• Tidak ada hasil yang ditemukan

Teknik Pengumpulan Data

Dalam dokumen strategi komunikasi dakwah melalui program (Halaman 57-124)

BAB III METODE PENELITIAN

D. Teknik Pengumpulan Data

Pengumpulan data adalah prosedur yang sistematik dan standar untuk memperoleh data yang diperlukan.50 Pengumpulan data merupakan langkah yang amat penting untuk dilakukan dalamsebuah penelitian.

Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah sebagai berikut:

a. Observasi (pengamatan)

Metode observasi atau pengamatan merupakan sebuah teknik pengumpulan data yang mengharuskan peneliti turun ke lapangan mengamati hal-hal yang berkaitan dengan ruang, tempat, pelaku,

50 Tanzeh, Metodologi Penelitian Praktis, 83.

kegiatan, benda-benda, waktu, peristiwa, tujuan dan perasaan. Tetapi tidak semua perlu diamati oleh peneliti, hanya hal-hal yang terkait atau sangat relevan dengan data yang dibutuhkan.51

Pengamatan dalam penelitian tertuju pada sasaran yang jelas, yakni sasaran yang akan diamati ditegaskan dulu dalam perencanaan penelitian. Pengamatan dalam suatu penelitian harus disusun secara sistematis, dilakukan secara teratur, agar dapat mengembangkan atau menguji suatu gagasan ilmiah. Selain itu, suatu pengamatan harus mengandung nilai kebenaran. Jadi apabila ada peneliti lain yang mengkaji objek yang sama, maka hasilnya akan tetap sama atau tidak jauh berbeda.

b. Wawancara

Wawancara adalah teknik pengumpulan data dengan interview pada satu atau beberapa orang yang bersangkutan.52 Wawancara yang digunakan adalah wawancara tak berstruktur. Artinya peneliti mengajukan pertanyaan-pertanyaan secara lebih bebas dan leluasa, tanpa terikat oleh suatu susunan pertanyaan yang telah dipersiapkan sebelumnya.

Penggunaan teknik wawancara dalam penelitian ini dapat membantu peneliti untuk memperoleh data secara langsung, sehingga lebih akurat dan dapat dipertanggungjawabkan. Namun peneliti tidak dapat memperoleh data dalam skala besar dan sulit memperoleh

51 Patilima, Metode Penelitian Kualitatif, 63.

52 Tanzeh, Metodologi Penelitian Praktis, 89.

keterangan yang sifatnya pribadi. Data yang ingin peneliti dapatkan melalui teknik wawancara ini yaitu bagaimana strategi komunikasi dakwah dilakukan melalui program acara keagamaan di Radio Prosalina FM dan “Titian Fajar” di Radio Suara Akbar FM. Serta kelebihan dan kekurangan dari masing-masing program acara keagamaan di masing-masing radio.

c. Dokumentasi

Dokumentasi yaitu mengumpulkan data dengan melihat atau mencatat suatu laporan yang sudah tersedia. Metode ini dilakukan dengan melihat dokumen-dokumen resmi seperti monografi, catatan- catatan serta buku-buku peraturan yang ada. Dokumen sebagai metode pengumpulan data adalah setiap pernyataan tertulis yang disusun oleh seseorang atau lembaga untuk keperluan pengujian suatu peristiwa atau menyajikan akunting.53 Teknik ini membantu peneliti untuk lebih memperdalam pengungkapan data dan informasi yang kurang terungkap melalui dua teknik sebelumnya.

Adapun data yang ingin diperoleh melalui teknik dokumentasi ini adalah:

1) Profil Radio Prosalina FM dan Radio Suara Akbar FM.

2) Struktur organisasi di radio Prosalina FM dan Suara Akbar FM.

53 Ibid., 92.

E. Analisis Data

Analisis data menurut Patton dalam Djamal adalah proses mengatur urutan data, mengorganisasikannya ke dalam satu pola, kategori dan satuan uraian dasar.54 Penelitian ini menggunakan analisis komparatif yang berarti bersifat perbandingan. Aswarni Sudjud dalam Arikunto menjelaskan tentang penelitian komparasi, menurutnya penelitian komparasi akan dapat menemukan persamaan-persamaan dan perbedaan- perbedaan tentang benda-benda, tentang orang, kelompok, terhadap suatu ide atau suatu prosedur kerja. Dapat juga membandingkan kesamaan pandangan dan perubahan-perubahan pandangan orang, grup atau negara, terhadap kasus, terhadap orang, peristiwa atau terhadap ide-ide.55 Pada proses analisis data peneliti ingin menemukan kelebihan dan kekurangan dari masing-masing program acara keagamaan di Radio Prosalina FM dan Radio Suara Akbar FM.

F. Keabsahan Data

Tidak setiap data yang diperoleh peneliti selalu benar, karenanya diperlukan adanya keabsahan data. Penelitian ini menggunakan uji keabsahan data dilakukan dengan teknik trianggulasi yaitu teknik pemeriksaan keabsahan data dengan cara memanfaatkan sesuatu yang lain di luar data tersebut untuk pengecekan atau sebagai pembanding terhadap data tersebut.56

54M. Djamal, Paradigma Penelitian Kualitatif (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2015), 138.

55Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik (Jakarta: Rineka Cipta, 2010), 310.

56Djamal, Paradigma Penelitian Kualitatif, 130.

Teknik trianggulasi lebih mengutamakan efektivitas proses dan hasil yang dinginkan. Uji keabsahan melalui trianggulasi ini dilakukan karena dalam penelitian kualitatif untuk menguji keabsahan informasi tidak dapat dilakukan dengan alat-alat uji statistik. Begitu pula materi kebenaran tidak diuji berdasarkan kebenaran alat sehingga substansi kebenaran tergantung pada kebenaran intersubjektif.57 Adapun teknik trianggulasi yang digunakan adalah teknik trianggulasi sumber yang diartikan sebagai pengecekan data yang diperoleh dari berbagai sumber dengan berbagai cara dan berbagai waktu untuk memperoleh data yang relevan.

G. Tahap-tahap Penelitian

Bagian ini menguraikan rencana pelaksanaan penelitian yang akan dilakukan. Berikut rencana atau tiga tahap yang akan dilakukan dalam proses penelitian,58 yaitu:

a. Tahap pralapangan atau persiapan penelitian

1) Menyusun rancangan penelitian. Diantaranya, menentukan judul penelitian, latar belakang masalah, kajian kepustakaan, fokus masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, pemilihan lapangan, penentuan jadwal penelitian, pemilihan alat penelitian, dan rancangan pengumpulan data.

2) Menentukan objek penelitian

57Burhan Bungin, Analisis Data Penelitian Kualitatif (Jakarta: PT RajaGrafindo Persada, 2007), 205.

58 Basrowi dan Suwandi, Memahami Penelitian Kualitatif (Jakarta: Rineka Cipta, 2008), 84.

3) Mengurus surat perizinan

4) Memantau, mengecek, dan menilai keadaan lapangan 5) Memilih informan

6) Menyiapkan perlengkapan penelitian 7) Mempersiapkan persoalan etika penelitian b. Tahap pelaksanaan penelitian

1) Memahami latar penelitian dan persiapan diri 2) Memasuki atau turun ke lapangan penelitian 3) Mengakrabkan hubungan dengan informan 4) Menggali dan mengumpulkan data

5) Mengevaluasi data c. Tahap pasca penelitian

1) Menganalisis data

2) Menyajikan data dalam bentuk laporan

3) Menyempurnakan laporan dengan merevisi data

BAB IV

PENYAJIAN DATA DAN ANALISIS

A. Gambaran Obyek Penelitian 1. Profil Radio Prosalina FM

a. Sejarah Singkat Berdirinya Radio Prosalina FM

Radio Prosalina FM berdiri berkat kegigihan bapak Lutfi Abdullah, dalam mengajukan permohonan ijin dan peninjauan kepada pihak Departemen Penerangan Republik Indonesia, Departemen Pos dan Telekomunikasi, dan jajaran terkait pada tahun 1985. Pada tahun 1989, PT Radio Prosaliriknada (Prosalina) mendapat ijin setelah empat tahun menunggu ijin tersebut. Tidak hanya dari pemerintah terkait, tetapi ijin tersebut juga didapatkan dari Persatuan Radio Siaran Swasta Nasional Indonesia (PRSSNI) dengan nomor anggota 507-111/1989 dan nomor tanda panggil PM6FJN. Dengan bermodal ijin-ijin tersebut pada bulan Agustus 1989, Radio Prosalina FM melakukan siaran percobaan selama tiga bulan. Kemudian pada tanggal 9 September 1989, Radio Prosalina FM melakukan siaran secara penuh.

Pada saat pertama kali mengudara, Radio Prosalina FM masih berioperasi di kantornya yang berada di Jalan Panglima Besar Sudirman 47 Jember. Tempat itu merupakan rumah pribadi bapak Luthfi Abdullah, dan bertahan selama empat tahun.

Kemudian pada bulan Juni 1994, Prosalina mengadakan siaran di

gedung baru yaitu di Jalan Karimata 98 Sumbersari Jember, sampai sekarang.

Radio Prosalina FM merupakan stasiun radio pertama yang mengudara di jalur FM (Frekuensi Modulation) di seluruh eks- Karesidenan Besuki, Kabupaten Lumajang, dan Kabupaten Probolinggo. Stasiun radio ini dibangun di atas areal tanah seluas 1.200 m2, dengan ijin siaran dari pemerintah dengan nomor 00028882-000SU/201998. Sesuai dengan surat ijin tersebut lokasi Radio Prosalina FM Jember berada pada koordinat 810 145 113 421 E.

Radio Prosalina FM berada pada jalur frekuensi 101,3 MHz dengan motto “Music, News ‘N Entertaiment” yang berarti “Musik, Berita dan Hiburan”. Music menjadi sajian penting yang disediakan sebagai hiburan sesuai dengan keinginan pemerhati (panggilan untuk pendengar Prosalina FM). News berarti radio Prosalina FM ingin senantiasa memberikan sajian berita yang aktual kepada masyarakat. Berprinsip pada pemberitaan yang balance, jujur dan akurat akan membuat masyarakat yakin dengan kebenaran berita yang diberikan oleh Prosalina FM. Selain itu, dengan adanya berita masyarakat menjadi terdidik dan semakin mengetahui tahapan proses pembangunan yang sedang dijalankan pemerintah. Entertainment berarti radio Prosalina FM memberikan hiburan yang dikemas dalam bentuk khas Prosalina, sehingga

masyarakat tertarik dengan hiburan yang diberikan dan benar-benar terhibur. Ketiga motto tersebut diharapkan dapat memberikan suguhan yang lengkap. Baik musik, berita dan hiburan kepada pemerhati dan semua lapisan masyarakat potensial. Baik di desa maupun di kota dengan klasifikasi umur 15 hingga 40 tahun.

b. Visi Misi Radio Prosalina FM 1) Visi Radio Prosalina FM

Menjadi media inspirasi dan aktualisasi yang mampu mendorong terciptanya masyarakat madani melalui informasi dan hiburan.

2) Misi Radio Prosalina FM

a) Menambah volume dan bobot program informs untuk mewujudkan radio prosalina sebagai pusat informasi aktual, objektif, independen dan reformis.

b) Menambah tumbuh kembangnya forum-forum diskusi yang mencerdaskan bagi masyarakat.

c) Menyajikan program-program yang diarahkan pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

d) Menyajikan program-program kontemplatif untuk meningkatkan kualitas moral masyarakat.

e) Mendorong terbangunnya kepedulian dan kesetiakawanan.

f) Menyajikan program-program hiburan.

g) Perusahaan yang mampu memberikan konstribusi bagi kesejahteraan karyawan.

c. Struktur Organisasi

Struktur organisasi merupakan pencerminan hubungan kerja antara orang-orang yang berada di dalamnya. Struktur organisasi juga merupakan gambaran secara skematis mengenai hubungan kerjasama dan satu kelompok individu dalam suatu organisasi sebagai usaha untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Ada beberapa alternatif struktur organisasi yang dapat dipilih oleh sebuah perusahaan. Penetapan struktur organisasi yang dipilih merupakan kebijakan dari perusahaan itu sendiri yang sangat tergantung pada jenis usaha dan sumber daya yang dimiliki.

Struktur organisasi radio Prosalina FM menggunakan bagan model vertikal karena kegiatan pelimpahan kekuasaan berasal dari atas ke bawah (Top Down). Bentuk organisasi yang diterapkan adalah bentuk organisasi fungsional, yang di dalamnya terdapat hubungan yang baik tidak terlalu menekankan pada hierarki struktural, akan tetapi lebih banyak didasarkan pada sifat dan jenis fungsi yang diperlukan. Alasan pemilihan bentuk ini adalah:

1) Efisiensi dan efektivitas kerja karyawan secara maksimal.

2) Terjalin solidaritas yang tinggi di kalangan pekerja.

3) Terciptanya budaya memiliki perusahaan pada seluruh karyawannya.

4) Memudahkan koordinasi pada karyawannya.

5) Menumbuhkan kreativitas kerja karyawan.

6) Pengembangan kemampuan manajerial dari karyawan menuju pada profesionalisme di masa dating.

Gambar IV.1: Struktur Organisasi Radio Prosalina FM

Sumber: Dokumentasi Radio Prosalina FM

Adapun pembagian wewenang dan tanggung jawab sesuai dengan struktur pada radio Prosalina FM adalah sebagai berikut:

DIREKTUR/PENANGGUNG JAWAB

KOMISARIS

REDAKTUR PELAKSANA

TEKNIK

TRAFFIC

REDAKTUR MUSIK

PRAMUSIAR WARTAWAN

KABAG KOMERSIAL

KABAG SIARAN

SEKRETARIS/

BENDAHARA

STAFF RUMAH

TANGGA

SECURITY

1) Direktur/ Penanggung Jawab

a) Mengendalikan jalannya perusahaan menentukan dan mengkoordinasikan serta mengawasi pelaksanaan tugas masing-masing bawahan, atau memimpin aktivitas perusahaan secara keseluruhan.

b) Mengadakan pendekatan dengan biro-biro iklan maupun perusahaan-perusahaan swasta dan instansi pemerintah.

c) Mengecek dan mensahkan segala persyaratan penting.

d) Memperluas dan mengesahkan segala kegiatan perusahaan.

2) Komisaris

a) Mengawasi jalannya manajemen perusahaan di bidang keuangan dan bidang organisasi.

b) Menentukan arah perusahaan.

3) Redaktur Pelaksana

a) Mengorganisir para wartawan untuk menjalankan tugasnya dalam mencari berita.

b) Melakukan penyaringan terhadap berita-berita yang akan disiarkan.

c) Memimpin rapat redaksi yang akan menentukan jalannya peliputan berita serta melakukan evaluasi terhadap berita yang sudah disiarkan.

d) Membuat kaleidoskop baik dalam maupun luar negeri untuk disiarkan pada akhir tahun.

4) Kepala Bagian Komersial dan Iklan

Menangani segala kegiatan yang berkaitan dengan masalah periklanan, dengan perincian sebagai berikut:

a) Membuat surat penawaran iklan.

b) Menerima order pemasangan iklan.

c) Mencari dan mendapatkan konsumen yang akan memasang iklan.

d) Mengadakan kontak langsung dengan biro iklan.

5) Kepala Bagian Siaran

a) Memeriksa kegiatan siaran secara penuh.

b) Melakukan teguran terhadap penyiar yang melakukan kesalahan.

c) Berpartisipasi dalam merencanakan program siaran.

6) Sekretaris

a) Melakukan pengarsipan terhadap segala berkas yang dimiliki perusahaan.

b) Menangani segala sesuatu yang menyangkut masalah keuangan perusahaan.

c) Membantu kegiatan pimpinan, misalnya menyusun kegiatan dan menemui para pengiklan.

7) Traffic

a) Menyusun alokasi pemutaran iklan harian.

b) Menyusun laporan siaran iklan bulanan sebagai penanggung jawaban terhadap pengiklan.

8) Wartawan

a) Mencari berita yang menarik dan aktual di daerah Jember dan sekitarnya.

b) Melakukan reportase terhadap peristiwa yang harus segera diinformasikan, misalnya pada kejadian bencana alam dan sebagainya.

9) Pramusiar

a) Melakukan siaran sebagaimana jadwal yang telah ditentukan.

b) Mempersiapkan materi siaran yang diketahui oleh kepala bagian siaran.

c) Mengevaluasi kemampuan siaran dengan mendengarkan hasil rekaman.

d) Melaksanakan seluruh manual siaran sesuai dengan peraturan yang berlaku.

10) Redaktur Musik

a) Melakukan pengaturan pemutaran lagu.

b) Menyeleksi lagu yang akan diputar oleh pramusiar.

c) Mengatur pengadaan lagu sesuai dengan perkembangan yang ada dalam bentuk kaset dan CD.

d) Melakukan kontak dengan perusahaan rekaman untuk mendapatkan lagu terbaru.

e) Memantau perkembangan musik dan lagu.

11) Teknik

a) Melakukan perawatan terhadap peralatan tenik yang ada.

b) Melakukan perbaikan terhadap kerusakan peralatan teknik.

12) Rumah Tangga

a) Menjaga kebersihanb kantor dan studio secara keseluruhan.

b) Melakukan perawatan terhadap inventaris kantor dan studio.

13) Staf

a) Membantu tugas-tugas dari segala bagian pada saat yang dibutuhkan.

b) Mengikuti kegiatan baik on air maupun off air sesuai tugas yang dibebankan.

14) Security

a) Bertanggung jawab atas keamanan, ketertiban, dan ketenangan kantor dan studio.

b) Menerima dan mencatat tamu yang berkunjung.

2. Profil Radio Suara Akbar FM

a. Sejarah Singkat Berdirinya Radio Suara Akbar FM

PT Radio Suara Akbar adalah salah satu perusahaan jasa radio yang ada di Kabupaten Jember. Kata Akbar adalah singkatan

dari Angkatan Baru. Berdiri pada tahun 25 Nopember 1967, dimana pada masa itu telah banyak radio-radio amatir di Kabupaten Jember. Radio Suara Akbar berdiri karena adanya kesepakatan antara tokoh-tokoh Jember yang ingin mendirikan radio. Pada tahun yang sama akte Radio Suara Akbar berubah menjadi PT yang bergerak menjadi Radio Komersil.

Pada awalnya PT Radio Suara Akbar berada di Jalan Diponegoro, kemudian pindah ke Jalan Untung Suropati, pindah lagi ke Jalan Kartini dan selanjutnya ke Jalan Trunojoyo.

Kemudian pada tahun 2001 PT Radio Suara Akbar menempati gedung milik sendiri di Jalan Trunojoyo 56 Jember.

Pada tahun 1971 yang menjabat sebagai direktur PT Radi Suara Akbar adalah bapak Hisyamn Oemar, selanjutnya pimpinan diambil alih oleh bapak Husein Abdullah. Tetapi pada tahun 1991 bapak Husein Abdullah meninggal dunia dan pimpinan diambil alih oleh bapak M. Cholid Bakhtiar dan bapak Abdurrahman Abu Bakar sebagai direktur penanggung jawab.

Dengan melihat letak geografis dan etnik Kabupaten Jember, dalam penyusunan program siarannya PT Radio Suara Akbar lebih mengacu pada segmen masyarakat umum (multi segment) sehingga diharapkan kebutuhan hibuan informasi pada seluruh lapisan masyarakat dapat terpenuhi dengan baik. Selain itu,

PT Radio Suara Akbar dikenal sebagai radio swasta yang bernuansa religius yang menjadi cirri kuat masyarakat Jember.

b. Visi Misi Radio Suara Akbar FM 1) Visi Radio Suara Akbar FM

Sebagai stasiun radio hiburan dan pendidikan terbesar d Kabupaten Jember yang bernuansa religius.

2) Misi Radio Suara Akbar FM

a) Radio yang menyajikan produk siaran informatif, edukatif dan menghibur.

b) Mendidik kejiwaan masyarakat dengan pemberdayaan tokoh agama.

c) Stasiun radio yang mampu mengembangkan budaya lokal.

d) Memberdayakan pendengar sasaran untuk menjalin kekeluargaan sehingga tercipta kerukunan umat.

c. Struktur Organisasi

Dalam sebuah perusahaan, tentu saja terdapat struktur organisasi yang menjadi gambaran mengenai sistem kerja sama orang-orang yang terdapat dalam suatu organisasi untuk mencapai tujuan yang hendak dicapai perusahaan. Struktur organisasi memiliki peranan yang sangat penting dalam mengkoordinasikan hubungan yang rasional antara tenaga kerja.

Struktur organisasi ini dimaksudkan untuk mengetahui tanggung jawab masing-masing personal yang ada di dalam

perusahaan agar tidak terjadi tumpang tindih atau over lapping tugas wewenang. Setiap perusahaan pada dasarnya memiliki bentuk struktur organisasi yang berbeda-beda, tergantung dari kondisi atau keadaan perusahaan tersebut. Bentuk struktur organisasi yang digunakan oleh Radio Suara Akbar FM adalah organisasi garis dan staf. Jadi semua karyawan menerima perintah dan petunjuk langsung dari pimpinan serta bertanggung jawab pada pimpinan.

Adapun struktur organisasi dan fungsi dari masing-masing jabatan dalam radio Suara Akbar FM adalah sebagai berikut:

1) Komisaris

Bertugas mengawasi jalannya tugas-tugas yang harus dilakukan seorang direktur. Komisaris juga memberikan masukan bagi direktur dan berhak untuk memberi tindakan apabila ia melakukan kesalahan.

2) Direktur Utama

Bertugas sebagai pelindung dari perusahaan. Selain itu juga bertugas untuk mengawasi jalannya operasi perusahaan.

3) Direktur Penanggung Jawab

Bertanggung jawab dan terlibat langsung dalam jalannya perusahaan. Semua yang berkenaan dengan masalah radio ataupun perusahaan haruslah dengan sepengetahuan direktur penanggung jawab.

4) Sekretaris

Bertanggung jawab terhadap kegiatan korespondensi perusahaan dan protokoler perusahaan sehari-hari. Sekertaris bertugas membuat proposal pengajuan kerjasama dengan pihak luar.

5) Kepala Bagian Siar

Mengawasi jalannya perusahaan yang dilakukan oleh penyiar dalam membawakan acara radio. Kabag Siar berhubungan langsung dengan kegiatan penyiaran.

6) Kepala Studio

Bertugas merencanakan, mengorganisasi dan mengatur pelaksanaan serta mengontrol seluruh kegiatan siaran.

7) Bagian Keuangan

Bertugas mengatur kegiatan keuangan perusahaan. Melakukan kegiatan pembukuan terhadap kegiatan keuangan.

8) Administrasi

Bertugas mengatur segala administrasi yang berhubungan dengan perusahaan, juga bertugas untuk mengumpulkan surat- surat dari pendengar dan mengirimkan kepada acara yang diinginkan.

9) Bagian Komersial dan Tata Laksana Iklan

Bertugas mengurus segala kegiatan yang berhubungan dengan periklanan, seperti menerima order pemasangan iklan,

menyusun alokasi pemutaran iklan dan menyusun laporan siaran iklan bulanan untuk periklanan.

10) Bagian Promosi

Mempromosikan radio dengan cara menjual program acara ke pengiklan baik lokal maupun luar.

11) Bagian Teknis

Bertugas mengkontrol alat-alat teknis siaran yang dipakai oleh perusahaan dalam menjalankan aktivitasnya.

12) Bagian Umum atau Perlengkapan

Bagian yang bertugas mengurusi masalah rumah tangga perusahaan. Bertanggung jawab terhadap properti yang dimiliki perusahaan.

13) Penyiar

Bertugas mengasuh dan membawakan suatu acara radio dengan baik. Sehingga mampu menarik banyak pendengar. Disinilah penyiar dituntut untuk profesional dalam membawakan suatu acara dengan gaya bahasa yang mudah dipahami dan selalu mengikuti perkembangan musik baik mancanegara maupun musik dalam negeri. Mampu berimprovisasi sehingga seolah- olah pendengar diajak berbicara dalam keadaan bertatap muka atau face to face.

14) Reporter

Bertugas untuk mencari berita dan menulisnya untuk reportase sesuai dengan Kode Etik Jurnalistik. Reporter langsung terjun ke lapangan untuk mencari berita seputar peristiwa yang terjadi di kawasan Jember.

15) Satpam

Bertanggung jawab atas keamanan, ketertiban dan ketenangan kantor serta lingkungannya.

16) Kebersihan

Menjaga kebersihan kantor dan studio, memelihara kerapihan dan kebersihan inventaris kantor serta menyiapkan minuman.

17) Bagian Diskotik

Bertugas mendata kaset-kaset yang masuk, baik dari perusahaan rekaman ataupun mengecek kekurangan berkenaan masalah kaset.

B. Penyajian Data dan Analisis

Sebuah penelitian, data hasil temuan di lapangan harus disajikan sebagai bahan penguat bahwa peneliti telah melakukan penelitian. Pada bagian ini dijelaskan hasil temuan di lapangan yang diperoleh melalui metode wawancara, observasi, dan dokumentasi. Pada hal ini penyajian data menjawab dari pertanyaan-pertanyaan yang terdapat pada fokus penelitian.

1. Strategi Komunikasi Dakwah Melalui Program Acara Keagamaan di Radio Prosalina FM dan Radio Suara Akbar FM

Strategi komunikasi merupakan suatu hal yang sangat penting dalam pelaksanaan suatu program acara. Komunikasi itu sendiri mempunyai tujuan to secure understanding, yaitu memastikan bahwa komunikan mengerti pesan yang diterimanya. Apalagi penyampaian pesan melalui media massa seperti radio, tentunya harus lebih teliti dalam menentukan strategi komunikasi yang digunakan. Radio bersifat auditif, sehingga pesan yang disampaikan atau yang diterima oleh pendengar bersifat sepintas dan tidak disertai gambar atau bukti visual untuk meyakinkan pendengar.

a. Strategi Komunikasi Dakwah Melalui Program Acara Keagamaan di Radio Prosalina FM

Program acara keagamaan merupakan suatu program acara yang menjadi kebutuhan masyarakat. Apalagi di Kabupaten Jember, yang mayoritas masyarakatnya beragama Islam dan santri.

Hal inilah yang menjadi pertimbangan Radio Prosalina FM untuk menghadirkan program acara keagamaan setiap pagi. Pada awal berdiri, Radio Prosalina FM sebenarnya mempunyai format sebagai radio anak muda. Namun dengan melihat latar belakang masyarakat Kabupaten Jember, ternyata format tersebut dirasa tidak cocok untuk suatu radio daerah, sehingga Radio Prosalina FM membuat format siaran dengan multi segmen. Hal ini seperti

yang dikatakan oleh kepala bagian siaran Radio Prosalina FM yaitu Dwi April Riyanto:

“Pada tahun pertama sampai tahun kedua ketika kami baru berdiri dulu formatnya radio anak muda, jadi full music seperti radio-radio di kota besar. Kemudian kita melihat ternyata format seperti itu tidak cocok untuk radio daerah seperti di Jember. Karena secara teoritis kami melihat porsi dan komposisi iklan yang ada di radio- radio daerah itu secara umum iklannya untuk kelompok masyarakat menengah ke bawah. Hal itulah yang membuat kami berubah menjadi radio yang multi segmen. Nah, ketika kami berubah menjadi radio yang multi segmen dengan sasaran pendengar yang lebih umum, tentunya acara-acara seperti Sinaran Iman ini sangat diperlukan. Karena tidak ada batasan usia anak muda, malahan secara umum pendengar Sinaran Iman ini adalah dewasa. Hal itulah yang menjadi pertimbangan, Sinaran Iman kami udarakan di Prosalina FM.”59

Dari penjelasan Kepala bagian siaran Radio Prosalina FM di atas, dapat diketahui bahwa sebuah stasiun radio dalam membuat suatu program acara harus disesuaikan dengan kebutuhan pendengar. Hal ini dikarenakan pendengar merupakan orang yang ikut berperan penting dalam jalannya suatu stasiun radio meskipun secara tidak langsung. Penyesuaian kebutuhan pendengar terhadap materi siaran tersebut tentunya juga dapat menambah rating suatu stasiun radio.

Teknis siaran yang digunakan di Radio Prosalina FM semuanya menggunakan teknis rekaman. Hal ini karena waktu atau durasi siaran di Radio Prosalina FM sudah diatur agar sesuai dengan jadwal siaran yang sudah ditentukan. Semua jenis audio baik itu berupa lagu-lagu, materi dakwah, surah-surah Al-Qur’an

59 Dwi April Riyanto, Kabag Siaran Prosalina FM, 18 April 2018.

Dalam dokumen strategi komunikasi dakwah melalui program (Halaman 57-124)

Dokumen terkait