BAB VI PETUNJUK PEMELIHARAAN
6.1. LINGKUP PEMEMLIHARAAN
BAB VI PETUNJUK PEMELIHARAAN
3 Pengamatan pada pelimpah
dan Bangunan Terkait
Tekanan Eksternal sepanjang terowongan Pengamatan Displacement
Pengamatan melalui patok pada bangunan spillway Pengukuran muka air tanah
Pengukuran harus dilakukan dengan teratur. Selain melakukan pengukuran rutin, juga diperlukan pengukuran khusus.
6.1.2. Pemeriksaan Visual
Pemeriksaan visual dilakukan melalui pemeriksaan terhadap komponen-komponen engineering dengan menggunakan mata telanjang tanpa dibantu peralatan khusus apapun, termasuk pemeriksaan oleh penyelam untuk bangunan yang berada di bawah permukaan air, Inspektor harus membuat laporan pemeriksaan visual yang menyeluruh setiap setelah menyelesaikan pemeriksaan visual.
a. Pemeriksaan Rutin
Semua komponen-komponen engineering harus dilakukan pemeriksaan visual secara cermat minimal setiap tahun sekali. Pemeriksaan tersebut sebaiknya dilakukan sebelum bulan November. Pemeriksaan pada saringan (trash rack) intake yang dilakukan oleh penyelam dapat dilakukan lima tahun sekali jika muka air bendungan tidak turun drastis agar pemeriksaan yang biasanya dilakukan setiap tahun dapat dilaksanakan. Beberapa komponen memerlukan pemeriksaan visual yang dilakukan secara rutin dengan peningkatan frekuensi pemeliharaan lebih dari sekali dalam setahun, adalah seperti tersebut di bawah ini:
b. Pemeriksaan Enam Bulanan
Hal-hal yang tersebut di bawah ini perlu mendapatkan pemeriksaan visual secara teratur minimal setiap enam bulan adalah:
(1) Seluruh saluran permukaan dan saluran bawah permukaan.
(2) Seluruh atap yang tahan air.
(3) Seluruh metal work yang terpengaruh cuaca.
(4) Pelindung pencatat elevasi muka air waduk.
c. Pemeriksaan Tiga Bulanan
Tubuh dan abutmen bendungan utama perlu mendapatkan pemeriksaan visual secara menyeluruh minimal tiga bulan sekali.
d. Pemeriksaan Bulanan
Pemeriksaan galeri harus dilakuka pemeriksaan visual secara seksama minimal sebulan sekali.
e. Pemeriksaan Khusus
Pemeriksaan visual perlu dilakukan secara seksama pada seluruh komponen-komponen engineering sesegera mungkin setelah terjadinya gempa bumi yang berkekuatan 5 atau lebih pada skala Richter di lokasi bendungan. Beberapa komponen-komponen engineering yang memerlukan pemeriksaan visual secara meneyeluruh jika terjadi hal- hal yang tidak diinginkan, seperti yang tersebut di bawah ini:
- Setelah hujan deras (badai)
Setelah hujan deras yang membahayakan, maka harus dilakukan pemeriksaan visual terhadap:
(1) Tubuh dan abutmen bendungan.
(2) Jalan masuk permanen.
(3) Seluruh galian lereng dan timbunan yang permanen.
(4) Seluruh sistem drainase permukaan.
f. Laporan Pemeriksaan Visual
Inspekstor harus membuat dan mengumpulkan laporan pemeriksaan segera setelah melaksanakan pemeriksaan , baik pemeriksaan rutin maupun khusus. Laporan pemeriksaan tersebut harus memberikan informasi atas pertanyaan yang mungkin timbul maupun informasi yang dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan lain sesuai dengan keadaan bangunan yang diperiksa.
Untuk beton: Apakah beton mengalami keretakan, displacement pada sambungannya, rembesan yang tidak diinginkan, dan segala bentuk kerusakan lainnya.
Untuk sistem drainase: Apakah sistem drainase mengalami keretakan, displacement pada
sambungannya, penyumbatan, materialnya mengalami erosi, dan segala bentuk kerusakan lainnya.
Untuk gempa bumi: Apakah terjadi erosi, penurunan, longsor, dan perubahan-perubahan lain yang menyimpang dari desain maupun kualitas.
Untuk metal work: Apakah ada bagian-bagian yang longgar, cat yang mengelupas, korosi, dan segala macam bentuk kerusakan lainnya.
6.1.3. Pemeliharaan
Berdasarkan pada hasil pemeriksaan tersebut di atas, apabila terdapat kerusakan-kerusakan pada bagian bangunan maka harus segera dilakukan perbaikan. Selama usia guna waduk, maka hal- hal yang harus menjadi perhatian adalah:
a) Konservasi tanah pada seluruh daerah tangkapan hujan bangunan tersebut.
b) Pemeliharan komponen-komponen engineering.
Untuk konservasi tanah yang harus menjadi perhatian adalah koordinasi dengan instansi- instansi terkait dalam menentukan judual pemeriksaan yang layak serta membuat program konservasi tanah. Oleh karena itu, hal tersebut tidak akan dijelaskan secara menyeluruh pada manual ini.
Untuk pemeliharaan komponen-komponen engineering dipisahkan menjadi dua kelompok kegiatan yaitu pemeliraan rutin dan pemeliharaan khusus.
Pemeliharaan khusus adalah perbaikan kerusakan berat atau untuk situasi yang dapat menyebabkan kerusakan. Untuk itu perlu rekomendasi atau persetujuan konsultan ahli yang kompeten di luar pengelola bendungan. Untuk menjamin ketepatan waktu pelaksanaan pemeliharaan khusus, maka harus dilakukan koordinasi dengan konsultan untuk memeriksa ulang laporan-laporan pemeriksaan yang dikumpulkan dalam jangka panjang dan menganjurkan perbaikan jika memang dibutuhkan. Laporan-laporan pemeriksaan yang dikumpulkan untuk kaji ulang harus meliputi semua laporan mengenai displacement (termasuk penurunan, longsor, dan deformasi), keretakan, rembesan, tekanan air pori, tekanan hidrolik dan uplift, tinggi muka air tanah, aliran air pada bangunan bawah permukaan, catatan seismic dan lain sebagainya.
Pemeliharaan rutin mengacu pada pemeliharaan ringan yang dilaksanakan setiap waktu guna mempertahankan komponen-komponen engineering agar dapat bekerja dengan baik.
Pemeliharaan ini merupakan tanggung jawab pengelola bendungan, tanpa adanya
rekomendasi dari pihak konsultan.
Karena pemeliharaan khusus ditentukan berdasarkan situasi yang terjadi yang ditampakkan dengan pemeriksaan dan akan berbeda dari kasus satu dengan kasus lainnya, maka hanya pemeliharaan rutin yang akan ditangani pengelola bendungan.
Berikut adalah persyaratan pemeliharaan rutin yang harus dilaksanakan pada komponen- komponen engineering.
Sejauh dapat dilaksanakan maka garis desain dan kualitas seluruh bangunan harus dipelihara selama umur bendungan.
Penyumbatan pada setiap bagian sistem drainase permukaan atau bawah permukaan harus segera diperbaiki, tanpa adanya penundaan. Perbaikan juga harus segera dilaksanakan pada keretakan beton dan erosi pondasi pada permukaan sistem drainase.
Metal work yang catnya sudah mengelupas sebaiknya dicat ulang dengan cat asli seperti yang digunakan sebelumnya. Bagian-bagian metal work yang mengendor juga harus dikencangkan.
Permukaan seluruh bangunan sebaiknya harus dijaga kebersihannya.
Sebelum melakukan pengamatan melalui berbagai macam pengukuran maupun melalui sistem pengamatan permanen yang telah dipasang, maka bangunan dan setiap bagian peralatan atau fasilitas yang mendukung pengamatan tersebut harus dipemeriksaan dengan teliti. Apabila terjadi kerusakan maka harus segera diperbaiki dan apabila ada bagian- bagian yang hilang maka harus segera diganti sehingga pengamatan dapat berjalan dengan lancar.
6.1.4. Pemeliharaan Peralatan Utama Hidromekanikal
Peralatan hidromekanikal di bendungan Lamenta terdiri dari (1) Trash rack dimensi ( 1,4 m P x 1,2 m L )
(2) Pintu intake 1 m x 1 m; Type Sluice gate (3) Saluran outlet ; 1 m x 1 m
Supaya peralataan hidroekanikal tersebut bisa dioperasikan dengan baik pada waktu operasi
normal, operasi banjir dan operasi darurat diperlukan pemeliharaan dan uji operasi dari peralatan-peralatan tersebut. Secara garis besar pemeliharaan ada 2 kelompok.
1. Pemeliharaan pencegahan (preventif maintenance):
Dilakukan secara rutin dan berkala untuk mencegah terjadinya kemerosotan mutu atau kerusakan pada bendungan dan bangunan pelengkapnya
2. Pemeliharaan tak terduga (extra ordinary maintenance):
Dilakukan sesuai kebutuhan untuk memperbaiki kerusakan yang terjadi, kerusakan akibat kemerosotan mutu, banjir, vandalisme dan lain-lain. Pelaksanaan pemeliharaan tak terduga mungkin perlu melibatkan ahli dari luar, konsultan dan kontraktor.
Adapun yang dibahas dalam bab ini adalah pemeliharaan pencegahan Memasang dan Memelihara Kisi-Kisi Sampah (Trash Rack)
Pemeliharaan kebersihan waduk di sebelah hilir trash boom bertujuan untuk menjaga agar sampah tidak menyumbat trash rack, sedangkan pemeliharaan kebersihan waduk di hulu trash boom berfungsi agar sampah tidak menumpuk di trash boom yang pada akhirnya menyebabkan putusnya tali trash boom. Apabila tali trash boom putus akan meyebabkan:
Sampah akan menyumbat trash rack sehingga sulit untuk membersihkannya.
Dengan tersumbatnya trash rack, aliran air dalam waterway terganggu sehingga pembangkitan listrik tidak stabil.
Jika ada sampah yang lolos masuk ke waterway akan dapat merusak turbin.
Jika sampah berupa kayu besar masuk ke spillway maka akan mengganggu pelimpahan air
6.2. PROGRAM PEMELIHARAAN