BAB III METODE PENELITIAN
B. Lokasi Penelitian
Lokasi penelitian menunjukkan dimana penelitian dilakukan.55 Adapun lokasi penelitian Peneliti adalah di Desa Suukorno Kecamatan Umbulsari Kabupaten Jember.
C. Subyek Penelitian
Penentuan sumber data pada orang yang diwawancarai dilakukan secara purposive, yaitu dipilih dengan pertimbangan dan tujuan tertentu.56 Dalam penelitian ini informan yang terlibat adalah Tokoh Agama Islam, Kriisten, dan Hindu di Desa Sukorno Kecamatan Umbulsari Kabupaten Jember.
D. Sumber Data
Sumber data yang didapat yaitu:
1. Data Primer
Data primer yaitu data-data pokok yang didapat dari hasil penelitian dilapangan yang bersumber dari hasil wawancara mapun hasil dokumentasi. Kemudian data-data yang didapatkan di analisis menggunakan pendekatan-pendekatan teori yang ada.
2. Data Sekunder
Karena penelitian ini termasuk lapangan maka data sekundernya dapat diperoleh dari buku-buku, jurnal-jurnal maupun internet yang sesuai dengan judul peneliti.
55 Tim Penyusun, Pedoman Penulisan Karya Tulis Ilmiyah Institut Agama Islam Negeri Jember (Jember: IAIN Jember Press,2018), 47.
56 Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D (Bandung: Alfabeta, 2014), 216.
55
E. Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data merupakan langkah yang paling strategis Dalam penelitian, karena tujuan utama dari penelitian adalah mendapatkan data. Tanpa mengetahui teknik pengumpulan data, maka peneliti tidak akan mendapatkan data yang memenuhi standar data yang ditetapkan.57
Adapun teknik-tekniknya adalah:
1. Teknik Wawancara
Wawancara digunakan untuk memperoleh informasi tentang hal-hal yang tidak dapat diperoleh lewat pengamatan. Wawancara adalah percakapan dengan maksud tertentu. Percakapan itu dilakukan oleh dua pihak, yaitu pewawancara (interviewer) yang mengajukan pertanyaan dan yang diwawancara (interviewe) yang memberikan jawaban atas pertanyaan itu58 dengan tujuan mengumpulkan keterangan secara langsung dari para informan tersebut.
Wawancara dilakukan peneliti kepada informan yang berasal dari masyarakat yang bertempat tinggal di Desa Sukorno Kecamatan Umbulsari Kabupaten Jember. Adapun narasumber yang akan diwawancarai adalah Tokoh Agama di Desa Sukorno Kecamatan Umbulsari Kabupaten Jember yaitu tokoh agama Islam, risten, dan Hindu.
57 Sugiono, Metodologi Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R & D, (Bandung : alfabeta, 2016) 224.
58 J. Lexy Moleong, Penelitian Kualitatif, 135.
2. Teknik Dokumentasi
Dokumentasi adalah catatan peristiwa yang sudah berlalu.
Dokumen bisa berbentuk tulisan, gambar, atau karya-karya momumental dari seseorang.59 Dalam penelitian ini peneliti juga menggunakan teknik pengumpulan data dengan dokumentasi karena agar hasil penelitian nantinya memiliki nilai kredibilitas.
F. Analisis Data
Dalam penelitian ini peneliti menggunakan analisis data deskriptif kualitatif. Analisis data dimulai dengan menyusun sistematis data yang diperoleh dari hasil penelitian lapangan baik dari hasil wawancara maupun dokumentasi, dengan cara mengorganisasikan data ke dalam kategori, menjabarkan ke dalam unit-unit, melakukan sintesa, menyusun ke dalam pola, memilih mana yang penting dan yang akan dipelajari, dan membuat kesimpulan sehingga mudah difahami diri sendiri maupun orang lain.60
Miles dan Huberman, mengemukakan bahwa aktivitas dalam analisis data kualitatif dilakukan secara interaktif dan berlangsung secara terus menerus sampai tuntas, sehingga datanya sudah jenuh. Aktivitas dalam analisis data, yaitu61:
1. Reduksi Data (Data Reduction)
Reduksi data merupakan bentuk analisis data yang merangkum, memilih hal-hal yang pokok, memfokuskan pada hal-hal yang penting, dicari tema dan polanya. Dengan demikian data yang direduksi akan
59 Sogiyono, Metode Penelitian, 240.
60Sogiyono, Metode Penelitian, 244.
61 Ibid., 246-247.
57
memberikan gambaran yang lebih jelas, dan mempermudah peneliti untuk melakukan pengumpulan selanjutnya, dan mencari bila diperlukan.
2. Penyajian Data (Data Display)
Dalam penelitian kualitatif, penyajian data bisa dilakukan dalam bentuk uraian singkat, bagan, hubungan antar kategori, flowchart dan sejenisnya. Dalam hal ini Miles dan Huberman menyatakan bahwa yang paling sering digunakan untuk menyajikan data dalam penelitian kualitatif adalah dengan teks yang bersifat naratif. Artinya disini peneliti menyampaikan dan menyajikan data hasil penelitiannya dalam bentuk uraian-uraian.
3. Verifikasi (conclusion Drawing)
Menurut Miles dan Huberman verifikasi adalah penarikan kesimpulan atau verifikasi data. Kesimpulan dalam hal ini merupakan temuan baru yang sebelumnya belum pernah ada. temuan dapat berupa deskripsi atau gambaran suatu obyek yang sebelumnya masih remang- remang atau gelap sehingga setelah diteliti menjadi jelas, dapat berupa hubungan kausal atau interaktif, hipotesis atau teori.
G. Keabsahan Data
Pengecekan keabsahan data sangat perlu dilakukan agar data yang dihasilkan dapat dipercaya dan dipertanggung jawabkan secara ilmiah.
Dari penelitian ini peneliti dalam mengecek keabsahan data menggunakan triangulasi sumber.
H. Tahap-Tahap Penelitian
Bagian ini menguraikan rencana pelaksanaan penelitian yang akan dilakukan oleh peneliti, mulai dari penelitian pendahuluan, pengembangan desain, penelitian sebenarnya dan sampai pada penulisan laporan.
1. Tahap pra lapangan
a) Menyusun rancangan penelitian b) Memilih lapangan penelitian c) Mengurus perizinan
d) Memilih informan
e) Menyiapkan perlengkapan penelitian 2. Tahap pelaksanaan dilapangan
a) Memahami latar belakang penelitian b) Memasuki lapangan penelitian
c) Berperan serta dan mengumpulkan data d) Menyempurnakan data yang belum lengkap 3. Tahap pasca penelitian
a) Menganalisis data yang diperoleh b) Mengurus perizinan selesai penelitian c) Menyajikan data dalam bentuk laporan 4. Merevisi laporan yang telah disempurnakan.
59 BAB IV
PENYAJIAN DATA DAN ANALISIS
A. Gambaran Objek Penelitian 1. Letak Geografis
Secara geografis Desa Sukoreno terletak pada .bagian dari wilayah Kecamatan Umbulsari Kabupaten Jember dengan jarak Kantor Desa ke Kecamatan Kurang lebih 7 Km dan dari Kecamatan Umbulsari Ke Kantor Pemetinytah Kabupaten Kurang lebih 48 km.
Secara administratif, Desa Sukoreno terletak di wilayah Kecamatan Umbulsari Kabupaten Jember dengan posisi dibatasi oleh wilayah desa- desa tetangga. Di sebelah Utara berbatasan dengan Desa Mundurejo. Di sebelah Barat berbatasan dengan Desa Wringin Agung,Selatan berbatasan dengan Desa Wonorejo/Kencongsedangkan di sisi Timur Berbatasan Dengan Desa Gunungsari.
Jarak tempuh Desa Sukoreno ke ibu kota kecamatan adalah 7 km, yang dapat ditempuh dengan waktu sekitar 20 menit. Sedangkan jarak tempuh ke ibu kota kabupaten adalah 48 km, yang dapat ditempuh dengan waktu sekitar 1 jam.62
2. Kondisi dan Ciri Geologis Wilayah
Luas Wilayah Desa Sukoreno adalah 836,862 Ha. Luas lahan yang ada terbagi ke dalam beberapa peruntukan, yang dapat dikelompokkan
62 Habib Anshori, Dokumen Desa Sukoreno, Kec. Umbulsari
seperti untuk fasilitas umum, pemukiman, pertanian, perkebunan, kegiatan ekonomi dan lain-lain.
Luas lahan yang diperuntukkan untuk pemukiman adalah 67.821 Ha. Luas lahan yang diperuntukkan untuk Pertanian adalah 479.177Ha.
Luas lahan untuk ladang tegalan dan perkebunan adalah 52.617 Ha. . Sedangkan luas lahan untuk fasilitas umum adalah sebagai berikut: untuk perkantoran 177 Ha, sekolah 12.230 Ha, olahraga 1 Ha, dan tempat pemakaman umum 0.7 Ha. Makam Katolik 0.25 Ha.
Wilayah Desa Sukoreno secara umum mempunyai ciri geologis berupa lahan tanah yang sangat cocok sebagai lahan pertanian dan perkebunan. Secara prosentase kesuburan tanah Desa Sukoreno terpetakan sebagai berikut: sangat subur -Ha, subur 479.177 Ha, sedang 16,07 Ha, tidak subur/ kritis - Ha. Hal ini memungkinkan tanaman padi untuk dapat panen dengan menghasilkan 19.2. ton/ ha. Tanaman jenis palawija juga cocok ditanam di sini.
Berdasarkan data yang masuk tanaman palawija seperti kedelai, kacang tanah, kacang panjang, jagung, dan ubi kayu, ubi jalar, serta tanaman buah seperti jeruk mampu menjadi sumber pemasukan (income) yang cukup handal bagi penduduk desa ini. Untuk tanaman perkebunan, jenis tanaman tebu merupakan tanaman handalan. 63
63 Habib Anshori, Dokumen Desa Sukoreno, Kec. Umbulsari
61
3. Sejarah Desa
Desa Sukoreno awalnyabernama Gumuk Lengar yang diambil dari sebuah bukit padas yang sering didatangi orang untuk menggali padas, ketika ditemukan sebuah arca yang berada di bawah pohon suko atau kembang suko yang bunganya 4 macam warna. Maka setelah ditemukan arca itu nama desa diganti dengan nama DESA SUKORENO, yang mempunyai arti bermacam macam kesenagnagn yang dipadukan dengan karakter masyarakat dan keragaman agama yang dianut masyarakat.64
Ketika itu Kepala Desanya bernama Suwadi pada tahun 1940, kemudian Desa Sukoreno dipimpin oleh Kepala Desa bernama Kasbiran maka selama 9 tahun tepatnya tahun 1949. Kemudian terjadi pergantian Kepala Desa dengan cara Pilihan yang akhirnya Kepala Desa dipimpin oleh seorang yang bernama Supardi selama 8 tahun tepatnya 1957 terjadi pergantian Kepala Desa yang ketika diadakan pilihan dimenangkan oleh seorang bernama Jumali selama 12 tahun, tepatnya 1969 masa kerja Kepala Jumali habis jabatannya . Karena keadaan Desa belum kondusif, maka Bupati jember mengambil Kebijakan menempatkan atau menunjuk anggota ABRI yang bernama Ibnu Sunardi untuk ditugaskan di Desa Sukoreno menjadi Kepala Desa Sukoreno atau lebih dikenal Sebagai Kepala Desa KARTEKER . Saat kepemimpinan Ibnu Sunardi pemerintahan desa mulai ditata atau dibagi menjadi 5 ( lima ) dusun yaitu Dusun Krajan Kidul, Dusun Krajan Lor, dusun Kandangrejo , Dusun temurejo, Dusun
64 Habib Anshori, Dokumen Desa Sukoreno, Kec. Umbulsari
Blokmundu.Ketika Tahun 1980 terjadi pilihan Kepala Desa yang akhirnya dimenangkan oleh seorang calon bernama Ali Mustaqim Junaedi, BA. Dan tahun 1990 terjadi pilihan Kepala Desa lagi yang khirnya dimenangkan oleh seorang yang bernama Drs. Supingin. Dan pada tahun 1998 pemilihan Kepala Desa lagi dimenangkan oleh seorang nama Sudariyanto, SH.Mhum. Ketika tahun 2005 terjadi pemecahan Desa yang akhirnya Desa Sukoreno dipecah menjadi 2 Desa yaitu: Desa Sukoreno dan desa Mundurejo . Maka mulai Tahun 2005 Sukoreno terdiri dari 3 ( tiga ) yaitu : Dusun Kandangrejo, Dusun Krajan Kidul dan Dusun Krajan Lor. Adapun nama nama Kepala Dusun masing masing adalah sebagai berikut: Waris, Saeroji, dan Supriyono.
Setelah masa Kepala Desa Sudariyanto habis masa jabatannya yaitu tahun 2006 , maka awal tahun 2007 tepatnya di bulan Pebruari ada Pemilihan Kepala Desa dan dimenangkan oleh saudara Achmad Choiri dan sampai saat ini beliau masih menjabat sebagai Kepala Desa Sukoreno.65
65 Habib Anshori, Dokumen Desa Sukoreno, Kec. Umbulsari
63
STRUKTUR SEJARAH KEPALA DESA SUKORENO
KASBIRAN Kepala Desa Sukoreno
Periode 1941 - 1949 SUPARDI Kepala Desa Sukoreno
Periode 1949 - 1957
JUMALI Kepala Desa Sukoreno
Periode 1957 - 1969 IBNU SUNARDI Kepala Desa Sukoreno
Periode 1969 - 1979
SUDARIYANTO,SH Kepala Desa Sukoreno
Periode 1998 - 2006
ALI MUSTAQIM J ,BA Kepala Desa Sukoreno Periode 1980 - 1989
SUWADI Kepala Desa Sukoreno
Periode 1933 - 1941
Drs. SUPINGIN Kepala Desa Sukoreno
Periode 1990 - 1998
ACHMAD CHOIRI Kepala Desa Sukoreno Tahun 2007 s/d saat ini
4. Struktur Pemerintahan
Keberadaan Rukun Tetangga (RT) sebagai bagian dari satuan wilayah pemerintahan Desa Sukoreno memiliki fungsi yang sangat berarti terhadap pelayanan kepentingan masyarakat wilayah tersebut, terutama terkait hubungannya dengan pemerintahan pada level di atasnya. Dari kumpulan Rukun Tetangga inilah sebuah Padukuhan (Rukun Warga; RW) terbentuk.
Wilayah Desa Sukoreno terbagi di dalam 21. Rukun Warga (RW) yang tergabung di dalam 3. Dusun yaitu:Krajan Lor, Krajan Kidul, Kandangrejo , yang masing-masing dipimpin oleh seorang Kepala Dusun.
Posisi Kasun menjadi sangat strategis seiring banyaknya limpahan tugas desa kepada aparat ini.66
Sebagai sebuah desa, sudah tentu struktur kepemimpinan Desa Sukoreno tidak bisa lepas dari strukur administratif pemerintahan pada level di atasnya. Hal ini dapat dilihat dalam bagan berikut ini :
66 Habib Anshori, Dokumen Desa Sukoreno, Kec. Umbulsari
65
BAGAN I
SUSUNAN ORGANISASI DAN TATA KERJA PEMERINTAH DESA SUKORENO67
67 Habib Anshori, Dokumen Desa Sukoreno, Kec. Umbulsari
BPD Kepala
Desa
Sekretaris Desa
Kaur Umum Kaur
Pemerintahan
kepala Urusan Kesra Kepala urusan
Pembangunan
Kasun Krajan Kidul
Kasun Kandangrejo
Kasun Krajan Lor
Kaur Keuangan
TABEL 1
NAMA PEJABAT PEMERINTAH DESA SUKORENO68
NO NAMA JABATAN
1 ACHMAD CHOIRI Kepala Desa
2 SUGITO Sekretaris Desa
3 M. SHOHIB Staf Urusan Pemerintahan
4 SEVI NURIL HUDHA Staf Urusan Keuangan
5 WIWIN YUNI K Staf Urusan Umum
6 SUPRIYADI Seksi Pembangunan
7 SUPRIYONO Kasun Krajan Lor. I
8 SAEROJI Kasun Krajan Kidul. II
9 SUPRIYONO Kasun Kandangrejo. III
TABEL 2
NAMA BADAN PERMUSYAWARATAN DESA SUKORENO69
NO NAMA JABATAN
1 MUJITO Ketua
2 SUPRIYADI Wakil ketua
3 SUDARJI Sekretaris
4 ISAMAUN Anggota
5 SUDIONO Anggota
6 WAHYU WIDODO Anggota
7 SUTRISNO Anggota
8 AD. SUPARMAN Anggota
9 HM. NIMAN Anggota
10 SUYANI Anggota
68 Habib Anshori, Dokumen Desa Sukoreno, Kec. Umbulsari
69 Habib Anshori, Dokumen Desa Sukoreno, Kec. Umbulsari
67
TABEL 3
NAMA-NAMA LPMD DESA SUKORENO70
NO NAMA JABATAN
1 FX. NIRARTO Ketua
2 AGUS SUPANIADI Wakil ketua
3 SUYANTO Sekretaris
4 SUNARTO Bendahara
5 SUPRIYADI Anggota
6 TEGUH BP Anggota
7 HERI SULAWESIANTO Anggota
8 SUPRATMAN Anggota
Secara umum pelayanan pemerintahan desa Sukoreno kepada masyarakat sangat memuaskan. Beberapa warga menyatakan bahwa pelayanan umum seperti pembuatan kartu tanda penduduk (KTP) dapat dikerjakan dengan cepat dalam waktu 24 jam. Begitu pula untuk pengurusan surat-surat penting lainnya seperti akti kenal lahir dan akte kematian, sehingga secara umum masyarakat merasa terlayani secara baik.
5. Demografis/ Kependudukan
Berdasarkan data tahun 2017 dan data penunjang lainnya maka klasifikasi kondisi masyarakat Desa Sukoreno Kecamatan Umbulsari Kabupaten Jember sebagai berikut:
Jumlah Penduduk: 8.917 Jiwa, yang terdiri dari
Laki-laki : 4.457 Jiwa
Perempuan : 4.460 Jiwa
Jumlah Penduduk Agama Islam : 7.987
70 Habib Anshori, Dokumen Desa Sukoreno, Kec. Umbulsari
Jumalh Penduduk Agama Katolik : 463 Jiwa Jumlah Penduduk Agama Hindu : 367 Jiwa
Jumlah KK : 2.607 yang terdiri dari
Islam : 2.373 KK
Katolik : 137 KK
Hindu : 97 KK
Agar dapat mendeskripsikan dengan lebih lengkap tentang informasi keadaan kependudukan di Desa Sukoreno. maka perlu diidentifikasi jumlah penduduk dengan menitikberatkan pada klasifikasi usia. Untuk memperoleh informasi ini maka perlulah dibuat tabel sebagai berikut:
TABEL 4
JUMLAH PENDUDUK BERDASARKAN USIA71
NO USIA JUMLAH PROSENTASE
1 0-4 498. orang 6,14 %
2 5-9 762 orang 9,39 %
3 10-14 581 orang 7,17 %
4 15-19 686 orang 8,46 %
5 20-24 664 orang 8,19 %
6 25-29 728 orang 8,98 %
7 30-34 681 orang 8,39 %
8 35-39 633 orang 7,81 %
9 40-44 599 orang 7,39 %
10 45-49 601 orang 7,42 %
11 50-54 240 orang 2,96 %
12 55-58 244 orang 3,01 %
13 >59 1192 orang 14,69 %
Jumlah Total 8109 orang 100 %
71 Habib Anshori, Dokumen Desa Sukoreno, Kec. Umbulsari
69
Dari data di atas nampak bahwa penduduk usia produktif pada usia 20-49 tahun Desa .Sukoreno. sekitar 3.906 atau hampir 48,18 %. Hal ini merupakan modal berharga bagi pengadaan tenaga produktif dan SDM.
Tingkat kemiskinan di Desa Sukoreno termasuk tinggi. Dari jumlah 2.373 KK di atas, sejumlah 10 % KK tercatat sebagai Pra Sejahtera, 45 % KK tercatat Keluarga Sejahtera I, 30 % KK tercatat Keluarga Sejahtera II, 10 % KK tercatat Keluarga Sejahtera III dan 5 % KK sebagai sejahtera III plus. Jika KK golongan Pra-sejahtera dan KK golongan I digolongkan sebagai KK golongan miskin, maka lebih 55 % KK Desa Sukoreno adalah keluarga miskin.
6. Pendidikan
Eksistensi pendidikan adalah satu hal penting dalam memajukan tingkat kesejahteraan masyarakat pada umumnya dan tingkat perekonomian pada khususnya. Dengan tingkat pendidikan yang tinggi maka akan mendongkrak tingkat kecakapan masyarakat yang pada gilirannya akan mendorong tumbuhnya ketrampilan kewirausahaan dan lapangan kerja baru. Dengan sendirinya akan membantu program pemerintah dalam mengentaskan pengangguran dan kemiskinan.
Pendidikan biasanya akan dapat mempertajam sistematika berpikir atau pola pikir individu, selain mudah menerima informasi yang lebih maju dan tidak gagap teknologi. Di bawah ini adalah tabel yang menunjukkan tingkat rata-rata pendidikan warga Desa Sukoreno.
TABEL 5
TAMATAN SEKOLAH MASYARAKAT72
NO KETERANGAN JUMLAH PROSENTASE
1 Buta Huruf Usia 10 tahun ke atas 32 0,8 %
2 Tidak Tamat SD 41 1 %
3 Tamat Sekolah SD 209 5,1 %
4 Tamat Sekolah SMP 2607 63,6 %
5 Tamat Sekolah SMA 192 27,4 5
6 Tamat Sekolah PT/ Akademi 83 2,1 %
Jumlah Total 4091
Rentetan data kualitatif di atas menunjukan bahwa mayoritas penduduk Desa Sukoreno hanya mampu menyelesaikan sekolah di jenjang pendidikan wajib belajar sembilan tahun (SD dan SMP). Dalam hal kesediaan sumber daya manusia (SDM) yang memadahi dan mumpuni, keadaan ini merupakan tantangan tersendiri. Sebab ilmu pengetahuan setara dengan kekuasaan yang akan berimplikasi pada penciptaan kebaikan kehidupan.
Rendahnya kualitas pendidikan di Desa Sukoreno, tidak terlepas dari terbatasnya sarana dan prasarana pendidikan yang ada, di samping tentu masalah ekonomi dan pandangan hidup masyarakat. Sarana pendidikan di Desa Sukoreno. baru tersedia di level pendidikan dasar 9 tahun (SD dan SMP), sementara akses ke pendidikan menengah ke atas berada di tempat lain yang relatif jauh.
Sebenarnya ada solusi yang bisa menjadi alternatif bagi persoalan rendahnya Sumber Daya Manusia (SDM) di Desa Sukoreno. yaitu melalui
72 Habib Anshori, Dokumen Desa Sukoreno, Kec. Umbulsari
71
pelatihan dan kursus. Namun sarana atau lembaga ini ternyata juga belum tersedia dengan baik di Desa Sukoreno. Bahkan beberapa lembaga binbel dan pelatihan yang pernah ada malah gulung tikar. Mungkin dorongnan dari pemerintah dan masyarakat lemah. Inilah yang menjadi pekerjaan dasar pemerintahan Desa .Sukoreno sekarang ini. 73
7. Kesehatan
Masalah kesehatan adalah hak setiap orang dan merupakan aset yang amat penting bagi masa depan bangsa secara umum. Masyarakat yang produktif adalah masyarakat yang sehat fisik dam mentalnya. Salah satu cara untuk mengukur status kesehatan masyarakat adalah mencermati banyaknya masyarakat yang terserang penyakit. Laporan warga menunjukkan adanya gejala masyarakat yang terserang penyakit relatif tinggi, yang antara lain disebabkan oleh infeksi pernapasan akut bagian atas, malaria, penyakit sistem otot dan jaringan pengikat. Data tersebut menunjukkan bahwa gangguan kesehatan yang sering dialami penduduk adalah penyakit yang bersifat cukup berat dan berdurasi lama bagi kesembuhannya, yang diantaranya disebabkan perubahan cuaca serta kondisi lingkungan yang kurang sehat. Ini tentu mengurangi daya produktifitas masyarakat Desa Sukoreno secara umum.
Sedangkan data orang cacat mental dan fisik juga cukup lumayan tinggi jumlahnya. Tercatat penderita bibir sumbing berjumlah 2 orang, tuna wicara 1 orang, tuna rungu 2 orang, tuna netra 3 orang, dan lumpuh 1
73 Habib Anshori, Dokumen Desa Sukoreno, Kec. Umbulsari
orang. Data ini menunjukkan masih rendahnya kualitas hidup sehat di Desa Sukoreno.74
Hal yang perlu juga dipaparkan di sini adalah terkait keikutsertaan masyarakat dalam KB. Terkait hal ini peserta KB aktif tahun 2010 Desa Sukoreno berjumlah lumayan banyak yaitu 1013 orang. Sedangkan jumlah bayi yang diimunisasikan dengan Polio dan DPT-1 berjumlah 669 bayi.
Tingkat partisipasi demikian ini relatif tinggi walaupun masih bisa dimaksimalkan mengingat cukup tersedianya fasilitas kesehatan berupa sebuah Puskesmas, dan Polindes di Desa Sukoreno. Maka wajar jika ketersediaan fasilitas kesehatan yang relatif lengka ini berdampak pada kualitas kelahiran bagi bayi lahir. Dari …0… kasus bayi lahir pada tahun 2010, hanya …0. bayi yang tidak tertolong.
Hal yang perlu juga dipaparkan di sini adalah kualitas balita. Dalam hal ini, dari jumlah 669. balita di tahun 2010, masih terdapat 4 balita bergizi buruk, 8 balita bergizi kurang dan lainnya sedang dan baik. Hal inilah kiranya yang perlu ditingkatkan perhatiannya agar kualitas balita Desa Sukoreno ke depan lebih baik.
8. Mata Pencaharian
Secara umum mata pencaharian warga masyarakat Desa Sukoreno.
dapat teridentifikasi ke dalam beberap sektor yaitu pertanian, jasa/perdagangan, industri dan lain-lain. Berdasarkan data yang ada, masyarakat yang bekerja di sektor pertanian berjumlah 1254 orang, yang
74 Habib Anshori, Dokumen Desa Sukoreno, Kec. Umbulsari
73
bekerja disektor jasa berjumlah 1163 orang, yang bekerja di sektor industri 25. orang, dan bekerja di sektor lain-lain …0…… orang.
Dengan demikian jumlah penduduk yang mempunyai mata pencaharian berjumlah 2442 orang. Berikut ini adalah tabel jumlah penduduk berdasarkan mata pencaharian.75
TABEL 6
MACAM-MACAM PEKERJAAN DAN JUMLAHNYA76
NO MACAM PEKERJAAN JUMLAH PROSENTAS
E
1 Pertanian 1254 orang 85,08 %
2 Jasa/ Perdagangan 1. Jasa Pemerintahan 2. Jasa Perdagangan 3. Jasa Angkutan 4. Jasa Ketrampilan 5. Jasa lainnya
147 orang 47 orang 23 orang 3 orang
- orang
9,98 % 3,18 % 1,56 % 0,20 %
3 Sektor Industri - orang
4 Sektor lain - orang
Jumlah 1474 orang 100 %
Dengan melihat data di atas maka angka pengangguran di Desa Sukoreno. masih cukup tinggi. Berdasarkan data lain dinyatakan bahwa jumlah penduduk usia 15-55 yang belum bekerja berjumlah .872. orang dari jumlah angkatan kerja sekitar 6118. orang. Angka-angka inilah yang merupakan kisaran angka pengangguran di Desa Sukoreno.
9. Dinamika Politik, Sosial, dan Budaya
Dengan adanya perubahan dinamika politik dan sistem politik di Indonesia yang lebih demokratis, memberikan pengaruh kepada
75 Habib Anshori, Dokumen Desa Sukoreno, Kec. Umbulsari
76 Habib Anshori, Dokumen Desa Sukoreno, Kec. Umbulsari
masyarakat untuk menerapkan suatu mekanisme politik yang dipandang lebih demokratis. Dalam konteks politik lokal Desa Sukoreno, hal ini tergambar dalam pemilihan kepala desa dan pemilihan-pemilihan lain (pilleg, pilpres, pilkada, dan pilgub) yang juga melibatkan warga masyarakat desa secara umum.
Khusus untuk pemilihan kepala desa Sukoreno, sebagaimana tradisi kepala desa di Jawa, biasanya para peserta (kandidat) nya adalah mereka yang secara trah memiliki hubungan dengan elit kepala desa yang lama.
Hal ini tidak terlepas dari anggapan masyarakat banyak di desa-desa bahwa jabatan kepala desa adalah jabatan garis tangan keluarga-keluarga tersebut.
Fenomena inilah yang biasa disebut pulung –dalam tradisi jawa- bagi keluarga-keluarga tersebut.
Jabatan kepala desa merupakan jabatan yang tidak serta merta dapat diwariskan kepada anak cucu. Mereka dipilh karena kecerdasan, etos kerja, kejujuran dan kedekatannya dengan warga desa. Kepala desa bisa diganti sebelum masa jabatannya habis, jika ia melanggar peraturan maupun norma-norma yang berlaku. Begitu pula ia bisa diganti jika ia berhalangan tetap.
Karena demikian, maka setiap orang yang memiliki dan memenuhi syarat-syarat yang sudah ditentukan dalam perundangan dan peraturan yang berlaku, bisa mengajukan diri untuk mendaftar menjadi kandidat kepala desa. Fenomena ini juga terjadi pada pemilihan desa Sukopreno.
pada tahun 2007 Pada pilihan kepala desa ini partisipasi masyarakat sangat
75
tinggi, yakni hampir 90 %. Tercatat ada dua kandidat kepala desa pada waktu itu yang mengikuti pemilihan kepala desa. Pilihan kepala Desa bagi warga masyarakat Desa Sukoreno seperti acara perayaan desa.77
Setelah proses-proses politik selesai, situasi desa kembali berjalan normal. Hiruk pikuk warga dalam pesta demokrasi desa berakhir dengan kembalinya kehidupan sebagaimana awal mulanya. Masyarakat tidak terus menerus terjebak dalam sekat-sekat kelompok pilihannya. Hal ini ditandai dengan kehidupan yang penuh tolong menolong maupun gotong royong.
Walaupun pola kepemimpinan ada di Kepala Desa namun mekanisme pengambilan keputusan selalu ada pelibatan masyarakat baik lewat lembaga resmi desa seperti Badan Perwakilan Desa maupun lewat masyarakat langsung. Dengan demikian terlihat bahwa pola kepemimpinan di Wilayah Desa Sukoreno mengedepankan pola kepemimpinan yang demokratis.
Berdasarkan deskripsi beberapa fakta di atas, dapat dipahami bahwa Desa Sukoreno mempunyai dinamika politik lokal yang bagus. Hal ini terlihat baik dari segi pola kepemimpinan, mekanisme pemilihan kepemimpinan, sampai dengan partisipasi masyarakat dalam menerapkan sistem politik demokratis ke dalam kehidupan politik lokal. Tetapi terhadap minat politik daerah dan nasional terlihat masih kurang antusias.
Hal ini dapat dimengerti dikarenakan dinamika politik nasional dalam kehidupan keseharian masyarakat Desa Sukoreno. kurang mempunyai
77 Habib Anshori, Dokumen Desa Sukoreno, Kec. Umbulsari