1. Pendekatan dan Jenis Penelitian
Penelitian pada dasarnya adalah suatu kegiatan atau proses sistematis untuk memecahkan masalah yang dilakukan dengan menerapkan metode ilmiah. Dalam penelitian ini, pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif. Sesuai dengan namanya, dalam penelitian kuantitatif banyak dituntut menggunakan angka
25 Arikunto, Prosedur Penelitian (Jakarta: Rineka Cipta Grafindo Persada, 2006), 112-113.
26 Suliyanto, Ekonometrika Terapan, 56.
mulai dari pengumpulan data, penafsiran terhadap data tersebut serta penampilan dari hasilnya.27
Penelitian ini menggunakan kuantitatif dan statistik deskriptif yang berasal dari sampel karyawan Terminal Brawijaya Banyuwangi yang diminta menjawab atas sejumlah pertanyaan tentang risk transfer dan pendanaan risiko dan untuk manajemen terminal brawijaya Banyuwangi akan ditanyai mengenai short term liquidity untuk menentukan frekuensi dan presentase tanggapan mereka. Sedangkan jenis penelitian ini adalah penelitian survey.
2. Populasi dan Sampel
Populasi merupakan wilayah generalisasi yang terdiri dari obyek/ subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya.28 Sampel adalah bagian populasi yang ingin diteliti. Oleh karena itu, sampel harus dilihat sebagai salah satu pendugaan terhadap populasi bukan populasi itu sendiri.29 Dalam penelitian ini yang menjadi populasi adalah seluruh pegawai Terminal Brawijaya Banyuwangi yang berjumlah 21 orang.
Dalam penelitian ini teknik sampling yang digunakan adalah teknik sampling jenuh. Penggunaan teknik sampling jenuh karena jumlah populasi yang sedikit (kurang dari seratus) sehingga
27 Arikunto, Prosedur Penelitian Pendekatan Praktek, 12.
28 Sugiyono, Metode Penelitian, 72-73.
29 Bambang Prasetyo, Metode Penelitian Kuantitatif Teori dan Aplikasi (Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2005), 119.
dengan teknik sampling jenuh memungkinkan pengumpulan data yang sesuai dengan kebutuhan peneliti dan dapat menjawab tujuan penelitian. Maka jumlah sampel yang diambil adalah 21 orang dalam artian sampel yang digunakan adalah seluruh populasi yang ada di Terminal Brawijaya Banyuwangi.
3. Variabel Penelitian
Variabel adalah objek penelitian atau apa yang menjadi perhatian suatu penelitian.30 Variabel dalam penelitian ini dibedakan menjadi dua yaitu Variabel bebas (X) dan Variabel terikat (Y) dengan uraian sebagai berikut :
a. Variabel Independen (Bebas)
Variabel bebas adalah variabel yang memengaruhi atau yang menjadi sebab perubahannya atau timbulnya variabel dependen (terikat).31 Dalam penelitian ini yang menjadi variabel independen (X) adalah Risk Transfer (X1) dan Risk Finance (X2).
b. Variabel Dependen (Terikat)
Variabel terikat adalah variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat adanya variabel bebas.32 Dalam penelitian ini yang menjadi variabel (Y) adalah Short Term Liquidity (Y)
30 Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek (Jakarta: Rineka Cipta Grafindo Persada, 2006), 118.
31 Ibid., 109.
32 Ibid., 109.
4. Teknik dan Instrumen Pengumpulan Data
Adapun untuk memperoleh data yang benar dan tepat ditempat penelitian, maka digunakan beberapa teknik pengumpulan data ditaranya :
a. Observasi
Observasi yakni metode penelitian dengan pengamatan yang dicatat secara sistematis terhadap fenomena-fenomena yang diselidiki.33
Observasi atau yang disebut juga dengan pengamatan, meliputi kegiatan pemuatan perhatian terhadap suatu objek dengan menggunakan seluruh alat indra. Jadi, mengobservasi dapat dilakukan dengan melalui penglihatan, penciuman, pendengaran, peraba, dan pengecap. Apa yang dikatakan itu sebenarnya adalah pengamatan langsung. Dalam arti penelitian observasi dapat dilakukan dengan kuisioner, rekaman suara dan gambar.34
Teknik observasi yang digunakan pada penelitian ini adalah teknik observasi terstruktur. Observasi terstruktur adalah observasi yang telah dirancang secara sistematis, tentang apa yang akan diamati, kapan dan di mana tempatnya. Jadi observasi terstruktur dilakukan apabila peneliti telah tahu dengan pasti tentang variabel yang akan diamati.
33 Sutrisno Hadi, Metode Research, (Yogyakarta:Penerbit Andi,2004), 151.
34 Arikunto, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek, 199-200.
Dalam melakukan pengamatan peneliti menggunakan instrumen penelitian yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya.35 Dalam penelitian ini peneliti menggunakan observasi terstruktur, karena peneliti telah merancang secara sistematis tentang apa yang akan diamati, kapan dan di mana tempatnya, dan telah diketahui variabel apa yang akan diamati.
Adapun data yang diperoleh dari hasil observasi adalah:
a. Letak geografis Terminal Brawijaya Banyuwangi b. Keadaan pegawai
c. Kegiatan operasional b. Dokumentasi
Di dalam melaksanakan metode dokumentasi, penelitian menyelidiki benda-benda tertulis seperti buku-buku, majalah, dokumentasi, peraturan-peraturan, notulen rapat, catatan harian dan lain sebagainya.
Metode pengumpulan dokumentasi digunakan dalam rangka memenuhi data atau informasi yang diperlukan untuk kepentingan variabel penelitian yang telah didesain sebelumnya.
Dalam penelitian ini data-data yang diperoleh dari dokumentasi:
1. Jumlah Populasi Keseluruhan 2. Budaya Kerja Terminal Brawijaya 3. Visi dan Misi
35 Sugiono, Metode Penelitian,145-146.
c. Angket/ Kuisioner
Angket/ kuisioner merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan memberikan seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawab. Menurut pengertiannya, angket/ kuisioner adalah kumpulan dari pertanyaan yang diajukan secara tertulis kepada seseorang (yang dalam hal ini disebut responden) dan cara menjawabnya juga dilakukan dengan tertulis. 36
Teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara mengajukan daftar pernyataan langsung kepada karyawan yang ada di Terminal Brawijaya Banyuwangi dengan tujuan untuk menentukan frekuensi dan persentase atas tanggapan mereka. Jadi responden yang berjumlah 21 orang untuk mengisi angket yang berisi pertanyaan-pertanyaan berhubungan dengan kelancaran pembayaran gaji mereka. Dalam penelitian ini, setiap pernyataan dikembangkan dari indikator dalam kuisioner penelitian. Untuk memberi skor pada angket dalam penelitian ini menggunakan Skala Likert yaitu skala yang digunakan untuk mengukur, sikap, pendapat, dan presepsi seseorang atau sekelompok orang tentang fenomena sosial.
36 Sugiyono, Metode Penelitian, 142.
Untuk pernyataan positif, jawaban yang diberikan oleh individu yang memiliki sikap positif harus diberi bobot atau nilai yang lebih tinggi dari jawaban yang diberikan oleh responden yang mempunyai sikap negatif. Demikian sebaliknya untuk pernyataan negatif, jawaban yang diberikan oleh individu yang memiliki sikap negatif harus diberi bobot/ nilai yang lebih rendah dari jawaban yang diberikan oleh responden yang mempunyai sikap positif. 37 Dalam penelitian ini, pilihan jawaban setiap item instrumen yang digunakan adalah sebagai berikut :
Sangat Setuju (SS) : Skor 5
Setuju (S) : Skor 4
Ragu-ragu (RR) : Skor 3
Tidak Setuju (TS) : Skor 2
Sangat Tidak Setuju (STS) : Skor 1 d. Wawancara
Teknik wawancara digunakan sebagai teknik pengumpulan data apabila peneliti ingin melakukan studi pendahuluan untuk menemukan permasalahan yang harus diteliti, dan juga apabila peneliti ingin mengetahui hal-hal dari responden yang lebih mendalam danjumlahnya sedikit/kecil.
37 Sugiyono, Metode Penelitian, 93.
Dalam penelitian ini, peneliti mewawancarai kepala koordinator lapangan yaitu bapak Karsi, S. Ap. terminal brawijaya untuk menyusun struktur organisasi terminal brawijaya serta untuk mengetahui lebih lanjut tentang terminal brawijaya yang berkaitan dengan judu penelitian.
5. Sumber Data
Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder dan data primer. Data sekunder merupakan data yang diperoleh dari dokumentasi yang berasal dari kepustakaan dan internet. Data primer merupakan data yang diperoleh dari responden melalui kuisioner dan juga wawancara.
6. Analisis Data
Kegiatan analisis data, baik menggunakan bantuan software seperti SPSS ataupun pengolahan yang dilakukan secara manual meliputi tahapan dasar sebagai berikut :
a. Pengkodean data (Data Coding)
Data coding merupakan suatu proses penyusunan secara sistematis data mentah (yang ada dalam kuisioner) ke dalam bentuk yang mudah dibaca oleh mesin pengolah data seperti komputer. Huruf-huruf yang ada pada pernyataan diubah menjadi kode angka.
b. Pemindahan data ke komputer (Data Entering)
Data entering adalah memindahkan data yang telah diubah menjadi kode ke dalam mesin pengolah data. Program komputer yang digunakan dalam mengolah data dalam penelitian ini yakni SPSS (Statistical Package for Social Science) versi 16.
c. Pembersihan data (Data Cleaning)
Data cleaning adalah memastikan bahwa seluruh data yang telah dimasukkan ke dalam mesin pengolah data sudah sesuai dengan dengan yang sebenarnya. Disini diperlukan ketelitian dan akurasi data.
d. Penyajian data (Data Output)
Data output adalah hasil dari pengolahan data. Bentuk hasil pengolahan data-data berupa :
1. Numerik atau dalam bentuk angka, dapat disajikan dalam bentuk tabel frekuensi atau tabel silang
2. Grafik atau dalam bentuk gambar.
3. Penganalisaan Data (Data Analyzing)
Data analyzing merupakan suatu proses lanjutan dari proses pengolahan data untuk melihat bagaimana menginterpretasikan data, kemudian menganalisis data dari hasil yang sudah ada pada tahap hasil pengolahan data.38
38 Bambang Prasetyo, Metode Penelitian Kuantitatif, 171-184.
Dalam penelitian kuantitatif, analisis data merupakan kegiatan setelah data dari seluruh responden atau sumber data terkumpul. Kegiatan dalam analisis data adalah mengelompokkan data berdasarkan variabel dan jenis responden, mentabulasi data berdasarkan variabel dari seluruh responden, menyajikan data tiap variabel yang diteliti, melakukan perhitungan untuk menjawab rumusan masalah, dan melakukan perhitungan untuk menguji hipotesis yang telah diajukan.39
Adapun teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi berganda dan asumsi klasik dengan menggunakan alat analisis kuantitatif sebagai berikut : a. Uji Validitas
Validitas merupakan gejala ketepatan antara data yang terjadi pada objek penelitian dengan data yang dapat dilaporkan oleh peneliti. Dengan demikian data yang valid adalah data yang tidak berbeda antar data yang dilaporkan oleh peneliti dengan data yang sesungguhnya terjadi pada objek penelitian.
Hasil penelitian valid bila terdapat kesamaan antara data yang terkumpul dengan data yang sesungguhnya terjadi pada objek yang diteliti. Hasil penelitian yang reliabel bila terdapat kesamaan data dalam waktu yang berbeda. Instrumen yang valid berarti alat ukur yang digunakan untuk mendapatkan data
39 Sugiyono, Motode Penelitian, 147.
(mengukur) itu valid. Instrumen yang reliabel adalah instrumen yang bila digunakan beberapa kali untuk mengukur objek yang sama, akan menghasilkan data yang sama.
Adapun rumusan yang digunakan untuk menguji tingkat validitas instrumen dalam penelitian ini yaitu menggunakan rumus korelasi. Uji validitas dapat dilakukan dengan membandingkan nilai r hitung dengan r tabel untuk degree of freedom (df). Dengan ketentuan :
Hasil r hitung > r tabel = Valid
Hasil r hitung < r tabel = Tidak Valid.40 b. Uji Reliabilitas
Reliabilitas menunjukkan pengertian bahwa suatu instrument yang cukup dapat dipercaya untuk digunakan sebagai alat pengumpul data karena instrumen tersebut sudah baik/ data yang diperoleh melalui kuisioner hasilnya konsisten bila digunakan untuk penelitian lain. Pengujian ini dilakukan dengan program SPSS.
Pengukuran reliabilitas dapat dilakukan dengan One Shot atau pengukuran sekali saja. Alat untuk mengukur reliabilitas adalah Crombach Alpha. Suatu variabel dikatakan reliabel apabila :
40 Sugiyono, Metode Penelitian, 267.
Hasil Crombach Alpha > 0,60 = Reliabel
Hasil Crombach Alpha < 0,60 = Tidak Reliabel.
c. Uji Asumsi Klasik
Untuk mendapatkan model regresi yang baik harus terbebas dari penyimpangan data yang terdiri dari normalitas, heteroskedastisitas. Uji asumsi klasik selengkapnya sebagai berikut:
1. Uji Normalitas
Uji normalitas digunakan untuk mengetahui apakah residual data dari model regresi linier memiliki distribusi normal ataukah tidak. Jika residual data tidak terdistribusi normal maka dapat disimpulkan statistik tidak valid. Salah satu cara untuk mendeteksi apakah residual data terdistribusi normal ataukah tidak yaitu dengan melihat grafik normal probability plot, yaitu jika titik-titik plot beredar di sekitar garis diagonal, maka dapat disimpulkan data tersebut berdistribusi normal.
2. Uji Heteroskedastisitas
Pengujian terhadap heteroskedastisitas bertujuan untuk mengetahui apakah variance dari residual data suatu observasi ke observasi lainnya berbeda ataukah tetap. Jika varience dari residual data sama dapat disebut homokedastisitas.
Ada beberapa cara untuk mendeteksi problem heteroskedastisitas pada model regresi antara lain:
a. Dengan melihat grafik scatterplot, yaitu jika ploting titik-titik menyebar secara acak dan tidak berkumpul pada satu tempat, maka dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi problem heteroskedastisitas.
b. Dengan melakukan uji statistik glejser yaitu dengan mentransformasi nilai residual menjadi absolut residual dan meregresnya dengan variabel independen dalam model. Jika diperoleh nilai signifikansi untuk variabel independen > 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat problem heteroskedastisitas.
3. Uji Multikolinieritas
Uji multikolinieritas diperlukan untuk mengetahui ada tidaknya variabel independen yang memiliki kemiripan antar variabel independen dalam satu model. Kemiripan antar independen akan mengakibatkan korelasi yang kuat.
Apabila terdapat variabel bebas yang dimiliki nilai tolerance > 0,10 dan VIF < 10, atau VIF yang dihasilkan antara 1-10 maka dapat disimpulkan bahwa tidak multikolinieritas antar variabel bebas dalam model regresi.
d. Analisis Regresi Berganda
Uji regresi dimaksud untuk menguji bagaimana pengaruh variabel X (X1, X2, X3... dsb) terhadap variabel Y.
Rancangan (model) ini juga digunakan untuk melihat perbedaan besar kecilnya pengaruh variabel X terhadap variabel Y. 41
Dalam regresi berganda, terdapat satu variabel dependen (terikat) dan dua atau lebih variabel independen (bebas). Walaupun secara teoritis bisa menggunakan banyak variabel, namun penggunaan lebih dari tujuh variabel independen dianggap tidak efektif. Dalam praktik bisnis, regresi berganda sering banyak digunakan, selain karena banyaknya variabel dalam bisnis yang perlu dianalisis bersama, juga banyak kasus regresi berganda yang lebih relevan digunakan.42
Adapun variabel bebas dari penelitian ini adalah risk transfer dan risk finance, sedangkan variabel terikat dari penelitian ini adalah short term liquidity. Berdasarkan variabel yang peneliti pilih dapat diketahui bahwa dalam regresi linier berganda variabel terikat dipengaruhi oleh dua variabel bebas sehingga hubungan fungsional antara variabel terikat (Y)
41 Sugiyono, Metode Penelitian, 108.
42 Singgih Santoso, SPSS From Essential to Expert Skills (Jakarta: PT Elex Media Komputindo, 2014), 342.
dengan variabel bebas (X1, X2) secara umum dapat ditulis sebagai berikut:43
Rumus dari regresi linier berganda adalah sebagai berikut:
Keterangan :
Y = Short Term Liquidity α = Konstanta
β1 = Koefisien Variabel Risk Transfer X1 = Variabel Risk Transfer
β2 = Koefisien Variabel Risk Finance X2 = Variabel Risk Finance
ϵ = Error
Untuk mengetahui serta menentukan pengaruh koefisien variabel bebas terhadap variabel terikat, maka digunakan bantuan SPSS versi 16.
e. Uji Adj R2 (Adjusted Square)
Bahwa R2 adalah koefisien determinasi yaitu suatu nilai yang menggambarkan dan mengukur seberapa jauh kemampuan model dalam menerangkan variabel dependen.
Nilai koefisien determinasi yang besar menunjukkan bahwa regresi tersebut mampu menjelaskan secara besar pula.
43 Suliyanto, Ekonometrika Terapan : Teori & Aplikasi dengan SPSS (Yogyakarta: CV Andi Offset, 2011), 53.
Y = α + β1X1 + β2X2 + ϵ
Nilai koefisien determinasi yang kecil berarti kemampuan variabel independennya dalam menjelaskan variasi dependen yang sangat terbatas. Untuk menunjukkan nilai koefisien determinasi dinyatakan dengan nilai Adjusted R Square.44
7. Pengujian Hipotesis a. Uji T (parsial)
Uji T digunakan untuk menguji apakah parameter (koefisien regresi dan konstanta) mampu menjelaskan perilaku variabel independen dalam mempengaruhi variabel dependen.
Untuk mengetahui signifikansi uji t yaitu jika nilai signifkansi yang dihasilkan uji t P < 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa secara parsial variabel independen berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen. Namun jika P > 0,05 maka disimpulkan bahwa secara parsial variabel independen tidak berpengaruh secara signifikan terhadap variabel dependen.45 Adapun langkah-langkah pengujian adalah sebagai berikut:
1. Menentukan hipotesis
Ho : 1 = 0 artinya variabel independen tidak terdapat pengaruh secara parsial yang signifikan terhadap variabel dependen.
44 Imam Ghazali, Aplikasi Analisis Multivariate dengan SPSS (Semarang: Universitas Ponorogo, 2011), 83.
45 Nazir, Metode Penelitian (Jakarta: Ghalia Indonesia, 1999), 460.
Ha : 1 0 artinya variabel independen terdapat pengaruh secara parsial yang signifikan terhadap variabel dependen.
2. Nilai kritis
Nilai kritis terdapat dari tabel distribusi F dengan menggunakan tingkat signifikansi 5%.
3. Rumus t hitung46
= r √
√
Keterangan :
t hitung = nilai yang dihipotesiskan r = nilai koefisien korelasi
n = jumlah sampel penelitian 4. Keputusan
Keputusan pada analisa uji t diambil berdasarkan kriteria dan nilai signifikansi hasil analisa uji t sebagai berikut:
Jika thitung > ttabel dan nilai signifikansi > 0,1 maka H0 ditolak dan Ha diterima.
Jika thitung < ttabel dan nilai signifikansi < 0,1 maka Ha ditolak dan H0 diterima.
5. Penetapan Tingkat Signifikansi
Penetapan hipotesis akan dilakukan dengan menggunakan tingkat signifikansi sebesar 0,05 ( = 5%) atau tingkat keyakinan sebesar 0,95 karena tingkat signifikansi itu
46 Suliyanto, Ekonometrika Terapan, (Yogyakarta, CV.Andi Offset, 2011), 54.
yang umum digunakan pada penelitian ilmu-ilmu sosial dan dianggap cukup tepat untuk mewakili hubungan antar variabel yang diteliti sebab tingkat kesalahan yang digunakan sedikit yaitu 5% dari jumlah responden yang diteliti.47
b. Uji F (simultan)
Uji ini pada dasarnya bertujuan untuk mengetahui apakah semua variabel independen yang dimasukkan dalam model regresi mempunyai pengaruh secara simultan (bersama-sama) terhadap variabel dependen ataukah tidak.
Uji F digunakan untuk mengetahui apakah seluruh variabel bebas (variabel independen) secara bersama-sama berpengaruh terhadap variabel terikat (variabel dependen) pada tingkat signifikan 0,05 (5%). Pengujian semua koefisien regresi secara bersama-sama dilakukan dengan uji F dengan pengujian sebagai berikut:
Bila probabilitas βi> 0,05 tidak signifikan Bila probabilitas βi< 0,05 signifikan Adapun langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:
1. Menentukan hipotesis
H0 : 1 = 2 = ... = k = 0 artinya variabel independen tidak terdapat pengaruh secara simultan yang signifikan terhadap variabel dependen.
47 Nazir, Metode Penelitian, 460.
Ha : 1 2 ... k 0 artinya variabel independen terdapat pengaruh secara simultan yang signifikan terhadap variabel dependen.
2. Nilai kritis
Nilai kritis didapat dari tabel distribusi F dengan menggunakan Tingkat signifikansi 5%.
3. Rumus F hitung48
F hitung = + (1 – R2) + n-k-1 Keterangan :
R = koefisien regresi n = banyaknya sampel
k = jumlah variabel independen 4. Keputusan
Nilai signifikansi > 0,1 maka H0 ditolak dan Ha diterima.
Nilai signifikansi < 0,1 maka Ha ditolak dan H0 diterima.
5. Penetapan Tingkat Signifikasi
Penetapan hipotesis akan dilakukan dengan menggunakan tingkat signifikansi sebesar 0,05 ( = 5%) atau tingkat keyakinan sebesar 95% karena tingkat signifikansi itu yang umum digunakan pada penelitian ilmu-ilmu sosial dan dianggap cukup tepat untuk mewakili hubungan antar variabel
48 Suliyanto, Ekonometrika Terapan, 54.
yang diteliti sebab tingkat kesalahan yang digunakan sedikit yaitu 5% dari jumlah responden yang diteliti.49