BAB I PENDAHULUAN
G. Metode Penelitian
1. Pendekatan Penelitian
Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang bertujuan untuk mengidentifikasi Upaya Guru dalam Meningkatkan Kemampuan membaca Al-Qur’an pada Siswa kelas V dengan jenis studi kasus. Penelitian studi kasus merupakan penelitian yang lebih menekankan pada kedalaman informasi serta bersifat deskriftif dengan data yang berbentuk kata-kata atau gambar pada suatu tempat tertentu.32
Alasan peneliti memilih jenis penelitian kualitatif yaitu karena peneliti ingin mengetahui secara detail terkait dengan upaya guru dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an Siswa pada MI NW Nurul Haramain Narmada.
2. Kehadiran Peneliti
Dalam penelitian ini, menggunakan penelitian kualitatif. Jadi, peneliti sangat dibutuhkan kehadirannya
32 Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan, (Bandung : Alfabeta, 2016), hlm. 12-13
47
sebagai instrumen kunci dalam penelitian di lapangan,
“dalam metode penelitian, peneliti berperan sebagai instrumen kunci”.33Kehadiran peneliti bukanlah untuk mempengaruhi subjek penelitian tetapi untuk mendapatkan data dan informasi yang akurat. Untuk mendapatkan data yang akurat dapat digunakan beberapa metode, yaitu metode wawancara, observasi, dan dokumentasi.
Dalam pelaksanaannya, peneliti hadir di lapangan mulai dari adanya persetujuan untuk meneliti dari pihak yang berwenang dilokasi penelitian, dengan cara mendatangi lokasi penelitian pada waktu tertentu dan tidak terjadwal secara formal. Adapun tujuan utama kehadiran peneliti dilokasi penelitian yaitu, untuk melakukan upaya pengumpulan data yang berhubungan dengan Upaya guru dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an Siswa kelas V di MI NW Nurul Haramain Narmada. Guna mendapat data yang lebih valid
33 Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan, (Bandung: Alfabeta, 2007), hlm. 59
48
dan akurat seperti yang diinginkan atau yang diharapkan oleh peneliti, baik itu data yang berhubungan langsung atau tidak langsung dengan permasalahan yang diangkat oleh peneliti sebagai judul skripsi.
3. Lokasi Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan di MI NW Nurul Haramain Narmada, Jl. Tegal Banyu Lembuak Kebon Narmada, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, Kode Pos 83371.
4. Sumber Data
Yang dimaksud dengan sumber data dalam penelitian ini adalah subjek dari mana, data diperoleh menggunakan dua sumber data yaitu:
a. Sumber data primer, yaitu data yang langsung dikumpulkan oleh peneliti dari sumber pertamanya.
Adapun yang menjadi sumber data primer dalam penelitian ini adalah guru Khalaqoh ngaji di MI NW Nurul Haramain Narmada.
b. Sumber data sekunder, yaitu data yang langsung dikumpulkan oleh peneliti sebagai penunjang dari
49
sumber pertama. Dapat juga dikatakan data yang tersusun dalam bentuk dokumen-dokumen. Dalam penelitian ini dokumen transkrip wawancara, dan observasi kompetensi sosial guru merupakan sumber data sekunder.
5. Prosedur Pengumpulan Data
Prosedur pengumpulan data merupakan langkah yang paling utama dalam penelitian, Penelitian kualitatif adalah penelitian yang berusaha mengungkapkan mengenai seperti apa kondisi lapangan yang sebenarnya. Untuk mencapai penelitian itu, tentunya peneliti menggunakan metode yang beraneka ragam dalam proses pengumpulan data sehingga data yang didapatkan benar-benar valid.
Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan cara observasi, wawancaa dan dokumnetasi.
a. Observasi (Pengamatan)
Observasi Adalah dasar semua ilmu pengetahuan.
Para ilmuan hanya dapat bekerja berdasarkan data
50
yaitu fakta mengenai dunia kenyataan yang diperoleh melalui observasi.34 Observasi digunakan karena peneliti ingin lebih yakin tentang keabsahan data yang melalui pengalaman langsung di lapangan. Kegiatan mempelajari suatu gejala dan peristiwa melalui upaya melihat dan mencatat data informasi secara sistematis, penilaian tidak melibatkan diri pada kegiatan yang dilakukan atau dialami orang lain.
Dalam melakukan suatu pengamatan, peneliti mengamati proses Kegiatan khalaqoh ngaji yang sedang berlangsung di Aula MI NW Nurul Haramain Narmada. setelah itu peneliti merangkum hasil pengamatan tersebut secara menyeluruh ketika sudah berada di rumah atau kampus. Mengolah data mentah agar dapat dicerna dan dijabarkan sebagai laporan observasi.
Metode observasi akan menghasilkan informasi berupa kondisi Upaya yang dilakukan oleh guru
34 Sugiyono, “Metode Penelitian Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, Dan R&D”, (Bandung:Alfabeta, 2015), hlm 319.
51
dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Al- Qur’an Siswa kelas V di MI NW Nurul Haramain Narmada.
b. Wawancara (Interview)
Wawancara dalam penelitian ini dapat difahami sebagai tehnik pengumpulan data dengan cara melakukan serangkaian wawancara atau tanya jawab dengan narasumber dengan menggunakan tape recorder atau alat perekam lainya yang dapat menyimpan hasil wawancara tersebut. Peneliti juga harus membuat daftar pertanyaan yang akan diajukan kepada informan atau narasumber, agar kita tahu kebutuhan apa yang kita perlukan juga agar peneliti tidak melenceng dari topik pembahasan yang sedang dikaji.
Penelitian ini menggunakan teknik wawancara mendalam, dengan tujuan agar informasi yang didapat benar-benar dapat dibuktikan dan dapat dipercaya, teknik ini dengan cara Tanya jawab dan
52
tatap muka antara peneliti dan informan atau orang yang diwawancarai menggunakan problem wawancara. Dalam hal ini peneliti mengajukan beberapa pertanyaan terkait dengan Upaya Guru Dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Al- Qur’an Siswa kelas V Di MI NW Nurul Haramain Narmada, Tahun Pembelajaran 2021/2022.
Wawancara dilaksanakan berdasarkan pedoman wawancara yang telah disusun. Pedoman wawancara dirancang untuk mempermudah peneliti dalam menggali informasi mengenai Upaya Guru Dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Al- Qur’an Siswa Kelas V DI MI NW Nurul Haramain Narmada. Pedoman wawancara yang digunakan berdasarkan hasil analisis dari jawaban.
Informan dalam penelitian ini adalah guru khalaqoh ngaji di MI NW Nurul Haramain Narmada, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat.
c. Dokumentasi
53
1) Untuk mengetahui keadaan Guru di MI NW Nurul Haramain Narmada adalah dengan melihat sumber data yang ada pada papan data keadaan Guru dan menjelaskan bahwa jumlah Guru yang aktif secara keseluruhan di MI NW Nurul Haramain Narmada.
2) Untuk mengetahui keadaan Siswa di MI NW Nurul haramain Narmada adalah dengan melihat sumber yang ada pada papan data keadaan siswa di kantor MI NW Nurul Haramain Naramada dan juga menjelaskan bahwa jumlah siswa yang aktif di MI NW Nurul Haramain Narmada.
6. Teknik Analisis Data
Analisis adalah suatu usaha untuk mengurangi suatu masalah atau fokus kajian menjadi bagian-bagian sehingga susunan atau tatanan bentuk sesuatu yang diurai itu tampak dengan jelas. Adapun langkah-langkah dalam menganalisis data secara umum adalah sebagai
54 berikut:
a. Data Reduction (Redukasi Data)
Reduksi data merupakan proses menyeleksi, menentukan, fokus, menyederhanakan, meringkas, dan mengubah bentuk data, “mentah” yang ada dalam catatan lapangan. Dalam proses ini dilakukan penajaman, pemilahan, pemfokusan, penyisihan data yang kurang bermakna, dan menanya sedemikian rupa sehingga kesimpulan akhir dapat ditarik dan diverifikasi.35
b. Data Display (Penyajiann Data)
Setelah melakukan reduksi data selanjutnya peneliti melakukan penyajian data. Dalam penelitian kualitatif penyajian data bisa dilakukan dalam bentuk uraian singkat, bagan, hubungan antar kategori flowchart dan sejenisnya. Dengan menyajikan data maka akan memudahkan peneliti untuk memahami apa yang terjadi, merencanakan kerja selanjutnya
35 Daryanto, Pembelajaran Tematik Terpadu…., hlm.84
55
berdasarkan apa yang telah dipahami.
c. Conclusion Drawing (Penarikan Kesimpulan)
Langkah terakhir dalam analisis data kualitatif yaitu penarikan kesimpulan dan verifikasi data. Dengan demikian kesimpulan dalam penelitian kualitatif mungkin dapat menjawab rumusan masalah yang telah dirumuskan sejak awal, akan tetapi mungkin saja tidak, karena masalah dan rumusan masalah dalam penelitian kualitatif masih bersifat sementara dan akan berkembang setelah penelitian langsung dilapangan.
Kesimpulan dalam penelitian kualitatif merupakan temuan dapat berupa deskripsi atau gambaran suatu objek yang sebelumnya masih remang-remang atau gelap sehingga setelah diteliti menjadi jelas, dapat juga berupa hubungan kausal atau interaktif, hipotesis atau teori.
7. Pengecekan Keabsahan Data
56
Pengecekan uji keabsahan data adalah proses yang sangat penting dalam sebuah penelitian yang harus dilakukan oleh setiap peneliti. Selain itu pengecekan keabsahan data memiliki manfaat agar peneliti mengetahui ketidak sempurnaan dari hasil penelitian sehingga dapat dilakukan penyempurnaan terhadap kekurangan yang ada.36
Dalam penelitian ini, teknik pengecekan uji keabsahan data yang digunakan yaitu:
a. Pengamatan Yang Panjang
Dengan melakukan pengamatan yang panjang berarti peneliti kembali kelapangan untuk melakukan pengamatan wawancara lagi dengan sumber data yang pernah ditemui maupun yang baru. Dengan pengamatan yang panjang, peneliti akan mengecek kembali data yang telah diperoleh sebelumnya, jika data tersebut ternyata tidak benar maka peneliti akan melakukan pengamatan kembali
36 Mohammad Ali Al Humaidy, “Etnis Tionghoa Di Madura, (Surabaya:CV, Jakad Media Publishing,2020), hlm 77.
57
untuk memperoleh data yang lebih akurat.
b. Meningkatkan ketekunun
Meningkatkan ketekunan berarti peneliti melakukan pengamatan secara lebih cermat dan teliti. Dengan demikian kepastian data dan urutan peristiwa akan dapat direkam secara pasti dan sistematis. Peneliti ini dapat melakukan pengecekan kembali apakah data yang diperoleh salah atau tidak. Dengan demikian peneliti dapat memberikan deskripsi data yang akurat dan sistematis.
c. Triangulasi
Tujuan triangulasi adalah untuk mengecek kebenaran data tertentu dengan cara membandingkan dengan data yang telah diperoleh sebelumnya dari sumber lain pada berbagai fase penelitian lapangan. Adapun triangulasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
1) Triangulasi Sumber
58
Triangulasi sumber untuk menguji kredibilitas data yang dilakukan dengan cara mengecek data yang diperoleh melalui beberapa sumber. Triangulasi sumber ini akan peneliti gunakan membandingkan informasi yang didapatkan satu dengan yang lainya.
adapun sumber dalam penelitian ini adalah Guru Khalaqoh ngaji MI NW Nurul Haramain Narmada.
2) Triangulasi Teknik
Triangulasi teknik adalah teknik menguji kredibilitas data yang dilakukan dengan cara mengecek data kepada sumber yang sama dengan teknik yang berbeda. pengumpulan data Triangulasi teknik berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi.
3) Triangulasi Waktu
Waktu sering mempengaruhi Kredibilitas data.
Dalam rangka pengujian kredibilitas data dapat dilakukan dengan cara observasi, wawancara, atau teknik lain dalam waktu atau situasi yang berbeda.
59
bila hasil uji penghasilan data yang berbeda maka dilakukan secara berulang-ulang sehingga sampai ditemukan kepastian datanya.
d. Menggunakan Bahan Referensi
Menggunakan Bahan Referensi disini adalah adanya bukti pendukung untuk memastikan data yang telah ditemukan oleh peneliti sehingga yang ditemukan dilapangan akan lebih dapat dipercaya.
sebagai contoh hasil wawancara dapat didukung dengan adanya rekaman wawancara atau foto interaksi antara pewawancara dan narasumber.