BAB III GAMBARAN UMUM
4.1. Prospek Implementasi Local Currency Settlement Indonesia-Republik
4.1.2. Local Currency Settlement & Pembangunan Infrastruktur
81 keduanya. Selain kepentingan masing-masing negara, kesepakatan kerjasama ini juga akan mempererat hubungan antara Indonesia dan Tiongkok baik dari segi hubungan diplomatik, maupun hubungan politik kedua negara. LCS juga hadir untuk mengurangi volatilitas nilai tukar rupiah dan meningatkan efisiensi transaksi di pasar valas. Oleh karena terdapat kemudahan dalam mengakses mata uang lokal masing-masing negara, kerjasama pembangunan infrastruktur serta perdagangan antara Indonesia dan Tiongkok juga terkena dampak positif. Hal ini akan dijelaskan pada kedua bagian selanjutnya.
82
10 Maurtius 0.65 0.60 0.57 0.45 0.57
Sumber: Agustina 2022, Kerangka Penyelesaian Transaksi dalam Mata Uang Lokal (LCS) untuk Mendukung Pemulihan
Ekonomi Nasional, South Sulawesi Economic Forum
Dapat diliat pada gambar diatas bahwa terjadi peningkatan yang signifikan dalam inward FDI serta outward FDI antara Indonesia dan Tiongkok. Dilihat pada gambar diatas khususnya inward FDI dari Tiongkok ke Indonesia pada tahun 2017 dengan total USD 5.5 juta lalu meningkat di USD 6.20 juta pada tahun 2018, serta kembali mengalami peningkatan pada tahun 2019 di angka USD 7.72 juta sampai pada tahun 2020 mengalami peningkatan di angka USD 8.00 juta (Agustina, 2022).
Data ini membuktikan bahwa hubungan investasi antara Indonesia dan Tiongkok mengalami peningkatan yang sangat signifikan.
Beberapa mega proyek pembangunan infrastruktur yang sebelumnya dilakukan oleh Tiongkok di Indonesia sebagai hasil investasi Tiongkok di Indonesia diantaranya adalah (a) Jembatan Suramadu dan (b) Bendungan Jatigede Jembatan Suramadu. Jembatan ini merupakan jembatan terpanjang yang ada di Asia, jembatan ini menghubungkan antatara Pulau Jawa dan Pulau Madura yang memiliki panjang sejauh 5,4 km. Pembangunan jembatan ini juga melibatkan beberapa perusahaan konstruksi Tiongkok seperti Shougang Company Ltd., Baosteel Group, dan Jiangnan Heavy Industry Co. Ltd. yang menghabiskan dana sebesar Rp 4,5 triliun. Selain Jembatan Suramadu juga ada Bendungan Jatigede yang terletak di Jawa Barat. Bendungan
83 ini menghabiskan investasi Tiongkok sebesar USD 467 juta, 90% dari dana pembangunan bendungan ini berasal dari Bank Exim Tiongkok (Putra, 2019).
Gambar 4.5 Realisasi Investasi Tiongkok di Indonesia Sebelum LCS
Sumber: Lokadata 2021, Realisasi Investasi China di Indonesia 2015-2020, Loka data.
Dapat dilihat pada gambar diatas realisasi investasi Tiongkok ke Indonesia dari tahun 2015 dengan total realisasi USD 0.6 miliar, lalu pada tahun 2016 meningkat dengan pesat diangka USD 2.7 miliar, lalu mengalami lagi peningkatan pada tahun 2017 diangka USD 3.4 miliar, namun mengalami penurunan pada tahun 2018 dengan total realisasi USD 2.4 milliar lalu pada tahun 2019 mengalami peningkatan yang pesat diangka USD 4.7 miliar namun kembali turun di angka 2.4 miliar pada tahun 2020 (LokaData, 2021).
Namun sepanjang perjalanan kerjasama investasi Indonesia dan Tiongkok ada salah satu kendala besar yang menjadi sedikit penghalang dalam kerjasama kedua negara ini. Segala kerajasama investasi yang
84 telah dipaparkan diatas masih menggunakan medium mata uang dollar, sehingga transaksi yang dilakukan dapat dikatakan memberikan kerugian serta tidak efisiennya transaksi yang terjalin antara kedua negara dikarenakan terdapat exchange cost (lihat gambar 4.2) yang memang kecil tetapi jika dilihat dari nilai transaksi diatas akan menjadi besar dan merugikan bagi kedua negara. Jika dibandingkan dengan adanya LCS ini akan lebih menguntungkan bagi Indonesia dan Tiongkok dikarenakan transaksi yang dilakukan merupakan mata uang lokal masing-masing negara dan dengan direct quotation yang dimana pertukaran mata uang tidak lagi menggunakan hard currency yaitu dolar. Hal ini dikonfirmasi oleh Ibu Agustina sebagai pembicara dalam forum yang diadakan oleh Bank Indonesia “South Sulawesi Economic Forum” dengan tema “Optimalisasi Pemanfaatan Local Currency Settlement dan Penggunaan IndONIA sebagai Referensi Suku Bunga Rupiah untuk Mengawal Momentum Pemulihan Ekonomi Nasional.
Dalam forum tersebut Ibu Agustina mengkonfirmasi bahwa LCS akan memberikan keuntungan yang lebih bagi Indonesia dan Tiongkok dengan kemudahannya lewat presentasi yang dibawakannya yang berjudul “Kerangka Penyelesaian Transaksi dalam Mata Uang Lokal (LCS) untuk Mendukung Pemulihan Ekonomi Nasional”.
85 Gambar 4.6 Realisasi Investasi Tiongkok di Indonesia pasca
LCS
Sumber: Monavia Ayu Rizaty 2022, Realisasi Investasi China di Indonesia 2015-2022, DataIndonesia.id.
Dapat dilihat pada gambar diatas berupa realisasi investasi Tiongkok di Indonesia. Jika dilihat tren realisasi investasi Tiongkok di Indonesia mulai tahun 2015-2020 memang telah mengalami peningkatan yang sangat signifikan. Namun mengalami penurunan pada tahun 2020 ke 2021 yang lumayan besar. Hal tersebut dikarenakan oleh Pandemi Covid-19 sehingga kurangnya investasi yang masuk dari Tiongkok ke Indonesia. Jika fokus melihat pada tahun 2021-2022 dimana mulainya terimplementasi Local Currency Settlement antara Indonesia dan Tiongkok, nilai investasi yang Tiongkok di Indonesia mulai mengalami peningkatan yang cukup besar, diketahui nilai investasi Tiongkok ke Indonesia mencapai USD 3.62 miliar dengan total 1.020 proyek sepanjang periode Januari-Juni 2022 (Rizaty, 2022).
Hal tersebut dapat membuktikan bahwa selain pulihnya kembali
86 perekonomian Tiongkok pasca covid 19 dan dibantu dengan terimplementasikannya LCS antara Indonesia dan Tiongkok maka meningkatnya realisasi investasi yang masuk dari Tiongkok ke Indonesia dikarenakan kemudahan-kemudahan yang diberikan oleh LCS.
Gambar 4.6 Realisasi Investasi Tiongkok di Indonesia (Miliar USD)
Sumber: Maesaroh 2022, Benarkah China ‘Mencengkram’
Indonesia?, CNBC Indonesia.
Jika kita melihat lebih mendetail lagi investasi Tiongkok mengalami peningkatan hampir empat kali lipat pada kuartal II tahun 2022 dengan nilai menembus angka USD 2,3 miliar. Diketahui nilai tersebut bahkan hanya kalah dari investasi Singapura yang dimana merupakan investor yang memiliki sumbangsih paling banyak bagi Indonesia. Nilai investasi Tiongkok sebesar USD 2,3 miliar pada kuartal II tahun 2022 ini juga melonjak sebesar 260% dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2021 (Maesaroh, 2022).
87 Data-data yang ditunjukkan pada gambar diatas menunjukkan bahwa dengan adanya Local Currency Setllement Indonesia-Tiongkok akan semakin mempererat hubungan baik antara Indonesia dan Tiongkok khususnya pada bidang Investasi, penanaman modal asing, serta pembangunan infrastruktur. Pernyataan ini didukung dengan pernyataan Duta Besar Indonesia untuk Tiongkok Djauhari Oratmangun usai acara Lembaga Kerjasama Ekonomi, Sosial, dan Budaya Indonesia Tiongkok di Jakarta. Ia mengatakan bahwa jika Indonesia bisa mengakselerasi pertumbuhan ekonominya diatas angka 6%, maka pada tahun 2023 Indonesia sudah bisa masuk 10 besar dalam ekonomi dunia dan pada tahun 2025 sudah menempati tembat di 5 besar dalam perekonomian global (Aldila, 2022).
Prospek Local Currency Settlement Indonesia yang memberikan kemudahan akser terhadap mata uang negara mitra yaitu Tiongkok ternyata memberikan dampak positif terhadap nilai investasi Tiongkok ke Indonesia. Namun, tidak hanya nilai investasi yang berdampak terhadap kemudahan akses uang yang diberikan oleh Local Currency Settlement ini. Nilai perdagangan seperti ekspor dan impor pun terkena dampak dari kemudahan akses yang difasilitasi oleh LCS ini yang kemudian akan dibahas pada bagian selanjutnya.
88