• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGARUH MEDIA SOSIAL INSTAGRAM @SOALPALU TERHADAP MINAT BERKUNJUNG KE TEMPAT KULINER

N/A
N/A
tikus kerapu

Academic year: 2023

Membagikan " PENGARUH MEDIA SOSIAL INSTAGRAM @SOALPALU TERHADAP MINAT BERKUNJUNG KE TEMPAT KULINER "

Copied!
128
0
0

Teks penuh

(1)

PENGARUH MEDIA SOSIAL INSTAGRAM @SOALPALU TERHADAP MINAT BERKUNJUNG KE TEMPAT KULINER

PROPOSAL

SKRIPSI

Diajukan Untuk Memenuhi Syarat-Syarat Ujian Guna Memenuhi Gelar Sarjana Strata Satu (S1)

Pada Program Studi Ilmu Komunikasi Konsentrasi Broadcasting

Oleh

MOH.RIZALDY B 501 17 101

JURUSAN ILMU KOMUNIKASI

FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS TADULAKO

2022

(2)
(3)
(4)

KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Segala Puji dan Syukur penulis ucapkan kepada Allah SWT Tuhan Yang Maha Esa dan Sholawat serta salam senantiasa penulis panjatkan kepada Nabiullah Muhammad SAW atas segala limpahan berkat dan karunia-Nya yang selalu menyertai penulis dalam setiap aktivitas, sehingga penulis dapat menyelesaikan penelitian skripsi yang berjudul “Pengaruh Media Sosial Instagram @soalpalu Terhadap Minat Berkunjung Ke Tempat Kuliner”.

Adapun tujuan dari dari penyusunan skripsi ini diajukan sebagai salah satu syarat untuk menempuh pendidikan strata satu (S1) di Universitas Tadulako guna memperoleh gelar Sarjana Ilmu Komunikasi konsentrasi Broadcasting.

Penyusunan skripsi ini tidak lepas dari adanya keterlibatan dari berbagai pihak yang senantiasa membantu dan membimbing penulis dalam suka maupun duka.

Oleh karena itu, penulis ingin menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya secara ucapan terima kasih yang tak terhingga kepada seluruh pihak yang telah membantu moril dan materil demi terwujudnya skripsi ini.

Dengan segala kerendahan hati penulis mengucapkan banyak terima kasih yang sedalam-dalamnya kepada Papa tercinta Hasdin Laondi dan Mama tercinta Rusnawati yang selalu memberikan bentuk dukungan kasih sayang, dan doa

(5)

mengharapkan penulis meraih kesuksesan dimasa depan. Terima kasih juga penulis ucapkan kepada kakak kandung tercinta Novita, Cecep Aditya dan adik Nurhafifah yang sudah membantu dan memberikan dukungan kepada penulis.

Dalam penyusunan dan penyelesaian skripsi ini banyak pihak yang telah membantu dan mendukung penulis guna terselesaikannya skripsi ini. Oleh karena itu, penulis mengucapkan banyak terima kasih kepada :

1. Bapak Prof. Dr. Mahfudz, M.P selaku Rektor Universitas Tadulako.

2. Bapak Prof. Dr. Muhammad Khairil, S.Ag., M.Si selaku Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Tadulako.

3. Ibu Dr. Hj. Nuraisyah Ambo, M.Si selaku Wakil Dekan Bidang Akademik.

4. Bapak Dr. Ilyas, S.Sos., M.I.Kom selaku Wakil Dekan Bidang Umum dan Keuangan.

5. Ibu Dr. Hj. Ani Susanti, S.Sos., M.Si selaku Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan.

6. Ibu Citra Antasari, S.Sos., M.A selaku Ketua Prodi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik.

7. Ibu Anita Pahlevi, S.Sos. M.A selaku Dosen Pembimbing I yang telah bersedia membimbing saya dan telah memberikan banyak saran, arahan dan koreksi. Dan sudah meluangkan waktunya untuk membimbing saya dari siang sampai menjelang magrib.

8. Ibu Dyah Fitria Kartika Sari, S.I.Kom., M.I.Kom selaku Dosen Pembimbing II yang telah membimbing saya dengan penuh kesabaran selama bimbingan proposal, seminar hasil hingga tahap ujian skripsi.

(6)

9. Ibu Dra. Sumarni Zainuddin, M.Si selaku Ketua Tim Penguji sekaligus yang telah memberikan banyak saran dan koreksi atas kesempurnaan skripsi ini.

10. Ibu Andi Akifah, S.Sos., M.ICTM selaku Penguji Utama yang telah memberikan banyak saran, arahan dan koreksi dalam pembuatan skripsi ini.

11. Ibu Dwi Rohma Wulandari, S.I.Kom., M.I.Kom selaku Sekretaris penguji yang telah memberikan saran dan masukan kepada penulis untuk menyelesaikan skripsi ini.

12. Seluruh Dosen Prodi Ilmu Komunikasi, yang namanya penulis tidak sebut satu per satu, terima kasih banyak atas segala dedikasi dan motivasi yang penulis dapatkan selama menempuh pendidikan di Prodi Ilmu Komunikasi ini.

13. Staf Prodi Ilmu Komunikasi, terkhusus untuk Ka Ancha yang dengan penuh kesabaran menghadapi kegaduhan penulis dan membantu segala keperluan administrasi penulis.

14.Mentor magang Yusuf Radjamuda (papa al) serta Kaka-kaka Halaman Belakang Film, terima kasih atas ilmu dan pengalaman yang telah diberikan kepada penulis selama magang di Halaman Belakang Film (HBF).

15.Followers instagram @soalpalu yang bersedia meluangkan waktu untuk mengisi kuesioner yang digunakan dalam penelitian ini.

16.Sahabat-sahabat BRICOLAGE X Rumah Anggur, Gift Ofallah, S.I.Kom, Abdul pengkong, Ardi jae, Ifan mpam, Ahyain, Anca, Fathir boy, Eksal Virgiawan,S.I.Kom, Alfin Hidayat,S.I.Kom, Rafil, Rian, Rizky, Ulfa, Rohani, Dilan, Andi, Gloria Padu,S.I.Kom, Miratul Ginaya, S.I.Kom, Mey briana, Titi Pratiwi, S.I.Kom , Aisyah Lanubari, S.I.Kom, Ayu

(7)

Afifah, S.I.Kom, Ainaya Safitri, S.I.Kom, Citra, Angel. Terima kasih selalu membuat tertawa dan sangat banyak membantu penulis selama perkuliahan, menemani penulis dalam suka duka dan senantiasa memberi dukungan yang luar biasa, menjadi tempat curhat dan menghabiskan banyak pengalaman, sudah menerima penulis sebagai teman serta keluarga di tanah rantau.

17.Sahabat kuantitatif penulis Lutfi Mei Diasasi, S.I.Kom dan Yulyastuti, S.I.Kom terimakasih sudah sabar dan bersedia membantu penulis saat revisi sedari Proposal, Hasil dan pada tahap ini yaitu Skripsi, serta yang selalu memberi semangat Dan senantiasa mendengarkan curhatan penulis.

18. Citra Amalia Rusdianti selaku partner, sahabat, teman yang selalu memberi semangat. Terimakasih sudah menjadi pendengar yang baik, berbagi keluh kesah tentang hal apapun, dukungan penuh dan doa membersamai penulis sejak bertahun-tahun lalu hingga saat ini. Semoga perkuliahan nya juga cepat terselesaikan. Aamiin.

19.Kepada Om Ateng dan Tante Dian, Om Amu dan Tante Hayyatun, yang sudah menjadi orang tua penulis di tanah rantau ini, yang selalu mendoakan penulis, memberi semangat dan dukungan yang tiada henti kepada penulis.

20.Seluruh Teman-teman Ilmu Komunikasi Fisip Untad angkatan 2017 yang banyak memberikan dukungan dalam bentuk memberi pengalaman yang sangat berharga, semangat, serta bantuan selama proses penyelesaian skripsi ini.

21.Sahabat-sahabat saya di UKM Sanggar Seni Kaktus Fisip Untad Terkhusus buat anggota sanggar seni kaktus angkatan 26, Yolanda S.Ip, Tasya

(8)

Qumaira S.Ap, Aras, Faiz, Iyat, Halim, Eunike, Ibal dan Syadila Syahrul S.Ap yang selalu membuat terhibur dengan banyaknya pengalaman lucu dan keren. Tak lupa juga penulis berterima kasih kepada jajaran pendiri, Dewan senior serta Senior yang senantiasa memberi banyak pengalaman di bidang kesenian dengan senang hati.

Akhir kata semoga Allah SWT membalas segala kebaikan mereka yang penulis terima, semoga skripsi ini dapat menjadi masukkan yang bermanfaat bagi pengembangan penelitian di masa mendatang. Amin.

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Palu, 2022

Moh.Rizaldy

(9)

ABSTRAK

Moh Rizaldy (B 501 17 101) Program Studi Ilmu Komunikasi Konsentrasi Broadcasting Universitas Tadulako. Skripsi Pengaruh Media Sosial Instagram @Soalpalu Terhadap Minat Berkunjung Ke Tempat Kuliner.

Dibimbing Oleh Anita Pahlevi Sebagai Pembimbing I dan Dyah Fitria kartika Sari Sebagai Pembimbing II.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh yang signifikan antara media sosial Instagram @soalpalu terhadap minat berkunjung ke tempat kuliner.

Penelitian ini menggunakan teori S-O-R yaitu stimulus organism response Penelitian ini menggunakan tipe eksplanatif dengan pendekatan kuantitatif.

Sampel dalam penelitian ini berjumlah 100 responden atau followers

@soalpalu atau yang pernah melihat postingan kuliner @soalpalu dengan teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner secara online. Untuk analisis data penelitian ini menggunakan analisis regresi linear sederhana dengan bantuan Program SPSS versi 25.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengambilan keputusan dalam uji regresi sederhana berdasarkan nilai signifikansi : dari tabel koefisien diperoleh nilai signifikan sebesar 0,000 < 0,1, sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel media sosial Instagram (X) berpengaruh secara signifikan terhadap variabel minat berkunjung (Y). Pengujian hipotesis pada penelitian ini dengan membandingkan nilai Fhitung > Ftabel sebesar (96,565 > 2,673) dan membandingkan nilai sig. 0,000 < 0,1. Dengan ini dapat disimpulkan hipotesis Ho ditolak dan Ha diterima. Hal tersebut dapat diartikan bahwa variabel X (media sosial instagram) berpengaruh secara signifikan terhadap variabel Y (minat berkunjung).

Kata Kunci : Instagram, Media Sosial, soalpalu.

(10)

DAFTAR ISI

HALAMAN PERSETUJUAN HALAMAN PENGESAHAN

KATA PENGANTAR...ii

ABSTRAK...vii

DAFTAR TABEL...xi

DAFTAR GAMBAR...xii

BAB I...1

PENDAHULUAN...1

1.1 Latar Belakang...1

1.2 Rumusan Masalah...10

1.3 Tujuan Penelitian...10

1.4 Manfaat Penelitian...11

BAB II...12

TINJAUAN PUSTAKA...12

2.1 Media Baru...12

2.2 Media Sosial...16

2.3 Instagram...21

2.4 Teori S-O-R...26

2.5 Minat Berkunjung...28

2.6 Kerangka Pikir...29

2.7 Hipotesis...31

BAB III...32

METODE PENELITIAN...32

3.1 Tipe Dan Dasar Penelitian...32

3.1.1 Tipe Penelitian...32

3.1.2 Dasar Penelitian...32

3.2 Variabel dan Defenisi Operasional Variabel...32

3.2.1 Variabel Penelitian...32

3.2.2 Defenisi Operasional Variabel...33

(11)

3.4 Lokasi Penelitian...37

3.5 Populasi Dan Sampel...37

3.5.1 Populasi Penelitian...37

3.5.2 Sampel Penelitian...37

3.6 Jenis dan Teknik Pengumpulan Data...39

3.6.1 Jenis Data...39

3.6.2 Teknik Pengumpulan Data...39

3.7 Teknik Penguji Instrumen...40

3.7.1 Skala Pengukur...40

3.7.2 Uji Validitas...40

3.7.3 Uji Reliabilitas...41

3.7.4 Uji Normalitas...41

3.8 Analisis Data...42

3.8.1 Regresi Linear Sederhana...42

3.8.2 Uji F...43

BAB IV...45

HASIL DAN PEMBAHASAN...45

4.1 Gambaran Umum Objek Penelitian...45

4.1.1 Profil Singkat @soalpalu...45

4.2 Hasil Penelitian...46

4.2.1 Identitas Responden...46

4.3 Variabel Penelitian...47

4.3.1 Variabel Media Sosial Instagram (X)...48

4.3.2 Variabel Minat Berkunjug (Y)...54

4.4 Hasil Uji Instrumen...58

4.4.1 Hasil Uji Validitas...58

4.4.2 Hasil Uji Reliabilitas...60

4.5 Hasil Uji Asumsi Klasik...61

4.5.1 Hasil Uji Normalitas...61

4.6 Teknik Analisis Data...62

4.6.1 Hasil Uji Regresi Linier Sederhana...62

4.6.2 Hasil Uji F...64

4.7 Pembahasan...65

BAB V...71

(12)

KESIMPULAN DAN SARAN...71

5.1 Kesimpulan...71

5.2 Saran...71

DAFTAR PUSTAKA...73

(13)

DAFTAR TABEL

Tabel 1.1 Perbandingan Media Sosial...6

Tabel 1.2 Penelitian Terdahulu...8

Tabel 3.1 Variabel Penelitian...33

Tabel 3.2 Matriks Penelitian...35

Tabel 3.3 Standar Kategori Guilford...43

Tabel 4.1 Distribusi Responden Berdasarkan Jenis Kelamin...46

Tabel 4.2 Distribusi Responden Berdasarkan Usia...47

Tabel 4.3 Distribusi Jawaban Context...48

Tabel 4.4 Distribusi Jawaban Communication...49

Tabel 4.5 Distribusi Jawaban Collaboration...51

Tabel 4.6 Distribusi Jawaban Connection...52

Tabel 4.7 Distribusi Jawaban Variabel Minat Berkunjung (Y)...54

Tabel 4.8 Hasil Uji Validitas Variabel X...58

Tabel 4.9 Hasil Uji Validitas Variabel Y...59

Tabel 4.10 Hasil Uji Reliabilitas Variabel X...60

Tabel 4.11 Hasil Uji Reliabilitas Variabel Y...60

Tabel 4.12 Hasil Uji Regresi Linier Sederhana...62

Tabel 4.13 Hasil Uji Koefisien Determinasi...64

Tabel 4.14 Hasil Uji F...64

(14)

DAFTAR GAMBAR

Gambar 1.1 Media sosial yang banyak digunakan di Indonesia tahun 2022...2

Gambar 1.2 Ringkasan Pengguna Instagram di Indonesia...3

Gambar 1.3 Profil Instagram @soalpalu...4

Gambar 1.4 Profil Dan Hastag Akun @infopalu...5

Gambar 1.5 Profil Dan Hastag Akun @like_palu...5

Gambar 1.6 Profil Dan Hastag Akun @thisis.palu...6

Gambar 1.7 Kuliner Yang Di unggah akun @soalpalu...7

Gambar 2.1 Model Komunikasi S-O-R...27

Gambar 2.2 Kerangka Pikir...30

Gambar 4.1 Logo Akun @soalpalu...45 Gambar 4.2 Grafik Normal P-Plot Regression 6

(15)

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Media sosial saat ini merupakan media yang sedang trend pada era digital ini. Media sosial digunakan sebagai sarana untuk berinteraksi dan menyampaikan pesan yang berupa foto dan video dengan mudahnya. Hal inilah yang membuat banyak orang melakukan interaksi dengan media sosial. Setiap pesan yang di unggah di media sosial baik foto maupun video dapat dilihat oleh banyak orang, dan inilah yang membuat setiap foto maupun video dapat menjadi sebuah informasi bagi setiap orang yang melihatnya.

Salah satu alasan mengapa media sosial sangat siap disambut oleh masyarakat umum adalah bahwa media sosial membantu untuk menghubungkan orang satu sama lain dengan cara berharga, berarti, dan mudah dengan cara mereka sendiri, dan skala yang belum pernah ada sebelumnya (Munawwaroh, Lubis, dan dkk 2018). Kehadiran sebuah media sosial seperti magnet yang sangat berperan dalam aktivitas bersosial bagi masyarakat Indonesia sehari-hari.

Instagram adalah media sosial yang populer saat ini. Instagram merupakan aplikasi digital untuk berbagi informasi berupa foto dan video dengan semua pengguna instagram di seluruh dunia. Bermacam-macam konten yang disajikan instagram sangat menarik. Misalnya, berbagi cerita, siaran langsung, instagram TV, pertanyaan, feed, reels dan tentu saja berbagi foto dan video. Hal ini menjadi

(16)

daya tarik bagi masyarakat pengguna instagram, termasuk di Indonesia (Trirahayu dan Putri 2019).

Berdasarkan data hasil survei yang telah dilakukan oleh Global Web Index (GWI) – Hootsuite 2021, Media sosial yang paling banyak digunakan di Indonesia, instagram menduduki posisi ketiga dengan pengguna sebanyak 86,6%

dari jumlah populasi, setelah posisi pertama yaitu youtube dengan pengguna sebanyak 93,8% dari jumlah populasi dan posisi kedua whatsapp dengan pengguna 87,7% dari jumlah populasi. Jika dibandingkan dengan media sosial sejenis berbagi foto atau video dan dilihat oleh banyak orang seperti line, twitter, dan facebook. Instagram masih menduduki peringkat teratas media sosial yang paling banyak digunakan.

Gambar 1.1

Media sosial yang banyak digunakan di Indonesia tahun 2021

Jumlah pengguna instagram di Indonesia tahun 2021 sebanyak 85 juta jiwa dengan presentasi berdasarkan gender, perempuan 52,4% dan laki-laki 47,6 % (“Wearesocial.com).

(17)

Gambar 1.2

Ringkasan Pengguna Instagram di Indonesia

Berkembangnya instagram di masyarakat, beragam cara yang dilakukan masyarakat dalam menggunakan instagram seperti tempat untuk berbagi pengalaman, tempat mengekspresikan diri, sebagai media informasi suatu komunitas ataupun sebagai media bisnis (Trirahayu dan Putri 2019). Tidak sedikit pula akun-akun instagram yang menggunakanya untuk berbagi informasi dan mempromosikan kuliner. Saat ini banyak bermunculan tempat kuliner baru di kota Palu yang mempengaruhi tingkat persaingan usaha kuliner. Oleh karena itu, untuk dapat bertahan di industri kuliner para pelaku usaha dituntut untuk mempromosikan kulinernya agar dapat menarik konsumen yang lebih luas.

Media sosial instagram dijadikan sebagai salah satu media dalam mempromosikan kuliner. Hal ini berkaitan karena sekarang ini semakin banyak masyarakat apalagi generasi milenial yang menggunakan media sosial instagram

(18)

baik dalam berinteraksi sosial maupun dalam mencari informasi-informasi yang diinginkan, termasuk salah satunya informasi tentang kuliner (Wiryawan dan Nugroho 2021).

Banyak akun instagram yang dibuat untuk mempromosikan kuliner yang ada di kota-kota di Indonesia. Salah satunya Akun instagram @soalpalu muncul untuk mempromosikan tempat kuliner yang berada di kota palu.

Gambar 1.3

Profil Instagram @SoalPalu (Diakses pada tanggal 25 Maret 2022)

Selain akun @soalpalu terdapat beberapa akun instagram yang mempromosikan kuliner di Kota Palu, Sulawesi Tengah. Seperti akun @InfoPalu,

@LikePalu, dan @ThisIsPalu. Namun akun @soalpalu merupakan akun media sosial terpopuler saat ini. Hal ini dapat dilihat pada artikel Top instagram influencers Kota Palu dimana posisi pertama diduduki oleh akun @soalpalu.

(19)

oleh pengguna instagram yaitu tagar #soalpalu (“Top Instagram influencers from Palu, Central Sulawesi, Indonesia - NinjaOutreach” t.t.) Diakses 8 Maret 2022.

Gambar 1.4

Profil Dan Hastag akun @infopalu

Gambar 1.5

Profil Dan Hastag akun @like_palu

(20)

Gambar 1.6

Profil Dan Hastag akun @thisis.palu Tabel 1.1

Perbandingan Akun Media Sosial 4 juli 2022 pukul 14:44 WITA.

N o

Nama Akun Followers/Pengikut Hastag/Tagar

1 Soalpalu 325ribu 874ribu

2 Infopalu 208ribu 541ribu

3 Likepalu 137ribu 393ribu

4 Thisispalu 43,3ribu 15,2ribu

Dari 4 akun media sosial diatas, akun @soalpalu merupakan akun nomor satu yang menjadi pilihan masyarakat. Dilihat dari jumlah followers dan tagar yang ada pada tabel diatas. Tidak hanya wisata kuliner, akun ini juga mengunggah tempat-tempat yang bisa dikunjungi seperti olshop, destinasi alam

(21)

Gambar 1.7

Kuliner yang di unggah akun @soalpalu (Diakses pada tanggal 25 Maret 2022)

Akun @soalpalu mengunggah minimal 1 foto/video kuliner atau lebih per hari untuk feed Instagram. Foto atau video kuliner yang di unggah @soapalu untuk menginformasikan sekaligus mempromosikan kuliner kepada followersnya.

Akun Instagram @soalpalu secara tidak langsung turut membantu kuliner yang berada kota palu.

(22)

Penelitian terdahulu yang sebelumnya telah dilakukan, dapat di tampilkan pada tabel penelitian sejenis sebagai berikut :

Tabel 1.2 Penelitian Terdahulu

Peneliti 1 Penelitian 2 Penelitian Peneliti Judul Pengaruh Promosi

Media Sosial Instagram Akun

@Duniakulinerbdg Terhadap Minat Pengunjung Sebagai Pemenuhan

Kebutuhan

Informasi Kuliner (2019)

Hubungan antara Media Sosial Instagram

@Kawasanwisatapu nclut dengan Minat Kunjung Followers (2019)

Pengaruh Media Sosial Instagram

@soalpalu Terhadap Minat Berkunjung Ke Tempat Kuliner

Peneliti Nurul Hidayah Dan Diah Agung

Esfandari

Isni Julia Runandar Dan Indri

Rachmawati

Moh.Rizaldy

Universitas Universitas Telkom Universitas Islam

Bandunng Universitas

Tadulako Lokasi

Peneliti

Kota Bandung Kota Bandung Kota Palu

Tujuan Peneliti

Untuk mengetahui pengaruh promosi media sosial instagram akun

@duniakulinerbdg terhadap minat penggunaan sebagai pemenuhan

kebutuhan informasi kuliner.

Ingin mengetahui hubungan antara media sosial instagram

@kawasanwisatapun clut dengan minat kunjung followers.

Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh

postingan kuliner

@soalpalu terhadap minat berkunjung

Teori AIDA AIDA S-O-R

Metode Populasi: Followers akun

@duniakulinerbdg yaitu sebanyak 305.000 terhitung sejak tanggal 24 Oktober 2018.

Populasi: Followers instagram

@kawasanwisatapun clut yang berjumlah 4452 orang followes dalam waktu 3 bulan terakhir di mulai

Populasi:

Followers instagram

@soalpalu dengan jumlah 325ribu followers pada tanggal 25 maret

(23)

Teknik Pengambilan Sampel: Simple Random Sampling

Teknik Pengambilan Sampel: Probability Sampling

Teknik pengambilan sampel: Sampel Aksidental Teknik Analisis

Data: Regresi Linear Sederhana

Teknik Analisis Data: Regresi linear Berganda

Teknik Analisis Data: Regresi Linear Sederhana Hasil

Penelitian

Hasil menunjukkan bahwa terdapat pengaruh promosi media sosial terhadap minat penggunaan sebagai pemenuhan

kebutuhan informasi kuliner berdasarkan uji T, dimana thitung (6,77) > ttabel (1,66055), sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Kemudian, besarnya pengaruh promosi media sosial terhadap minat penggunaan sebagai pemenuhan kebutuhan informasi kuliner yaitu sebesar 56,5% dan sisanya 43,5% dipengaruhi oleh faktor lain berdasarkan uji koefisien determinasi.

Hasil yang didapat dari penelitian ini yaitu bahwa hasil hubungan tertinggi berada pada hubungan media sosial instagram

@Kawasanwistapun clut pada indikator konten dengan minat kunjungan followers pada indikator attention (perhatian), hal ini dapat

diketahui melalui hasil pengujian hipotesis dengan uji korelasi rank spearman didapatkan hasil korelasi sebesar 0.433 dengan signifikansinya sebesar 0.000, hasil korelasi 0.443 berada pada interval 0.40 – 0.599 pada tingkat keeratan yang cukup kuat dan nilai signifikansi sebesar 0.000 lebih kecil dari 0.05 yang berarti signifikan, maka dapat

disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang cukup kuat dan searah antara konten media sosial

Diperoleh hasil penelitian yang menunjukan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel media sosial (X) terhadap variabel minat berkunjung (Y) dengan hasil uji determinasi sebesar 49,6%.

Berdasarkan hasil penelitian, peneliti dapat menilai bahwa pengaruh media sosial akun instagram

@soalpalu terhadap minat berkunjung ke tempat kuliner mampu membuat followers

terpengaruh untuk mengunjungi tempat kuliner tersebut. Adapun menurut kategori Guilford memiliki pengaruh yang kuat, dengan demikian pada hipotesis Ha diterima dan Ho ditolak.

(24)

instagram

@Kawasanwisatapu nclut dengan

attention (perhatian) minat kunjungan followers.

Penelitian ini sangat penting untuk mengetahui seberapa besar pengaruh postingan instagram @soalpalu terhadap minat berkunjung ke tempat kuliner yang ada di palu, Sulawesi Tengah. Selain itu, seperti kita ketahui di palu banyak tempat kuliner yang orang-orang belum ketahui, sehingga dengan adanya akun

@soalpalu tersebut dapat memberikan informasi bahwa tempat kuliner di kota palu sangat banyak. Berangkat Dari latar belakang di atas peneliti mengambil judul “Pengaruh Media Sosial Instagram @Soalpalu Terhadap Minat Berkunjung Ke Tempat Kuliner”

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah di jelaskan di atas, maka dapat di rumuskan permasalahanya adalah “Apakah media sosial instagram @soalpalu memiliki pengaruh yang signifikan terhadap minat berkunjung ke tempat kuliner?”

1.3 Tujuan Penelitian

Untuk mengetahui adanya pengaruh yang signifikan antara media sosial instagram @soalpalu terhadap minat berkunjung ke tempat kuliner.

(25)

1.4 Manfaat Penelitian

1. Manfaat Teoritis

Penelitian ini bermanfaat bagi pengembangan ilmu komunikasi dan dapat di jadikan referensi bagi penelitian selanjutnya terkait media sosial ataupun new media.

2. Manfaat Praktis

Secara praktis, Penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat sebagai acuan untuk lebih meningkatkan pemaanfaatan media terutama instagram sebagai media informasi yang berada di kota palu.

(26)

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Media Baru

Istilah “New Media” telah digunakan sejak tahun 1960-an dan telah mencakup seperangkat teknologi komunikasi terapan yang semakin berkembang dan beragam. New media merupakan media yang menawarkan digitisation, convergence, interactivity dan development of network terkait penambahan pesan dan penyampaian pesannya. kemampuan menawarkan interaktivitas memungkinkan pengguna dari new media memiliki pilihan informasi apa yang dikonsumsi, sekaligus mengendalikan keluaran informasi yang dihasilkan serta melakukan pilihan-pilihan yang diinginkannya. Kemampuan menawarkan suatu interactivity inilah merupakan konsep sentral pemahaman tentang new media, menurut Flew (McQuail 2011:89).

Klaim status paling utama sebagai media baru dan mungkin juga sebagai media massa adalah internet. Meskipun demikian, ciri-ciri massal bukanlah karakteristik utamanya. Pada awalnya, internet dimulai sebagai alat komunikasi non komersial dan pertukaran data antara profesional, tetapi perkembangan selanjutnya adalah internet sebagai alat komunikasi pribadi dan antar pribadi (Castells), media ini belum matang maupun memiliki definisi yang jelas sejalan dengan penilaian Lievrouw yang menyatakan bahwa “belum terdapat bentuk

(27)

(daring)” walaupun demikian, kita juga dapat melihat aplikasi mesin pencari dan situs jaringan sosial sebagai aplikasi yang unik dan dominan. (McQuail 2011:44)

Lima Kategori utama new media yang memiliki kesamaan saluran tertentu dan kurang lebih dibedakan berdasarkan jenis pengguna, konten dan konteks, antara lain sebagai berikut (McQuail 2011:156).

1. Media komunikasi antar pribadi (interpersonal communication media), meliputi telepon dan surat elektronik (terutama untuk pekerja, tetapi menjadi semakin personal). Secara umum, konten bersifat pribadi dan mudah dihapus dan hubungan yang tercipta dan dikuatkan lebih penting daripada informasi yang disampaikan.

2. Media permainan interaktif (interactive play media), media ini terutama berbasis komputer dan video game, ditambah peralatan realitas virtual.

Inovasi utamanya terletak pada interaktivitas dan mungkin dominasi dari kepuasan proses atas penggunaan.

3. Media pencari informasi (information search media), media ini mencakup kategori lebih luas yaitu seperti internet/www (word wide web), yang dianggap sebagai sumber perpustakaan dan sumber data dengan informasi yang lebih terbuka. Posisi mesin pencari ini menjadi sangat penting sebagai alat bagi para pengguna sekaligus sebagai sumber pendapat bagi internet.

(28)

4. Media partisipasi kolektif (collective participatory media), kategorinya khusus meliputi pengguna internet untuk berbagi dan bertukar informasi, gagasan, dan pengalaman, serta untuk mengembangkan hubungan pribadi (yang diperantarai komputer). Situs jejaring sosial termasuk kelompok ini.

5. Subtitusi media penyiaran ( substitution of broadcasting media), acuan utamanya adalah pengguna media untuk menerima atau mengunduh konten yang sebelumnya disiarkan atau disebarluaskan dengan metode lain yang serupa.

Lister (2009:13-14) mengatakan bahwa media baru memiliki beberapa karakteristik yaitu : digital, interaktif, hipertekstual, virtual, jaringan, dan simulasi.

1. Digital: Media baru mengacu pada media digital dimana semua data diproses dan disimpan dalam format numerik dan keluar nya disimpan dalam bentuk cakram digital. media digitalisasi memiliki beberapa manfaat. Artinya, dematerialisasi atau atau pemisahan teks dari bentuk fisiknya. Data dikompres menjadi ukuran kecil, mudah diakses, dan tidak memerlukan banyak ruangan disk untuk menyimpan data, kecepatan tinggi yang memudahkan memanipulasi data.

2. Interaktif: Keunggulan atau keistimewaan utama dari media baru.

(29)

lain dan secara langsung melibatkan mereka dalam mengubah gambar dan teks yang mereka akses.

3. Hiperteks: Teks yang mampu menghubungkan dengan teks lain diluar teks yang ada. Hiperteks ini memungkinkan pengguna dapat membaca teks secara berurutan seperti media lama, tetapi memungkinkan untuk memulai dari mana saja.

4. Jaringan: Karakteristik ini berkaitan dengan ketersediaan konten berbagi melalui internet. Karakteristik ini termasuk konsumsi. Misalnya, mengkonsumsi teks media menghasilkan sejumlah besar teks yang secara signifikan berbeda dari apa yang tersedia dengan cara yang berbeda.

5. Virtual: Karakteristik ini berkaitan dengan upaya untuk menciptakan dunia yang diciptakan oleh keterlibatan dalam lingkungan yang dibuat dengan grafik komputer dan video digital,

6. Simulasi: Simulasi tidak jauh berbeda dengan virtual. Karakter ini terkait dengan penciptaan dunia buatan yang dibuat oleh model tertentu.

Perkembangan teknologi komunikasi informasi harus harus diakui memberikan paradigma baru yang mengubah keseluruhan cara pandang manusia tentang berbagai masalah dan persoalan yang ada di muka bumi ini. Djamal dan Fachruddin (2011:37) mengatakan perubahan paradigm ini juga memberikan

(30)

dampak buruk setelah lahirnya new media. Berikut ini beberapa hal negatif kehadiran new media:

1. Transaksi data dan informasi pada dunia maya menimbulkan kemungkinan pencurian data pribadi. Hal ini biasa dilakukan oleh para hacker yang tak bertanggung jawab dengan tujuan-tujuan tertentu.

2. Penyebaran wabah virus. Terbukanya arus informasi dan komunikasi juga dapat membawa virus yang berkedok aplikasi dengan mudah menyebar.

3. Permasalahan rasa ketagihan berlebihan, contohnya pada saat bermain game online atau jejaring sosial.

4. Mengesampingkan etika berkomunikas.

2.2 Media Sosial

Menurut Kotler dan Keller, media sosial adalah sarana bagi konsumen untuk berbagi informasi teks, gambar, audio, dan video dengan pengguna lain atau perusahaan. Sementara itu, Tim Pusat Humas Perdagangan Republik Indonesia (2014) mengemukakan bahwa media sosial merupakan media online dimana pengguna (user) dapat berbagi, berpartisipasi, dan membuat konten melalui aplikasi berbasis internet (Solikha dan Sunarti 2019).

(31)

Media Sosial memiliki karakteristik khusus yang tidak dimiliki oleh beberapa jenis media lainnya. Ada Batasan-batasan dan ciri khusus tertentu yang hanya dimiliki oleh media sosial dibanding dengan media lainnya. Salah satunya adalah media sosial beranjak dari pemahaman bagaimana media tersebut digunakan sebagai sarana sosial di dunia virtual. Menurut (Nasrullah 2018: 16-18) karakteristik media sosial, yaitu :

1. Jaringan

Karakter media sosial adalah membentuk jaringan di antara penggunanya, Tidak peduli apakah di dunia nyata (offline) antar pengguna itu saling kenal atau tidak, namun kehadiran media sosial memberikan medium bagi pengguna untuk terhubung secara sadar maupun tidak.

2. Informasi

Informasi menjadikan komoditas yang dikonsumsi oleh pengguna.

Komoditas tersebut pada dasarnya merupakan komoditas yang diproduksi dan didistribusikan

3. Arsip

(32)

Kehadiran media sosial memberikan akses yang luar biasa terhadap penyimpanan. Pengguna tidak lagi terhenti pada memproduksi dan mengkonsumsi informasi, tetapi juga informasi itu telah menjadi bagian dari dokumen yang tersimpan.

4. Interaksi

Dua tipologi untuk mendekati kata interaksi dalam perspektif media baru, yakni tipe terbuka dan tipe tertutup. Tipe terbuka, pengguna memiliki kebebasan menentukan bagaimana jaringan ini untuk dibentuk dan bagaimana interaksi itu terjadi. Sementara tipe tertutup, khalayak diberikan pilihan-pilihan selayaknya jalan yang setiap belokan akan membawa pada arah dan tujuan yang berbeda.

5. Simulasi sosial

Gagasan simulasi bahwa kesadaran yang akan real di benak khalayak semakin berkurang dan tergantikan dengan realitas semu. Realitas media merupakan hasil proses simulasi, dimana representasi yang ada di media telah diproduksi dan direproduksi oleh media menjadi realitas tersendiri.

6. Konten oleh pengguna

(33)

Konten oleh pengguna ini adalah sebagai penanda bahwa di media sosial khalayak tidak hanya memproduksi konten di ruang yang disebut Jordan sebagai “their own individualized place” tetapi juga mengkonsumsi konten yang diproduksi oleh pengguna lain.

Berikut adalah definisi media sosial yang berasal dari berbagai literatur penelitian Fuchs (Nasrullah 2018:11)

1. Menurut Mandiberg (2012), media sosial adalah media yang mewadahi kerjasama di antara pengguna yang menghasilkan konten (user generated content).

2. Menurut Shirky (2008), media sosial dan perangkat lunak sosial merupakan alat untuk meningkatkan kemampuan pengguna untuk berbagi (to share), bekerja sama (to co-operate) di antara pengguna dan melakukan tindakan secara kolektif yang semuanya berada diluar kerangka institusional maupun organisasi.

3. Boyd (2009) menjelaskan media sosial sebagai kumpulan perangkat lunak yang memungkinkan individu maupun komunitas untuk berkumpul, berbagi, berkomunikasi, dan dalam kasus tertentu saling berkolaborasi atau bermain. Media sosial memiliki kekuatan pada user-generated content (UGC) dimana konten dihasilkan oleh pengguna, bukan oleh editor sebagaimana di institusi di media massa.

(34)

4. Menurut Van Dijk (2013), media sosial adalah platform media yang memfokuskan pada eksistensi pengguna yang memfasilitasi mereka dalam beraktivitas maupun berkolaborasi. Karena itu, media sosial dapat dilihat sebagai medium (fasilitator) online yang menguatkan hubungan antar pengguna sekaligus sebagai sebuah ikatan sosial.

5. Meike dan Young (2012) mengartikan kata media sosial sebagai konvergensi antara komunikasi personal dalam arti saling berbagi di antara individu (to be shared one-to-one) dan media publik untuk berbagi kepada siapa saja tanpa ada kekhususan individu.

Namun Nasrullah (2018:12) menjelaskan dalam bukunya berjudul media sosial, bahwa media sosial adalah medium internet yang memungkinkan pengguna mempresentasikan dirinya maupun interaksi, bekerjasama, berbagi, berkomunikasi dengan pengguna lain, dan membentuk ikatan sosial secara virtual.

Pengantar media sosial memiliki kelebihan dibandingkan dengan media konvensional, antara lain:

1. Kesederhanaan

Dalam sebuah produksi media konvensional dibutuhkan keterampilan tingkat tinggi dan keterampilan marketing yang unggul. Sedangkan media sosial sangat mudah digunakan, bahkan untuk orang tanpa dasar IT-pun

(35)

dapat mengaksesnya, yang di butuhkan hanyalah smartphone,komputer jinjing dan koneksi internet.

Media sosial menawarkan kesempatan tak tertandingi untuk berinteraksi dengan pelanggan dan membangun hubungan. Perusahaan tidak dapat melakukan hal tersebut. Media tradisional hanya melakukan komunikasi satu arah.

2. Jangkauan Global

Media tradisional dapat menjangkau secara global tetapi tentu saja dengan biaya yang sangat mahal dan memakan waktu. Melalui media sosial dapat mengkonsumsikan informasi dalam sekejap, terlepas dari lokasi geografis.

Media sosial juga memungkinkan menyesuaikan konten anda untuk setiap segmen pasar dan memberikan kesempatan bisnis untuk mengirimkan pesan kepada banyak pengguna.

3. Terukur

Dengan sistem tracking yang mudah, pengirim pesan dapat terukur, sehingga perusahaan langsung dapat mengetahui efektivitas promosi.

Tidak demikian dengan media konvensional yang membutuhkan waktu yang sama.

(36)

Chris Heuer pendiri social media club dan inovator media baru yang dimuat dalam buku engange berpendapat bahwa terdapat 4C digunakan sebagai indikator dalam menggunakan media sosial (Solis 2010:263), diantaranya yaitu:

1. Context: “How we frame our stories”. Yaitu bagaimana membentuk sebuah cerita atau pesan (informasi) seperti halnya bentuk dari pesan itu sendiri, pengguna bahasa dan isi dari pesan tersebut.

2. Communication: “The practice of sharing our sharing story as well as listening, responding, and growing”. Yaitu berbagi cerita dan pesan (informasi) dengan cara mendengar, merespon dan dengan berbagai cara yang membuat pengguna merasa nyaman dan pesan tersampaikan dengan baik.

3. Collaboration: “Working together to make things better and more efficient and effective”. Yaitu bekerja sama antara sebuah akun atau perusahaan dengan penggunanya di media sosial untuk membuat segala hal menjadi baik dan lebih efektif serta efisien.

4. Connection: “The Relationships we forge and maintain”. Yaitu memelihara hubungan yang telah terbina. Bisa dengan melakukan sesuatu yang bersifat berkelanjutan sehingga pengguna merasa lebih dekat dengan sebuah akun maupun perusahaan pengguna media sosial.

(37)

2.3 Instagram

Instagram adalah jejaring sosial yang tumbuh dari sebuah perusahaan Bernama Burbn, Inc, yang didirikan pada 6 oktober 2010. Perusahaan ini didirikan oleh Kevin Systrom dan Mike Krieger yang saat ini menjadi CEO instagram. Instagram berasal dari pemahaman fungsi umum dari aplikasi ini.

Kata “insta” berasal dari kata “instan”, seperti kamera polaroid, yang pada saat itu lebih dikenal sebagai “foto instan”. Instagram juga bisa langsung menampilkan foto, seperti polaroid didalam tampilannya. Kata “gram” berasal dari kata

telegram”, yang digunakan untuk mengirim informasi dengan cepat ke orang lain. Selain itu, instagram dapat mengunggah foto melalui jaringan internet sehingga informasi yang ingin disampaikan dapat diterima dengan cepat (“Instagram” t.t.)

Seiring waktu, instagram telah menjadi layanan photo sharing terpercaya dengan dengan segudang prestasi dan jutaan pengguna. Kesuksesan telah dicapai platform IOS, platform yang menonjol setelah IOS adalah android. Karena platform Google relatif baru, tetapi sekarang menjadi yang terbesar di dunia.

Masuk ke platform yang dibuat oleh google berarti menjangkau lebih banyak pengguna di seluruh dunia. Mulai 3 April 2012, pengguna android sudah bisa mengunduh aplikasi ini. Jumlah pengguna instagram yang sebelumnya 30 juta, meningkat 1 juta menjadi 31 juta hanya dalam waktu 12 jam dan terus bertambah secara signifikan. Hal ini juga meningkatkan nilai tawar instagram sebagai layanan photo sharing dan burn sebagai perusahaan yang menaunginya semakin

(38)

tinggi. Pada 1 Mei 2012, jumlah pengguna melesat menjadi 50 juta dan dan terus bertambah rata-rata 5 juta setiap minggu (Atmoko 2012:14-15).

Hanya 6 hari setelah kehadirannya yang booming di android, instagram menyebabkan kegemparan yang lebih besar. Perusahaan ini sangat suka rela dibeli oleh facebook. Perusahaan media sosial terbesar di dunia tersebut mengakuisi penuh dengan nilai USD 1 miliar. Seketika, pendirinya menjadi orang kaya baru.

Kevin Systrom memperoleh 40%, Mike 10%, dan sisanya dibagikan kepada karyawan dan investor. Nilai yang fantastis untuk layanan pengelolah foto dibandingkan dengan flickr yang ketika dibeli yahoo! pada tahun 2005 hanya dihargai USD 35 juta (Atmoko 2012:16).

Atmoko (2012:28) Dalam bukunya yang berjudul Instagram Handbook menjelaskan bahwa aplikasi instagram memiliki 5 menu utama, yaitu sebagai berikut:

1. Home Page

Halaman utama menampilkan linimasi foto-foto terbaru dari semua pengguna yang telah diikuti

2. Comment

(39)

3. Explore

Explore merupakan dari tampilan dari foto-foto popular yang paling banyak disukai para pengguna instagram.

4. Profile

Di halaman profile kita bisa mengetahui secara detail mengenai informasi pengguna, baik itu diri kita maupun orang lain sesama pengguna.

5. News Feed

Fitur ini menampilkan notifikasi terhadap berbagai aktivitas yang dilakukan oleh pengguna instagram.

Selain itu, menurut Atmoko (2012:52) ada beberapa bagian yang perlu diisi agar foto yang di unggah lebih informative. Bagian-bagian nya adalah sebagai berikut:

1. Judul

(40)

Membuat judul atau caption foto lebih bersifat untuk memperkuat karakter atau pesan yang ingin disampaikan pada foto tersebut.

2. Hashtag

Hashtag adalah suatu label berupa suatu kata yang diberi awalan symbol bertanda pagar (#). Fitur pagar ini penting karena memudahkan pengguna untuk menemukan foto-foto di instagram dengan label tertentu.

3. Lokasi

Instagram memaksimalkan teknologi ini dengan menyediakan fitur lokasi, sehingga setiap foto yang di unggah akan menampilkan lokasi dimana pengambilannya.

Meski instagram di sebut sebagai layanan photo sharing, tetapi instagram juga merupakan jejaring sosial. Kita bisa berinteraksi dengan pengguna lain disini (Atmoko 2012:59). Ada beberapa hal yang dapat kita lakukan dengan instagram, yaitu :

1. Follow

Bisa di bayangkan betapa sepinya ketika sendirian di dunia instagram yang meriah, oleh karena itu dengan adanya follow memungkinkan kita

(41)

untuk mengikuti atau berteman dengan pengguna lain yang kita anggap menarik untuk diikuti.

2. Like

Jika menyukai foto yang ada di linimasi, jangan segan-segan untuk memberi like. Pertama dengan menekan tombol like di bagian bawah caption yang bersebelahan dengan komentar. Kedua, dengan double tap (mengikuti dua kali) pada foto yang disukai.

3. Komentar

Sama seperti like, komentar adalah bagian dari interaksi namun lebih hidup dan personal. karena lewat komentar, pengguna mengungkapkan pikirannya melalui kata-kata. kita bebas memberi komentar apapun terhadap foto, baik itu saran, pujian atau kritikan.

4. Mentions

Fitur ini memungkinkan kita untuk memanggil pengguna lain. caranya adalah dengan menambah tanda arroba (@) dan memasukan akun instagram dari pengguna tersebut.

5. Berbagi

(42)

Fitur ini dimana pengguna membagikan postingan ke teman mereka melalui DM atau Direct Message.

6. Direct Message

Direct Message atau biasa disebut (DM) adalah yang berarti pesan langsung, sesuai namanya, jadi fitur DM ini memungkinkan kamu untuk mengirimkan pesan berupa teks, gambar hingga video.

7. Simpan Ke Koleksi

Ini adalah fitur dimana kita bisa menyimpan postingan ke koleksi agar untuk memudahkan kita untuk mencari postingan yang kita simpan dengan mudah.

8. Instastory

Instastory merupakan salah satu fitur instagram yang berguna untuk berbagi cerita keseharian dalam bentuk video singkat, teks dan foto ataupun gambar.

9. Instagram Reels

(43)

Instagram Reels adalah video menarik dan imersif yang bisa digunakan untuk mengekspresikan kisa mereka anda secara kreatif, mengedukasi pemirsa, dan membantu bisnis anda mudah ditemukan oleh orang yang mungkin menyukainya.

10. Siaran Langsung

Dimana kita dapat ditonton oleh teman pengguna instagram lain secara langsung atau live.

11. Instagram Shopping

Toko atau Instagram Shopping salah satu fitur terbaru instagram. Fitur ini diklaim mampu menghadirkan pengalaman belanja e-commerce di dalam media sosial instagram.

12. Notifikasi

Notifikasi instagram yaitu dimana kamu akan dapat selalu update terhadap informasi atau pesan penting ketika pengguna lain menyukai atau mengomentari postingan kamu.

(44)

2.4 Teori S-O-R

Teori S-O-R sebagai singkatan dari Stimulus-Organism-Response ini semula berasal dari ilmu psikologi. Bahkan jika ini berubah menjadi teori komunikasi, tidak mengherankan karena objek material ilmu psikologi dan ilmu komunikasi adalah sama. singkatnya, manusia dan jiwanya mengandung unsur sikap, opini, kognisi, afeksi, dan konasi (Effendy 2003:254).

Menurut teori stimulus-organism-response ini, efek yang dihasilkan merupakan reaksi khusus terhadap stimulus tertentu, sehingga seseorang dapat mengharapkan dan memprediksi kesesuaian antara pesan dan reaksi komunikan.

Oleh karena itu, unsur dari model ini adalah bahwa “pesan yang disampaiakan komunikator ke komunikan akan menimbulkan suatu efek yang kehadirannya terkadang tanpa disadari komunikan” (Effendy 2003:254).

1. Pesan (Stimulus, S)

2. Komunikan (Organism, O)

3. Efek (Response, R)

Menurut Framanik (2012:58) ada beberapa faktor yang mempengaruhi keberhasilan implementasi teori S-O-R. Adapun faktor-faktor tersebut sebagai

(45)

1. Faktor komunikator, hal ini berkaitan dengan siapa yang memberikan stimulus, seorang komunikator dituntut untuk memiliki kredibilitas yang tinggi, kemampuan berkomunikasi yang menandai, dan juga daya tarik yang dapat menarik perhatian komunikan.

2. Faktor media, agar pesan atau gagasan dapat mudah diterima oleh komunikan maka seorang komunikator harus mampu menggunakan media yang sesuai dengan karakteristik komunikan, hal ini bertujuan untuk memudahkan proses pemahaman.

3. Faktor karakteristik komunikan (organisme), faktor ini sangat menentukan apakah gagasan yang disampaikan akan diterima atau ditolak, sehingga mendalam terhadap komunikan akan memungkinkan tingkat keberhasilan stimulus yang diberikan sangat besar.

(46)

Gambar 2.1

Model Komunikasi S-O-R

Dari gambar 2.1 kita dapat melihat bahwa stimulus atau pesan yang diterima oleh komunikan melalui media, salah satunya yaitu media sosial diterima oleh organism atau komunikan dan kemudian menimbulkan response atau efek.

Stimulus atau pesan yang disampaikan kepada komunikan mungkin diterima atau mungkin ditolak. Komunikan dilakukan ketika perhatian komunikan muncul.

Proses selanjutnya komunikan mengerti. Kemampuan komunikan inilah yang kemudian melanjutkan proses berikutnya. Setelah komunikan memproses dan menerimanya, maka terjadilah kesediaan komunikan untuk mengubah sikap.

2.5 Minat Berkunjung

Minat adalah adalah rasa kesukaan dan rasa ketertarikan terhadap suatu hal atau kegiatan tanpa ada yang menyuruh. Minat juga merupakan sumber motivasi yang mendorong orang untuk melakukan apa yang mereka inginkan ketika mereka memiliki kebebasan untuk memilih. Ketika mereka melihat sesuatu yang menguntungkan, mereka berminat dan membawa kepuasan, ketika kepuasan

(47)

Marketing for Hospitality and Tourism mengasumsikan bahwa minat beli konsumen dapat disamakan dengan minat wisatawan untuk berkunjung. Hal ini terlihat dari perilaku yang sama. Tidak ada teori yang terkait mengenai minat dan keputusan berkunjung, namun hal ini sesuai dengan teori kotler et al, minat berkunjung di samakan dengan minat beli, yang diukur dengan indikator yang sama. Konsumen atau wisatawan harus mempertimbangkan beberapa pertimbangan saat memutuskan untuk berkunjung seperti halnya sebelum melakukan pembelian. Dalam proses seleksi terdapat aspek dimana calon konsumen atau wisatawan dapat menentukan apa tujuan dari pemilihan di benak konsumen atau wisatawan. Dorongan yang kuat dan memotivasi untuk memilih tindakan ini dikenal sebagai minat (Munawwaroh, Lubis, dan Si 2018:5).

Menurut (Durianto 2003:109) minat beli merupakan sesuatu yang berhubungan dengan rencana konsumen untuk membeli produk tertentu.

Sedangkan menurut (Ferdinand 2002:209) minat beli/berkunjung dapat diidentifikasi melalui beberapa indikator sebagai berikut:

1. Minat Transaksional, yaitu kecenderungan seseorang untuk membeli suatu produk.

2. Minat Refrensial, yaitu kecenderungan seseorang untuk merefrensikan suatu produk kepada seseorang.

(48)

3. Minat Preferensial, yaitu minat yang menggambarkan perilaku seseorang yang memiliki preferensi utama pada suatu produk. Preferensi dapat diganti jika terjadi sesuatu dengan produk tersebut.

4. Minat Eksploratif, minat ini menggambarkan perilaku seseorang yang selalu mencari informasi mengenai suatu produk yang diminatinya dan mencari informasi yang mendukung sifat-sifat positif dari produk tersebut.

2.6 Kerangka Pikir

Untuk memudahkan peneliti dalam melakukan penelitian, maka di perlakukan adanya kerangka pikir. Dalam penelitian ini, kerangka pikir yang peneliti gunakan adalah sebagai berikut:

Pengaruh Media Sosial Instagram @soalpalu Terhadap Minat Berkunjung Ke Tempat Kuliner

(49)

Gambar 2.2 Teori S-O-R

Minat Berkunjung (Y) Minat Transaksional Minat Referensial Minat Preferensial Minat Eksploratif (Ferdinand, 2002: 209) Media Sosial Instagram (X)

Context

Communication Collaboration Connection (Solis, 2010: 263)

Followers @Soalpalu

(50)

Kerangka Pikir

Pemanfaatan instagram saat ini sangat beragam, selain menjadi akun media sosial pribadi, instagram juga digunakan sebagai media sosial promosi. Seperti yang dilakukan oleh @soalpalu. akun instagram @soalpalu tersebut salah satu media promosi untuk menginformasikan kuliner yang berada di kota palu.

Penelitian ini didasarkan pada teori S-O-R sebagai teori utama dalam mendukung penelitian ini, dimana media massa menimbulkan efek yang terarah, segera dan langsung pada komunikan. Adapun kaitannya dengan penelitian ini, teori S-O-R menganggap bahwa pengguna media sosial instagram sebagai (organisme) yang terkena terpaan pesan (stimuli) @soalpalu di instagram merespon dengan cara tertentu baik secara positif atau negatif.

2.7 Hipotesis

Uji hipotesis digunakan bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh yang cukup jelas dan dapat dipercaya antara variabel independen dengan variabel dependen. Dalam penelitian ini tingkat kesalahan ditetapkan sebesar 10% (0,1). Dasar pengambilan keputusan uji hipotesis dikonsultasikan dengan uji F membandingkan nilai Fhitung dan Ftabel dengan ketentuan sebagai berikut:

Jika: Fhitung < Ftabel, maka Ho diterima dan Ha ditolak

(51)

Jika: Fhitung > Ftabel, maka Ho ditolak dan Ha diterima

Ho: Media sosial instagram @soalpalu tidak berpengaruh secara signifikan terhadap minat berkunjung ke tempat kuliner

Ha: Media sosial instagram @soalpalu berpengaruh secara signifikan terhadap minat berkunjung ke tempat kuliner

(52)

BAB III

METODE PENELITIAN

3.1 Tipe Dan Dasar Penelitian 3.1.1 Tipe Penelitian

Tipe Penelitian yang telah digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif eksplanatif. Penelitian eksplanatif adalah penelitian yang menjelaskan suatu generalisasi sampel terhadap populasinya atau menjelaskan hubungan, perbedaan atau pengaruh satu variabel dengan variabel yang lain. Oleh karena itu, eksplanatif menggunakan sampel dan hipotesis (Bungin 2011:46). Penggunaan tipe penelitian ini dianggap sesuai dengan penelitian yang telah dilakukan yaitu untuk melihat apakah ada pengaruh yang signifikan antara media sosial instagram

@soalpalu terhadap minat berkunjung ke tempat kuliner.

3.1.2 Dasar Penelitian

Dasar penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan metode survei. Metode ini merupakan metode penelitian yang dalam melakukan pengumpulan datanya menggunakan kuesioner, yaitu daftar pertanyaan tertulis yang diajukan pada sekelompok orang yang disebut sampel (Abidin 2015:21).

Metode survei membedah dan mengenal masalah-masalah serta mendapatkan pembenaran terhadap keadaan dan praktik-praktik yang sedang berlangsung.

(53)

3.2 Variabel dan Definisi Operasional Variabel 3.2.1 Variabel Penelitian

Variabel penelitian adalah suatu atribut atau sifat atau nilai dari orang, objek atau kegiatan yang mempunyai variasi tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya (Sugiyono 2014:38-39). Adapun variabel penelitian ini dibagi menjadi dua yaitu:

a. Variabel Independen: variabel ini sering disebut sebagai variabel stimulus, prediktor, antecedent. Dalam bahasa indonesia sering disebut sebagai variabel bebas. Variabel bebas adalah merupakan variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab perubahannya atau timbulnya variabel dependen (terikat).

b. Variabel Dependen: sering disebut sebagai variabel output, kriteria, konsekuen. Dalam bahasa indonesia sering disebut sebagai variabel terikat. Variabel terikat merupakan variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat, karena adanya variabel bebas.

Berikut ini bagan kerangka variabel penelitiannya:

Tabel 3.1

Variabel Penelitian

Variabel Dependen (Y) Minat Berkunjung

Minat Transaksional Minat Refrensial Variabel Independen (X)

Media Sosial Instagram Context

Communication

(54)

3.2.2 Definisi Operasional Variabel

Definisi operasional berisikan indikator-indikator dari setiap variabel yang memungkinkan peneliti mengumpulkan data yang relevan untuk variabel tersebut.

Tujuannya untuk memberikan gambaran tentang objek yang akan diteliti agar persepsi terhadap istilah yang digunakan dalam penelitian ini memiliki kesamaan makna dan maksud sehingga tidak memerlukan penafsiran yang berbeda-beda.

Adapun definisi operasional dalam penelitian ini adalah:

1. Media sosial instagram (variabel X) adapun sub variabel yang digunakan yaitu:

a. Context, Cara penyampaian pesan atau informasi dari akun @soalpalu

b. Communication, pemberian respon akun @soalpalu kepada followersnya

(55)

c. Collaboration, Kerja sama antara followers dengan akun @soalpalu untuk hal yang baik, efektif, dan efisien

d. Connection, Akun @soalpalu memberikan informasi terbaru terkait tempat kuliner

2. Minat Berkunjung (variabel Y) adapun sub variabel yang digunakan mengacu pada pendapat ferdinand yaitu:

a. Minat Transaksional, keinginan followers dalam minat berkunjung ke tempat kuliner yang di posting akun @soalpalu

b. Minat Refrensial, keinginan followers untuk merekomendasikan ataupun mengajak teman atau keluarga untuk mengunjungi tempat kuliner yang di posting akun @soalpalu.

c. Minat Preferensial, Keinginan followers untuk berkunjung kembali karena adanya daya tarik di tempat kuliner tersebut.

d. Minat Eksplorasi, Keinginan followers dalam mencari tahu lebih banyak tempat kuliner.

3.3 Matriks Penelitian

Tabel 3.2

Matriks Penelitian

Variabel Sub Variabel Item Pertanyaan/Pernyataan Skala

(56)

Pengukura n Media Sosial

Instagram Context 1. Caption yang disampaiakan melalui postingan akun

@soalpalu dalam

mempromosikan kuliner sudah sangat jelas

2. Penggunaan Bahasa yang digunakan akun @soalpalu dalam mempromosikan kuliner mudah dimengerti

Likert, 4=Sangat Setuju, 3=Setuju, 2=Tidak Setuju, 1=Sangat Tidak Setuju

Communicatio n

1. Saya mendapatkan feedback berupa jawaban dari

pertanyaan mengenai tempat kuliner dari akun @soalpalu

2. Akun @soalpalu merespon dengan baik pertanyaan followersnya

Likert

Collaboration 1. Akun @soalpalu memiliki interaksi sosial yang baik dan cepat terhadap followers nya

2. Saya berkontribusi dengan memberikan hastag maupun menandai akun Instagram

@soalpalu terkait postingan mengenai tempat kuliner

Likert

(57)

informasi yang up to date terkait tempat kuliner

2. Kebutuhan informasi saya mengenai tempat kuliner bergantung pada informasi yang di bagikan akun

@soalpalu Minat

Berkunjung

Minat

Transaksional

1. Setelah melihat postingan kuliner dari akun @soalpalu saya tertarik untuk

mengunjunginya

2. Dalam beberapa hari kedepan saya akan mengunjungi tempat kuliner setelah melihat postingan dari akun

@soalpalu

Likert

Minat

Refrensial 1. Saya ingin

merekomendasikan Akun

@Soalpalu kepada teman atau keluarga sebagai media sosial informasi tentang kuliner 2. Dalam beberapa hari kedepan

saya akan mengajak teman atau keluarga saya untuk mengunjungi tempat kuliner dari postingan akun

@soalpalu

Likert

Minat Preferensial

1. Setelah mengunjungi tempat kuliner dari postingan akun

@soalpalu tersebut saya tertarik untuk

mengunjunginya kembali

Likert

(58)

2. Setelah mengunjungi tempat kuliner dari postingan akun

@soalpalu tersebut sangat memuaskan saya sesuai dengan gambar atau video dari postingan akun

@soalpalu Minat

Eksploratif

1. Saya ingin mencari tahu lebih banyak tempat kuliner melalui akun @soalpalu

2. Akun instagram @soalpalu sudah memenuhi dalam memberikan informasi kuliner dibandingkan dengan akun sejenisnya

Likert

3.4 Lokasi Penelitian

Lokasi penelitian ini dilakukan di palu tepatnya pada followers atau pengikut akun instagram @soalpalu dengan cara mengirimkan kuesioner melalui fitur direct message dan InstaStory di instagram untuk mengumpulkan data penelitian yang dibutuhkan oleh peneliti.

3.5 Populasi Dan Sampel 3.5.1 Populasi Penelitian

Populasi adalah obyek/subyek yang mempunyai kuantitas dan karakteristik

(59)

kesimpulannya. Populasi juga bukan sekedar jumlah yang ada pada objek/subjek yang dipelajari, tetapi meliputi seluruh karakteristik/sifat yang dimiliki oleh subyek atau obyek itu (Sinambela 2014:94).

Sedangkan menurut (Sekaran 2006:121) Populasi Mengacu pada keseluruhan kelompok orang, kejadian, atau hal yang ingin peneliti investigasi.

Oleh karena itu, sebagaimana penjelasan di atas maka yang menjadi populasi dari penelitian ini yaitu Followers atau pengikut pada akun instagram @soalpalu yang berjumlah 325 ribu pada tanggal 25 Maret 2022.

3.5.2 Sampel Penelitian

Sampel menurut Sugiyono (2015:118) adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki populasi tersebut. Bila populasi yang akan diambil oleh penulis adalah populasi dalam jumlah besar dan penulis tidak mungkin mempelajari semua yang ada pada populasi, maka penulis bisa menggunakan sampel yang diambil dari populasi tersebut, tetapi sampel yang diambil dari populasi harus bisa mewakili populasi.

Dalam Penelitian ini, teknik pengambilan sampel yang digunakan peneliti adalah teknik Sampel Aksidental adalah teknik penentuan sampel berdasarkan kebetulan, yaitu siapa saja yang secara kebetulan bertemu dengan peneliti dapat digunakan sebagai sampel, bila dipandang dan di temui itu cocok atau sesuai dengan ketentuan sebagai sumber data (Sinambela 2014:103).

(60)

Adapun kriteria responden yang dipandang sebagai orang yang dapat dijadikan sebagai sumber data yang dimaksud adalah sebagai berikut:

1. Followers atau pengikut Akun @soalpalu

2. Followers atau pengikut @soalpalu yang pernah melihat postingan kuliner pada akun instagram @soalpalu

Untuk besaran sampel digunakan rumus slovin dengan perhitungan sebagai berikut (Kriyantono 2007:164) :

n= N 1+N e2

Keterangan:

n = Ukuran sampel

N = Ukuran populasi

e = Kelonggaran / Ketidaktelitian karena kesalahan pengambilan sampel yang dapat ditolerir sebanyak 10%

Berdasarkan rumus tersebut diperoleh jumlah sampel sebagai berikut:

(61)

n N

1+N e2

=

325.000

1+325.000(0,1)2

=

1+325.000(325.0000,01)

=

325.000

1+3,250

=

325.0003,251 =99.9

=

(dibulatkan menjadi 100)

Jadi, jumlah sampel yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah 100 Responden.

3.6 Jenis dan Teknik Pengumpulan Data 3.6.1 Jenis Data

Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini dan cara memperolehnya:

1. Data Primer

Data primer adalah data yang dikumpulkan secara langsung dari sumber dan diolah untuk digunakan oleh peneliti sendiri (Ruslan 2004:138). Data primer yang digunakan dalam penelitian ini adalah data yang diperoleh secara langsung dari responden melalui penyebaran kuesioner.

2. Data Sekunder

Data sekunder adalah data penelitian yang diperoleh secara tidak langsung melalui media perantara (dihasilkan oleh pihak lain) atau digunakan oleh lembaga lainnya yang bukan merupakan pengelolahnya, tetapi dapat dimanfaatkan dalam suatu penelitian (Ruslan 2004:138)

(62)

3.6.2 Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini menggunakan kuesioner ataupun angket untuk mengumpulkan data primer.

Metode kuesioner ini digunakan dengan seperangkat daftar pertanyaan tentang variabel yang diukur melalui perencanaan yang matang, disusun dan dikemas sedemikian rupa. Sehingga jawaban dari semua pertanyaan tersebut memang benar-benar menggambarkan keadaan variabel sebenarnya yang diteliti (Mustafa 2013:99).

3.7 Teknik Penguji Instrumen 3.7.1 Skala Pengukur

Dalam penelitian ini, penelitian menggunakan skala likert sebagai penilaian.

Skala likert yaitu skala yang digunakan untuk mengukur sikap seseorang tentang sesuatu objek sikap (Kriyantono 2007:134). Indikator-indikator dari variabel sikap terhadap suatu objek merupakan titik tolak dalam membuat pernyataan atau pertanyaan yang harus diisi responden. Setiap Pernyataan atau pertanyaan tersebut dihubungkan dengan jawaban yang berupa dukungan atau pernyataan sikap. Oleh karena itu, peneliti menggunakan skala liker dengan interval 1 – 4 untuk menghindari jawaban ragu-ragu atau netral yang dapat menghilangkan banyak data yang diteliti (Sugiyono, 2014: 93). Adapun penentuan skor dari alternatif jawaban pada kuesioner adalah sebagai berikut:

(63)

b. Setuju (S) : Dengan nilai bobot 3 c. Tidak Setuju (TS) : Dengan nilai bobot 2 d. Sangat Tidak Setuju (STS) : Dengan nilai bobot 1 3.7.2 Uji Validitas

Validitas atau kesahihan menunjukan suatu alat ukur dapat mengukur apa yang ingin diukurnya. Dalam uji validitas berdasarkan nilai rtabel dan rhitung, nilai rtabel

dapat dinyatakan sebagai nilai degree of freedom (df), Dimana df = n-2 (n=

jumlah data responden). Nilai rhitung dapat diketahui dari corrected item total correlation (Riyanto dan Hatmawan 2020:64). Untuk pengambilan keputusan pada uji ini adalah sebagai berikut:

a. Apabila rhitung ≥ rtabel dan bernilai positif, maka indikator tersebut dinyatakan valid.

b. Apabila rhitung < rtabel atau nilai negatif, maka indikator tersebut dinyatakan tidak valid.

Hasil akhir nilai N pada penelitian ini berjumlah 100 Responden. Dalam Standar

df rtabel adalah N-2. Dimana 100-2 = 98 sehingga nilai rtabel kelonggaran 10% yaitu

0,1654.

3.7.3 Uji Reliabilitas

Reliabilitas adalah untuk mengetahui sejauh mana hasil pengukuran tetap konsisten, apabila dilakukan pengukuran dua kali atau lebih terhadap gejala yang

(64)

sama dengan menggunakan alat pengukur yang sama. Dalam penelitian ini reliabilitas angket dihitung dengan menggunakan aplikasi SPSS (Statistical Product and Service Solutions). Teknik alpha cronbach digunakan untuk menentukan apakah suatu instrumen penelitian reliabel atau tidak. Kriteria suatu instrumen penelitian dikatakan reliabel dengan menggunakan teknik ini apabila koefisien reliabilitas (r11) > 0,6 (Siregar 2013:57).

3.7.4 Uji Normalitas

Menurut Santoso (2002:54) uji normalitas bertujuan menguji apakah sebuah model regresi variabel dependen, variabel independen atau keduanya mempunyai distribusi normal atau tidak . Model regresi yang baik adalah distribusi data normal atau mendekati data normal. Deteksi normalitas dilakukan dengan melihat penyebaran data (titik) pada sumbu diagonal grafik. Dasar pengambilan keputusan:

1. Jika data yang menyebar disekitar garis diagonal dan mengikuti arah garis diagonal, maka model regresi memenuhi asumsi normalitas.

2. Jika data yang menyebar jauh dari diagonal atau tidak mengikuti arah garis diagonal, maka model regresi tidak asumsi normalitas.

3.8 Analisis Data

3.8.1 Regresi Linear Sederhana

Analisis data ini menggunakan Statistical Product and Service Solutions

(65)

bertujuan untuk mengetahui apakah memang ada hubungan atau pengaruh atau tidak antara sebab akibat yang dikemukakan dalam permasalahan. Adapun cara menghitung regresi linear sederhana, yakni sebagai berikut:

Model regresi linear sederhana menurut (Kriyantono 2007:184).

Dimana:

X = variabel bebas

Y = variabel tidak bebas

a = nilai intercept (konstan) atau harga Y bila X = 0

b = koefisien regresi, yaitu angka peningkatan atau penurunan variabel dependen yang didasarkan pada variabel independen. Bila b (+) maka naik, bila b (-) maka terjadi penurunan.

n = jumlah sampel

Y = a + bX

(66)

nilai a dihitung dengan rumus:

a=∑Y

(

∑ X2

)

∑ X ∑ XY n∑ X2−(∑ X)2

nilai b dihitung dengan rumus:

b=n(∑ XY)−(∑ X)(∑ XY) n ∑ x2−(∑ x)2

Untuk mengetahui kuat lemahnya pengaruh suatu variabel terhadap variabel lainnya dapat dibentuk melalui standar kategori guilford pada tabel di bawah ini:

Tabel 3.3

Standar Kategori Guilford Interval Koefisien Kategori

0,00 - 0,199 Sangat Rendah

0,20 - 0,399 Rendah

0,40 - 0,599 Sedang

0,60 - 0,799 Kuat

0,80 - 1,000 Sangat Kuat

(Sumber, Sugiyono,2014:184)

Gambar

Tabel 1.2 Penelitian Terdahulu
Gambar 2.2 Teori S-O-R
Gambar 4.1  Logo Akun @soalpalu
Tabel 4.1 Distribusi Responden Berdasarkan Jenis Kelamin Jenis Kelamin Jumlah  Presentase
+7

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian Terdahulu Adapun penelitian terdahulu yang di ambil dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : Tabel 2.2 Penelitian Terdahulu NO Nama Peneliti dan Tahun

Berikut merupakan penelitian terdahulu yang digunakan: Tabel 2.1 Penelitian Terdahulu No Peneliti Tahun Judul Penelitian Hasil Penelitian 1 Yusuf 2018 Pengaruh Konflik

Penelitian Terdahulu Tabel 2.2 Penelitian Terdahulu No Nama Judul Penelitian Tempat/Subjek Penelitian Pendekatan Analisis Hasil penelitian Perbedaan Persamaan 1 Nadira Zahra

Berikut adalah tabel yang memaparkan perbedaan dan persamaan anatara penelitian terdahulu dengan penelitian yang dilakukan oleh peneliti saat ini dengan judul ―Pengembangan Media

Penelitian lain yang dilakukan oleh Fatih et al 2018, mengemukakan hal serupa dengan penelitian terdahulu yang menyebutkan bahwa sebanyak 39% mahasiswa yang berkuliah di Bandung

Daftar Tabel Tabel 1 : Negara terbesar menggunakan Instagram Tabel 2 : Devinisi Operasional Variabel Eksistensi Diri Tabel 3 : Skor Alternative Jawaban Tabel 4 : Blueprint Variabel

Berikut dibawah ini adalah tabel peneliti terdahulu: Tabel 2.1 Peneliti Terdahulu No Peneliti Judul Metode Penelitian Hasil 1 Mujibul Hakim, M.Rudi Fanani 2019 Analisis

Berdasarkan hasil peneliti terdahulu yang berkaitan dengan peneliti ini dapat disajikan tabel sebagai berikut: Tabel 2.1 Kedudukan Peneliti Terdahulu dengan Penelitian yang Akan