BAB III METODE PENELITIAN
F. Teknik Analisis Data
Rancangan yang digunakan untuk menganalisis penelitian ini adalah metode deskriptif. Metode analisis dengan terlebih dahulu mengumpulkan data yang ada kemudiaan diklarifikasi, dianalisis kemudian diinterpretasikan sehingga dapat memberikan gambaran yang jelas mengenai keadaan yang diteliti.
Berdasarkan rumusan masalah dan hipotesis yag telah dikemukakan, maka digunakan analisis data sebagai berikut :
1. Analisis Dean J Champion
Analisis data kuesioner menggunakan rumus Dean J Champion yang menggambarkan adanya peranan pengendalian intern dalam pemungutan retribusi terminal angkutan yang efektif didalam instansi dengan menjumlahkan jawaban
“ya” pada kuesioner yang telah disebar kemudian dilakukan perhitungan dengan cara sebagai berikut :
ΣJawaban ya
= X 100 %
Σ Jawaban Kuesioner Keterangan :
Σ Jawaban ya = seluruh penjumlahan jawaban ya yang dijawab oleh responden dalam kuesioner.
Σ Jumlah kuesioner = seluruh penjumlahan kuesioner yang beredar yang wajib diisi oleh para responden berdasarkan criteria yang ditetapkan sebelumnya.
Criteria penilaian dari hasil kuesioner yang berkaitan dengan efektivitas dan efisiensi pengendalian intern dalam pemungutan retribusi terminal angkutan.
Tabel 2. Pedoman Efektifitas Pengendalian intern dalam pemungutan retribusi terminal angkutan
No Kelas Interval Nilai Keterangan
1 0%-25% TE Tidak berjalan efektif
2 26%-50% CE Cukup berjalan efektif
3 51%-75% E Berjalan efektif
4 76%-100% SE Sangat berjalan efektif
Sumber : Black, Jamess A. & Dean J Campion (2012) 2. Uji Kualitas data
Komitmen pengukuran dan pengujian suatu kuesioner atau hipotesis sangat bergantung pada kualitas data yang dipakai dalam pengujian tersebut. Data penelitian tidak akan berguna jika instrument yang digunakan untuk
mengumpulkan data penelitian tidak memiliki reability (tingkat keandalan) dan validity (tingkat kebenaran/keabsahan) yang tinggi. Pengujian pengukuran tersebut masing-masing menunjukkan konsistensi data yang dikumpulkan.
a. Uji Validitas
Uji validitas digunakan untuk mengukur valid atau tidaknya suatu kuesioner. Suatu kuesinioner dikatakan valid jika pertanyaan dalam kuesioner mampu untuk mengungkapkan sesuatu yang diukur kuesioner tersebut. Suatu data dapat dinyatakan valid apabila r-hitung > r-tabel.
b. Uji reabilitas
Uji reabilitas adalah sebenarnya alat untuk mengukur suatu kuesioner yang merupakan indicator dari variabel. Suatu kuesinoer dikatakan reliable atau handal jika jawaban seseorang terhadap pertanyaan adalah konsisten atau stabil dari waktu ke waktu. Uji reabilitas data dapat dilakukan dengan uji statistik. Cronbach Alpha (a). Suatu Variabel dikatakan reliable jika nilai Cronbach Alpha > 0,60.
BAB IV
GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN
A. Sejarah Singkat Dishubkominfo
Terbentuknya Kota Bulukumba ditandai dengan keluarnya Undang- undang Nomor 29 Tahun 1959 tentang pembentukan Kota Bulukumba dan telah memulai babak baru dalam proses pemerintahan. Sejak itulah mulai ditata dan dibentuk perangkat-perangkat daerah guna menunjang berjalannya roda pemerintahan. Dan sejak itu pula terbentuknya Dishubkominfo.
Dishubkominfo Kabupaten Bulukumba mempunyai kedudukan sebagai unsur lembaga teknis dibidang perhubungan, komunikasi dan informatika yang dipimpin oleh seorang kepala dinas yang dalam melaksanakan tugasnya dibawah dan bertanggungjawab kepada Bupati melalui Sekretaris Daerah.
Tugas pokok dan fungsi Dishubkominfo sesuai dengan Undang-undang Nomor 25 Tahun 2004, dalam mendukung terwujudnya tujuan sistem Perhubungan Komunikasi dan Informatika antara lain :
1. Mendukung koordinasi antar pelaku pembangunan.
2. Menjamin terciptanya integrasi, sinkronisasi dan sinergi baik antar daerah, antar ruang, antar waktu, antar fungsi pemerintah maupun antara pusat dan daerah.
3. Menjamin keterkaitan dan konsistensi antara perencanaan, penganggaran, pelaksanaan dan pengawasan.
4. Mengoptimalkan partisipasi masyarakat.
5. Menjamin tercapainya penggunaan sumber daya secara efisien, efektif, berkeadilan dan berkelanjutan.
Tugas pokok dan fungsi tersebut perlu didukung oleh pengaturan kewenangan koordinasi bidang yang mendekati dengan fungsi dan sub fungsi sesuai dengan Permendagri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah, sehingga diharapkan dapat terjadi sinkronisasi perencanaan dengan penganggaran.
Berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 10 Tahun 2008 tentang organisasi tata kerja Dinas Daerah Kabupaten Bulukumba dan Peraturan Bupati Kabupaten Bulukumba Nomor : 27/IX/2008 tentang tugas pokok dan fungsi, uraian. Tugas jabatan pada Dinas Perhubungan, komunikasi dan informatika Kabupaten Bulukumba yakni melaksanakan Kewenangan Otonomi Daerah dibidang Pehubungan Komunikasi dan Informatika melaksanakan fungsi sebagai berikut : 1. Mengkoordinasikan perumusan rencana strategis Dinas Perhubungan,
Komunikasi dan Informatika.
2. Mengkoordinasikan perumusan kebijakan agar tercipta sinkronisasi dan integrasi kebijakan pemerintah dalam lingkup kerja dan kewenangan Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika
3. Menyelanggarakan Perhubungan, Kounikasi dan Informatika.
4. Melaksanakan pengendalian, penempatan dan pembinaan kepegawaian dilingkup Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika.
5. Mengendalikan pengelolaan keuangan Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika.
6. Menyelenggarakan urusan umum Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika.
7. Melakukan pemantauan dan evaluasi secara berkala pelaksanaan kebijakan Pemerintah Daerah Lingkup Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika.
8. Mengkonsultasikan dan mengkoordinasikan program dan kegiatan dengan Pemerintah Pusat dan Provinsi dalam rangka terciptanya keselarasan program dan kegiatan antar tingkatan pemerintah dalam lingkup kerja dan kewenangan Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika.
9. Mendistribusikan tugas dan memberi petunjuk pelaksanaan tugas kepada bawahan.
10. Memantau dan mengevaluasi serta menilai pelaksanaan tugas bawahan.
11. Melaporkan hasil pelaksanaan tugas dinas perhubungan, komunikasi dan informatika kepada Bupati melalui Sekretaris Daerah.
12. Melaksanakan tugas kedinasan lain yang diperintahkan oleh atasan sesuai dengan bidang tugasnya.
B. Struktur Organisasi Dishubkominfo
Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Kabupaten Bulukumba merupakan salah satu Dinas dalam jajaran Pemerintah Kabupaten Bulukumba yang membidangi tugas/kewenangan dibidang perhubungan, yang dibentuk berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 10 Tahun 2008 Tanggal 23 juli 2008 Tentang Struktur Organisasi Dinas Pemerintah Kabupaten Bulukumba antara lain Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika.
Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika di Kabupaten Bulukumba mempunyai susunan organisasi sebagai berikut :
SEKRETARIS KEPALA DINAS
KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL
SUB BAGIAN UMUM DAN KEPEGAWAIAN
SUB BAGIAN PERENCANAAN, PELAPORAN DAN
EVALUASI
SUB BAGIAN KEUANGAN
KEPALA BIDANG PERHUBUNGAN DARAT
KEPALA BIDANG
PERHUBUNGAN LAUT KEPALA BIDANG POSTEL, KOMUNIKASI DAN
INFORMATIKA
SEKSI LALU LINTAS
SEKSI SARANA DAN PRASARANA PERHUBUNGAN
SEKSI
KESELAMATAN DAN TEKNIK SARANA
SEKSI ANGKUTAN LAUT
SEKSI KEPELABUHAN
SEKSI KESELAMATAN
PELAYARAN
SEKSI POS DAN TELEKOMUNIKASI
SEKSI KOMUNIKASI
SEKSI INFORMATIKA UPTD
C. Job Description 1. Kepala Dinas
Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika dipimpin oleh seorang Kepala Dinas mempunyai tugas menyelenggarakan kewenangan otonomi daerah dibidang perhubungan, komunikasi dan informatika.
2. Secretariat
Secretariat dipimpin oleh seorang sekretaris mempunyai tugas menyelenggarakan administrasi ketatausahaan, surat-menyurat meliputi urusan kepegawaian dan urusan perencanaan. Secretariat terbagi atas 3 bagian yaitu :
a. Sub Bagian Umum dan Kepegawaian
Sub bagian umum dan kepegawaian dipimpin oleh seorang kepala sub bagian mempunyai tugas pokok membantu sekretaris dalam menyusun program, kegiatan, petunjuk teknis, memantau dan mengevaluasi penyelenggaraan urusan keuangan Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika.
b. Sub Bagian Perencanaan, Pelaporan dan Evaluasi
Sub bagian perencanaan, pelaporan dan evaluasi dipimpin oleh seorang kasubag mempunyai tugas membantu sekertaris dalam menyusun program/perencanaan kegiatan petunjuk, petunjuk teknis, memantau dan mengevaluasi penyelenggaraan urusan program dinas perhubungan komunikasi dan informatika.
c. Sub bagian keuangan
Sub bagian keuangan yang dipimpin oleh seorang kepala sub bagian mempunyai tugas pokok membantu sekretaris dalam menyusun program, kegiatan, petunjuk teknis, memantau dan mengevaluasi penyelenggaraan urusan keuangan Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika.
3. Bidang Perhubungan Darat
Bidang Perhubungan Darat dipimpin oleh kepala bidang perhubungan darat mempunyai tugas melaksanakan pengawasan dan pengendalian penyelenggaraan manajemen dan rekayasa lalu lintas. Angkutan sarana dan prasarana serta keselamatan dibidang perhubungan darat. Dalam menyelenggarakan tugas kepala sub dinas perhubungan darat dibantu oleh :
a. Seksi sarana dan prasarana perhubungan
Seksi sarana dan prasarana perhubungan yang dipimpin oleh seorang kepala seksi yang mempunyai tugas pokok membantu kepala bidang menyusun program kegiatan sarana dan prasarana yang dibutuhkan oleh dinas perhubungan.
b. Seksi lalu lintas
Seksi lalu lintas dipimpin oleh seorang kepala seksi yang mempunyai tugas pokok membantu kepala bidang. Menyusun program dan kegiatan, pedoman dan/atau petunjuk teknis pelaksanaan kegiatan lalu lintas.
Melaksanakan pengelolaan lalu lintas, mendistribusikan tugas dan member petunjuk pelaksanaan tugas pada bawahan, memantau dan mengevaluasi penyelenggaraan kegiatan lalu lintas, melaporkan hasil pelaksanaan tugas pada
atasan, melaksanakan tugas kedinasan lain yang diperintahkan oleh atasan sesuai dengan bidang tugasnya.
c. Seksi keselamatan dan teknis
Seksi keselamatan dan teknis dipimpin seorang kepala seksi mempunyai tugas pokok membantu kepala bidang dalam penyusunan program, kegiatan, petunjuk teknis, memantau mengevaluasi penyelenggaraan angkutan darat dinas perhubungan, komunikasi dan informatika.
4. Bidang perhubungan laut
Bidang perhubungan laut dipimpin oleh kepala bidang perhubungan laut yang mempunyai tugas antara lain :
a. Mengkoordinasikan penyusunan program dan kegiatan bidang perhubungan laut.
b. Melaksanakan pengelolaan bidng perhubungan laut.
c. Merumuskan pedoman dan/atau petunjuk teknis pelaksanaan perhubungan laut.
d. Melaksanakan pemantauan dan evaluasi berkala pelaksanaan kegiatan perhubungan laut.
e. Mendistribusikan tugas dan member petunjuk pelaksanaan kepada bawahan.
f. Melaporkan hasil pelaksanaan tugas kepada atasan.
g. Melaksanakan tugas kedinasan lain yang diperintahkan oleh atasan sesuai dengan bidang tugasnya.
Dalam menyelenggarakan tugas kepala sub dinas perhubungan darat dibantu oleh:
a. Seksi angkatan laut
Seksi angkatan laut dipimpin oleh seorang kepala seksi mempunyai tugas pokok membantu kepala bidang dalam menyusun program, kegiatan, petunjuk teknis, memantau, dan mengevaluasi penyelenggaraan angkatan laut dinas perhubungan, komunikasi dan informatika.
b. Seksi kepelabuhan
Seksi kepelabuhan dipimpin oleh kepala seksi mempunyai tugas pokok membantu kepala bidang dalam menyusun program, kegiatan, petunjuk teknis, memantau dan mengevaluasi penyelenggaraan angkutan laut dinas perhubungan, komunikasi dan informatika.
c. Seksi keselamatan pelayaran
Seksi keselamatan pelayaran dipimpin oleh seorang kepala seksi mempunyai tugas pokok membantu kepala bidang dalam menyusun program, kegiatan, petunjuk teknis, memantau dan mengevaluasi penyelenggaraan angkutan laut dinas perhubungan, komunikasi dan informatika.
5. Bidang Komunikasi dan Informatika
Bidang komunikasi dan informatika dipimpin oleh kepala bidang postel, telekomunikasi dan informatika yang mempunyai tugas mengkoordiasikan penyusunan program, kegiatan, penyelenggaraan pelayanan, memantau dan mengevaluasi penyelenggaraan postel, komunikasi, dan informatika. Dalam melaksanakan tugasnya dibantu oleh :
a. Seksi pos dan telekomunikasi
Seksi pos dan telekomunikasi dipimpin oleh seorang kepala seksi yang mempunyai tugas pokok membantu kepala bidang dalam menyusun program, kegiatan, petunjuk teknis, memantau dan mengevaluasi penyelenggaraan pos dan telekomunikasi dinas perhubungan, komunikasi, dan informatika.
b. Seksi komunikasi
Seksi komunikasi dipimpin oleh kepala seksi mempunyai tugas pokok membantu kepala bidang dalam penyusunan program, kegiatan, petunjuk teknis, memantau dan mengevaluasi penyelenggaraan komunikasi da informatika.
c. Seksi informatika
Seksi informatika dipimpin oleh seorang kepala seksi mempunyai tugas membantu kepala bidang dalam penyusunan program, kegiatan, petunjuk teknis, memantau dan mengevaluasi penyelenggaraan komunikasi dan informatika.
6. Kelompok Jabatan Fungsional
Kelompok jabatan fungsional mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Dinas sesuai dengan bidang keahlian tenaga fungsional masing-masing berdasarkan Peraturan Perundang-undangan yang berlaku. Kelompok jabatan fungsional terdiri dari sejumlah tenaga fungsional yang terbagi dalam berbagai tenaga fungsional sesuai dengan bidang keahliannya. Masing-masing kelompok tenaga fungsional dipimpin oleh seorang tenaga fungsional senior yang ditunjuk oleh Kepala Dinas dan jumlah tenaga fungsional tersebut ditentukan berdasarkan
kebutuhan dan beban kerja. Sedangkan Jenis dan jenjang jabatan fungsional diatur berdasarkan Peraturan yang berlaku.
7. UPTD (Unit Pelaksana Teknis Dinas)
Kepala UPTD Pengelolaan Terminal mempunyai tugas pokok membantu Kepala Dinas dalam melakukan pengelolaan, pengawasan dan pengendalian kegiatan terminal. Untuk melaksanakan tugas tersebut, Kepala UPTD Pengelolaan Terminal mempunyai fungsi :
a. penyusunan rencana kerja UPTD Pengelolaan Terminal.
b. penelahaan data/informasi sebagai bahan perumusan kebijakan teknis operasional pengelolaan terminal.
c. pengelolaan, pengawasan dan pengendalian kegiatan terminal.
d. pembinaan pengelolaan ketatausahaan UPTD Pengelolaan Terminal.
e. pengendalian, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas UPTD Pengelolaan Terminal.
D. Visi dan Misi Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (DISHUBKOMINFO)
1. Visi Dishubkominfo
Sesuai UUD No 32 Tahun 1999 dan PP No 25 tahun 2000, dengan memperhatikan analisis perkembangan lingkungan strategis, maka dirumuskan Visi Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Kabupaten Bulukumba 2011-2015 sebagai berikut :
“ mewujudkan pelayanandi bidang perhubungan, komunikasi dan informatika yang tertib, lancar, berwibawa dan beriman”
Visi Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika dapat dijelaskan sebagai berikut :
1. Pelayanan dibidang perhubungan dan komunikasi dan informatika sebagai salah satu jenis pelayanan public yang meliputi : pelayanan perhubungan darat, laut, potel dan informatika. Jenis pelayanan yang diembang Dinas Perhubkominfo merupakan kebutuhan masyarakat yang dirasakan sangat mendasar. Di era globalisasi dan informasi serta memasuki era pasar bebas ketergantungan pelayanan dibidang perhubungan, komunikasi dan informatika menunjang lancarnya kativitas masyarakat.
2. Tertib dan lancar, sebagai suatu sasaran jangka panjang yang ingin dicapai.
Cita dan citra dibidang perhubungan dan kominfo pada hakekatnya adalah untuk mencapai tertib dan lancarnya pemanfaatan fasilitas pelayanan yang harus ditunjang dengan kewibawaan aparat pengelola dan keimanan oleh semua unsure lapisan masyarakat. Oleh karena itu dalam aktivitas Dinas Perhubungan, Komunikasi dan informatika melakukan upaya pembangunan, pengaturan, pemeliharaan pada berbagai sarana dan prasarana perhubungan.
3. Berwibawa sebagai wujud jati diri yang harus diciptakan bagi aparat dinas perhubungan untuk menanamkan kepercayaan kepada masyarakat dengan menjunjung tinggi kedispilinan dalam melaksanakan tugas.
4. Beriman sebagai wujud pendkatan agama dan budaya local menandaskn bahwa seluruh gerak kebijakan dan langkah operasional yang akan dikembangkan melalui pendekatan agama dan budaya local sebagai penguatan
ciri spesifik dalam perubahan global dan dalam kerangka Negara Republik Indonesia.
2. Misi Dishubkominfo
Berdasarkan Visi Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Kabupaten Bulukumba tersebut diatas yang pada hakekatnya diarahkan untuk mendukung diwujudkannya Visi pemerintah Kabupaten Bulukumba Tahun 2011- 2015, maka dirumuskan Misi Dinas Perhubungan komunikasi dan Informatika Kabupaten Bulukumba adalah sebagai berikut :
1. Mengembangkan sistem pelayanan masyarakat yang professional.
2. Mengembangkan sarana dan prasarana dibidang perhubungan komunikasi dan informatika.
3. Menata kelembagaan pemerintah dan masyarakat menjadi lebih credible, efisien dan efektif.
4. Mendorong pengembangan peran Kabupaten Bulukumba secara lebih efektif sebagai pusat pelayanan Kawasan Timur Indonesia di bidang transportasi, iptek dan penyebaran informasi melalui media serta informatika.
BAB V
HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Analisis Efektivitas Pengendalian Intern Dalam Pemungutan Retribusi Terminal Angkutan
Pengendalian intern yang diterapkan didalam lembaga bertujuan untuk melindungi asset lembaga dari segala kecurangan dan kesalahmanfaatan yang dilakukan oleh pegawai maupun pimpinan yang dapat menimbulkan kerugian bagi negara. Pengendalian intern dalam pemungutan retribusi terminal angkutan juga bertujuan untuk membantu pimpinan guna melakukan perbaikan dan peningkatan pengelolaan terhadap pemungutan tersebut.
Agar perusahaan dapat menerapkan pengendalian intern yang efektif maka perlu mempelajari unsur-unsur pengendalian intern yakni lingkungan pengendalian, resiko pengendalian, aktivitas pengendalian, informasi dan komunikasi serta pemantauan dan mengaplikasikannya didalam kegiatan operasional. Berdasarkan hasil wawancara dengan kepala UPTD terminal Bulukumba bahwa pengendalian intern dalam pemungutan retribusi terminal telah memenuhi hal-hal yang dianggap menjadi syarat suatu keefektifan pengendalian intern. Hal tersebut juga diperkuat dengan jawaban kuesioner yang disebar kepada karyawan yang bersangkutan. Kuesioner tersebut berisi 11 pertanyaan yang mengcakup lima unsur pengendalian intern.
Berikut disajikan data hasil perhitungan kuesioner pengendalian intern dalam pemungutan retribusi terminal angkutan berdasarkan pada 20 responden pada Dishubkominfo Kabupaten Bulukumba.
1. Lingkungan Pengendalian
Setiap organisasi, tidak peduli apakah organisasi itu organisasi yag besar atau organisasi kecil, semua harus memiliki pengendalian intern yang kuat, karena lingkungan pengendalian meruapakan komponen pengendalian yang pertama.
Diana dan Setiawan (2011:83) mengungkapkan bahwa : lingkungan pengendalian sebagai komponen pengandalian yang pertama, meliputi factor-faktor sebagai berikut :
1. Filosofi manajemen dan gaya operasi
2. Komitmen terhadap integritas dan nilai-nilai etika 3. Komitmen terhadap kompetensi
4. Struktur organisasi
Dari kutipan di atas maka dapat disimpulkan bahwa lingkungan pengendalian merupakan pondasi dari semua unsur pengendalian intern yang lain karena menyangkut kedisplinan dan struktur.
Tabel 3. Pimpinan dan pegawai telah menjadikan filosofi organisasi sebagai pedoman kerja
keterangan f %
Ya 18 90
Tidak 2 10
Sumber : kuesioner lingkungan pengendalian no 1
Tujuan utama organisasi adalah meningkatkan pendapatan dan mengembangkan organisasi. Filosofi manajemen yaitu berkembang perlahan tapi pasti. Hal ini terlihat dari semakin meningkatnya kontribusi setiap tahunnya walaupun belum mencapai target yng telah ditetapkan.
Tabel 4. Kontribusi Dishubkominfo yang disetorkan ke bank dari tahun 2010-2014
Tahun Target Kontribusi %
2010 1.200.000.000 485.525.000 40,46
2011 1.620.000.000 761.213.000 46,94
2012 1.621.500.000 951.720.000 58,88
2013 1.647.500.000 1.300.985.000 60,90
2014 1.647.500.000 1.600.865.000 64,60
Sumber : DishubKominfo
Berdasarkan kontribusi di atas dapat diketahui bahwa tujuan organisasi telah tercapai karena kontribusi telah meningkat setiap tahunnya walaupun belum sesuai dengan target yang telah ditetapkan. Hal itu juga dapat tercapai tidak terlepas dari tanggung jawab Kepala UPTD. Kepala UPTD selalu memperhatikan pencapaian target setiap tahunnya. Selain itu pimpinan sangat memperhatikan pegawainya dalam pelaksanaan tugas dan tanggung jawabnya masing-masing sehingga para pegawai bekerja dengan sungguh-sungguh untuk mempertanggungjawabkan pekerjaannya kepada atasannya. Falsafah lembaga dan gaya operasi ini dapat mengurangi dan meredam tindakan penyelewangan yang
dilakukan oleh individu-individu didalam lembaga. Hal tersebut dapat diperkuat dari hasil jawaban kuesioner diperoleh hasil sebagai berikut : jumlah kuesioner yang dikembalikan sebanyak 20, jumlah hasil jawaban “ya” 18 atau sebesar 90%
(18:20 X 100) sehingga dapat disimpulkan bahwa filosofi dan gaya operasi Kantor Dishubkominfo sangat berjalan efektif.
Tabel 5. Struktur organisasi yang ada telah memadai
keterangan f %
Ya 17 85
Tidak 3 15
Sumber : kuesiner lingkungan pengendalian no 2
Struktur organisasi yang ditetapkan pada Kantor DISHUBKOMINFO Kabupaten Bulukumba telah disusun secara jelas dan sistematis. Sehingga tidak ada tugas rangkap yang dapat menimbulkan penyimpangan. Struktur organisasi tersebut menggambarkan uraian tugas yang jelas baik menyangkut wewenang, tanggung jawab, fungsi maupun organisasi, sehingga terlibat adanya pemisahan tugas dan fungsi yang cukup baik yang memudahkan pekerjaan seseorang dan tanggung jawabnya dalam rangka pencapaian tujuan organisasi. Berdasarkan hasil analisis jawaban kuesioner diperoleh hasil sebagai berikut : jumlah kuesioner yang dkembalikan 20, jumlah hasil jawaban“ya” adalah 17 atau sebesar 85% (17:
20X100) sehingga dapat disimpulkan bahwa struktur organisasi Dishubkominfo telah sangat aktif.
Tabel 6. Pendelegasian wewenang dan tanggung jawab telah diberikan dengan orang yang tepat
keterangan f %
Ya 16 80 %
Tidak 5 20%
Sumber : kuesioner lingkungan pengendalian no 3
Berdasarkan hasil analisis jawaban kuesioner diperoleh hasil sebagai berikut : jumlah kuesioner yang dikembalikan sebanyak 20 dan jumlah jawaban
“ya” sebanyak 16 atau sebesar 80% (16:20X100), ini berarti bahwa pada pendelegasian wewenang dan tanggung jawab telah diuraikan dalam struktur organisasi sehingga setiap pegawai akan bekerja sesuai dengan bagian dan tugasnya seperti yang tercantum dalam uraian tugas. Termasuk bagian yang terlibat dalam penerimaan hasil pungutan retribusi, penyetoran ke bank dan otoritasi.
2. Penaksiran Resiko
Penaksiran resiko merupakan proses mengidentifikasi, menganalisis dan mengelola resiko yang mempengaruhi tujuan lembaga atau instansi seperti yang dikemukakan oleh Hall (2009:188) bahwa “organisasi harus melakukan penilaian resiko (risk assessment)) untuk mengindentifikasi, menganalisis dan mengelola berbagai resiko yang berkaitan dengan laporan keuangan”. Olehnya itu, suatu oraginsasi perlu untuk memperhatikan penilaian resiko agar dapat memperkirakan langkah yang seharusnya diambil untuk mengurangi resiko tersebut.
Tabel 7. Penerimaan pegawai honorer didasarkan pada persyaratan yang disesuaikan dengan bidang pendidikannya
keterangan f %
Ya 11 55
Tidak 9 45
Sumber: kuesioner penaksiran resiko no 1
Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Kabupaten Bulukumba pada saat ini mempunyai jumlah sumberdaya aparatur (PNS) sebanyak 100 orang, yang memadai untuk mendukung pelaksanaan tugas pokok dan fungsi organisasi.
Namun demikian, persentase jumlah berpendidikan SLTA kebawah masih cukup besar yakni 64%. Sedangkan persentase PNS dengan kualifikasi pendidikan tinggi masing-masing adalah diploma sebanyak 8%, sarjana 24% dan pascasarjana hanya 4 orang atau 0,04 dari keseluruhan jumlah PNS Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Kabupaten Bulukumba.
Dengan adanya pegawai honorer yang masih mempunyai semangat kerja tinggi akan memacu karyawan lainnya untuk bekerja lebih baik. Di samping itu terdapat ide-ide baru dan pandangan atau pengertian lain atas pengendalian intern yang sedang diterapkan dalam perusahaan yang sangat membantu bila pegawai tersebut berkualitas baik. Untuk mendapatkan pegawai yang baik dan berkualitas tersebut maka pimpinan harus menerima pegawai honorer yang memang sesuai dengan pendidikannya. Tetapi pada kantor Dishubkominfo kebanyakan dari pegawai honorer diterima karena adanya hubungan keluarga walaupun pendidikan dari pegawai honorer tersebut tidak sesuai dengan pekerjaan yang telah diberikan.
Berdasarkan hasil analisis jawaban kuesioner diperoleh hasil sebagai berikut : jumlah kuesioner yang dikembalikan 20, jumlah hasil jawaban “ya” adalah 11 sebesar 55% (11:20x100), sehingga dapat disimpulkan bahwa penerimaan pegawai honorer pada Dishubkominfo cukup berjalan efektif.
Tabel 8. Penggunaan teknologi yang memadai
keterangan f %
Ya 18 90
Tidak 2 10
Sumber: Kuesioner Penaksiran Resiko no 2
Berdasarkan hasil analisis jawaban kuesioner diperoleh hasil sebagai berikut : jumlah kuesioner yang dikembalikan 20, jumlah hasil jawaban “ya”
adalah 18 atau sebesar 90% (90/20x100), sehingga dapat disimpulkan bahwa penggunaan tekhnologi di Kantor Dishubkominfo telah sangat efektif.
Dishubkominfo bulukumba telah menggunakan sistem komputerisasi dalam membuat bukti-bukti dan pencatatan penerimaan retribusi sehingga dapat meminimilkan kecurangan yang mungkin terjadi dan mengefisienkan atau menghemat waktu kerja. Selain itu pegawai bagian kasubag keuangan dalam mencatat transaksi penerimaan telah menggunakan aplikasi akuntansi yang biasa disebut dengan Sistem manajemen daerah (SIMDA ) serta menggunakan buku pembantu dalam mencatat penerimaan kas, seperti Buku kas umum dan buku bantu karcis laku. Tetapi untuk sistem absensi masih menggunakan cara manual yang memungkinkan terjadinya penyimpangan.