• Tidak ada hasil yang ditemukan

Loyalitas Konsumen

BAB I PENDAHULUAN

F. Kerangka Teori

2. Loyalitas Konsumen

a. Pengertian Loyalitas Konsumen

Menurut Tjiptono loyalitas konsumen adalah komitmen pelanggan terhadap suatu merek, atau pemasok berdasarkan sifat yang sangat positif dalam pembelian jangka panjang. Dari pengertian ini dapat diartikan bahwa kesetiaan terhadap merek diperoleh karena adanya kombinasi dari kepuasan dan keluhan. Sedangkan kepuasan pelanggan tersebut hadir dari seberapa besar kinerja perusahaan untuk menimbulkan kepuasan tersebut dengan meminimalkan keluhan sehingga diperoleh pembelian jangka panjang yang dilakukan oleh konsumen.26

Loyalitas dalam Islam disebut dengan al-wala’ memiliki beberapa makna, antara lain mencintai, menolong, mengikuti, dan mendekat kepada sesuatu. Konsep loyalitas dalam Islam atau al-wala’

adalah ketundukan mutlak kepada Allah SWT dalam wujud menjalankan syariah Islam sepenuhnya. Loyalitas pelanggan dalam Islam terjadi apabila aktivitas muamalah itu dapat memberi manfaat

26Fandy Tjipton, Prinsip dan Dinamika Pemasaran, (Yogyakarta: Graha Ilmu, 2000), hlm.

110.

yang saling menguntungkan kedua belah pihak, karena terpenuhinya kewajiban serta hak masing-masing melalui penerapan nilai-nilai Islam.

Loyalitas pelanggan sangat penting bagi perusahaan yang menjaga kelangsungan usahanya maupun kelangsungan kegiatan usahanya. Pelanggan yang setia adalah mereka yang sangat puas dengan produk dan pelayanan tertentu, sehingga mempunyai antusiasme untuk memperkenalkannya kepada siapapun yang mereka kenal. Oleh karena itu, loyalitas pelanggan berdasarkan kepuasan murni dan terus-menerus merupakan salah satu aset terbesar yang mungkin didapat oleh perusahaan.27

b. Karakteristik Loyalitas Konsumen

Konsumen yang loyal dapat dilihat dari karakternya, adapun karakteristik dari loyalitas konsumen, di antaranya:28

1) Melakukan pembelian ulang secara teratur

Konsumen melakukan pembelian secara terus menerus pada suatu produk tertentu.

2) Membeli antar lini produk dan jasa

Konsumen tidak hanya membeli jasa dan produk utama tetapi konsumen juga membeli lini produk dan jasa dari perusahaan yang sama.

27Sofjan Assauri, Strategic Marketing, (Jakarta, PT Raja Grafindo Persada, 2013), hlm. 14.

28Ani Lestari dan Edi Yulianto, ”Pengaruh Kualitas Produk Terhadap Loyalitas Pelanggan Dengan Kepuasan pelanggan Sebagai Variabel Mediasi”, Administrasi Bisnis, Jurnal Universitas

3) Mereferensikan kepada orang lain.

Dimana konsumen melakukan komunikasi dari mulut ke mulut (word of mouth) berkenan dengan produk tersebut. Biasanya hal tersebut dilakukan karena mendapat kepuasan dari produk yang dibelinya.

4) Menunjukkan kekebalan terhadap tarikan dari pesaing.

Konsumen menolak untuk menggunakan produk atau jasa alternatif yang ditawarkan oleh pesaing.

konsumen yang loyal merupakan aset bagi perusahaan, karena akan mendatangkan keuntungan bagi perusahaan, hal ini dapat dilihat berdasarkan karateristik yang dimiliki oleh konsumen. Oleh karena itu, loyalitas konsumen merupakan suatu yang bisa diandalkan untuk memprediksi pertumbuhan di masa yang akan datang bagi suatu perusahaan.

c. Faktor Yang Mempengaruhi Loyalitas Konsumen

Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi loyalitas konsumen antara lain:29

1) Kepuasan

Kepuasan pelanggan merupakan pengukuran gap antara harapan pelanggan dengan kenyataan yang mereka terima atau yang dirasakan.

29Vanessa Gaffar, Manajemen Bisnis, (Bandung: Alfabeta, 2007), hlm. 72.

2) Adanya ikatan emosional

Konsumen dapat terpengaruh oleh sebuah merek yang memiliki daya tarik tersendiri sehingga konsumen dapat diidentifikasikan dalam sebuah merek, ikatan yang kuat antara sebuah merek dengan konsumen dapat mencerminkan karakteristik konsumen tersebut.

3) Kepercayaan

Kemauan seseorang untuk mempercayakan perusahaan atau sebuah merek untuk melakukan atau menjalankan sebuah fungsi.

4) Kemudahan

Konsumen akan merasa nyaman dengan sebuah kualitas produk dan merek ketika situasi mereka melakukan transaksi memberikan kemudahan. Bagian dari loyalitas konsumen seperti pembelian produk secara teratur dapat didasari pada akumulasi pengalaman setiap saat.

5) Pengalaman dengan perusahaan

Sebuah pengalaman seseorang pada perusahaan dapat membentuk perilaku, ketika mendapatkan pelayanan yang baik dari perusahaan.

d. Indikator Loyalitas Konsumen

Loyalitas konsumen merupakan komitmen seorang konsumen terhadap suatu pasar berdasarkan sikap positif dan tercermin dalam

pembelian ulang secara konsisten. Adapun indikator dari Loyalitas Konsumen antara lain:

1. Trust (kepercayaan) merupakan tanggapan kepercayaan konsumen terhadap Pasar, cenderung membeli lebih banyak dan setia dalam berbelanja di Pasar atau perusahaaan tersebut.

2. Emotion Commitment merupakan komitmen psikologi konsumen terhadap Pasar.

3. Switching Cost (biaya pngalihan) merupakan tanggapan konsumen tentang beban yang diterima ketika terjadi perubahan.

4. Word of mouth merupakan perilaku publisitas yang dilakukan konsumen terhadap Pasar yang bersifat positif.

5. Cooperation (kerja sama) merupakan perilaku konsumen yang menunjukkan sikap bekerja sama dengan Pasar. Dan menawarkan gagasan barang atau jasa kepada perusahaan atau Pasar.30

Indikator loyalitas konsumen menurut Singh dalam Rusdarti (2004) yaitu persentase dari pembelian, frekuensi kunjungan, dan merekomendasikan kepada orang lain. Sedangkan menurut Selnes indikator loyalitas konsumen diukur dari kebiasaan transaksi, pembelian ulang, rekomendasi, dan komitmen konsumen.31

30Nila Kasuma Dewi, dkk., “Pengaruh Iklan, Citra Merek, dan Kepuasan Konsumen Terhadap Loyalitas Konsumen Dalam Menggunakan Vaseline Hand And Body Lotion di Kota Padang”, Manajemen dan Kewirausahaan, Jurnal Universitas Tamansiswa Padang, Vol. 3, Nomor 2, Mei 2012, hlm. 19.

31Zainuddin Tahuman “Analisis Faktor-faktor yang Mempengaruhi Loyalitas Pelanggan Serta Dampaknya Terhadap Keunggulan Bersaing” Riset Bisnis dan Manajemen, Jurnal Universitas Sam Ratulangi, Vol. 4, Nomor 3, Januari 2016, hlm. 448-449.

G. Metode Penelitian

Metode penelitian ialah suatu pengkajian dalam mempelajari peraturan-peraturan yang terdapat dalam penelitian.32 Metode penelitian merupakan elemen penting untuk menjaga reliabilitas dan validitas hasil penelitian.33 Adapun metode yang peneliti gunakan dalam penulisan ini adalah:

1. Pendekatan Penelitian

Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan pendekatan penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif. Yang di mana kualitatif itu menurut pendapat Bogdan dan Taylor sebagaimana dikutip oleh Lexy. J. Melong mendefinisikan kualitatif sebagai prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan seseorang atau perilaku yang dapat diamati. Sedangkan deskriptif itu adalah prosedur pemecahan masalah yang diselidiki dengan cara menggambarkan atau melukiskan suatu subyek/obyek penelitian. Subyek atau obyek itu sendiri mencakup pedagang, pembeli, lembaga, masyarakat, dan lain sebagainya..34

Jadi penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif adalah penelitian yang memiliki sifat atau karakteristik bahwa data yang diperoleh dinyatakan dalam keadaan yang sewajarnya sebagai mana adanya.

32Masyhuri dan M. Zainuddin, Metodologi Penelitian Pendekatan Praktis dan Aplikatif, (Bandung: PT Refika Aditama, 2008), hlm. 151.

33Burhan Bungin, Metodologi Penelitian Kualitatif, (Jakarta: PT Rajagrafindo Persada, 2015), hlm. 76.

34Lexy. J. Melong, Metode Penelitian Kualitatif, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 1996),

Dalam hal ini peneliti mengkaji secara mendalam tentang etos kerja pedagang Daging Sapi di Pasar Kebon Roek Ampenan dalam meningkatkan loyalitas konsumen sehingga dapat membuat hubungan antara peneliti dengan informan menjadi lebih dekat dan hal itu mempermudah peneliti dalam mengumpulkan dan memperoleh data dari informan tersebut.

Dengan penggunaan pendekatan penelitian kualitatif dalam penelitian ini menganalisis faktor-faktor atau upaya apa saja yang dilakukan pedagang Daging Sapi dalam meningkatkan loyalitas konsumen, dengan demikian peneliti mendapat data yang sesuai dengan prosedur yang ada dan sesuai dengan konsep penelitian kualitatif yaitu suatu penelitian yang ditunjukkan untuk mendeskripsikan dan menganalisis suatu sikap, fenomena, peristiwa sosial, dan kepercayaan persepsi pemikiran seseorang.

2. Kehadiran Peneliti

Kehadiran peneliti di lapangan untuk mengamati secara langsung dengan cermat mengenai obyek yang akan diteliti, hal ini perlu dilakukan agar mempermudah peneliti dalam memperoleh informasi/data. Di sini peneliti hadir langsung di Pasar Kebon Roek guna mendapat informasi dari pedagang, pengumpulan data/informasi yang peneliti lakukan dengan cara wawancara agar mendapat informasi yang akurat.

3. Lokasi Penelitian

Lokasi penelitian dilakukan di Pasar Kebon Roek Ampenan, Pasar ini adalah Pasar tradisional yang sangat terkenal di kalangan masyarakat karena lokasinya yang strategis dan waktu operasional Pasar ini juga panjang yakni hingga sore para pelaku ekonomi masih bisa melakukan transaksi jual beli, serta arena/struktur penempatan pedagang disusun sedemikian rupa agar konsumen tidak susah mencari kebutuhan apa yang diperlukannya. Suasana di Pasar Kebon Roek ini sehari-harinya sangat padat dengan pedagang dan juga konsumen yang bertransaksi dalam kegiatan ekonomi.

4. Jenis dan Sumber Data a. Jenis Data Kualitatif

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, data diartikan sebagai kenyataan yang ada dan berfungsi sebagai bahan sumber untuk menyusun suatu pendapat, keterangan yang benar, dan keterangan atau bahan yang dipakai untuk penalaran dan penyelidikan.35 Selain itu, data juga diartikan sebagi semua keterangan seseorang yang dijadikan responden maupun yang berasal dari dokumen-dokumen, baik dalam bentuk statistik atau dalam bentuk lainnya guna keperluan penelitian.

Data kualitatif merupakan data yang berbentuk selain angka.

Data kualitatif dapat dikumpulkan dengan cara wawancara, analisis dokumen, observasi, pemotretan gambar atau perekaman video.

35Tim Penyusun Kamus Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, Kamus Besar Bahasa

Umumnya data kualitatif pada akhirnya dituangkan dalam bentuk kata per-kata. Data dalam penelitian ini adalah etos kerja pedagang Daging Sapi dalam meningkatkan loyalitas konsumen dan faktor-faktor yang mempengaruhi loyalitas konsumen.

b. Sumber data

Yang dimaksud dengan sumber data dalam penelitian adalah subyek darimana data diperoleh. Dalam penelitian kualitatif ini, peneliti menggunakan 2 sumber data yaitu sumber data primer dan sumber data sekunder.

Sumber data primer yang menjadi subyek peneliti yaitu para pedagang Daging Sapi dan konsumen. Dari 60 jumlah Pedagang Daging Sapi di Pasar kebon Roek Ampenan, yang menjadi informan peneliti berjumlah 20 orang dan dari 20 pedagang tersebut yang dimuat pendapatnya hanya 12 orang dan 1 tukang potong Sapi, karena sisanya memiliki kesamaan pendapat dengan pedagang yang lainnya.

Sedangkan data sekunder adalah data yang diperoleh dari buku-buku atau dokumen-dokumen yang sesuai dengan penelitian yang akan diteliti. Untuk mencari data yang terkait dengan jumlah pedagang Daging Sapi di Pasar Kebon Roek, luas wilayah, letak geografis, dan data-data yang terkait dengan penelitian.

5. Prosedur Pengumpulan Data

Prosedur atau teknik pengumpulan data merupakan yang paling utama dalam penelitian, karena tujuan utama dari penelitian adalah

mendapatkan data. Tanpa mengetahui teknik pengumpulan data, maka peneliti tidak akan mendapatkan data yang memenuhi standar data yang ditetapkan.36

Untuk memperoleh dan mempermudah peneliti dalam mengumpulkan data, di sini peneliti menggunakan beberapa metode untuk mengumpulkan data antara lain:

a. Observasi

Observasi merupakan tehnik pengumpulan data di mana penyelidik mengadakan pengamatan secara langsung terhadap subyek yang diselidiki. Menurut pendapat Nasution yang dikutip dalam buku Sugiyono menyatakan bahwa observasi adalah dasar semua ilmu pengetahuan. Para ilmuan hanya dapat bekerja berdasarkan data, yaitu fakta mengenai dunia kenyataan yang diperoleh melalui observasi.37

Jenis observasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi non partisipan di mana dalam observasi jenis ini peneliti hanya sebagai pengamat dan tidak terlibat dalam pelaksanaan transaksi jual beli yang dilakukan oleh pedagang Daging Sapi dan pembeli/konsumen.

Data yang didapatkan dari observasi ini adalah, peneliti mengamati mengenai situasi dan kondisi serta bagaimana cara para pedagang Daging Sapi dalam menjalankan usahanya dan juga mengamati perilaku konsumen/pembeli dalam berbelanja. Dalam hal

36Sugiyono, Metode Penelitian Manajemen, (Bandung: Alfabeta, 2014), hlm. 375.

ini peneliti terjun langsung ke Pasar Kebon Roek untuk melakukan observasi. Observasi ini peneliti lakukan guna sebagai bukti dari suatu kebenaran atas fenomena yang terjadi dalam aktivitas jual beli antara pedagang Daging Sapi dan pembeli di Pasar tersebut.

b. Wawancara

Wawancara menurut pendapat Esterberg yang dikutip dalam buku Sugiyono, merupakan pertemuan dua orang untuk bertukar informasi dan ide melalui tanya jawab, sehingga dapat dikontruksikan makna dalam suatu topik tertentu.38 Wawancara merupakan proses untuk memperoleh keterangan untuk tujuan penelitian dengan cara tanya jawab, bertatap muka antara penanya dengan penjawab.

Jenis wawancara yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara tidak terstruktur, di mana dalam pelaksanaan wawancara ini lebih bebas jika dibandingkan dengan wawancara terstruktur.

Tujuan dari wawancara jenis ini adalah untuk menemukan permasalahan secara lebih terbuka dan narasumber dimintai pendapat dan ide-idenya, mendengarkan secara teliti dan mencatat apa yang dikemukakan oleh informan.

Data yang didapatkan melalui wawancara ini adalah informasi mengenai etos kerja pedagang Daging Sapi di Pasar Kebon Roek.

Apakah etos kerja dan pelayanannya bagus dan bisa membuat konsumen loyal dalam berbelanja dan untuk mengetahui permasalahan

38Ibid., hlm. 384.

yang ada di lapangan, serta untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi loyalitas konsumen. Dalam penelitian ini yang menjadi informannya adalah dari pihak pedagang Daging Sapi, pembeli/konsumen, dan pihak pengelola Pasar Kebon Roek.

c. Dokumentasi

Dokumentasi merupakan catatan peristiwa yang sudah berlalu.

Dokumentasi itu sendiri bisa berbentuk tulisan, gambar, atau karya- karya monumental dari seseorang.39

Peneliti menggunakan metode ini untuk memperoleh data tertulis, dokumen catatan penting, dan gambaran tentang kegiatan transaksi jual beli antara pedagang Daging Sapi dan pembeli, serta kegiatan dokumentasi ini dilakukan untuk meyakinkan bahwa data yang diperoleh benar-benar riil sebagai bukti nyata atas perilaku yang nampak di lokasi penelitian.

6. Teknik Analisis Data

Analisis data adalah proses mencari dan menyusun secara sistematis data yang diperoleh dari hasil observasi, wawancara, catatan lapangan, dan dokumentasi, dengan cara mengorganisasikan data ke dalam kategori, menjabarkan ke dalam unit-unit, melakukan sintesa, menyusun ke dalam pola, memilih mana yang penting dan yang akan dipelajari, dan

membuat kesimpulan sehingga mudah difahami oleh diri sendiri maupun orang lain.40

Dalam penelitian ini, teknik analisis data yang peneliti gunakan yaitu analisis kualitatif yang memaparkan informasi-informasi faktual yang diperoleh dari lapangan yang bersifat informasi dan keterangan-keterangan, baik berupa kata-kata lisan maupun tulisan dan langkah-langkah yang dapat diamati dari pihak-pihak yang diteliti. Dalam analisis data peneliti menggunakan analisis deskriptif dengan menggambarkan dan menginterpensikan data dan temuan-temuan yang peneliti peroleh dari lapangan serta fakta-fakta yang ada.

a. Reduksi Data

Semakin lama peneliti terjun ke lapangan semakin beragam pula data yang didapatkan, oleh karena itu perlu dilakukan analisis melalui reduksi data artinya merangkum, memilih hal-hal yang pokok, memfokuskannya pada hal-hal yang penting dan membuang yang tidak penting, lalu mencari tema dan pola untuk memberikan gambaran yang jelas dan memudahkan peneliti untuk mengumpulkan data selanjutnya bila dibutuhkan.

b. Display Data (Penyajian Data)

Langkah selanjutnya adalah mendisplay data. Dalam penelitian kualitatif, penyajiannya dapat berupa uraian, narasi singkat, bagan, hubungan antara kategori, flowchart dan sejenisnya. Dengan mendisplay

40Ibid., hlm. 402.

data maka akan memudahkan peneliti untuk memahami apa yang terjadi, dan dapat merencanakan kerja selanjutnya berdasarkan apa yang telah dipahami. Menurut Miles dan Huberman dalam Sugiyono menyatakan

“yang paling sering digunakan untuk menyajikan data dalam penelitian kualitatif adalah dengan teks yang bersifat naratif singkat”.41

c. Verification (Penarikan Kesimpulan)

Selanjutnya adalah penarikan kesimpulan, kesimpulan awal yang ditemukan masih bersifat sementara, dan akan berubah jika tidak ditemukan bukti-bukti yang mendukung ditahap pengumpulan data selanjutnya. Dengan demikian, kesimpulan dalam penelitian kualitatif mungkin dapat menjawab rumusan masalah yang dirumuskan sejak awal, mungkin juga tidak, karena rumusan masalah dan masalah masih bersifat sementara dan akan berkembang setelah peneliti berada di lapangan.42

Kesimpulan yang diharapkan dalam penelitian ini adalah merupakan temuan baru yang sebelumnya belum pernah ada. Temuan juga dapat berupa deskripsi atau gambaran suatu objek yang sebelumnya masih samar-samar dan setelah diteliti menjadi jelas, dapat berupa hubungan kausal atau interaktif, hipotesis atau teori.

7. Pengecekan Keabsahan Data

Setelah peneliti selesai mengumpulkan dan menganalisis data, langkah selanjutnya yaitu pemeriksaan keabsahan data, menguji

41Sugiyono, Metode Penelitian Bisnis, (Bandung: Alfabeta, 2017), hlm. 489.

kredibilitas data dan dapat diartikan sebagai kepercayaan terhadap data yang sudah diperoleh. Dalam hal ini peneliti menggunakan pengecekan keabsahan data seperti:

a. Triangulasi dengan sumber

Tringulasi dengan sumber diartikan sebagai teknik pengumpulan data yang bersifat membandingkan dari berbagai teknik pengumpulan data dan sumber data yang telah ada dan memeriksa kembali derajat kepercayaan suatu informasi yang diperoleh melalui waktu dan alat yang berbeda. Adapun langkah-langkah tringulasi dengan sumber yaitu:43

1) Membandingkan data hasil observasi yang dilakukan oleh peneliti dengan data hasil wawancara yang telah didapatkan.

2) Membandingkan data hasil observasi dengan wawancara dan dengan dokumen lain yang berkaitan dengan etos kerja pedagang Daging Sapi.

3) Membandingkan keadaan dan perspektif seseorang dengan berbagai pandangan dan pendapat.

b. Kecukupan Referensi

Dalam penelitian ini, referensi yang dipakai oleh peneliti yaitu buku-buku yang berkaitan dengan penelitian, dokumentasi, data yang tersimpan dan lain sebagainya. Bahan referensi ini sebagai alat untuk

43Sugiyono, Metode Penelitian Manajemen…, hlm. 397.

menampung dan menyesuaikan dengan kritis untuk keperluan evaluasi penelitian.

H. Sistematika Pembahasan

Sitematika laporan penelitian ini disusun menjadi 4 bagian, yaitu:

pendahuluan, pemaparan data dan temuan, pembahasan, dan penutup yang berupa kesimpulan dan saran.44 Selanjutnya susunan pembahasannya dalam bab-bab, yaitu:

Bab I Pendahuluan, terdiri dari Latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan dan manfaat, ruang lingkup dan settingan penelitian, telaah pustaka, kerangka teori, metode penelitian, dan sistematika pembahasan.

Bab II Paparan Data dan Temuan. Pada bagian ini peneliti mengungkapkan semua data hasil temuan berupa gambaran umum lokasi penelitian yaitu Pasar Kebon Roek, keadaan demografis Pasar Kebon Roek, etos kerja dari pedagang Daging Sapi di Pasar Kebon Roek dalam menjalankan usahanya, dan proses atau kegiatan pemasaran yang dilakukan untuk meningkatkan loyalitas konsumen dalam membeli Daging Sapi.

Bab III Pembahasan. Bagian pembahasan ini di dalamnya peneliti mengungkapkan analisis terhadap temuan penelitian yang dilakukan di Pasar Kebon Roek Ampenan yakni mengenai etos kerja pedagang Daging Sapi dalam meningkatkan loyalitas konsumen dan faktor-faktor yang mempengaruhi loyalitas konsumen dalam membeli Daging Sapi di Pasar tersebut.

Bab IV Penutup. Bagian ini membahas kesimpulan penelitian dan saran-saran yang bersifat membangun baik itu untuk pedagang Daging Sapi atau konsumen, maupun peneliti lainnya agar lebih mengembangkan hasil penelitiannya.

BAB II

ETOS KERJA PEDAGANG DAGING SAPI DAN LOYALITAS KONSUMEN DI PASAR KEBON ROEK AMPENAN

A. Gambaran Umum Lokasi Penelitian

1. Sejarah Berdirinya Pasar Kebon Roek Ampenan

Pasar Kebon Roek Ampenan adalah Pasar tradisional yang ada di pulau Lombok. Pada awalnya, Pasar Kebon Roek ini bergabung dengan Pasar ACC. Ketika Pasar ACC itu di renovasi, Pasar Kebon Roek dipindahkan ke lokasi yang lain yaitu ke Jalan Adi Sucipto Ampenan- Mataram. Pasar Kebon Roek ini mulai didirikan pada tahun 1990, akan tetapi setelah beberapa tahun ditempati oleh para pedagang dalam melakukan transaksi jual beli, terjadi musibah kebakaran yang disebabkan oleh arus pendek listrik pada tanggal 19 September 1999. Akibat dari musibah kebakaran itu, kondisi Pasar Kebon Roek menjadi tidak stabil dan akhirnya tempat para pedagang di Pasar Kebon Roek tersebut disewakan.

Berselang waktu 6 tahun, musibah kebakaran itupun kembali terjadi dengan penyebab yang sama yaitu karena arus pendek listrik pada tanggal 16 September 2005. Dan pada bulan April 2007 Pasar Kebon Roek mulai beroprasi kembali sampai sekarang. Jumlah pedagang di Pasar Kebon Roek Ampenan sangat banyak yaitu pedagang tetap berjumlah 714 dan pedagang tidak tetap berjumlah 115 pedagang.45 Segala kebutuhan sandang, pangan, dan papan telah tersedia di Pasar tersebut untuk memenuhi kebutuhan hidup konsumen. Pasar Kebon Roek Ampenan

berkembang dengan sangat pesat, setiap hari Pasar ini selalu ramai dikunjungi oleh para konsumen yang datang membeli barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan konsumen yang telah disediakan oleh para pedagang. Minat konsumen terhadap Pasar Kebon Roek Ampenan ini begitu tinggi dikarenakan para konsumen begitu senang dengan Pasar tersebut, baik dalam segi desain fisik produk, lokasi, promosi/pelayanan, harga, keamanan dan kebersihan.46

2. Letak Geografis Pasar Kebon Roek Ampenan

Pasar Kebon Roek Ampenan ini merupakan Pasar yang memiliki lokasi yang sangat strategis dan mudah dijangkau oleh masyarakat yaitu berada di kecamatan Ampenan Mataram dan beralamat di Jalan Adi Sucipto Ampenan Mataram, jika dilihat dari letak geografisnya, bangunan Pasar Kebon Roek Ampenan ini terletak pada:

a. Sebelah Barat : Pertokoan

b. Sebelah Timur : Bank BPR NTB Mataram

c. Sebelah Selatan : Toko, Bank NTB, Bank BNI, dan Bank BRI d. Sebelah Utara : Pertokoan.47

46Ibid.

47Profil Pasar Kebon Roek Ampenan, 03 Maret 2020.

3. Kondisi Fisik

Kondisi fisik Pasar Kebon Roek Ampenan Mataram yaitu memiliki gedung berlantai tiga, dan tiap lantai gedung/bangunan itu terdiri dari pedagang yaitu:

a. Lantai satu terdiri dari pedagang Daging, sembako, sayuran, rempah- rempah, dan pedagang campuran.

b. Lantai dua terdiri dari pedagang buah-buahan, pedagang pakaian, dan lain sebagainya.

c. Dan di lantai tiga terdiri dari pedagang sembako akan tetapi tidak terlalu banyak karena masih banyak tempat-tempat yang kosong.48 4. Jenis Bahan yang Diperdagangkan

Jenis bahan pangan yang diperjual bermacam-macam dan memiliki tempat-tempat khusus yang disediakan untuk berjualan, di antaranya:

a. Bagian depan Pasar menjual sayur-sayuran, dan buah-buahan.

b. Bagian kiri atas Pasar menjual pakaian dan aksesoris.

c. Bagian belakang Pasar menjual Daging, Ikan, dan Ayam.

d. Bagian atas belakang kebanyakan menjual pisang.49 5. Pemasaran

Data barang yang diperdagangkan dan jumlah pedagang setiap barang yang ada di Pasar Kebon Roek, di antaranya:

48Ibid.

Dokumen terkait