• Tidak ada hasil yang ditemukan

METODE PEMBELAJARANPREVIEW QUESTION READ REFLECT RECITE AND REVIEW (PQ4R) BERBANTUAN POWER POINT

1Devy Yuneoarti,2Slamet Soro, &3Benny Hendriana

Pendidikan Matematika Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA

1[email protected],2[email protected],3[email protected] ABSTRACT

This classroom action research aims to improve the students’ mathematics outcomes in the system of the equation linear two variable course through learning method Preview Question Read Reflect Recite and Review (PQ4R).The subjects were students of 8th-D grade SMPN 20 Jakarta which consist of 36 students. The method used in this research was the Classroom Action Research (CAR), which is composed of two cycles. Based on the research result, the average value of the class acquired before learning method PQ4Rwith power point applied amounted to 54.44. After learning method PQ4Rwith power point applied, the average value of the class increased to 69.16 in the first cycle and 76.03 in the second cycle. Therefore, the writer can conclude that the method of learning PQ4Rwith power point can improve students’ mathematics outcomes in thesystem of the equation linear two variable course at the first semester the 8th-D grade students of SMPN 20 Jakarta in 2016/2017 academic year.

Keywords: Preview Question Read Reflect Recite and Review (PQ4R), power point, mathematics learning outcomes

A. Pendahuluan

Pendidikan merupakan hal yang penting dalam menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas. Dalam pendidikan terdapat proses belajar mengajar yang pada umumnya dilakukan di sekolah, yaitu proses interaksi yang terjadi antara guru dan siswa dalam mempelajari suatu materi pelajaran yang telah tersusun dalam kurikulum.

Pendidikan dapat membuka peluang bagi setiap individu untuk menambah pengetahuan baik melalui pendidikan formal maupun informal.

Agar tercapainya tujuan pembelajaran, guru senantiasa berusaha menyediakan suasana kelas yang kondusif. Kebanyakan guru masih menggunakan metode konvensional yang hemat waktu dan efisien, sehingga guru mudah mengatur lamanya penyampaian materi. Namun ini yang menyebabkan materi tidak tersampaikan secara maksimal karena siswa tidak diberikan kesempatan untuk mengeksplorasi pemikirannya, sehingga sering kali terjadi beberapa masalah, misalnya siswa yang mengalami kesulitan untuk memahami materi pelajaran yang

disampaikan oleh guru dan akan mempengaruhi pada hasil belajar siswa.

Antisipasi yang baik untuk mencegah rendahnya hasil belajar siswa adalah dengan menggunakan metode pembelajaran di dalam kelas yang dibuat semenarik mungkin. Hal ini dimaksudkan untuk meningkatkan minat belajar siswa yang diharapkan akan berdampak baik terhadap hasil belajar.

Di SMPN 20 Jakarta misalnya, pengajaran matematika lebih sering menggunakan metode ceramah. Selain itu guru menyatakan bahwa minat serta rasa ketertarikan siswa kepada mata pelajaran matematika tergolong rendah. Terdapat siswa yang berfikir bahwa matematika adalah pelajaran yang sulit dan membosankan. Siswa yang tidak menyukai matematika karena menganggap matematika adalah mata pelajaran yang sulit untuk dipelajari. Hal tersebut berdampak pada hasil belajar yang dicapai oleh siswa kelas VIII-D rata-rata di bawah KKM. Janawi mengungkapkan bahwa salah satu kompononen penting yang harus diperhatikan secara terus menerus dalam

meningkatkan kualitas pendidikan adalah guru.

Pada kegiatan pembelajaran guru perlu merencanakan serta menyiapkan proses pembelajaran yang menarik bagi siswa.

Aktivitas kelas yang sering dilakukan hanyalah mencatat dan menulis. Oleh karena itu, selama metode yang digunakan merupakan metode konvensional, siswa akan tetap terus pasif dan tidak akan pernah tertarik pada materi pelajaran terutama matematika. Karena siswa kesulitan dalam memahami materi pelajaran.

Penggunaan metode PQ4R adalah metode preview, question, read, reflect, recite, and review yang dapat memperlihatkan pembelajaran sebagai proses penambahan rincian pada skemata yang telah ada di otak untuk membuat informasi baru agar mudah diingat atau dipelajari, sehingga pembelajaran akan menjadi bermakna akan membuat siswa turut aktif dalam proses belajar mengajar.

Melalui metode pembelajaran PQ4R berbantuan power pointyang akan diterapkan dalam pembelajaran pada pokok bahasan sistem persamaan linear dua variabel (SPLDV) di kelas VIII-D SMPN 20 Jakarta diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar matematika siswa yang sebelumnya rendah.

Pada saat ini, teknologi yang sudah semakin maju juga dapat membantu dalam hal proses belajar mengajar. Terdapat banyak aplikasi ataupun software yang tersedia sehingga membantu untuk menyampaikan materi. Dalam hal ini penulis menggunakan aplikasi power point untuk membantu guru manyampaikan materi.

Power point juga dapat membantu untuk menyampaikan materi menjadi lebih menarik karena power point adalah aplikasi pada micosoftoffice yang unik.

Terdapat banyak animasi-animasi, gambar-gambar dan desain yang menarik, sehingga siswa lebih tertarik pada materi yang akan diajarkan. Metode PQ4R berbantuan power point belum pernah

digunakan sebelumnya di kelas VIII-D SMPN 20 Jakarta. Dengan demikian, praktis melalui pembelajaran metode PQ4Rberbantuan power pointguru dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas VIII-D SMPN 20 Jakarta pada pokok bahasan SPLDV semester ganjil tahun ajaran 2016/2017 dengan berbantuan power point.

B. Metode

Penelitian ini dilaksanakan pada siswa kelas VIII-D semester ganjil tahun pelajaran 2016/2017 SMPN 20 Jakarta.

Subjek penelitian berjumlah 36 siswa yang terdiri dari 16 siswa laki-laki dan 20 siswa perempuan.

Rancangan penelitian ini berupa desain model siklus PTK. Model tersebut didesain dalam bentuk satu siklus yang terdiri dari empat tahapan yaitu (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3) pengamatan, dan (4) refleksi. Penelitian ini dilaksanakan dengan dua siklus yang terdiri dari tiga kali pertemuan di siklus pertama dan empat kali pertemuan di siklus kedua.

Langkah pertama yang dilakukan penulis adalah merencanakan tindakan.

Pada tahap ini peneliti melakukan analisis kuriulum, membuat Rencana Pelaksanaan

Pembelajaran (RPP),

menentukanindikator pencapaian tujuan pembelajaran, merencanakan kegiatan pembelajaran sesuai dengan metode pembelajaran, menyiapkan lembar format pengamatan siswa dan guruserta menyiapkan lembar untuk catatan lapangan.

Pada tahap pelaksanaan tindakan, penulis melakukan proses pembelajaran sesuai dengan RPP dan sesuai dengan langkah-langkah metode pembelajaran PQ4R, kemudian dilanjutkan pada tahap pengamatan untuk mengamati situasi selama kegiatan pembelajaran berlangsung, kemudian menilai dan mencatat segala kekurangan dan kelebihan yang terjadi, baik yang dilakukan oleh peneliti, maupun siswa.

Pengamatan aktivitas siswa dan aktivitas guru dilakukan oleh observer dengan mengisi lembar pengamatan yang telah disiapkan.

Selanjutnya dilakukan refleksi atas pelaksanaan proses pembelajaran hasil belajar yang diperoleh dari setiap siklus.

Data yang diperoleh dari hasil pengamatan akan dijadikan bahan acuan dalam melakukan siklus selanjutnya atau sebagai penentu hasil penelitian tindakan kelas.

Melalui diskusi peneliti dan kolaborator akan memperbaki segala kekurangan dan mempertahankan kelebihan pada siklus berikutnya. Hasil refleksi digunakan untuk menetapkan langkah selanjutnya untuk menghasilkan perbaikan yang diinginkan.

Apabila tindakan pada Siklus I belum berhasil, maka penelitian perlu dilanjutkan.

Indikator keberhasilan yang ingin dicapai pada penelitian ini adalah saat nilai rata-rata kelas mencapai minimal 70.

C. Hasil dan Pembahasan

Berdasarkan pembelajaran Siklus I, dapat diketahui perolehan nilai hasil belajar matematika siswa yang mencapai KKM = 70 terdapat 17 siswa atau sebesar 58,33% dengan nilai rata-rata kelas 69,16.

Gambar 1. Ketuntasan Belajar Siswa pada Siklus I

Gambar 1 menunjukkan bahwa nilai rata-rata kelas serta persentase pencapaian KKM siswa pada siklus I dianggap masih kurang maksimal. Jumlah ini dianggap masih kurang maksimal karena belum mencapai indikator keberhasilan penelitian, yaitu nilai rata-rata kelas

mencapai KKM sebesar 70 dan persentase pencapaian KKM sebesar 75%.

Setelah dilakukan evaluasi bersama kolaborator terhadap analisis data hasil belajar matematika siklus I, dapat direfleksi atau direkomendasikan bahwa penelitian perlu dilanjutkan ke siklus II, dengan perbaikan pada pengolahan waktu oleh peneliti dalam penyampaian materi dan ketegasan peneliti terhadap siswa yang tidak menjalankan perannya dengan baik dalam proses belajar mengajar menggunakan metode PQ4R berbantuan power point.

Berdasarkan pembelajaran Siklus II, dapat diketahui perolehan nilai hasil belajar matematika siswa yang mencapai KKM = 70 terdapat 32 siswa atau sebesar 80,56% dengan nilai rata-rata kelas 76,03.

Sedangkan siswa yang belum tuntas terdapat 4 siswa atau sebesar 19,44%.Diagram tingkat ketuntasan hasil belajar matematika siswaSiklus II disajikan pada gambar di bawah ini.

Gambar 2. Ketuntasan Belajar Siswa pada Siklus II

Gambar 2 menunjukkan bahwa nilai rata-rata kelas serta persentase pencapaian KKM siswa pada siklus II dianggap sudah maksimal. Jumlah ini sudah maksimal karena sudah mencapai indikator keberhasilan penelitian yaitu nilai rata-rata kelas harus mencapai KKM minimal sebesar 70 dan persentase pencapaian KKM mencapai 75% ,sehingga penelitian dicukupkan hingga Siklus II.

D. Kesimpulan

Berdasarkan hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa metode pembelajaran

Belum Tuntas , 19.44%

Tuntas , 80.56%

41.67%

58.33%

Belum Tuntas Tuntas

PQ4Rberbantuan power point dapat meningkatkan hasil belajar matematika siswa kelas VIII-D SMPN 20 Jakarta semester ganjil tahun 2016/2017. Siswa mampu untuk belajar dan berpikir secara mandiri serta membuat siswa menjadi pribadi yang aktif dan lebih baik lagi dengan saling membantu dalam memahami pelajaran satu dengan yang

lainnya, terutama materi SPLDV sehingga upaya-upaya yang mereka lakukan dapat memperbaiki akademis satu sama lain.

Oleh karena itu pembelajaran dengan menggunakan metode PQ4Rberbantuan power point dapat dijadikan alternatif dalam proses pembelajaran terutama dalam meningkatkan hasil belajar siswa.

E. Referensi

Janawi. 2013. Metodologi dan Pendekatan Pembelajaran. Yogyakarta: Ombak.

Tatang Herman. 2007. Pembelajaran Berbasis Masalah Untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Matematis Siswa.

Trianto. 2007. Model-Model Pembelajaran Inovatif Berorientasi Konstruktivistik: Konsep Landasan Teoritis Praktis dan Implementasinya.

Jakarta: Prestasi Pustaka .

\

UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA