BAB V JAM KELIMA
F. Memproteksi Worksheet
8. TampilanPivotTableakan berubah secara otomatis.
Gambar 5.35Tampilan data setelah disetting
9. Jika Anda ingin mengembalikan seperti tampilan semula, pilih Move to Row Labels dan secara otomatis tampilan berubah kembali.
Gambar 5.36Mengembalikkan tabel seperti semula
Anda dapat melihat tutorial ini dalam bentuk video pada CD yang disertakan dalam buku.
1. Siapkan data dalam Microsoft Excel Anda.
Gambar 5.37Tampilan data pada lembar kerja
2. Blok sel kolom F (kolom yang dapat Anda edit meskipun protection worksheet diaktifkan).
3. Klik kanan dan pilihFormat Cells→Protection, lalu klik OK.
Gambar 5.38Pilih protection pada kotak dialog Format Cells 4. Selanjutnya, hilangkan tanda ceklis padaLockeddan klik OK.
5. Untuk mengaktifkan proteksi pada worksheet Anda, klik menu Review → Protect Sheet.
Gambar 5.39Kotak dialogProtect Sheet 7. Konfirmasi kembali password Anda dan klik OK.
8. Setelah proteksi worksheet diaktifkan, ketika Anda ingin mengubah data pada kolom selain “Kolom F”, maka data tidak bisa diubah dan akan uncul kotak dialog seperti pada gambar dibawah ini.
Gambar 5.40Tampilan data setelah disetting
9. Jika Anda ingin menonaktifkan proteksi sheet, klik menu Review
→ Unprotect Sheet.
Gambar 5.41PilihUnprotect Sheets
Anda dapat melihat tutorial ini dalam bentuk video pada CD yang disertakan dalam buku.
Mengcopy Sheet pada File A ke File Baru
Cara Mengcopy Isi Data pada Sebuah Sheet ke 10 Sheet Sekaligus dalam Waktu 5 Detik
Cara Membuat Worksheet Menjadi 1 Halaman Print
Cara Menggunakan VLookUP pada Sheet yang Berbeda
Cara Menggunakan Rumus VLookUP pada File atau Workbook yang Berbeda
BAB VI
JAM KEENAM
A. Mengcopy Sheet pada File A ke File Baru
Tutorial ini bertujuan untuk mengcopy suatu sheet pada suatu file ke file baru. Adapun langkah-langkahnya sebagai berikut:
1. Buatlah tabel data pada dokumen excel Anda.
Gambar 6.1Tampilan data pada lembar kerja
2. Arahkan kursor keSheetdan klik kanan, lalu pilihMove or Copy.
Gambar 6.2Pilih opsi move or cop
3. Muncul kotak dialogMove or Copy, pilihSheetyang akan dicopy dan ceklisCreate a copy.
Gambar 6.3Kotak dialog Move or Copy
4. Selanjutnya, pada box Move selected Sheets pilih new book dan klik OK.
Gambar 6.4Pilih new book pada boxTo book
5. Secara otomatis excel akan membuat file baru yang berisikan data yang telah Anda copy.
Anda dapat melihat tutorial ini dalam bentuk video pada CD yang disertakan dalam buku.
B. Cara Mengcopy Isi Data pada Sebuah Sheet ke 10 Sheet Sekaligus dalam Waktu 5 Detik
Pada Microsoft Excel Anda dapat mengcopy data ke 10 sheet bahkan lebih secara bersamaan dalam waktu singkat. Fungsinya adalah untuk mempersingkat waktu jika kita ingin mengcopy suatu data kedalam sheet lainnya dengan bentuk tabel data yang sama.
Seperti pada salah satu contoh yang akan dibahas adalah menggunakan Microsft Excel 2016, untuk lebih memahami ikuti langkah-langkah sebagai berikut:
1. Buatlah tabel data pada dokumen excel Anda.
Gambar 6.6Tampilan tabel data pada lembar kerja
2. Blok data yang akan Anda copy, kemudian pilihCopypada menu Home.
Gambar 6.7Copy seluruh data
3. Lalu kliksheetlain dan tekan tombol Ctrlpada keyboard sambil klik lagisheet-sheetlainnya tanpa melepas tombolCtrl.
Gambar 6.8Tampilan keseluruhanSheet
4. Selanjutnya, klikPaste dan secara otomatis data akan tercopy ke dalamsheet-sheetyang sebelumnya telah Anda pilih.
Anda dapat melihat tutorial ini dalam bentuk video pada CD yang disertakan dalam buku.
C. Cara Membuat Worksheet Menjadi
1 Halaman Print
masih bingung bagaimana mengaturnya. Anda dapat mengatasinya dengan mengikuti langkah-langkah sebagai berikut:
1. Buka dokumen excel Anda.
Gambar 6.9Tampilan data pada lembar kerja
2. Tekan Ctrl+P untuk mencetak data. Ternyata terdapat tabel data yang tidak ikut tercetak dalam satu halaman print.
Gambar 6.10Tampilan print preview
3. Untuk mencetak seluruh tabel data dalam satu halaman print, Anda dapat mengklik Page Break Preview pada bagian bawah sebelah kanan dalam excel Anda.
Gambar 6.11Tampilan page break preview
4. Setelah itu, pada lembar kerja akan muncul garis putus-putus yang menunjukkan batas data yang akan tercetak.
Gambar 6.12Batas data yang tercetak
5. Langkah selanjutnya, arahkan kursor ke area garis putus-putus tadi, kemudian klin dan geser hingga batas kolom yang Anda inginkan agar tercetak.
Gambar 6.13Menarik batas data
6. Lalu untuk memastikan semua data tercetak, Anda tekan Ctrl+P dan lihat apakah semua data sudah tercetak dalam satu halaman print.
Tarik
Gambar 6.14Tampilan print preview setelah disetting
Anda dapat melihat tutorial ini dalam bentuk video pada CD yang disertakan dalam buku.
D. Cara Menggunakan VLOOKUP pada Sheet yang Berbeda
Pada tutorial sebelumnya, Anda sudah menerapkan fungsi Vlookup pada dokumen excel Anda. Dalam tutorial tersebut tabel referensi yang digunakan berada dalam satusheetyang sama dengan tabel data yang akan diterapkan dengan formula Vlookup. Anda juga dapat menerapkan formula Vlookup dengan tabel referensi yang berada pada sheet yang berbeda dalam dokumen excel Anda, dan untuk lebih memahaminya ikutilah langkah-langkah sebagai berikut:
1. Buatlah tabel data padaSheet1.
Gambar 6. 15Tampilan data pada lembar kerja
2. PadaSheet2, buatlah tabel yang akan Anda gunakan sebagai tabel referensi.
Gambar 6.16Tampilan data pada sheet2 3. Buka kembaliSheet1.
4. Letakkan kursor pada sel D5 dan klik insert function (klik icon ), lalu pilihVLOOKUP.
5. Setelah itu muncul kotak dialogFunction Arguments.
6. Pada box Lookup_value, pilih sel C5 dan pada Table_array arahkan kursor ke Sheet2, lalu blok sel A3 sampai B7 (A3:B7) dan tekanF4pada keyboard.
7. Selanjutnya pada Col_index_num ketik 2 (karena indeks yang digunakan berada pada kolom ke-2 dalam tabel referensi) dan klik OK.
8. Secara otomatis sel D5 akan terisi. Anda juga dapat menerapkannya pada sel D6 sampai sel D14 dengan cara letakan kursor pada sel D5 dan tarik ke bawah.
Gambar 6.18Tampilan data setelah disetting
Anda dapat melihat tutorial ini dalam bentuk video pada CD yang disertakan dalam buku.
E. Cara Menggunakan Rumus VLOOKUP pada File atau Workbook yang Berbeda
Pada tutorial kali ini, kita akan menerapkan rumus VLOOKUP pada file yang berbeda. Adapun langkah-langkahnya sebagai berikut:
1. Siapkan dua file data excel yang berbeda.
Gambar 6.19Tampilan dua Workbook
2. Terapkan formula VlookUp pada File 2dengan cara klik sel D5 dan pilih insert function (klik icon ), lalu pilihVLOOKUP.
3. Selanjutnya akan muncul kotak dialogFunction Arguments.
Gambar 6.20Kotak dialog Function Arguments
4. Pada box Lookup_value, pilih sel C5 dan pada Table_array arahkan kursor keFile 1, lalu blok sel A3 sampai B7 (A3:B7) dan tekanF4pada keyboard.
5. Selanjutnya pada Col_index_num ketik 2 (karena indeks yang digunakan berada pada kolom ke-2 dalam tabel referensi) dan klik OK.
File 1 File 2
Gambar 6.21Tampilan data pada sheet2 setelah disetting
Anda dapat melihat tutorial ini dalam bentuk video pada CD yang disertakan dalam buku.
Menandai Data yang Tidak Valid
Membedakan Fungsi VLOOKUP dan HLOOKUP
Membuat Dashboard di Excel
Membuat Grafik dengan Memodifikasi Sebuah Teks
Membuat Grafik Dinamis dengan Motif
BAB VII
JAM KETUJUH
A. Menandai Data yang Tidak Valid
Tutorial ini bertujuan untuk menandai data yang tidak valid pada dokumen excel menggunakan fasilitas data validation pada menuData. Adapun langkah-langkahnya sebagai berikut:
1. Buatlah sebuah data secara random/acak.
Gambar 7.1Tampilan data pada lembar kerja
2. Untuk mengetahui data yang tidak valid, Anda harus membuat ketentuan tertentu untuk data yangvalid dengan cara blok sel A3 sampai sel I23 (A3:I23) dan klik menuData → Data Validation.
Gambar 7.2Pilih opsi Data Validation
3. Kemudian akan muncul kota dialog Data Validation. Pada box AllowpilihWhole numberdan pada boxDatapilihbetween, lalu untuk box Minimum dan Maximum masukkan angka minimum dan angka maksimum yang Anda inginkan.
Gambar 7.3Kotak dialog Data Validation
4. Tandai data yangtidak validdengan cara klik klik menuData → Data Validation → Circle Invalid Data.
5. Data yangtidak validsecara otomatis dilingakari warna merah.
Gambar 7.4Tampilan data yang tidak valid
6. Jika Anda menambahkan angka pada area yang yang telah disetting/diatur, maka data tidak akan bisa dimasukkan dan muncul peringatan.
Gambar 7.5Tampilan notifikasi/peringatan
7. Jika Anda ingin menambahkan angka pada area yang sudah disetting/diatur, Anda dapat mengetik angka tersebut diluar area kemudian klikCopypada menuHome.
8. Letakkan kursor pada area yang telah disetting, kemudian klik Pastepada menuHomedan pilihValues.
Gambar 7.6Opsi pada menuPaste 9. Angka yang Anda copy tadi akan tercopy dalam area.
10.Jika Anda ingin menandai kembali data yang tidak valid, Anda dapat mengulangi langkah ke-4.
Selain menggunakan langkah-langkah di atas kita juga dapat mendandai data yang tidak validpada kondisi yang berbeda dengan yang sebelumnya, misalnya Anda ingin menentukan data yang valid berdasarkan sebuah list. Adapun langkah-langkah yang dilakukkan sebagai berikut:
1. Buatlah sebuah data secara random/acak dan buat data yang akan dijadikanlist.
Gambar 7.7Tampilan data pada lembar kerja
2. Blok sel A1 sampai sel J21 (A1:J21) dan klik menuData → Data Validation.
3. Kemudian akan muncul kota dialog Data Validation. Pada box AllowpilihListdan isi boxSourcedengan cara blok sel datalist (blok sel M3 sampai M9).
Gambar 7.8Kotak dialog data validation
Gambar 7.9Memasukkan data menggunakanlist
5. Untuk menandai data yang tidak valid , klik menu Data Validationdan pilihCircle Invalid Data.
Gambar 7.10Pilih opsiCircle Invalid Data
6. Data yang tidak valid (data yang tidak ada pada list) secara otomatis dilingakari warna merah.
Gambar 7.11Tampilan data yang tidak valid
Anda juga dapat menandai data yang tidak valid berdasarkan jumlah karakter/jumlah kata dengan cara sebagai berikut:
1. Buatlah data secara random/acak.
Gambar 7.12Tampilan data pada lembar kerja
2. Blok area sel A2 sampai sel I23 (A2:I23) dan klik menu Data → Data Validation.
Gambar 7.13Pilih opsiData Validation
3. Kemudian akan muncul kota dialog Data Validation. Pada box Allow pilih Text length dan pada box Data pilih between, lalu
Gambar 7.14Kotak dialogData Validation
4. Tandai data yang tidak valid dengan cara klik Data → Data Validation → Circle Invalid Data.
5. Secara otomatis data yang tidak valid akan dilingakari warna merah.
Gambar 7.15Tampilan data yang tidak valid
Anda dapat melihat tutorial ini dalam bentuk video pada CD yang disertakan dalam buku.
B. Membedakan Fungsi Vlookup dan Hlookup
Fungsi Vlookup dan Hlookup digunakan untuk pembacaan tabel dimana dua atau lebih tabel mempunyai data yang saling dihubungkan. Jika tabel disusun secara vertikal Anda dapat menggunakan rumus fungsi Vlookup sedangkan jika tabel disusun secara horizontal maka Anda gunakan rumus fungsi Hlookup.
Berikut ini langlah-langkah dalam menerapkan fungsi Vlookup dan Hlookup:
1. Buatlah tabel data secara vertikal dan horizontal, serta buat tabel data yang akan diterapkan fungsiVlookupdanHlookup.
Gambar 7.16Tampilan data pada lembar kerja
2. Letakkan kursor pada sel M6, kemudian klik insert function (klik icon ), lalu pilihVLOOKUP.
3. Setelah itu muncul kotak dialogFunction Arguments.
Gambar 7.17Kotak dialogfunction Arguments
4. Pada box Lookup_value, pilih sel L6 dan pada Table_arrayblok sel A5 sampai D11 (A5:D11) dan tekanF4pada keyboard.
5. Selanjutnya pada Col_index_num ketik 4 (karena kolom populasi berada pada kolom ke-4 dalam tabel vertikal) dan klik OK.
6. Pada kolom populasi data tidak langsung muncul karena pada kolom kode belum dimasukkan data.
Gambar 7.18Tampilan data pada kolom Populasi
7. Masukkan kode dan tekan enter, maka data pada kolom populasi akan muncul.
Gambar 7.19Data pada kolom Populasi
8. Untuk menerapkan fungsi Hlookup, letakkan kurso pada sel M9 dan klikinsert function(klik icon ), lalu pilihHLOOKUP.
9. Setelah itu muncul kotak dialogFunction Arguments.
Gambar 7.20Kotak dialogFunction Arguments
10.Pada boxLookup_value, pilih sel L9 dan pada Table_array blok sel A14 sampai G17 (A14:G17) dan tekanF4pada keyboard.
11.Selanjutnya pada Row_index_num ketik 3 (karena baris regional berada pada baris ke-3 dalam tabel Horizontal) dan klik OK.
12.Pada kolom regional data tidak langsung muncul karena pada kolom kode belum dimasukkan data.
Gambar 7.21Tampilan data pada kolom Regional
13.Masukkan kode dan tekanenter, maka data pada kolom regional akan muncul.
Gambar 7.22Data pada kolom Regional
Anda dapat melihat tutorial ini dalam bentuk video pada CD yang disertakan dalam buku.
C. Membuat Dashboard di Excel
Tutorial ini bertujuan untuk membuat dashboard untuk melaporkan suatu data pada dokumen excel menggunakan tools excel sepertiPivotChartdanSlicers. Adapun langkah-langkah dalam membuatDashboardpada excel sebagai berikut:
1. Buka data pada dokumen excel Anda.
Gambar 7.23Tampilan data pada lembar kerja 2. Klik tabInsert →Pivot Table.
3. Kemudian, muncul kotak dialog Create PivotTable. Isi box Table/Range dengan cara blok seluruh tabel data Anda. Lalu, pilihNew Worksheetdan klik OK.
Gambar 7.24Kotak dialogCreate PivotTable
4. Selanjutnya, pada bagianPivotTable Fieldsceklisfieldyang akan Anda butuhkan dan untuk mengisi bagian Values klik dan drag field yang Anda inginkan.
Gambar 7.25Mengatur PivotTable Fields
5. Secara otomatis akan muncul tampilanPivotTableseperti gambar di bawah ini.
6. Selanjutnya, letakkan kursor pada tabel data dan klik Analyze → PivotChart.
Gambar 7.27Klik toolsPivotChart 7. Pilih jenis chart yang Anda butuhkan dan klik OK.
Gambar 7.28Memilih jenis Chart
8. Grafik yang telah Anda pilih tadi dapat dicopy pada sheet baru dan dapat Anda edit dengan cara klik tanda pada sisi sebelah kanan grafik.
Gambar 7.29Edit grafik
9. Setelah itu, Anda akan membuat sebuah menu yang terkoneksi dengan grafik dengan cara klik grafik dan pilihAnalyze → Insert Slicer.
10.Pada kotak dialogInsert Slicerceklis menu yang Anda butuhkan dan klik Ok.
Gambar 7.30Kotak dialogInsert Slicers 11.Menu Area akan muncul seperti gambar di bawah ini.
Gambar 7.31Mencul Menu Area
12.Jika Anda klik salah satu menu pada Area, maka tampilan grafik akan menunjukkan informasi yang Anda butuhkan.
D. Membuat Grafik dengan Memodifikasi Sebuah Teks
Tutorial ini bertujuan untuk membuat sebuah grafik dengan memodifikasi sebuah teks, seperti gambar di bawah ini:
Adapun langkah-langkah dalam membuatnya sebagai berikut:
1. Ketik Data atau kata apapun yang Anda inginkan pada sel A3.
Gambar 7.33 Memasukkan data padacell
2. Lalu, klik menu Developer → Insert → Scroll Bar (pastikan Developer ada pada menu bar).
Gambar 7.34Insert Scroll Bar
3. klik kiri pada area worksheet Anda dan tarik kursor ke bawah hingga tampilannya seperti gambar di bawah ini.
Gambar 7.35Tampilan Scroll Bar
4. Selanjutnya, klik kanan pada scroll bar dan pilih Format Control.
Gambar 7.36Pilih opsiFormat Control
5. Lalu akan muncul kotak dialogformat objectdan isi box tersebut sesuai kebutuhan Anda, kemudian klik OK.
Gambar 7.37Kotak dialogformat object
6. Letakkan kursor pada sel B3, masukkan sama dengan (=) dan buka kurung 100 dikurang sel yang sebelumnya kita pilih pada Cell link (sel H1) tutup kurung dan bagi dengan 100, lalu tekan enter.
Gambar 7.38Tampilan data padacellB3
7. Ubah format sel B3 dalam bentuk persen dengan cara klik menu Homedan padaformat cell numberpilihPercentage.
Gambar 7.39Mengganti tipe data menjadi persen
8. Masukkan nilai pada sel C3 dengan cara ketik sama dengan 1 dikurang sel B3 (klik sel B3) dan tekanenter.
Gambar 7.40Tampilan data padacellC3
9. Jika Anda scroll bar ke bawah maka nilai pada sel B3 akan berkurang sedangkan nilai pada sel C3 akan bertambah.
Gambar 7.41Scroll Bar ke bawah
10.Buat grafik dari data tersebut dengan cara blok data pada sel A3 samapi C3, kemudian klik menuInsertdan pilihColumn.
Gambar 7.42Membuat grafik data
11. Jika grafik yang Anda pilih telah muncul pada worksheet, edit grafik tersebut dengan cara klik tanda + pada sisi sebelah kanan grafik dan hilangkan semua tanda ceklis.
Gambar 7.44Pilih opsiselect data
13.Setelah itu muncul kotak dialog Select Data Source, klikSwitch Row/Columndan klik OK.
14.Tampilan grafik akan berubah seperti gambar di bawah ini
Gambar 7.45Tampilan grafik setelah disetting
15.Klik kanan pada batang berwarna biru, lalu pilih Format Data Series.
16.UbahGap Widthmenjadi 0%.
Gambar 7.46Tampilan grafik setelah diformat
17.Klik bagian batang yang berwarna orange, kemudian klik menu Format→ Shape Fill, dan pilihNo Fill.
Tampilan Grafik berubah
18.Tampilan grafik akan berubah seperti gambar 7.47.
Gambar 7.47Hasil format shape fill
19.Selanjutnya, buatlah sebuah teks pada Microsoft PowerPoint.
20.Klik menuInsertdan pilihText Box.
Gambar 7.48Tampilan menu insert pada powerpoint 21.Klik lembar kerja Anda hingga muncul bentuk seperti ini . 22.Ketik angka 100 dan ubah font sesuai keinginan Anda.
Gambar 7.49Edit font teks
23.Buatlah bentuk kotak yang panjang dan lebarnya lebih besar dari ukuran teks tadi dengan cara klik menuInsert → Shape.
24.Klik kanan pada kotak, kemudian pilihSend to Back.
Gambar 7.51Pilih opsi send to back 25.Timpa teks dengan kotak.
Gambar 7.52Tampilan teks dan kotak
26.Klik pada kotak, kemudian tekan Ctrl pada keyboard dan klik angka seratus tanpa melepas tombol Ctrl.
27.Lalu, pada menu Format pilih Merge Shapes → Combine.
Hasilnya akan terlihat seperti gambar 7.53.
Gambar 7.53Tampilan teks dan kotak setelah diformat
28. Klik kotak biru dan ubah warnanya menjadi putih menggunakan menuShape Fill.
29.Copy gambar tersebut dan pilih Paste Picture pada dokumen excel Anda.
30.Sesuaikan ukuran gambar yang telah dicopy dengan ukuran kotak pada grafik (terlebih dahulu grafik di scroll ke atas hingga batas 100%), kemudian geser gambar hingga menutupi grafik.
Gambar 7.54Tampilan grafik setelah ditutupi gambar
31.Buat kembali teks % pada Microsoft PowerPoint dengan mengikuti langka ke-20 sampai langkah 22.
32.Kemudian Copy teks % tersebut dan pilih Paste Picture pada dokumen excel Anda. Letakkan teks tersebut di ssebelah kanan angka 100.
33.Jika Anda scroll bar ke bawah hasilnya akan terlihat seperti gambar 7.55.
Anda dapat melihat tutorial ini dalam bentuk video pada CD yang disertakan dalam buku.
E. Membuat Grafik Dinamis dengan Motif
Pada tutorial kali ini Anda akan mencoba membuat grafik dinamis dengan motif bata pada Microsoft Excel seperti contoh di bawah ini:
Adapun langkah-langkah yang dapat Anda ikuti sebagai berikut:
1. Buatlah tabel data pada dokumen excel Anda.
Gambar 7.56Tampilan data pada lembar kerja
2. Sebelum membuat grafik, buatlah ketentuan tertentu yang nantinya akan terkoneksi dengan grafik (misalnya: grafik warna biru untuk persentase kurang dari 90% dan warna merah untuk persentase di atas 90%).
3. Pada sel C2 masukkan formula dengan mengetik
=IF(B2<90%;B2;NA()) dan tekanenter.
4. Selanjutnya, untuk sel D2 masukkan formula
=IF(B2>90%;B2;NA()).
5. Blok sel C2 dan D2, kemudian tarik ke bawah hingga baris selanjutnya terisi.
Gambar 7.57Tampilan data setelah dimasukkan formula
6. Setelah itu blok sel C2 sampai sel D8, lalu ubah dalam bentuk persen.
7. Selanjutnya untuk membuat grafik, blok kolom projects (sel A1 sampai A8), kemudian tekan Ctrldan blok sel C2 sampai sel D8 tanpa melepas tombol Ctrl.
Gambar 7.58 Tampilan data saat diblok
8. Setelah terblok, klik menu Insert dan pilih grafik pada 2-D
Gambar 7.59Edit grafik
10.Ubah tulisan Chart Title dengan PROGRES DATA.
11.Klik kanan batang yang berwarna biru, kemudian pilih Format Data Series.
12.Ubah Gap Widthmenjadi 40%.
13.Selanjutnya buatlah motif bata sedemikian rupa menggunakan Shapesehingga terlihat seperti gambar 7.60.
Gambar 7.60Motif bata
14.Lalu tekan Ctrldan klik setiap kotak biru tersebut tanpa melepas tombol Ctrl, dan klik kanan pilihGroup.
15.Copy motif bata tersebut, kemudian klik batang berwarna biru pada grafik lalu Paste (tekanCtrl+Vpada keyboard).
16.Lalu, klik kanan batang yang berwarna biru dan pilih Format Data Series.
17.Klik icon dan pilihFill.
18.Klik Stack and Scale With dan ubah nilai pada Units/Picture menjadi 0,1, lalu tekanenter.
19.Tampilan grafik akan berubah seperti gambar 7.61.
Gambar 7.61Tampilan grafik setelah diformat
20.Klik kembali motif bata yang Anda buat tadi, kemudian ubah warnanya menjadi merah dengan cara klik icon pada menu Home.
21.Lakukan hal yang sama seperti langkah 15 sampai langkah 18.
22.Tampilan grafik akan berubah seperti gambar 7.62.
24.Setelah itu, Anda dapat memformat data labels sesuai keinginan Anda dengan cara klik kanan label angka dan pilihFormat Data Labels.
25.Format data labels sedemikian rupa sehingga terlihat seperti gambar 7.63.
Gambar 7.63Hasil akhir grafik
Anda dapat melihat tutorial ini dalam bentuk video pada CD yang disertakan dalam buku.