• Tidak ada hasil yang ditemukan

METODE PENELITIAN

34

Umat Cabang Jenggawah Jember adapun alasan peneliti memilih lokasi penelitian di Kantor Simpan Pinjam Pembiayaan Syariah Baitul Mal Wat Tamwil Nuansa Umat Cabang Jenggawah ini dikarenakan ketertarikan peneliti untuk mengetahui bagaimana faktor-faktor yang memengaruhi minat penabung terhadap produk tabungan mudhrabah (tabah).

Dengan demikian akhirnya peneliti dapat mengetahui bagaimana Faktor-Faktor Yang Memengaruhi Minat Penabung Terhadap Produk Tabungan Mudharabah (Tabah) Di Kantor Simpan Pinjam Pembiayaan Syariah Baitul Mal Wat Tamwil Nuansa Umat Cabang Jenggawah.

C. Subjek penelitian

Subyek penelitian ialah sumber informasi untuk mencari data dan masukan-masukan dalam mengungkapkan masalah penelitian atau orang yang dimanfaatkan untuk memberikan informasi.38 Adapun subjek penelitian dalam penelitian ini adalah:

1. Kepala cabang Koperasi Simpan Pinjam Pembiayaan Syariah Baitul Mal Wat Tamwil Nuansa Umat Cabang Jenggawah.

- Imam Ma’arif S.E

2. Karyawan Koperasi Simpan Pinjam Pembiayaan Syariah Baitul Mal Wat Tamwil Nuansa Umat Cabang Jenggawah.

- Muhammad Yusuf

3. penabung Koperasi Simpan Pinjam Pembiayaan Syariah Baitul Mal Wat Tamwil Nuansa Umat Cabang Jenggawah.

38 Lexy J. Moleong, Metodologi Penelitian Kualitatif, (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2004), 4-5.

- Hayati - Zubaidah - Septian Hermina - Ratna Suminar - Ani Nur Hanifah

D. Teknik pengumpulan data

Teknik pengumpulan data merupakan langkah yang paling straegis dalam penelitian, karna tujuan utamanya dari prnrlitian adalah mendapat data.

Tanpa menegtahui teknik pengumpulan data, maka peneliti tidak akan mendapatkan data yang standar data yang ditetapkan.39

Adapun teknik pengumpulan data yang di gunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Observasi

Observasi adalah cara mengumpulkan bahan-bahan keterangan atau data yang dilakukan dengan mengadakan pengamatan dan pencatatan secara sistematis terhadap fenomena-fenomena yang sedang dijadikan sasaran pengamatan.40 Teknik observasi yang dilakukan oleh observasi partisipatif yang pasif, yaitu penelitan yang dilakukan dengan datangnya langsung ke tempat kegiatan orang yang diamati, tetapi ikut terlibat dalam kegiatan tersebut.41 Dan juga teknik observasi ini juga menjadi sumber informasi untuk menggali data tentang minat tabungan mudharabah di Baitul Mal Wat Tamwil Nuansa Umat Cabang Jenggawah tersebut.

39 Sugiyono, Metodologi, 104.

40 Ajat Rukajat , Teknik Evaluasi Pembelajaran, (Yogyakarta: CV. Budi Utama, 2018),75.

41 Sugiyono, Metode, 227.

2. Wawancara

Teknik wawancara ialah suatu proses interaksi anatara pewawancara dan sumber informasi yang membahas suatu objek yang ditelit.42 Dalam penelitian ini menggunakan wawancara semi struktur.

Tujuannya adalah untuk menemukan permasalahan secara lebih terbuka, dimana pihak yang di wawancarai diminta pendapat dan idenya dan wawancara ini dilakukan untuk mendapatkan penjelasan dari Baitul Mal Wat Tamwil Nuansa Umat Cabang Jenggawah khususnya yang mengelola dibagian tabungan mudharabah (tabah).43

Adapun data yang ingin diperoleh melalui metode wawancara ini adalah :

a. Faktor-Faktor Yang Memengaruhi Minat Penabung Terhadap Tabungan Mudharabah di Koperasi Simpan Pinjam Pembiayaan Syariah Baitul Mal Wat Tamwil Nuansa Umat Cabang Jenggawah.

3. Dokumentasi

Metode dokumenter merupakan cara yang digunakan untuk mengumpulkan data berupa data-data tertulis yang mengandung keterangan dan penjelasan serta pemikiran tentang fenomena yang masih aktual yang sesuai dengan masalah penelitian.44 Dokumentasi ini untuk mencari data atau sumber yang berkaiatan dengan penelitan “Faktor- Faktor Yang Memengaruhi Minat Penabung Terhadap Produk Tabungan

42 A. Muri Yusu, Metode Penelitian: Kualitatif, Kuantitatif, dan Penelitian Gabungan, (Jakarta:

Kencana, 2014), 372.)

43 Sugiyono, Metode, 233.

44 Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek, ( Jakarta: Rineka Cipta, 2002), 172.

Mudhrabah (Tabah) Di Kantor Simpan Pinjam Pembiayaan Syariah Baitul Mal Wat Tamwil Nuansa Umat Cabang Jenggawah“ Oleh karrna itu, sumber informasi dan dokumentasi yang dikumpulkan oleh pihak bank antara lain:

a. Sejarah Koperasi Simpan Pinjam Pembiayaan Syariah Baitul Mal Wat Tamwil Nuansa Umat Cabang Jenggawah.

b. Visi & Misi Koperasi Simpan Pinjam Pembiayaan Syariah Baitul Mal Wat Tamwil Nuansa Umat Cabang Jenggawah.

c. Struktur kepengurusan Koperasi Simpan Pinjam Pembiayaan Syariah Baitul Mal Wat Tamwil Nuansa Umat Cabang Jenggawah.

E. Analisis data

Analisis data merupakan proses berkelanjutan yang membutuhkan refleksi-refleksi terus-menerus terhadap data, mengajukan pernyataan- pernyataan analisis dan menulis catatan singkat sepanjang penelitian. Dalam penelitian ini,45 peneliti menggunakan analisis dari pemikiran miles &

Hibermen adapun aktifitas yang dilakukan dalam aktivitas dalam analisis data yaitu:

1. Pengumpulan Data

Pengumpulan data merupakan prosedur yang sistematis dan standar untuk memperoleh data yang dilakukan.46 Dalam tahap ini peneliti menemui kepala cabang dan staf karyawan untuk wawancara observasi dan dokumentasi mengenai Faktor-faktor yang memengaruhi Minat

45 John W Creswell, Researt Dengan Pendekatan Kualitatif, Kuantitatif dan Mixed, terj. Achmad Fawaid, ( Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2009), 339.

46 Nazir, Metode Penelitian, ( Bogor: Ghalia Indonesia,2014), 153

Penabung Terhadap Tabungan Mudharabah (Tabah) Di Koperasi Simpan Pinjam Pembiayaan Syariah Baitul Mal Wat Tamwil Nuansa Umat Cabang Jenggawah Jember. Kemudian peneliti mencatat perkataan narasumber, beserta mengamati proses sesui dengan fokus penelitian dan sesuai dengan pedoman penelitian.

a. Penyajian Data

Penyajian data adalah sebuah perorganisasian, penyatuan dan informasi yang memukakan penyimpulan dan aksi. Penyajian data membantu dalam memahami apa yang terjadi dan untuk melakukan sesuatu, termasuk analisis yang lebih mendalam atau mengambil aksi berdasarkan pemahaman.

b. Penarikan Kesimpulan

Kesimpulan awal yang dikemukakan masih masih bersifat sementara, dan berubah bila tidak ditemukan bukti-bukti yang kuat yang mendukung pada atahap pengumpulan data berikutnya. Tetapi apabila kesimpulan yang dikemukakan pada tahap awal di dukung oleh bukti- bukti yang valid dan konsisten saat peneliti ke lapangan mengumpulkan data, maka kesimpulan merupakan kesimpulan yang kredibel.47

Kesimpulan yang kredibel adalah kesimpulan yang menjawab atas permasalahan yang menjadi titik fokus peneliti. Dari kesimpulan ini, maka ditemukan hasil penemuan peneliti yang sebelumnya belum pernah dikaji oleh siapapun. Seperti temuan yang berupa deskripsi atau

47 Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan, (Bandung: Alfabeta, 2008),338-341

gambaran objek yag sebelumya belum jelas menjadi jelas stelah adanya penelitian yang di lakukan. Dalam tahap ini peneliti menyimpulkan dari hasil tahap-tahap analisis sebelumnya dan menjawab semua fokus masalah yang menjadi permasalahan dalam penelitian.

F. Keabsahan Data

Agar hasil penelitan dapat di percaya, maka perlu adnaya pengecekan keabsahan data. Tujuannya adalah untuk membuktikan apakah yang di peroleh oleh peneliti sesuai dengan apa yang sebenarnya dilapangan. Dalam penelitian ini menggunakan pengecekan keabsahan data yaitu teknik triangulasi. Teknik triangulasi data adalah pemeriksaan kembali data dengan tiga cara, yaitu:48 1. Triangulasi sumber

Triangulasi yang mengharuskan peneliti mencari lebih dari satu sumber untuk memahami data atau informasi.

2. Triangulasi metode

Menggunakan lebih dari satu metode untuk melakukan cek dan ricek. Jika pada awalnya peneliti menggunakan metode wawancara, selanjutnya melakukan pengamatan terhadap objek tersebut.

3. Triangulasi waktu

Teknik triangulasi penelitian ini menggunakan teknik triangulasi sumber dan triangulasi metode. Triangulasi sumber ialah membandingkan antara pendapat yang satu dengan yang lainnya atau pandangan dari berbagai sumber data informan. Triangulasi metode ialah membandingkan

48 Halaluddin Hengki Wijaya, Analisis Data Kualitatif Sebuah Tinjauan Teori dan Praktik, (Jakarta: Sekolah Tinggi Theologia Jaffaray, 2019), 22-23

hasil pengamatan dengan hasil wawancara kemudian membandingkan hasil wawancara dengan dokumen yang ada.

G. Tahap-Tahap Penelitian

Terdapat beberapa tahapan dalam penelitian, sebagai berikut adalah:

1. Tahap Pra Lapangan

Tahapan yang harus dilakukan oleh peneliti sebelumnya terjun ke lapangan. Kegiatan yang di lakukan ialah meliputi menyusun rencana penelitian, menyusun matrik, memebuat proposal, mengurus surat ijin, dan menyiapkan perlengkapan lainnya.

2. Tahap Lapangan

Tahap lapangan peneliti melakukan penelitian di lapangan.

Penelitian dengan serius dan bersungguh-sungguh melakukan penelitian terhadap objek yang ada di lapangan, kemudian mengumpulkan data sesuai dengan teknik pengumpulan data yang telah di tentukan sebelumnya.

3. Tahap Analisis Data

Tahap ini adalah terakhir dalam penelitian. Tahap ini dilkukan setelah semua data terkumpul dan terlaksana sesuai dengan analisis data yang telah di tentukan sebelumnya.

42 BAB IV

PENYAJIAN DATA DAN ANALISIS A. Gambaran Obyek Penelitian

1. Sejarah berdirinya BMT NU Jawa Timur

Baitul Maal Wat tamwil Nuansa Ummah atau biasa disebut BMT NU berdiri pada tanggal 1 juli 2004 di kecamatan Gapura, Sumenep.

Organisasi ekonomi ini awalnya bernama Koperasi Jasa Keuangan Syariah (KJKS). Namun berubah menjadi Koperasi Simpan Pinjam dan Pembiayaan Syariah (KSPPS). Perubahan itu sesuai dengan regulasi baru dari pemerintah yaitu pada tanggal 04 mei 2007 telah resmi terdaftar di akte notaris dengan nomor 10, Badan Hukum: 188.4/11/BH/XVI.26/435.113/20 07,SIUP:503/6731/SIUPK/435.114/2007, TDP : 132125200588, dan NPWP : 02.599.962.4-608.000 dengan nama Koperasi Jasa Keuangan Syari’ah (KJKS) Baitul Maal wat Tamwil Nuansa Umat yang disingkat dengan BMT NU Jawa Timur.49

KSPPS BMT NU Jawa Timur Cabang Tlanakan merupakan cabang ke 26 yang berdiri pada 23 Oktober 2016 di Desa Tlanakan Kecamatan Tlanakan Kabupaten Pamekasan. KSPP Syariah BMT NU Jawa Timur Cabang Tlanakan berdiri saat MWC NU Tlanakan mempunyai inisiatif untuk mendirikan lembaga keuangan, namun pada saat itu belum terfikirkan untuk membentuk lembaga keuangan yang seperti apa, yang mana tujuannya supaya dapat memberikan penghasilan pada NU (Nahdatul

49 Sejarah BMT NU Jawa Timur, diakses dari http://nugapura.or.id/2017/04/29/mengenal-bmt-nu- 1-sejarah-dan-mula-perjalanan/, diakses pada tanggal 06-11-2019.

Ulama’) khususnya NU Tlanakan. Kemudian MWC melakukan musyawarah dengan staf-stafnya supaya saat ada acara maupun kegiatan meminta amal dipinggir jalan. Setelah melakukan penelitian pada masyarakat Tlanakan mereka bisa di ajak bekerja sama dan kompak dalam memajukan BMT ini, kemudian MWC ini bernegoisasi dengan BMT NU Jawa Timur pada bulan Agustus 2016. KSPPS BMT NU Jawa Timur Cabang Tlanakan ini berdiri sebagai bentuk pengembangan dari KSPPS BMT NU Jawa Timur (BMT NU Pusat) dan juga dikarenakan di daerah Tlanakan tepatnya di Desa Tlanakan ini juga kekurangan akses permodalan khususnya bagi usaha kecil dan mikro. Dengan demikian berbagai masalah ekonomi yang ada di Desa Tlanakan mulai berkurang seiring adanya KSPPS BMT NU Jawa Timur Cabang Tlanakan.50

2. Visi & Misi BMT NU Visi :

Terwujudnya BMT NU yg jujur, amanah, dan profesional sehingga anggun dalam layanan, unggul dalam kinerja menuju terbentuknya 100 kantor cabang pada tahun 2026 untuk kemandirian dan kesejahteraan anggota.

Misi :

a. Memberikan layanan prima, bina usaha dan solusi kepada anggota sebagai pilihan utama.

50 Sejarah BMT NU Jawa Timur, diakses dari http://nugapura.or.id/2017/04/29/mengenal-bmt-nuI- sejarah-dan-mula-perjalanan/, diakses pada tanggal 28-10-2019.

b. Menerapkan dan mengembangkan nilai-nilai syariah secara murni dan konsekuen sehingga menjadi acuan tata kelola usaha yang profesinal dan amanah.

c. Mewujudkan pertumbuhan dan keuntungan yang berkesinambungan menuju berdirinya 100 kantor cabang pada tahun 2026.

d. Mengutamakan penghimpunan dana atas dasar ta'awun dan penyaluran pembiayaan pada segmen UMKM baik secara perseorangan maupun berbasis jamaah.

e. Mewujudkan penghimpunan dan penyaluran zakat, infaq, shodaqoh dan waqaf.

f. Menyiapkan dan mengembangkan SDI yg berkualitas, profesional dan memiliki integritas tinggi.

g. Mengembangkan budaya dan lingkungan kerja yang ramah dan sehat serta management yang sesuai prinsip kehati-hatian.

h. Menciptakan kondisi terbaik bagi SDI sebagai tempat kebanggan dalam mengabdi tanpa batas dan melayani dengan ikhlas sebagai perwujudan ibadah.

i. Meningkatkan kepedulian dan tanggung jawab kepada lingkungan dan jamaah.

3. Struktur Organisasi BMT NU Cabang Jenggawah

Berikut ini struktur organisasi yang ada di Baitul Mal Wat Tamwil Nuansa Umat Cabang Jenggawah:

Kepala Cabang : Imam Ma'arif S.E

Bagian keuangan : Shima Danifatus Sunnah (Admin)

: Wulandari (Teller)

Bagian Tabungan : Muhammad Yusuf Bagian Pembiayaan : Ahmad Arif Dermawan Bagian Lasisma : Arifani Fauziah

STRUKTUR PENGELOLA KSPP. SYARIAH BMT NU CABANG JENGGAWAH JEMBER

4.1 STRUKTUR PENGELOLA

Sumber: Data diolah oleh pengelola KSSP.S BMT NU Cabang Jenggawah RAPAT ANGGOTA

PENGURUS PUSAT

DIREKSI

MANAGER AREA

MWC NU CABANG JENGGAWAH

PENGAWAS CABANG

KEPALA CABANG DEWAN SYARIAH CABANG

BAG. KEUANGAN &

ADMIN BAG. TABUNGAN BAG.PEMBIAYAA LASISMA

N

ANGGOTA IMAM MA’ARIF S.E

SHIMA DHANIFATUS S

MUHAMAD YUSUF

AHMAD ARIF D ARIFANI FAUZIAH TELLER

WULANDARI

4. Diskripsi Jabatan a. Kepala Cabang

1) Menyusun visi, misi, dan nilai-nilai serta rencana strategis dalam bentuk Rencana Kerja dan Rencana Bisnis (Business Plan).

2) Menyusun serta menelaah manajemen risiko.

3) Mengajukan PK dan RAPB kantor cabang KSPP. Syariah BMT NU kepada Direksi.

4) Melakukan pengelolaan KSPP. Syariah BMT NU sesuai dengan wewenang dan tanggung jawabnya sesuai Anggaran Dasar, Peraturan Khusus yang berlaku dan prinsip-prinsip koperasi.

5) Melakukan kontrol secara keseluruhan dan memberikan arahan dalam upaya mengembangkan dan meningkatkan kualitas KSPP.

Syariah BMT NU demi tercapainya target usaha.

6) Mengambil keputusan strategis untuk kemajuan usaha KSPP.

Syariah BMT NU atas persetujuan Direksi.

7) Mengatur dan melakukan segala tindakan-tindakan dalam rangka menjaga dan melindungi kekayaan KSPP. Syariah BMT NU.

8) Menyetujui/ menolak keputusan persetujuan pembiayaan.

9) Menyetujui/ menolak pengajuan pengeluaran biaya dengan alasan- alasan yang dapat diterima.

b. Bagian Keuangan, Administrasi dan Umum, Layanan Anggota.

1) Melakukan penghimpunan dana.

2) Memonitoring saldo simpanan masing-masing anggota dan penabung.

3) Membuat analisa prediksi penarikan tabungan pada setiap awal bulan untuk disampaikan kepada kepala cabang.

4) Mencatat data anggota pada Buku Induk Anggota.

5) Mengarsip seluruh dokumen yang berkaitan dengan keanggotaan dan aplikasi tabungan.

6) Memproses pembuatan Kartu Tanda Anggota untuk diteruskan kepada Bagian Administrasi dan Umum.

7) Membantu tugas-tugas Bagian Administrasi dan Umum.

8) Menyimpan dan mengadministrasikan dokumen-dokumen yang berhubungan dengan transaksi keuangan.

9) Mengeluarkan laporan keuangan untuk keperluan intern.

10) Melakukan analisis keuangan.

11) Mengatur dan melakukan segala tindakan-tindakan dalam rangka menjaga dan melindungi kekayaan KSPP. Syariah BMT NU.

12) Mengajukan biaya operasional dan kebutuhan-kebutuhan lain yang dibutuhkan untuk mendukung pekerjaan di bidang keuangan kepada kepala cabang untuk dipertimbangkan.

c. Bagian Tabungan

1) Melakukan penghimpunan dana;

2) Memonitoring saldo simpanan masing-masing anggota dan penabung; bertanggung jawab seluruh transaksi di lapangan pada hari yang sama sebelum tutup kas. Dan jika pada saat kas ditutup tetapi masih di lapangan, maka transaksi dilakukan keesokan harinya dan atas sepengetahuan Kepala Cabang.

3) Menerima uang modal untuk transaksi di lapangan dengan nominal yang ditetapkan oleh Kepala Cabang dan Bagian Keuangan.

4) Memastikan simpanan yang harus dijemput telah dilaksanakan sesuai waktu yang telah ditentukan.

5) Memastikan tidak ada selisih antara dana yang dijemput dengan dana yang disetorkan ke teller.

6) Membuat rencana/ jadwal kolekting harian, mingguan, dan bulanan.

7) Menyiapkan peralatan administrasi yang dibutuhkan untuk menjemput setoran dan penarikan simpanan.

8) Membuat laporan kegiatan kepada kepala cabang secara berkala sebagai pertanggungjawaban seluruh aktivitas bagian keuangan;

d. Bagian Pembiayaan, Juru Survei, dan Lasisma

1) Bertanggung jawab terhadap terlaksananya proses pembiayaan dari pengajuan hingga terealisasi.

2) Mencari terobosan dan merumuskan pola penyaluran dana.

3) Menyusun strategi sosialisasi, promosi untuk meningkatkan kemajuan produk pembiayaan kantor cabang KSPP. Syariah BMT NU.

4) Membuat analisa prediksi penyaluran pembiayaan pada setiap awal bulan untuk disampaikan kepada kepala cabang.

5) Menilai dan mengevaluasi kinerja juru survei dan juru tagih.

6) Menjalin hubungan dengan anggota dan mitra khususnya dalam hal penanganan komplain, pengukuran kepuasan anggota serta penabung dan sebagainya.

7) Membuat laporan kegiatan kepada kepala cabang secara berkala sebagai pertanggungjawaban seluruh aktivitas bagian pembiayaan..

8) Bertanggung jawab atas pelaksanaan, pengaturan, kecepatan, dan kebenaran transaksi yang berkaitan dengan simpanan dan pembiayaan.

9) Melakukan kunjungan lapangan dan penagihan atas tunggakan pembiayaan.

10) Memberikan persetujuan dan atau penolakan terhadap permohonan pembiayaan sesuai dengan kewenangannya.

11) Bersama-sama dengan kepala cabang menyetujui/menolak keputusan persetujuan pembiayaan yang dikeluarkan Kantor Cabang.

12) Melakukan survei terhadap calon debitur serta penilaian atas barang jaminan.

13) Melakukan kunjungan lapangan dan penagihan atas tunggakan pembiayaan.

14) Bersama-sama dengan bagian pembiayaan melakukan eksekusi jaminan pembiayaan sesuai dengan persetujuan dari Kepala Cabang.

e. Teller

1) Memberikan pelayanan secara prima kepada setiap anggota dan penabung.

2) Menghitung keadaan keuangan atau transaksi setiap hari.

3) Melakukan chek fisik uang tunai setiap hari.

4) Mencatat dan menginput seluruh transaksi harian.

5) Melakukan verifikasi dan transaksi harian.

6) Mengatur dan menyiapkan pengeluaran uang tunai baik pembiayaan maupun simpanan yang telah disetujui oleh Kepala Cabang.

7) Menghitung dan memeriksa uang tunai hasil transaksi pada hari yang bersangkutan.

8) Membuat laporan transaksi.

9) Menerima transaksi tunai.

10) Memegang kas tunai sesuai dengan kebijakan yang ada.

11) Mengeluarkan transaksi tunai pada batas nominal yang diberikan atau atas persetujuan kepala cabang dan bagian pembiayaan.

12) Menolak pengeluaran kas apabila tidak ada bukti-bukti pendukung yang kuat.

13) Mengetahui kode dan memegang kunci cash box.

5. Letak Geografis

Kantor BMT NU Cabang Jenggawah terletak di depan kantor kecamatan, Jenggawah. Desa, Wonojati. Kecamatan, Jenggawah.

Kabupaten, Jember. Adapun batas-batas kantor BMT NU Cabang Jenggawah sebagai berikut:

a. Sebelah Barat : Kantor Desa Kecamatan Jenggawah b. Sebelah Utara : Toko Murah Putra

c. Sebelah Timur :-

d. Sebelah selatan : Toko Sepatu

6. Produk-Produk BMT NU Cabang Jenggawah a. Produk Tabungan/ Simpanan

1) Siaga ( Simpanan Anggota)

Siaga merupakan simpanan anggota yang disediakan kepada anda yang berminat menjadi anggota sekaligus pemilik BMT NU dengan bagi hasil yang menguntungkan yaitu 70% dari SHU yang dalam hal ini menggunakan akad musyarakah. Yang terdiri dari siaga pokok dan siaga wajib.

2) Sidik Fathonah (Simpanan Pendidikan Fathonah)

Simpanan bagi anda yang ingin meraih cita-cita pendidikan secara sempurna dengan bagi hasil 45% yang menguntungkan.

Menggunakan akad mudlarobah muthlaqah. Setoran kapan saja dan Penarikan Tahun Ajaran Baru dan Semesteran. Setoran awal Rp. 2.500 dan setoran selanjutnya minimal Rp.500.

3) Sajadah (Simpanan Berjangka Wadiah Berhadiah)

Simpanan dengan keuntungan yang dapat dinikmati di awal dengan memperoleh hadiah langsung tanpa diundi.

Menggunakan akad Wadiah Yad Al-Dhamanah dan dapat ditarik pada waktu berdasarkan ketentuan yang berlaku.

4) Sahara (Simpanan Haji dan Umrah)

Yaitu simpanan yang dapat mempermudah anda menunaikan haji dan umrah, dengan memperoleh keuntungan yang melimpah dengan bagi hasil 65% sebagai bekal tambahan biaya haji dan umrah dengan menggunakan akad mudharabah muthlaqahs.

5) Sabar (Simpanan Lebaran)

Simpanan yang bisa mempermudah anda memenuhi kebutuhan lebaran dengan memperoleh keuntungan dari bagi hasil sebesar 55%, menggunakan akad mudharobah mutlaqoh dengan setoran awal Rp. 25.000. dan setoran selanjutnya minimal Rp. 5.000.setoran kapan saja danp enarikan hanya bisa dilakukan setiap bulan ramadhan.

6) Tabah (Tabungan Mudharabah)

Yaitu simpanan yang dapat mempermudah anda dalam memenuhi kebutuhan seahari-hari karena setoran dan penarikannya dapat dilakukan kapan saja dengan memperoleh keuntungan bagi hasil 40%. Dengan menggunakan akad mudharabah muthlaqah.

7) Tarawi (Tabungan Ukhrawi)

Tabungan sekaligus beramal, karena bagi hasil tabungan anda di sedekahkan kepada fakir miskin dan anak yatim piatu.menggunakan akad mudlarobah muthlaqoh dengan setoran awal Rp.25.000,-dan selanjutnya minimal Rp .5000,- dengan bagi hasil 50%.

b. Produk Pembiayaan/Pinjaman 1) Al-Qardlul Hasan

Pembiyaan dengan jasa seikhlasnya (tanpa bagi hasil dan margin) dengan jangka waktu maksimal 36 bulan dengan angsuran mingguan, bulanan, 4 bulanan, 6 bulanan dan atau cash tempo.

2) Murabahah dan Bai Bitsamanil Ajil (BBA)

Pembiyaan dengan pola jual beli barang. Harga pokok diketahui bersama dengan harga jual berdasarkan kesepakatan.

Selisih dengan harga jual merupakan margin atau keuntungan KSSP. Syariah BMT NU. Jangka waktu maksimal 36 bulan dengan angusran bulanan, 4 bulanan, 6 bulanan (BaiBitsamanil Ajil) dan cash tempo (Murabahah).

3) Mudharabah dan Musyarakah

Pembiayaan seluruh modal kerja yang di butuhkan (mudlarobah) atau sebagian modal kerja (musyarokah) dengan pola bagi hasil. Bagi hasil dihitung berdasarkan keuntungan

yang sebenarnya dengan bagi hasil berdasarkan kesepakatan (mudlarobah) atau sesuai proporsi modal (musyarokah). Jangka waktu maksimal 36 bulan dengan angsuran bulanan, 4 bulanan, 6 bulanan dan atau cash tempo.

4) Rahn/Gadai

Pembiayaan dengan menyerahkan barang dan atau bukti kepemilikan barang sebagai tanggungan pinjaman maksimal 80% dari harga barang masa pinjaman maksimal 4 (empat) bulan dan di perpanjang maksimal 3 (tiga) kali. Barang yang di serahkan berupa barang berharga seperti perhiasan emas dan sebagainya. Biaya taksir dan uji barang di tanggung pemilik barang. BMT NU mendapatkan ujroh /ongkos penitipan barang setiap harinya sebesar Rp.6 untuk setiap kelipatan Rp.10.000 dari harga barang.

5) Pembiayaan Tanpa Jaminan ( LASISMA )

Layanan Berbasis Jamaah ( LASISMA ) merupakan layanan pinjaman / pembiayaan tanpa jaminan bagi anggota yang berpenghasilan rendah dengan membentuk kelompok.

Paling sedikit 5 orang dan paling banyak 20 orang.

6) . Pembiayaan Hidup Sehati

Pembiayaan Hidup Sehati Islami ( Hidup Sehati ) disiapkan bagi anggota yang belum memiliki jamban / WC / toilet / kamar mandi ( jeding ) dan sarana air bersih yang sehat

dengan menggunakan Akad Murabahah.

c. Produk Jasa

1) Transfer/kiriman uang antar bank dalam dan luar negeri.

2) Pendaftaran haji dan umroh.

3) Pembayaran tagihan listrik PLN, BPJS, Telephone, Pulsa, dll.

4) Pembayaran biaya pendidikan perguruan tinggi.

d. Layanan Jasa Antar Jemput Tabungan dan Pembiayaan

BMT NU menyediakan layanan jasa yang siap menjemput dan atau mengantarkan tabungan atau pembiayaan anda kerumah, kantor dan atau tempat usaha anda.

B. Penyajian Data dan Analisis

Dalam skripsi ini peneliti akan menyajikan hasil dari wawancara dengan informan yang bersangkutan, namun penyajian data yang berhubungan dengan penelitian lapangan, peneliti menggunakan beberapa metode seperti interview dan observasi.

Dari hasil serangkaian penelitian yang telah dilakukan dilapangan dengan diperoleh data-data yang berkaitan tentang Faktor-Faktor yang memengaruhi Minat Penabung Terhadap Tabungan Mudharabah (Tabah) di Kantor Simpan Pinjam Pembiayaan Syariah Baitul Mal Wat Tamwil Nuansa Umat Cabang Jengawah khususnya yang sesuai dengan fokus penelitian yaitu tentang bagaimana minat penabung dan faktor-faktor yang memengaruhi minat penabung di Kantor Simpan Pinjam Pembiayaan Syariah Baitul Mal Wat Tamwil Nuansa Umat Cabang Jenggawah.

Dokumen terkait