• Tidak ada hasil yang ditemukan

PROGRAM PEMELIHARAAN

Dalam dokumen Petunjuk Umum Bendungan Lamenta (Halaman 108-111)

BAB VI PETUNJUK PEMELIHARAAN

6.2. PROGRAM PEMELIHARAAN

normal, operasi banjir dan operasi darurat diperlukan pemeliharaan dan uji operasi dari peralatan-peralatan tersebut. Secara garis besar pemeliharaan ada 2 kelompok.

1. Pemeliharaan pencegahan (preventif maintenance):

Dilakukan secara rutin dan berkala untuk mencegah terjadinya kemerosotan mutu atau kerusakan pada bendungan dan bangunan pelengkapnya

2. Pemeliharaan tak terduga (extra ordinary maintenance):

Dilakukan sesuai kebutuhan untuk memperbaiki kerusakan yang terjadi, kerusakan akibat kemerosotan mutu, banjir, vandalisme dan lain-lain. Pelaksanaan pemeliharaan tak terduga mungkin perlu melibatkan ahli dari luar, konsultan dan kontraktor.

Adapun yang dibahas dalam bab ini adalah pemeliharaan pencegahan Memasang dan Memelihara Kisi-Kisi Sampah (Trash Rack)

Pemeliharaan kebersihan waduk di sebelah hilir trash boom bertujuan untuk menjaga agar sampah tidak menyumbat trash rack, sedangkan pemeliharaan kebersihan waduk di hulu trash boom berfungsi agar sampah tidak menumpuk di trash boom yang pada akhirnya menyebabkan putusnya tali trash boom. Apabila tali trash boom putus akan meyebabkan:

Sampah akan menyumbat trash rack sehingga sulit untuk membersihkannya.

 Dengan tersumbatnya trash rack, aliran air dalam waterway terganggu sehingga pembangkitan listrik tidak stabil.

 Jika ada sampah yang lolos masuk ke waterway akan dapat merusak turbin.

 Jika sampah berupa kayu besar masuk ke spillway maka akan mengganggu pelimpahan air

6.2. PROGRAM PEMELIHARAAN

dilakukan minimal setiap 5 tahun sekali atau jika ada tanda-tanda adanya peningkatan jumlah sedimen.

Waduk sebaiknya harus dijelajahi dengan teratur dengan menggunakan motor boat, khususnya selama musim banjir. Kegiatan tersebut bertujuan untuk mengamati kondisi konservasi tanah, sampah yang mengapung ataupun benda-benda yang membahayakan lainnya. Jika terdapat sampah atau benda-benda yang membahayakan maka harus segera diangkat dari permukaan waduk untuk melindungi peralatan seperti pintu intake dan pencatat elevasi muka air waduk.

Pelindung pencatat elevasi muka air waduk harus diperiksa secara visual setiap enam bulan.

1. Lereng di sekitar Waduk

Ketika elevasi muka air waduk mencapai +29,90 mdpl, yang merupakan elevasi muka air normal, luas area genangan waduk adalah sebesar 1.17 Ha. Biasanya, stabilitas lereng di sekitar waduk khususnya yang berada di dekat sisi bendungan akan berpengaruh pada keamanan bendungan. Keruntuhan lereng dan longsor biasanya terjadi selama awal pengisian waduk dan penurunan muka air waduk yang secara tiba-tiba.

Tanah longsoran atau keruntuhan lereng akan mengurangi tampungan waduk atau gelombangnya menyebabkan overtopping melalui puncak bendungan. Untuk itu, daerah bahaya di sekitar waduk yang berpotensi untuk mengalami longsoran lereng harus dilakukan inspeksi yang lengkap agar dapat dilakukan pengukuran yang memadai dengan cepat. Harus diperhatikan bahwa hanya longsoran berskala besar yang mendapatkan inspeksi guna menjaga keamanan bendungan. Namun dalam manual ini tidak membahas longsor yang terjadi secara umum maupun dalam skala kecil.

6.2.1.2 Pemeliharaan Bendungan Utama dan Abutmen 1. Pemeliharaan

Selain persyaratan pemeliharaan yang diterapkan ke seluruh komponen-komponen Engineering seperti yang telah dijelaskan pada sub bab sebelumnya, maka juga harus memenuhi persyaratan tersebut di bawah ini:

1) Tubuh Bendungan

Apabila terdapat benda-benda asing dalam jumlah yang banyak pada permukaan bendungan, maka benda-benda tersebut harus segera diangkat agar riprap dapat berfungsi dengan baik.

2) Sistem Drainase Permukaan

Penyaring sampah yang terletak di dekat pintu masuk sistem drainase permukaan harus dibersihkan secara teratur untuk mempertahankan kapasitas maksimumnya. Begitu juga permukaan bendungan harus benar-benar bersih dari sampah.

3) Sistem Pengamatan

Terminal box piezometer dan ruang seismograph apabila tidak dipergunakan, harus tetap terkunci.

6.2.1.3 Pemeliharaan Bendungan Pelengkap 1. Pemeliharaan

a) Saluran ke Spillway (Approach Channel) b) Luncuran (Chute) dan Bucket

c) Garis rencana dan kualitas sistem drainase bawah permukaan dan alat-alat pengukur untuk bangunan terkait lainnya harus dipelihara dengan cara yang sama seperti pemeliharaan bendungan dan abutmen.

1. Intake Irigasi

Selain syarat-syarat pemeliharaan yang diterapkan pada seluruh komponen-komponen proyek seperti yang tertera pada Sub bab 4.1.3, maka persyaratan yang juga harus dipenuhi adalah sebagai berikut:

a. Pintu Masuk Intake

Selama musim hujan, trash rack intake harus dijaga kebersihannya dari sampah atau benda-benda asing yang mengapung lainnya agar tidak menghambat aliran atau tidak terjadi kerusakan pada bangunan

b. Garis rencana dan kualitas sistem drainase bawah permukaan dan alat-alat pengukuran untuk bangunan terkait lainnya harus dipelihara dengan cara yang sama seperti pemeliharaan bendungan dan abutmen.

Selama musim hujan, trash rack intake harus dijaga kebersihannya dari sampah atau benda-benda asing yang mengapung lainnya agar tidak menghambat aliran atau tidak terjadi kerusakan pada bangunan.

2. Jalan di Puncak Bendungan (Crest Road)

Persyaratan pemeliharaan untuk jalan di puncak bendungan seperti yang telah dijelaskan di

Sub bab sebelumnya.

6.2.1.4. Pemeliharaan Spillway

1. Puncak dan Peluncur Spillway 1) Pengamatan dan Pengukuran

Pada puncak dan peluncur spillway bendungan tidak dipasang peralatan apapun, maka pengamatan dan pengukuran hanya berdasarkan pada pemeriksaan visual saja.

2) Pemeriksaan

a) Pemeriksaan Rutin (1)Tahunan

(1)Enam Bulanan

Harus dilakukan pemeriksaan visual minimal setiap enam bulan sekali, sebaiknya pemeriksaan dilaksanakan pada bulan November dan Mei.

3) Pemeliharaan

Persyaratan pemeliharaan puncak dan peluncur spillway dapat diterapkan pada seluruh komponen-komponen engineering seperti yang telah dijelaskan pada Sub Sub bab sebelumnya.

2. Kolam Olakan (Plunge Pool) 1) Pengamatan dan Pengukuran

Setelah pengosongan banjir melalui terowongan spillway, sounding kedalaman air harus dilaksanakan untuk mengetahui apakah terjadi perubahan geometri seperti erosi pada bagian bawah kolam olakan. Karena di sini tidak dipasang peralatan apapun, maka pengamatan dan pengukuran hanya berdasarkan pada pemeriksaan visual saja.

Dalam dokumen Petunjuk Umum Bendungan Lamenta (Halaman 108-111)