ABSTRAK
F. Metode Penelitian 1. Pendekatan Penelitian
Meteode yang digunakan dalam penelitian ini merupakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Metode deskriptif kualitatif adalah sebagai perosedur penelitian yang menghasilkan dan deskriptif yang diperoleh dari lapangan berupa kata-kata tertulis dan lisan dari orang dan orang yang diamati”. 46 Sedangkan menurut Kirk dan Miller mendifinisikan penelitian kualitatif adalah “teradisi tertentu dalam ilmu pengetahuan sosial yang secara fundamental tergantung ada pengamatan pada manusia dalam kawasanya dan dalam peristilahannya”.47
45 Prim Masrokan Mutohar, Strategi Pembinaan Disiplin Santri Dalam Mengefektifkan Peroses Pembelajaran, Jurnal Kepemimpinan kyai, Vol 2, No. 1, Tahun 2018, Hlm, 325
46Muhajir , Penelitian Kualitatif, (Yogyakarta : Rake Surusin ,1998), hlm. 32
47Lexi J Moleong, Metodelogi Penelitian Kualitatif, (Bandung: PT. Remaja Rosda Karya, 2001), hlm.3
Dengan demikian peneliti kualitatif berusaha untuk mempelajari suatu masalah dengan kerangka induktif, yaitu berusaha mendapakan kesimpulan tentang suatu maslah yang sedang dipelajari berdasarkan berbagai informasi yang berkaitan dengan maslah tersebut, dimana informasi yang dikumpulkan lebih banyak berkaitan dengan realitas interal yang terletak dalam manusia (pendapat keyakinan dan lain-lain) dan dirumuskan intrprensif subjektif. Oleh karna itu, untuk memahami penomena secara utuh dalam kaitannya dengan konteksnya, maka peneliti harus terjun lansung sebagai instrumen dan sekaligus untuk pengumpulan data.
2. Kehadiran Peneliti
Kehadiran peneliti dalam hal ini sangatlah penting dan utama, dalam hal ini seperti yang dikatakan Moleong bahwa dalam penelitian kualitatif kehadiran peneliti sendiri atau bantuan orang lain merupakan alat pengumpulan data.48 Sesuai dengan penelitian kualitatif, kehadiran peneliti di lapangan adalah sangat penting dan diperlukan secara optimal. Peneliti merupakan instrumen kunci utama dalam mengungkapan makna dan sekaligus sebagai alat pengumpulan data.
Oleh karena itu peneliti juga harus terlibat dalam kehidupan orang-orang yang diteliti sampai pada tingkat keterbukaan antara kedua belah pihak.
Maka dalam penelitian ini peneliti harus terjun lansung ke lapangan untuk dapat mengamati dan mengumpulkan data yang valid dan yang dibutuhkan.
48Leki J Moleong, Penelitian Kualitatif, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2008), hlm.
87
Kehadiran penelitian di lapangan itu dilakukan dengan prosedur bertahap- tahapan, yang pertama diawali dengan kegiatan observasi awal yang berkaitan dengan kedisiplinan belajar santri di pondok pesantren Darul Muttaqin.
Setelah itu peneliti penyusunan peroposal, setelah proposal diseminarkan peneliti mengajukan surat izin penelitian, dengan adanya surat izin penelitian itu, maka peneliti akan terjun secara lansung kelapangan untuk memperoleh data-data yang dibutuhkan dan valid. Baik dalam penelitian yang digunakan dengan metode observasi, wawancara, maupun dokumentasi.
3. Sumber Data dan Jenis Data
Sumber data adalah subjek darimana suatu data diperoleh.49 Menurut Albi Anggita bahwa sumber data utama dalam penelitian kualitatif ialah kata-kata dan tindakan. Kata-kata dan tindakan merupakansumber data yang diperoleh dari lapangan dengan cara mengamati dan mewawancarai”.50 Pada penelitian kualitatif kegiatan ini dilakukan secara sadar, terarah dan senantiasa bertujuan memperoleh suatu informasi yang peneliti perlukan dalam sebuah penelitian. Adapun yang menjadi sumber data dalam penelitian ini adalah pengurus pondok pesantren (Hasanul Muttaqin), ustad (Arifudin), dan sebagian santri.
49 Suharsimi Arikunto, Perosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik, (Jakarta, PT:
Rineka Cipta, 2014, hlm. 172
50 Albi Anggita dan Johan Setawan,Metodologi Penelitian Kualitatif, (Jawa Barat: PT.
CV Jejak, 2018), hlm. 212
Berdasarkan sumbernya data untuk memperoleh jenis data maka peneliti mengunakan data perimer dan sekunder
a. Data Primer
Data primer adalah data yang diperoleh secara langsung dari sumber yang pertama, baik itu data yang di peroleh dari individu ataupun personal seperti halnya hasil dari wawancara peneliti.51 Jadi data perimer merupakan data yang di dapat peneliti lansung dari sumber data dengan wawancara, diskusi, observasi maupun penyebaran pertanyaan.
Untuk memperoleh data dalam penelitian ini peneliti menggunakan data perimer degan cara melakukan pengamatan dan wawancara terhadap pihak-pihak terkait yang meliputi ketua bidang kesantrian pengurus pondok pesantren (Hasanul Muttaqin), ustadz (Aripudin), dan serta santri di pondok pesantren Darul Muttaqin. Hal ini dilakukan agar dapat memudahkan peneliti dalam peroses penelitian.
b. Data Sekunder
Data sekunder adalah data yang didapat peneliti dari sumber data yang telah ada sebelumnya melalui media secara tidak langsung seperti buku, arsip, catatan, jurnal, laporan, dan sebagainya.52 Data ini digunakan untuk mendukung informasi primer yang telah diperoleh yaitu dari penelitian yang terdahulu, artikel, jurnal, buku, serta situs dan internet yang berkenaan dengan penelitian yang dilakukan.
51 Husain Umar, Metode Penelitian Untuk Skripsi Dan Tesis Bisnis, (Jakarta: Rajawali Press, 2011), hlm. 42
52Sugiyono, Metode Penelitian Kualitatif dan R & D. (Bandung : Elfabeta, 2009), hlm.
137
4. Metode Pengumpulan Data
Metode pengumpulan data adalah langkah yang paling strategis dalam sebuah penelitian, karena tujuan utama dari penelitian ini merupakan pendapatan sebuah data. Metode mengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini diantaranya:
a. Metode Observasi
Observasi adalah suatu peroses yang kompleks dan tersusun dari berbagai proses biologis dan pisiologis. Dua peroses yang terpenting adalah sebuah pengamatan dan ingatan. Tehnik pengumpulan data dengan observasi digunakan jika penelitian berkaitan dengan perilaku manusia, proses kerja, penomena-penomena dan bila responden yang diamati tidak terlalu besar.53
Metode observasi yang peneliti gunakan dalam penelitian ini adalah penelitian yang sangat terbatas yang hanya terkait dengan data- data tertentu seperti letak georafif pondok pesantren dan keadaan pondok pesantren itu sendiri, sedangkan yang berkaitan dengan objek permasalahan pokoknya yang fokus pada pendidikan yang berkaitan dengan aktivitas pembelajaran kedisiplinan belajar santri itu, tidak bisa dilakukan oleh peneliti, karena pandemi Covid-19 ini. Dimana semua santri-santri yang belajar di pondok pesantren Darul Muttaqin ini semuanya sudah diliburkan. Dengan demikian tidak memungkinkan peneliti dapat mengobservasi kegiatan-kegiatan belajar santri di pesantren.
53 Anas Sudijono, Evaluasi Pendidikan , (Jakarta: Rajawali Pers, 2016), hlm. 76
Hal yang perlu diperhatikan dalam observasi ini adalah materi observasi disesuaikan dengan tujuan observasi, waktu dan bentuk percatatan dilakukan segera setelah kejadian dengan menggunakan sebuah pendekatan dengan baik, dan menjaga situasi tetap wajar, kedalam partisipai tergantung pada tujuan dan situasi.
Adapun data-data yang dapat diperoleh dengan observasi di dalam penelitian ini adalah data mengenai keadaan pondok pesantren Darul Muttaqin.
b. Metode Wawancara
Metode wawancara merupakan salah satu bentuk tehnik pengumpulan data yang banyak digunakan dalam penelitian deskriptif kualitatif.
Wawancara adalah cara menghimpun bahan-bahan keterangan yang dilaksanakan dengan melakukan tanya jawab lisan secara sepihak, berhadapan muka, dan dengan arah serta tujuan yang telah ditentukan.54
Menurut Sugiono, macam-macam metode wawancara meliputi tiga bagian, yakni metode wawancara tersetruktur, metode wawancara semi tersetruktur, dan metode wawancara tidak tersetruktur. Yang dimaksud dengan metode wawncara tersetruktur adalah harus dapat dilakukan sesuai dengan pedoman wawncara. Pada pedoman wawancara ini terdapat list pertanyaan yang akan diajukan nantinya. Dan pastinya sesuai dengan tujuan penelitian yang akan dilakukan oleh peneliti.
54.Lexy J Moleong, Metodologi,...., hlm. 82
Metode wawancara semi tersetruktur merupakan adanya perbedaan dengan wawancara tersetruktur, wawancara semi tresetruktur ini masih bisa ada jawaban ataupun pertantayaan lain diluar daftar yang telah ditentukan. Sedangkan metode wawancara tidak tersetruktur merupakan wawancara ini, hampir mirip dengan wawancara semi tersetruktur.
Wawancara tidak tersetruktur adalah wawancara yang tidak berpedoman pada daftar pertanyaan. 55
Wawancara yang peneliti guanakan dalam penelitian ini adalah wawancara semi tersetruktur. Karena dengan menggunakan wawacara semi terstruktur dapat membantu dan memudahkan peneliti dalam mengumpulkan data. Karena wawancara semi tersetruktur ini memiliki pertanyaan-pertanyaan yang bebas dengan tujuan untuk menemukan permasalahan secara lebih terbuka. Dalam hal wawancara ini peneliti mengajaukan pertanyaan yang terkait dengan tujuan penelitian yaitu untuk mendapatkan strategi pengurus pondok pesantren dalam membina kedisiplinan belajar santri.
Adapun data-data yang dapat diperoleh oleh peneliti dalam wawancara di pondok pesantren Darul Muttaqin adalah yang dapat diperoleh berupa ucapan, pikiran, perasaan, dan tindakan dari pengurus pondok pesatren dan ustadz-ustadz, diharapkan akan dapat lebih mudah untuk diperoleh, karena dalam tehnik wawancara terdapat ada maksud untuk mengetahui apa yang ada dalam pikiran dan perasaan informasi.
55Elly‟s Marsina Mursidik. Analisis Kemampuan Berfikir Kereatif Siswa Sd Dalam Memecahkan Masalah Matematika Open-Ended Ditinjau Dari Tingkat Kemampuan Matematika, Jurnal LPPM, Vol. 2, No. 1, Januari 2014, Hlm. 10
Itulah sebabnya salah satu jalan untuk ditempuh peneliti dalam melakukan wawancara secara mendalam dengan subjek penelitian harus tetap berpegang pada arah sasaran dan fokus pada penelitian yang sudah direncanakan.
Informasi yang sudah diperoleh dari observasi maupun wawancara akan disusun kembali dalam bentuk catatan lapangan. Catatan lapangan yang sudah diperoleh ini akan digunakan untuk merekap berbagai informasi yang sudah diperoleh dengan tujuan untuk menghindari kemungkinan terlupakan antara informasi yang satu dengan yang lainnya.
c. Metode Dokumentasi
Metode dokumentasi merupakan suatu tehnik pengumpulan data dengan menghimpun dan menganalisis dokumen-dokumen, baik dokumen tertulis, gambar maupun elektronik.56 Adapun jenis dokumen yang ada di dalam instrumen penelitian ini, pada umumnya dibedakan menjdai empat bagian, yakni dokumen resmi, dokumen tidak resmi, dokumen perimer, dan dokumen sekunder.
Yang dimaksud dengan dokumen resmi adalah sumber tertulis mengenai keterangan penting atas sebuah informasi. Misalkan seperti dokumen atau berkas yang dikeluarkan oleh suatu lembaga secara resmi, laporan rapat, tata tertib, nilai akhir semester, dan arsip sejarah, arsip apa saja yang merupakan catatan penting, dan lain sebagainya. Dokumen
56Lexi J. Moleong, Metodologi Penelitian Kualitatif....,hlm.186
tidak resmi adalah dokumen yang diperoleh dari sumber tidak resmi, tetapi dapat memberikan informasi penting terkait suatu kejadian.
Dokumen perimer adalah dokumen yang diproleh dan sumber ash atau orang yang menjadi informan dan penelitian. Dokumen ini memiliki nilai keaslian dan bobot lebih valid daripada dokumen lain. Dokumen skunder adalah dokumen yang diperoleh selain dari sumber ash, bisa orang lain atau berbagai media seperti surat kabar, laporan penelitian, makalah, dan publikasi lainnya. Dokumen ini tidak memiliki nilai dan bobot keaslian sevahid dokumen perimer. 57
Dokumentasi yang peneliti guanakan dalam penelitian ini adalah dokumentasi resmi yang dimana peneliti mendapatkan informasi yang mendukung pengumpulan data penelitian. Dengan menggunakan dokumentasi resmi maka peneliti harus dapat mengamati dengan cermat melihat, membaca, memperhatikan dan mencatat dokumen yang akan memperoleh banyak informasi penting, sehingga dapat memperoleh data yang cukup luas. Demikian pula dokumen yang berupa foto, rekaman dan vidio dalam penelitian.
Dengan menggunakan metode ini, maka peneliti dapat mengumpulkan data dari dokumen yang sudah ada, sehingga penulis dapat memperoleh catatan-catatan yang berhubungan dengan penelitian seperti: gambaran umum sekolah, struktur organisasi pondok pesantren, daftar nama ustadz- ustadz, santri-santri, catatan-catatan, foto-foto, dan sebagainya. Metode
57Farida Nugrahani, Metode Penelitian Kualitatif Dalam Bidang Pendidikan Bahasa, (Surakarta, Cakra Books, 2014), hlm. 110
dokumentasi ini dilakukan untuk mendapatkan data-data yang belum didapatkan melalui metode observasi dan wawancara.
5. Teknik Analisis Data
Teknik analisis data adalah peroses mencari dan menyusun secara sistematis data yang diperoleh dari hasil wawancara, catatan lapangan, dan bahan-bahan lain sebagainya.58 Setelah keseluruhan data terkumpul maka langkah selanjutnya peneliti menganalisa data tersebut sehingga dapat diambil suatu kesimpulan. Analisis data dalam penelitian adalah kegiatan yang terkait dalam memahami, menjelaskan, menafsirkan dan mencari hubungan diantara data-data yang diperoleh.59 Analisis dalam bentuk ini lebih pada upaya penelitian untuk menguraikan data secara sistematis, terpola sehingga menghasilkan suatu pemahaman yang baik dan utuh. 60
Tehnik analisis data terdapat tiga jalur analisis data kualitatif , yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan sebuah kesimpulan. Reduksi data adalah peroses pemilihan, pemusatan pada penyederhanaan, pengabstrakan dan trasformasi tertulis di lapangan. Peroses ini berlansung terus menerus selama penelitian berlansung, bahkan sebelum data benar-benar terkumpul sebagaimana terlihat dari kerangka konseptual penelitian, permasalahan setudi, dan pendekatan data yang dipilih oleh peneliti.61
a. Reduksi data (Data Reduction)
58Sugiyono, Metode Penelitian Kualitatif dan R & D. (Bandung : Elfabeta, 2007), hlm.
224
59Ibrahim, Metodoligi Penelitian Kualitatif: Panduan Penelitian Beserta Contoh Proposal Kualitatif, (Bandung: Alfabet, 2015, hlm. 104
60Ibid,...hlm. 105
61 Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan (Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D), (Bandug: PT. Alfabeta, 2018), hlm. 335
Merupakan peroses penyusunan data, baik penggunaan terhadap data yang dianggap kurang perlu dan meliputi dan tidak relevan, maupun penambahan data yang dirasa masih kurang. Data yang diperoleh dari lapangan mungkin jumblahnya sangat banyak. Jadi reduksi data merupakan merangkum atau memilih hal-hal yang pokok dan mempokuskan pada hal-hal yang penting sehingga kesimpulan akhir dapat diambil dengan baik. Adapun cara reduksi data adalah sebagai berikut:
1) Seleksi ke atas data
2) Mereduksi data atau merangkum 3) Memilih hal-hal yang pokok
4) Memfokuskan pada hal-hal yang penting.62 b. Penyajian data
Penyajian datamerupakan mendisplay atau menyajikan data yang akan memudahkan untuk memahami apa yang terjadi selama penelitian berlansung. Selain itu perlu adanya perencanaan kerja berdasarkan apa yang telah dipahami. Adapun bentuk penyajian kualitatif adalah sebagai berikut:
1) Teks naratif merupakan bentuk catatan lapangan
2) Non verbal seperti matriks, grafik, jaringan, dan bagan. 63
Merupakan bentuk-bentuk inilah yang dapat menggabungkan informasi yang tersusun dalam suatu bentuk yang mudah diraih, sehingga dapat memudahkan untuk melihat apa yang sedang terjadi,
62Sugiyono, Metode Penelitian....hlm.247
63Ibid,....hlm. 249
apakah kesimpulan sudah tepat atau sebaliknya melakukan analisis kembali.
c. Verifikasi data
Validitas data merupakan dapat dilakukan apabila kesimpulan awal yang dikemukan masih bersifat sementara, dan akan ada perubahan- perubahan bila tidak dibarengi dengan bukti-bukti pendukung yang kuat untuk mendukung pada tahapan pengumpulan data berikutnya. Bila kesimpulan yang dikemukakan pada tahap awal didukung dengan bukti- bukti yang valid dan konsisten saat penelitian kembali kelapangan pengumpulan data, maka kesimpulan yang dikemukakan merupakan kesimpulan yang dapat dipercaya.
Kesimpulan-kesimpulan ini didefinisikan selama penelitian berlansung dengan cara:
1) Memikir ulang selama penelitian 2) Memeriksa ulang catatan lapangan
3) Tinjauan kembali dan tukar pikiran antar teman sejawat supaya dapat mengembangkan kesepakatan intersubjektif.
4) Upaya-upaya yang luas untuk menempatkan salinan suatu temuan dalam seperangkat data yang lain. 64
Dalam menarik kesimpulan peneliti melakukan secara terus menerus selama berada di lapangan penelitian. Kesimpulan yang didapatkan kemungkinan dapat menjawab fokus penelitian yang sudah dirancang sejak awal penelitian. Adakalanya penelitian yang diperoleh tidak dapat digunakan untuk menjawab permasalahan. Hal ini sesuai dengan jenis
64Sugiono,Metodologi Penelitian Kualitatif...hlm. 252
penelitian kualitatif sifatnya masih bersifat sementara dan dapat berkembang setelah terjun kelapangan secara langsung.
Harapan peneliti dalam penelitian kualitatif ini adalah dapat menemukan teori baru. Temuan itu dapat berupa seperti gambaran atau objek yang dianggap belum jelas, setelah adanya penelitian gambaran yang belum jelas itu bisa dijelaskan dengan teori-teori yang telah ditemukan. Selanjutnya teori yang didapatkan bisa menjadi pijakan pada penelitian-penelitian selanjutnya.
6. Validitas Data
Untuk menguji kreadibilitas data yang terkumpul, biasanya ada 5 (lima) cara yang dipergunakan dalam sebuah penelitian.
a. Perpanjangan pengamatan;
b. Meningkatkan ketekunan;
c. Triangulasi;
d. Menggunakan bahan refrensi;
e. Mengadakan membercheck.65
Dari kelima langkah tersebut, peneliti hanya menggunakan dua cara yang sesuai dengan fokus penelitian yaitu:
1) Meningkatkan ketekunan
Meningkatkan ketekunan adalah mesin pembelajaran dan kecerdasan. Ketekunan adalah mesin dari semua usahan kereatif, dan dari semua jenis, yang terpenting adalah kekuatan untuk mencoba. 66 Dengan menggunakan meningkatkan ketekunan dalam penelitian ini peneliti
65Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan ...hlm. 270
66 Tony Buzan. Buku Pintar Mand Map, (Jakarta: Pt. Gramedia Pustaka Utama, 2008), Hlm. 85
dapat membangun kemampuan untuk bertahan ditengah tekanan dan kesulitan, dan harus tetap semangat dalam mengambil langkah selnjutnya.
2) Triangulasi
Triangulasi adalah tehnik pemeriksaan keabsahan data yang memanfaatkan sesuatu yang lain di luar data itu untuk keperluan pengecekan atau perbandingan terhadap data itu.67 Sedangkan menurut pendapat Moleong triangulasi adalah membandingkan dan mengecek kembali derajat kepercayaan suatu informasi yang diperoleh melalui waktu dan alat yang berbeda dalam metode kualitatif.68
Adapun menurut pendapat Sugiyono, macam-macam triangulasi dapat dibagi menjadi tiga bagian, yaitu:
a) Triangulasi sumber
Triangulasi sumber merupakan untuk menguji kereabilitas data dilakukan dengan cara mengecek data yang telah diperoleh melalui beberapa sumber. Data kemudian dideskripsikan, dikatagorisasikan sehingga menghasilkan suatu kesimpulan selanjutnya dimintakan kesepakatan (member check) dengan sumber data tersebut.
b) Triangulasi tehnik
Triangulasi tehnik merupakan untuk menguji kreabilitas data yang dilakukan dengan cara mengecek data kepada sumber yang sama dengan tehnik yang berbeda. Misaalnya data yang diperoleh
67Lexy J Moleong, Metodologi Penelitian Kualitatif....hlm. 177
68Sugiono, Metodologi Penelitian..., hlm.178
tidak hanya dari satu tehnik, misalnya wawancara, observasi dan dokumentasi.69
c) Triangulasi waktu
Triangulasi waktu merupakan juga sering mempengaruhi kreabilitas data. Karena itu pengujian melalui triangulasi waktu dilakukan dengan wawancara, observasi, atau tehnik lain dalam waktu atau situasi yang berbeda. Bila hasil uji menghasilkan data yang berbeda maka dilakukan secara berulang-ulang sehingga sampai ditemukan kepastian datanya. 70
Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan trianggulasi sumber sedangkan trianggulasi tehnik dan trianggulasi waktu ini tidak bisa digunakan secara maksimal dikarenakan pandemi Copid-19.
Sehingga penelitian ini hanya fokos pada trianggulasi sumber.
Bila dengan tehnik pengujian kreabilitas data tersebut, menghasilkan data yang berbeda-beda, maka peneliti melakukan diskusi lebih lanjut kepada sumber data yang bersangkutan atau yang lain, untuk memastikan data yang mana yang dianggap benar. Atau mungkin semuanya benar, karna sudut pandang yang berbeda-beda
69Widdodo Pranoto Harwon, Analisis Perencanaan Suksesi Pada UD. Hoki Jaya, Jurnal Agora, Vol. 3, No. 1, Tahun 2015, Hlm. 555
70Ibid...hlm. 557
BAB II
PAPARAN DATA DAN TEMUAN
A. Profil Pondok Pesantren Darul Muttaqin Gumantar Kayangan Lombok