah bahan ajar tersebut menjadi sebuah tampilan yang menarik dalam bentuk power point, dengan didukung oleh gambar, video dan bahan animasi lainnya agar siswa lebih tertarik dengan materi yang akan dipelajari serta diberikan latihan-latihan sesuai dengan kaidah-kaidah evaluasi kemajuan siswa MTs Putri NW Narmada.”41
Sebagai bentuk kerjasama dengan guru-guru yang membutuhkan penggunaan multimedia dan laboratorium komputer, berikut ini perencanaan-perencanaan yang dilakukan oleh penanggung jawab multimedia dan laboratorium komputer.
1. Mengadakan pelatihan komputerisasi setiap satu bulan sekali.
2. Mengadakan pelatihan penggunaan alat-alat multimedia setiap satu minggu sekali dalam rangka memasuki tahun pelajaran yang baru.
3. Membantu guru-guru yang menggunakan multimedia dan laboratorium komputer dalam proses pembelajaran.
4. Menyiapkan perangkat-perangkat yang berkenaan dengan penerapan multimedia yang dibutuhkan oleh guru-guruu bidang studi seperti komputer, jaringan internet, LCD dan lain-lain yang mendukung penerapan multimedia.42
40Wawancara, Guru Bidang Studi Aqidah Akhlak pada tanggal 20 Mei 2017.
41 Supeni Wati(guru bidang studi Aqidah Akhlak), wawancara pada tangal 20 Mei 2017.
42Observasi, MTs Putri NW Narmada pada tanggal 21 Mei 2017.
Selain persiapan di atas, sebagai bentuk tanggung jawab dari tim Multimedia dan lab komputer, Ustad Rusbianto (salah satu anggota tim Nurul Haramain Computer Center) menuturkan bahwa:
“memasukkan materi-materi dalam bentuk soft file ke dalam (Digital Library) adalah bentuk kerja sama kami dengan guru-guru sebelum menerapan multimedia hal tersebut bertujuan agar siswa dapat mencari bahan belajar yang ditentukan hari itu. Untuk mengantisifasi terjadi nya hambatan-hambatan dalam penerapan multimedia guru bidang studi menyiapkan beberapa media gambar atau poster untuk mengganti penerapan multimedia yang terhambat. Karena beberapa waktu lalu terjadi konslet listrik, sehingga siswa harus menunda pembelajaran, kami pun selaku penanggung jawab multimedia dan para guru sekaligus didukung oleh kepala sekolah membuat kesepakatan untuk membuat media alternatif.”43
Selanjutnya guru bersama penanggung jawab multimedia menyiapkan media-media yang dibutuhkan. Terdapat beberapa persiapan yang dilakukan guru dan penanggung jawab multimedia dan laboratorium komputer, yaitu mempersiapkan mater-materi yang akan diajarkan, mempersiapkan perangkat-perangkat yang dibutuhkan dan memastikannya dapat digunakan saat pembelajaran berlangsung.
Selain itu Ustadz Surendra mengungkapkan bahwa:
“bentuk-bentuk perencanaan yang dilakukan di MTs Putri NW Narmada selain pelatihan komputerisasi adalah membuat perpustakaan digital (digital library) untuk memudahkan siswa mengakses informasi mengenai materi yang dibutuhkan. Hal yang paling penting adalah sebelum multimedia diterapkan oleh guru, diadakannya pengecekan, baik itu berupa pengecekan listrik, komputer, dan perangkat-perangkat multimedia lainnya. Selain itu
43 Rusbianto(Tim Nurul Haramain Computer Center), wawancara pada tanggal 20 Mei 2017.
diadakan uji coba, tujuannya untuk meminimalisir hambatan- hambatan yang akan terjadi nantinya.”44
B. Proses Pelaksanaan Penerapan Multimedia pada Bidang Studi Aqidah Akhlak Kelas VII MTs Putri NW Narmada
1. Proses Pelaksanaan Penerapan Multimedia di Kelas
Proses yang terjadi pada penerapan multimedia di dalam kelas adalah sebagai berikut.
Adapun proses penerapan multimedia di kelas sudah sesuai dengan perancanaan yang telah disusun oleh guru, sebagai berikut:
a. Guru menjelaskan materi Taat dan Ikhlas menggunakan power point dengan alat bantu laptop dan LCD.
b. Guru membagi siswa menjadi beberapa kelompok kecil yang terdiri dari 4 sampai 5 orang.
c. Guru membagikan lembar diskusi sesuai dengan sub materi yang diberikaan kepada masing-masing kelompok. Pada bagian ini, guru memeberikan lembar diskusi yang berbeda-beda kepada setiap kelompok.
d. Guru mengintruksikan kepada masing-masing kelompok untuk berdiskusi menyelesaikan lembar diskusi yang telah diberikan.
e. Guru dan siswa membahas hasil diskusi masing-masing kelompok bersama-sama untuk mendapatkan pemahaman yang menyeluruh.
f. Guru dan siswa menyimpulkan bersama materi pembelajaran.
44Surendra (penanggung jawab multimedia), wawancara pada tangal 20 Mei 2017.
2. Proses Pelaksanaan Penerapan Multimedia di Laboratorium Komputer Proses pelaksanaan pembelajar dengan menggunakan multimedia di dalam laboratorium multimedia adalah sebagai berikut. Proses pelaksnaan di awalai dengan kerjasama antara guru bidang studi dengan penanggung jawab multimedian dan laboratorium komputer untuk memasukkan materi pembelajaran dalam bentuk soft file ke dalam Digital Library yang telah disiapkan penanggung jawab multimedia dan laboratorium komputer untuk kemudahan para siswa mencari materi-materi pembelajarannya.45
Proses selanjutnya yang terjadi di dalam laboratorium komputer adalah siswa diberikan fasilitas komputer untuk masing-masing siswa.
Setiap komputer telah memiliki nomor dan kode tertentu sehingga pemakaiannya dapat dikontrol langsung oleh guru bidang studi Aqidah Akhlak atau penanggung jawab multimedia dan laboratorium komputer.
Pada tahap ini, penanggung jawab multimedia dan laboratorium komputer bertanggung jawab atas kelancaran penggunaan perangkat-perangkat yang digunakan guru dan siswa di dalam ruang laboratorium komputer. Hal lain yang selalu dilakukan oleh penanggung jawab multimedia dan aboratorium komputer adalah memastikan bahwa siswa telah membaca tata tertib bagi pengunjung baloratorium komputer yang sudah disiapkan di masing-masing komputer. Hal ini bertujuan agar siswa tidak menyalahgunakan fasilitas laboratorium dan perangkat-perangkat yang ada.46 Berikut ini keterangan
45Observasi, Guru bidang studi Aqidah Akhlak tanggal 20 Mei 2017.
46Observasi, tanggal 20 Mei 2017.
dari Ustadz Surendra mengenai proses pelaksanaan pembelajarn di dalam laboratorium komputer.
“Ketika proses pembelajaran yang menerapkan multimedia tidak selalu berjalan sesuai dengan harapan guru, seperti contoh ketika guru mengintruksikan mencari informasi yang berkaitan dengan materi pembelajaran, dari beberapa siswa yang mengikuti pembelajaran tersebut mencari hal-hal yang lain, contohnya bermain facebook, mencari video, film, lagu, gambar dan lain-lain.”47
Tata terlib yang berlaku bagi setiap pengunjung laboratorium komputer adalah sebagai berikut:
Dibacakan sebelum pembelajaran dimulai:
a. Pengunjung laboratorium harus duduk sesuai dengan sesuai dengan urutan absen kelas.
b. Pengunjung laboratorium tidak diperkenankan membawa makanan, minuman.
c. Pengunjung laboratorium bertanggung jawab atas kerapian dan kebersihan laboratorium.
d. Pengunjung tidak diperkenankan untuk mencari informasi selain informasi yang berkenaan dengan pembelajaran.
e. Apabila siswa ditemukan melanggar peraturan, maka akan dikenakan sanksi seperti berikut:
1) Membersihkan laboratorium selama seminggu.
2) Tidak diperkenankan masuk laboratorium selam 3 hari.
3) Tidak diberikan fasilitas berupa computer ataupun laptot selama 3 hari.
4) Membantu staf-staf laboratorium selama seminggu.
Dibacakan sebelum pembelajaran berakhir
a. Matikan komputer sesuai prosedur jika komputer telah selesai digunakan.
b. Rapikan kembali kursi, keyboard dan mouse serapi mungkin jika pembelajaran telah berakhir.
c. Dilarang membawa peralatan laboratorium komputer berupa apapun tanpa seizin pengurus laboratorium komputer.
47Surendra Rahman (Penanggung jawab Multimedia), wawancara pada tangal 21 Mei 2017.