ANALISIS EFEKTIVITAS STRATEGI MARKETING MELALUI MEDIA SOSIAL DALAM MENINGKATKAN JUMLAH NASABAH
PADA BANK MEGA SYARIAH KC MATARAM
Oleh:
ST. RAMLIA NIM. 180502028
PRODI PERBANKAN SYARIAH
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM (FEBI) UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN) MATARAM
MATARAM 2022
ANALISIS EFEKTIVITAS STRATEGI MARKETING MELALUI MEDIA SOSIAL DALAM MENINGKATKAN JUMLAH NASABAH
PADA BANK MEGA SYARIAH KC MATARAM Skripsi
diajukan kepada Universitas Agama Islam Negeri Mataram untuk melengkapi persyaratan mencapai gelar
Sarjana Ekonomi
Oleh:
ST. RAMLIA NIM. 180502028
PRODI PERBANKAN SYARIAH
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM (FEBI) UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN) MATARAM
MATARAM 2022
PERSETUJUAN PEMBIMBING
Skripsi oleh: St. Ramlia, NIM: 180502028 dengan judul “Analisis Efektivitas Strategi Marketing Melalui Media Sosial Dalam Meningkatkan Jumlah Nasabah Pada Bank Mega Syariah KC Mataram”
telah memenuhi syarat dan disetujui untuk diuji.
Disetujui pada tanggal:
Pembimbing I, Pembimbing II,
Naili Rahmawati, M. Ag. Arief Taufikurrahman, M.Eng.
NIP. 197909132009012008 NIP. 199001202019031010
NOTA DINAS PEMBIMBING
Mataram, Hal: Ujian Skripsi
Yang Terhormat
Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam di Mataram
Assalamu’alaikum, Wr. Wb.
Dengan hormat, setelah melakukan bimbingan, arahan, dan koreksi, kami berpendapat bahwa skripsi Saudara:
Nama Mahasiswa/i : St. Ramlia
NIM : 180502028
Jurusan/Prodi : Perbankan Syariah
Judul : Analisis Efektivitas Strategi Marketing Melalui Media Sosial Dalam Meningkatkan Jumlah Nasabah Pada Bank Mega Syariah KC Mataram.
Telah memenuhi syarat untuk diajukan dalam sidang munaqasyah skripsi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Mataram. Oleh karena itu, kami berharap agar skripsi ini dapat segera di-munaqasyah-kan.
Wassalamu’alaikum, Wr. Wb.
Pembimbing I, Pembimbing II,
Naili Rahmawati, M. Ag. Arief Taufikurrahman, M. Eng
NIP. 197909132009012008 NIP. 199001202019031010
PENGESAHAN
Skripsi oleh: St. Ramlia, NIM: 180502028 dengan judul “Analisis Efektivitas Startegi Marketing Melalui Media Sosial Dalam Meningkatkan Jumlah Nasabah Pada Bank Mega Syariah KC Mataram” telah dipertahankan di depan dewan penguji Jurusan Perbankan Syariah Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Islam Negeri Mataram pada
tanggal
DEWAN PENGUJI
Naili Rahmawati, M. Ag.
(Ketua Sidang/Pemb. 1)
Arief Taufikurrahman, M. Eng.
(Sekertaris Sidang/Pemb. 2)
Jumaidin, MM. Par.
(Penguji I)
Muhammad Johari, M.S.I.
(Penguji II)
Mengetahui
Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam
Dr. Riduan Mas’ud, M. Ag.
NIP. 197111102002121001
MOTTO
“Jika mereka bisa, saya pasti bisa”
“Pendidikan mempunyai akar yang pahit, tapi buahnya manis”
~Aristoteles~
PERSEMBAHAN
“skripsi ini saya peresembahkan kepada kedua orang tua saya ibu Jubariah dan bapak Mahuseng, kepada keluarga, sahabat, teman-teman kelas dan tentunya kepada almamater tercintaku.”
KATA PENGANTAR
Bismillahirrahmanirrahim, Alhamdulillah, segala puji bagi Allah SWT dan shalawat serta salam semoga selalu tercurahkan kepada Nabi Muhhammad serta sahabat dan pengikutnya.
Penulis mengucapkan banyak terimakasih kepada pihak-pihak yang telah membantu serta selalu memberikan semangat sehingga penulis mampu menyelesaikan skripsi ini, terimakasih kepada:
1. Bapak Prof. Dr. H. Masnun Tahir, M.Ag. selaku Rektor Universitas Islam Negeri Mataram beserta seluruh jajarannya yang telah memberikan kesempatan kepada kami untuk dapat menuntut ilmu di Universitas Islam Negeri Mataram;
2. Bapak Dr. Riduan Mas’ud, M.Ag. selaku Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam;
3. Bapak Dr. Sanurdi, MSI. selaku Ketua Jurusan Perbankan Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Universitas Islam Negeri Mataram;
4. Ibu Naili Rahmawati, M.Ag. sebagai Dosen Wali sekaligus Pembimbing I dan Bapak Arief Taufikurrahman, M. Eng. sebagai Pembimbing II yang telah memberikan bimbingan, motivasi, memberikan koreksi-koreksi yang membangun sehingga penulis dapat menyelesaikan skirpsi ini;
5. Seluruh dosen penguji baik dalam seminar proposal maupun sidang skripsi yang telah memberikan saran bagi penyempurnaan skripsi ini;
6. Seluruh Dosen Perbankan Syariah atas segala ilmu dan bimbingan yang diberikan dan seluruh Civitas Akademik yang telah banyak membantu penulis dalam proses administrasi;
Penulis menyadari bahwa penulisan skripsi ini masih jauh dari kata sempurna.
Oleh sebab itu dengan kerendahan hati, penulis mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun agar kelak di kemudian hari dapat menghasilkan karya yang
lebih baik. Semoga skripsi ini dapat bermanfaat dan menambah pengetahuan dan wawasan bagi semua pihak yang membacanya.
Mataram, 26 Juli 2022 Penulis,
St. Ramlia
DAFTAR ISI
HALAMAN SAMPUL... i
HALAMAN JUDUL ... ii
PERSETUJUAN PEMBIMBING ... iii
NOTA DINAS PEMBIMBING ... iv
PERNYATAAN KEASLIAN SKRIPSI ... v
HALAMAN PENGESAHAN ... vi
HALAMAN MOTTO ... vii
HALAMAN PERSEMBAHAN ... viii
KATA PENGANTAR ... x
DAFTAR ISI... xiv
DAFTAR LAMPIRAN ... xvi
ABSTRAK ... xviii
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang……….1
B. Rumusan Masalah………4
C. Tujuan dan Manfaat Penelitian………4
D. Ruang Lingkup dan Setting Penelitian……….5
E. Kajian Pustaka………..6
F. Kerangka Teori……….10
G. Metode Penelitian……….22
H. Sistematika Pembahasan………26 BAB II PAPARAN DAN TEMUAN
A. Gambaran Umum Lokasi Penelitian………..28 B. Strategi Marketing yang dilakukan dalam
Meningkatkan Jumlah Nasabah……….32 C. Efektivitas Strategi Marketing Melalui Media Sosial dalam Meningkatkan
Jumlah Nasabah pada Bank Mega KC Mataram………...33 BAB III PEMBAHASAN
A. Analisis Strategi Marketing dalam Meningkatkan Jumlah Nasabah………...36 B. Analisis Efektivitas Strategi Marketing Melalui Media Sosial dalam Meningkatkan
Jumlah Nasabah pada Bank Mega Syariah KC Mataram………38
BAB IV PENUTUP
A. Kesimpulan……….41
B. Saran………...41
DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN
ANALISIS EFEKTIVITAS STRATEGI MARKETING MELALUI MEDIA SOSIAL DALAM MENINGKATKAN JUMLAH NASABAH PADA BANK MEGA SYARIAH
KC MATARAM
Oleh:
St. Ramlia Nim. 180502028
ABSTRAK
Skripsi ini bertujuan untuk: 1. Untuk mengetahui bagaimana strategi marketing yang dilakukan dalam meningkatkan jumlah nasabah, 2. Untuk mengetahui bagaimana efektivitas strategi marketing melalui sosial media dalam meningkatkan jumlah nasabah pada Bank Mega KC Mataram. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif yang bertujuan untuk menggambarkan keadaan sesuatu atau keadaan yang terjadi saat melakukan penelitian berlangsung. Dalam memperoleh data, peneliti menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi yang bertujuan untuk mendapatkan data-data yang lebih jelas dan valid.
Hasil penelitian ini adalah Bank Mega Syaiah KC Mataram menggunakan strategi marketing dengan sarana periklanan menggunakan media sosial. Dengan menggunakan media sosial sebagai strategi marketing Bank Mega Syariah KC Mataram berjalan efektif dikarenakan bertambahnya volume nasabah yang bergabung dengan Bank Mega Syariah. Terutama pada era globalisasi sekarang yang maka dengan strategi marketing sosial media akan sangat membantu bagi setiap perusahaan dalam mencapai tujuannya. Oleh karena itu efektivitas strategi marketing melalui sosial media dalam meningkatkan jumlah nasabah dikatakan optimal.
Kata kunci: Efektivitas, strategi marketing, sosial media
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah menyebabkan hubungan dunia menjadi tanpa batas (bordless) dan menyebabkan perubahan sosial, ekonomi, dan budaya secara signifikan berlangsung demikian cepat. Perkembangan yang cepat ini diakibatkan oleh berbagai sebab diantaranya semakin mudahnya masyarakat didunia mengakses internet serta adanya peraturan-peraturan yang memudahkan untuk bertransaksi melalui internet.1 Perusahaan harus mampu melakukan adaptasi yang tepat terhadap kondisi pangsa pasar yang selalu berubah-ubah. Perusahaan dituntut untuk dapat menilai kebutuhan dan keinginan nasabah yang berubah-ubah dengan cara menerapkan strategi pemasaran yang tepat agar ekspektasi nasabah terpenuhi dan mereka merasakan kepuasan dalam menggunakan produk pada bank. Kepuasan nasabah jelas merupakan faktor penting dalam strategi pemasaran sebuah produk karena berpotensi menciptakan loyalitas dan mendatangkan nasabah baru sebagai akibat dari sugesti nasabah lama yang terprogram dengan baik. Dengan hal ini tentu saja akan meningkatkan nasabah baru yang menabung pada bank.2
Pemasaran dari perspektif syariah, pasar adalah bagian penting dalam kehidupan seorang muslim dan bisa dijadikan katalisator hubungan transcendental muslim dengan tuhannya, dengan kata lain bertransaksi dalam pasar merupakan ibadah seorang muslim dalam kehidupan ekonomi. Pemasaran sering kali disalah artikan sebagai kegiatan penjualan semata. Padahal pemasaran bukan suatu cara sederhana sekedar untuk menghasilkan penjualan saja, penjualan hanyalah satu tahap dalam proses pemasaran.
Pemasaran menurut Kotler yaitu suatu proses sosial dan manajerial yang membuat individu dan kelompok memperoleh apa yang mereka butuhkan serta inginkan lewat penciptaan dan pertukaran timbal balik produk dengan nilai orang lain.3
1 Indriyani, Rizal Fahlevi, “Efektivitas Pemasaran Bank Syariah Menggunakan Media Sosial Instagram di Indonesia”. Paradigma, Vol. 17. No 1. 2020, hlm. 2.
2 Muhammad Alam Nasyrah Hanafi, “Analisis Efektivitas Strategi Pemasaran Terhadap Peningkatan Nasabah pada PT BPR Hasamitra Makassar”. Jurnal Brand, Vol. 1. No. 2. 2019, hlm. 2.
3 Kotler Phillip, Manajemen Pemasaran, (Jakarta: PT. Erlangga, 1996), hlm. 8.
Semakin tinggi dan ketatnya persaingan antara bank syariah dan tingginya tingkat kompleksitas kebutuhan dan keinginan nasabah menyebabkan banyaknya bank syariah yang berorientasi kepada permasalahan pemasaran dan kegiatan pelayanan prima yang perlu mendapatkan sorotan khusus bagi pihak manajemen bank syariah. Hal ini dikarenakan kegiatan pemasaran bank syariah hakikatnya merupakan kegiatan menyalurkan produk jasa syariah dari bank kepada nasabahnya. Didalam melakukan pemasaran dan penjualan bank membutuhkan suatu arus informasi searah yang dibuat untuk mengarahkan seseorang atau perusahaan kepada tindakan yang menciptakan pertukaran yang didalamnya pemasaran yang disebut dengan promosi.4
Revolusi teknologi informasi telah mengubah lanskap dunia pemasaran dalam beberapa tahun terakhir ini. Metode komunikasi pemasaran yang sebelumnya bersifat tradisional dan konvensional, kini telah terintegrasi dalam dunia digital. Disatu sisi marketing online memudahkan pebisnis memantau dan menyediakan segala kebutuhan dan keinginan calon nasabah. Di sisi lain, calon nasabah juga dapat mencari dan mendapatkan informasi produk hanya dengan menjelajahi dunia maya. Dengan kata lain marketing secara online dapat menjangkau seluruh masyarakat dimanapun mereka berada tanpa batasan ruang dan waktu.5
Internet membawa dampak transformasi yang menciptakan paradigma baru dalam bisnis, berupa digital marketing. Selain itu adanya peraturan tentang pemanfaatan teknologi informasi, media, dan komunikasi di Indonesia, yakni Undang-undang Republik Indonesia Tahun 2008 pada pasal 4 Tentang informasi dan transaksi elektronik yang menyebutkan bahwa selain mengembangkan perdagangan dan perekonomian nasional dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat juga membuka kesempatan seluas-luasnya kepada setiap orang untuk memajukan pemikiran dan kemampuan dibidang penggunaan dan pemanfaatan teknologi informasi seoptimal mungkin. Hal ini dapat dimanfaatkan dalam penggunaan teknologi yang seoptimal mungkin pengunaannya, misalnya untuk media promosi dengan teknologi yang dapat meningkatkan pendapatannya.6
4 Roni Andespa, “Meningkatkan Pertumbuhan Nasabah Bank Syariah: Mendukung Pembiayaan
Promosi, Pendidikan, dan Pelatihan”, Jurnal Kajian Ekonomi Islam. Vol. 2. No. 1. 2016, hlm. 172.
5 Afrilia Ascharisa Mettasatya, “Digital Marketing sebagai Komunikasi Pemasaran Waroenk Ora
Umum dalam Meningkatlan Jumlah Konsumen”, Jurnal Riset Komunikasi. Vol. 1 No. 1. 2011,. hlm. 153-154.
6 Indriyani, Rizal fahlevi, “Efektivitas Pemasaran Bank Syariah Menggunakan Media Sosial Instagram
di Indonesia”. Paradigma, Vol. 17. No. 1. 2020, hlm. 2-3.
Pada zaman saat ini, teknologi berkembang begitu pesatnya. Kemajuan teknologi beriringan juga dengan kemajuan internet dalam kehidupan manusia. Begitu pula dengan media dalam komunikasi yang berbasis internet, terus berkembang dalam melengkapi kehidupan manusia, menjadi bagian penting bagi manusia dalam melakukan komunikasi.
Jika kita melihat zaman dahulu, kita dapat melihat perubahan pesat dalam hal media dan komunikasi. Dahulu sebuah komunikasi hanya bisa dilakukan secara tidak langsung dan tidak real time, hari ini komunikasi dapat dilakukan dengan mudah melalui jaringan internet. Secara global, Indonesia menduduki peringkat ketiga sebagai Negara dengan jumlah pertumbuhan pengguna internet tertinggi, setelah india dan china. Seiring dengan perkembangan teknologi internet dan media komunikasi yang berkembang dengan berbasis internet, memberikan masyarakat pilihan dalam menggunakan maupun mengakses sebuah media. Alasan ini pula yang menjadi factor perkembangan media sosial yang semakin cepat dari hari ke hari.7
Salah satu bank yank menggunakan media sosial sebagai strategi marketing untuk meningkatkan jumlah nasabah adalah Bank Mega Syariah KC Mataram. Dimana Bank Mega Syariah KC Mataram melakukan praktiknya dengan mengedepankan kepuasan nasabah dalam menikmati produk dan menghimpun dana dari masyarakat dan menyalurkan kembali kepada masyarakat melalui pembiayaan.8
Bank Mega Syariah adalah lembaga perbankan syariah yang berpusat di Jakarta.
Bank Mega Syariah berawal dari anak usaha Asuransi Tugu yaitu PT. Bank Umum Tugu (Bank Tugu) yang berdiri pada 14 Juli 1990 kemudian diakuisi oleh PT. Mega Corpora (d/h para Group) melalui PT Mega Corpora (d/h PT para Global Investindo) dan PT para rekan Investama pada 2001.9
Jejaring sosial yang saat ini biasa digunakan untuk memasarkan produk antara lain instagram, twitter, dan facebook. Dengan melalui jejaring sosial tersebut maka akan terbentuk strategi marketing yang efektif. Berdasarkan hasil observasi awal hal yang menjadi pertimbangan paling penting dalam menentukan strategi marketing sosial media yaitu pangsa pasar dan pihak Bank Mega Syariah sudah melakukan riset tentang pangsa pasar. Terlebih pada era digital sekarang yang diperhatikan adalah kaum milenial dengan lebih memperhatikan kemudahan dalam membuat rekening dan mengakses info
7 Anggi Aldila Safitri, Anissa Rahmadhany, Irwansyah. “Penerapan Teori Penetrasi Sosial pada Media
Sosial: Pengaruh Pengungkapan Jati diri melalui Tiktok terhadap Penilaian Sosial”. Jurnal Teknologi dan Informasi Bisnis, Vol. 3. No. 1. 2021, hlm. 2.
8 Wirman, Wawancara pihak Bank Mega Syariah KC Mataram, Mataram, Tanggal 17 Februari 2022.
9 https://www.megasayriah.ac.id, diakses tanggal 14 Maret 2022, pukul 17.50.
mengenai Bank Mega Syariah serta mengembangkan kecanggihan teknologi. Yang menjadi indikator bahwa strategi marketing media sosial dikatakan efektif ketika bertambahnya volume pembukaan rekening atau bertambahnya nasabah yang menabung pada Bank Mega Syariah. Bank Mega Syariah menggunakan media sosial sebagai strategi marketing dimulai sejak berdirinya atau sejak lahirnya bank mega dalam kalangan masyarakat. Media sosial yang digunakan sebagai strategi marketing yaitu twitter, instagram, dan facebook. Sejak menggunakan media sosial sebagai strategi marketing, nasabah Bank Mega Syariah semakin bertambah. 10
Berdasarkan uraian diatas peneliti tertarik untuk membahas lebih dalam tentang
“Analisis Efektivitas Strategi Marketing Melalui Sosial Media untuk Meningkatkan Jumlah Nasabah pada Bank Mega Syariah KC Mataram”
B. Rumusan Masalah
1. Bagaimana strategi marketing yang dilakukan bank dalam meningkatkan jumlah nasabah pada Bank Mega Syariah KC Mataram?
2. Bagaimana efektivitas strategi marketing melalui media sosial dalam meningkatkan jumlah nasabah pada Bank Mega Syariah KC Mataram?
C. Tujuan dan Manfaat Penelitian 1. Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian ini untuk menjawab persoalan rumusan masalah yang ada di atas, yaitu:
1. Untuk mengetahui bagaimana strategi marketing yang dilakukan bank dalam meningkatkan jumlah nasabah pada bank Mega Syariah KC Mataram.
2. Untuk mengetahui bagaimana efektivitas strategi marketing melalui media sosial dalam meningkatkan jumlah nasabah pada bank Mega Syariah KC Mataram.
2. Manfaat Penelitian
Penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat serta berguna bagi pengembangan wawasan, memperkuat dan menyempurnakan teori yang sudah ada dan dapat memberikan pelajaran terhadap ilmu Ekonomi Syariah Khususnya jurusan
10 Observasi awal, Bank Mega Syariah KC Mataram, Tanggal 18 Januari 2022.
Perbankan Syariah untuk dijadikan sebagai bahan bacaan, referensi dan bahan acuan bagi penelitian berikutnya.
D. Ruang Lingkup dan Setting Penelitian 1. Ruang Lingkup
Untuk memperjelas masalah yang akan dibahas agar tidak adanya pembahasan yang merambat luas dan melenceng dari pembahasan penelitian ini, maka perlu dibuat suatu batasan masalah. Adapun masalah yang akan dibahas pada skripsi ini, yaitu hanya pada seputar apakah strategi marketing sosial media dapat meningkatkan jumlah nasabah pada bank Mega Syariah KC Mataram. Agar lebih terfokus maka penelitian ini diperincikan sebagai berikut:
a. Penelitian hanya memfokuskan disatu tempat, yaitu bank Mega Syariah KC Mataram, yang dimana strategi marketing pada bank mega syariah harus lebih ditingkatkan atau dikembangkan agar dapat meningkatkan jumlah nasabah yang lebi besar pula.
b. Apakah dengan menggunakan startegi marketing sosial media efektif dalam meningkatkan jumlah nasabah.
2. Setting Penelitian
Lokasi penelitian ini dilakukan di Bank Mega Syariah KC Mataram yang berada di Jl. Pejanggik No. 40, Cilinaya, Kec. Cakranegara, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat. Alasan memilih lokasi tersebut karena Bank Mega Syariah adalah salah satu bank yang berada di Mataram dan belum terlalu dikenal oleh masyarakat luas sehingga peneliti tertarik melakukan penelitian pada lokasi tersebut.
E. Telaah Pustaka
Ditinjau dari judul skripsi yang penulis teliti, untuk menghindari kesamaan/plagiasi yang akan penulis teliti, berikut peneliti paparkan beberapa karya ilmiah yang relevan:
1. Skripsi yang ditulis Desva Rini Kusuma Zahra yang berjudul “Efektivitas Promosi dalam Meningkatkan Jumlah Nasabah (Studi Kasus di Bank Pembiayaan Rakyat Syariah Metro Madani Kantor Pusat Metro)”.11
11 Desva Rini Kusuma Zahra, “Efektifitas Promosi dalam Meningkatkan Jumlah Nasabah Studi Kasus
di Bank Pembiayaan Rakyat Syariah Metro Madani Kantor Pusat Metro” (Skripsi, IAIN Metro, 2020), hlm. 60- 68.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana efektivitas promosi dalam meningkatkan jumlah nasabah di BPRS Metro Madani Kantor Pusat Metro dan melihat dengan cara-cara seperti apa promosi itu dilakukan. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa sarana promosi yang digunakan BPRS Metro Madani Kantor Pusat Metro adalah Periklanan (adversiting), promosi penjualan (seles promotion), penjualan pribadi (personal selling), publisitas dan WOM (word of mouth). Jenis promosi yang banyak meningkatkan nasabah adalah promosi penjualan (sales promotion) dan WOM (word of mouth). Promosi yang kurang meningkatkan nasabah adalah promosi periklanan (adversiting). Ada beberapa sarana promosi yang kurang inovatif sehingga sedikit menarik nasabah baru yaitu leaflet, brosur, dan media online karena tidak ada perubahan isi dan waktu. Persamaan antara penelitian terdahulu dengan penelitian yang akan dilakukan sekarang adalah sama-sama membahas tentang efektivitas guna meningkatkan jumlah nasabah. Sedangkan perbedaan keduanya adalah penelitian terdahulu membahas tentang promosi dan beberapa jenis promosi sedangkan penelitian yang dilakukan sekarang membahas tentang strategi marketing yang dilakukan melalui sosial media untuk meningkatkan jumlah nasabah dan penelitian terdahulu membahas tentang efektifitas promosi dalam meningkatkan jumlah nasabah.
2. Skripsi yang ditulis Rika Purnama Pohan yang berjudul “Strategi Pemasaran yang Efektif dalam Meningkatkan Jumlah Nasabah Produk Tabungan pada PT. Bank Muamalat Indonesia, Tbk KCU Padangsidimpuan”. 12
Hasil penelitiannya menunjukan bahwa PT. Bank Muamalat Indonesia, Tbk KCU Padangsidimpuan telah melakukan startegi-strategi berikut ini: sudah membuat produk tabungan yang sesuai dengan kebutuhan nasabah, harga yang ditawarkan setiap produknya tidak mahal, sudah melakukan promosi baik penyebaran brousur, melalui surat kabar dan melalui sosial media, dan karyawan untuk melayani nasabah, upaya yang dilakukan untuk melayani nasabah agar tidak terjadi kebosanan pada saat antri, dan dengan bantuan fasilitas yang dimiliki PT. Bank Muamalat Indonesia, Tbk KCU Padangsidimpuan cukup membantu memenuhi kebutuhan nasabah. Persamaan antara penelitian terdahulu dengan penelitian yang sekarang dilakukan adalah sama- sama membahas tentang bagaimana strategi pemasaran yang efektif dalam
12 Rika Purnama Pohan, “Strategi Pemasaran yang Efektif dalam Meningkatkan Jumlah Nasabah Produk Tabungan pada PT. Bank Muamalat Indonesia Tbk KCU Padangsidimpuan” (Skripsi, IAIN Padangsidimpuan, 2019), hlm. 67-75.
meningkatkan jumlah nasabah. Sedangkan perbedaannya adalah penelitian yang dilakaukan sekarang membahas tentang efektivitas strategi marketing melalui sosial media untuk meningkatkan jumlah nasabah dan penelitian terdahulu membahas tentang strategi pemasaran yang efektif dalam meningkatkan jumlah nasabah yang menggunakan produk tabungan.
3. Skripsi yang ditulis Masrom yang berjudul “Strategi Pemasaran Gadai Syariah dalam Meningkatkan Jumlah Nasabah (Studi Kasus di Pegadaian Syariah Cabang Ende)”. 13
Hasil penelitiannya yaitu sebagai berikut: pertama, strategi pemasaran yang digunakan oleh pegadaian syariah cabang ende menggunakan strategi 4P: Produk, Price, Place, dan Promotion. dalam hal produk dengan cara pengembangan produk Ar-Rahn menjadi ARRUM (Ar-Rahn untuk usaha mikro kecil) dan pengoptimalan taksiran. Kedua, strategi pemasaran yang telah dilakukan oleh Pegadaian Syariah Cabang Ende ternyata mampu meningkatkan jumlah nasabah. Ini terbukti dengan peningkatan jumlah nasabah dari 2014-2018. Persamaan antara penelitian terdahulu dengan penelitian yang dilakukan sekarang adalah keduanya membahas tentang strategi pemasaran untuk meningkatkan jumlah nasabah. Sedangkan perbedaannya adalah, pada penelitian terdahulu menggunakan strategi pemasaran gadai dalam meningkatkan jumlah nasabah, sedangkan penelitian yang dilakukan sekarang menggunakan strategi marketing melalui media sosial untuk meningkatkan jumlah nasabah.
4. Jurnal yang ditulis Devi Krisnawati yang berjudul “Peran Perkembangan Teknologi Digital pada Staretgi Pemasaran dan Jalur Distribusi UMKM di Indonesia (Studi Kasus: UMKM Kuliner Tanpa Restaurant Kepiting Nyinyir)”14
Hasil penelitiannya yaitu penggunaan teknologi digital pada konsep pemasaran digital merupakan kombinasi dari strategi online dan juga offline, dimana pemasaran dengan media online harus juga didukung dengan konten offline yang memiliki human to human touch sehingga menjadi relevan untuk bisa menciptakan engagement dengan konsumen. Persamaan pada kedua penelitian ini yaitu keduanya sama-sama membahas mengenai strategi pemasaran. Sedangkan perbedaannya, penelitian yang dilakukan sekarang menggunakan strategi marketing sosial media untuk menarik
13Masrom, “Strategi Pemasaran Gadai Syariah dalam Meningkatkan Jumlah Nasabah Studi Kasus di Pegadaian Syariah Cabang Ende” (Skripsi, UIN Mataram, 2019), hlm. 59.
14 Devi Krisnawati, “Peran Perkembangan Teknologi Digital pada Startegi Pemasaran dan Jalur Distribisi UMKM di Indonesia”. Jurnal Manajemen Bisnis Krisnadwipayana. Vol. 6. No. 1. 2018. Hal. 70.
nasabah menabung pada bank sedangkan pada penelitian terdahulu menggunakan peran perkembangan teknologi digital pada strategi pemasaran.
5. Jurnal yang ditulis Syifa Zakia Nurlatifah dan R. Masykur yang berjudul “Pengaruh Strategi Pemasaran Word Of Mouth (WOM) dan Produk Pembiayaan Syariah terhadap Minat dan Keputusan Menjadi Anggota (Nasabah) pada Baitul Tamwil Muhammadiyah (BTM) Kota Bandar Lampung” 15
Hasil penelitiannya yaitu dilihat bahwa original sample Word of Mouth berpengaruh positif dan berpengaruh yang signifikan (berarti) terhadap minat, sample Word of Mouth memiliki pengaruh yang positif terhadap keputusan dengan pengaruh yang signifikan (berarti). Persamaan pada kedua penelitian ini yaitu sama-sama membahas tentang strategi pemasaran, sedangkan perbedaannya, pada penelitian terdahulu membahas tentang peran strategi pemasaran melalui WOM terhadap minat dan kepuasan menjadi nasabah. Penelitian yang dilakukan sekarang membahas tentang strategi marketing yang dilakukan menggunakan sosial media untuk menarik nasabah.
6. Jurnal yang ditulis Fadel Retzen Lupi dan Nurdin yang berjudul “Analisis Strategi Pemasaran dan Penjualan E-Commerce pada Tokopedia.com” 16
Hasil Penelitiannya yaitu, menunjukkan bahwa website Tokopedia yang menyediakan bisnis online dengan mudah, sekaligus memberi pengalaman belanja online yang aman dan nyaman karena dilengkapi mesin pencari (search engine) yang memudahkan pencarian produk, direktori sebagai katalog belanja, dan fitur-fitur agar pengguna mudah menggunakan Tokopedia, serta artis sebagai duta website adalah strategi pemasaran unik untuk menarik minat masyarakat. Untuk itu, kedepan Tokopedia perlu meningkatkan layanan konsumen dengan penjualan yang terpercaya, pembayaran yang lebih mudah, respon yang cepat atas permintaan maupun komplain pembeli, serta tampilkan gambar yang sesuai dengan kondisi produk sebenarnya.
Persamaan pada kedua penelitian ini yaitu sama-sama membahas tentang strategi pemasaran, sedangkan perbedaannya, pada penelitian terdahulu membahas mengenai strategi pemasaran e-commerce pada Tokopedia.com. Penelitian sekarang membahas tentang strategi pemasaran/marketing media sosial yang dilakukan dibank.
15 Syifa Zakia Nurlatifah, R. Masykur, “Pengaruh Strategi Pemasaran Word of Mouth (WOM) dan Produk Pembiayaan Syariah terhadap Minat dan Keputusan menjadi Anggota (Nasabah) pada Baitul Tamwil Muhammadiyah (BTM) Kota Bandar Lampung”. Jurnal Manajemen Indonesia. Vol. 17. No. 3. 2017. Hal. 163.
16 Fadel Ratzen Lupi, Nurdin, “Analisis Strategi Pemasaran dan Penjualan E-Commerce pada Tokopedoa.com”. Jurnal Elektronik Sistem Informasi dan Komputer. Vol. 1. No. 2. 2015, hlm. 20.
F. Kerangka Teori
1. Pengertian Efektivitas
Kata efektivitas berasal dari bahasa inggris yaitu Effective yang berarti berhasil atau sesuatu yang dilakukan berhasil dengan baik. Pendapat H. Emerson yang dikutip Soewarno Handayaningrat S. Yang menyatakan bahwa “efektivitas adalah pengukuran dalam arti tercapainya tujuan yang ditentukan sebelumnya”. Hal ini sesuai dengan pendapat yang dikemukakan oleh Hidayat yang menjelaskan bahwa :
“Efektivitas adalah suatu ukuran yang menyatakan seberapa jauh target (kuantitas, kualitas dan waktu) telah tercapai. Dimana makin besar presentase target yang dicapai, makin tinggi efektivitasya”.
Efektivitas adalah pencapaian target output yang diukur dengan cara membandingkan output anggaran atau seharusnya dengan output realisasi atau sesungguhnya, dikatakan efektif jika output seharusnya lebih besar daripada output sesungguhnya. Efektivitas adalah suatu ukuran yang menyatakan seberapa jauh target (kuantitas, kualitas, dan waktu) telah tercapai. Semakin besar presentase yang dicapai, maka semakin tinggi efektivitasnya. 17
Terdapat pula berbagai definisi tentang efektivitas yang dikemukakan menurut para ahli antara lain:
a. Menurut Sejathi, efektivitas merupakan “ketepat gunaan, hasil guna, menunjang tujuan”. Ali Muhidin juga menjelaskan bahwa : Efektivitas juga berhubungan dengan masalah bagaimana pencapaian tujuan atau hasil yang diperoleh, kegunaan atau manfaat yang diperoleh, tingkat daya fungsi unsur atau komponen, serta masalah tingkat kepuasan pengguna/client.18
b. Menurut Komaruddin, Efektivitas adalah “Suatu keadaan yang menunjukan tingkat keberhasilan atau kegiatan manajemen dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan terlebih dahulu”.19
c. Menurut Richar M. Strees, Efektivitas adalah “Sebagian kemampuan organisasi, mendapatkan dan memanfaatkan sumber daya yang ada atau tersedia untuk mencapai tujuannya”.20
17 Amir Syarifudin Kiwang, David D.W. Pandie dan Frans Gana, “Analisis Kebijakan dan Efektivitas Organisasi”, Kebijakan dan Administrasi Publik (JKAP). No. 1. 2015, hlm. 73.
18 MT Efendi Harianjaya, Manajemen Sumber Daya, (Jakarta: Gramedia Widiasarana Indonesia, 2002), hlm. 56.
19 Komaruddin, Ensiklopedia Manajemen, (Jakarta: Bina Akasara, 1994), hlm. 269.
20 Richar M. Strees, Efektivitas Organisasi, (Jakarta: Air Langga, 1990), hlm. 159.
Berdasarkan pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa efektivitas merupakan unsur pokok untuk mencapai tujuan atau sasaran yang telah ditentukan didalam setiap organisasi, kegiatan ataupun program. Disebut efektif apabila tercapainya tujuan ataupun sasaran yang telah ditentukan sebelumnya sebagai tingkat kemampuan suatu lembaga atau organisasi untuk dapat melaksanakan semua tugas-tugas pokoknya.
2. Efektivitas Marketing
Kotler dan Keith Cox menjelaskan bahwa efektivitas menunjukan keberhasilan perusahan dari segi tercapai atau tidaknya target yang ditetapkan.
Ketika hasil yang dicapai semakin mendekati target, maka tingkat efektivitasnya semakin tinggi.21 Disisi lain Audit Commision menyatakan bahwa efektivitas adalah menyediakan jasa-jasa yang benar sehingga memungkinkan pihak yang berwewenang untuk mengimplementasikan kebijakan dan tujuannya.22
Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa efektivitas pemasaran adalah sejauh mana perusahaan mencapai sasaran yang telah disepakati atau ditetapkan sebelumnya. Artinya, bahwa apabila suatu pemasaran dapat dilakukan dengan baik sesuai yang direncanakan atau ditergatkan sesuai tujuan perusahaan yang telah ditetapkan maka dapat dikatakan efektif pemasarannya.
Efektivitas Pemasaran adalah kualitas pemasar untuk mengoptimalkan upaya mereka dan mencapai hasil jangka pendek dan jangka panjang terbaik.23 Berkaitan dengan itu, Rangkuti pun menjelaskan bahwa efektivitas pemasaran adalah sejauh mana perusahaan mencapai sasaran yang telah disepakati atau ditetapkan sebelumnya, karena dengan menggunakan strategi pemasaran, pertumbuhan pemasaran dan efektivitas pemasaran dari jumlah total terus mengalami perkembangan dari tahun ke tahun yang signifikan.24
21 Kotler Phillip dan Keith Cox, Manajemen dan Strategi Pemasaran, (Jakarta: Erlangga, 2019), hlm.
93.
22 Mohammad Mahsun, Pengukuran Kinerja Sektor Publik, (Yogyakarta:BPFE Yogyakarta, 2017),
hlm. 180.
23 Rangkuti Fredy, Creating Effektive Marketing Plan, (Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 2002), hlm.
69.
24 Ibid, hlm. 117.
3. Tujuan Efektivitas Marketing
Menurut Rangkuti, bahwa tujuan efektivitas pemasaran (marketing) adalah untuk mengukur dan mengetahui masalah-masalah apa yang sedang dan akan dihadapi perusahaan dalam membuat suatu rekomendasi untuk meningkatkan kinerja pemasaran perusahaan atau kinerja suatu unit bisnis dalam suatu perusahaan.25
Setiap perusahaan memiliki metode dan batasan-batasan yang berbeda dalam melakukan efektivitas pemasaran (marketing). Perbedaan pada batasan-batasan ini sangat ditentukan oleh ukuran perusahaan, kemampuan perusahaan dan metode pemasaran yang digunakan oleh perusahaan tersebut. Secara umum ada 5 faktor yang bisa mengarahkan tingkat efektivitas pemasaran yang bisa dicapai oleh pemasaran diantaranya, yaitu strategi pemasaran, kreativitas pemasaran, menjalankan pemasaran, infastruktur pemasaran dan faktor-faktor exogenous.26
a. Strategi Pemasaran
Peningkatan efektivitas pemasaran bisa dicapai dengan menggunakan strategi pemasaran yang mutakhir. Dengan menempatkan produk dengan tepat, produk tersebut bisa lebih berhasil dipasar disbanding produk/layanan dari pesaing. Tenaga pemasar harus menjalankan program mereka dengan benar untuk dapat mencapai hasil yang luar biasa.
b. Kreativitas Pemasaran
Meskipun tanpa adanya perubahan strategi, kreativitas yang baik dapat meningkatkan hasil yang ada, bahkan tanpa melakukan perubahan strategi.
c. Menjalankan Pemasaran
Pada tingkat pemasaran dengan berbagai level, tenaga pemasar dapat meningkatkan usaha dengan membuat perubahan kecil dibeberapa atau keseluruhan dari 4P (Product, Price, Place dan Promotion), tanpa melakukan perubahan terhadap posisi strategi atau pelaksanaan pemasaran kreatif dapat meningkatkan efektivitasnya dan memberikan peningkatan keuntungan.
d. Infastruktur Pemasaran (juga dikenal sebagai Marketing Management)
Meningkatkan bisnis pemasaran yang bisa menghasilkan peningkatan yang besar bagi perusahaan. Manajemen untuk setiap agensi, penentuan anggaran, motivasi dan koordinasi aktivitas pemasaran dapat membawa kepada persaingan yang terus meningkat dan meningkatkan hasil yang ada.
25 Ibid, hlm. 96.
26 Ibid, hlm. 110.
e. Factor-faktor Exogenous
Secara umum, diluar kendali para pemasar, faktor-faktor ekternal atau exogenous juga berpengaruh terhadap bagaimana para pemasar dapat meningkatkan hasil mereka.
4. Pengukuran Efektivitas
Efektivitas didefinisikan oleh pakar-pakar yang berbeda-beda tergantung pendekatan yang digunakan oleh masing-masing pakar. Berikut ini pengertian efektivitas menurut ahli sebagai berikut:27
a. Menurut Cambel J P, pengukuran efektivitas secara umum dan paling menonjol adalah:
1) Keberhasilan program
Keberhasilan Program merupakan pengukuran efektivitas dalam arti tercapainya tujuan yang telah ditentukan sebelumnya. Efektivitas digunakan sebagai tolak ukur untuk membandingkan antara rencana dan proses yang dilakukan dengan hasil yang dicapai. Sehingga , untuk menentukan efektif atau tidaknya suatu program/kegiatan diperlukan adanya ukuran-ukuran efektivitas.
2) Keberhasilan sasaran
Keberhasilan Sasaran merupakan pengukuran efektivitas ditinjau dari sudut pencapaian tujuan, dimana keberhasilan suatu organisasi harus mempertimbangkan bukan saja sasaran organisasi tetapi juga mekanisme mempertahankan sasaran.
3) Kepuasan terhadap program
Kepuasan terhadap program merupakan kriteria efektivitas yang mengacu pada keberhasilan program dalam memenuhi kebutuhan penerima program tersebut. Kepuasan dirasakan oleh para penerima terhadap kualitas program yang telah diterima. Semakin berkualitas program yang diberikan maka kepuasan yang dirasakan oleh penerima semakin tinggi.
4) Tingkat input dan output
Pada efektivitas tingkat input dan output dapat dilihat dari perbandingan masukan (input) dengan keluaran (output). Jika output lebih
27 Nuer Aedi, Dasar-dasar Manajemen, (Jakarta: Publishing, 2016), hlm. 147.
besar dari input maka dapat dikatakan efisien dan sebaliknya jika input lebih besar dari output maka dapat dikatakan tidak efisien.
5) Pencapaian tujuan menyeluruh.
Ukuran dalam efektivitas ini bersifat kualitatif (berdasatkan pada mutu). Jika kegiatan telah berhasil dilaksanakan dan tepat sasaran maka kegiatan akan dikatakan efektif bila pelaksanaan dan penerima manfaat sama-sama merasakan kepuasan dalam kegiatan tersebut.
5. Strategi Marketing/Pemasaran a. Pengertian Strategi
Di era modern saat ini, perlu diketahui bahwa pengaruh sebuah bentuk pemasaran sangatlah memiliki peran yang sangat penting. Karena dalam proses penyampaian suatu informasi kepada public, terdapat beberapa cara dalam melakukannya salah satunya adalah dalam bentuk pemasaran/strategi. Model pemasaran tersebut perlu dilakukan sebuah strategi agar produk atau jasa yang ditawarkan dapat menembus target pasar yang telah ditentukan sebelumnya. 28
Strategi dapat diartikan sebagai suatu kesatuan rencana yang menyeluruh, komprehensif, dan terpadu yang diarahkan untuk mencapai tujuan perusahaan.
Strategi berperan penting pada era global dan perdagangan bebas sekarang ini, ketika persaingan semakin hebat. Untuk meraih keunggulan dalam persaingan, diperlukan strategi yang handal. Dalam uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa strategi berperan dalam mencapai suatu tujuan baik tujuan jangka pendek, tujuan jangka menengah, maupun tujuan jangka panjang.29
Kata strategi berasal dari kata strategos dalam bahasa yunani merupakan gabungan dari stratos atau tentara dan ego atau pimpinan. Suatu strategi mempunyai dasar atau skema untuk mencapai sasaran yang dituju. Jadi pada dasarnya strategi merupakan alat untuk mencapai tujuan.
Menurut Marrus strategi didefinisikan sebagai suatu proses penentuan rencana para pemimpin puncak yang berfokus pada tujuan jangka panjang organisasi, disertai penyusunan suatu cara atau upaya bagaimana agar tujuan tersebut dapat dicapai.
28 Ulfa Ainun Humaira, Apa Sih Startegi Pemasaran Itu. (Makassar: Pustaka Taman Ilmu, 2021), hlm.
13. 29
Nana Herdiana Abdurrahman, Manajemen Strategi Pemasaran, (Bandung: CV Pustaka Setia, 2015), hlm. 197-198.
Quinn mengartikan strategi adalah suatu bentuk atau rencana yang mengintegrasikan tujuan-tujuan utama, kebijakan-kebijakan dan rangkaian tindakan dalam suatu organisasi menjadi suatu kesatuan yang utuh. Strategi diformulasikan dengan baik akan membantu penyusunan dan pengalokasian sumber daya yang dimiliki perusahaan menjadi suatu bentuk yang unik dan dapat bertahan. Strategi yang baik disusun berdasarkan kemampuan internal dan kelemahan perusahaan, antisipasi perubahan dalam lingkungan, serta kesatuan pergerakan yang dilakukan oleh mata-mata musuh.
Dari pendapat Marrus, strategi dapat diartikan sebagai suatu proses penentuan rencana para pemimpin yang berfokus pada tujuan jangka panjang organisasi , disertai penyusunan suatu cara atau upaya bagaimana agar tujuan tersebut dapat dicapai.30
Kemudian Stainer dan Milner menjelaskan bahwa strategi adalah penetapan misi perusahaan, penetapan sasaran organisasi dan meningkatkan kekuatan eksternal dan internal, perumusan kebijakan implementasi secara tetap sehingga tujuan dan sasaran utama organisasi tercapai.
Suryana juga mengartikan strategi dengan penjelasan 5P-nya, yaitu:31 1) Strategi adalah perencanaan (plan)
2) Strategi adalah pola (pattern) 3) Strategi adalah posisi (potition)
4) Strategi adalah prespektif (prespective) 5) Strategi adalah permainan (paly)
Menurut William J Stantont pemasaran adalah keseluruhan intern yang berhubungan dengan kegiatan-kegiatan usaha yang bertujuan untuk merencanakan, menentukan harga, mempromosikan dan mendistribusikan barang dan jasa yang akan memuaskan kebutuhan pembeli baik pembeli yang ada maupun pembeli yang potensial.32
Secara khusus strategi diartikan sebagai taktik atau siasat. Menurut Kanneth R.
Andrews strategi adalah pola keputusan dalam perusahaan yang menentukan dan mengungkapkan sasaran, maksud atau tujuan yang menghasilkan kebijaksanaan
30 Marrus K. Stephanie, Desain Penelitian Manajemen Strategik, (Jakarta: Rajawali Press, 2002), hlm.
34.
31 Ulfa Ainun Humaira, Apa Sih Startegi Pemasaran Itu. (Makassar: Pustaka Taman Ilmu, 2021), hlm.
33 32
Daryanto, Manajemen Pemasaran, (Bandung: Erlangga, 2013), hlm. 5.
utama dan merencanakan untuk pencapaian tujuan.33 Strategi adalah langkah- langkah yang harus dilaksanakan oleh suatu perusahaan atau pengusaha untuk mencapai tujuan, kadangkala langkah dijadikan sulit, tapi adapula langkah yang relative sangat mudah.34
b. Pengertian Pemasaran
Istilah pemasaran dalam bahasa inggris dikenal dengan nama marketing. Asal kata pemasaran adalah market. Apa yan dipasarkan itu ialah barang dan jasa.
Didalam pasar mencakup berbagai kegiatan seperti membeli, menjual, dengan segala macam cara, mengangkut barang, menyimpan, mensortir, dan sebagainya.
Definisi dari Marketing Association of Australia and New Zealand (MAANZ), pemasaran adalah aktivitas yang memfasilitasi dan memperlancar suatu hubungan pertukaran yang saling memuaskan melalui penciptaan, pendistribusian, promosi, dan penentuan harga dari barang, jasa, dan ide.35
Kegiatan pemasaran selalu ada dalam setiap usaha, baik usaha yang berorientasi profit maupun usaha-usaha sosial. Pemasaran menjadi semakin penting dengan semakin meningkatnya pengetahuan masyarakat. Pemasaran juga dilakukan dalam rangka menghadapi pesaing yang dari waktu ke waktu meningkat. Kegiatan pemasaran yang yang dilakukan suatu perusahaan memiliki beberapa tujuan yang hendak dicapai, baik tujuan jangka pendek maupun tujuan jangka panjang.
Perusahaan harus mampu mengetahui keinginan dan kebutuhan konsumen sehingga dapat memuaskan para konsumen. Telah banyak dikatakan bahwa tujuan umum perusahaan adalah membuat suatu produk atau jasa dengan biaya yang serendah-rendahnya, menjual dengan harga wajar, dan membentuk kebiasaan.36 Banyak orang mengira pemasaran hanya sekedar penjualan dan periklanan. Sekarang pemasaran atau marketing harus dipahami tidak dalam pengertian lama, tetapi juga dalam pengertian baru, yaitu memuaskan kebutuhan pelanggan dengan baik, mengembangkan produk yang mempunyai nilai superior,
33 Abdul Manap, Revolusi Manajemen Pemasaran, (Jakarta: Mitra Wacana Media, 2016), hlm. 89.
34 Leonardus Saiman, Kewirausahaan, (Jakarta: Salemba Empat, 2015), hlm. 223.
35 Buchari Alma, Manajemen Pemasaran dan Pemasaran Jasa, (Bandung: Alvabeta, 2013), hlm. 2.
36 Handoko T. Hani, Dasar-dasar Manajemen Produksi dan Operasi, (Yogyakarta: BPFE, 2008), hlm.
1.
menetapkan harga, mendistribusikan dan mempromosikan produknya dengan efektif, produk-produk ini akan terjual dengan mudah.37
Dalam praktiknya, terdapat beberapa tujuan suatu perusahaan dalam melakukan kegiatan pemasaran antara lain: 38
1) Dalam rangka memenuhi kebutuhan akan suatu produk atau jasa.
2) Dalam rangka memenuhi keinginan para pelanggan akan suatu produk atau jasa.
3) Dalam rangka memberikan kepuasan semaksimal mungkin terhadap pelanggannya.
4) Dalam rangka meningkatkan penjualan dan laba.
5) Dalam rangka ingin menguasai pasar yang menghadapi pesaing.
Pemasaran adalah suatu proses dan manajerial yang membuat individu atau kelompok mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan dengan menciptakan, menawarkan dan mempertukarkan prouduk yang bernilai kepada pihak lain atau segala kegiatan yang menyangkut penyampaian produk atau jasa mulai dari produsen sampai konsumen.39
Pemasaran juga didefinisikan yang lebih menekankan pada proses manajerial yaitu proses perencanaan dan penetapan konsepsi, penetapan harga, promosi dan distribusi gagasan, barang dan jasa untuk menciptakan pertukaran yang memuaskan tujuan individu dan organisasi. Dalam hal ini pemasaran melibatkan sejumlah fungsi manajerial yang saling berhubungan dalam suatu proses manajemen, yaitu analisis, planning, implementation, dan control.40
Pemasaran juga merupakan proses medefinisikan, mengantisipasi, menciptakan serta memenuhi kebutuhan pelanggan atas barang dan jasa. Menurut Melayu S.P pemasaran adalah kegiatan yang diarahkan untuk memuaskan kebutuhan dan keinginan melalui proses pertukaran. Pemasaran merupakan hal yang sangat penting dalam memperkenalkan dan menjual sarana-sarana dan pengumpulan dana (input) dan penyaluran kredit.
37 Kotler dan Armstrong, Prinsip-prinsip Pemasaran, (Jakarta: Erlangga, 2018), hlm. 7-8.
38 Andrianto, Didin Fathudin, Anang Firmansyah, Manajemen Bank. (Surabaya: CV Penerbit Qiara Media, 2019), hlm. 293.
39 Indriyani, Rizal Fahlevi, “Efektivitas Pemasaran Bank Syariah Menggunakan Media Sosial Instagram di Indonedia”. Paradigma. Vol. 17. No 1. 2020, hlm. 4.
40 Lili Suryati, Manajemen Pemasaran. (Yogyakarta: CV Budi Utama, 2015), hlm. 2.
c. Pengertian Strategi Pemasaran/Marketing
Strategi marketing adalah suatu yang meliputi sistem yang berhubungan dengan tujuan untuk merencanakan dan memutuskan harga sampai dengan mempromosikan barang dan jasa yang bisa memuaskan konsumen.41 Menurut kamus besar bahasa Indonesia bahwa strategi pemasaran adalah rencana untuk memperbesar pengaruh terhadap pasar, baik dalam jangka pendek maupun dalam jangka panjang. Yang didasarkan pada riset pasar, penilaian, perencanaan produk, promosi, dan perencanaan penjualan, serta distribusi.42
Strategi pemasaran merupakan hal yang sangat penting bagi perusahaan dimana strategi pemasaran merupakan suatu cara mencapai tujuan dari sebuah perusahaan. Hubungan strategi dan pemasaran menjadi penting dalam dunia bisnis, karena pada hakikatnya hubungan ini merupakan langkah-langkah kreatif yang berkesinambungan yang diupayakan oleh sebuah perusahaan guna mencapai target pemasaran terbaik dalam rangka mewujudkan kepuasan konsumen secara maksimal.43 Adapun strategi pemasaran adalah logika pemasaran yang dilaksanakan dengan harapan bahwa unit bisnis akan mencapai sasaran pemasaran. Ada tiga elemen yang menjadi strategi pemasaran syariah, yaitu diferensiasi, bauran pemasaran, dan penjualan.44
Kemampuan menjual pada situasi yang sangat kompleks ini merupakan suatu tantangan yang amat besar karena semakin berkembangnya pengetahuan nasabah.
Dalam industri jasa keuangan, fokus keberhasilan penjualan telah berubah dari pendekatan produk dan “penawaran khusus hari ini” menjadi pendekatan konsultatif, yaitu para petugas yang langsung berhubungan dengan nasabah perlu dibekali dengan kemampuan mendengarkan, memahami kebutuhan nasabah, dan teknik menjual yang baik.
Sebelum lebih jauh melaksanakan penjualan, sangat penting seorang sales di bank memahami dengan baik konsep dasar pemasaran, diantaranya menyusun rencana pemasaran, memahami segmentasi produk dan siapa marketnya, dan dukungan lain sehingga proses menjual akan lebih efektif. Pemasaran merupakan proses sosial, baik individu maupun kelompok, untuk mendapatkan apa yang
41 Siagian Sondang, Manajemen Strategik, (Yogyakarta: Bumi Aksara, 2012), hlm. 75.
42 Departemen Pendidikan Nasional, Kamus Besar Bahasa Indonesia, (Jakarta: PT Gramedia Pustaka
Utama, 2013), hlm. 1341.
43 Agus Hermawan, Komunikasi Pemasaran, (Malang: Erlangga, 2012), hlm. 34.
44 Nurul Huda, Pemasaran Syariah, (Depok: Kencana, 2017), hlm. 136.
mereka butuhkan dan inginkan dengan menciptakan, menawarkan, dan secara bebas mempertukarkan produk dan jasa yang bernilai dengan pihak lain. Agar proses menjual produk tersebut dapat berjalan sesuai harapan maka haruslah disusun strategi pemasarannya. Dalam proses penyusunan strategi pemasaran, beberapa hal berikut perlu dipertimbangkan: 45
1) Segmentation, proses memilih kelompok nasabah berdasarkan keinginan, kekuatan dan daya beli. Dengan segmentasi, seorang sales akan mudah memasarkan produk sesuai dengan kebutuhan nasabahnya.
2) Targeting, proses menentukan siapa (nasabah yang mana) dan berapa banyak yang akan ditawarkan, produk yang akan dijual. Proses ini mempertimbangkan segmentasi nasabah dan kesesuaian produk yang ditawarkan.
3) Positioning, proses menentikan posisi produk sedemikian rupa sehingga pasar/nasabah yang menjadi sasaran mengenai tawaran dan citra khas perusahaan. Jika perusahaan tidak melakukan penetapan posisi dengan baik, pasarnya akan bingung.
Menurut Sri Rezki Hartono,”Strategi pemasaran adalah penetapan kebijakan pemasaran mengendalikan faktor yang dapat dikuasai serta faktor diluar kekuasaan perusahaan untuk mencapai tujuan perusahaan melalui pemasaran konsumen (marketing signature).46 Pada umumnya, orang yang mengasumsikan pemasaran atau memasarkan barang yaitu menjual agar laku terjual. Hal tersebut hanyalah sebagian kecil dari kegiatan pemasaran. Pemasaran meliputi jenis produk, bagaimana cara menyalurkan produk tersebut kepada konsumen, seberapa tinggi harga yang seharusnya ditetapkan terhadap produk tersebut yang cocok dengan kondisi konsumennya, serta bagaimana kondisi persaingan yang dihadapi oleh perusahaan.47
45 Andrianto, Didin Fathudin, Anang Firmansyah, Manajemen Bank. (Surabaya: CV Penerbit Qiara Media, 2019), hlm.296-297.
46 Sri Rezeki Hartono, Kamus Hukum Ekonomi, (Semarang: PT. Ghalia Indonesia, 2010), hlm. 171.
47 Indriyo Gitosudarmo, Manajemen Strategis, (Yogyakarta: BPFE, 2001), hlm. 183.
Adapun variabel pada strategi pemasaran terbagi menjadi dua yaitu:48 1) Variabel yang tidak dapat dikontrol, meliputi:
a) Keadaan Persaingan
Adalah suatu kesulitan bagi seorang pengusaha untuk menduga kapan pesaing baru akan muncul. Oleh sebab itu, pengusaha harus selalu memperbaiki produk atau pelayanan usahanya.
b) Perkembangan Teknologi
Kapan akan muncul teknologi baru yang memperbaiki proses produksi baik dari segi efisiensi maupun dari segi model sulit diduga. Untuk mengatasi hal ini pengusaha harus mencoba menggunakan teknologi baru lebih cepat dari pesaing yang lain.
Namun dalam hal ini juga ada resiko, teknologi yang baru muncul akan disusul oleh teknologi lain yang lebih canggih. Oleh sebab itu perlu pertimbangan yang matang.
2) Variabel yang dapat dikontrol a) Market Segmentation
Dalam kebijaksanaan pemasaran, pengusaha harus menetapkan strategi arah sasaran dan pemasarannya. Apakah pemasaran ditujukan keseluruh lapisan masyarakat atau hanya menetapkan segmen pasar tertentu.
b) Marketing Budget
Marketing budget adalah strategi penetapan jumlah dana untuk kegiatan pemasaran yang sangat mempengaruhi keberhasilan strategi pemasaran.
d. Tujuan Strategi Pemasaran
Adapun tujuan dari strategi pemasaran yaitu:49
1) Untuk meningkatkan kualitas koordinasi dalam suatu perusahaan
2) Untuk mengukur hasil pemasaran perusahaan berdasarkan standar yang berlaku.
3) Untuk memberikann dasar yang logis dalam setiap pengambilan keputusan usaha.
48 Buchari Alma, Manajemen Pemasaran dan Pemasaran Jasa, (Bandung: Alfabeta, 2004), hlm. 202.
49 Ibid, hlm. 137.
4) Untuk meningkatkan kemampuan dalam beradaptasi apabila terdapat indikasi perubahan dalam pemasaran.
e. Strategi Pemasaran Syariah
Strategi pemasaran bank syariah adalah cara-cara seseorang bersosialisasi, bersilaturahmi, berniaga dan melakukan aktivitas bisnis dengan cara memasarkan produk dan jasa kepada orang lain dan tidak mengandung kezaliman serta merugikan orang lain. Definisi pemasaran islam adalah seluruh peroses baik proses penciptaan, proses penawaran maupun proses perubahan nilai tidak boleh ada hal-hal yang bertentangan dengan akad dan prinsip-prinsip muamalah yang islamiah.50
Adapun pemasaran dalam perspektif islam yaitu kegiatan berbisnis yang memungkinkan siapapun melakukannya bertumbuh serta mempergunakan kemanfaatannya yang dilandasi sikap kejujuran, keadilan, keterbukaan dan keikhlasan sesuai dengan prinsip pada akad bermuamalah islami atau perjanjian transaksi bisnis dalam islam. Adapun tujuan dari penerapan syariah di dalam sebuah pemasaran yaitu untuk kemaslahatan umat manusia.51
Menurut Kertajaya dalam buku Bucharri Alma Syariah Marketing adalah strategi bisnis yang harus memayungi seluruh aktivitas dalam sebuah perusahaan, meliputi seluruh proses, menciptakan, menawarkan, pertukaran nilai, dari seorang produsen, atau satu perusahaan atau perorangan yang sesuai dengan ajaran islam.52
Pasar syariah sering kali dikatakan sebagai pasar yang bersifat emosional sementara pasar konvensional adalah pasar yang rasional. Maksud dari pernyataan tersebut adalah orang hanya tertarik untuk berbisnis pada pasar syariah hanyalah karena alasan emosional keagamaan semata dan bukan karena ingin mendapatkan keuntungan financial yang menurut sebagian pihak dikatakan sebagai suatu yang bersifat rasional.53
50 Ibid, Hal. 21.
51 Mahilda Anastasia Putri, Renny Oktavia, “Strategi Pemasaran Syariah dalam Meningkatkan Daya
Saing UMKM Kerupuk Desa Tlasih Tulangan Sidoarjo”. Jurna Tabarru. Vol. 4 No. 2. 2021, hlm. 435.
52 Buchari Alma dan Donni Juni Priansa, Manajemen Bisnis Syariah, (Bandung: Alfabeta, 2014), hlm.
347.
53 M. Nur Rianto Al Arif, Dasar-dasar Pemasaran Bank Syariah, (Bandung: Alfabeta, 2010), hlm. 22.
Ada 4 konsep karakteristik yang terdapat pada syariah marketing.54 1) Ketuhanan (rabbaniyah)
Ketuhanan atau Rabbaniyah adalah satu keyakinan yang bulat, bahwa semua gerak gerik menusia selalu berada dibawah pengawasan Allah SWT.
Salah satu ciri pemasaran syariah adalah sifatnya yang religius. Jiwa seorang syariah marketer menyakini bahwa hukum-hukum syariat yang bersifat ketuhanan merupakan hukum yang paling adil, sehingga akan mematuhinya dalam setiap aktivitas pemasaran yang dilakukan. Dalam setiap langkah, aktivitas, dan kegiatan yang dilakukan harus selalu menginduk kepada syariat islam.
Dengan konsep ini seorang pemasar syariah akan sangat hati-hati dalam perilaku pemasarannya dan berusaha untuk tidak merugikan konsumen. Apabila seorang pemasar syariah hanya berorientasi pada keuntungan maka ia dapat nerugikan konsumen dengan memberikan janji palsu. Namun seorang pemasar syariah memiliki orientasi maslahah, sehingga tidak hanya mencari keuntungan namun diimbangi pula dengan keberkahan didalamnya.
2) Etis (akhlaqaniyyah)
Etis dan Akhlaqiyyah artinya semua perilaku berjalan di atas norma etika yang berlaku umum. Pada ekonomi barat, ada teknik menetapkan harga setinggi-tingginya yang disebut “skimming price”. Dalam ajaran syariah tidak dibenarkan mengambil keuntungan sebesar-besarnya, tapi harus dalam batasan-batasan kelayakan dan tidak boleh melakukan perang harga dengan niat menjatuhkan pesaing.
3) Realistis (al-waqi-yyah)
Realistis atau Al-waqi-yyah yang artinya sesuai dengan kenyataan jangan mengada-ada apalagi yang menjurus kepada kebohongan. Syariah marketing bukanlah konsep yang ekslusif fanatis, anti modernitas, dan kaku, melainkan konsep pemasaran yang fleksibel.
54 Buchari Alma dan Donni Juni Priansa, Manajemen Bisnis Syariah, (Bandung: Alfabeta, 2014), hlm.
350.
4) Humantis (insaniyyah)
Humantis atau Insaniyyah yang artinya berprikemanusiaan, menghormati sesame. Pemasaran berusaha membuat kehidupan menjadi lebih baik. Jangan sampai kegiatan pemasaran malah sebaliknya merusak tatanan hidup dimasyarakat, menjadi kehidupan bermasyarakat terganggu, seperti hidupnya gerombolan hewan, tidak ada aturan dan yang kuat yang berkuasa.
f. Fungsi Strategi Pemasaran
Menurut Fandy Tjipono, aspek pokok pemasaran meliputi enam hal, yaitu:55 1) Pemasaran berkenaan dengan upaya memuaskan kebutuhan dan keinginan
pelanggan.
2) Pemasaran mencakup pertukaran, dimana pemasar dan pelanggan saling memberikan sesuatu yang bernilai, sehingga masing-masing pihak mendapatkan manfaat spesifik.
3) Pemasaran membutuhkan keputusan menyangkut 4P (product, place, price dan promotion) untuk produk fisik dan 7P (price, place, promotion, people, process dan psucolevidance) untuk jasa.
4) Pemasaran dapat dilakukan oleh individu maupun organisasi.
5) Pemasaran berlangsung dalam berbagai setting atau konteks.
6) Pemasaran membantu proses menciptakan nilai (value) bagi pelanggan g. Peran Strategi Pemasaran
Secara garis besar, peran penting pemasaran diwujudkan melalui 8 fungsi universal meliputi :56
1) Buying, yakni memastikan bahwa produk yang dijual tersedia dalam jumlah memadai agar dapat memenuhi permintaan pelanggan.
2) Selling, yakni menggunakan periklanan, personal selling dan promosi penjualan untuk menyelaraskan produk dengan kebutuhan pelanggan.
3) Trasporting, berkenaan dengan memindahkan produk dari lokasi produksi ke lokasi yang nyaman diakses oleh para pembeli.
4) Storing, berkaitan dengan aktivitas menyimpan produk sampai dibutuhkan untuk dijual.
55 Fandy Tjipono, Strategi Pemasaran, (Yogyakarta: CV. Andi Offset, 2015), hlm. 14.
56 Ibid, hlm. 16.
5) Standardizing and Grading, yakni memastikan bahwa produk sesuai dengan pengendalian kualitas dan kuantitas dalam hal ukuran, berat dan variabel lainnya.
6) Financing, yakni menyediakan fasilitas kredit kepada anggota saluran distribusi (pedagang grosir dan pengecer) dan konsumen.
7) Risk taking, yaitu menghadapi segala ketidakpastian berkenaan dengan pembelian yang dilakukan pelanggan dimasa datang.
8) Securing marketing information, menyangkut pengumpulan informasi mengenai konsumen, pesaing dan seluruh distribusi demi kepentingan pengambilan keputusan pemasaran
6. Media Sosial
a. Pengertian Media Sosial
Media sosial (net working) adalah sebuah media online dimana para penggunanya bisa dengan mudah berpartisipasi, berbagi, dan menciptakan isi meliputi blog, sosial network atau jejaring sosial, wiki forum dan dunia virtual.
Media sosial menggunakan teknoligi berbasis web yan mengubah komunikasi menjadi dialog interaktif. Beberapa situs media sosial yang popular sekarang ini antara lain: whatsaap, facebook, youtube, twitter, Wikipedia, blog, dan lain-lain.57
Media sosial juga diartikan diargumentasikan sebagai media yang tepat bagi pemasaran karena kemudahan akses. Dengan menggunakan media sosial baik melalui blog, sosial networking, facebook, dan instagram merupakan langkah startegis dalam memasarkan hasil produk. Selain dapat mengurangi biaya promosi, media sosial juga memiliki jangkauan yang lebih luas dan mudah diakses dalam mempromosikan produknya dibandingkan dengan memasarkan secara konvesional.58
Adapun menurut Rully Nasrullah dalam buku Media Sosial perpektif komunikasi, budaya, dan sosioteknologi, media sosial adalah medium di internet yang memungkinkan pengguna merepresentasikan dirinya maupun berinteraksi,
57 Ibid, hlm. 22.
58 Ibid, hlm. 24.
bekerja sama, berbagi, berkomunikasi dengan pengguna lain, dan membentuk ikatan sosial secara viritual.59
Media sosial memiliki 6 karakteristik, antara lain: jaringan (network), informasi (information), arsip (archive), interaksi (interactivity), konten oleh pengguna (user generated content), dan penyebaran (share/sharing).60
1) Jaringan (network) antar pengguna
Media sosial memiliki karakter jaringan sosial karena terbangun dari struktur sosial yang terbentuk dalam jaringan (internet). Jaringan yang terbentuk antar pengguna ini dimediasi oleh perangkat teknologi, seperti komputer, telepon genggam, atau tablet. Karakteristik jaringan ini tidak memperdulikan apakah secara offline pengguna saling mengenal atau tidak, namun kehadiran media sosial ini memberikan medium bagi pengguna untuk saling terhubung.
2) Informasi (information)
Pada media sosial, informasi adalah sebuah wujud yang penting, sebab media sosial mengkreasikan representasi identitasnya, memproduksi konten, dan melakukan interaksi atas dasar informasi. Bahkan, informasi menjadi semacam komoditas dalam masyarakat.
3) Arsip (archive)
Sebagai bagian dari media baru , hal ini menjadi kekuatan dari media sosial, yakni dapat mengarsip atau menyimpan data yang ada didalamnya serta dapat diakses kapanpun melalui perangkat apapun.
4) Interaksi (interactivity)
Media sosial bukan hanya menghadirkan jaringan antar pengguna, namun juga harus dibangun dengan interaksi didalamnya. Sebagai contoh , pemberian like atau komentar adalah bagian dari interaksi di media sosial ini. Interaksi dalam kajian media merupakan salah satu pembeda antara media lama (old media) dan media baru (new media).
5) Konten oleh Pengguna (user generated content)
Karakteristik ini mengungkapkan bahwa konten yang ada dimedia sosial adalah milik dan kontribusi pengguna akun. Jika pada media lama khalayak
59 Rully Nasrullah, Media Sosial Perspektif Komunikasi, Budaya, dan Sosioteknologi, (Bandung:
Simbosa Rekatama Media, 2017), hlm. 11.
60 Ibid, hlm. 12-13
sebatas menjadi objek atau sasaran yang pasif dalam pendistribusian pesan, namun pada media baru menawarkan perangkat atau alat serta teknologi yang baru yang memungkinkan khalayak untuk mengarsipkan, memberi keterangan, dan menyirulasi ulang konten media.
6) Penyebaran (share/sharing)
Penyebaran terjadi dalam dua jenis, pertama, melalui konten dan kedua, adalah perangkat. Di media sosial, konten tidak hanya diproduksi oleh khalayak pengguna, tetapi juga didistribusikan secara manual oleh pengguna lain. Melalui perangkat, penyebaran bisa dilihat bagaimana teknologi menyediakan fasilitas untuk memperluas jangkauan.
b. Manfaat Media Sosial
Berikut ini adalah manfaat media sosial:61 1) Membangun hubungan
Manfaat utama dari pemasaran media sosial adalah kemampuan untuk membangun hubungan dengan konsumen secara aktif.
2) Membangun merek
Percakapan melalui media sosial menyajikan cara sempurna untuk meningkatkan brand awareness, meningkatkan pengenalan dan ingatan akan merek dan meningkatkan loyalitas merek.
3) Publisitas
Pemasaran melalui media sosial menyediakan outlet dimana perusahaan dapat berbagi informasi penting dan memodifikasi presepsi negatif.
4) Promosi
Melalui Pemasaran media sosial, memberikan diskon eksklusif dan peluang untuk audiens untuk membuat orang-orang merasa dihargai dan khusus, serta untuk memenuhi tujuan jangka pendek.
5) Riset pasar
Menggunakan alat-alat dari web sosial untuk belajar tentang pelanggan, membuat profil demografi dan perilaku pelanggan, belajar tentang keinginan dan kebutuhan konsumen, serta belajar tentang pesaing.
61 Ibid, hlm. 32.
c. Jenis-jenis Media Sosial
Dalam penelitian yang akan dilakukan ini mempunyai batasan penggunaan media sosial yang digunakan oleh bank yaitu facebook, instagram, twitter, dan whatsaap, dalam dalam penggunaan ada perbedaan fungsi facebook, instagram, twitter berfungsi untuk media pemasaran dan promosi sedangkan whatsaap untuk media komunikasi dengan nasabah.
1) Facebook
Menjamurnya jejaring sosial seperti facebook ini membuka peluang yang sangat baik bagi siapa saja untuk melakukan aktivitas marketing dengan lebih baik dan berbiaya yang relatif murah