• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI SISTEM

4.3. Konfigurasi IP Address Mikrotik

4.3.1. Login ke Winbox

Setelah melakukan proses login, makan akan muncul tampilan seperti pada gambar 4.2 yang merupakan tampilan aplikasi winbox setelah berhasil login.

Gambar 4.3 Tampilan winbox setelah login

4.3.2 Riname Interface pada Mikrotik

Langkah ini dilakukan untuk mengubah nama interface pada mikrotik.

Pada tahap ini, klik interfaces pada menu bar kemudian pilih ether 1 lalu ubah ether 1 menjadi lnternet dan ether 2 menjadi localpada tab General, pilih Apply lalu OK. Berikut merupakan tampilan saat rename interfaces.

Gambar 4.4 Langkah 1 riname interface

Setelah melakukan rename interfaces, maka akan muncul tampilan seperti gambar 4.5 yang merupakan interfaces list.

Gambar 4.5 Langkah 2 interface list

4.3.3 Setting IP Address pada masing-masing Interface

Pada langkah ini dilakukan pengisianIP Address pada masing-masing interface sesuai dengan topologi yang sudah ditentukan. Pada tahap ini, dilakukan pengisian IP Address yang ada pada menu bar kemudian add IP dan ketik IP

Address yang diguanakan yaitu 192.168.10.1/24 pada ether 2 dan 192.168.100.1/24 pada wlan 1.

Gambar 4.6 Langkah 1 setting IP Address interface

Gambar 4.7 Langkah 2 setting IP Address interface local

Gambar 4.8 Langkah 3 setting IP Address interface untuk internet

Gambar 4.9 Langkah 4 DNS setting

Gambar 4.10 Route List

4.3.4 Setting NAT

NAT (Network Address Translation) atau penafsiran alamat jaringan adalah suatu metode untuk menghubungkan lebih dari satu computer ke jaringan internet dengan menggunkan satu alamat IP.

Gambar 4.11 Langkah 1 Setting NAT

Gambar 4.12 Langkah 2 Setting NAT 4.3.5 Setting Mikrotik untuk Bandwidth Management

Dalam jaringan komputer, bandwidth adalah jumlah data yang dapat dibawa dari satu titk ke titik yang laindalam jangka waktu tertentu (biasanya menggunakan satuan detik) atau lebih sederhananya dapat diartikan dengan besaran volume informasi yang dapat ditangani persatuan detik.

Pada penelitian kali ini penulis akan menggunakan 3client, jumlah bandwidth yang dugunakan adalah 1 MBps yang dibagi menjadi Download 800 KBps dan Upload 200 KBps dengan asumsi bandwidth akan terbagi pada masing- masingclient dengan PCQ (Peer Conection Queue). Dapat dilihat pada Gambar 4.13 di bawah ini.

Gambar 4.13 Pembagian Bandwidth dengan Peer Connection queue a. Konfigurasi Mangle pada mikrotik

Konfigurasi Mangleberfungsi untuk menandai paket yang melewati route, masuk ke router atau yang keluar dari router. Pada konfigurasi Mangle dapat dilakukan dengan menu Firewall pada tab Mangle untuk membuat Mark packet dan Mark connection untuk masing-masing client.

Gambar 4.14 Konfigurasi MangleClient 1

Gambar 4.15 Konfigurasi MangleMark ConnectionClient 1

Gambar 4.16 Konfigurasi MangleMark PacketClient 1

Gambar 4.17 Hasil konfigurasi Manglepada masing-masingClient b. Konfigurasi Queue Tree dan PCQ (Peer Connection Queue)

Konfigurasi Queue Tree dan PCQ (Peer Connection Queue) Leaf dapat dilakukan melalui menu Queues pada bar menu Queue Tree dan untuk konfigurasi PCQ pada Queue Types, untuk mengatur bandwidth upload dan download pada masing-masing client dengan konfigurasi PCQ type name=download untuk download dan type name upload untuk upload, kind = pcq, rate = 0, limit = 50, total limit = 2000, classifier = dst.address dan classifier = src.address untuk upload. Konfigurasi Queue Tree pada tab general name = down-pc-1, parent = download, paket mark = pc-1-net queue type = download, Limit At = 112k, max

limit = 800k dan untuk untuk upload name = up-pc-1 parent = upload, paket mark

= pc-1-net queue type = upload, limit at = 29k max limit = 200k. Lakukan konfigurasi untuk tiap-tiap client. Dibawah ini adalah gambar konfigurasi Queue Tree dan PCQ (Peer Connection Queue).

Gambar 4.18 Konfigurasi PCQ Download

Gambar 4.19 Konfigurasi PCQUpload

Gambar 4.20 Konfigurasi Queue Tree Parent Dwonload

Gambar 4.21 Konfigurasi Queue Tree Parent Upload

Gambar 4.22 Konfigurasi Queue TreeDownload Client 1

Gambar 4.23 Konfigurasi Queue Treeupload Client 1

Gambar 4.24 Hasil konfigurasi Queue Treedan PCQ

4.3.6 Setting IP Address pada PC Client

Setelah melakukan langkah-langkah konfigurasi pada mikrotik, maka langkah selanjutnya menghubungkan masing-masing client pada switch dengan kabel UTPdan konfigurasi IP Address danDNS pada masing-masing PC.

Gambar 4.25Konfigurasi IP Address

Gambar 4.26Konfigurasi IP Address Client 1

Gambar 4.27Konfigurasi IP Address Client 2

Gambar 4.28Konfigurasi IP Address Client 3

BAB V

PENGUJIAN DAN ANALISIS SISTEM

Dalam bab ini dibahas mengenai hasil uji perbandingan QoS(Quality of Service) sebelum dan setelah Quee Tree dan PCQ diaktifkan pada Router

Mikrotik dan aplikasi yang digunakan untuk melakukan konfigurasi yaitu Winbox.

Pada penelitian ini penulis akan menganalisa parameter QoS yaitu Delay, Jitter, Throughput dan Packet Loss, dan aplikasi pendukung yang digunakan yaitu aplikasi Wireshark.

5.1 Pengujian Koneksi

Pengujian ini dilakukan untuk membuktikan bahwa management bandwidth menggunakan metodeQuee Tree dan PCQjauh lebih efektif dan optimal dibandingkan tidak menggunakan metode pengaturan bandwidth dalam suatu jaringan wire local area network. Pada pengujian ini akan menunjukkan perbandingan kualitas jaringan setelah penggunaan metode Quee Tree dan PCQ yaitu dengan melakukan pengujian pada kualitas layanan jaringan atau QoS.

Setelah melakukan beberapa langkah konfigurasi pada router mikrotik seperti yang dibahas pada bab sebelumnya, langkah selanjutnya yang perlu dilakukan yaitu melakukan test ping pada setiap komputer, baik dari komputer server ke client maupun dari komputer client ke Mikrotik. langkah ini dilakukan untuk mengetahui apakah semua IP komputer sudah terkoneksi ke internet. Buka cmd lalu ping gateway mikrotik dan DNS google .

5.1.1 Ping dari PC Client keMikrotik

Perancangan topologi dan konfigurasi pada router mikrotik telah berhasil dilakuakan apabila test ping telah berhasil.Berikut merupakan gambar hasil test ping dari masing-masing komputer.

Gambar 5.1 Ping dari Client 1 keMikrotik

Gambar 5.2 Ping dari Client 2ke Mikrotik

Gambar 5.3 Ping dari Client 3ke Mikrotik

Setelah setiap komputer telah berhasil terhubung melalui jaringan wire local area network dan internet maka langkah selanjutnya adalah melakukan pengujian dengan dengan melakukan test download untuk pengujian dan melihat peerbandingan kecepatan transfer jaringan yang menggunakan metode Queue Tree dan PCQ dan yang tidak menggunakan metode antian konfigurasi Queue Tree dan PCQ.

5.1.2 Test Download pada Client

Setiap client telah terhubung dengan koneksi internet, client 1 disini berperan sebagai komputer yang menjalankan aplikasi wireshark sekaligus melakukan downloaduntuk mandapatkan data pengujian parameter sehingga dapat membandingkan QoS (Quality of Service) antara jaringan yang menggunakan Queue Tree dan PCQ dengan yang tidak menggunakan Queue Tree dan PCQ. Sementara client 2 dan 3 melakukan download dengan ukuran file yang sama.

Berikut akan terlihat perbedaan kecepatan download antara jaringan yang tidak menggunakan Queue Tree dan PCQ dengan yang menggunakan Queue Tree dan PCQ.

Gambar 5.4Test Download sebelum menggunakan Queue Tree dan PCQ pada client 1

Gambar 5.5Test Download setelah menggunakan Queue Tree dan PCQ pada client 1

Gambar 5.6Test Download sebelum menggunakan Queue Tree dan PCQ pada client 2

Gambar 5.7Test Download setelah menggunakan Queue Tree dan PCQ pada client 2

Gambar 5.8Test Download sebelum menggunakan Queue Tree dan PCQ pada client 3

Gambar 5.9Test Download setelah menggunakan Queue Tree dan PCQ pada client 3

5.2 Pengujian Pada Router Mikrotik

Hasil pengujian juga dapat dilihat dari perangkat yang digunakan, yaitu pada saat computer client melakukan test download maka akan terlihat perubahan warna pada queue list yang ada pada tampilan aplikasi winbox.

Gambar 5.10 Tampilan sebelum Queue tree dan PCQ diaktifkan

Gambar 5.11 Tampilan setelah Queue tree dan PCQ diaktifkan

Pada saat setiap client melakukan aktivitas online, pada aplikasi winbox akan terlihat statistic masing-masing client. Berikut adalah gambar statistic dari masing-masing client yang menggunakan manajemen bandwidth Queue tree dan PCQ.

Gambar 5.12Statistic client 1

Gambar 5.13Statistic client 2

Gambar 5.14Statistic client 2

Terlihat perbandingan pada ketiga gambar diatas memiliki jumlah bandwidth yang tidak jauh berbeda yaitu pada gambar client 1rata-rata bandwidth yang di

terima 351,3 kbps, client 2333,6 kbps dan untuk client 3 340,9 kbps, hal itu dikarenakan aktifnya manajemen bandwidth pada jaringan tersebut yang membuat

bandwidth terbagi rata.

5.3 Pengujian Parameter

Dalam pengujian parameter ini, dilakukan untuk mengetahui perbedaan secara lebih akurat kualitas kecepatan bandwidth sebelum dan setelah menggunakan Queue tree dan PCQdalam bandwidth management. Parameter yang dicari adalah Delay, Jitter, Throughput, dan Packet Loss.Pengujian dilakukan oleh client menggunakan aplikasi Wireshark yang mana dalam data akan muncul secara otomatis setelah melakukan proses analisa. Hasil data uji yang didapatkan akan disajikan dalam bentuk tabel untuk kemudian disimpulkan dengan grafik.

a. Hasil Capture Data oleh Wireshark Sebelum menggunakan Queue tree dan PCQ

Gambar 5.15 Hasil Capture Data oleh Wireshark tanpa menggunakan Queue tree dan PCQ

Gambar 5.16Summary Hasil Capture Wireshark tanpa menggunakan Queue tree dan PCQ.

Total paket yang diterima Lama

pengamatan Paket data yang diterima

b. Hasil Capture Data Wireshark Setelah menggunakan Queue tree dan PCQ

Gambar 5.17 Hasil Capture Data oleh Wireshark setelah menggunakan Queue tree dan PCQ

Gambar 5.18Summary Hasil Capture Wireshark setelah menggunakan Queue tree dan PCQ

Total paket yang diterima Lama

pengamatan Paket data yang diterima

c. Data yang diperoleh dari hasil pengamatan menggunakanWireshark Tabel 5.1 Delay dari Packet 1-10

Packet ke-

Tanpa Menggunakan Queue tree dan PCQ

(s)

Dengan Menggunakan Queue tree dan PCQ

(s)

1 1,259833 1,122530

2 1,485091 1,344674

3 1,485443 1,345003

4 1,487560 1,347205

5 1,710209 1,569912

6 1,715535 1,587342

7 1,715.678 1,587483

8 1,715842 1,587661

9 1,715919 1,587663

10 1,725481 1,587665

Jumlah 16,016591 14,667138

Total Variasi

465,648 465,135

delay

5.3.1 Delay

Dalam penelitian kali ini, delay di uji untuk membandingkan yang mana lebih banyak menghasilkan waktu tunda antara menggunakan Queue tree dan PCQ pada manajemen bandwidth dengan tidak menggunkan menggunakan Queue tree dan PCQ.

Analisis data menggunakan aplikasi wireshark di lakukan pada saatsemua clientmelakukan aktivitas download baik sebelum menggunakan Queue tree dan PCQ maupun tidak menggunakanQueue tree dan PCQ. Berdasarkan analisa tersebut berikut adalah data yang diperoleh :

a. Pengujian Delay pada kecepatan data tanpa menggunakan metode Queue tree dan PCQ

Dari capture data yang telah dilakukan dengan Wireshark maka didapatkan rata-rata dengan cara perhitungan sebagai berikut:

Rata-rata delay = Total delay / Total packet yang diterima

= 16,016591 s / 15424

= 0,00103842 s

= 1,03842 ms

Total delay didapatkan dengan menjumlahkan keseluruhan delay yang ada antara paket satu dengan paket lainnya.

Tabel 5.2 menunjukkan hasil perhitungan rata-rata delay dari capture data yang dilakukan pada kecepatan transfer data sebelum menggunakan metode Queue tree dan PCQ.

Tabel 5.2 Hasil perhitungan Rata-rata Delay pada kecepatan tanpa menggunakan Queue tree dan PCQ

Parameter yang dihitung Nilai yang diperoleh Total packet yang diterima 15424packet

Total delay 16,016591 s

Rata-rata delay 1,03842 ms

b. Pengujian Delay pada kecepatan data setelah menggunakan metode Queue tree dan PCQ

Dari capture data yang telah dilakukan dengan Wireshark maka didapatkan rata-rata dengan cara perhitungan sebagai berikut:

Rata-rata delay = Total delay / Total packet yang diterima

= 14,667138s / 21501

= 0,00068216 s

= 0,6821 ms

Total delay didapatkan dengan menjumlahkan keseluruhan delay yang ada antara paket satu dengan paket lainnya. Tabel 5.3 menunjukkan hasil perhitungan rata-rata delay dari capture data yang dilakukan pada kecepatan transfer data sebelum menggunakan metode Queue tree dan PCQ.

Tabel 5.3 Hasil perhitungan Rata-rata Delay pada kecepatan data dengan menggunakanQueue tree dan PCQ

Parameter yang dihitung Nilai yang diperoleh Total packet yang diterima 21501packet

Total delay 14,667138s

Rata-rata delay 0,6821 ms

Dari pengujian yang telah dilakukan, didapatkan nilai delay yang berbeda antara manajemen bandwidth sebelum dan setelah menggunakan metode Queue tree dan PCQ, untuk manajemen bandwidth sebelum menggunakan Queue tree dan PCQ adalah 1,03842 ms, dan setelah menggunakan Queue tree dan PCQ adalah 0,6821 ms. Dari pengujian yang telah dilakukan delay pada manajemen bandwidth tanpa menggunakan Queue tree dan PCQ lebih besar dibandingkan setelah menggunakan Queue tree dan PCQ, hal itu dikarenakan sudah dilakukan pengaturan bandwidth secara terkontrol yang setiap client sudah mendapatkan jatah bandwidth masing-masing sehingga delay dengan menggunakan Queue tree dan PCQ lebih kecil.

Gambar 5.19 Diagram perbandingan delay menggunakan Queue tree dan PCQ dan tanpa menggunakan Queue tree dan PCQ 5.3.2 Jitter

Jitter di uji untuk mengetahui perbandingan kecepatan pengiriman data antara client yang menggunakan Queue tree dan PCQ maupun yang tidak menggunakan metode Queue tree dan PCQ).

a. Pengujian Jitter pada kecepatan data tanpa menggunakan metode Queue tree dan PCQ

Dari capture data yang telah dilakukan dengan Wireshark maka didapatkan rata-rata dengan cara perhitungan sebagai berikut:

Jitter = Total variasi delay / (Total packet yang diterima - 1)

= 465,648s / 15423

= 0,030191 s

= 30,191 ms

0 0.2 0.4 0.6 0.8 1 1.2

Tanpa Konfigurasi Dengan Konfigurasi

Pengujian Delay(ms)

Total variasi delay didapatkan dengan menjumlahkan keseluruhan selisih delay yang ada antara paket satu dengan yang lainnya. Tabel 5.4 menunjukkan hasil perhitungan jitter dari capture data yang dilakukan pada kecepatan transfer data sebelum menggunakan metode Queue tree dan PCQ.

Tabel 5.4 Hasil perhitungan jitter pada kecepatan data tidak menggunakan Queue tree dan PCQ

Parameter yang dihitung Nilai yang diperoleh Total packet yang diterima 15424 packet

Total variasi delay 465,648s

Jitter 30,191ms

b. Pengujian Jitter pada kecepatan data dengan menggunakan metode Queue tree dan PCQ

Dari capture data yang telah dilakukan dengan Wireshark maka didapatkan rata-rata dengan cara perhitungan sebagai berikut:

Jitter = Total variasi delay / (Total packet yang diterima - 1)

= 465,135s / 21501

= 0,021633 s

= 21,633 ms

Total variasi delay didapatkan dengan menjumlahkan keseluruhan selisih delay yang ada antara paket satu dengan yang lainnya.

Tabel 5.5 menunjukkan hasil perhitungan jitter dari capture data yang dilakukan pada kecepatan transfer data setelah menggunakan metode Queue tree dan PCQ.

Tabel 5.5 Hasil perhitungan jitter pada kecepatan data dengan menggunakan Queue tree dan PCQ

Parameter yang dihitung Nilai yang diperoleh Total packet yang diterima 21501packet

Total variasi delay 0,021633s

Jitter 21,633ms

Dari pengujian yang telah dilakukan, diperoleh nilai jitter pada manajemen bandwidth sebelum menggunakan Queue tree dan PCQ lebih besar dibandingkan setelah menggunakan metodeQueue tree dan PCQ, untuk jitter sebelum menggunakan Queue tree dan PCQ adalah 30,191 ms, dan setelah menggunakan Queue tree dan PCQ adalah 21,633 ms. Dari pengujian yang telah dilakukan manajemen bandwidth setelah menggunakan lebih bagus dari pada tidak menggunakan Queue tree dan PCQ. Hal ini dikarenakan dengan menggunakan Queue tree dan PCQ transfer data lebih cepat karena bandwidth setiap client sudah terbagi secara rata.

Gambar 5.20 Diagram perbandingan Jitter menggunakan Queue tree dan PCQdan tanpa menggunakan Queue tree dan PCQ

5.3.3 Throughput

Throughputadalah kecepatan (rate) transfer data efektif, yang diukur dalam bps. Throughput merupakan jumlah total kedatangan paket yang sukses yang diamati pada destination selama interval waktu tertentu dibagi oleh durasi interval waktu tersebut.

a. Pengujian Throughput pada kecepatan data tanpa menggunakan metode Queue tree dan PCQ

Dari capture data yang telah dilakukan dengan Wireshark maka didapatkan rata-rata dengan cara perhitungan sebagai berikut:

0 5 10 15 20 25 30 35

Tanpa Konfigurasi Dengan Konfigurasi

Pengujian jitter(ms)

Throughput = Paket data yang diterima / Lama pengamatan

= 10305802 bytes/ 201,427 s

= 51163,955bytes/s

= 49,964 kbps

Tabel 5.6 menunjukkan hasil perhitungan throughput dari capture data yang dilakukan pada kecepatan transfer data sebelum menggunakan metode Queue tree dan PCQ.

Tabel 5.6 Hasil perhitungan throughput pada kecepatan data tidak menggunakan Queue tree dan PCQ

Parameter yang dihitung Nilai yang diperoleh Packet datayang diterima 10305802 packet

Lama pengamatan 201,427s

Throughput 49,964kbps

b. Pengujian Throughput pada kecepatan data dengan menggunakan metode Queue tree dan PCQ

Dari capture data yang telah dilakukan dengan Wireshark maka didapatkan rata-rata dengan cara perhitungan sebagai berikut:

Throughput = Paket data yang diterima / Lama pengamatan

= 11542898 bytes/ 312,954 s

= 36883,688bytes/s

= 36,019 kbps

Tabel 5.7 menunjukkan hasil perhitungan throughput dari capture data yang dilakukan pada kecepatan transfer data setelah menggunakan metode Queue tree dan PCQ.

Tabel 5.7 Hasil perhitungan throughput pada kecepatan data dengan menggunakan Queue tree dan PCQ

Parameter yang dihitung Nilai yang diperoleh Packet datayang diterima 11542898 packet

Lama pengamatan 312,954 s

Throughput 36,019kbps

Dari pengujian yang telah dilakukan, diperoleh nilai throughput untuk manajemen bandwidth dengan metode Queue tree dan PCQmaupun yang tidak menggunakan metode Queue tree dan PCQ. Pada manajemen bandwidth tanpa Queue tree dan PCQ diperoleh throughput sebesar 49,964 kbps, sedangkan pada manajemen bandwidth dengan Queue tree dan PCQ diperoleh throughput sebesar 36,019 kbps. Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa dengan menggunakan metode Queue tree dan PCQ maka throughput yang dihasilkan menurunnamun

tidak terlalu jauh berbeda karena pembatasan bandwidth yang diberikan untuk tiap client yang menyebabpkan kecepatan transfer data yang di terima client menurun.

Gambar 5.21 Diagram perbandingan Throughput

menggunakanQueue tree dan PCQ dan tanpa menggunakan Queue tree dan PCQ

5.3.4 Packet Loss

Packet loss adalah jumlah paket data yang hilang per detik.Packet loss dapat disebabkan oleh sejumlah faktor, mencakup penurunan signal dalam media jaringan, melebihi batas saturasi jaringan, paket yang corrupt yang menolak untuk transit, dan kesalahan perangkat keras jaringan.

a. Pengujian packet loss pada kecepatan data tanpa menggunakan metode Queue tree dan PCQ

Dari capture data yang telah dilakukan dengan Wireshark maka didapatkan rata-rata dengan cara perhitungan sebagai berikut:

0 10 20 30 40 50 60

Tanpa Konfigurasi Dengan Konfigurasi

Pengujian Throughput(kbps)

Packet Loss =

=

= 9,083 %

Tabel 5.8 menunjukkan hasil perhitungan packet loss dari capture data yang dilakukan pada kecepatan transfer data sebelum menggunakan metode Queue tree dan PCQ.

Tabel 5.8 Hasil perhitungan packet loss pada kecepatan data tidak menggunakan Queue tree dan PCQ

Parameter yang dihitung Nilai yang diperoleh Paket data yang dikirim 15424packet

Paket data yang diterima 14023packet

Packet Loss 9,08 %

b. Pengujian packet loss pada kecepatan data dengan menggunakan metode Queue tree dan PCQ

Dari capture data yang telah dilakukan dengan Wireshark maka didapatkan rata-rata dengan cara perhitungan sebagai berikut:

Packet Loss =

=

= 10,418 %

Tabel 5.9 menunjukkan hasil perhitungan packet loss dari capture data yang dilakukan pada kecepatan transfer data setelah menggunakan metodeQueue tree dan PCQ .

Tabel 5.9 Hasil perhitungan packet loss pada kecepatan data dengan menggunakan Queue tree dan PCQ .

Parameter yang dihitung Nilai yang diperoleh Paket data yang dikirim 21501packet

Paket data yang diterima 19261packet

Packet Loss 10,42 %

Dari pengujian yang telah dilakukan, telah diperoleh nilai packet loss untuk manajemen bandwidth tanpa menggunakan Queue tree dan PCQyaitu 9,08

% dan dengan menggunakan metode Queue tree dan PCQ juga diperoleh 10,42

%. Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa selama proses pengiriman data yang dilakukan server ke client antara kedua hasil penelitian tidak jauh berbeda.

Hal ini dikarenakan protokol yang digunakan adalah TCP yang memiliki kemampuan untuk pengecekan paket data yang hilang ataupu rusak dan mengirimnya kembali.

Gambar 5.22 Diagram perbandingan Packet Loss menggunakan Queue tree dan PCQdan tanpa menggunakan Queue tree dan PCQ Tabel 5.12 menunjukkan hasil pengujian parameter QoS berdasarkan kecepatan transfer jaringan tanpa menggunakan metode antrian dan dengan menggunakan metode antrian Queue tree dan PCQ.

Tabel 5.10 Pengujian parameter QoS pada sistem yang dibangun

Pengujian parameter QoS

Delay (ms)

Jitter (ms)

Throughput (kbps)

Packet Loss (%) Manajemen Bandwidth tanpa HTB 1,03842 30,191 49,964 9,08 Manajemen Bandwidth dengan HTB 0,6821 21,633 36,019 10,42

Berdasarkan tabel hasil penelitian diatas dapat disimpulkan bahwa besar delay dan jitter pada manajemen bandwidth dengan menggunakan metode Queue

8.00%

8.50%

9.00%

9.50%

10.00%

10.50%

11.00%

Tanpa Konfigurasi Dengan Konfigurasi

Pengujian Packet loss(%)

tree dan PCQ lebih kecil dibandingkan tanpa menggunakan Queue tree dan PCQ hal ini dikarenakan kecepatan transfer data dengan menggunakan Queue tree dan PCQ lebih cepat karena sudah dilakukan pengaturan bandwidth dari setiap client sehingga tidak adannya rebutan bandwidth yang dapat mengakibatkan lambatnya suatu pengiriman data antar server dan client. Pada perbandingan throughput antara kecepatan yang tidak menggunakan Queue tree dan PCQ dengan yang tidak menggunakan Queue tree dan PCQ , dapat dilihat bahwa thoughput ketika menggunakan Queue tree dan PCQmenurun hal ini dikarenakan pengiriman data dengan Queue tree dan PCQ mengalokasikan bandwidth kesemua client sehingga tidak ada client yang mendapatkan bandwidth agar setiap client dapat terhubung dengan koneksi yang stabil.Paket loss antara kecepatan transfer tanpa menggunakan Queue tree dan PCQ dengan tidak menggunakan Queue tree dan PCQ hampir sama karena protokol yang digunakan adalah TCP yang memiliki kemampuan untuk pengecekan paket data yang hilang ataupun rusak dan mengirimnya kembali.

BAB VI PENUTUP

6.1 Kesimpulan

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan selama perancangan sampai analisa perbandingan QoS pada kecepatan downloadtanpa mengguankan metode antrian Queue tree dan PCQ dan dengan menggunakan metode Queue tree dan PCQ, maka dapat disimpulkan :

1. Berdasarkan pengujian yang telah dilakukan, diperoleh hasil sebagai berikut:

a. Delay dan jiiter pada manajemen bandwidth dengan menggunakan metode antian Queue tree dan PCQ lebih kecil dibandingkan tidak menggunakan Queue tree dan PCQ.

b. Throughput pada manajemen bandwidth dengan menggunakan metode antrian Queue tree dan PCQ lebih kecil daripada tidak menggunakan Queue tree dan PCQ.

c. Paket loss antara manajemen bandwidth tanpa menggunakan Queue tree dan PCQ dengan tidak menggunakan Queue tree dan PCQ memiliki nilai yang tidak jauh berbeda.

2. Berdasarkan hasil diatas dapat dilihat bahwa kualiatas jaringan dengan menggunakan metode antrian Queue tree dan PCQ lebih optimal, hal ini dikarenakan bandwidth akan terbagisesuai dengan rule yang diterapkan

Dokumen terkait