• Tidak ada hasil yang ditemukan

Komponen Dasar Analisis SWOT

BAB IV PENUTUP

Skema 4.4 Komponen Dasar Analisis SWOT

71

Secara skematis, perbandingan antara empat komponen dasar (SWOT) dapat digambarkan berikut :

72

datang. Oleh karena itu sel 3 dan 4 secara berturut-turut disebut sel O dan sel T.

Sel 5 merupakan pilihan strategi yang hendak dipilih oleh manajemen berdasar kombinasi kekuatan dan peluang bisnis yang ada pada sel S dan O dan oleh karena itu disebut sebagai sel atau stategi SO. Stategi pada sel tersebut juga sering disebut sebagai strategi maksi-maksi sebab kekuatan (S) dan peluang (O) berisikan kemungkinan-kemungkinan yang positif .

Sel 6 adalah strategi yang hendak dipilih oleh manajemen berdasarkan kombinasi kelemahan dan peluang bisnis yang ada pada sel W dan O dan oleh karena itu disebut sel atau strategi WO.

Strategi pada sel WO sering juga dinamai sebagai strategi mini- maksi dimana kelemahan (W) diindikasikan sebagai hal negatif, sedangkan peluang (O) diindikasikan sebagai hal positif.

Sel 7 berisi pilihan strategi yangditimbulkan oleh kombinasi sel S dan T dan oleh karena itu disebut sel atau strategi ST.

Strategi pada sel ST sering juga disebut sebagai strategi maksi- mini, dimana kekuatan (S) diindikasikan sebagai hal positif, sedangkan ancaman (T) diindikasikan sebagai hal negatif.

Sel 8 berisi strategi hasil kombinasi sel W dan T dan oleh karena itu disebut sel atau strategi WT. Strategi tersebut sering juga diberi nama sebagai strategi mini-mini, dimana kedua

73

komponen tersebut baik kelemahan (W) maupun kelemahan (W) diindikasikan sebagai hal negatif.

2. Matriks Analisis SWOT

Menurut David (2009: 327), matriks kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman adalah sebuah alat pencocokan yang penting yang membantu para manajer mengembangkan empat jenis strategi yaitu : Strategi SO (kekuatan-peluang), Strategi WO (kelemahan-peluang), Strategi ST (kekuatan-ancaman), dan Strategi WT (kelemahan-ancaman).

Selanjutnya Suwarsono (2008: 25) menjelaskan bahwa SWOT tidak berlebihan jika dikatakan sebagai alat analisis yang paling sering digunakan dalam membantu mendesain rancang bangun strategi di Indonesia. Dengan segala variasi yang dimiliki, kesemua model analisis SWOT memiliki karakter sederhana, tidak rumit dalam penerapannya.

Untuk mewujudkan matriks SWOT tersebut diperlukan pelaksanaan tahapan berikut ini (David, 1995: 200) :

Pertama, manajemen sendiri maupun bersama konsultan

melakukan identifikasi dan inventori terhadap kekuatan dan kelemahan yang sekarang dimiliki oleh perusahaan. Di samping itu manajemen juga perlu melakukan perbandingan dengan keunggulan dan kelemahan yang dimiliki oleh pesaing. Dalam praktik, tidak terkecuali di Indonesia, terdapat kecenderungan

74

menghasilkan daftar yang begitu panjang.Sedapat mungkin kecenderungan ini dihindari. Diusahakan hendaknya hanya berisi daftar yang cukup ringkas, antara 3 sampai dengan 10 indikator saja.

Kedua, manajemen mendeteksi lingkungan bisnis makro

dan mikro ( industri dan pesaing ) yang memiliki pengaruh signifikan terhadap kinerja perusahaan, kini dan masa yang akan datang. Diharapkan manajemen mampu mengahasilkan daftar peluang dan ancaman bisnis yang tersedia dan ancaman bisnis yang menghadang. Tidak berbeda dengan langkah pertama, diharapkan manajemen tidak menghasilkan daftar panjang, (long list) yang tidak fokus.

Ketiga, manajemen mencoba merumuskan pilihan strategi

yang mungkin dapat diimplementasikan dengan cara melakukan refleksi atas berbagai kemungkinan kombinasi dari indikator kekuatan (S), kelemahan (W), peluang (O), dan ancaman (T) yang telah ditemukan pada dua langkah sebelumnya. Tersedia empat macam strategi, yakni: SO (maksi-maksi), WO (mini-maksi), ST (maksi-mini), dan WT (mini-mini).

3. Analisis SWOT dalam Menjalankan Strategi Pemasaran Bank Sulselbar Syariah Cabang Makassar

1. Kekuatan (Strength)

75

Sesuai dengan sifat bisnis (tijarah), transaksi murabahah memiliki beberapa keunggulan, diantaranya :

a. Adanya keuntungan yang diperoleh dari selisih harga beli dari penjual dengan harga jual kepada nasabah.

b. Selain itu, system murabahah juga sangat sederhana sehingga memudahkan dalam penanganan administrasinya di bank syariah.

c. Dengan konsep yang sederhana yang ditawarkan dalam pembiayaan murahabah, dapat memudahkan bagi pihak PT Bank SulSelBar Syariah Cabang Makassar dalam memberikan informasi kepada nasabah sehingga memungkinkan nasabah untuk melakukan pembelian atau pemesanan asset/barang dengan akad murahabah.

2. Kelemahan (Weaknesses)

Berdasarkan wawancara dengan pihak Bank Sulselbar Syariah Cabang Makassar Cabang Makassar dan pengamatan penulis, dalam melaksanakan kegiatan perbankan, Bank Sulselbar Syariah Cabang Makassar Cabang Makassar menghadapi beberapa hambatan/kelemahan, diantaranya adalah :

a. Kurangnya SDM (sumber daya manusia) pemasaran yang kompeten.

76

Kurangnya sumber daya manusia pemasaran yang kompeten ini disebabkan oleh beberapa hal, diantaranya tenaga pemasaran bukan berasal dari latar belakang pemasaran dan belum begitu paham dengan akad-akad bank syariah.

b. Kurangnya pemahaman nasabah mengenai sistem perbankan syariah.

Kurangnya pemahaman nasabah tentang bank syariah merupakan pada beberapa hal diantaranya, adanya asumsi bahwa perbankan syariah hanya untuk kalangan tertentu dan sistem bagi hasil dianggap kurang menguntungkan jika dibandingkan dengan system bunga, merupakan kendala yang sering dihadapi bagi Bank Sulselbar Syariah Cabang Makassar Cabang Makassar.

c. Kurangnya sosialisasi dari pihak pemerintah tentang perbankan syariah.

Pemerintah sebagai pembuat kebijakan publik berperan besar terhadap tumbuh kembangnya perbankan syariah. Beberapa dukungan sudah dilakukan, sudah diberikan oleh pemerintah akan tetapi, bukan dalam bentuk penyuluhan atau sosialisasi mengenai kemudahan regulasi pengelolaan dalam sistem perbankan syariah. Inilah yang

77

kemudian menadi tanggungjawab besar bagi pengelola perbankan syariah dalam menawarkan produk-produknya.

3. Peluang (Opportunities)

Berdasarkan wawancara dengan pihak Bank Sulselbar Syariah Cabang Makassar Cabang Makassar dan pengamatan penulis, dalam melaksanakan kegiatan perbankan, bahwa selain memiliki kekatan dan kelemahan, Bank Sulselbar Syariah Cabang Makassar Cabang Makassar juga memiliki beberapa peluang, diantaranya :

a. Adanya peningkatan jumlah dan pemahaman /kualitas Sumber Daya Insani Bank Syariah

b. Pengembangan produk yang menarik, aplikatif dan simple.

c. Adanya peningkatan kemampuan sosialisasi perbankan syariah dan produknya kemasyarakat.

4. Ancaman (Threats)

Berdasarkan wawancara dengan pihak Bank Sulselbar Syariah Cabang Makassar Cabang Makassar dan pengamatan penulis, dalam melaksanakan kegiatan perbankan, bahwa diantara resiko yang harus diantisipasi oleh Bank Sulselbar Syariah Cabang Makassar Cabang Makassar dalam pembiayaan murahabab adalah sebagai berikut :

a. Default atau kelalaian, dimana nasabah sengaja tidak membayar angsuran

78

b. Fluktuasi harga yang komparatif. Ini terjadi bila harga suatu barang di pasar naik setelah bank membelikannya untuk nasabah, dan pihak bank tidak dapat mengubah harga jual beli tersebut apalagi membatalkannya.

c. Nasabah menolak barang yang dikirim karena berbagai sebab, diantaranya bisa jadi karena rusak dalam perjalanan atau proses distribusinya. Selain itu, penolakan juga dapat terjadi dikarenakan nasabah merasa spesifikasi barang tersebut berbeda dengan yang dipesannya. Bila bank sudah menandatangani kontrak pembelian dengan pihak penjualnya (supplier), maka barang tersebut akan menjadi milik bank.

d. Karena murabahah bersifat jual beli dengan utang, maka ketika kontrak ditandatangani, barang itu telah menjadi milik nasabah. Nasabah bebas melakukan apapun terhadap asset miliknya tersebut, termasuk untuk menjualnya. Jika demikian, resiko untuk default akan lebih besar.

Berdasarkan keempat komponen analisis SWOT diatas, dapat disimpulkan strategi pemasaran yang dapat dilakukan untuk meningkatkan jumlah nasabah pembiayaan dengan akad murabahah, dengan menentukan strategi pengembangan meliputi strategi Strenghts-Opportunities (SO), strategi

79

Weaknesses-Oppurtunities (WO), strategi Strenghts-Threats (ST) dan strategi Weaknesses- Threats (WT), sebagaimana dipaparkan dalam penjabaran matriks SWOT berikut :

80

Dokumen terkait