• Tidak ada hasil yang ditemukan

Materi Keanekaragaman Hayati

Dalam dokumen MOTTO DAN PERSEMBAHAN (Halaman 40-47)

BAB I PENDAHULUAN

A. Model Pembelajaran

6. Materi Keanekaragaman Hayati

mengajarnya, kesesuaian kurikulum dengan kemampuan anak, keadaan fasilitas atau perlengkapan di sekolah, dan sebagainya semua itu turut mempengaruhi keberhasilan belajar anak.

c) Masyarakat

Keadaan masyarakat juga menentukan prestasi belajar.

Bila di sekitar tempat tinggal keadaan masyarakatnya terdiri dari orang-orang yang berpendidikan terutama anak-anaknya rata-rata bersekolah tinggi dan moralnya baik, hal ini akan mendorong anak lebih giat belajar. Tetapi sebaliknya, apabila tinggal dilingkungan banyak anak-anak yang nakal, tidak bersekolah dan pengangguran maka hal ini akan mengurangi semangat belajar atau dapat dikatakan tidak menunjang sehingga hasil belajar kurang.

d) Lingkungan sekitar

Keadaan lingkungan tempat tinggal juga sangat penting dalam mempengaruhi prestasi belajar.Keadaan lingkungan bangunan rumah, suasana sekitar, keadaan lalu lintas, iklim dan sebagainya.

mempelajari tentang keanekaragaman hayati sendiri disebut

“Biologi”, yaitu ilmu yang memiliki bidang cakupan luar biasa dan siapa pun yang gemar mengikut berita mengetahui bahwa pengetahuan biologi berkembang dengan kecepatan yang terus meningkat.Dengan adanya keanekaragaman hayati, maka dapat diketahui adanya perbedaan antara berbagai macam organisme ataupun ekosistem yang biasanya disebabkan adanya variasi dari berbagai macam organisme dengan ciri khas yang dimiliki oleh masing-masing individunya ataupun antar masing-masing ekosistem.

Keanekaragaman hayati dipelajari untuk mengetahui bahwa spesies dimuka bumi ini banyak ragamnya, mengetahui peranan setiap spesies bagi kelangsungan kehidupan bumi itu sendiri, dan bagi kelangsungan makhluk lainnya. Kita dapat merasakan manfaat langsung keanekaragaman hayati melalui perbandingan lingkungan yang baik dan lingkungan yang rusak Menurut Suharno (2007: 117).

Dunia ini tidak ada dua individu yang benar-benar sama untuk segala hal, meskipun kedua individu itu kembar identik. Kenyataan tersebut menunjukkan kepada kita, bahwa di alam raya dijumpai keanekaragaman makhluk hidup atau disebut juga keanekaragaman hayati. Keanekaragaman hayati (biodiversitas) adalah keanekaragaman organisme yang menunjukkan keseluruhan atau totalitas variasi gen, jenis, dan ekosistem pada suatu daerah.

Keseluruhan gen, jenis, dan ekosistem meruapakn dasar kehidupan

dibumi. Mengingat pentingnya keanekaragaman hayati bagi kehidupan maka keanekaragaman hayati perlu dipelajari dan dilestarikan. Tingginya tingkat keanekaragaman hayati dipermukaan bumi mendorong ilmuan mencari cara terbaik untuk mempelajarinya, yaitu dengan klasifikasi Menurut Campbell (2005: 34).

b. Tingkat Keanekaragaman Hayati

Keanekaragaman hayati melingkupi berbagai perbedaan atau variasi bentuk, penampilan, jumlah, dan sifat-sifat yang terlihat pada berbagai tingkatan, baik tingkatan gen, tingkatan spesies maupun tingkatan ekosistem.Berdasarkan hal tersebut, para pakar membedakan keanekaragaman hayati menjadi tiga tingkatan, yaitu keanekaragaman gen, keanekaragaman jenis dan keanekaragaman ekosistem.

1) Keanekaragaman Gen

Menurut Suharno (2007: 114), gen atau plasma nuftah adalah subtansi kimia yang menetukan sifat keturunan yang terdapat didalam lokus kromosom. Setiap individu makhluk hidup mempunyai kromosom yang tersusun atas benang-benang pembawa sifat keturunan yang terdapat di dalam inti sel. Sehingga seluruh organisme yang ada dipermukaan bumi ini mempunyai kerangka dasar komponen sifat menurun yang sama. Kerangka dasar tersebut tersusun atas ribuan sampai jutaan faktor menurun yang mengatur tata cara penurunan sifat organisme. Walaupun

kerangka dasar gen seluruh organisme sama, namu komposisi atau susunan, dan jumlah faktor dalam kerangka bisa berbeda-beda.

Perbedaan jumlah dan susunan faktor tersebut akan menyebabkan terjadinya keanekaragaman gen. disamping itu, setiap individu memiliki banyak gen, bila terjadi perkawinan atau persilangan antar individu yang karakternya berbeda akan menghasilkan keturunan yang semakin banyak variasinya. Karna pada saat persilangan akan terjadi penggabungan gen-gen individu melalui sel kelamin. Hal inilah yang menyebabkan keanekaragaman gen semakin tinggi.

Keanekaragaman gen adalah keanekaragaman individu dalam satu jenis makhluk hidup. Keanekaragaman gen mengakibatkan variasi antar individu sejenis. Contoh keanekaragaman tingkat gen ini adalah tanaman bunga mawar putih, bunga mawar merah, dan mawar kuning yang memiliki perbedaan, yaitu berbeda dari segi warna bunga.

Gambar 2.1 Keanekaragaman Gen

Dalam perkembangannya, faktor penentu tidak hanya terdapat pada gen saja, melainkan juga faktor lain yang berperan mempengaruhi keanekaragaman hayati ini, yaitu lingkungan. Sifat yang muncul pada setiap individu merupakan interaksi antar gen dengan lingkungan. Dua individu yang memiliki struktur dan urutan gen yang sama, belum tentu memiliki bentuk yang sama pula karena faktor lingkungan mempengaruhi penampkan (fenotipe) atau bentuk. Misalnya, orang yang hidup di daerah pegunungan dengan orang yang hidup di daerah pantai memiliki perbedaan dalam hal jumlah eritrositnya. Jumlah eritrosit orang yang hidup di daerah pegunungan lebih banyak di banding yang hidup di pantai di sebabkan adaptasi terhadap kandungan oksigen di lingkungannya. Di daerah pegunungan lebih rendah kandungan oksigennya di bandingkan di daerah pantai. Sehingga fenotipe pipi orang pegunungan umumnya lebih kemerahan di bandingkan orang pantai. Contoh yang lain adalah keanekaragaman pada spesies anjing misal variasi anjing bulldog, anjing herder, dan anjing kampong.

2) Keanekaragaman Jenis

Spesies atau jenis memiliki pengertian, individu yang mempunyai persamaan secara morfologis, anatomis, fisiologis dan mampu saling kawin dengan sesamanya (inter hibridisasi) yang menghasilkan keturunan yang fertil (subur) untuk melanjutkan

generasinya Menurut Campbell (2010: 385).

Keanekaragaman jenis menunjukkan seluruh variasi yang terdapat pada makhluk hidup antar jenis. Perbedaan antar spesies organisme dalam satu keluarga lebih mencolok sehingga lebih mudah diamati dari pada perbedaan antar individu dalam satu spesies.Dalam keluarga kacang-kacangan kita kenal kacang tanah, kacang buncis, kacang hijau, kacang kapri, dan lain-lain. Diantara jenis kacang-kacangan tersebut kita dapat dengan mudah membedakannya karna diantara mereka ditemukan ciri khas yang sama. Akan tetapi, ukuran tubuh atau batang, kebiasaan hidup, bentuk buah dan biji, serta rasanya berbeda. Contoh lainnya terlihat keanekaragaman jenis pada pohon kelapa, pohon aren, pohon pinang, dan juga pada pohon palem.

Gambar 2. 2 Keanekaragaman Jenis

Keanekaragaman hayati tingkat jenis memperlihatkan adanya variasi bentuk, penampilan, jumlah, sifat lain antar satu jenis (spesies) dengan jenis lain. Variasi dalam spesies bersifat menurun. Dengan demikian, variasi dalam spesies dapat terjadi

karena faktor keturunan atau genetika serta interaksinya terhadap lingkungan tempat tinggalnya. Variasi pada tingkat jenis mudah diamati karena perbedaannya yang mencolok. Variasi pada tingkat jenis disebabkan jumlah, bentuk, dan susunan kromosom (tempat terdapatnya gen) berbeda, faktor lingkungan, hibridisasi, dan mutasi kromosom Menurut Suharno (2007: 116).

3) Keanekaragaman Ekosistem

Ekosistem dapat diartikan sebagai hubungan atau interaksi timbal balik antar makhluk hidup yang satu dengan makhluk hidup lainnya dan juga antar makhluk hidup dengan lingkungannya.

Setiap makhluk hidup hanya akan tumbuh dan berkembang pada lingkungan yang sesuai. Pada suatu lingkungan tidak hanya dihuni oleh satu jenis makhluk hidup saja, akibatnya pada suatu lingkungan akan terdapat berbagai makhluk hidup berlainan jenis yang hidup berdampingan secara damai.Ada ekosistem hutan hujan tropis, hutan gugur, padang rumput, gurun pasir, taiga,tundra, dan lain-lain Menurut Campbell (2010: 406).

Gambar 2.3

Keanekaragaman Ekosistem

Menurut Indrawan (2012: 15), Keanekaragaman ekosistem merupakan komunitas biologi yang berbedaserta asosiasinya dengan lingkungan fisik (ekosistem) masing-masing.

Keanekaragaman tingkat ini dapat ditunjukkan dengan37adanya variasi dari ekosistem di biosfir.misalnya : Ekosistem gurun di dalamnyaada unta, kaktus, dan ekosistem hutan tropis di dalamnya ada harimau.Di dalam ekosistem, seluruh makhluk hidup yang terdapat di dalamnya selalumelakukan hubungan timbal balik, baik antar makhluk hidup maupun makhluktak hidup dengan lingkungnnya atau komponen abiotiknya.Hubungan timbal balikini menimbulkan keserasian hidup di dalam suatu ekosistem.

Dalam dokumen MOTTO DAN PERSEMBAHAN (Halaman 40-47)

Dokumen terkait