• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN

G. METODOLOGI PENELITIAN

1. Metode Penelitian

Metode penelitian adalah suatu proses yang diperlukan dalam melakukan kajian, mulai dari proses penentuan sampai saat penelitian dilaksanakan. Adapun metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif, dengan pendekatan induktif. Alasanya metode kualitatif dengan pendekatan induktif lebih relevan dalam mengolah datanya. Untuk menghasilkan gambaran yang baik, dibutuhkan serangkaian langkah yang sistematis.

2. Pendekatan atau Jenis Penelitian

Pendekatan penelitian merupakan salah satu proses yang peneliti gunakan dalam pelaksanaan penelitian. Setiap penelitian memerlukan pendekatan atau desain yang berbeda. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan pendekatan kualitatif bersifat deskriptif. Karena pendekatan kualitatif, sebagai suatu gambaran yang kompleks.24

Penelitian kualitatif adalah metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat postopositive/entrepretif, digunakan untuk meneliti pada kondisi obyek yang alamiah, (sebagai lawannya adalah eksperimen)

24Juansyahnoor, Metodologi Penelitian Skripsi, Tesis, Disertasi, dan KaryaIlmiah (Jakarta: Kencana Prenada Group, 2013), hal. 34

dimana peneliti, sebagai instrumen kunci, tehnik pengumpulan data dilakukan secara trianggulasi (gabungan), analisis data bersifat deskriftif kualitatif, dan hasil penelitian kualitatif lebih menekankan makna dari pada generalisasi.25 Bersifat deskriftif maksudnya adalah menjelaskan secara rinci proses dari adanya masalah, jenis informasi yang diperlukan, penentuan prosedur pengumpulan data, sampai menarik kesimpulan penelitian. Penelitian ini mendeskripsikan tentang Penerapan Strategi Pemasaran dalam Meningkatkan Penjualan Produk di Alfamart Arya Banjar Getas Kota Mataram.

3. Teknik Pengumpulan Data

Untuk mengumpulkan data yang relevan dengan masalah yang diteliti, maka dalam hal ini peneliti menggunakan empat tehnik, yaitu observasi, wawancara, dokumentasi dan studi pustaka.26 Supaya lebih jelas ke empat tehnik ini diuraikan sebagai berikut:

a. Observasi

Observasi adalah pengamatan secara langsung dari lokasi penelitian yang dilakukan oleh peneliti untuk memperoleh data-data yang diperlukan guna melengkapi bahan-bahan penelitian.27

Dengan observasi peneliti mampu mengamati obyek yang akan diteliti dengan jelas untuk memperoleh data dengan jelas dan data

25Sugiyono, Metode penelitian Manajemen, (Bandung: CV. Alfabeta 2014), hal. 347

26Muhamad nasir, Metode Penelitian, (Jakarta: Ghalia Indonesia, 1998), hal. 25

27Soeranto, Metologi Penelitian Ekonomi Islam, cet 1, (Yogyakarta: Unti Penerbit dan Pencetakan (UUP) AMP, YKNP, 1988) hal. 89

yang diperolehakan lebih lengkap, tajam dan sampai mengetahui pada tingkat makna dari setiap perilaku yang nampak.

Observasi yang dilakukan peneliti, yaitu observasi yang bersifat nonpartisipan. Observasi nonpartisipan yaitu peneliti tidak terlibat langsung dengan aktifitas orang-orang yang sedang diamati, namun peneliti hanya pengamat independen, misalnya peneliti hanya mencatat dan mengamati hasil penelitian yang dilakukan.28 Data yang ingin diperoleh dari observasi ini adalah mengetahui bagaimana Penerapan Strategi Pemasaran dalam Meningkatkan Penjualan Produk di Alfamart Arya Banjar Getas Kota Mataram.

b. Wawancara (Interview)

Wawancara merupakan pertemuan dua orang untuk bertukar informasi dan ide melalui tanya jawab, sehingga dapat dikontruksikan makna dalam suatu data tertentu. Dengan wawancara maka peneliti akan mengetahui hal-hal yang lebih mendalam tentang partisipan dalam menginterpretasikan situasi dan fenomena yang terjadi, dimana hal ini tidak ditemukan melalui observasi.29

Dalam penelitian ini, informasi yang dijadikan, sebagai subyek wawancara. Wawancara yang digunakan peneliti adalah wawancara yang bersifat terstruktur. Wawancara terstruktur adalah wawancara yang pewawancaranya menetapkan sendiri masalah dan pertanyaan-

28Sugiyono, Metode penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R & D,(Bandung: Alfabeta, 2011), hal. 145

29Beni Ahmad Saebani, Metode Penelitian, (Bandung: Pustaka 2008), hal.190

pertanyaan yang akan diajukan.30 Dimana peneliti menanyakan deretan pertayaan yang menggunakan panduan, kemudian dari masing-masing pertanyaan terkait dengan Alfamart Arya Banjar Getas strategi pemasaran yang dilakukan dan akan diperdalam guna mendapatkan jawaban yang lebih valid dari pemilik Alfamart Arya Banjar Getas Kota Mataram.

c. Dokumentasi

Dokumentasi adalah data mengenai hal-hal atau variabel berupa cacatan, transkip, buku, surat kabar, majalah, prasasti, notulen rapat, cacatan harian, agenda dan sebagainya.31

Adapun tehnik dokumentasi ini peneliti gunakan untuk mengumpulkan data tertulis yang dapat memberikan keterangan yang sesuai dengan apa yang dibutuhkan, seperti data tentang keadaan geografis dan data tentang program-program atau kegiatan- kegiatan yang dilakukan oleh Alfamart Arya Banjar Getas kel.

Ampenan Kota Mataram.

4. Sumber Data dan Jenis Data a. Sumber Data

Sumber data adalah subyek dari mana data diperoleh, sumber data yang dimaksud dalam penelitian ini adalah subyek (informasi) dari mana penelitian mengambil data yang akan memberikan

30Lexy j Meleong, Metodologi penelitian kualitatif, (Bandung: PT. Remaja Rosda Karya 2006), hlm. 190

31Lexy J Maleong, Metodologi Penelitian Kualitatif Kuantitatif Edisi revisi, (Bandung: PT.

Remaja Rosda karya, 2013), hal 155

informasi dan berinteraksi secara aktif dengan peneliti. Adapun yang menjadi informasi dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Data primer

Data primer merupakan data yang diperoleh secara langsung dari obyek penelitian seseorang, kelompok dan organisasi.32 Dimana peneliti memperoleh data dari hasil wawancara dan pengamatan yang diperoleh langsung dari pertama yakni pegawai di Alfamart Arya Banjar Getas Kota Mataram.

2. Data Sekunder

Data sekunder merupakan data yang diperoleh secara tidak langsung melalui media perantara seperti jurnal, buku, catatan, dokumen pribadi maupun dokumen resmi atau bahan yang bukan dari sumber yang pertama sebagai sarana untuk memperoleh data atau informasi untuk menjawab yang diteliti. Data ini diperoleh dari bahan bacaan maupun literatur yang mempunyai kaitan atau hubungan dengan fokus penelitian ini.33 Data yang ingin diperoleh, yaitu bagaimana penerapan strategi pemasaran dalam meningkatkan penjualan produk di Alfamart Arya Banjar Getas kota Mataram dan bagaimana strategi Alfamart dalam menarik

32Rosady Ruslan, Penelitian Public Relation dan komunikasi (Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2003), hal. 31

33Jonotan Sarwono, Metodologi Penlitian Kuantitatif Kualitatif, (Yogyakarta: Graha Ilmu, 2006), hal. 16-17

daya beli masyarakat di Alfamart Arya Banjar Getas Kota Mataram.

b. Jenis Data

1. Data Kualitatif

Adapun jenis data yang digunakan peneliti dalam penelitian ini adalah data kualitatif.34 Kualitatif adalah suatu data yang menekankan pada proses dan makna yang dikaji secara ketat dan belum diukur dari sisi kuantitatif, jumlah identitas atau frekuensi.

Untuk mendapatkan data kualitatif membutuhkan lebih banyak waktu dan sulit dikerjakan karena melakukan wawancara, observasi, diskusi atau pengamatan.

2. Data Kuantitatif

Data kuantitatif adalah jenis data yang dapat diukur (measurable) atau dihitung secara langsung sebagai variabel angka atau bilangan. Variabel dalam ilmu statistika adalah atribut, karakteristik, atau pengukuran yang mendiskripsikan suatu kasus atau objek penelitian.35

5. Analisis Data

Analisis data adalah proses mencari dan menyusun secara sistematis data yang diperoleh dari hasil observasi, wawancara, catatan lapangan dan dokumentasi dengan cara mengorganisasikan data ke dalam kategori,

34Juliansyah Noor, Metodologi Penelitian, (Jakarta: PT. Raja Grafindo, 2013) hal. 38

35Sarwono, Metodologi Penelitian Kuantitatif,..

menjabarkan kedalam unit-unit, melakukan sintesa, menyusun kedalam pola, memilih mana yang paling penting dan dipelajari dan membuat kesimpulan, sehingga mudah dipahami oleh diri sendiri maupun orang lain.36

Analisis yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu analisis data yang bersifat induktif, yaitu pengolahan data yang bertitik tolak pada masalah-masalah yang khusus lalu ditarik kesimpulan yang bersifat umum. Dengan demikian, analisis induktif ini dapat memulai fakta-fakta yang empiris yang ditemukan kemudian dicocokkan dengan landasan teori yang ada.37

6. Pengujian Keabsahan Data

Uji keabsahan data dalam penelitian, sering hanya ditekankan pada uji validitas dan reliabilitas. Validitas merupakan derajat antara data yang terjadi pada objek penelitian dengan data yang dapat dilaporkan oleh peneliti. Dalam penelitian kualitatif, temuan ataupun data dapat dinyatakan valid apabila tidak ada perbedaan antara yang dilaporkan dengan apa yang sesungguhnya terjadi pada objek yang diteliti.

Penelitian kualiatatif lebih merujuk pada aspek validitas. Untuk menjamin validitas data atau kepercayaan terhadap data hasil penelitian kualitatif digunakan cara-cara sebagai berikut: 38

a. Perpanjang Pengamatan

36Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif, (Baandung: PT. Remaja Rosda karya, 2015) hal. 38

37Lexy J. Maleong, Metode Penelitian Kualitatif, (Bandung: Remaja Rosda Karya, 2006) hal. 281

38Sugiyono, Metode Penelitian Kualitatif dan R & D…hal. 430-436

Dengan perpanjang pengamatan ini berarti hubungan peneliti dengan narasumber semakin berbentuk rapport, semakin akrab, semakin terb uka, saling mempercayai, sehingga tidak ada informasi yang disembunyikan lagi.

b. Triangulasi

Triangulasi adalah pemeriksaan keabsahan data yang memanfaatkan sesuatu yang lain. Di luar data itu untuk keperluan pengecekan atau sebagai perbandingan terhadap data tersebut.

Tehnik triangulasi yang paling banyak digunakan ialah pemeriksaan melalui sumber data.39

c. Penelitian Teman Sejawat

Penelitian teman sejawat dilakukan dengan cara mengekspos hasil sementara atau hasil akhir yang diperoleh dalam bentuk diskusi dengan teman-teman sejawat, hal ini dimaksud sebagai salah satu cara pemeriksaan keabsahan data. Diskusi dengan teman sejawat ini memberikan suatu kesempatan awal yang baik untuk menjajaki dan menguji hipotesis kerja yang muncul dari pikiran peneliti. 40

H. Sistematika Pembahasan

Pada penelitian ini, penulis menggunakan sistematika pembahasan untuk mempermudah penelitian. Dengan demikian penulis membagi kedalam empat bab dengan sistematika sebagai berikut:

39Lexy J. Maleong, Metodologi Penelitian hal. 281-284

40 Burhan Bungin, Metode Penelitian Kualitatif, (Bandung: Rosda Karya, 2004) hal. 207

BAB I : Pendahuluan yang berisi latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan dan manfaat, ruang lingkup dan setting penelitian, telaah pustaka, kerangka teori, metode penelitian, sistematika pembahasan.

BAB II : Paparan dan Temuan, yang mrnyangkut dengan teori strategi pemasaran dalam meningkatkan penjualan produk dan pengaruh kepuasan pelanggan dalam menggunakan strategi pemasaran tersebut.

BAB III : Pembahasan, dibagian pembahasan ini penulis peneliti mencoba menggambarkan lokasi penelitian serta menguraikan hasil penelitian mengenai penetapan strategi pemasaran dalam meningkatkan penjualan produk di Alfamart 1S78 Arya Banjar Getas Kota Mataram.

BAB IV : Penutup, yang berisi kesimpulan dari pembahasan yang telah disampaikan, serta saran yang menyangkut dengan penelitian.

BAB II

PAPARAN DAN TEMUAN

Gambaran Umum dan Lokasi Penelitian

Sesuai dengan objek yang akan penulis teliti, maka penulis akan memberikan gambaran umum tentang Alfamart Arya Banjar Getas. Dalam beberapa hal yang berkenan dengan pembahasan ruang lingkup skripsi ini:

1. Sejarah Berdirinya Alfamart

Jauh sebelum kesuksesannya saat ini, Alfamart di bawah PT. Alfaria Trijaya, Tbk. tentu memiliki kisah perjalanan bisnis yang penuh dengan lika-liku. Apapun jenisnya, bisnis memang selalu memberikan sejarah berarti, tak terkecuali cerita menarik yang dimiliki. Kegiatan usaha PT.

Alfaria Trijaya, Tbk. ini pertama kali didirikan tanggal 22 Februari 1989 oleh Djoko Susanto, seorang pengusaha rokok asal Jakarta. Setelah 13 tahun bergerak dalam industri perdagangan rokok, perusahaan ini kemudian membuka jaringan minimarket yang diberi nama Alfa Minimarta pada tahun 1999. Pada tanggal 27 Juni 1999, PT. Alfa Mitramart Utama didirikan oleh PT. Alfa Retailindo, Tbk dan PT. Lancar Distrindo. Toko pertamanya dengan nama Alfa Mini Mart didirikan pada tanggal 18 Oktober 1999. Pada tanggal 1 Agustus 2002, kepemilikan PT.

Alfa Mitramart Utama beralih ke PT. Sumber Alfaria Trijaya yang sahamnya dimiliki oleh HM Sampoerna (70%) dan PT. Sigmantara Alfindo (30%). Mulai tanggal 1 Januari 2003, Alfa Mini Mart berubah menjadi Alfamart. Pada bulan Januari 2009, PT. Sumber Alfaria Trijaya menggelar penawaran umum saham perdana atau Initial Public Offering (IPO).41

Saat ini, kantor pusat Alfamart serta gerai flagship-nya di Jabodetabek berada di Jl MH Thamrin No 9, Cikokol, Tangerang. Alfamart saat ini adalah salah satu pengecer terkemuka di Indonesia, melayani lebih dari 3 juta pelanggan setiap hari, dengan sekitar Rp.10.300 toko di seluruh Indonesia. Alfamart memberikan harga yang terjangkau, kebutuhan dasar harian berkualitas tinggi dengan layanan yang ramah, suasana belanja yang bersih dan nyaman yang mudah diakses. Dengan lebih dari 70.000 karyawan, Alfamart adalah salah satu perusahaan terbesar di Indonesia.

Jaringan toko swalayan yang memiliki banyak cabang di Indonesia. Gerai ini umumnya menjual berbagai produk makanan, minuman dan barang kebutuhan hidup lainnya. Lebih dari 100 produk makanan dan barang kebutuhan hidup lainnya tersedia dengan harga bersaing, memenuhi kebutuhan konsumen setiap hari.42

Banyaknya gerai Alfamart yang semakin bertambah menunjukkan, bahwa tingkat kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan dan produk yang dijual di Alfamart juga semakin meningkat, sehingga banyak

41https://id.wikipedia.org/wiki/Alfamart, diambil tanggal 04 februari 2020, pukul 20.44 WITA

42Ibid,.

konsumen yang akan membeli di Alfamart tersebut. Hal ini membawa Alfamart pada tahun 2016 lalu mendapatkan penghargaan Family Bussiness Award 2016 dalam kategori Attracting Profesional Tallents.

Penghargaan perusahaan ini diterima oleh Alfamart pada Rabu, 24 Agustus 2016 dalam acara Indonesian Brand Forum (IBF). Penghargaan yang diraih Alfamart ini juga diberikan kepada perusahaan yang pada awalnya dibangun oleh keluarga, kemudian terus bertumbuh menjadi mampu menghasilkan sumber daya manusia sebagai karyawan dan pemegang kekuasaan perusahaan, sehingga produk yang dijual di Alfamart semakin meningkat dan terlaris yang diinginkan oleh konsumen.43

Menurut pengakuan salah satu pegawai yang ada di Alfamart Arya Banjar Getas, bahwa:

“produk yang kami jual, masih terbilang umum, seperti yang dijual di Alfamart yang lain, tetapi yang paling unggul diminati atau yang paling terlaris dikalangan masyarakat adalah produk unilever dan rokok karna itu menjadi hal pokok dalam kehidupan masyarakat sekitar”.44

Sejak Juni 2015, Alfamart Arya Banjar Getas telah berhasil didirikan karena kawasan yang strategis dan masih bisa dijangkau oleh pemukiman yang lain, sehingga Alfamart ini berada di pinggir jalan raya yang diketuai oleh atasannya yang bernama Guruh Afriliant Bahtiar.

Sedikit demi sedikit mulai banyak yang tertarik, kemudian kami membagikan liflet supaya masyarakat tahu dan tertarik belanja di Alfamart

43 https://tribunwiki-sejarah-alfamart-di-indonesia, diambil tanggal 04 Februari 2020, pukul 21.18 WITA.

44 Dedi Suhaimin (Assistant chief of store), Wawancara, Alfamart Arya Banjar Getas, 04 Februari 2020

Arya Banjar Getas. Liflet yang dibagikan dua hari / dua minggu ini, yaitu sarana untuk mempromosikan produk yang dibagikan ke area kofric.

Mempromosikan barang di Alfamart Arya Banjar Getas ini ada tahapannya yang pertama, yaitu dengan cara promosi JSM atau promosi Jum‟at Sabtu Minggu, promosi ini hanya untuk produk khusus untuk sembako. Kedua, yaitu promosi harian, promosi ini hanya berlaku di hari tertentu, yaitu hari Senin-Kamis. Ketiga, yaitu promo gantung atau gajian untung, promo ini biasanya berlaku pada akhir bulan pas hari gajian, sedangkan alat yang digunakan untuk melakukan promosi yaitu spanduk, audio promo dengan menggunakan pengeras suara untuk memudahkan konsumen agar membeli produk yang diinginkan dan menggunakan wobler dengan cara melakukan sarana promo dengan membagikan produk- produk yang terjual di Alfamart tersebut.

2. Letak Geografis Alfamart Arya Banjar Getas Kota Mataram

Alfamart Arya Banjar Getas ini terletak di Kota Mataram tepatnya di Kelurahan Taman Sari Kecamatan Ampenan Kota Mataram. Letaknya sangat strategis karena berada tengah dikeramaian. Yang dimana lokasi bertepatan dengan pusat perekonomian kelurahan Taman sari, adapun wilayahnya :

a) Sebelah Utara : Pertigaan 50 Meter menuju lapangan Malomba dan sekitar 20 Meter menuju pasar Ampenan.

b) Sebelah Selatan : Minimarket Accu Mart dan Rumah Makan Tunas Baru

c) Sebelah Utara : Markas Brimob d) Sebelah Timur : Pemukiman Warga

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti di Alfamart Arya Banjar Getas kelurahan Taman Sari Kecamatan Ampenan Kota Mataram ditemukan beberapa hal berkaitan dengan letak geografis dari Alfamart Arya Banjar Getas, yaitu45:

a) Sekitar 10 meter dari pusat perekonomian (Pasar Ampenan) berdekatan dengan pusat pendidikan, seperti Sekolah Dasar Negeri No.

11 Ampenan. Sebelah utara SDN No 11 terdapat salah satu sekolah yaitu State Junior high School 3 Mataram dan disebelah timurnya ada salah satu sekolah TK, yaitu TKn Pembina Ampenan. Selain berdekatan dengan pusat pendidikan, terdapat juga rumah makan.

b) Di lokasi tempat didirikannya Alfamart Arya Banjar Getas ini dipenuhi keramaian pada saat pagi, sore dan malam karena Alfamart ini 24 jam buka tempatnya juga berada di sebelah baratnya Markas Brimob yang disebut sebagai area perekonomian tingkat tinggi.

Tempat yang sangat strategis dan penuh dengan keramaian adalah salah satu target pangsa pasar, itulah yang dikatakan seorang manager dari Alfamart Arya Banjar Getas Bapak Dedi Leo Simon.

Menurut Bapak Dedi Leo Simon :

“Sebenarnya lahan yang kita gunakan untuk membangun Alfamart ini adalah sebuah ruko 2 pintu yang disewakan dengan ukuran luas area sales 900 m2 dan keseluruhan lahan 250m2. Ruko tersebut

45Dedi Suhaimin (Assistant Chief of Store), Wawancara, Alfamart Arya Banjar Getas, 04 Februari 2020.

pertamanya dipakai untuk pertokoan kecil, seiring berjalannya waktu karena penghasilannya tidak sesuai akhirnya orang tersebut menjual rukonya”.46

3. Sarana dan Prasarana

Dalam sistem perekonomian tentunya dibutuhkan sarana dan prasarana sebagai tempat terjadinya transaksi jual beli. Namun tanpa dilengkapi dengan sarana dan prasarana kegiatan perekonomian tidak akan bisa dimulai, maka sarana dan prasarana dalam proses perekonomian harus dilengkapi demi menunjang kegiatan transaksi-transaksi berjualan dengan lancar atau sesuai dengan yang diharapkan.47

4. Struktur Manajemen

Manajemen dan organisasi merupakan dua bagian yang tidak dapat dipisahkan satu sama lainnya, artinya manajemen merupakan bagian dari organisasi dan organisasi merupakan alat untuk mencapai suatu tujuan, sedangkan organisasi merupakan tempat untuk mencapai tujuan tersebut.48

Manager diperkenankan mengembangkan suatu strategi dalam batas- batas waktu dengan budget tertentu, tetapi mereka tidak boleh dihalangi atau dibatasi kegiatan mereka.49

5. Pola Rekrutmen Karyawan

46Dedi Suhaimin (Assistant chief of store), Wawancara, Alfamart Arya Banjar Getas, 04 Februari 2020

47Kasmir, Kewirausahaan (Jakarta : Raja Grafindo Persada, 2016), hlm, 64

48 Ibid, hlm, 66

49 Ibid, hlm, 67

Buruh, pekerja, worker, laborer, tenaga kerja atau karyawan pada dasarnya adalah manusia yang menggunakan tenaga dan kemampuannya untuk mendapatkan balasan atau upah berupa pendapatan baik berupa uang maupun bentuk lainnya kepada pemberi kerja, pengusaha atau majikan. Adapun pola rekrutmen karyawan yang dilakukan oleh Alfamart Arya Banjar Getas adalah:50

a) Publikasikan lowongan, menyebar lowongan melalui pesan elektronik seperti facebook, menyebarkan spanduk dan menempelkan kertas disetiap sudut jalan

b) Tinjau lamaran yang masuk, pelamar dinilai berdasarkan syarat yang dipenuhi untuk selanjutnya dihubungi oleh perusahaan

c) Wawancara yang dilakukan oleh kandidat yang berkualitas d) Pilih yang berkualitas sesuai dengan bidangnya

6. Kondisi Alfamart Arya Banjar Getas Kota Mataram

Kondisi Alfamart Arya Banjar Getas berjalan lancar seperti biasanya, melakukan transaksi jual beli, konsumen pun ada yang berdatangan setiap hari, tetapi perlu juga melihat kondisi Alfamart Arya Banjar Getas melalui beberapa aspek, diantaranya adalah:

a) Dari Segi Resiko

Dalam dunia usaha pasti ada resiko yang akan ditempuh oleh setiap perusahaan, sama halnya dengan resiko yang sedang dihadapi oleh Alfamart Arya Banjar Getas yang berada di Kecamatan Ampenan ini,

50Dedi Suhaimin (Assistant chief of store), Wawancara, Alfamart Arya Banjar Getas, 04 Februari 2020.

salah satunya adalah kerugian dan penurunan tingkat pendapatan yang didapat. Abdul Rajik dan Dedi Suhaimin juga mengatakan, bahwa:

“resiko dari sebuah usaha itu pasti dan tetap akan ada. Maka dari itu, untuk menghindari resiko yang kemungkinan terjadi, kami selalu melakukan sarana promo dengan cara membagikan liflet disetiap rumah atau memberikan jika ada yang berdatangan untuk melakukan transaksi jual beli. Selain itu, masyarakat juga belum sepenuhnya mengetahui produk-produk apa saja yang dijual di Alfamart Arya Banjar Getas tersebut”.51

b) Dari Segi Peluang

Peluang dalam usaha perdagangan terbilang cukup menjanjikan, karena dapat dilihat dari beberapa aspek yang mendorong kemajuan serta perkembangan dari usaha tersebut, seperti banyaknya rumah makan, warung-warung serta sekolah adalah salah satu peluang yang dilirik oleh kalangan pengusaha yang memproduksi makanan instan siap saji. Bukan cuma itu, peluang terbesar yang dirasakan oleh Alfamart ini yaitu masyarakat yang ingin pergi ke pantai untuk bertamasya atau berakhir pekan bersama keluarga bisa membeli makanan untuk cemilan mereka karena tempatnya dipinggir jalan raya menuju pantai-pantai yang ada di sekitaran Ampenan. Dedi Suhaimin juga mengatakan, bahwa:

“kalau masalah peluang di Alfamart ini sangat luas dan terbuka lebar, karena pembeli atau konsumen nya tidak pernah sepi untuk membeli kebutuhan sehari-hari, seperti sembako dan sangat berdekatan dengan tempat pejabat bisa dikatakan ekonomi kelas atas karena langsung membeli perlengkapannya di Alfamart tersebut, sehingga mereka tidak perlu jauh-jauh untuk membeli keperluan atau sembako yang mereka butuhkan”.

51Abdul Rajik (chief of store), wawancara Alfamart Arya Banjar Getas, 5 Februari2020

c) Dari Segi Hambatan

Dari segi hambatan, Dedi Suhaimin menjelaskan, ada beberapa hambatan yang sedang kami alami, yaitu:

1) Masyarakat belum mengetahui banyaknya produk yang kami jual, sehingga mereka enggan membeli produk yang lain selain yang menjadi kebutuhannya.

2) Kurangnya komunikasi antara masyarakat, sehingga membuat sebagian produk yang kami jual tidak banyak dibeli oleh masyarakat kalangan rendah, sehingga dari pihak kami harus banyak melakukan sarana promo yang lebih luas dan banyak, sehingga masyarakat mengetahui semua produk yang jual di Alfamart Arya Banjar Getas ini.52

A. Penerapan Strategi Pemasaran dalam Meningkatkan Penjualan Produk di Alfamart 1S78 Arya Banjar Getas Kota Mataram

Setelah penulis melakukan penelitian di Alfamart Arya Banjar Getas, bahwa Penerapan Strategi Pemasaran dalam Meningkatkan Penjualan Produk di Alfamart Arya Banjar Getas, yaitu dengan cara:

1. Strategi Produk

Setiap lembaga mempunyai strategi yang berbeda-beda dalam meningkatkan penjualan, diantaranya perencanaan dan strategi untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan oleh suatu lembaga tersebut.

52Dedi Suhaimin (Assistant chief of store), Wawancara, Alfamart Arya Banjar Getas, 04 Februari 2020.

Dokumen terkait