B. Saran
3. Masyarakat
3.1 Apakah Bapak/ Ibu memiliki putera/ puteri yang telah menikah?
3.2 Usia berapa Bapak/Ibu menikahkan putra/putri Bapak/Ibu tersebut?
3.3 Apakah Bapak/Ibu mengetahui batasan usia pernikahan sesuai Undang-Undang pernikahan?
3.4 (jika jawaban dari pertanyaan di atas memenuhi usia dewasa sesuai Undang-Undang pernikahan, maka melangkah ke pertanyaan berikutnya), jika tidak maka apakah alasan Bapak/Ibu menikahkan putera/ puterinya?
3.5 Bagaimana Bapak/Ibu dapat melaksanakan pernikahan putera/ puteri anda di usia muda?
Lampiran 3 :
Hasil Wawancara Penelitian
Keterangan Wawancara
Yang bertanda tangan dibawah ini adalah
Nama : Muhammad Nahwi,S.Ag.,MM Jabatan : Kepala KUA Bontonompo
Dengan ini menerangkan bahwa nama yang tersebut dibawah ini:
Nama : Muh.Suaib.S.Ag Pekerjaan : Mahasiswa N I M : 01.12.314.2011
Program Studi : Magister Pendidikan Agama Islam
Alamat : Timpoppo, Kelurahan Mataallo, Kecamatan Bajeng Kabupaten Gowa
Benar telah mengadakan wawancara diwilayah Kecamatan Bontonompo dalam rangka penyusunan tesis dengan Judul “ Kinerja Penghulu Dalam pelayanan Pernikahan (Kasus Pernikahan Usia Muda) di Kecamatan Bontonompo Kabupaten Gowa”. Adapun keterangan hasil wawancara adalah:
1. Berapa kali Bapak melaksanakan sosialisasi Undang-Undang pernikahan?
Jawab:
Di wilayah Kecamatan Bontonompo ini khususnya dalam sosialisasi UU Pernikahan dilaksanakan setiap bulan dan dilakukan sosialisasi di Kantor KUA Kecamatan Bontonompo tentang Undang-Undang Pernikahan satu kali dalam sebulan yang dikemas dalam rapat kordinasi oleh semua imam Pembantu PPN yang berada diwilayah Kecamatan Bontonompo.
2. Apa bentuk sosialisasi Undang-Undang pernikahan yang Bapak lakukan?
Jawab:
Salah satunya melalui rapat kordinasi, juga diberi kesempatan para imam Pembantu PPN melakukan diskusi, tanya jawab sehubungan dengan sosialisasi undang-Undang pernikahan itu sendiri lalu kemudian biasa juga dilakukan penyampaian-penyampaian tentang batas umur bagi calon
pengantin perempuan dan batas umur bagi calon pengantin laki-laki.
Kemudian biasa juga dilakukan penyampaian melalui mesjid-mesjid yang biasa dilakukan pada hari jumat, disampaikan melalui surat yang kami kirim kewilayah masing-masing pembantu PPN. Nanti para pengurus masjid menyampaikan sosialisasi setelah sholat berjama’ah, juga melaksanakan kegiatan kerja di setiap kantor desa di wilayah Kecamatan Bontonompo dengan mengikut sertakan seluruh staf yang ada dikantor termasuk tenaga honorer terkhusus pula pada penghulu.
3. Siapa saja peserta yang ikut dalam kegiatan sosialisasi Undang-Undang pernikahan?
Jawab:
Peserta yang ikut dalam kegiatan sosialisasi termasuk staf KUA, fungsional penyuluh, penghulu, tenaga honorer, Imam Desa/ Kelurahan, imam lingkungan, tokoh agama yang ada di wilayah Kecamatan Bontonompo.
Bontonompo, 5 November 2013 Kepala Kua Bontonompo
Muhammad Nahwi,S.Ag.,MM
Keterangan Wawancara
Yang bertanda tangan dibawah ini adalah Nama : Mustari Dg Gading
Jabatan : Imam Desa/Kelurahan Tamallayang
Dengan ini menerangkan bahwa nama yang tersebut dibawah ini:
Nama : Muh.Suaib.S.Ag Pekerjaan : Mahasiswa N I M : 01.12.314.2011
Program Studi : Magister Pendidikan Agama Islam
Alamat : Timpoppo, Kelurahan Mataallo, Kecamatan Bajeng Kabupaten Gowa
Benar telah mengadakan wawancara diwilayah Kecamatan Bontonompo dalam rangka penyusunan tesis dengan Judul “ Kinerja Penghulu Dalam pelayanan Pernikahan (Kasus Pernikahan Usia Muda) di Kecamatan Bontonompo Kabupaten Gowa”. Adapun keterangan hasil wawancara adalah:
1. Apakah Bapak mengetahui tentang Undang-Undang pernikahan?
Jawab:
Ya, saya tahu
2. Dari mana bapak mengetahui Undang-Undang pernikahan?
Jawab:
Untuk mengetahui tentang Undang-Undang pernikahan itu lewat rapat kordinasi yang dilaksanakan satu kali dalam sebulan oleh Kantor Urusan Agama Kecamatan Bontonompo yang hadir para imam Desa sekecamatan Bontonompo, serta mempelajari buku panduan tentang Undang-undang Pernikahan tahun 1974.
3. Bagaimana penerapan Undang-Undang pernikahan tersebut oleh Bapak dalam menjalankan tugas sebagai Imam Desa?
Jawab:
Dalam menerapkan Undang-Undang Pernikahan maka dilaksanakan penyuluhan sekali dalam sebulan yang bertempat dikantor desa bersama dengan aparat pemerintah dan tokoh agama, masyarakat, yang ada
diwilayah Kelurahan Tamallayang, Alhamdulillah sukses dalam menjalankan tugas sebagai imam desa, namun sebahagian masyarakat masih ada yang melakukan pernikahan usia muda karena ketidaktahuan atau belum paham tentang batas usia yang sah menurut Undang-Undang Perkawinan.
4. (Jika diterapakan), Mengapa demikian?
Jawab:
Supaya masyarakat paham tentang batas usia yang sah menurut Undang- undang Pernikahan
5. Apakah Bapak selama ini melakukan sosialisasi Undang-Undang pernikahan kepada masyarakat?
Jawab:
Ya, setiap kali ada pertemuan dikantor lurah saya menyempatkan diri berbicara ditempat pertemuan apalagi keadaan masyarakat sekarang belum paham tentang batas usia pernikahan, oleh karena itu saya selaku imam desa tamallayang berkewajiban menyampaikan Undang-Undang Pernikahan kepada masyarakat, namun hasilnya belum begitu maksimal.
Tamallayang, 6 November 2013 Imam Desa Tamallayang
Mustari Dg. Gading
Keterangan Wawancara
Yang bertanda tangan dibawah ini adalah Nama : Abd. Madjid Situju, BA
Jabatan : Imam Desa/Kelurahan Kalebarembeng Dengan ini menerangkan bahwa nama yang tersebut dibawah ini:
Nama : Muh.Suaib.S.Ag Pekerjaan : Mahasiswa N I M : 01.12.314.2011
Program Studi : Magister Pendidikan Agama Islam
Alamat : Timpoppo, Kelurahan Mataallo, Kecamatan Bajeng Kabupaten Gowa
Benar telah mengadakan wawancara diwilayah Kecamatan Bontonompo dalam rangka penyusunan tesis dengan Judul “ Kinerja Penghulu Dalam pelayanan Pernikahan (Kasus Pernikahan Usia Muda) di Kecamatan Bontonompo Kabupaten Gowa”. Adapun keterangan hasil wawancara adalah:
1. Apakah Bapak mengetahui tentang Undang-Undang pernikahan?
Jawab:
Ya, saya tahu
2. Dari mana bapak mengetahui Undang-Undang pernikahan?
Jawab:
Dari Kantor urusan Agama Kecamatan Bontonompo yang dilaksanakan rapat kordinasi sekali dalam sebulan dan menghadirkan penyuluh, penghulu, tokoh agama dan masyarakat.
3. Bagaimana penerapan Undang-Undang pernikahan tersebut oleh Bapak dalam menjalankan tugas sebagai Imam Desa?
Jawab:
Sukses dalam pelayanannya karena mengutamakan kepentingan orang banyak dari pada kepentingan pribadi, karena masyarakat harus mengerti atau paham tentang Undang-undang Pernikahan
4. (Jika tidak diterapakan), Mengapa demikian?
Jawab:
Masyarakat akan risau sehingga dianggapnya tidak ada yang mengatur sahnya pernikahan
5. Apakah Bapak selama ini melakukan sosialisasi Undang-Undang pernikahan kepada masyarakat?
Jawab:
Sering melakukan sosialisasi terutama di masjid setelah jumat dan juga dikantor desa, bila ada penyuluhan dikantor desa biasanya saya dipersilahkan untuk membawakan kata sambutan maka saya menyampaikan ulang ditempat pertemuan tersebut.
Kalebarembeng, 7 November 2013 Imam Desa Kalebarembeng
Abd. Madjid Situju, BA
Keterangan Wawancara
Yang bertanda tangan dibawah ini adalah Nama : Fitriah Dg. Sakking Alamat : Desa Tamallayang
Dengan ini menerangkan bahwa nama yang tersebut dibawah ini:
Nama : Muh.Suaib.S.Ag Pekerjaan : Mahasiswa N I M : 01.12.314.2011
Program Studi : Magister Pendidikan Agama Islam
Alamat : Timpoppo, Kelurahan Mataallo, Kecamatan Bajeng Kabupaten Gowa
Benar telah mengadakan wawancara diwilayah Kecamatan Bontonompo dalam rangka penyusunan tesis dengan Judul “ Kinerja Penghulu Dalam pelayanan Pernikahan (Kasus Pernikahan Usia Muda) di Kecamatan Bontonompo Kabupaten Gowa”. Adapun keterangan hasil wawancara adalah:
1. Apakah Bapak/ Ibu memiliki putera/ puteri yang telah menikah?
Jawab:
Ya
2. Usia berapa Bapak/Ibu menikahkan putra/putri Bapak/Ibu tersebut?
Jawab:
Umur 17 tahun
3. Apakah Bapak/Ibu mengetahui batasan usia pernikahan sesuai Undang- Undang pernikahan?
Jawab:
Saya tidak tahu kalau ada Undang-Undang Pernikahan
4. (jika jawaban dari pertanyaan di atas memenuhi usia dewasa sesuai Undang-Undang pernikahan, maka melangkah ke pertanyaan berikutnya), jika tidak maka apakah alasan Bapak/Ibu menikahkan putera/ puterinya?
Jawab:
Anak saya kawin lari diumur 17 tahun, penyebabnya saat datang melamar silaki-laki bapaknya tolak lamarannya karena sedikit uang belanja dia mau
bawah sekarang barang-barang serba mahal akhir tidak direstui, akhir nya anak saya lari ke pak imam bersama dengan pacarnya
5. Bagaimana Bapak/Ibu dapat melaksanakan pernikahan putera/ puteri anda di usia muda?
Jawab:
Tentang pelaksanaan nikah dapat terlaksana ketika diurus ridhonya sama walinya maka anak tersebut diterima kembali baik sama orang tuanya.
Tamallayang, 6 November 2013
Fitriah Dg. Sakking
Keterangan Wawancara
Yang bertanda tangan dibawah ini adalah
Nama : Irma
Alamat : Desa Tamallayang
Dengan ini menerangkan bahwa nama yang tersebut dibawah ini:
Nama : Muh.Suaib.S.Ag Pekerjaan : Mahasiswa N I M : 01.12.314.2011
Program Studi : Magister Pendidikan Agama Islam
Alamat : Timpoppo, Kelurahan Mataallo, Kecamatan Bajeng Kabupaten Gowa
Benar telah mengadakan wawancara diwilayah Kecamatan Bontonompo dalam rangka penyusunan tesis dengan Judul “ Kinerja Penghulu Dalam pelayanan Pernikahan (Kasus Pernikahan Usia Muda) di Kecamatan Bontonompo Kabupaten Gowa”. Adapun keterangan hasil wawancara adalah:
1. Apakah Bapak/ Ibu memiliki putera/ puteri yang telah menikah?
Jawab:
Ya
2. Usia berapa Bapak/Ibu menikahkan putra/putri Bapak/Ibu tersebut?
Jawab:
Kurang dari 17 tahun yakni 16 tahun 7 bulan
3. Apakah Bapak/Ibu mengetahui batasan usia pernikahan sesuai Undang- Undang pernikahan?
Jawab:
Saya tidak tahu Undang-Undang Pernikahan
4. (jika jawaban dari pertanyaan di atas memenuhi usia dewasa sesuai Undang-Undang pernikahan, maka melangkah ke pertanyaan berikutnya), jika tidak maka apakah alasan Bapak/Ibu menikahkan putera/ puterinya?
Jawab:
Alasannya untuk menikahkan anak saya sebenarnya anak tersebut kalau ditolak lamarannya silaki-laki, beliau mau kawin lari karena suka sama
suka akibat karena pergaulan bebas yang tidak bisa teratasi beliau tamatan SD, supaya dia bisa mandiri dan lebih dewasa berpikir.
5. Bagaimana Bapak/Ibu dapat melaksanakan pernikahan putera/ puteri anda di usia muda?
Jawab:
Pelaksanaan nikah berjalan sesuai apa yang dinginkan, dan sekarang biaya hidupnya masih numpang sama orang tuanya, juga sudah punya anak satu.
Tamallayang, 6 November 2013
Irma
Keterangan Wawancara
Yang bertanda tangan dibawah ini adalah Nama : Rosdiana
Alamat : Desa Tamallayang
Dengan ini menerangkan bahwa nama yang tersebut dibawah ini:
Nama : Muh.Suaib.S.Ag Pekerjaan : Mahasiswa N I M : 01.12.314.2011
Program Studi : Magister Pendidikan Agama Islam
Alamat : Timpoppo, Kelurahan Mataallo, Kecamatan Bajeng Kabupaten Gowa
Benar telah mengadakan wawancara diwilayah Kecamatan Bontonompo dalam rangka penyusunan tesis dengan Judul “ Kinerja Penghulu Dalam pelayanan Pernikahan (Kasus Pernikahan Usia Muda) di Kecamatan Bontonompo Kabupaten Gowa”. Adapun keterangan hasil wawancara adalah:
1. Apakah Bapak/ Ibu memiliki putera/ puteri yang telah menikah?
Jawab:
Ya
2. Usia berapa Bapak/Ibu menikahkan putra/putri Bapak/Ibu tersebut?
Jawab:
Umur 17 tahun
3. Apakah Bapak/Ibu mengetahui batasan usia pernikahan sesuai Undang- Undang pernikahan?
Jawab:
Saya tidak tahu menahu tentang batas usia pak menurut Undang-Undang pernikahan.
4. (jika jawaban dari pertanyaan di atas memenuhi usia dewasa sesuai Undang-Undang pernikahan, maka melangkah ke pertanyaan berikutnya), jika tidak maka apakah alasan Bapak/Ibu menikahkan putera/ puterinya?
Jawab:
Anak suka sama suka atau saling mencintai baru sudah 2 tahun pacaran kalau ditolak lamarannya hawatir ada sesuatu yang terjadi misalnya kawin lari.
5. Bagaimana Bapak/Ibu dapat melaksanakan pernikahan putera/ puteri anda di usia muda?
Jawab:
Pernikahan berjalan seperti biasa (pesta) menurut pak imam desa bisa menikah tetapi ada izin dari orang tua yang di tanda tangani (N5).
Tamallayang, 6 November 2013
Rosdiana
Keterangan Wawancara
Yang bertanda tangan dibawah ini adalah Nama : Nasirah Dg. Sa’bi Alamat : Desa Tamallayang
Dengan ini menerangkan bahwa nama yang tersebut dibawah ini:
Nama : Muh.Suaib.S.Ag Pekerjaan : Mahasiswa N I M : 01.12.314.2011
Program Studi : Magister Pendidikan Agama Islam
Alamat : Timpoppo, Kelurahan Mataallo, Kecamatan Bajeng Kabupaten Gowa
Benar telah mengadakan wawancara diwilayah Kecamatan Bontonompo dalam rangka penyusunan tesis dengan Judul “ Kinerja Penghulu Dalam pelayanan Pernikahan (Kasus Pernikahan Usia Muda) di Kecamatan Bontonompo Kabupaten Gowa”. Adapun keterangan hasil wawancara adalah:
1. Apakah Bapak/ Ibu memiliki putera/ puteri yang telah menikah?
Jawab:
Ya
2. Usia berapa Bapak/Ibu menikahkan putra/putri Bapak/Ibu tersebut?
Jawab:
Umur 18 tahun
3. Apakah Bapak/Ibu mengetahui batasan usia pernikahan sesuai Undang- Undang pernikahan?
Jawab:
Saya tidak tahu pak apa itu Undang-Undang perkawinan karena saya hanya tamat di SD.
4. (jika jawaban dari pertanyaan di atas memenuhi usia dewasa sesuai Undang-Undang pernikahan, maka melangkah ke pertanyaan berikutnya), jika tidak maka apakah alasan Bapak/Ibu menikahkan putera/ puterinya?
Jawab:
Anak saya saling mencintai pak, supaya dia bisa mandiri dan lebih dewasa.
5. Bagaimana Bapak/Ibu dapat melaksanakan pernikahan putera/ puteri anda di usia muda?
Jawab:
Tentang pelaksanaan nikah itu dapat berjalan dengan lancar sesuai apa yang diharapkan oleh keluarga, juga masalah umur belum cukup oleh pak imam desa menyarankan agar memberikan izin kepada anaknya dalam bentuk surat yang ditanda tangani (N5).
Tamallayang, 7 November 2013
Nasirah Dg. Sa’bi
Keterangan Wawancara
Yang bertanda tangan dibawah ini adalah Nama : Rasinen Dg. Se’re Alamat : Desa Kalebarembeng
Dengan ini menerangkan bahwa nama yang tersebut dibawah ini:
Nama : Muh.Suaib.S.Ag Pekerjaan : Mahasiswa N I M : 01.12.314.2011
Program Studi : Magister Pendidikan Agama Islam
Alamat : Timpoppo, Kelurahan Mataallo, Kecamatan Bajeng Kabupaten Gowa
Benar telah mengadakan wawancara diwilayah Kecamatan Bontonompo dalam rangka penyusunan tesis dengan Judul “ Kinerja Penghulu Dalam pelayanan Pernikahan (Kasus Pernikahan Usia Muda) di Kecamatan Bontonompo Kabupaten Gowa”. Adapun keterangan hasil wawancara adalah:
1. Apakah Bapak/ Ibu memiliki putera/ puteri yang telah menikah?
Jawab:
Ya
2. Usia berapa Bapak/Ibu menikahkan putra/putri Bapak/Ibu tersebut?
Jawab:
Kurang dari 18 tahun yakni 17 tahun 5 bulan
3. Apakah Bapak/Ibu mengetahui batasan usia pernikahan sesuai Undang- Undang pernikahan?
Jawab:
Saya belum tahu apa itu Undang-Undang Pernikahan.
4. (jika jawaban dari pertanyaan di atas memenuhi usia dewasa sesuai Undang-Undang pernikahan, maka melangkah ke pertanyaan berikutnya), jika tidak maka apakah alasan Bapak/Ibu menikahkan putera/ puterinya?
Jawab:
Alasannya untuk menikahkan anak saya sebenarnya anak tersebut suka sama suka kalau ditolak lamarannya silaki-laki, beliau mau kawin lari
karena suka sama suka akibat karena pergaulan bebas yang tidak bisa teratasi beliau tamatan SD, supaya dia bisa mandiri dan lebih dewasa berpikir.
5. Bagaimana Bapak/Ibu dapat melaksanakan pernikahan putera/ puteri anda di usia muda?
Jawab:
Pelaksanaan nikah berjalan sesuai apa yang dinginkan, dan sekarang biaya hidupnya masih numpang sama orang tuanya, juga sudah punya anak satu.
Kalebarembeng, 7 November 2013
Rasinen Dg. Se’re
Keterangan Wawancara
Yang bertanda tangan dibawah ini adalah Nama : Samsiah Dg. Rannu Alamat : Desa Kalebarembeng
Dengan ini menerangkan bahwa nama yang tersebut dibawah ini:
Nama : Muh.Suaib.S.Ag Pekerjaan : Mahasiswa N I M : 01.12.314.2011
Program Studi : Magister Pendidikan Agama Islam
Alamat : Timpoppo, Kelurahan Mataallo, Kecamatan Bajeng Kabupaten Gowa
Benar telah mengadakan wawancara diwilayah Kecamatan Bontonompo dalam rangka penyusunan tesis dengan Judul “ Kinerja Penghulu Dalam pelayanan Pernikahan (Kasus Pernikahan Usia Muda) di Kecamatan Bontonompo Kabupaten Gowa”. Adapun keterangan hasil wawancara adalah:
1. Apakah Bapak/ Ibu memiliki putera/ puteri yang telah menikah?
Jawab:
Ya
2. Usia berapa Bapak/Ibu menikahkan putra/putri Bapak/Ibu tersebut?
Jawab:
Kurang lebih 18 tahun menikah pada tahun 2012
3. Apakah Bapak/Ibu mengetahui batasan usia pernikahan sesuai Undang- Undang pernikahan?
Jawab:
Saya tidak tahu Undang-Undang Pernikahan.
4. (jika jawaban dari pertanyaan di atas memenuhi usia dewasa sesuai Undang-Undang pernikahan, maka melangkah ke pertanyaan berikutnya), jika tidak maka apakah alasan Bapak/Ibu menikahkan putera/ puterinya?
Jawab:
Saya memberi izin untuk nikah supaya terhindar dari segala godaan setan termasuk perzinahan atau hamil dulu baru nikah.
5. Bagaimana Bapak/Ibu dapat melaksanakan pernikahan putera/ puteri anda di usia muda?
Jawab:
Dalam pelaksanaan nikah berjalan sesuai dengan harapan keluarga, selama sudah menikah kadang terjadi perselisihan kedua belah pihak, karena belum matang pikiran tentang makna sebuah pernikahan.
Kalebarembeng, 7 November 2013
Samsiah Dg. Rannu
Keterangan Wawancara
Yang bertanda tangan dibawah ini adalah Nama : Sulaeman
Alamat : Desa Kalebarembeng
Dengan ini menerangkan bahwa nama yang tersebut dibawah ini:
Nama : Muh.Suaib.S.Ag Pekerjaan : Mahasiswa N I M : 01.12.314.2011
Program Studi : Magister Pendidikan Agama Islam
Alamat : Timpoppo, Kelurahan Mataallo, Kecamatan Bajeng Kabupaten Gowa
Benar telah mengadakan wawancara diwilayah Kecamatan Bontonompo dalam rangka penyusunan tesis dengan Judul “ Kinerja Penghulu Dalam pelayanan Pernikahan (Kasus Pernikahan Usia Muda) di Kecamatan Bontonompo Kabupaten Gowa”. Adapun keterangan hasil wawancara adalah:
1. Apakah Bapak/ Ibu memiliki putera/ puteri yang telah menikah?
Jawab:
Ya
2. Usia berapa Bapak/Ibu menikahkan putra/putri Bapak/Ibu tersebut?
Jawab:
Kurang lebih 18 tahun menikah pada tahun 2013
3. Apakah Bapak/Ibu mengetahui batasan usia pernikahan sesuai Undang- Undang pernikahan?
Jawab:
Saya tidak tahu Undang-Undang Pernikahan.
4. (jika jawaban dari pertanyaan di atas memenuhi usia dewasa sesuai Undang-Undang pernikahan, maka melangkah ke pertanyaan berikutnya), jika tidak maka apakah alasan Bapak/Ibu menikahkan putera/ puterinya?
Jawab:
Saya memberi izin untuk nikah supaya terhindar dari segala godaan setan termasuk perzinahan atau hamil dulu baru nikah.
5. Bagaimana Bapak/Ibu dapat melaksanakan pernikahan putera/ puteri anda di usia muda?
Jawab:
Pelaksanaan pernikahan berjalan lancar dihadiri keluarga, setelah menikah sering terjadi perselisihan suami isteri, mungkin karena belum memahami arti sebuah pernikahan.
Kalebarembeng, 7 November 2013
Sulaeman
Lampiran 4 :