• Tidak ada hasil yang ditemukan

Rancangan Bagan Alir Sistem (Flowchart)

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

4.3 Pembahasan

4.3.3 Rancangan Bagan Alir Sistem (Flowchart)

Gambar 4.7

Rancangan Bagan Alir Sistem Informasi Akuntansi Penjualan Tunai PT Optik Tunggal Sempurna cabang Mall Ratu Indah

Departemen Akuntansi

Customer Customer

Customer memberikan Resep Dokter

Customer memilih kacamata dan membayar ke

kasir

Resep Dokter

Membuat Nota Pesan

Nota Pesan

Nota Pesan

Merah Nota Pesan

Putih Nota Pesan Kuning 2

Menghitung uang dan menyetorkannya ke bank serta membuat bukti setor yang ditandatangan Store

Manager 4

3 1

4

Gambar 4.8

Rancangan Bagan Alir Sistem Informasi Akuntansi Penjualan Tunai PT Optik Tunggal Sempurna cabang Mall Ratu Indah

1 3

Nota Pesan Kuning Resep

Dokter

RO membuat Order Receipt dan menyerahkannya

kepada Lab Bagian Lab membuat kacamata

Lab memberikan kacamata dan mengembalikan Order Receipt dan Resep Dokter Resep Dokter Order Receipt

Nota Pesan Kuning

N

5

Gambar 4.9

Rancangan Bagan Alir Sistem Informasi Akuntansi Penjualan Tunai PT Optik Tunggal Sempurna cabang Mall Ratu Indah

Customer ASRO : Asisstaint Refrasionis Opticion 5

Resep Dokter

Asro menelpon customer

Menerima nota pesan putih dari customer serta mencocokkan nota pesan putih dan kacamata

Mengembalikan Resep Dokter dan memberikan kacamata ke

customer Asro membuat

kwitansi Kwitansi Biru Kwitansi Putih

Resep Dokter

6

Gambar 4.10

Rancangan Bagan Alir Sistem Informasi Akuntansi Penjualan Tunai PT Optik Tunggal Sempurna cabang Mall Ratu Indah

Selesai 6

Bukti Setor

Ditandatangani manager

Bukti Setor

1

2 4 1

Bukti Setor Kwitansi

Biru Nota Pesan

Merah

Mencocokkan nota pesan merah, kwitansi biru dan

bukti setor Membuat Laporan

Penjualan Tunai

Laporan Penjualan

Tunai

Nota Pesan Merah Bukti Setor Kwitansi Biru

N

Sebagai penjelasan dari uraian flowchart diatas adalah sebagai berikut : Sales Consultant menerima resep dokter dari konsumen kemudian membantu konsumen untuk mencari jenis kacamata dan jenis lensa sesuai dengan kebutuhan konsumen. Kemudian sales consultant mencetak nota pesan penjualan rangkap tiga, berdasarkan nama dan jenis barang yang dipesan.

Kasir menerima pembayaran kas dari konsumen dan memberi cap pada nota pesan pertama, lalu menyerahkan kembali nota pesan penjualan tersebut ke konsumen untuk mengambil barang. Nota pesan penjualan kedua diarsipkan menurut nomor cetak. Kemudian kasir menghitung kas, membuat bukti setor yang ditandatangani oleh store manager dan menyetorkannya ke bank keesokan harinya.

RO membuat Order Receipt dan menyerahkannya kepada fungsi gudang, kemudian fungsi gudang menyiapkan pesanan konsumen sesuai dengan order receipt. Setelah pesanan selesai, fungsi gudang menyerahkan order receipt dan barang pesanan ke fungsi pengiriman.

Fungsi pengiriman mencocokkan kembali dan memeriksa kembali barang yang diserahkan oleh fungsi gudang, apakah barang tersebut sudah sesuai dengan pesanan konsumen. Setelah memeriksa pesanan tersebut, RO menelpon konsumen untuk memberitahukan bahwa pesanan telah selesai.

Fungsi akuntansi memeriksa data penjualan yang telah diproses oleh sales consultant. Kemudian mencocokkan nota pesan penjualan, kwitansi dan bukti setor bank. Setelah semuanya sesuai, fungsi akuntansi kemudian membuat laporan penjualan dan diperiksa oleh Store Manager.

BAB V PENUTUP

5.1 Kesimpulan

Setelah melakukan penelitian pada PT Optik Tunggal Sempurna cabang Mall Ratu Indah dapat disimpulkan bahwa :

Sistem akuntansi penjualan tunai yang dilakukan oleh PT Optik Tunggal Sempurna cabang Mall Ratu Indah masih belum sesuai dengan teori, dan masih memiliki banyak kelemahan, diantaranya adanya perangkapan tanggung jawab dan wewenang dari masing-masing fungsi yang terkait dengan sistem akuntansi masih jelas terjadi pada PT Optik Tunggal Sempurna cabang Mall Ratu Indah dimana semua fungsi dilaksanakan oleh sales consultant. Perhitungan stok persediaan barang masih dihitung secara manual sesuai dengan kategori dan jenis barang, sehingga dapat menimbulkan salah perhitungan dan mengakibatkan data persediaan menjadi tidak akurat, penghitungan jumlah stok dilakukan oleh semua staff setiap awal bulan.Pelaksanaan prosedur belum sesuai dengan teori dan masih kurang, misalnya untuk pencatatan penjualan tunai dan prosedur penerimaan kas.

Proses pengiriman barang dan pengerjaan orderan yang cukup lama sekitar 10 (sepuluh) hari, dapat membuat banyaknya konsumen yang complain.

PT Optik Tunggal Sempurna cabang Mall Ratu Indah telah menjalankan sistem informasi akuntansi penjualan tunai secara manual dan masih sederhana.Dari hasil sistem informasi akuntansi penjualan tunai PT Optik Tunggal Sempurna cabang Mall Ratu Indah, dapat diketahui bahwa sistem penjualan pada PT Optik Tunggal Sempurna cabang Mall Ratu Indah telah memenuhi unsur-

unsur pengendalian intern yang cukup baik dan efektif. Tetapi sistem penjualan tunai hanya didasarkan pada sistem yang sederhana saja, tidak menutup kemungkinan adanya manipulasi data ataupun kecurangan lainnya.

5.2 Saran

Adapun saran yang diberikan penulis, setelah melakukan penelitian mengenai sistem informasi akuntansi penjualan tunai adalah sebagai berikut :

Sebaiknya sarana komputerisasi pada setiap bagian harus terpenuhi agar proses tersebut dapat berjalan dengan baik, sehingga prosedur sesuai bagian berjalan efektif dan efisien, serta tidak menggunakan banyak tenaga manusia.

Dengan menggunakan media komputer untuk melakukan pencatatan dan perekaman transaksi penjualan tunai akan menjadi lebih mempermudah dalam melakukan pencatatan dan merekam data-data yang dibutuhkan yang mengalir selama proses transaksi penjualan tunai berlangsung.

Untuk menerapkan rancangan sistem informasi akuntansi penjualan tunai berbasis komputer dalam keadaan nyata, diperlukan adanya pelatihan secara khusus terutama terhadap karyawan sebagai operatornya.

DAFTAR PUSTAKA

Abdurahmat, 2003, Kumpulan Teori Efektivitas, http://yunitaardha. blogspot.

co.id, diakses tanggal 20 April 2018

Azhar, La Midjan dan Susanto. 2001. Sistem Informasi Akuntansi I dan II.

Edisi Ke Sebelas. Lembaga Informatika. Bandung.

Committee of Sponsoring Organizations of the Treadway Commission (COSO).

2008. Pengendalian Internal dan Manajemen Risiko. Jakarta:

Yayasan Pendidikan Internal Audit (YPIA).

Diana. 2011. Sistem Informasi Akuntansi, Perancangan, Prosedur dan Penerapan. Edisi 1. Yogyakarta: Andi Yogyakarta.

Hasibuan, 2005, Pengertian Efisiensi, http://repository.widyatama.ac.id, diakses tanggal 20 April 2018

James A Hall. 2009. Sistem Informasi Akuntansi. Edisi Keempat. Salemba Empat: Jakarta.

Jogiyanto. 2005. Analisis dan Desain Sistem Informasi. Yogyakarta: Penerbit Andi.

Krismiaji. 2010. Sistem Informasi Akuntansi. UPP AMP YKPN: Yogyakarta.

Mardi. 2011. Sistem Informasi Akuntansi. Anggota IKAPI: Ghalia. Indonesia.

Mulyadi. 2001. Sistem Akuntansi. Edisi Ketiga. Salemba Empat: Jakarta.

Mulyadi, 2007, Pengertian Efisiensi, http://repository.widyatama.ac.id, diakses tanggal 20 April 2018

Mulyadi. 2010. Sistem Akuntansi. Edisi Ketiga. Cetakan Kelima. Salemba Empat: Jakarta.

Narko. 2008. Sistem Akuntansi. Cetakan Kelima. Yogyakarta: Yayasan Pusaka Nusantara.

Novrilia Dwi, 2016, Sistem Pengendalian Intern, http://novriliadwi. blogspot.

com, diakses tanggal 20 April 2018

Sondang P Siagian, 2001, Kumpulan Teori Efektivitas, http://yuanitaardha.

blogspot.co.id, diakses tanggal 20 April 2018

Dokumen terkait