METODE PENELITIAN A. Jenis dan Pendekatan Penelitian
1. Jenis Penelitian
Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah quasi eksperiment atau eksperimen semu.
2. Pendekatan Penelitian
Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif, yaitu penelitian yang analisisnya lebih fokus pada data-data numerikal (angka) yang diolah dengan menggunakan metode statistika.
B. Populasi dan Sampel 1. Populasi
Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah semua peserta didik MTs Miftahul Ishlah Tembelok TP 2018/2019.
2. Sampel
Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah kelas VIII A yang berjumlah 24 siswaa untuk kelas eksperimen dan VIII B 22 siswa untuk kelas kontrol. Pengambilan sampel dilakuakan secara tidak rendom.
C. Waktu dan Tempat Penelitian 1. Waktu Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan pada Bulan April tahun pelajaran 2018/2019.
2. Tempat Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan di MTs Miftahul Ishlah Tembelok.
D. Variabel Penelitian
Ada dua macam variabel dalam penelitian ini, yaitu:
1. Variabel bebas (independent variabel) dalam penelitian ini adalah model pembelajaran Think Pair and Share.
2. Variabel terikat (dependent variabel) dalam penelitian ini adalah aktivitas dan hasil belajar siswa di MTs Miftahul Ishlah.
E. Desain Penelitian
Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah pretest-postest control group design yaitu desain yang digunakan dalam dua kelas subjek.
Desain ini menggunakan dua kelas, yaitu kelas kontrol dengan diskusi biasa dan kelas eksperimen dengan pembelajaran kooperatif tipe Think Pair and Share. Dua kelas di anggap sama dalam semua aspek yang relevan dan perbedaan hanya terdapat dalam perlakuan. Desain penelitian ini dapat digunakan sebagai berikut:
Tabel 3.1 Desain Penelitian
Kelompok Pretes Perlakuan Postes
A (Eksperimen) T1 X1 T2
B (Kontrol) T1 X2 T2
Keterangan:
A : Kelas eksperimen B : Kelas kontrol
T1 : Tes awal pada kelas eksperimen dan kelas kontrol T2 : Tes akhir pada kelas eksperimen dan kelas kontrol
X1 : Perlakuan model pembelajaran Think Pair and Share X2 : Tanpa Perlakuan model pembelajaran TPS (diskusi biasa)32 F. Instrumen/ Alat dan Bahan Penelitian
1. Instrumen
Instrumen tes yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes subjektif berupa esay dan lembar observasi aktivitas siswa.
2. Alat dan Bahan a. RPP
b. LKS
c. Lembar soal
d. Lembar observasi aktivitas siswa G. Teknik Pengumpulan Data
Tenik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes berupa tes subjektif dan lembar observasi aktivitas siswa. Adapun urutan pengumpulan data dilakukan sebagai berikut:
1. Memberikan tes kemampuan awal (pretest) tentang materi sistem pernapasan pada manusia di kelas eksperimen dan kelas kontrol.
2. Memberikan tes kemampuan akhir (postest) tentang materi sistem pernapasan pada manusia di kelas eksperimen dan kelas kontrol.
3. Melakukan penilaian dengan menggunakan lembar observasi aktivitas siswa sebagai data skor sekunder untuk mengetahui tercapai tidaknya kegiatan pembelajaran.
32 Lia Hermawati, “Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Think Pair Share Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Konsep Sistem Reproduksi Manusia”, (Skripsi, Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Syarif Hidayatullah Jakrata, Jakarta, 2010), hlm. 37.
H. Teknik Analisis Data
Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis bivariat dengan bantuan SPSS windows 22.
BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Penelitian 1. Deskripsi Data
Penelitian ini dilakukan di MTs Miftahul Ishlah Tembelok pada Bulan April 2019. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share terhadap aktivitas dan hasil belajar siswa di MTs Miftahul Ishlah Tembelok. Kelas yang dipilih sebagai sampel penelitian adalah kelas VIII A dan VIII B, dengan rincian kelas VIII A sebagai kelas eksperimen yang terdiri atas 24 peserta didik, sedangkan kelas VIII B sebagai kelas kontrol yang terdiri atas 22 peserta didik.
Data dalam penelitian ini diperoleh peneliti melalui metode observasi, metode dokumentasi dan metode tes. Metode observasi digunakan peneliti untuk mengamati kegiatan siswa di dalam kelas selama kegiatan pembelajaran berlangsung. Kegiatan tersebut meliputi tindakan yang dilakukan oleh siswa yang dinilai oleh peneliti itu sendiri menggunakan lembar observasi aktivitas siswa. Metode dokumentasi digunakan oleh peneliti untuk memperoleh data-data dari sekolah. Metode tes digunakan peneliti untuk mengetahui hasil belajar IPA Biologi materi sistem pernapasan manusia pada siswa kelas VIII A dan VIII B. Metode tes yang digunakan berupa pretest dan postest.
Berkaitan dengan metode tes, dalam hal ini peneliti memberikan tes berupa 10 soal isian mengenai sistem pernapasan manusia. Selanjutnya tes diberikan kepada sampel penelitian yaitu peserta didik kelas VIII A yang berjumlah 24 dan peserta didik kelas VIII B yang berjumlah 22.
Dimana kelas VIII A diajarkan menggunakan pembelajaran kooperatif tipe think pair and share, sedangkan kelas VIII B diajarkan dengan model pembelajaraan konvensional.
2. Data Hasil Belajar Siswa
Hasil pretest dan postest siswa pada kelas VIII A dan B MTs Miftahul Ishlah Tembelok dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 4.1
Hasil Pretest-Postest Kelas Eksperimen dan Kontrol
No Kelas Jumlah Siswa
(n)
Pretest Postest
Jumlah Skor
Rata- rata
Jumlah Skor
Rata- rata
1 Eksperimen 24 1189 49,54 2063 85,95
2 Kontrol 22 1038 47,18 1122 51
Berdasarkan data yang diperoleh melalui tes yang berbentuk soal isian sebanyak 10 soal, nilai pretest kelas eksperimen memiliki jumlah skor 1189 dengan nilai rata-rata 49,54 yaitu masih berada di bawah KKM dan nilai pretest kelas kontrol memiliki jumlah skor 1038 dengan nilai rata-rata 47,18 yaitu masih berada di bawah KKM. Sedangkan nilai postest kelas eksperimen memiliki jumlah skor 2063 dengan nilai rata-rata 85,94
yaitu berada di atas KKM (75). Sedangkan nilai postest kelas kontrol memiliki jumlah skor 1122 dengan nilai rata-rata 51 yaitu masih berada di bawah KKM.
Gambar 4.1 Grafik Hasil Belajar Siswa Pretest Postest
Berdasarkan grafik diatas bisa dilihat bahwa hasil belajar pretest siswa kelas kontrol lebih rendah dibandingkan dengan pretes kelas eksperimen. Sedangkan hasil belajar postest siswa kelas eskperimen lebih tinggi dibandingakn dengan kelas kontrol.33
3. Hasil Observasi Aktivitas Siswa
Observasi dilaksanakan selama proses pembelajaran berlangsung.
Hal yang diamati berupa aktivitas siswa yang muncul selama proses pembelajaran berlangsung. Hasil observasi aktivitas siswa digunakan
33 Lampiran 5.
0 10 20 30 40 50 60 70 80
Pretest Posttest
Chart Title
EksPerimen Kontrol
untuk mengetahui tingkat aktivitas siswa dalam proses pembelajaran. Data tersebut dapat disajikan dalam bentuk tabel 4.2.
Tabel 4.2
Hasil Observasi Aktivitas Siswa
No Aspek Kelas Kontrol Kelas Eksperimen Pertemuan
I II III IV I II III IV 1. Jumlah skor 17 18 19 22 22 23 23 24
2. Banyak item 6 6 6 6 6 6 6 6
3. Skor rata-rata 2,8 3 3,1 3,6 3,6 3,8 3,8 4
4. Rata-rata 3,1 3,8
5. Kategori Cukup aktif Aktif
Berdasarkan tabel di atas, dapat diketahui bahwa rata-rata tingkat aktivitas siswa kelas eksperimen (3,8%) lebih tinggi dibandingkan dengan aktivitas siswa pada kelas kontrol (3,1%).34
4. Analisis Data
Sebelum melakukan pengujian hipotesis dengan menggunakan uji- t, maka terlebih dahulu dilaksanakan pengujian analisis bivariat.
Tabel 4.3 Chi-Square Tests
Aspek Taraf Signifikan Asymp. Sig (2-sided) Pretest
0,05
.267
Postest .000
34 Lampiaran 4.
Berdasrkan tabel diatas dapat dilihat bahwa nilai sig.(2-sided) adalah ,000 < 0,05 sehingga dapat dinyatakan bahwa Ho di tolak dan Ha diterima.35
B. Pembahasan
Data hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan pembelajaran kooperatif tipe think pair and sahare mempunyai perbedaan yang signifikan dengan pembelajaran diskusi biasa atau konvensional.
Perbedaan tersebut membuktikan bahwa terdapat pengaruh pembelajaran kooperatif tipe think pair and share terhadap aktivitas dan hasil belajar siswa.
Hal ini terjadi karena adanya perbedaan perlakuan yang diberikan kepada dua sampel. Berdasarkan data yang diperoleh melalui pretest kedua kelas memiliki nilai rata-rata yang tidak berbeda jauh. Kelas eksperimen memiliki jumlah skor 1189 dengan nilai rata-rata 49,54. Sedangkan nilai pretest pada kelas kontrol memiliki jumlah skor 1038 dengan nilai rata-rata 47,18. Setelah diberikan perlakuan nilai rata-rata kelas ekperimen jauh lebih baik dibandingkan dengan kelas kontrol. Berdasarkan data yang diperoleh melalui postest kelas eksperimen memiliki jumlah skor 2063 dengan nilai rata-rata 85,94. Sedangkan nilai postest kelas kontrol memiliki jumlah skor 1122 dengan nilai rata-rata 51.
Berdasarkan hasil penelitian, penggunaan pembelajaran kooperatif tipe Think Pair and Share terhadap hasil belajar siswa. Penelitian ini sesuai dengan peneliian yang dilakukan oleh Ni’mah Sofwatin yang berjudul
35 Lampiaran 6.
“Pengaruh Penggunaan Model Think Pair And Share Terhadap Hasil Belajar Geografi Siswa Kelas VII Smp Negeri 3 Sidayu”, menyatakan bahwa terdapat peningkatan hasil belajar siswa dengan model think pair and share.36
Penelitian lain yang sama dilakukan oleh Furda dengan judul
“Penerapan Pembelajaran Kooperatif Model Think Pair And Share Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Geografi Kelas VIII A SMPN 24 Malang” yang menyatakan bahwa model pembelajaran think pair and share dapat meningkatkan hasil belajar siswa.37
Selanjunya, Penelitian wahyudi dengan judul “Penerapan Pembelajaran Kooperatif Model Think Pair And Share Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Pada Mata Pelajaran Sejarah di SMP Islam As Shidiq Bululawang Malang” yang menyatakan bahwa model pembelajaran think pair
and share dapat meningkatkan hasil belajar siswa.38
Penerapan model pembelajaran yang menarik dapat memotivasi siswa untuk belajar yang pada akhirnya berpengaruh pada meningkatnya aktivitas siswa dalam kegiatan pembelajaran. Hal ini dapat dibuktikan dari data yang diperoleh yaitu pada kelas eksperimen dengan nilai rata-rata 3,8%
(aktif) dibandingkan dengan aktivitas siswa pada kelas kontrol yaitu 3,1%
(cukup aktif). Hasil tersebut menunjukkan bahwa keaktifan siswa pada kelas
36 Ni’mah, “Pengaruh Penggunaan Model Pembelajaran Think Pair and Share Terhadap Hasil Belajar Geografi Siswa Kelas VII SMP Negeri 3 Sidayu Gresik”, 2007, hlm. 09.
37Furda, Muchlisotul, “Penerapan Pembelajaran Kooperatif Model Think Pair Share (TPS) untuk Meningkatkan Hasil Belajar Geografi Kelas VIII A SMPN 24 Malang. (Skripsi Jurusan Geografi FIS Universitas Malang, Malang, 2011).
38 Wahyudi, “Penerapan Pembelajaran Kooperatif Model Think Pair Share (TPS) untuk Meningkatkan Hasil Belajar pada Mata Pelajaran Sejarah di SMP Islam As Shidiq Bululawang Malang, (Skripsi, Jurusan Teknologi Pendidikan FIP Universitas Malang, Malang, 2010).
eksperimen yang menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe think pair and share lebih tinggi dibandingkan keaktifan siswa pada kelas kontrol.
Penelitian ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Maria Yashinta Afoan, Florentina Sepe, dan Aloysius Djalo dengan judul “Efektivitas Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Melalui Pendekatan Think Pair Share Terhadap Hasil Belajar Dan Aktivitas Siswa Pada Materi Sistem Pernapasan Manusia” yang menyatakan bahwa model pembelajaran think pair and share dapat meningkatkan hasil belajar dan aktivitas siswa.39
39Maria Yashinta Afoan, Florentina Sepe, dan Aloysius Djalo, “Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Melalui Pendekatan Think Pair Share Terhadap Hasil Belajar Dan Aktivitas Siswa Pada Materi Sistem Pernapasan Manusia”, Vol. 1, Nomor 10, 2016, hlm. 2057.
BAB V PENUTUP A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh pembelajaran kooperatif tipe think pair and share terhadap aktivitas dan hasil belajar siswa. Hal ini dapat dilihat dari meningkatnya aktivitas siswa selama proses pembelajaran berlangsung dengan menggunakan pembelajaran kooperatif tipe think pair and share, serta perbedaan hasil belajar antara kelas eksperimen yang menggunakan pembelajaran kooperatif tipe think pair and share dan kelas kontrol yang menggunakan pembelajaran konvensional.
B. Saran
Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, saran yang dapat diajukan adalah dalam proses pembelajaran hendaknya menerapkan pembelajaran kooperatif tipe think pair and share yang dapat dijadikan alternatif untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa, atau guru harus mampu menentukan model pembelajaran yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk lebih aktif dalam mengembangkan pola pikirnya sehingga dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Selain itu, guru hendaknya memanfaatkan fasilitas yang ada secara maksimal untuk perbaikan proses pembelajaran.
Daftar Pustaka
Agus Suprijono, Cooperaif Learning Teori dan Aplikasi PAIKEM. Yogyakarta:
Pustaka Pelajar, 2009.
Ahmad Sofyan, Tonih Feronika, dan Burhanudin Milama, Evaluasi Pembelajaran IPA Berbasis Kompetensi. Jakarta: UIN Jakarta Press, 2006.
Andini Nur C, Haryono, Masykuri, “Model Pembelajaran Group Investigation (GI) Dilengkapi Media Peta Pikiran Pada Materi Pokok Kelarutan Dan Hasil Kali Kelarutan Untuk Meningkatkan Kerjasama dan Prestasi Belajar Siswa Kelas xi ipa sma Negeri Kebakkramat Tahun Pelajaran 2012/2013”. Vol. 3, Nomor 2, 2014, hlm. 1-2.
Ando Hutagalung dan Usler Simarmata, “Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Group Investigation Terhadap Hasil Belajar Siswa”, Vol.
3, Nomor 1, 2015, hlm. 16.
Dewi Sartika, Ara Hidayat, Meti Maspupah, “ Penerapan Model Pembelajaran Think Pair and Share (TPS) Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Materi Vertebrata”, Vol. 5, Nomor 1, 2017, hlm. 2.
Furda, Muchlisotul, “Penerapan Pembelajaran Kooperatif Model Think Pair Share (TPS) untuk Meningkatkan Hasil Belajar Geografi Kelas VIII A SMPN 24 Malang, Skripsi Jurusan Geografi FIS Universitas Malang, Malang, 2011.
Hani Wardah Latipah, Adman, “Penerapan Model Pembelajaran Mind Mapping Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Peserta Didik (Studi Kuasi Eksperimen Pada Kompetensi Dasar Mengidentifikasikan Fasilitas dan Lingkungan Kantor Kelas X Program Keahlian Administrasi Perkantoran Di SMKN 3 Bandung)”. Vol. 1, Nomor 2, 2018, hlm. 126-128.
Huda Miftahul, Model-model Pengajaran dan Pembelajaran. Yogyakarta:
Pustaka Belajar, 2011.
Iin Isnaini, “Peningkatan Aktivitas Belajar Siswa Dalam Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dengan Menggunakan Metode Bermain Peran Pada Siswa Kelas IV SDN 19”, Skripsi, Jurusan Pendidikan Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tanjung Pura Pontianak, Pontianak, 2012.
I Putu Ariadi, Ndara T. Renda, Ni wayan Rati, “Pengaruh Model Pembelajaran Group Investigation (GI) Terhadap Hasil Belajar IPA Kelas IV”. Vol. 2, Nomor 1, 2014, hlm. 3.
Juniza, Arcat, Harianto, “Pengaruh Pembelajaran Kooperatif Tipe Think Pair Share Terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas IX SMPN I Kepunahan Hulu”. Vol. 1, Nomor 1, November 2014, hlm. 3.
Ketut Suartika, I B. Arnyana, G A. Setiawan, “Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Group Investigation Terhadap Pemahaman Konsep Biologi Dan Keterampilan Berpikir Kreatif Siswa SMA”. Vol. 3, 2013, hlm. 1.
Lia Hermawati, “Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Think Pair Share Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Konsep Sistem Reproduksi Manusia”. Skripsi, Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Syarif Hidayatullah Jakrata, Jakarta, 2010.
Maria Rosari Andita Tannendra, “Pengaruh Metode Penerapan Mind Mapping Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas XI IA Di SMA Negeri 2 Yogyakarta Tahun Ajaran 2016/2017 Pada Mata Pelajaran Matematika Materi Statistika”. Skripsi, Jurusan Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta, 2017.
Maria Yashinta Afoan, Florentina Sepe, dan Aloysius Djalo, “Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Melalui Pendekatan Think Pair Share Terhadap Hasil Belajar Dan Aktivitas Siswa Pada Materi Sistem Pernapasan Manusia”, Vol. 1, Nomor 10, 2016, hlm. 2057.
Muhibbin Syah, Psikologi Pendidikan. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, Edisi Revisi, 2004.
Ni’mah, “Pengaruh Penggunaan Model Pembelajaran Think Pair and Share Terhadap Hasil Belajar Geografi Siswa Kelas VII SMP Negeri 3 Sidayu Gresik”, 2007, hlm. 09.
Nurul Halimah, “Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Mind Mapping Berbasis Etnomatematika Terhadap Hasil Belajar Matematika Peserta Didik SMK Perintis Adiluhur Tahun Pelajaran 2016/2017”. Skripsi, Jurusan Pendidikan Matematika, Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung, Lampung, 2017.
Riska Dewi Handayani, “Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Think Pair Share Terhadap Hasil Belajar PKn Siswa Di Kelas IV MI Terpadu Muhammadiyah Sukarame Bandar Lampung”. Vol. 4, Nomor 2, Oktober 2017, hlm. 110.
Syaiful Bahri Djamarah, Prestasi Belajar dan Kompetensi Guru. Surabaya:
Usaha Nasional, 1994.
Sidi Muhammad Muadz-dzin Asis Hawaya Sugeng Hadi Utomo, “Penerapan Pembelajaran Dengan Model Mind Mapping Untuk Meningkatkan Kreativitas dan Hasil Belajar Siswa Kelas X SMA Modern Al-Rifa’ie Gondanglegi Kabupaten Malang”. Vol. 9, Nomor 2, 2016, hlm. 198.
Suharsimi Arikunto, Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan Edisi Revisi. Jakarta:
Bumi Aksara, 2009.
Tri Hartoto, “Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Group Investigation (GI) Meningkatkan Aktivitas Dan Hasil Belajar Sejarah”. Vol. 4, Nomor 2, 2016, hlm. 133.
Trianto, M.Pd., Mendesain Model Pembelajaran Inovatif-Progresif. Jakarta:
Kencana Prenada Media Group, 2010.
Ulfah Cahayaningsih, “Implementasi Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Think Pair and Share Untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Akuntansi Siswa Kelas X Akuntansi 1 SMK Koperasi Yogyakarta Tahun Ajaran 2014/2015”. Skripsi, Jurusan Pendidikan Akuntansi Universitas Negeri Yogyakarta, Yogyakarta, 2015.
Wahyudi, Agus, “Penerapan Pembelajaran Kooperatif Model Think Pair Share (TPS) untuk Meningkatkan Hasil Belajar pada Mata Pelajaran Sejarah di SMP Islam As Shidiq Bululawang Malang”, Skripsi, Jurusan Teknologi Pendidikan FIP Universitas Malang, Malang, 2010.
Wiwit Rahayu, “Penerapan Metode Mind Mapping Dalam Upaya Meningkatkan Hasil Belajar IPS Siswa Kelas V SD Negeri 1 Karang Sari Pengasih Kulon Progo”. Skripsi, Jurusan Pendidikan Sekolah Dasar, Universitas Negeri Yogyakarta, Yogyakarta, 2016.
LAMPIRAN
Lampiran 1
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Kelas Eksperimen
Sekolah : MTs. Miftahul Ishlah Kelas/Semester : VIII/II
Mata Pelajaran : IPA
Materi Pokok : Sistem Pernapasan Alokasi Waktu : 8 JP (4 x Pertemuan) A. Kompetensi Inti
KI.1: Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya.
KI.2: Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun, percaya diri dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan social dan alam dalam jangkauan pergaulaan dan keberadaannya.
KI.3: Memahami pengetahuan (faktual, konseptual dan prosedural) berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata.
KI.4: Mengolah, menyaji dan menalar dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai, ,memodifikasi dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori.
B. Kompetensi Dasar
3.9 Menganalisis sistem pernapasan pada manusia dan memahami gangguan pada sistem pernapasan, serta upaya menjaga kesehatan sistem pernapasan.
Indikator :
1. Menjelaskan pengertian bernapas dan respirasi.
2. Menjelaskan organ-organ yang berperan dalam sistem pernapasan manusia.
3. Menjelaskan mekanisme pernapasan pada manusia.
4. Menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi frekuensi pernapasan pada manusia.
5. Menjelaskan volume pernapasan pada manusia.
6. Menjelaskan macam-macam gangguan dan kelainan pada pada sistem pernapasan manusia dan upaya menanggulanginya.
4.9 Membuat peta pikiran (mapping mind) tentang sistem pernapasan pada manusia dan memahami gangguan pada sistem pernapasan, serta upaya menjaga kesehatan sistem pernapasan.
Indikator:
1. Membuat peta pikiran tentang gangguan pada sistem pernapasan manusia.
2. Menyusun rencana pola hidup sehat yang harus kita lakukan untuk menjaga kesehatan organ-organ sistem pernapasan manusia.
C. Tujuan Pembelajaran 1. Pertemuan I dan II
a. Melalui gambar yang diberikan oleh guru, siswa mengetahui organ- organ yang berperan dalam sistem pernapasan manusia.
b. Melalui diskusi kelompok, siswa mampu mengurutkan struktur dan fungsi dari organ-organ penyusun sistem pernapasan manusia.
c. Melalui diskusi kelompok, siswa mampu membedakan proses inspirasi dan ekspirasi pada sistem pernapasan manusia.
d. Melalui diskusi kelompok, siswa mampu menjelaskan mekanisme pernapasan dada dan perut pada sistem pernapasan manusia.
2. Pertemuan III
a. Melalui diskusi kelompok, siswa mampu menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi frekuensi pernapasan pada manusia.
b. Melalui diskusi kelompok, siswa mampu menjelaskan volume pernapasan pada manusia.
3. Pertemuan IV
a. Melalui diskusi kelompok, siswa mampu membuat peta pikiran tentang gangguan pada sistem pernapasan pada manusia.
b. Melalui diskusi kelompok, siswa mampu mengetahui penyebab, gejala-gejala dan cara mengatasi penyakit pada sistem pernapasan manusia.
a. Melalui diskusi kelompok, siswa mampu mengetahui cara menerapkan pola hidup sehat untuk menjaga kesehatan organ-organ sistem pernapasan pada manusia.
b. Melalui diskusi kelompok, siswa mampu membedakan pola hidup sehat untuk menjaga kesehatan masing-masing organ pernapasan manusia.
D. Materi Pembelajaran
1. Pertemuan I dan II: Pengertian bernapas dan respirasi, organ-organ sistem pernapasan manusia, mekanisme pernapasan manusia.
2. Pertemuan III: Faktor-faktor yang mempengaruhi sistem pernapasan manusia dan volume pernapasan manusia.
3. Pertemuan IV: Gangguan pada organ-organ sistem pernapasan manusia dan pola hidup untuk menjaga kesehatan organ-organ sistem pernapasan manusia.
E. Metode Pembelajaran
1. Model : Think Pair and Share 2. Metode : diskusi kelompok
F. Media, Alat dan Sumber Pembelajaran
1. Media : gambar yang berkaitan dengan sistem pernapasan manusia 2. Sumber belajar: LKS dan Buku siswa
G. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran 1. Pertemuan I
Kegiatan Pembelajaran
Sintak Think Pair
and Share
Deskripsi Kegiatan Pembelajaran Alokasi Waktu Kegiatan guru Kegiatan siswa
Pendahuluan a. Guru membuka
pembelajaran dengan salam.
b. Berdoa bersama dipimpin oleh ketua kelas.
c. Guru mengecek kehadiran siswa.
d. Apersepsi
Guru melakukan tanya jawab dengan siswa:
1. Apa yang kalian ketahui tentang bernapas dan respirasi?
2. Apa saja organ pernapasan pada manusia yang kalian ketahui?
3. Guru
memperlihatkan gambar berkaita n dengan sistem pernapasan manusia.
a. Siswa menjawab salam dari guru.
b. Ketua kelas memimpin doa bersama.
c. Siswa
mendengarkan dan
memperhatikan guru yang sedang mengecek kehadiran siswa.
d. Apersepsi 1. siswa
menjawab pertanyaan guru terkait soal yang ditanyakan.
2. Siswa memperhatika n gambar yang
diperlihatkan oleh guru.
10 menit
Kegiatan Inti a. Guru memberikan pengantar
mengenai materi pengenalan macam alat pernapasan pada manusia.
b. Guru memberikan siswa kesempatan untuk bertanya mengenai macam organ pernapsan pada manusia.
a. Siswa
mendengarkan guru memberikan pengantar mengenai materi pengenalan macam alat pernapasan pada manusia.
b. Siswa diberikan kesempatan untuk bertanya
mengenai macam alat pernapsan pada manusia.
60 menit
Tahap 1:
Think
a. Guru membagi siswa dalam beberapa kelompok dengan jumlah 4 orang setiap kelompok.
a. Masing-masing siswa berkumpul dengan teman kelompoknya.
b. Guru mengusahan siswa agar duduk secara teratur dalam kelompok untuk
mempermudah proses
pembelajaran.
c. Guru mengajak siswa untuk melihat gambar mengenai organ sistem pernapasan
manusia.
d. Guru membagikan tugas pada setiap kelompok
mengenai organ pernapsan manusia.
e. Guru meminta setiap siswa dalam kelompok
memikirkan jawaban secara individu terlebih dahulu dengan estimasi waktu sekitar 4-5 menit.
b. Siswa duduk secara teratur dalam
kelompoknya.
c. Siswa
memperhatikan gambar yang diperlihatkan oleh guru mengenai organ sistem pernapasan manusia.
d. Masing-masing kelompok mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru mengenai organ sistem pernapasan pada manusia.
e. Siswa memikirkan jawaban secara individu terlebih dahulu.
Tahap 2 : Pair
a. Guru
mengintruksikan setiap kelompok membentuk anggota-
anggotanya secara berpasangan.
b. Guru meminta kepada setiap pasangan
mendiskusikan hasil pengerjaan individualnya.
a. Setiap kelompok membentuk anggota- anggotanya secara berpasangan.
b. Setiap pasangan mendiskusikan hasil pengerjaan individualnya.
Tahap 3:
Share
a. Guru
mengintruksikan setiap pasangan lalu bertemu kembali dengan kelompoknya masing-masing.
b. Guru meminta siswa untuk mencatat hasil diskusinya pada lembar kertas.
c. Guru
mengintruksikan
a. Setiap pasangan lalu bertemu kembali dengan kelompoknya masing-masing.
b. Siswa mencatat hasil diskusinya pada lembar kertas.
c. Masing-masing perwakilan