• Tidak ada hasil yang ditemukan

MACAM-MACAM INHALASI OKSIGEN 1. Menggunakan Kanul

Dalam dokumen memasang kateter (Halaman 80-86)

INHALASI OKSIGEN

E. MACAM-MACAM INHALASI OKSIGEN 1. Menggunakan Kanul

d. Persiapan Alat

1. Tabung oksigen dengan manometer dan flowmeter.

2. Humidifier dengan cairan steril, air distilasi atau air matang sesuai peraturan Rumah Sakit.

3. Nasal kanul dan selang.

4. Plester jika diperlukan.

e. Prosedur Pelaksanaan 1) Tahap Pra Interaksi

a) Mengkaji kebutuhan oksigen pasien dan melakukan verifikasi data sebelumnya.

b) Mencuci tangan.

c) Mengidentifikasi pasien dengan benar ( nama, nomor kamar ).

d) Menyiapkan dan mendekatkan alat di dekat pasien.

2) Tahap Orientasi

a) Mengucapkan salam, menyapa nama pasien dan memperkenalkan diri.

b) Melakukan kontrak waktu, tempat dan topik.

c) Menjelaskan tujuan dan prosedur pelaksanaan.

d) Menanyakan persetujuan/kesiapan pasien.

3) Tahap Kerja

a) Menjaga privacy.

b) Mengajak pasien membaca basmalah dan berdoa pada Allah.

c) Memasang manometer pada tabung oksigen.

d) Memastikan tabung masih berisi oksigen.

e) Mengisi botol humidifier dengan aqua sesuai batas.

f) Mengatur posisi pasien dalam posisi semi fowler/fowler jika tidak ada kontra indikasi (posisi ini memungkinkan ekspansi dada lebih mudah sehingga memudahkan klien untuk bernafas).

g) Menyambungkan selang kanul dengan humidifier.

h) Membuka flow meter dengan ukuran yang sesuai dengan kebutuhan. Memastikan ada aliran udara mengalir melalui ujung selang (seharusnya ada gelembung udara pada humidifier pada saat oksigen mengalir lewat air).

i) Memasang kanul dengan hati-hati, memasukkan lubang kanul ke hidung lalu kencangkan (kanul yang menggunakan elastic band ditarik melingkar ke belakang telinga). Jika kanul ingin tetap berada di tempatnya, berikan plester pada bagian wajah.

j) Memperhatikan reaksi dan menanyakan respon pasien.

k) Inspeksi peralatan secara teratur (cek liter flowmeter dan tinggi air pada humidifier).

4) Tahap Terminasi

a) Mengevaluasi tindakan yang dilakukan.

b) Menyampaikan rencana tindak lanjut/

c) Merapikan pasien dan lingkungan.

d) Mengajak pasien membaca Hamdalah dan berdoa pada Allah.

e) Berpamitan dengan pasien dan kontrak waktu yang akan datang.

f) Membereskan dan mengembalikan alat ke tempat semula.

g) Mencuci tangan.

h) Mencatat kegiatan dalam lembar catatan keperawatan.

2. Menggunakan masker Wajah a. Pemberian

6 – 12 Liter/menit.

b. Tujuan

Untuk memberikan oksigen dengan kadar sedang, konsentrasi dengan kelembaban yang tinggi di banding dengan kanul.

c. Jenis

1) Masker wajah sederhana yaitu untuk therapy O2 jangka pendek dengan konsentrasi O2 yang masuk 30 % - 60 %.

Kontra Indikasi : Klien dengan retensi CO2 karena akan memperburuk retensi.

2) Masker wajah dengan reservoir

a) Rebreathing mask : untuk pasien yang mampu bernafas kembali, dengan konsentrasi O2 yang masuk 70 %.

b) Non rebreathing mask : untuk pasien yang tidak mampu bernafas kembali, untuk mempertahankan suplay O2 dengan konsentrasi tinggi di dalam kantong reservoir.

Dengan konsentrasi O2 yang masuk sebesar 80 – 90 %.

c) Masker wajah venturi

Konsentrasi O2 yang masuk : 24 %, 28 %, 30 %, 35 %, 40

%, 45 %, 55 % dengan kecepatan 2, 3, 4, 8, 14 liter/menit secara berurutan tergantung alat pengendali.

d. Persiapan alat

1) Tabung oksigen dengan manometer dan flow meter.

2) Humidifier dengan cairan.

3) Masker wajah dengan ukuran dan jenis yang sesuai, dengan elastic band (karet pengikat).

4) Kassa (jika diperlukan).

Gambar 3.1 Menempatkan masker pada wajah

e. Prosedur Pelaksanaan 1) Tahap Pra Interaksi

a) Mengkaji kebutuhan oksigen pasien dan melakukan verifikasi data sebelumnya.

b) Mencuci tangan.

c) Mengidentifikasi pasien dengan benar ( nama, nomor kamar ).

d) Menyiapkan dan mendekatkan alat ke dekat pasien.

2) Tahap Orientasi

a) Mengucapkan salam kepada pasien, menyapa nama pasien dan memperkenalkan diri.

b) Melakukan kontrak waktu, tempat dan topik.

c) Menjelaskan tujuan dan prosedur pelaksanaan.

d) Menanyakan persetujuan/kesiapan pasien.

3) Tahap Kerja

a) Menjaga privacy.

b) Mengajak pasien membaca basmalah dan berdoa pada Allah.

c) Memasang manometer pada tabung oksigen.

d) Memastikan tabung masih berisi oksigen.

e) Mengisi botol humidifier dengan aqua sesuai batas.

f) Mengatur posisi pasien dalam posisi semi fowler/fowler jika tidak ada kontra indikasi (posisi ini memungkinkan ekspansi dada lebih mudah sehingga memudahkan klien untuk bernafas).

g) Menyambungkan selang kanul dengan humidifier.

h) Membuka flow meter dengan ukuran yang sesuai dengan kebutuhan. Memastikan ada aliran udara mengalir melalui ujung selang (seharusnya ada gelembung udara pada humidifier pada saat oksigen mengalir lewat air).

i) Menempatkan masker kearah wajah pasien, letakkan dari hidung ke bawah. Masker harus menutup wajah, sehingga sangat sedikit oksigen yang keluar lewat mata atau sekitar pipi dan dagu.

j) Mengikat elastic band melingkar kepala pasien sehingga masker terasa nyaman.

k) Alasi band di belakang telinga dan di atas tulang yang menonjol dengan kassa untuk mencegah iritasi. Hindari menarik band terlalu kuat.

l) Memperhatikan reaksi dan menanyakan respon pasien.

m) Inspeksi peralatan secara teratur (cek liter flowmeter dan tinggi air pada humidifier).

4) Tahap Terminasi

a) Mengevaluasi tindakan yang dilakukan.

b) Merapikan pasien dan lingkungan.

c) Mengajak pasien membaca Hamdalah dan berdoa pada Allah

d) Berpamitan dengan pasien.

e) Membereskan dan mengembalikan alat ke tempat semula.

f) Mencuci tangan.

g) Mencatat kegiatan dalam lembar catatan keperawatan.

3. Menggunakan Tenda Wajah a. Tujuan

1) Untuk memberikan kelembaban tinggi.

2) Untuk memberikan oksigen bila masker tidak ditoleransi.

3) Untuk memberikan O2 aliran tinggi saat dihubungkan dengan system venturi.

b. Persiapan alat

1) Tabung oksigen dengan manometer dan flow meter.

2) Humidifier dengan cairan.

3) Tenda wajah dengan elastic band sesuai ukuran.

4) Kassa (jika diperlukan).

c. Prosedur Pelaksanaan 1) Tahap Pra Interaksi

a) Mengkaji kebutuhan oksigen pasien dan melakukan verifikasi data sebelumnya.

b) Mencuci tangan.

c) Mengidentifikasi pasien dengan benar ( nama, nomor kamar ).

d) Menyiapkan dan mendekatkan alat di dekat pasien.

2) Tahap Orientasi

a) Mengucapkan salam kepada pasien, menyapa nama pasien dan memperkenalkan diri.

b) Melakukan kontrak waktu, tempat dan topik.

c) Menjelaskan tujuan dan prosedur pelaksanaan.

d) Menanyakan persetujuan/kesiapan pasien.

3) Tahap Kerja

a) Menjaga privacy.

b) Mengajak pasien membaca basmalah dan berdoa pada Allah.

c) Memastikan tabung masih berisi oksigen.

d) Memasang manometer pada tabung oksigen.

e) Mengisi botol humidifier dengan aqua sesuai batas.

f) Menyambungkan selang kanul dengan humidifier.

g) Mengatur posisi pasien dalam posisi semi fowler/fowler jika tidak ada kontra indikasi (posisi ini memungkinkan ekspansi dada lebih mudah sehingga memudahkan klien untuk bernafas).

h) Membuka flow meter dengan ukuran yang sesuai dengan kebutuhan. Memastikan ada aliran udara mengalir melalui ujung selang (seharusnya ada gelembung udara pada humidifier pada saat oksigen mengalir lewat air).

i) Menempatkan tenda kearah wajah pasien. Tenda harus menutup wajah, sehingga sangat sedikit oksigen yang keluar lewat mata atau sekitar pipi dan dagu.

j) Mengikat elastic band melingkar kepala pasien.

k) Alasi band di belakang telinga dan di atas tulang yang menonjol dengan kassa untuk mencegah iritasi. Hindari menarik band terlalu kuat.

l) Memperhatikan reaksi dan menanyakan respon pasien.

m)Inspeksi peralatan secara teratur (cek liter flowmeter dan tinggi air pada humidifier).

4) Tahap Terminasi

a) Mengevaluasi tindakan yang dilakukan.

b) Menyampaikan rencana tindak lanjut c) Merapikan pasien dan lingkungan.

d) Mengajak pasien membaca Hamdalah dan berdoa pada Allah.

e) Berpamitan dengan pasien dan kontrak waktu yang akan datang.

f) Membereskan dan mengembalikan alat ke tempat semula.

g) Mencuci tangan.

h) Mencatat kegiatan dalam lembar catatan keperawatan.

F. HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN

1. Kaji tingkat kecemasan pasien, warna mukosa dan kemudahan bernafas saat pasien dipasang alat.

2. Kaji Vital Sign, warna, pola nafas, dan gerakan dada.

3. Kaji secara teratur tanda-tanda klinis seperti hipoksia, takikardia, konfius, dispnea, kelelahan dan sianosis (lihat hasil BGA jika memungkinkan).

4. Jika menggunakan nasal kanul, kaji hidung pasien terhadap iritasi. Beri cairan lubrican untuk melapisi membran mukosa jika dibutuhkan.

5. Pertahankan tinggi air humidifier.

G. RATA – RATA KONSENTRASI INSPIRASI YANG DIHASILKAN DENGAN

Dalam dokumen memasang kateter (Halaman 80-86)

Dokumen terkait