Dalam Berbagai Alat Musik
Unit 2
Capaian Pembelajaran:
1. Peserta didik dapat dengan baik menyimak, me- libatkan diri secara aktif dalam pengalaman atas bunyi musik
2. Mengidentifikasikan, menyimak dan memainkan karya-karya musik (bermain alat-alat musik dan bernyanyi) dengan beragam jenis era dan gaya.
3. Mendapatkan pengalaman dan kesan baik dan berharga bagi perbaikan dan kemajuan diri sendi- ri secara utuh dan bersama.
4. Menjalani rutin dan kebiasaan baik dalam berke-
KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET, DAN TEKNOLOGI REPUBLIK INDONESIA, 2021
Buku Panduan Guru Seni Musik untuk SMP Kelas VII
Penulis: Caecillia Hardiarini & Andre Marino Job ISBN 978-602-244-317-9 (jilid 1)
Tujuan Pembelajaran
1. Peserta didik mampu menunjukkan kepekaannya terhadap unsur-unsur bu- nyi/musik dan konteks sederhana dari sajian musik seperti: nada, tempo, tek- nik instrumen, genre musik, lirik lagu dan lain sebagainya
2. Peserta didik mampu bermain instrumen musik dengan teknik yang baik se- cara bertahap, memiliki kebiasaan baik dan rutin dalam berpraktik musik se- jak dari persiapan, saat maupun usai berpraktik musik dan menerapkannya pada berbagai jenis genre dan style musik sesuai dengan tingkat kemampuan yang dimilikinya.
3. Peserta didik memahami simbol-simbol not balok dan not angka yang dibu- tuhkan agar dapat mandiri berlatih.
4. Peserta didik mampu berpikir kritis terhadap proses yang harus dilalui da- lam menjalani kegiatan bemain musik bersama
5. Peserta didik mengamati, mengumpulkan, dan merekam pengalaman dari beragam praktik bermusik di industri musik saat ini.
Deskripsi Pembelajaran
Setelah di dalam unit sebelumnya peserta didik mengenal instrumen musik melalui pengembangan dari vokal sebagai instrument dasar yang dimiliki olehnya, pada ta- hap selanjutnya akan diperkenalkan bermain musik Bersama-sama di dalam sebuah kelompok yang disebut sebagai ansamble. Bermain di dalam group ansambel secara keseluruhan mengembangkan kerja sama di antara peserta didik, di mana mereka harus berupaya menyeimbangkan keselarasan ketukan, tempo, ritme, melodi, dan dinamika sehingga dapat menciptakan sebuah harmonisasi yang indah yang disebut sebagai musik. Tentunya saling mendengarkan permainan anggota ansambel dan ko- munikasi non verbal diantara para pemain sangat dibutuhkan.
Sebagai bagian dari penguasaan dasar musik, maka dalam kegiatan pembelajaran awal, peserta didik akan diajak untuk mengenal ketukan dan ritme yang akan diper- kenalkan melalui permainan musik dengan menggunakan tubuh peserta didik dan benda-benda yang ada disekitar seperti meja, spidol, penggaris, ember, galon air, dan lain sebagainya.
Selanjutnya untuk dapat melakukan kegiatan ansambel ini, diperkenalkan be- berapa kegiatan pembelajaran untuk dapat memainkan alat musik sederhana seperti pianika dan rekorder yang mudah ditemukan dan relatif terjangkau. Tentu saja da- pat dilakukan alternatif pembelajaran menggunakan alat-alat musik yang tersedia di lingkungan sekitar sesuai dengan daerah masing-masing seperti angklung, kolintang, suling, dan lain sebagainya.
Di dalam proses pembelajaran ansambel dengan multi instrumen, kita perlu un- tuk menekankan pentingnya membaca not balok, agar peserta didik dapat mandiri berlatih sesuai dengan bagian mereka masing-masing, yang akan berkembang seiring dengan kemampuan daya ingat (memori) mereka.
Dalam menjalankan praktik berlatih ini, peserta didik didorong untuk meng- gunakan beragam materi selain dari tentunya muatan lokal yang dekat dengan kehi- dupan sehari-hari, seperti lagu-lagu daerah setempat. Tentu saja selain itu diharapkan peserta didik juga memiliki nilai apresiasi terhadap musik dengan konteks yang luas dan mencoba mempraktikkan berbagai jenis genre musik yang ada saat ini, yang da- pat diakses oleh mereka.
Secara prinsip, panduan pelaksanaan pembelajaran ini merupakan contoh yang dapat dijadikan sebagai acuan bagi guru dalam proses pembelajaran. Adapun mo- del-model pembelajaran dapat diubah oleh guru sesuai dengan lingkungan sekolah, sarana prasarana, serta kondisi pembelajaran dan talenta yang dimiliki oleh peserta didik di sekolah masing-masing. Upaya memperkaya model pembelajaran yang dila- kukan oleh guru dapat dilihat pada bagian alternatif pembelajaran yang terdapat pada bagian langkah-langkah pembelajaran.
A. Kegiatan Pembelajaran 1 Ritme Dalam Musik
Tujuan Pembelajaran
1. Peserta didik mampu menunjukkan kepekaannya terhadap unsur-unsur bunyi/
musik dan konteks sederhana dari sajian musik seperti: ketukan, tempo & ritme 2. Peserta didik dapat memahami konsep not balok utamanya nilai ketukan seperti
not penuh, not setengah, not seperempat
3. Peserta didik dapat mengaplikasikan konsep ritme sebagai elemen musik dasar melalui pengalaman bermusik menggunakan berbagai macam media sederhana sebagai persiapan memainkan instrumen musik yang sesungguhnya.
Waktu Pembelajaran
4 x 40 menit
Materi Pokok
Ritme berasal dari bahasa Yunani ‘rhytmos’ yang berarti sebuah aliran. Tanpa ritme tidak akan ada musik. Ritme memiliki struktur yang berulang, berkaitan, berelasi serta merupakan unsur yang tidak terpisahkan dalam sebuah lagu. Ritme bisa ha-
pembelajaran ini akan sangat bermanfaat bagi musikalitas dan penguasaan alat musik selanjutnya baik melodis maupun harmonis. Pengalaman pembelajaran ritme ini uta- manya akan fokus kepada alat-alat musik ritmis tidak bernada.
Tahapan pembelajaran akan dimulai dengan menggunakan alat-alat sederhana di sekeliling seperti tepuk tangan, meja, spidol, penggaris, ember dan lain-lain, hing- ga ke penggunaaan instrumen musik ritmis sebenarnya seperti tambourine, gendang, drum dan lain lain sesuai dengan ketersediaan di sekolah.
Musik terdiri dari kombinasi tiga komponen inti: Melodi, harmoni, dan ritme.
Struktur ritme lagu menentukan kapan not dimainkan, berapa lama, dan dengan tingkat penekanan yang mana.
1. Pengertian Ritme dalam Musik
Ritme adalah pola bunyi, diam, dan tekanan dalam sebuah lagu. Dalam teori musik, ritme mengacu pada pengulangan not dan istirahat (hening) dalam waktu. Ketika serangkaian nada dan istirahat diulang, itu membentuk pola ritme. Selain untuk me- nunjukkan kapan not dimainkan, ritme musik juga menentukan berapa lama dima- inkan dan dengan intensitas apa. Ini menciptakan durasi not yang berbeda dan jenis aksen yang berbeda.
Ritme berfungsi sebagai penggerak sebuah musik, dan memberikan struktur komposisi. Pada ansambel musik seperti drum, perkusi, bass, gitar, piano, semuanya dapat dianggap sebagai instrumen ritme, bergantung pada konteksnya. Namun, se- mua anggota grup musik memikul tanggung jawab untuk pertunjukan ritmis mereka sendiri dan memainkan ketukan musik dan pola ritme yang ditunjukkan oleh kom- poser lagu tersebut.