BERINTERNET SECARA SEHAT & BIJAK
B. Lima aturan dasar berjejaring social yaitu (ICT Watch, 2019)
1. Memasang profil diri secukupnya saja, tidak perlu terlalu lengkap seperti alamat rumah/ sekolah, nomor telepon, dan sebagainya karena rentan dimanfaatkan oleh orang yang memiliki niat tidak baik
2. Waspadalah ketika mengadakan pertemuan offline (face- to-face) dengan seseorang yang baru pertama kali dikenal di Internet. Kalaupun memang harus bertemu, ajak beberapa teman atau anggota keluarga yang lebih dewasa untuk menemani dan lakukan pertemuan di tempat publik yang ramai
3. Jangan memajang foto yang kurang pantas, karena berpotensi disalah gunakan oleh orang lain yang dapat merugikan kita. Selain itu periksalah kalua teman kita melakukan tagging photo keprofil kita di Facebook. Kalau foto tersebut kita anggap tidak layak atau tidak cocok menjadi bagian dari profil kita, segeralah lakukan remove tag! Dan kalau kejadian tersebut berulang, segera hubungi teman kita untuk tidak lagi melakukan photo tagging ke profil kita. Kalau dia tetap membandel, langsung saja remove as friend!
4. Lebih selektif dalam meng-approve atau meng-add teman, khususnya yang tak kita kenal sebelumnya. Ketika melakukan approve/add kepada orang baru, perhatikan jumlah “mutual friends”-nya jika di Facebook. Semakin banyak jumlah “mutual friends”-nya, berarti semakin banyak teman-teman kita Facebook yang telah mengenal atau menjadi temannya. Semakin banyak teman kita yang mengenalnya, tentu relative semakin aman orang tersebu tuntuk menjadi teman kita. Meskipun demikian, tetaplah
waspada. Tidak ada keharusan bagi kita untuk approve/add orang baru yang tidak kita kenal ataupun memang tidak inginkan.
5. Ingatlah bahwa apa yang ditulis di situs jejaring social akan dibaca banyak orang dan tersebar luas. Dampaknya bias merugikan diri sendiri ataupun pihaklain, dan sanga tmungkin berujung pada tuntutan hukum.
C. Think before posting!
Di lingkungan rumah maupun sekolah, remaja perlu lebih dimotivas iuntuk menggunakan jejaring social (media social) dengan hal-hal yang positif, yaitu (Telkomsel, 2017) :
1. Remaja dapat belajar mengembangkan keterampilan teknis dan sosial yang sangat dibutuhkan di era digital seperti sekarang ini. Mereka akan belajar bagaimana cara beradaptasi, bersosialisasi dengan publik dan mengelola jaringan pertemanan.
2. Remaja akan termotivasi untuk belajar mengembangkan diri melalui teman-teman yang mereka jumpai secara online, karena di sini mereka berinteraksi dan menerima umpan balik satu sama lain.
3. Situs jejaring social daapat membuat remaja menjadi lebih bersahabat, perhatian dan empati. Mereka dapat memberikan perhatian saat ada teman mereka yang
berulang tahun, mengomentari foto,video dan status teman mereka, menjaga hubungan persahabatan meski tidak dapat bertemu secara fisik.
4. Remaja dapat memperluas jaringan pertemanan. Berkat situs jejaring sosial,remaja menjadi lebih mudah berteman dengan orang lain di seluruh dunia, meski sebagian besar di antaranya tidak pernah mereka temui secara langsung.
Namun juga perlu diwaspadai efek negative jejaring social, diantaranya (Telkomsel, 2017)
1. Remaja menjadi malas belajar berkomunikasi di dunia nyata. Tingkat pemahaman bahasa pun menjadi terganggu. Jik asejak kecil mereka terlalu banyak berkomunikasi di dunia maya, maka pengetahuan tentang seluk-beluk berkomunikasi di kehidupan nyata, seperti Bahasa tubuh dan nada suara, menjadi berkurang.
2. Bagi remaja, tidak ada aturan ejaan dan tata bahasa di situs jejaring sosial. Hal ini akan membuat mereka semakin sulit untuk membedakan antara berkomunikasi di situs jejaring social dan di dunia nyata. Hal ini tentunya akan mempengaruhi keterampilan menulis mereka di sekolah dalam hal ejaan dan tata bahasa.
3. Situs jejaring social adalah lahan subur bagi predator untuk melakukan kejahatan. Kita tidak akan pernah tahu
apakah seseorang yang baru dikenal remaja di internet, menggunakan jati diri yang sesungguhnya.
4. Situs jejaring social akan membuat remaja lebih mementingkan diri sendiri. Mereka menjadi tidak sadar akan lingkungan di sekitar mereka, karena kebanyakan menghabiskan waktu di internet. Hal ini dapat mengakibatkan mereka menjadi kurang berempati di dunia nyata.
D. Jejak Digital. Hal lain yang perlu diperhatikan dalam menggunakan internet adalah jejak digital. Jejak digital tercipta atas tindakan penggunanya dan suatu saat akan menjadi bom waktu bagi penggunanya. Bom waktu tersebut dapat meledak jika pihak tertentu menargetkan pemilik jejak digital tersebut. Jejak digital terdiri atas dua jenis yaitu pasif dan aktif. Jejak digital pasif merupakan jejak yang tidak sengaja ditinggalkan oleh pengguna internet. Misal ketika mengunjungi website, server akan mendeteksi alamat IP kita dan mengetahui ISP yang kita gunakan dan lokasi kita pada saat mengakses website.
Selain itu jejak digital pasif juga dapat berupa search history dalam situs pencarian. Jejak digital aktif segala jejak digital yang tercipta atas peran aktif si pengguna.
Contohny aadalah form yang diisi secara online, update status di jejaring sosial, email yang dikirim dan diterima.
Terhadap kedua jejak digital ini harus diperhatikan dan menjadi perhatian dengan hati-hati, karena jejak ini tetap akan ada di media online walau pengguna sudah tidak aktif menggunakan media online. Hal ini dapa tdigunakan oleh pihak yang tidak bertanggungjawab untuk melihat portofolio pengguna.
E.
Sekilas Tips – (Fosi.org, 2016)
Berikut adalah cara untuk membersihkan jejak digital kita di dunia maya:
1. Periksa jejak digital. Cobalah mencari diri sendiri di situs pencarian. Lihatlah apa yang terdapat dalam hasil pencarian tersebut.
Periksalah bagaimana situs tersebut menampilkan informasi tentang diri sendiri. Jika kurang berkenan, segera hubungi pihak situs terkait dan meminta untuk menghapus informasi yang ada. Beberapa situs yang menggunakan aturan privasi terkadang menerapkan perubahan atur antan pamemberitahu. Periksalah bagaimana situs itu menampilkan informasi tentang diri dan atur kembali jika ada perubahan yang membuat informasi anda terekspos di publik.
2. Selalu perbarui versi perangkat lunak.
Malware dapat menyerang kapan saja. Oleh karena itu, melakukan pembaruan sistem, aplikasi anti virus dan firewall merupakan hal wajib yang sebaiknya dilakukan secara periodik.
Hal tersebut juga dapat diatur secara otomatis dalam aplikasi tersebut.
3. Bijak sebelum menulis. Beberapahal yang tampil dalam internet bukan hanya sekedar informasi tentang diri sendiri, tetapi cara berperilaku juga kerap terekam secara otomatis dalam internet. Maka dari itu diperlukan pemikiran yang matang sebelum menulis atau mengunggah apapun ke internet.
4. Perhatikan perangkat mobile. Ponsel atau tablet merupakan perangkat yang memberikan akses langsung terhadap diri sendiri secara pribadi. Pelajari aturan privasi di dalam perangkat tersebut kemudian pastikan untuk tidak mengizinkan aplikasi yang akan “menarik”
data pribadi tanpa sepengetahuan diri sendiri.
5. Bangun citra diri yang positif. Gunakan akses internet untuk hal yang positif. Salah satu caranya adalah dengan menampilkan keahlian dan buat
dalam bentuk konten berupan tulisan, gambar, atau video sehinggadapatbergunabagi orang banyak. Hal tersebut akan membuat citra diri secara positif di dunia maya
DAFTAR PUSTAKA
Barry M. Leiner, V. G. (1997). Brief History of the Internet.
internetsociety.org.
EndahTriastuti; Adrianto Indra Prabowo; HillunVilaylNapis (2017). Program Pendidikan dan KesadaranMasyarakat : Peta Jalan PerlindunganAnak Indonesia di Internet (SebuahPengantar), Kementerian Kominfo dan KPAI.
Emspak, K. A. (2017, June 27).
https://www.livescience.com/20727-internet-history.html. Retrieved from https://www.livescience.com:
https://www.livescience.com/20727-internet- history.html
Gary B. Shelly; Thomas J. Cashman; Misty E. Vermaat. (2008).
Discovering Computers : Fundamental. In S. C. Vermat, Discovering Computers : Fundamental, fourth edition. USA:
Thomson Course Technology.
https://id.wikibooks.org/wiki/Sejarah_Internet_Indonesia/APJII.
(2013, Agustus 03). Retrieved from https://id.wikibooks.org/:
https://id.wikibooks.org/wiki/Sejarah_Internet_Indonesi a/APJII
ICT Watch. (2019). Literasi Digital : Smart School Online,
Mengaplikasikan Penggunaan Internet Sehat dan Cerdas
di Sekolah. Retrieved from ictwatch.id:
http://literasidigital.id
IGF Indonesia. (2018). Pengantar Tata Kelola Internet. (D. B.U., Ed.), Jakarta.
IDCERT. (2013). Tentang kami :PROFIL INDONESIA COMPUTER EMERGENCY RESPONSE TEAM. Retrieved from id.cert:
https://www.cert.or.id/tentang-kami/id/
Kominfo RI. (2019, May). BNPT : Internet Jadi Media Penyebarluasan Terorisme. Berita Kementerian, p.
https://kominfo.go.if/content/detail/18602.
Mastel Indonesia. (2019). Hasil Survey Wabah HOAX Nasional 2019. Retrieved from mastel.id: https://mastel.id/wp- content/uploads/2019/04/Survey-Hoax-Mastel-2019- 10-April-2019.pdf
Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi Kemendikbud . (2016). Internet Sehat. Jakarta, Jakarta.
Sebo, M. E. (2017). Discovering Computers 2016: Tools Apps Devices And The Impact Of Technology With Mindtap.
India: Cengage India.
Telkomsel. (2017, Juli). Rumus Keren Berinternet Baik. Jakarta, Jakarta.
Tim Internet Sehat. (2010). Internet Sehat : Pedoman Ber-internet yang Aman, Nyaman dan bertanggung jawab. Retrieved from Internet sehat : http://internetsehat.org
W.Kisworo, M. (2017). Terorisme dan Dunia Cyber.