BAB IV PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN
4.1 Makna Sign, Objek, Interpretant Bait I Lagu Evaluasi
Sign Lirik :
“Yang tak bisa terobati biarlah mengering sendiri menghias tubuh dan”
Objek (Harapan)
Seseorang yang memiliki harapan untuk sembuh dari luka hati yang tergores karena sesuatu yang telah terjadi sebelumnya untuk bisa segera sembuh seiring berjalannya waktu walaupun sulit
110
Interpretant Pencipta lagu ingin menyampaikan nasehat bahwa sebagai manusia biasa pasti memiliki permasalahannya masing- masing dan setiap permasalahan yang pernah datang pada kehidupan kita itu pasti pernah meninggalkan luka yang membekas di hati kita dan sulit untuk dilupakan. Maka dari itulah luka yang tak bisa terobati itu biarkanlah sembuh dengan sendirinya seiring berjalannya waktu pasti kita akan bangkit.
Tabel 4.1 Bait I Lirik Lagu Evaluasi
Bait pertama dari lirik lagu Evaluasi terdapat pada tabel 4.1 ini. Hindia mengambil objek rasa berharap atau harapan yang mana setiap orang itu pasti memiliki harapan terhadap dirinya sendiri pada esok hari atau kelak hari. Hindia dan bahkan kita juga memiliki sebuah harapan untuk masa depan yang lebih baik lagi dari hari ini dan harapan atas apa yang belum terjadi agar sesuai dengan yang direncanakan. Harapan menurut KBBI diartikan sebagai suatu bentuk keinginan terhadap sesuatu hal agar menjadi kenyataan dan sesuai dengan apa yang kita rencanakan.
Harapan menurut Snyder (2002) diartikan sebagai sebuah proses berdasarkan pemikiran yang mempunyai tujuan (goal), diiringi dengan motivasi supaya bisa meraih tujuan tersebut (agency), dan upaya untuk meraih tujuan tersebut (pathways). Sedangkan, Harapan menurut Seligman (Olson, 2005) adalah suatu emosi positif mengenai masa depan. Olson (2005) mengatakan bahwa
111
harapan adalah suatu tindakan atau upaya yang dilakukan oleh seseorang atau individu dengan cara mempercayai orang lain yang berkembang dengan memiliki sebuah kreatifitas, kepekaan, serta semangat hidup. Harapan menurut Sembiring
& Fauzia (2012) mengartikan harapan sebagai salah satu kekuatan karakter yang mampu meningkatkan individu sehingga sanggup bertahan pada saat sedang mengatasi sebuah masalah yang sedang dihadapi.
Menilik dari beberapa pengertian harapan dari tokoh diatas maka dapat diambil kesimpulan bahwa harapan adalah suatu upaya yang dilakukan seseorang untuk mencapai suatu tujuan tertentu di waktu yang akan datang dengan disesuaikan dengan kemampuan yang dimiliki oleh individu itu sendiri.
Harapan yang muncul pada kehidupan seseorang memiliki beberapa faktor. Menurut Snyder (Carr, 2004:92) mengungkapkan bahwa ada faktor-faktor yang mempengaruhi tujuan dari harapan dan perilaku, antara lain :
A. Seberapa besar nilai dari hasil yang diusahakan.
B. Jalan keluar yang direncanakan bisa dipastikan terhadap hasil dan keinginan yang sesuai tentang bagaimana keefektifan mereka akan berhasil pada sesuatu yang dihasilkan.
C. Pemikiran diri sendiri serta seberapa efektif seseorang itu untuk mengikuti jalannya dalam usaha untuk tercapainya tujuan tersebut.
Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi harapan menurut Weil (2000) didalam penelitiannya mengungkapkan beberapa faktor, antara lain :
112 A. Dukungan Sosial
Menurut Raleigh, harapan mempunyai kaitan yang erat dengan dukungan sosial. Pada penelitiannya mengenai pasien yang sedang menderita penyakit kronis (Weil, 2000) mengungkapkan jikalau keluarga dan teman itu umumnya diartikan sebagai sumber harapan untuk para penderita penyakit kronis dalam beberapa aktivitas seperti mengunjungi suatu tempat, mendengarkan, berbicara dan memberikan bantuan secara fisik. Herth mengungkapkan bahwa mengidentifikasikan pertahanan hubungan peran keluarga sebagai sesuatu yang penting bagi tingkat harapan dan coping. Namun sebaliknya, kurangnya ikatan sosial dianggap sebagai hasil kesehatan yang lebih buruk seperti peningkatan morbidty dan kematian awal. Seseorang mengutarakan perasaan tidak berdaya ketika mereka tidak mampu berkomunikasi dengan orang lain. (Weil, 2000).
B. Kepercayaan Religius
Kepercayaan religius dan spiritual juga bisa dianggap sebagai utama harapan dalam beberapa penelitian. Kepercayaan religius dianggap sebagai kepercayaan dan keyakinan seseorang pada hal-hal yang positif atau menyadarkan individu pada kenyataan bahwasannya sesuatu atau tujuan itu telah ditetapkan sebelumnya oleh sang pencipta untuk seseorang itu pada saat ini. Menurut Reed, spiritual adalah konsep yang lebih luas dan terfokuskan kepada tujuan serta makna hidup yang terkait dengan orang lain, alam, ataupun dengan Tuhan (Weil, 2000). Kegiatan religius itu adalah strategi kedua yang sangat umum untuk mempertahankan
113
harapan dan juga sebagai sumber dalam mendukung harapan pada pasien dengan penyakit kronis seperti yang dikatakan oleh Raleigh (Weil, 2000).
C. Kontrol
Mempertahankan kontrol termasuk salah satu bagian dari konsep harapan. Menurut Venning, dkk mengungkapkan bahwa mempertahankan kontrol bisa dilakukan dengan cara tetap mencari informasi, menentukan nasib sendiri, dan kemandirian yang bisa menyebabkan perasaan yang kuat terhadap harapan seseorang. Kemampuan seseorang terhadap kontrol juga dipengaruhi oleh efikasi diri (self-efficacy) (Weil, 2000) yang mampu meningkatkan persepsi individu terhadap kemampuannya terhadap kontrol. Harapan juga bisa dikorelasikan dengan keinginan dalam kontrol, kemampuan untuk menentukan, menyiapkan diri untuk melakukan antisipasi terhadap stres, kepemimpinan dan menghindari diri dari ketergantungan.
Setiap manusia pasti mempunyai sebuah harapan terhadap dirinya dan hidupnya untuk di masa yang akan datang. Apabila manusia tidak mempunyai harapan di hidupnya, maka dapat diibaratkan bahwa manusia itu seperti dalam keadaan mati dalam hidup. Bahkan orang yang sedang sakit kronis bahkan dalam keadaan sakaratul maut pun bisa mempunyai harapan besar untuk sembuh dan jikalau memang harus mati pun bisa berharap supaya diberikan tempat terbaik pada fase kehidupan setelah matinya. Harapan yang datang pada diri seseorang dipengaruhi oleh lingkungannya, pengalamannya, kemampuannya dan lain- lainnya. Allah SWT menciptakan manusia dengan sangat sempurna dibandingkan
114
dengan makhluk lainnya, manusia diberi kelebihan akal, pikiran serta perasaan.
Harapan itu adalah sebuah pemikiran yang umum yang semua manusia pasti memilikinya, namun jika kita sedang mengharapkan sesuatu jangan lupakan juga kemampuan yang kita miliki, jangan terlalu berlebihan mengharapkan sesuatu yang sekiranya melebihi kemampuan kita apalagi jika kita berharap kepada manusia. Ali bin Abi Thalib pernah berkata “Aku sudah merasakan semua kepahitan hidup dan yang paling pahit adalah berharap kepada manusia.” Dan juga Syaikh Sa‟ad Al-Ghamidi mengatakan “Jika hati senantiasa ingin bahagia, janganlah engkau bergantung pada siapapun selain kepada Allah SWT.” Mengutip dari perkataan tokoh diatas dapat disimpulkan bahwa kita sebagai umat muslim itu boleh berharap akan tetapi alangkah baiknya jikalau kita lebih berharap kepada Allah SWT beserta rencana-rencananya tentang hidup kita di masa yang akan datang. Yakinlah bahwa Allah itu tidak akan meninggalkan hamba-hambanya.