• Tidak ada hasil yang ditemukan

Metode Penelitian

Dalam dokumen manajemen pelayanan ibadah haji dan umrah (Halaman 55-62)

1. Umrah tidak mempunyai waktu tertentu dan tidak bisa ketinggalan waktu

2. Dalam umrah tidak ada wukuf di Arafah dan tidak ada pula mabith di Muzdalifa

3. Dalam umrah tidak ada kegiatan melontar jumrah 4. Pada umrah tidak ada menjamak dua shalat

5. Dalam umrah tawaf qudum dan tidak ada pula khutbah

6. Miqat umrah adalah di tanah halal bagi semua orang, tanpa terkecuali.

7. Umrah berbeda dengan haji dari segi hukum, bila umrah itu hukumnya sunnah muakkad, sedangkan haji adalah fardhu.

Ditinjau dari sifat penyajian datanya, penulis menggunakan metode deskriptif yang mana metode deskriptif merupakan penelitian yang tidak mencari atau menjelaskan hubungan, tidak menguji hipotesis atau prediksi.1 Metode deskriptif digunakan sebagai cara yang praktis untuk menjelaskan dan menjabarkan pelayanan ibadah haji dan umrah.

Seperti buku Albi Anggito dan Johan Setiawan yang berjudul

“Metodologi Penelitian Kualitatif” oleh Denzin dan Lincoin mendefinisikan penelitian kualitatif sebagai penelitian yang menggunakan latar alamiah dengan maksud menafsirkan fenomena yang terjadi dan dilakukan dengan melibatkan berbagai metode yang sudahada.1 Alasan penulis menggunakan metode kualitatif ini karena ingin menggali informasi yang dibutuhkan dari objek penelitiannya saat berada di lapangan.

2. Kehadiran Peneliti

Dalam penelitian ini, peneliti sendiri atau dengan bantuan orang lain merupakan alat pengumpulan data utama. Kehadiran peneliti mutlak diperlukan, karena hanya manusia sebagai alat yang dapat berhubungan dengan responden atau objek lainnya, dan hanya manusialah yang mampu memahami kaitan kenyataan-kenyataan di lapangan. Oleh karena itu pada

waktu mengumpulkan data di lapangan, peneliti berperan serta dan mengikuti secara aktif kegiatan-kegiatan di lapangan. Kedudukan peneliti didalam penelitian kualitatif cukup rumit karna peneliti merupakan perencana, pelaksana pengumpulan data, analisis, penafsir data, dan pada akhirnya peneliti sebagai pelapor hasilnya.

3. Sumber Data

Sumber data ini merupakan sesuatu yang penting digunakan dalam penelitian guna menjelaskan valid atau tidaknya sebuah penelitian. Dalam hal ini penulis menggunakan:

a) Data primer

Data Primer, adalah sumber data yang utama dan didapatkan melalui kata ataupun sebuah tindakan dari orang- orang yang diamati ataupun akan diwawancarai. Data ini diperoleh melalui wawancara dan akan didukung dengan observasi. Pada penelitian kali ini yang termasuk pada data primer yakni dari hasil wawancara dengan pimpinan, staff, dan jamaah PT.

a. Pimpinan

Dari pimpinan PT Mastour Haji dan Travel diperoleh data secara akurat mengenai gambaran umum travel haji dan umrah yang meliputi: Letak Geografis, sejarah berdirinya, profil, visimisi, keadaan staff, struktur organisasi, sarana dan prasarana dan seluruh kegiatan yang mendukung segala aktifitas pengelolaan lembaga guna mengembangkan.

b. Staff

Staff ini adalah pihak pertama yang berinteraksi langsung dalam pelayanan travel haji maupun umrah dan peneliti memerlukan data mengenai kegiatan pelayanan dan peranan manajemen pelayanan dalam memeberikan pengelolaan didalamnya.

c. Jamaah

Jamaah ini adalah sebagai sumber data yang nyata dari semua program yang telah diaplikasikan oleh pihak Travel.

Dari jamaah ini dapat kita memperoleh data yang valid dalam keberhasilan program PT Mastour Haji dan Travel atapun sebaliknya program-program itu bisa gagal diterapkan.

b) Data sekunder

Data yang diperoleh dari dokumen, publikasi yang sudah dalam bentuk jadi. Data sekunder disini yaitu data yang akan diperoleh melalui arsip, laporan, buku-buku, dokumentasi, data statistic serta dari pengamatan objek yang akan diteliti.

4. Tehnik pengumpulan data

Dalam penelitian ini, teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sumber data yang paling umum digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumen, kadang-kadang dipergunakan secara bersama-sama dan kadang-kadang secara individual.

Semua jenis data ini memiliki satu aspek kunci secara umum :analisisnya terutama tergantung pada keterampilan integratif dan interpretative dari peneliti. Interpretasi diperlukan karena data yang dikumpulkan jarang berbentuk angka dan karena data kaya dan panjang.1

a) Metode Wawancara

Wawancara yaitu mengumpulkan data dengan melalui proses Tanya jawab bagi secara lisan melalui dua orang ataupun lebih yang berhadapan secara langsung.1

Pada saat melakukan wawancara disini penulis berkomunikasi secara langsung dan bisa mengajukan beberapa pertanyaan kebeberapa pihak yang bersangkutan dari informan. Adapun narasumbernya adalah pimpinan PT Mastour Haji dan Travel, staff PT Mastour Haji dan Travel, jamaah PT Mastour Haji dan Travel.

b. Metode observasi

Observasi adalah pengamatan, perhatian, dan pengawasan untuk mengumpulkan data atau menjaring data terhadap subyek atau obyek penelitian secara seksama (cermat dan teliti) dan sistematis.6

Observasi ini penulis melakukan pengamatan dan mencatat secara langsung terhadap objek penelitianya itu proses pelayanan haji dan umrah di PT Mastour haji dan travel. Metode penelitian yang digunakan untuk mengumpulkan data tentang gambaran umum mengenai PT Mastour Haji dan Travel.

c. Metode dokumentasi

6 Supardi, Metodologi Penelitian Ekonomi dan Bisnis, (Yogyakarta: UUI Press, 2005), hlm. 136.

Dokumentasi adalah metode mencari data mengenai hal-hal atau variabel yang berupa catatan, transkip, buku, suratkabar, majalah, prasasti, notulen rapat, agenda dan sebagainya. 1 Beberapa data pendukung didapatkan melalui dokumen penting seperti dokumen lembaga yang diteliti. Disamping itu juga foto dan beberapa sumber tertulis lainnya yang dijadikan pendukung yang akan peneliti gunakan nanti. Didalam penelitian ini penulis berencana akan mengumpulkan data tersebut dengan menggandakan ataupun memfoto dokumen contohnya itu piagam dan beberapa alumni yang pernah menggunakan jasa biro perjalanan PT Mastour Haji dan Travel, struktur organisasi serta tugas personal.

5. Tehnik analisis data

Analisis data adalah proses mencari dan menyusun secara sistematis data yang diperoleh dari hasil wawancara, catatan lapangan dan dokumentasi, dengan cara mengorganisasikan data kedalam suatu kategori, menjabarkan kedalam unit-unit, melakukan sintesis, menyusun kedalam pola, memilih mana yang penting dan yang akan dipelajari, dan membuat kesimpulan sehingga mudah dipahami oleh diri sendiri maupun orang lain.1

Dalam hal ini penulis menggunakan analisis deskriptif kualitatif dengan teknik induktif yaitu dengan cara pengumpulan data, reduksi data, verivikasi data, dan pengambilan kesimpulan. Yaitu penulis berusaha menggambarkan objek penelitian (pelayanan jamaah haji dan umrah) dengan apa adanya yaitu sesuai dengan kenyataan, adapun yang dijadikan objek penelitian adalah data tentang manajemen pelayanan serta faktor pendukung dan penghambat dalam melakukan pelayanan haji dan umrah.

Metode yang akan peneliti gunakan nanti pada saat melakukan penelitian yakni metode survey dengan pendekatan kualitatif, yang berarti setiap data yang akan diperoleh peneliti akan peneliti jelaskan dengan berbagai persepsi dan sesuai dengan judul penelitian. Analisis deskriptif ini digunakan untuk menggambarkan populasi yang sedang diteliti ole peneliti. Analisis deskriptif dimaksudkan untuk memberikan data yang diamati agar bermakna dan komunikatif.

Dalam dokumen manajemen pelayanan ibadah haji dan umrah (Halaman 55-62)

Dokumen terkait