• Tidak ada hasil yang ditemukan

Menurut Kotler dan Keller, media sosial adalah sarana bagi konsumen untuk berbagi informasi teks, gambar, audio, dan video dengan pengguna lain atau perusahaan. Sementara itu, Tim Pusat Humas Perdagangan Republik Indonesia (2014) mengemukakan bahwa media sosial merupakan media online dimana pengguna (user) dapat berbagi, berpartisipasi, dan membuat konten melalui aplikasi berbasis internet (Solikha dan Sunarti 2019).

Media Sosial memiliki karakteristik khusus yang tidak dimiliki oleh beberapa jenis media lainnya. Ada Batasan-batasan dan ciri khusus tertentu yang hanya dimiliki oleh media sosial dibanding dengan media lainnya. Salah satunya adalah media sosial beranjak dari pemahaman bagaimana media tersebut digunakan sebagai sarana sosial di dunia virtual. Menurut (Nasrullah 2018: 16-18) karakteristik media sosial, yaitu :

1. Jaringan

Karakter media sosial adalah membentuk jaringan di antara penggunanya, Tidak peduli apakah di dunia nyata (offline) antar pengguna itu saling kenal atau tidak, namun kehadiran media sosial memberikan medium bagi pengguna untuk terhubung secara sadar maupun tidak.

2. Informasi

Informasi menjadikan komoditas yang dikonsumsi oleh pengguna.

Komoditas tersebut pada dasarnya merupakan komoditas yang diproduksi dan didistribusikan

3. Arsip

Kehadiran media sosial memberikan akses yang luar biasa terhadap penyimpanan. Pengguna tidak lagi terhenti pada memproduksi dan mengkonsumsi informasi, tetapi juga informasi itu telah menjadi bagian dari dokumen yang tersimpan.

4. Interaksi

Dua tipologi untuk mendekati kata interaksi dalam perspektif media baru, yakni tipe terbuka dan tipe tertutup. Tipe terbuka, pengguna memiliki kebebasan menentukan bagaimana jaringan ini untuk dibentuk dan bagaimana interaksi itu terjadi. Sementara tipe tertutup, khalayak diberikan pilihan-pilihan selayaknya jalan yang setiap belokan akan membawa pada arah dan tujuan yang berbeda.

5. Simulasi sosial

Gagasan simulasi bahwa kesadaran yang akan real di benak khalayak semakin berkurang dan tergantikan dengan realitas semu. Realitas media merupakan hasil proses simulasi, dimana representasi yang ada di media telah diproduksi dan direproduksi oleh media menjadi realitas tersendiri.

6. Konten oleh pengguna

Konten oleh pengguna ini adalah sebagai penanda bahwa di media sosial khalayak tidak hanya memproduksi konten di ruang yang disebut Jordan sebagai “their own individualized place” tetapi juga mengkonsumsi konten yang diproduksi oleh pengguna lain.

Berikut adalah definisi media sosial yang berasal dari berbagai literatur penelitian Fuchs (Nasrullah 2018:11)

1. Menurut Mandiberg (2012), media sosial adalah media yang mewadahi kerjasama di antara pengguna yang menghasilkan konten (user generated content).

2. Menurut Shirky (2008), media sosial dan perangkat lunak sosial merupakan alat untuk meningkatkan kemampuan pengguna untuk berbagi (to share), bekerja sama (to co-operate) di antara pengguna dan melakukan tindakan secara kolektif yang semuanya berada diluar kerangka institusional maupun organisasi.

3. Boyd (2009) menjelaskan media sosial sebagai kumpulan perangkat lunak yang memungkinkan individu maupun komunitas untuk berkumpul, berbagi, berkomunikasi, dan dalam kasus tertentu saling berkolaborasi atau bermain. Media sosial memiliki kekuatan pada user-generated content (UGC) dimana konten dihasilkan oleh pengguna, bukan oleh editor sebagaimana di institusi di media massa.

4. Menurut Van Dijk (2013), media sosial adalah platform media yang memfokuskan pada eksistensi pengguna yang memfasilitasi mereka dalam beraktivitas maupun berkolaborasi. Karena itu, media sosial dapat dilihat sebagai medium (fasilitator) online yang menguatkan hubungan antar pengguna sekaligus sebagai sebuah ikatan sosial.

5. Meike dan Young (2012) mengartikan kata media sosial sebagai konvergensi antara komunikasi personal dalam arti saling berbagi di antara individu (to be shared one-to-one) dan media publik untuk berbagi kepada siapa saja tanpa ada kekhususan individu.

Namun Nasrullah (2018:12) menjelaskan dalam bukunya berjudul media sosial, bahwa media sosial adalah medium internet yang memungkinkan pengguna mempresentasikan dirinya maupun interaksi, bekerjasama, berbagi, berkomunikasi dengan pengguna lain, dan membentuk ikatan sosial secara virtual.

Pengantar media sosial memiliki kelebihan dibandingkan dengan media konvensional, antara lain:

1. Kesederhanaan

Dalam sebuah produksi media konvensional dibutuhkan keterampilan tingkat tinggi dan keterampilan marketing yang unggul. Sedangkan media sosial sangat mudah digunakan, bahkan untuk orang tanpa dasar IT-pun

dapat mengaksesnya, yang di butuhkan hanyalah smartphone,komputer jinjing dan koneksi internet.

Media sosial menawarkan kesempatan tak tertandingi untuk berinteraksi dengan pelanggan dan membangun hubungan. Perusahaan tidak dapat melakukan hal tersebut. Media tradisional hanya melakukan komunikasi satu arah.

2. Jangkauan Global

Media tradisional dapat menjangkau secara global tetapi tentu saja dengan biaya yang sangat mahal dan memakan waktu. Melalui media sosial dapat mengkonsumsikan informasi dalam sekejap, terlepas dari lokasi geografis.

Media sosial juga memungkinkan menyesuaikan konten anda untuk setiap segmen pasar dan memberikan kesempatan bisnis untuk mengirimkan pesan kepada banyak pengguna.

3. Terukur

Dengan sistem tracking yang mudah, pengirim pesan dapat terukur, sehingga perusahaan langsung dapat mengetahui efektivitas promosi.

Tidak demikian dengan media konvensional yang membutuhkan waktu yang sama.

Chris Heuer pendiri social media club dan inovator media baru yang dimuat dalam buku engange berpendapat bahwa terdapat 4C digunakan sebagai indikator dalam menggunakan media sosial (Solis 2010:263), diantaranya yaitu:

1. Context: “How we frame our stories”. Yaitu bagaimana membentuk sebuah cerita atau pesan (informasi) seperti halnya bentuk dari pesan itu sendiri, pengguna bahasa dan isi dari pesan tersebut.

2. Communication: “The practice of sharing our sharing story as well as listening, responding, and growing”. Yaitu berbagi cerita dan pesan (informasi) dengan cara mendengar, merespon dan dengan berbagai cara yang membuat pengguna merasa nyaman dan pesan tersampaikan dengan baik.

3. Collaboration: “Working together to make things better and more efficient and effective”. Yaitu bekerja sama antara sebuah akun atau perusahaan dengan penggunanya di media sosial untuk membuat segala hal menjadi baik dan lebih efektif serta efisien.

4. Connection: “The Relationships we forge and maintain”. Yaitu memelihara hubungan yang telah terbina. Bisa dengan melakukan sesuatu yang bersifat berkelanjutan sehingga pengguna merasa lebih dekat dengan sebuah akun maupun perusahaan pengguna media sosial.

Dokumen terkait