BAB II LANDASAN TEORI
B. Motivasi Belajar Siswa
Menurut KBBI, motivasi adalah dorongan yang timbul pada diri seseorang secara sadar atau tidak sadar untuk melakukan suatu tindakan dengan tujuan tertentu;
usaha yang dapat menyebabkan seseorang atau kelompok orang tertentu tergerak melakukan sesuatu karena ingin mencapai tujuan yang dikehendakinya atau mendapat kepuasan dengan perbuatannya; sedangkan Menurut Mulyasa, Pengertian Motivasi merupakan tenaga pendorong atau penarik yang menyebabkan adanya
tingkah laku ke arah suatu tujuan tertentu. Peserta didik akan bersungguh-sungguh karena memiliki motivasi yang tinggi.10 Menurut Howard L. Kingsley, belajar adalah proses dimana tingkah laku (dalam arti luas) ditimbulkan atau diubah melalui praktek atau lain. Kemudian belajar juga merupakan proses daripada perkembangan hidup manusia. Dengan belajar, manusia melakukan perubahan- perubahan kualitatif individu sehingga tingkah lakunya berkembang. Semua aktivitas dalam prestasi hidup adalah hasil belajar. Kitapun hidup menurut hidup dan bekerja menurut apa yang telah kita pelajari.11 Jadi dapat disimpulkan motivasi belajar siswa merupakan sesuatu keadaan yang terdapat pada diri seseorang berupaka dorongan atau keinginan untuk melakukan perubahan tingkahlaku dalam mencapai sebuah tujuan.
2. Macam-macam Motivasi Belajar
10 Om.Makplus, Pengertian Motivasi Serta Definisi Motivasi Menurut Para Ahli, 2016
11 Abu Ahmdi dan Widodo Supriyono, Psikologi Belajar, (Jakarta: PT Rineka Cipta, 1991), hlm. 120.
1) Motivasi Intrinsik
Motivasi intrinsik yaitu motif-motif yang menjadi aktif atau berfungsinya tidak memerlukan rangsangan dari luar, karena dalam diri setiap individu sudah ada dorongan untuk melakukan sesuatu.12 Sejalan dengan pendapat diatas, dalam artikelnya Siti Sumarni menyebutkan bahwa motivasi intrinsik adalah motivasi yang muncul dari dalam diri seseorang. Dari beberapa pendapat tersebut, dapat disimpulkan, motivasi intrinsik adalah motivasi yang muncul dari dalam diri seseorang tanpa memerlukan rangsangan dari luar.
2) Motivasi Ekstrinsik
Motivasi ekstrinsik adalah motif-motif yang aktif dan berfungsinya karena adanya perangsang dari luar.13 Sedangkan Rosjidan14 menganggap motivasi ekstrinsik
12 Djamarah Syaiful Bahri, Strategi Belajar Mengajar,(Jakarta:Rineka Cipta,2002), hlm.115
13 Sardiman,Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar,( Jakarta:
Rajawali Press,2005), hlm. 90
14 Rosjidan, Belajar dan Pembelajaran,(Malang: FIP Universitas Negeri Malang,2001), hlm.51
adalah motivasi yang tujuan-tujuannya terletak diluar pengetahuan, yakni tidak terkandung didalam perbuatan itu sendiri. Sobry Sutikno berpendapat bahwa motivasi ekstrinsik adalah motivasi yang timbul akibat pengaruh dari luar individu, apakah karena ajakan, suruhan atau paksaan dari orang lain sehingga dengan keadaan demikian seseorang mau melakukan sesuatu. Dari beberapa pendapat di atas, dapat disimpulkan, motivasi ekstrinsik adalah motivasi yang timbul dan berfungsi karena adanya pengaruh dari luar.
3. Upaya Meningkatkan Motivasi Belajar
Ada beberapa hal yang bisa dilakukan guru untuk meningkatkan motivasi belajar siswa, yaitu:15
1) Memperjelas tujuan yang ingin dicapai.
Tujuan yang jelas dapat membuat siswa paham kearah mana ia ingin dibawa. Pemahaman siswa terhadap tujuan
15 Siti Suprihatin, “Upaya Guru Dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa”, Jurnal Pendidikan Ekonomi UM Metro, Vol. 3 No.1, 2015 hlm. 78
pembelajaran dapat menumbuhkan minat siswa untuk belajar yang pada gilirannya dapat meningkatkan motivasi belajar mereka. Semakin jelas tujuan yang ingin dicapai, maka akan semakin kuat motivasi belajar siswa.
2) Membangkitkan motivasi siswa
Siswa akan terdorong untuk belajar manakala mereka memiliki minat untuk belajar. Oleh karena itu, mengembangkan minat belajar siswa merupakan salah satu teknik dalam mengembangkan motivasi belajar.16 Menghubungkan pengalaman belajar dengan minat siswa adalah strategi yang masuk akal untuk mendorong motivasi belajar siswa.
3) Ciptakan suasana yang menyenangkan dalam belajar Siswa dapat belajar dengan baik ketika mereka berada di lingkungan yang menyenangkan, di mana mereka merasa nyaman dan tidak takut. Cobalah untuk menjaga agar pelajaran tetap hidup dan bebas dari rasa tegang selama
16 Sanjaya, “Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan”, (Jakarta:Prenada, 2009), hlm. 29
mungkin. Guru hendaknya sesekali bercanda dan melalukan hal-hal yang lucu menurut siswa untuk menghilangkan ketegangan.
4) Menggunakan variasi metode penyajian yang menarik Guru harus mampu menyajikan informasi dengan menarik, dan asing bagi siswa-siswa. Sesuatu informasi yang disampaikan dengan teknik yang baru, dengan kemasan yang bagus didukung oleh alat-alat berupa sarana atau media yang belum pernah dikenal oleh siswa sebelumnya sehingga menarik perhatian bagi mereka untuk belajar.17 Dengan pembelajaran yang menarik, maka akan membangitkan rasa uingin tahu siswa di dalam kegiatan pembelajaran yang selanjutnya siswa akan termotivasi dalam pembelajaran.
5) Berilah pujian yang wajar setiap keberhasilan siswa Motivasi akan tumbuh manakala siswa merasa dihargai.
Dalam pembelajaran, pujian dapat dimanfaatkan sebagai
17 Yamin, “Teknik Mengembangkan Kemampuan Individual Siswa”, (Jakarta: Gaung Persada Press, 2009), hlm. 174
alat motivasi. Karena anak didik juga manusia, maka dia juga senang dipuji. Karena pujian menimbulkan rasa puas dan senang.18 Namun begitu, pujian harus sesuai dengan hasil kerja siswa. Jangan memuji secara berlebihan karena akan terkesan dibuat-buat. Sebuah komentar yang datang secara spontan dari hati seorang guru dengan tujuan untuk memuji siswa atas kerja kerasnya di dalam kelas disebut sebagai pujian yang baik.
6) Berikan penilaian
Banyak siswa yang belajar karena ingin memperoleh nilai bagus. Untuk itu mereka belajar dengan giat. Bagi sebagian siswa nilai dapat menjadi motivasi yang kuat untuk belajar. Oleh karena itu, penilaian harus dilakukan dengan segera agar siswa secepat mungkin mengetahui hasil kerjanya. Penilaian harus dilakukan secara objektif sesuai dengan kemampuan siswa masing-masing.19 Karena
18 Sanjaya, Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan, hlm.30
19 Ibid, hlm.31
setiap anak memiliki kecenderungan untuk mencapai hasil yang baik, penilaian yang terus menerus akan memotivasi siswa untuk belajar. Saat siswa senantiasa dihadapkan pada hambatan dan masalah yang harus dihadapi dan dipecahkan, memotivasi mereka untuk belajar lebih cermat dan teliti.
4. Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Motivasi Belajar Ada beberapa faktor yang mempengaruhi motivasi berprestasi, yaitu sebagai berikut:20
a. Pengalaman pada tahun-tahun pertama kehidupan
Adanya perbedaan pengalaman masa lalu pada setiap orang menyebabkan terjadinya variasi terhadap tinggi rendahnya kecenderungan untuk berprestasi pada diri seseorang.
b. Latar belakang budaya tempat seseorang dibesarkan Bila dibesarkan dalam budaya yang menekankan pada pentingnya keuletan, kerja keras, sikap inisiatif dan
20 Siti Suprihatin, Upaya Guru Dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa, hlm. 78
kompetitif, serta suasana yang selalu mendorong individu untuk memecahkan masalah secara mandiri tanpa dihantui perasaan takut gagal, maka dalam diri seseorang akan berkembang hasrat berprestasi yang tinggi.
c. Peniruan tingkah laku (Modelling)
Melalui modelling, anak mengambil atau meniru banyak karakteristik dari model, termasuk dalam kebutuhan untuk berprestasi jika model tersebut memiliki motivasi tersebut dalam derajat tertentu.
d. Lingkungan tempat proses pembelajaran berlangsung Iklim belajar yang menyenangkan, tidak mengancam, memberi semangat dan sikap optimisme bagi siswa dalam belajar, cenderung akan mendorong seseorang untuk tertarik belajar, memiliki toleransi terhadap suasana kompetisi dan tidak khawatir akan kegagalan.
e. Harapan orangtua terhadap anaknya
Orangtua yang mengharapkan anaknya bekerja keras dan berjuang untuk mencapai sukses akan mendorong anak
tersebut untuk bertingkahlaku yang mengarah kepada pencapaian prestasi.
5. Ciri Siswa Bermotivasi Tinggi
Siswa yang memiliki motivasi tinggi biasanya memiliki ciri sebagai berikut:21
a. Tekun menghadapi tugas (dapat bekerja terus menerus dalam waktu yang lama, tidak pernah berhenti sebelum selesai).
b. Ulet menghadapi kesulitan (tidak lekas putus asa). Tidak memerlukan dorongan dari luar untuk berprestasi sebaik mungkin (tidak cepat puas dengan prestasi yang telah dicapainya).
c. Menunjukkan minat terhadap bermacam-macam masalah
“untuk orang dewasa (misalnya masalah pembangunan agama, politik, ekonomi, keadilan, pemberantasan korupsi, penentangan terhadap setiap tindak kriminal, amoral, dan sebaginya).
21 Sardiman, A.M, Interaksi &Motivasi Belajar Mengajar, (Jakarta:
Rajawali Pers,2010), Cet. 19, hl. 73
d. Lebih senang bekerja mandiri
e. Cepat bosan pada tugas-tugas yang rutin (hal-hal yang bersifat mekanis, berulang-ulang begitu saja, sehingga kurang kreatif).
f. Dapat mempertahankan pendapatnya (kalau sudah yakin akan sesuatu).
g. Tidak mudah melepaskan hal yang diyakininya itu.
h. Senang mencari dan memecahkan soal-soal 6. Fungsi Motivasi
Motivasi mempunyai fungsi yang penting dalam belajar, karena motivasi akan menentukan intensitas usaha belajar yang dilakukan siswa. Sardiman mengemukakan ada tiga fungsi motivasi, yaitu:22
a. Mendorong manusia untuk berbuat. Motivasi dalam hal ini merupakan motor penggerak dari setiap kegiatan yang akan dikerjakan.
22 Siti Suprihatin, Upaya Guru Dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa, hlm. 80-81
b. Menuntun arah perbuatan, yakni ke arah tujuan yang hendak dicapai, dengan demikian motivasi dapat memberi arah, dan kegiatan yang harus dikerjakan sesuai dengan rumusan tujuannya.
c. Menyeleksi perbuatan, yakni menentukan perbuatan- perbuatan apa yang harus dikerjakan yang serasi guna mencapai tujuan, dengan menyisihkan perbuatan- perbuatan yang tidak bermanfaat bagi tujuan tersebut.
C. Pembelajaran Matematika di Sekolah Dasar