• Tidak ada hasil yang ditemukan

Metode Penelitian

BAB I PENDAHULUAN

G. Metode Penelitian

Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif.

Metode kualitatif sering disebut metode penelitian naturalistik karena penelitiannya dilakukan pada kondisi yang alamiah (natural setting); disebut juga metode etnographi, karena pada awalnya metode ini lebih banyak digunakan untuk penelitian bidang antropologi budaya; disebut metode penelitian kualitatif, karena data yang terkumpul dan analisisnya lebih bersifat kualitataif.66

Menurut Nasution bahwa penggunaan pendekatan kualitatif adalah untuk menghasilkan grounded theory. Grounded Theory adalah pendekatan penelitian kualitatif yang awalnya dikembangkan oleh Glaser dan Strauss pada tahun 1990-an.

Maksud pokok dari grounded theory adalah untuk mengembangkan teory tentang minat terhadap fenomena. Hal ini diperkuat oleh Moleong yang menyatakan bahwa tujuan penelitian kualitatif adalah menjelaskan, meramalkan, dan mengontrol fenomena melalui pengumpulan data terfokus dari data numerik.67

Penelitian kualitatif bertujuan mendapatkan pemahaman yang sifatnya umum terhadap kenyataan sosial dari perspektif partisipan. Pemahaman tersebut tidak langsung ditentukan, melainkan dilakukan analisis terhadap kenyataan terlebih dahulu terhadap kenyataan sosial yang menjadi fokus penelitian.68

66 Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R & D. (Bandung: Alfabeta, 2018), hlm. 17.

67 Albi Anggito, Johan Setiawan, Metodologi Penelitian Kualitatif. (Sukabumi: CV Jejak, 2018), hlm.

14.

68 Ibid, hlm. 15.

2. Kehadiran Peneliti

Kehadiran peneliti pada lokasi penelitian sangat penting, dikarenakan peneliti adalah orang yang berperan penting dalam pencari informasi, peneliti juga harus melihat, mencermati, dan menelaah data dan informasi yang diteliti dilapangan agar memperoleh data yang akurat dan valid.

Untuk memeroleh data yang akurat maka peneliti harus hadir di lokasi penelitian untuk melakukan wawancara bersama responden/informan terlebih peneliti akan meneliti tentang bagaimana strategi sosial media untuk meningkatkan jumlah nasabah pada Bank Mega Syariah KC Mataram.

3. Lokasi Penelitian

Lokasi penelitian dilakukan di Bank Mega Syariah KCP Mataram. Alasan peneliti memilih lokasi pada Bank Mega Syariah dikarenakan peneliti tertarik meneliti tentang bagaimana strategi marketing media sosial yang digunakan pada bank Mega Syariah. Seperti halnya dengan bank-bank lain Bank Mega Syariah ini juga mempunyai banyak keunggulan yang dimilikinya, peneliti kemudian tertarik untuk mengetahui bagaimana cara atau strategi marketing melalui media sosial untuk manarik nasabah menabung pada Bank Mega Syariah agar tidak kalah saing dengan bank-bank lainnya, terlebih pada era modern sekarang perusahaan banyak yang mempromosikan produk-produk mereka pada media sosial untuk para kaum milenial.

4. Sumber Data

Berdasarkan sumbernya, data penelitian dapat dikelompokkan dalam dua jenis, yaitu :

a. Data primer

Data primer adalah data yang diperoleh atau dikumpulkan oleh peneliti secara langsung dari sumber data utamanya. Data primer disebut juga sebagai data asli atau data baru yang memiliki sifat up to date. Untuk mendapatkan data primer, peneliti harus mengumpulkannya secara langsung.

Data primer yang akan diperoleh adalah data berupa strategi marketing melalui media sosial dalam meningkatkan jumlah nasabah pada Bank Mega Syariah KC Mataram.

b. Data sekunder

Data sekunder adalah data yang diperoleh atau dikumpulkan oleh peneliti dari berbgai sumber yang telah ada (peneliti sebagai tangan kedua).69

Sumber data skunder merupakan sumber data yang tidak langsung memberikan data kepada pengumpul data, misalnya lewat orang lain atau lewat dokumen.70

5. Teknik Pengumpulan Data

Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan beberapa teknik pengumpulan data, diantara sebagai berikut:

a. Wawancara

Menurut Bogdan dan Biklen wawancara ialah percakapan yang bertujuan, biasanya antara dua orang (tetapi kadang-kadang lebih) yang dilakukan oleh salah seorang dengan maksud memperoleh keterangan. Dengan kata lain, wawancara dilakukan untuk menkonstruksi mengenai orang, kejadian, kegiatan, organisasi, perasaan, motivasi, tuntutan, kepedulian dan lain-lain.71

Teknik wawancara dapat dilakukan secara terstruktur maupun tidak terstruktur, diantaranya ialah:

1) Wawancara terstruktur

Dalam melakukan wawancara terstruktur peneliti telah menyiapkan instrument penelitian berupa pertanyaan-pertanyaan yang alternatif jawabannya pun telah disiapkan.72

2) Wawancara tidak terstruktur

Wawancara tidak berstruktur adalah wawancara yang bebas dimana peneliti tidak menggunakan pedoman wawancara yang telah tersusun secara sistematis dan lengkap untuk pengumpulan datanya. Pedoman wawancara

69 Eny Radjab, Andi Jam’an, Metode Penelitian Bisnis. (Makassar: Lembaga Perpustakaan dan Penerbitan Universitas Muhammadiyah Makassar, 2017), hlm. 110.

70 Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R & D. (Bandung: Alfabeta, 2018), hlm.

296.

71 Syahrum Salim, Metodologi Penelitian Kualitatif. (Bandung: Ciptapustaka Media, 2012), hlm. 119.

72 Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R & D. (Bandung: Alfabeta, 2018), hlm.

195.

yang digunakan hanya berupa garis-garis besar permasalahan yang akan ditanyakan.73

Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan wawancara terstruktur dimana peneliti menyiapkan pertanyaan dan jawabannyapun telah disiapkan. Narasumber dalam penelitian ini adalah costumer sevice, HRD, bagian marketing dan 2 nasabah Bank Mega Syariah KC Mataram. Tujuan dari wawancara ini adalah untuk mengumpulkan data mengenai Analisis Efektivitas Strategi Marketing Melalui Media Sosial dalam Meningkatkan Jumlah Nasabah pada Bank Mega Syariah KC Mataram.

b. Dokumentasi

Dokumentasi adalah seluruh data yang dikumpulkan dan ditafsirkan oleh peneliti, tetapi dalam kegiatan ini peneliti didukung oleh insturmen sekunder, yaitu: foto, catatan dan dokumen-dokumen yang berkaitan dengan fokus penelitian.74 Adapun data dari dokumentasi yang akan didapatkan dari Bank Mega syariah KC Mataram sebagai berikut:

1) Data sejarah berdirinya Bank Mega Syariah KC Mataram.

2) Data Visi dan Misi Bank Mega Syariah KC Mataram.

3) Foto-foto karyawan dan Nasabah Bank Mega Syariah KC Mataram.

6. Teknik Analisis Data

Analisis data adalah proses mencari dan menyusun secara sistematis atau yang diperoleh dari hasil wawancara, catatan lapangan, dan bahan-bahan lain, sehingga dapat mudah dipahami, dan temuannya dapat diinformasikan kepada orang lain.

Analisis data dilakukan dengan mengorganisasikan data, menjabarkannya kedalam unit-unit, melakukan sintesa, menyusun kedalam pola, memilih mana yang penting dan yang akan dipelajari, dan membuat kesimpulan yang dapat diceritakan kepada orang lain.75

Analisis data pada penelitian ini menggunakan beberapa model dan analisis data yakni sebagai berikut:

a. Reduksi data, merangkum, memilih hal-hal yang pokok, memfokuskan pada hal-hal yang penting, dicari tema dan polamya. Dengan demikian data yang

73 Ibid, hlm. 198.

74 Syahrum Salim, Metodologi Penelitian Kualitatif. (Bandung: Ciptapustaka Media, 2012), hlm. 124.

75 Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R & D. (Bandung: Alfabeta, 2018), hlm.

319.

telah direduksi akan memberikan gambaran yang lebih jelas, dan mempermudah peneliti untuk melakukan pengumpulan data selanjutnya, dan mencarinya bila diperlukan.76

b. Penyajian Data, dalam penelitian kualitatif penyajian data bisa dilakukan dalam bentuk uraian singkat, bagan, hubungan antara kategori, flowchart dan sejenisnya, dan yang paling sering digunakan untuk menyajikan data dalam penelitian kualitatif adalah teks yang bersifat naratif.

c. Verifikasi Data, dalam analisis data kualitatif menurut Miles dan Huberman adalah penarikan kesimpulan dan verifikasi. Proses verifikasi dalam hal ini adalah tinjauan ulang terhadap catatan lapangan, tukar pikiran dengan teman sejawat untuk mengembangkan “kesepakatan intersubjektivitas”. 77

7. Keabsahan Data

Keabsahan data merupakan konsep kesohihan (validitas) dan keandalan (realibilitas). Keabsahan ini juga dapat dicapai dengan proses pengumpulan data yang tepat. Salah satu caranya adalah dengan triangulasi, yaitu teknik pemeriksaan keabsahan data yang memanfaatkan sesuatu yang lain diluar data itu untuk keperluan pengecekan atau sebagai perbandingan terhadap data itu. Ada 4 macam triangulasi sebagai teknik pemeriksaan keabsahan data, yaitu sebagai berikut:78

a. Triangulasi Data

Menggunakan berbagai sumber data, seperti dokumen, arsip, hasil wawancara, hasil observasi atau juga dengan mewawancarai lebih dari satu subjek yang dianggap memiliki sudut pandang yang berbeda.

b. Triangulasi Pengamat

Adanya pengamat yang turut memeriksa pengumpulan data.

c. Triangulasi Teori

Penggunaan berbagai teori yang berlainan untuk memastikan bahwa data yang dikumpulkan sudah memenuhi syarat.

d. Triangulasi Metode

Penggunaan berbagai metode untuk meneliti suatu hal, seperti metode wawancara dan metode observasi yang ditunjang dengan metode observasi pada saat wawancara dilakukan.

76 Ibid, hlm. 323.

77 Syahrum Salim, Metodologi Penelitian Kualitatif. (Bandung: Ciptapustaka Media, 2012), hlm.150.

78 Afifudin dan Beni Ahmad Saebani, Metode Penelitian Kualitatif. (Bandung: Pustaka Setia, 2009),

hlm. 143-144.

Berdasarkan teknik triangulasi tersebut maka peneliti menggunakan triangulasi data dengan mewawancarai lebih dari satu subjek dan membandingkan hasil wawancara tersebut.

Dokumen terkait