• Tidak ada hasil yang ditemukan

Psikologi Di Jakarta Timur

timur. Penyediaan pelayanan anak- anak berkebutuhan khusus di Jakarta Timur merupakan pelayanan gabungan yang melayani bermacam disabilitas.

Inilah yang menyebabkan pendidikan dan pelayanan anak anak disabilitas di Jakarta Timur kurang maksimal. Anak-anak penyandang disabilitas memiliki kebutuhan yang jauh berbeda dari anak normal. Perhatian khusus diperlukan dalam perancangan ruang personal dan sosial, faktor distraksi dari luar maupun dalam, ketahanan dari material,

ketenangan akustik, pola warna serta permainan tekstur dan macam-macam hal yang harus diperhatikan lainnya.

Penggunaan tema arsitektur melalui pendekatan pshikologi juga menjadikannya sekolah pertama yang

mengimplementasikan gagasan pshikologi secara lengkap di Indonesia. Konsep rancangan sekolah didasarkan pada triad estetika

pengalaman arsitektural dari pendekatan psikologi, yakni;

sistemaning system, dan emotionvaluation system

3. Sekolah Menengah Pertama Inklusi Di Kota Pontianak.

Vol. 9, No. 2, Tahun 2021

Aulia Mustika Ratu , Muhamma d Ridha Alhamdani , Rudiyono

Sekolah Inklusi ini akan dirancang sebagai lembaga milik negara.

Adanya sekolah ini dengan tujuan sebagai wadah yang

mengoptimalkan fasilitas pendidikan Sekolah Menengah Pertama Inklusi sebagai sekolah yang ramah anak. Hasil rancangan diharapkan dapat mengakomodasi siswa untuk melatih diri dan mengembangkan diri siswa, serta menciptakan konsep ruangan yang baik bagi para siswa Sekolah Menengah Pertama Inklusi agar merasa senang di sekolah.

Fasilitas yang mewadahi kegiatan di sekolah, baik secara makro maupun mikro.

perancangan ini adalah berupa konsep yang diterapkan pada bangunan yang dapat merespon isu dan masalah yang terjadi

mengenai sekolah bagi anak berkebutuhan khusus.

Perancangan tata ruang luar direncanakan dapat

mewadahi setiap anak dari adanya pencapaian dengan pedestrian dari parkiran menuju bangunan dengan guiding block bagi pengguna tuna netra, adanya akses ramp yang aman bagi penyadang tuna daksa menggunakan kursi roda

maupun tongkat. Bentuk bangunan menyesuaikan dengan kebutuhan ruang, serta mengambil intisari dari filosofi “Dibalik Kekurangan Terdapat Kelebihan”. Melihat kondisi tapak, desain dibuat merespon pepohonan eksisting.

4. Sekolah Inklusi Untuk Anak

Berkebutuha n Khusus:

Tanggapan Terhadap Tantangan Kedepannya.

21

November 2015

Jamilah Candra Pratiwi

Penyelenggaraan sekolah inklusi di Indonesia, dilatar belakangi oleh hak anak untuk memperoleh pendidikan. Tidak berbeda dengan orang-orang normal, anak-anak berkebutuhan khusus juga mempunyai kebutuhan yang sama. Pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus tidak terbatas di sekolah luar biasa, tetapi juga pendidikan yang terintegrasi, yang memungkinkan anak luar biassa belajar bersama dengan anak normal. Sistem pendidikan seperti ini disebut dengan pendidikan inklusi.

Sekolah inklusi adalah sebuah pelayanan pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus tanpa memandang kondisi fisik, intelegensi, sosial, emosional, dan kondisinya lainnya seperti memiliki potensi keceradasan dan bakat istimewa untuk belajar bersama dengan anak-anak normal di sekolah regular.

Manfaat yang diperoleh dari inklusi salah satunya adalah Sekolah inklusi dipandang paling efektif untuk melawan sikap

diskriminatif,menciptakan masyarakat yang mau menerima kedatangan anak luar biasa, dan mencapai pendidikan untuk semua.

5. Penerapan Aksesibilitas pada Desain Fasilitas Pendidikan Sekolah Luar Biasa.

SAINS DAN SENI POMITS Vol. 2, No.

Narulita Anugrahin g Widi, Rullan Nirwansya h

Pada bangunan sekolah utamanya Sekolah Luar Biasa yang

mewadahi proses pendidikan anak berkebutuhan khusus sudah harus memiliki standard khusus pada seluruh fasilitasnya. Fasilitas yang ada diantaranya dalah fasilitas ruang kelas, fasilitas penunjang, taman bermain, dan kamar mandi. Setiap detail interiornya dan rancangan secara

Dengan adanya issue aksesibilitas, maka perlu adanya

standarisasi bagi bangunan untuk memenuhi kebutuhan manusia bagi penyandang cacat. Bangunan sekolah Khusus atau Sekolah Luar Biasa sangat perlu

mengutamakan aksesibilitas sirkulasi maupun

2, (2013) arsitekturalnya harus difikirkan secara jeli. Penggunaan railing, ramp, dan tangga juga harus diperhitungkan walaupun jarak bukan hal utama. Penerapan aksesibilitas yang ada pada detail bangunan fasilitas pendidikan diharapkan dapat dijadikan sebuah

tuntunan agar setiap anak berkebutuhan khusus dapat melakukan aktivitasnya secara mandiri. Desain ruang yang ada ini dimaksudkan bukan hanya melihat dari segi kenyamanan tetapi juga segi keamanan yang lebih penting

desain dari interior hingga eksteriornya, sehingga pencapaian rasa aman dan nyaman dalam melakukan aktivitas belajar mengajar dapat terlaksana. Adanya detail yang diberikan dalam satu ruang kelas akan memberikan manfaat yang luar biasa bagi anak

berkbutuhan khusus tersebut. Oleh karena itu, adanya standar serta

persyaratan yang sudah ada di

dalam Kepmen PU No 486 tahun 1998 perlu diterapkan dan dikaji sehingga dapat memberikan inovasi baru bagi standart ruang bagi penyandang cacat.

Dari matriks di atas memiliki perbedaan dengan penelitian ini dari segi perancangan dan pendekatan yang digunakan. Pendekatan yang di angkat pada perancangan ini yaitu arsitektur perilaku. Pada perancangan Sekolah ini mewadahi untuk semua jenis ketunaan. Perancangan sekolah ini juga bertujuan untuk memenuhi kebutuhan penyandang disabilitas dengan memperhatikan standar-standar dari fisik bangunan, aksebilitas bangunan, sirkulasi bangunan, penghawaan bangunan, maupun interior dan eksterior yang sesuai dengan kebutuhan kaum disabilitas.

BAB III

METODE PENELITIAN 3.1 Metode Penelitian

Pengertian metode penelitian adalah langkah yang dimiliki dan dilakukan oleh peneliti dalam rangka untuk mengumpulkan informasi atau data serta melakukan investigasi pada data yang telah didapatkan. Dasar penelitian kualitatif adalah konstruktivisme yang berasumsi bahwa kenyataan itu berdimensi jamak, interaktif dan suatu pertukaran pengalaman social yang diinterpretasikan oleh setiap individu (Danim, 2005).

Metodologi perancangan yaitu proses dalam merancang bangunan, meliputi pengumpulan data, analisis, sintesis konsep, drawing. Dalam perancangan arsitektur data dan fakta merupakan suatu hal yang menjadi dasar atau sumber ide dalam perancangan. Maka metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode perancangan arsitektur dengan pendekatan perancangan makro dan mikro. Pendekatan ini merupakan metode turunan dari metode studi kasus pada metode kualitatif.

1.7 Lokasi Penelitian

Lokasi penelitian terletak di JL. Samudra Pantoloan No.56, Baiya, Kec. Tawaeli, Kota Palu, Sulawesi Tengah. Lokasi penelitian berjarak kurang lebih 18 km dari bagian

kota.

Kota palu merupakan ibu kota provinsi Sulawesi Tengah dengan batas wilayah sebagai berikut :

1. Sebelah utara berbatasan dengan kabupaten Donggala

2. Sebelah timur berbatasan dengan kab.

Parigi Moutong

3. Sebelah selatan berbatasan dengan kabupaten Sigi

4. Sebalah barat berbatasan dengan kab.

Donggala.3.3 Gambar 3. 1 Lokasi Penelitian

Sumber : Google Earth

1.8 Jenis dan Sumber Data

Jenis dan sumber data yang akan dikumpulkan dalam perancangan ini adalah sebagai berikut

1. Data Primer

Menurut Hasan (2002: 82) data primer ialah data yang diperoleh atau dikumpulkan langsung di lapangan oleh orang yang melakukan penelitian atau yang bersangkutan yang memerlukannya. Data primer di dapat dari sumber informan yaitu individu atau perseorangan seperti hasil wawancara yang dilakukan oleh peneliti. Data ini dikumpulkan melalui observasi langsung di lapangan terhadap subjek penelitian berupa data ;

- Kondisi eksisting SLBN 1 Palu - Data siswa dan siswi SLBN 1 Palu

- Fasilitas yang disediakan pihak SLBN 1Palu 2. Data Sekunder

Data sekunder adalah data yang diperoleh atau dikumpulkan oleh orang yang melakukan penelitian dari sumber-sumber yang telah ada (Hasan, 2002: 58). Data ini digunakan untuk mendukung informasi primer yang telah diperoleh yaitu dari bahan pustaka, literatur, penelitian terdahulu, buku, dan lain sebagainya.

- Skripsi dengan judul sejenis - Standar Sekolah Luar Biasa (SLB)

- Undang-undang dan peraturan daerah yang berkaitan - Studi banding bangunan sejenis

- Kurikulum Sekolah Luar Biasa (SLB) 1.9 Metode Pengumpulan Data

Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data yaitu

1. Observasi / survey lapangan merupakan pengamatan langsung terhadap hal-hal yang terkait dengan kebutuhan redesain SLBN 1 Palu. Obeservasi adalah salah satu Teknik pengumpulan data yang tidak hanya mengukur sikap dan responden namun juga dapat digunakan untuk merekam berbagai fenomena yang terjadi.

2. Wawancara merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan melalui tatap muka dan tanya jawab langsung antara pengumpulan data maupun peneliti terhadap narasumber atau sumber data.

3. Studi literatur dilakukan untuk mencari informasi-informasi tentang teori, metode dan konsep yang relevan dengan permasalahan. Sehingga dengan informasi-informasi tersebut dapat digunakan sebagai acuan dalam penyelesaian masalah. Studi literatur yang dilakukan dengan mencari informasi dan referensi dalam bentuk buku, literatur, informasi dari internet maupun sumber-sumber lainnya yang berkaitan dengan penelitian ini.

3.7 Metode Analisis

Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini terdiri : 1. Analisis Makro

Analisis makro meliputi pemilihan likasi dan tapak, analisis view, orientasi bangunan, iklim, vegetasi, sirkulasi, zonasi tapak, kebisingan, utilitas, topografi dan analisis tema atau desain.

2. Analisis Mikro

Analisis mikro meliputi analisis pelaku aktivitas, kebutuhan ruang, besaran ruang, hubungan ruang, dan zonasi ruang penelitian ini meneliti bagaimana rencangan standar bangunan sekolah luar biasa (SLB) yang dapat menunjang aktivitas belajar mengajar anak berkebutuhan khusus dengan nyaman dan aman.

3.8Alur Pikir

Sumber : Penulis (2022) 3.6 Jadwal Penelitian

Tabel 3. 1 Jadwal Penelitian

No. Tahapan

Bulan

April Mei Juni Juli Agustus September Okt

1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1

1. Bimbingan Proposal 2. Seminar Proposal 3. Revisi Proposal 4. Survey Data

5. Pengolahan Data dan Analisis 6 Hasil dan Pembahasan 7. Seminar Hasil

8. Perbaikan 9. Studio TA 10. Sidang Ujian TA

Sumber : Penulis (2022)

.

BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Gambaran Umum Kota Palu

4.1.1 Letak Administratif Kota Palu

Kota Palu secara administratif merupakan ibukota Provinsi Sulawesi Tengah dan secara geografis berada di tengah wilayah Kabupaten Donggala.

Tepatnya sepanjang teluk Palu atau memanjang dari Timur ke Barat, terletak di sebelah utara garis katulistiwa pada koordinat 0,35 – 0,56 Lintang Selatan dan ̊ ̊ 119,45 –120,1 Bujur Timur yang terbagi menjadi 8 (delapan) Kecamatan, yaitu ̊ ̊ Kecamatan Palu Barat, Palu Utara, Palu Timur, Palu Selatan, Mantikulore, Ulujadi, Tatanga, dan Kecamatan Tawaili. Dengan luas wilayah 395,06 km2 atau 39,506 ha.

Gambar 4. 1 Peta Administratif Kota Palu Sumber : BPK Perwakilan Provinsi Sulawesi Tengah

4.1.2 Keadaan Geografis Kota Palu

Kota Palu memiliki luas wilayah 395,06 ha yang dibagi dalam 8 (delapan) kecamatan yang merupakan Satuan Wilayah Pengembangan (SWP) dan 43 (empat puluh tiga) kelurahan. Kota Palu terletak pada ketinggian 0-700m dari permukaan 65 laut, dengan kondisi geografis datar hingga pegunungan, dan pada dataran rendah umumnya tersebar disekitar pantai dan letaknya bervariasi. Berdasarkan topografinnya, wilayah Kota Palu dapat dibagi menjadi tiga zona ketinggian yaitu :

a. Kawasan dataran rendah berada pada bagian berat sisi timur memanjang dari arah utara keselatan, bagian timur kea rah sisi barat memanjang dari utara ke selatan merupakan pantai dengan ketinggian 0-100m diatas permukaan laut;

b. Kawasan dataran tinggi dan pegunungan berada pada bagian utara kearah timur dengan ketinggian antara 100-500m diatas permukaan laut;

c. Kawasan pegunungan yang tinggi hingga gunung dengan ketinggian lebih dari 500m diatas permukaan laut (DPL).

4.1.3 Kondisi Topografi Kota Palu

Berdasarkan topografinya, wilayah Kota Palu dapat diklasifikasikan kedalam tiga zona ketinggian permukaan bumi dari permukaan laut, yaitu :

a. Topografi dataran rendah/pantai dengan ketinggian antara 0 – 100m diatas permukaan laut yang memanjang dari arah utara ke selatan dan bagian timur kea rah utara.

b. Topografi perbukitan dengan ketinggian antara 100 – 500m diatas permukaan laut yang terletak dibagian barat sisi barat dan selatan, Kawasan bagian timur kea rah selatan dan bagian utara ke timur.

c. Pegunungan dengan ketinggian lebih dari 500m sampai dengan 700m diatas permukaan laut.

Wilayah dengan tingkat kemiringan tanah yaitu 0-5% hingga 5-40%

merupakan yang paling luas yaitu 376,68 ha (4,66%).

4.2Gambaran Umum Sekolah Luar Biasa Negeri 1 Palu 4.2.1 Sejarah Sekolah Luar Biasa Negeri 1 Palu

Sekolah Luar Biasa Negeri 1 Palu ( SLBN 1 Palu ) mulai didirikan pada tahun 1984 kemudian mulai beroperasi pada tahun 1985 dengan nama Sekolah Dasar Luar Biasa Negeri Tawaeli (SDLB Negeri Tawaeli). Pada awal sekolah ini digunakan hanya dibuka untuk kalangan anak sekolah dasar. Pada tahun 2009 nama sekolah diganti menjadi SLBN 1 Palu pada saat itulah sekolah menerima kalangan sekolah menengah pertama (SMP) dan sekolah menengah atas (SMA).

Sekolah yang beralamatkan di jalan Samudra Pantoloan, Kelurahan Baiya, Kecamatan Tawaeli, Kota Palu ini sudah berstatus negeri sejak pertama kali didirikan.

4.3Kondisi Eksisting SLBN 1 Palu

Lokasi SLBN 1 Palu berada di JL. Samudra Pantoloan, Kelurahan Baiya, Kec. Taweli, Kota Palu, Provinsi Sulawesi Tengah. Lokasi SLBN 1 Palu yang berjarak ± 18 km dari bagian kota. Redesain SLBN 1 Palu akan di rencanakan dan dirancang penambahan-penambahan

Adapun batas-batas tapak Sekolah Luar Biasa sebagai berikut :

a. Sebelah Utara : Lapangan Sinar Baiya

b. Sebelah Barat : TK. PGRI Baiya dan Puskesmas c. Sebelah Timur : Permukiman penduduk d. Sebalah Selatan : permukiman Penduduk

Eksisting luas lahan pada tapak saat ini seluas 3.310 m² sedangkan luas lahan yang dibutuhkan untuk redesain sekolah luar biasa yaitu sekitar 8.500 m² sehingga perlu penambahan luas tapak seluas 5.190 m². Adapun kondisi eksisting SLBN 1 Palu antara lain :

4.3.1 Fasilitas Area Parkir di Sekolah Luar Biasa

Gambar 4. 2 Fasilitas Ruang Parkir SLBN 1 Palu Sumber : Data Lapangan, 2023

Pada observasi yang dilakukan di SLBN 1 Palu diperoleh fakta bahwa sekolah ini belum memiliki area parkir khusus bagi penyandang disabilitas maupun area parkir guru dan karyawan. Kendaraan diparkiran secara acak dan tidak teratur di halaman depan sekolah yang merupakan jalanan, guru juga terlihat memarkirkan kendaraan roda dua pada ramp yang merupakan akses masuk ke dalam bangunan. Hal ini menyebabkan pemandangan halaman

sekolah terlihat tidak tertata dengan rapi dan juga menghambat dan menyulitkan bagi anak penyandang disabilitas dalam dalam beraktivitas.

Area parkir di sekolah ini belum memenuhi syarat teknis fasilitas dan aksebilitas sehingga dalam penggunaan bagi penyandang disabilitas belum aksesibel. Sebagai imbasnya halaman pintu jalan masuk beralih fungsi menjadi tempat parkir.

4.3.2 Ruang Kelas

Gambar 4. 3 Fasilitas Ruang Kelas SLBN 1 Palu Sumber : Data Lapangan, 2023

4.3.3 Ruang Kantor

Gambar 4. 4 Fasilitas Ruang Kepala Sekolah dan Tata Usaha SLBN 1 Palu Sumber : Data Lapangan, 2023

4.3.4 Perpustakaan

Gambar 4. 5 Fasilitas Perpustakaan SLBN 1 Palu Sumber : Data Lapangan, 2023

4.3.5 Selasar

Gambar 4. 6 Selasar SLBN 1 Palu Sumber : Data Lapangan, 2023 4.5.6 Halaman Sekolah

Gambar 4. 7 Halaman SLBN 1 Palu Sumber : Data Lapangan, 2023

4.4Masalah Sekolah Luar Biasa Negeri 1 Palu (SLBN 1 Palu)

Data Lapangan menunjukkan bahwa Sekolah Luar Biasa Negeri 1 Palu saat ini tidak lepas dari permasalahan. Kegiatan para pelaku aktivitas tidak dapat terwadahi dengan baik dan nyaman karena tuntutan fasilitas yang dibutuhkan

belum tersedia. Saat ini sekolah masih memiliki fasilitas berupa ruang kelas, ruang guru, perpustakaan, ruang keterampilan, ruang computer, ruang UKS yang tidak dalam kondisi yang ideal yakni sebuah ruangan dengan kapasitas yang terbatas dan masih kurang mewadahi penyandang disabilitas. Masalah lain pada sekolah luar biasa ini yaitu bertambahnya jumlah siswa setiap tahunnya menyebabkan meningkatnya kebutuhan fasilitas baik fasilitas utama maupun fasilitas penunjang lainnya.

DAFTAR PUSTAKA Buku

Undang-Undang tentang penyandang disabilitas, UU nomor 8 tahun 2016, LN tahun 2016 nomor 69. TLN nomor 5871 Pasal 1. (n.d.).

Jurnal

Astuti, S. I., Arso, S. P., & Wigati, P. A. (2015). Penyandang Disabilitas. Pyschological, 3(1), 17.

Kasus, S., Negeri, S., Istimewa Yogyakarta Andi Al-Mustagfir Syah, D., & Studi Magister Arsitektur, P. (n.d.). TESIS STUDI AKSESIBILITAS RUANG DAN FASILITAS DI SEKOLAH LUAR BIASA Tesis diajukan sebagai syarat untuk meraih gelar Magister Arsitektur.

Lexy J. Meleong, Metodologi Penelitian Kualitatif (Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2007).

Marjuki. (2010). Penyandang Cacat Berdasarkan Klasifikasi International Classification of Functioning for Disability and Health (ICF). ., 43, 7–57.

Notoatmodjo, S. (2003). Pendidikan dan Perilaku Kesehatan.

Prayoga, D. N. R. I., Putra, I. N. G. M., & Prabawa, M. S. (2021). Perencanaan dan Perancangan Sekolah Luar Biasa (SLB) di Kabupaten Buleleng. 9(2), 371–378.

https://ejournal.warmadewa.ac.id/index.php/undagi/index Rahim, B. R., Alaikum, A., & Wabarakatuh, W. (n.d.). KATA PENGANTAR.

Reefani, N. K. (2013). Panduan anak berkebutuhan khusus.

Sugi Rahayu, U. D. dan M. A. (2013). Pelayanan Publik Bidang Transportasi Bagi Difabel Di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Suparno. (2007). Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus. 97.

Syukri Abdillah, M. D., Aldy, P., & Amanati, R. (2016). PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS RIAU DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR PERILAKU. In Jom FTEKNIK (Vol. 3, Issue 2).

Internet

https://goeroendeso.files.wordpress.com/2017/12/standar-sarana-dan-prasarana- untuk-sdlb-smplb-smalb.pdf

https://www.archdaily.com/88771/ad-classics-st-coletta-school-michael-graves?

ad_source=search&ad_medium=projects_tab

https://sekolah.data.kemdikbud.go.id/index.php/chome/profil/30afa07f-f3fe-e111- aee9-81eae7671711

https://books.google.co.id/books?

id=Ltvj89G2AP4C&printsec=frontcover&hl=id&pli=1#v=onepage&q&f=false

https://books.google.co.id/books?

id=Ltvj89G2AP4C&printsec=frontcover&hl=id#v=onepage&q&f=false https://www.google.com/url?

sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=&cad=rja&uact=8&ved=2ahUKEwjMtcyNus34AhXG73M BHebGDDs4ChAWegQIERAB&url=https%3A%2F%2Fjurnal.ar-raniry.ac.id%2Findex.php%2Fequality

%2Farticle%2Fdownload%2F5585%2F3560&usg=AOvVaw2r1Wsa5HtuyVIydYH7xBtz https://www.google.com/url?

sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=&cad=rja&uact=8&ved=2ahUKEwjMtcyNus34AhXG73M BHebGDDs4ChAWegQIAhAB&url=http%3A%2F%2Fsintak.unika.ac.id%2Fstaff%2Fblog

Dokumen terkait