UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA
tidak ada gunanya untuk kehidupan mereka, banyak siswa yang terlihat lesu dan tidak bersemangat ketika pembelajaran. Pada kurikulum 2013 guru merancang kegiatan pembelajaran di dalam kelas yang membuat siswa aktif dan mencari model pembelajaran yang tepat untuk mengajarkan materi matematika yang artinya guru harus meninggalkan metode ceramah. Sehingga, agar hal tersebut tidak terulang kembali diperlukan adanya solusi yang tepat untuk memperbaiki proses pembelajaran matematika agar siswa kelas X IIS 1 di SMAN 65 Jakarta mampu memahami konsep matematika dengan baik dan mendapat hasil belajar yang maksimal.
Misal, dengan menggunakan model pembelajaran yang dapat meningkatkan hasil belajar terhadap pembelajaran matematika. Salah satu solusi penggunaan model pembelajaran yang dapat meningkatkan hasil belajar matematika siswa ialah dengan model pembelajaran Project-Based Learning (PjBL).
Menurut Buck Institute for Education (BIE) project based learning adalah model pembelajaran yang melibatkan peserta didik dalam kegiatan pemecahan masalah dan memberi peluang peserta didik bekerja secara otonom mengkrotuksi belajar mereka sendiri, dan puncaknya menghasilkan produk karya siswa bernilai dan realistik (Trianto ibnu badar al-tabany, 2014;
41). PjBL sangat membantu dalam keberhasilan belajar siswa. Setiap siswa harus memiliki kemampuan yang diperlukan, setidaknya berguna bagi mereka dalam menghadapi permasalahan sehari-hari.
Langkah-langkah pembelajaran PjBL terdiri dari:
1. Pertanyaan mendasar untuk memancing pengetahuan siswa.
2. Perencanaan pengerjaan proyek. Berisi tentang aturan main, pemilihan aktivitas, serta mengetahui bahan dan alat apa saja yang dibutuhkan dalam pengerjaan proyek.
3. Membuat jadwal aktivitas. Jadwal disesuai dengan proyek yang akan dikerjakan.
4. Memonitoring pengerjaan proyek. Guru bertanggung jawab untuk melakukan pengawasan dan memfasilitasi siswa selama pengerjaan proyek berlangsung.
5. Penilaian hasil kerja siswa. Penilaian
untuk membantu mengukur
kemampuan siswa meliputi pencapaian siswa dalam belajar dan pemahaman siswa terkait materi yang disampaikan melalui penugasan proyek.
6. Evaluasi pengalaman. Pada akhir proses pembelajaran, guru dan siswa melakukan refleksi terhadap aktivitas dan hasil proyek yang sudah dilaksanakan.
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar matematika siswa di kelas X IIS 1 dengan model pembelajaran PjBL. Penelitian ini diarahkan oleh hipotesis tindakan bahwa model pembelajaran PjBL dapat meningkatkan hasil belajar matematika siswa yang dibuktikan dengan peningkatan hasil belajar siswa sebelum dan sesudah melakukan pembelajaran dengan model pembelajaran PjBL.
B. Metode
Rancangan penelitian yang tepat untuk menjawab hipotesis di atas merupakan penelitian tindakan kelas yang dirancang untuk fokus terhadap peningkatan hasil belajar matematika siswa dengan memberikan tindakan tertentu. Penelitian tindakan kelas ini menggunakan prosedur penelitian milik Suharsimi Arikunto, yang dianggap paling sesuai karena memiliki prosedur dengan permasalahan awal sebelum memasuki siklus tindakan meningkatkan hasil belajar matematika siswa. Penelitian tindakan kelas memiliki 4 tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan/tindakan, pengamatan, dan refleksi.
Tindakan atau perlakuan yang diberikan adalah model pembelajaran PjBL yang dilaksanakan 5 minggu kepada siswa
kelas X IIS 1 SMAN 65 Jakarta sebagai kelompok subjek penelitian. Kelompok subyek tersebut terdiri dari 36 siswa dengan 15 siswa putra dan 21 siswa putri.
Data dalam penelitian ini berupa tes tertulis, lembar observasi, catatan lapangan dan angket. Tes tertulis digunakan untuk mengukur peningkatan hasil belajar matematika siswa di kelas X IIS 1, lembar observasi digunakan untuk mengukur aktivitas siswa dalam pembelajaran serta angket digunakan untuk melihat ketertarikan siswa terhadap model pembelajaran PjBL. Hasil angket dihitung menggunakan skala Likert dengan retas nilai 1 sampai 4 tergantung pertanyaan negatif atau pertanyaan positif.
Analisis yang digunakan yaitu uji validitas dan uji reabilitas untuk mendapatkan soal yang dapat dipercaya dapat mengukur hasil belajar siswa di kelas X IIS 1. Soal yang diberikan sesuai dengan indikator materi yaitu materi statistika dan peluang. Kelas X IIS 1 dapat dikatakan meningkat hasil belajarnya ketika kelas tersebut mencapai perolehan rata-rata hasil belajar yang meningkat dan 80% siswa sudah mencapai KKM.
C. Hasil dan Pembahasan
Dari hasil yang sudah didapatkan di atas melalui perlakuan menggunakan model pembelajaran PjBL, ternyata hasil sangat memuaskan. Terlihat dari hasil belajar matematika siswa meningkat drastis dengan perlakuan menggunakan model pembelajaran PjBL. model pembelajaran PjBL terbukti mampu meningkatkan hasil belajar matematika siswa kelas X IIS 1 di SMAN 65 Jakarta.
Untuk lebih jelasnya dan terperinci peneliti membuat tabel dan gambar untuk melihat perbandingan peningkatan hasil belajar matematika siswa di kelas X IIS 1 pada pra penelitian, penelitian siklus I dan penelitian siklus II. Tabel dan gambar akan memperlihatkan pemetaan hasil belajar siswa, pemberian tabel dan gambar akan mempermudah perlihatan tentang
peningkatan hasil belajar matematika siswa di kelas X IIS 1.
Tabel 1. Perolehan Data Nilai Rata-Rata Hasil Belajar Matematika Siswa dengan Model Pembelajaran PjBL di Kelas X IIS 1
No Kriteria
Presentase siswa belum mencapai
KKM
Presentase siswa sudah mencapai
KKM
Rata- rata
1 Data awal 77,78% 22,22% 51,64
2 Siklus I 41,67% 58,33% 72,42
3 Siklus II 19,44% 80,56% 82,92
Gambar 1. Perolehan Data Nilai Rata-Rata Hasil Belajar Matematika Dengan Menggunakan Model Pembelajaran PjBL
di Kelas X IIS 1
Gambar 2. Pemetaan Hasil Belajar Matematika Dengan MenggunakanModel
Pembelajaran PjBL Di Kelas X IIS 1 Dari pemetaan di atas terlihat bahwa menggunakan model pembelajaran PjBL.
dapat meningkatkan hasil belajar matematika siswa di kelas X IIS 1 dengan signifikan. Begitu pula dengan aktivitas siswa dan guru yang cenderung meningkat dengan menggunakan model pembelajaran PjBL sebagaimana yang tertulis dalam
51.64
72.42 82.92
0 20 40 60 80 100
prasiklus siklus I siklus II
22.22%
58.33%
80.56%
77.78%
41.67%
19.44%
0.00%
10.00%
20.00%
30.00%
40.00%
50.00%
60.00%
70.00%
80.00%
90.00%
sudah mencapai KKM belum mencapai KKM
lembar observasi aktivitas guru dan siswa melalui pengamatan seorang observer.
Peningkatan aktivitas tersebut akan dituangkan dalam bentuk tabel dan diagram sebagai berikut :
Tabel 2. Peningkatan Aktivitas Siswa
Gambar 3. Pemetaan Hasil Rata-Rata Aktivitas Siswa Dengan Menggunakan Model Pembelajaran PjBL di Kelas X IIS 1
Tabel 2 dan Gambar 3 di atas menunjukan bahwa aktivitas siswa menjadi lebih baik dan aktif ketika diterapkan model pembelajaran PjBL.
siswa menjadi subjek pembelajaran bukan hanya dijadikan objek pembelajaran. Siswa lebih mandiri karena siswa menemukan sendiri konsep dari materi pembelajaran yang akan dilaksanakan. Interaksi antara guru dan siswa terjalin dengan baik begitu juga interaksi antara siswa dengan siswa.
Dengan melalu model pembelajaran PjBL melatih keberanian siswa dalam berpendapat dan terbukti dengan berlangsungnya proses belajar dan mengajar dengan model pembelajaran PjBL siswa mulai berani mengutarakan pendapat dan mulai berani bertanya kepada kelompok yang sedang menyampaikan hasil diskusi kelompok .
Tidak berbeda dengan aktivitas siswa, aktivitas guru juga cenderung meningkat walaupun tidak signifikan Dari penyampaian data-data di atas terlihat
bahwa model pembelajaran PjBL dapat meningkatkan hasil belajar matematika siswa kelas X IIS 1 dan juga meningkatkan kegiatan aktif guru dan siswa di dalam pembelajaran di kelas.
Tabel 3. Peningkatan Aktivitas Guru
Gambar 4.Pemetaan Hasil Rata-RataAktivitas Guru Dengan MenggunakanModel PembelajaranPjBL
Di Kelas X IIS 1
Senada dengan hasil data di atas. Dari hasil angket yang diberikan sebanyak 81,04% siswa kelas X IIS 1 memberikan tanggapan positif terhadap pembelajaran matematika melalui model pembelajaran PjBL.
D. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran PjBL berbantuan power point dapat meningkatkan hasil belajar matematika siswa pada materi statistika dan peluang siswa kelas X IIS 1 SMA Negeri 65 Jakarta semester genap tahun ajaran 2015- 2016. Peningkatan siswa dapat dilihat di dalam kelas, kegiatan siswa, dan situasi kelas dalam pembelajaran. Peningkatan hasil belajar matematika siswa dapat dilihat dari peningkatan nilai sebelum tindakan, nilai pada siklus I, dan nilai pada siklus II.
No Kriteria Pertemuan kesatu
Pertemuan kedua
Rata- rata
1 Prasiklus - - 55
2 Siklus I 66,60 71,60 69,10
3 Siklus II 81,60% 85,00% 83,30
No Kriteria Pertemuan kesatu
Pertemuan kedua
Rata- rata
1 Prasilus - - 48,30
2 Siklus I 64,00% 75,00% 69,50 3 Siklus II 85,70% 90,40% 88,05
0.00%
100.00%
48.30% 69.50% 88.05%
0%
20%
40%
60%
80%
100%
prasiklus siklus I siklus II 55% 69.10% 83.30%
E. Referensi
Arikunto, S., dkk. 2012. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: PT Bumi Aksara.
Arikunto, S. 2012. Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.
Aunurrahman. 2012. Belajar dan Pembelajaran. Bandung: Alfabeta.
Dimyati & Mudjiono. 2013. Belajar &
Pembelajaran. Jakarta: Rhineka Cipta.
Hamzah, A. 2014. Evaluasi Pembelajaran Matematika. Jakarta: Rajawali Pers.
Hamzah, A. & Muslisrarini. 2014.
Perencanaan Dan Strategi Pembelajaran Matematika. Jakarta:
Rajawali Pers.
Ibnu badar al-tabany, T. 2014 . Mendesain Model Pembelajaran Inovatif, Progresif dan Kontekstual.
Jakarta: Prenadamedia Group, hal.41
Muh. R. 2010. Project Based Learning;
Inovasi Pembelajaran yang berorientasi Soft Skill. Seminar Nasional Fakultas UNS, hal.2 Djamarah, S. B. & Aswan Z. 2010.
Strategi Belajar Mengajar.
Jakarta: Rineka Cipta.
Wena, M. 2009. Strategi Pembelajaran Inovatif Kontemporer: Suatu
Tinjauan Konseptual
Operasional. Jakarta: PT. Bumi Aksara.