METODE PENELITIAN
3.1 Lokasi dan Waktu Penelitian
Penelitian ini dimulai dari bulan Mei 2018 sampai dengan Juni 2018.
Penelitian ini dilaksanakan pada PT Optik Tunggal Sempurna cabang Mall Ratu Indah Makassar yang beralamat di Jalan Dr. Sam Ratulangi No. 35 Makassar.
3.2 Jenis dan Sumber Data 3.2.1 Jenis Data
Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Metode ini dilakukan untuk mengetahui dan menjadi mampu untuk menjelaskan kesimpulan dari permasalahan yang diteliti dalam suatu situasi. Melalui penelitian ini, data yang diperoleh akan dianalisis untuk mengetahui bagaimana perusahaan menjalankan sistem informasi akuntansi penjualan tunai dan sistem pengendalian internal perusahaan sehingga dapat diketahui apakah benar sistem informasi akuntansi penjualan tunai dan sistem pengendalian intern telah dijalankan secara efektif dan efisien.
3.2.2 Sumber Data
Dalam penelitian ini, penulis menggunakan dua sumber data, yaitu :
a. Data primer, merupakan data yang diperoleh langsung dari perusahaan atau data yang terjadi di lapangan yang diperoleh dari metode wawancara. Adapun yang menjadi sumber data primer dalam penelitian
ini adalah Store Manager, bagian penjualan dan kasir pada PT Optik Tunggal Sempurna cabang Mall Ratu Indah Makassar.
b. Data sekunder, merupakan data yang diperoleh dari perusahaan dalam bentuk yang sudah jadi, seperti dokumen-dokumen yang digunakan dalam proses penjualan seperti resep dokter, nota pesan, order receipt, nota kwitansi dan laporan penjualan tunai.
3.3 Metode Pengumpulan Data
Metode pengumpulan data dapat dilakukan dengan : 1. Wawancara
Penulis melakukan wawancara dan diskusi secara langsung dengan pihak PT Optik Tunggal Sempurna cabang Mall Ratu Indah Makassar, khususnya dengan bagian yang berhubungan dengan penelitian sehingga dapat mempermudah dalam mencari informasi-informasi yang diperlukan dalam penelitian.
2. Observasi
Dalam penelitian ini, observasi digunakan untuk melakukan pengamatan pada objek yang diteliti yang berhubungan dengan topik pembahasan penelitian dan untuk mengetahui sejarah perusahaan, struktur organisasi peusahaan, wewenang dan tanggung jawab masing-masing bagian organisasi perusahaan.
3. Dokumentasi
Data yang diharapkan diperoleh dari dokumentasi ini adalah struktur organisasi, flowchart, dan prosedur penjualan tunai.
3.4 Metode Analisis
Data yang diperoleh dalam penelitian ini berupa data kualitatif, sehingga dalam menganalisis data menggunakan analisis deskriptif yakni mendeskripsikan permasalahan yang ada dalam perusahaan yang berkaitan dengan Sistem Informasi Akuntansi Penjualan Tunai.
Dalam menganalisis Sistem Informasi Akuntansi Penjualan Tunai, dilihat dari bagian yang terkait, prosedur Sistem Informasi Akuntansi Penjualan Tunai, dokumen dan catatan yang digunakan dalam Sistem Informasi Akuntansi Penjualan Tunai serta Sistem Pengendalian Intern dalam Sistem Informasi Akuntansi Penjualan Tunai.
Dalam menganalisis bagian yang terkait adalah dengan mengajukan pertanyaan seputar pembagian tugas dan wewenang masing-masing bagian.
Apabila dalam perusahaan menetapkan suatu bagian melakukan beberapa tugas dapat menimbulkan terjadinya kecurangan, maka perlu dianalisis bagian yang semestinya ada dalam perusahaan dan bagian yang harus terpisah. Prosedur, dokumen, serta catatan penjualan tunai dianalisis dengan melihat fungsi dan manfaatnya. Prosedur, dokumen serta catatan dalam Sistem Informasi Akuntansi Penjualan Tunai harus memberikan informasi yang diperlukan bagi pihak yang membutuhkan. Apabila belum memenuhi informasi yang dibutuhkan oleh pihak terkait, kemudian dijabarkan dokumen-dokumen yang seharusnya ada dalam Sistem Informasi Akuntansi Penjualan Tunai. Dalam menganalisis Sistem Pengendalian Intern adalah dengan mengamati serta mengajukan pertanyaan tentang Sistem Pengendalian Intern yang dijalankan.
Untuk mengukur sesuai atau tidaknya Sistem Informasi Akuntansi Penjualan Tunai yang diterapkan pada PT Optik Tunggal Sempurna cabang Mall Ratu Indah Makassar, maka penulis menganalisis data-data yang diperoleh dengan cara membandingkan antara teori dengan kenyataan yang sebenarnya terjadi di perusahaan, dalam hal ini adalah PT Optik Tunggal Sempurna cabang Mall Ratu Indah Makassar.
3.5 Definisi Operasional
1) Efektivitas adalah informasi harus sesuai dengan kebutuhan pemakai dalam mendukung suatu proses bisnis, termasuk didalamnya informasi tersebut harus disajikan dalam waktu yang tepat.
2) Pengendalian internal adalah penggunaan semua sumber daya perusahaan untuk meningkatkan, mengarahkan, mengendalikan, dan mengawasi berbagai aktivitas dengan tujuan untuk memastikan bahwa tujuan perusahaan tercapai.
3) Sistem Informasi Akuntansi adalah susunan beberapa dokumen, alat komunikasi, tenaga pelaksana dan berbagai laporan komputer yang didesain untuk mentransformasikan data keuangan menjadi informasi bagi para pengguna.
4) Penjualan Tunai adalah pembeli langsung menyerahkan sejumlah uang tunai yang dicatat oleh penjual melalui register kas.
5) Efisiensi adalah suatu cara dengan bentuk usaha yang dilakukan dalam menjalankan sesuatu dengan baik dan tepat serta meminimalisir pemborosan dari segi waktu, biaya dan tenaga.
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Gambaran Umum PT Optik Tunggal Sempurna 4.1.1 Profil PT Optik Tunggal Sempurna
Berdiri pada tahun 1929 dengan nama C. Fielen OD, dan berganti nama pada tahun 1956 menjadi Optik Tunggal. Perusahaan ini telah berdedikasi pada pelayanan dunia optik selama hampir 90 tahun. Dengan tekad untuk melayani penglihatan masyarakat Indonesia dengan mengembangkan cabang-cabang di seluruh kota besar di Indonesia, dan saat ini mencapai 100 cabang yang tersebar di seluruh di Indonesia. Berbagai produk yang dipasarkan adalah frame, lensa, softlens, sunglass, dan masih banyak lagi.
Pertumbuhan produk yang terus-menerus meningkat seiring pula dengan perkembangan pasar yang menuntut percepatan pelayanan, stok persediaan, dan banyaknya kompetitor-kompetitor yang bermunculan sehingga membuat sistem penjualan dari Optik Tunggal harus lebih dimaksimalkan lagi terlebih dari sisi pelayanan customer.
Untuk penanganan logistik dan juga inventory, Optik Tunggal memiliki gudang pusat dan memiliki mesin pemotong lensa di masing-masing cabang seluruh Indonesia. Optik Tunggal juga memiliki armada ekspedisi yang setiap hari melakukan pengiriman paket sesuai dengan orderan customer dan stok persediaan di masing-masing cabang secara rutin. PT Optik Tunggal Sempurna telah dikenal sebagai salah satu perusahaan retail kacamata dan lensa terbesar di Indonesia.
Dengan persaingan penjualan kacamata dan lensa yang terus berkembang dan dengan tujuan terus memberikan pelayanan terbaik kepada semua customer di Indonesia, PT Optik Tunggal Sempurna akan senantiasa berinovasi untuk mengikuti perkembangan pasar, memenuhi kebutuhan customer dan berusaha menjadi perusahaan retail kacamata dan lensa terbaik di Indonesia.
Motto Optik Tunggal adalah sebagai berikut :
a. Best Service : Mengutamakan pelayanan berdasarkan kebutuhan customer dan dilayani oleh sumber saya yang dilatih secara berkesinambungan dan profesional.
b. Best Quality : Menyediakan produk unggulan dengan teknologi terkini, didukung oleh peralatan pemeriksaan mata dan leboratorium lensa berteknologi mutakhir.
c. Best Choice : Mengutamakan pelayanannya berdasarkan kebutuhan customer. Begitu banyak optik lain yang hadir di Indonesia, hanya optik Tunggal yang berani memberikan garansi ALL Risk Lensa selama 1 tahun.
4.1.2 Visi dan Misi PT Optik Tunggal Sempurna
Visi PT. Optik Tunggal Sempurna adalah selangkah lebih maju dari optik lain di Indonesia.
Misi PT. Optik Tunggal Sempurna adalah memberikan pelayanan yang baik dalam kesehatan mata terutama yang berhubungan dengan kelainan refraksi.
4.1.3 Struktur Organisasi
Organisasi adalah sebuah wadah atau tempat yang terdiri dari dua orang atau lebih yang saling bekerja sama untuk mencari suatu tujuan yang terdiri dari beberapa bagian yang saling bekerja sama.
Dalam menjalankan usahanya PT Optik Tunggal Sempurna cabang Mall Ratu Indah cabang Makassar memiliki struktur organisasi sebagai berikut :
Gambar 4.1 Struktur Organisasi
Sumber : Data diolah, 2018
Untuk mengetahui dengan jelas tugas pokok dan fungsi masing-masing jabatan, dapat diuraikan sebagai berikut :
1. Area Manager
Area Manager atau biasa yang disebut dengan AM adalah anggota tim dan sekaligus pimpinan tim. Area Manager adalah anggota dari team management di kantor pusat dan pada saat yang sama, Area Manager memimpin timnya sendiri di daerah, yaitu sales atau semua anggota di bawah tanggung jawab untuk membantu semua proses pencapaian target yang dibebankan oleh perusahaan.
Tugas dan tanggung jawab Area Manager, yaitu :
Area Manager Store Manager Sales Consultant
a. Merumuskan strategi pengembangan bisnis yang bermanfaat untuk memastikan kesuksesan jangka panjang.
b. Mengoptimalkan dan mengawasi operasi untuk memastikan efisiensi.
c. Memimpin Store Manager menuju kolaborasi yang efektif dan pencapaian sasaran.
d. Lakukan pengelolaan keuangan yang baik untuk memastikan kebutuhan telah terpenuhi dan tetap sesuai anggaran.
e. Pastikan kepatuhan dengan kebijakan perusahaan sesuai dengan SOP yang berlaku.
f. Memberikan solusi yang tepat terhadap masalah yang dihadapi oleh perusahaan.
g. Evaluasi kinerja store manager dan sales consultant secara berkala.
2. Store Manager
Store Manager adalah seorang yang bertanggung jawab penuh atas kondisi seluruh toko dan para staff yang berada didalamnya.
Untuk lebih spesifiknya, berikut sederetan tugas dan tanggung jawab seorang Store Manager, adalah :
a. Rekrutmen Pegawai
Store manager berperan penting dalam urusan rekrutmen pegawai, tugas ini merupakan tugas utama seorang Store Manager. Tidak cukup sampai rekrutmen saja, namun juga memberikan pelatihan secara keseluruhan tugas yang harus dijalani oleh para pegawai.
Seorang Store Manager harus dapat memastikan bahwa seluruh pegawai bekerja secara efektif sesuai tugas mereka masing-masing.
b. Memotivasi Pegawai
Store Manager dan pegawai layaknya sebuah team work yang harus bekerja sama dalam memajukan bisnis retail tersebut. Store manager harus secara kritis mncari tahu trend terbaru saat ini yang dapat menunjang pendapatan, saling berkoordinasi dengan para pegawai, dan sebagai store manager wajib baginya untuk terus memotivasi kerja para pegawai dan memberikan arahan kepada para pegawai dari hari ke hari.
c. Mencapai Target Penjualan
Tugas seorang store manager tergolong berat, dimana store manager pula bertanggung jawab dalam pencapaian target penjualan. Store manager harus dapat menciptakan strategi penjualan, untuk mencapai target penjualan yang telah ditentukan.
d. Menjaga Toko Tetap Kondusif
Situasi dan kondisi toko berada dibawah tanggung jawab seorang store manager. Store manager harus mampu menciptakan suasana toko tetap dalam keadaan yang kondusif kapan pun itu. Bila kondisi toko sedang ramai, store manager harus mampu membuat keputusan yang tepat agar penuh sesak situasi dalam toko tidak membuat pelanggan menjadi tidak nyaman.
e. Menjaga Kebersihan Toko
Toko atau store manapun tentu akan terlihat menarik bila dalam keadaan bersih dan tertata rapi, dan ini juga bagian dari store manager untuk menugaskan para staff memperhatikan kebersihan di toko.
f. Memperhatikan Tata Letak Display
Display memberi pengaruh besar dalam “memanggil pelanggan”, tampilan display yang menarik dan atraktif tentu dapat menggaet pelanggan untuk masuk ke dalam toko. Tata letak display juga menjadi tugas penting yang tidak boleh diabaikan oleh seorang store manager.
g. Mengetahui Letak Seluruh Produk
Store manager tidak hanya sekedar memberi perintah kepada pegawai, tetapi store manager sendiri harus dengan cekatan memahami seluruh keadaan dalam store. Seperti halnya mengetahui tata letak produk, store manager harus mampu menghafal letak seluruh produk. Selain mengetahui, tentu store manager juga memiliki tanggung jawab dalam hal peletakan produk tersebut. Letakkan produk sesuai dengan kategori masing-masing. Untuk produk yang saling melengkapi diletakkan secara berdekatan.
h. Menjamin Tidak Ada Produk yang “Out Of Stock”
Artinya disini seorang store manager mempunyai peran penting dalam memanage aset toko. Inventory produk merupakan nyawa bagi usaha retail, untuk itu ini merupakan sebuah tugas penting lain bagi store manager. Store manager harus memastikan jumlah produk, bila
jumlah sudah menipis untuk dapat segera dilaporkan ke stock keeper bahwa toko mulai kehabisan produk tersebut.
3. Sales Consultant
Sales Consultant dapat disebut juga marketing ialah suatu rangkaian kegiatan untuk memenuhi kebutuhan dan kepuasan konsumen. Caranya dengan membuat produk, menentukan harganya, tempat penjualannya dan mempromosikan produk tersebut kepada para konsumen.
Definisi lain marketing adalah suatu perpaduan antara kegiatan- kegiatan yang saling berhubungan untuk bisa mengetahui apa yang dibutuhkan oleh konsumen sehingga perusahaan bisa mengembangkan produk, harga, pelayanan dan melakukan promosi agar kebutuhan konsumen bisa terpenuhi sehingga perusahaan mendapatkan sebuah keuntungan.
Beberapa fungsi marketing pada perusahaan, antara lain : a. Fungsi pertukaran.
Dengan marketing, konsumen bisa membeli produk yang berasal dari produsen baik itu dengan menukar uang dengan produk ataupun melakukan suatu pertukaran produk dengan produk untuk digunakan sendiri ataupun untuk dijual kembali.
b. Fungsi distribusi fisik
Distribusi fisik pada produk dilakukan dengan cara mengangkut dan menyimpan produk. Produk yang berasal dari produsen akan memenuhi kebutuhan para konsumen dan disalurkan melalui darat, air
atau udara. Lalu dalam penyimpanan produk dilakukan dengan cara mengendapkan dan menjaga pasokan produk agar tidak terjadi kekurangan pada saat diperlukan.
c. Fungsi perantara.
Untuk bisa menyampaikan produk dari produsen kepada konsumen dilakukan lewat perantara pemasaran atau marketing yang menghubungkan kegiatan pertukaran dengan distribusi fisik. Aktivitas fungsi perantara antara lainnya yaitu seperti pembiayaan, pencarian informasi, pengelompokan produk,dan lain sebagainya.
Beberapa tugas marketing, antara lain :
a. Sebagai bagian yang memperkenalkan suatu perusahaan kepada masyarakat, melalui produk yang dibuat oleh perusahaan tersebut.
b. Bertugas dalam menghasilkan pendapatan bagi perusahaan dengan cara menjual produk perusahaan tersebut.
c. Bertugas dalam menjalin hubungan baik dengan pelanggan dan masyarakat serta menjadi jembatan antara perusahaan dengan lingkungan eksternal.
d. Bertugas untuk menyerap informasi dan menyampaikan kepada perusahaan tentang segala sesuatu yang bermanfaat untuk meningkatkan kualitas dan penjualan produk.
4.1.4 Pelaksanaan Operasional
PT Optik Tunggal Sempurna cabang Mall Ratu Indah dalam melaksanakan operasional setiap hari dimulai pukul 09.00 sampai dengan 22.00 WITA. Adapun pembagian jam kerja menjadi 2 shift, yaitu :
a. Shift Pagi : 09.00 – 17.00 b. Shift Siang : 14.00 – 22.00
4.1.5 Tahapan Sistem Perekrutan Karyawan
Adapun tahapan – tahapan yang dilakukan dalam merekrutan karyawan, antara lain sebagai berikut :
1. Seleksi Perekrutan Karyawan
Perekrutan karyawan yang dilaksanakan PT Optik Tunggal Sempurna cabang Mall Ratu Indah memerlukan proses seleksi yang cukup panjang, tidak langsung menerima karyawan tanpa ada proses seleksi. Hal ini dilakukan agar bisa mendapatkan karyawan baru yang sesuai dengan kualifikasi yang telah ditentukan. Berikut ini beberapa seleksi yang dilakukan dalam perekrutan karyawan PT Optik Tunggal Sempurna cabang Mall Ratu Indah, diantaranya :
a. Seleksi Administrasi
Seleksi administrasi dilakukan untuk mengetahui kelengkapan berkas- berkas lamaran kerja serta mengecek kesesuaian kriteria yang dibutuhkan. Biasanya untuk kelengkapan administrasi meliputi surat lamaran kerja disertai dengan foto calon karyawan 3x4 sebanyak 2 lembar, daftar riwayat hidup, fotocopy KK, fotocopy kartu identitas
(KTP, SIM atau sejenisnya), fotocopy ijazah terakhir (minimal ijazah SMA/SMK/sederajat), dan fotocopy pengalaman kerja (jika ada), serta calon karyawan diminta untuk mengisi formulir lamaran kerja yang sudah disediakan dari pihak PT Optik Tunggal Sempurna cabang Mall Ratu Indah.
b. Seleksi Tertulis
Tes tertulis dilakukan untuk mengetahui secara umum mengenai pengetahuan yang dimiliki oleh calon karyawan dalam memilih jabatan yang diinginkan pelamar. Tes tertulis yang pertama berupa soal matematika dasar sebanyak 30 nomor dan waktu pengerjaannya selama 20 menit. Tes tertulis yang kedua yaitu tes daya ingat, dimana calon pelamar akan diberikan beberapa kata dan dihafalkan selama 5 menit, setelah itu calon pelamar akan diberikan soal sesuai dengan kata yang dihafalkan sebanyak 20 nomor dan waktu pengerjaannya selama 10 menit. Pengumuman lolos atau tidaknya seleksi tertulis akan disampaikan via telepon selambat-lambatnya 3x24 jam (3 hari).
c. Seleksi Tes Front Interview
Seleksi tes front interview setelah calon karyawan dinyatakan lolos dalam seleksi tertulis. Tes ini dilakukan untuk mengetahui latar belakang keluarga, latar belakang pendidikan, latar belakang pengalaman kerja jika ada dan mengetahui kepribadian atau karakter dari calon karyawan. Selain itu, dari adanya tes front interview dapat mengetahui jarak rumah, transportasi yang digunakan, dan gaji yang
diinginkan ketika nanti diterima sebagai karyawan PT Optik Tunggal Sempurna cabang Mall Ratu Indah. Pengumuman hasil seleksi tes tertulis dan tes front interview disampaikan via telepon selama 3 minggu setelah tes dilakukan.
2. Orientasi Karyawan
Orientasi karyawan merupakan suatu program untuk memperkenalkan karyawan baru mengenai latar belakang perusahaan dan pekerjaannya.
Pada intinya orientasi karyawan adalah proses penanaman dalam diri karyawan tentang sikap, standar, nilai-nilai, dan pola perilaku yang diharapkan oleh pihak manajemen kepada karyawan baru. Orientasi karyawan bertujuan untuk memberikan pengarahan dan pembinaan awal bagi karyawan yang akan bekerja, sehingga karyawan tersebut benar- benar paham dengan deskripsi pekerjaan dan peraturan-peraturan serta mengetahui kondisi lingkungan tempat bekerja.
3. Training dan Uji Coba
Setelah semua proses seleksi dilalui dan karyawan tersebut diterima untuk bekerja di PT Optik Tunggal Sempurna cabang Mall Ratu Indah, maka langkah selanjutnya adalah masa training (uji coba). Pada masa training, akan diberikan surat perintah kerja (SPK) dari Area Manager.
Masa training ini karyawan akan diberikan informasi dari Store Manager terkait operasional yang ada. Training atau uji coba dilakukan selama enam bulan. Selama masa training selama enam bulan, karyawan baru akan dibekali atau diajarkan pengetahuan seputar optik, seperti jenis
frame, jenis softlens, jenis lensa, lensometer, cara pemeriksaan mata (refraksi), dll. Setelah enam bulan, karyawan tersebut menunjukkan sikap kerja yang baik dan dirasa mampu untuk menjalankan operasional usaha, maka akan diangkat menjadi karyawan kontrak PT Optik Tunggal Sempurna cabang Mall Ratu Indah. Untuk kompensasi yang didapatkan karyawan selama masa training atau uji coba sebesar 100% dari gaji pokok, dan tunjangan transportasi.
4. Penempatan Karyawan
Penempatan karyawan yang dilakukan apabila karyawan lulus dalam masa training, kemudian karyawan akan dikontrak sesuai kebutuhan divisi. Kontrak kerja dilakukan dalam jangka waktu dua tahun (24 bulan). Kompensasi yang akan didapatkan apabila sudah menjadi karyawan kontrak adalah 100% dari gaji pokok, tunjangan transportasi dan komisi dari penjualan, jika target yang diberikan tercapai.
4.2 Deskripsi Data
4.2.1 Deskripsi Sistem Informasi Akuntansi Penjualan dalam Perusahaan Berikut ini akan dideskripsikan sistem informasi akuntansi penjualan tunai yang ada dalam PT Optik Tunggal Sempurna :
1. Fungsi yang terkait dengan sistem informasi akuntansi penjualan tunai.
Fungsi yang terkait dengan sistem informasi akuntansi penjualan tunai yang sudah dilaksanakan oleh PT Optik Tunggal Sempurna adalah sebagai berikut :
a. Fungsi penjualan
Fungsi ini bertanggung jawab untuk menerima order dari konsumen yang datang langsung ke toko, mengisi nota penjualan dan menyerahkan nota tersebut kepada pembeli untuk kepentingan pembayaran harga barang ke fungsi kas. Fungsi ini dilakukan oleh Sales Consultant.
b. Fungsi kas
Dalam transaksi penjualan tunai, fungsi ini bertanggung jawab untuk menerima kas dari konsumen. Fungsi ini dilaksanakan oleh Sales Consultant dan didampingi oleh Store Manager.
c. Fungsi pengiriman
Fungsi ini bertanggung jawab untuk menyiapkan barang yang dipesan oleh konsumen, serta mengirimkan barang tersebut ke pihak laboratorium. Fungsi ini juga dilakukan oleh Sales Consultant.
2. Prosedur yang membentuk sistem informasi akuntansi penjualan tunai.
Jaringan prosedur yang membentuk sistem informasi akuntansi penjualan tunai yang sudah dilakukan adalah sebagai berikut :
a. Prosedur order penjualan
Dalam prosedur ini, fungsi penjualan menerima order dari konsumen dan mengisi nota penjualan tunai untuk memungkinkan konsumen melakukan pembayaran harga barang ke fungsi kas.
b. Prosedur penerimaan kas
Dalam prosedur ini, fungsi kas menerima pembayaran harga barang dari konsumen.
c. Prosedur penyerahan barang
Dalam prosedur ini,fungsi pengiriman mencocokkan pesanan sesuai dengan nota lalu membungkusnya dan mengirimkan ke pihak laboratorium untuk segera diproses
d. Prosedur pencatatan penjualan tunai
Prosedur ini dilakukan setiap minggu oleh Sales Consultant maupun Store Manager dan mengirimkannya ke Area Manager.
e. Prosedur penyetoran kas ke bank
Dalam prosedur ini, fungsi menyetorkan kas yang diterima dari penjualan tunai ke bank dalam jumlah yang penuh setiap harinya.
3. Dokumen yang digunakan dalam sistem informasi akuntansi penjualan tunai
Dokumen yang digunakan dalam sistem informasi akuntansi penjualan tunai pada PT Optik Tunggal Sempurna berupa faktur penjualan tunai, dan bukti setor bank.
Dokumen ini digunakan untuk merekam berbagai informasi yang diperlukan oleh manajemen mengenai transaksi penjualan tunai, antara lain:
a. Faktur penjualan tunai
Faktur penjualan tunai diisi oleh fungsi penjualan yang berfungsi sebagai pengantar pembayaran oleh konsumen melalui bagian pengiriman kepada fungsi kas yaitu kasir dan sebagai dokumen
sumber untuk pencatatan transaksi penjualan ke dalam jurnal penjualan.
b. Pita Register Kas
Pita register kas dibuat dan dikeluarkan oleh fungsi kas sebagai bukti pembayaran telah selesai.
c. Bukti Setor Bank
Dokumen ini dibuat oleh fungsi kas sebagai bukti penyetoran kas ke bank. Bukti setor bank oleh fungsi kas dijadikan sebagai dokumen sumber untuk pencatatan transaksi penerimaan kas dari penjualan tunai ke dalam jurnal penerimaan kas.
4. Catatan-catatan yang digunakan dalam sistem informasi akuntansi penjualan tunai.
a. Jurnal Penjualan
Jurnal penjualan digunakan oleh fungsi kas / kasir untuk mencatat data penjualan.
b. Jurnal Penerimaan Kas
Jurnal penerimaan kas digunakan oleh fungsi kas / kasir untuk mencatat data penerimaan kas dari berbagai sumber diantaranya dari penjualan tunai.
c. Kartu Gudang
Kartu gudang digunakan untuk mencatat kurangnya kuantitas produk yang dijual atau keluar masuknya barang.