BAB I PENDAHULUAN
G. Metode Penelitian
1. Pendekatan Penelitian
Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Penelitian ini merupakan metode penelitian yang
46 Ibid, Hlm. 10-15
38
berusaha menggambarkan dan mendeskripsikan serta menginterpretasikan objek sesuai dengan kenyataan dilapangan.
Metode penelitian kualitatif adalah metode penelitian yang digunakan untuk meneliti pada kondisi objek yang alamiah (sebagai lawannya adalah eksperimen) dimana peneliti adalah sebagai instrumen kunci, teknik pengumpulan data dilakukan secara triangulasi (gabungan), analisis data bersifat induktif dan hasil penelitian kualitatif lebih menekankan makna dari pada generalisasi.47 Secara harfiah, penelitian deskriptif adalah penelitian yang bermaksud untuk membuat pemaparan (deskripsi) mengenai situasi-situasi atau kejadian-kejadian.48
2. Kehadiran Peneliti
Dalam penelitian ini, peneliti secara langsung sebagai instrumen kunci dalam melakukan observasi lapangan untuk mengamati secara langsung objek yang diteliti. Dalam hal ini, peneliti melalui pengamatan langsung dan wawancara dengan informan untuk mendapatkan data yang diperlukan mengenai Analisis Strategi pengembangan Museum Negeri Nusa Tenggara Barat bagai salah satu objek wisata budaya di Kota Mataram. Kehadiran peneliti dilapangan sebisa mungkin dilakukan dilapangan dengan efektif dan efesien untuk mendapatkan data-data yang dibutuhkan.
47 Beni Ahmad Saebani dan Yana Sutisna. Metode Penelitian, (Bandung:CV Pustaka Setia, 2018), Hlm. 122.
48 Ni Made Eka Mahadewi. Metodologi Penelitian Pariwisata, Usaha Perjalanan, dan Hospitaliti dari Konsep ke Implementasi, (Depok:PT Raja Grafindo Persada, 2018), Hlm 33.
39 3. Sumber dan Jenis Data
a. Sumber Data
Dalam penelitian ini, sumber data diperoleh dari pihak- pihak, seperti pimpinan dan pegawai Museum Negeri Nusa Tenggara Barat dan pengunjung museum yang berada dalam lingkup Museum Negeri Nusa Tenggara Barat.
b. Jenis data dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
1) Data Primer adalah informasi yang diperoleh dari sumber- sumber primer, yakni yang asli, informasi dari tangan pertama atau narasumber.49 Data primer yang dikumpulkan berdasarkan penelitian dilapangan berupa data laporan yang akan diperoleh dari hasil wawancara dan observasi.
2) Data sekunder adalah informasi yang diperoleh tidak secara langsung dari narasumber, tetapi dari pihak ketiga.50 Data sekunder yang diperoleh adalah data-data yang bersumber dari buku kepustakaan, catatan, dan dokumen profil Museum Negeri Nusa Tenggara Barat.
4. Teknik Pengumpulan Data
Dalam melakukan penelitian ini, peneliti memperoleh data dengan menggunakan beberapa metode dalam pengumpulan data.
49Wardiyanta, Metode Penelitian Pariwisata, (Yogyakarta: CV. ANDI, 2010), Hlm. 28.
50 Ibid, Hlm. 28.
40
berikut metode dalam pengumpulan data lapangan yang digunakan oleh peneliti, yaitu:
a. Observasi
Metode observasi adalah cara mengumpulkan data berlandaskan pada pengamatan langsung terhadap gejala fisik objek penelitian.51 Observasi ialah pengamatan dengan pencatatan yang sistematis terhadap gejala-gejala yang diteliti.52
Dalam melakukan penelitian ini, peneliti menggunakan observasi partisipatif dalam bentuk partisipasi moderat (moderate participation), yaitu terdapat keseimbangan antara peneliti menjadi orang dalam dengan orang luar. Peneliti dalam mengumpulkan data ikut observasi partisipatif dalam beberapa kegiatan tapi tidak semuanya.53
Dalam hal ini, aspek-aspek yang akan di observasi adalah tempat, pelaku/narasumber dan aktivitas atau kegiatan.
1. Tempat, yakni lokasi yang menjadi tempat penelitian, yaitu lingkungan Museum Negeri Nusa Tenggara Barat.
2. Pelaku/narasumber, yakni orang-orang yang berada dan menjadi bagian dari lingkup lingkungan Museum Negeri Nusa Tenggara Barat.
51 Ibid, Hlm. 32.
52 Hardani, dkk, Metode Penelitian Kualitatif & Kuantitatif, (Yogyakarta: CV. Pustaka Ilmu, 2020), Hlm. 123.
53 Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif Kulitatif Dan R & D, (Bandung: ALFABETA.
2008), Cet.ke-4, Hlm. 227.
41
3. Aktivitas atau kegiatan, yaitu kegiatan yang dilakukan oleh orang-orang yang berada dan menjadi bagian dari lingkup lingkungan Museum Negeri Nusa Tenggara Barat.
b. Wawancara
Wawancara ialah tanya jawab lisan antara dua orang atau lebih secara langsung atau percakapan dengan maksud tertentu.
Percakapan itu dilakukan oleh dua pihak, yaitu pewawancara (interviewer) yang mengajukan pertanyaan dan yang diwawancarai (interviewee) yang memberikan jawaban atas pertanyaan itu.54
Dalam melakukaan penelitian ini, peneliti melakukan wawancara tidak terstruktur. Wawancara tidak terstruktur adalah wawancara yang bebas dimana peneliti tidak menggunakan pedoman wawancara yang telah tersusun secara sistematis dan lengkap untuk pengumpulan datanya. Pedoman wawancara yang digunakan hanya berupa garis-garis besar permasalahan yang akan ditanyakan.55
Peneliti menyiapkan pedoman wawancara berupa garis- garis besar permasalahan yang akan ditanyakan sebagai instrumen wawancara sebelum melakukan wawancara. Dalam melakukan wawancara peneliti mewawancara 7 informan, yaitu:
54 Hardani, dkk, Metode…, Hlm. 137-138.
55 Sugiyono, Metode…, Hlm. 233-234.
42
1. Kepala UPTD Museum Negeri Nusa Tenggara Barat, Bapak Bunyamin, SS., M.Hum.
2. Pegawai Museum Negeri Nusa Tenggara Barat bidang seksi penyajian dan layanan edukasi sebagai pamong budaya madya, Bapak Hubertus Selasa, S.Pd.
3. Pegawai Museum Negeri Nusa Tenggara Barat bidang seksi penyajian dan layanan edukasi sebagai pamong budaya muda, ibu Yunita Ratnaningtyas, SS.
4. Pegawai Museum Negeri Nusa Tenggara Barat bidang seksi penyajian dan layanan edukasi sebagai pengelola layanan penyajian dan edukasi, bapak Nanang Rudiantara, S.IP.
5. Pegawai Museum Negeri Nusa Tenggara Barat bidang seksi penyajian dan layanan edukasi sebagai pamong budaya madya, ibuDra. Gunarti.
6. Pengunjung Museum Nusa Tenggara Barat, ibu Ulfa dari Rembige.
7. Pengunjung Museum Nusa Tenggara Barat , bapak Arif dari Kekalik, Mataram.
c. Dokumentasi
Dokumentasi berasal dari kata dokumen, yang artinya barang-barang tertulis. Metode dokumentasi berarti cara mengumpulkan data dengan mencatat data-data yang sudah
43
ada.56 Teknik pengumpulan data dengan dokumentasi ialah pengambilan data yang diperoleh melalui dokumen-dokumen.57
Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan teknik dokumentasi untuk mendapatkan informasi tentang profil Museum Nusa Tenggara Barat, struktur organisasinya dan lain- lain.
5. Teknik Analisis Data
Analisis data merupakan proses mengatur dan menyusun data yang diproleh dari hasil observasi, wawancara, catatan lapangan maupun yang lainnya dengan cara mengkalsifikasikannya, menjabarkan maupun mengorganisasikan kedalam suatu pola, kategori sehingga mudah dipahami oleh diri sendiri maupun orang lain.
Miles dan Huberman mengemukakan bahwa aktifitas dalam analisis data kualitatif dilakukan secara interaktif dan berlangsung secara terus menerus sampai tuntas, sehingga datanya sudah jenuh.
Aktifitas dalam analisis data, yaitu data reduction, data display, dan conclusion drawing/verification.58
a. Data Reduction (Reduksi Data)
Data yang diperoleh dari lapangan jumlahnya cukup banyak, untuk itu maka perlu dicatat secara teliti dan rinci.
Mereduksi data berarti merangkum, memilih hal-hal yang
56 Hardani, dkk, Metode…, Hlm. 149.
57 Ni Made Eka Mahadewi, Metodologi …, Hlm. 161.
58Sugiyono, Metode …, Hlm. 246-249.
44
pokok, menfokuskan pada hal-hal yang penting, dicari tema dan polanya.
b. Data Display (Penyajian Data)
Setelah data direduksi, maka langkah selanjutnya adalah mendisplaykan data. Dalam penelitian kualitatif, penyajian data bisa dilakukan dalam bentuk uraian singkat, bagan, hubungan antar kategori, flowchart dan sejenisnya. Dalam hal ini, Miles dan Huberman (1984) menyatakan yang paling sering digunakan untuk menyajikan data dalam penelitian kualitatif adalah dengan teks yang bersifat naratif.
c. Conclusion Drawing/Verification
Langkah ketiga dalam analisis data kualitatif menurut Miles dan Huberman adalah penarikan kesimpulan dan verifikasi. Kesimpulan dalam penelitian kualitatif merupakan penemuan baru yang sebelumnya belum pernah ada. Temuan dapat berupa deskripsi atau gambaran suatu objek yang sebelumnya masih remang-remang atau gelap sehingga setelah diteliti menjadi jelas, dapat berupa hubungan kausal atau interaktif, hipotesis atau teori.59
6. Keabsahan Data
Untuk memenuhi data dan informasi yang dikumpulkan harus mengandung nilai kebenaran, yang berarti bahwa hasil penelitian
59 Sugiyono, Metode …, Hlm. 246-249.
45
harus dapat dipercaya oleh para pembaca yang kritis dan dapat diterima oleh orang-orang (responden) yang memberikan informasi yang dikumpulkan selama penelitian berlangsung.
Uji keabsahan data dalam penelitian kualitatif meliputi uji credibility, uji transferability, uji depenability dan uji confirmability:60 a. Uji Credibility (validitas internal)
Uji kredibilitas data atau kepercayaan terhadap data hasil penelitian yang disajikan agar tidak diragukan sebagai sebuah karya ilmiah, maka dilakukan langkah-langkah berikut:
1) Perpanjangan pengamatan, peneliti merupakan instrumen kunci yang harus terlibat langsung dalam pengumpulan data dilapangan. Keikutsertaan peneliti tidak hanya dalam waktu singkat, namun memerlukan perpanjangan keikutsertaan dalam penelitian yang dilakukan sampai kejenuhan pengumpulan data tercapai.
2) Peningkatan ketekunan, berarti melakukan pengamatan secara lebih cermat dan berkesinambungan. Dengan cara tersebut maka kepastian data dan urutan peristiwa akan dapat direkam secara pasti dan sistematis.
3) Triangulasi, dirtikan sebagai pengecekan/pemeriksaan data dari berbagai sumber, dengan berbagai cara dan
60 Ibid., Hlm. 270-277
46
berbagai waktu, sehingga terdapat triangulasi sumber, triangulasi teknik dan triangulasi waktu.
a) Triangulasi sumber, dilakukan untuk mengecek kembali data yang diperoleh dari berbagai sumber.
b) Triangulasi teknik, dilakukan untuk mengecek kembali data dengan teknik yang berbeda kepada sumber sama.
c) Triangulasi waktu, dilakukan untuk mengecek data kembali diwaktu atau situasi yang berbeda, baik dengan cara observasi, wawancara maupun teknik yang lain.
4) Diskusi dengan teman sejawat, bertujuan untuk memperoleh pemeriksaan, kritikan dan pandangan atas hasil penelitian sehingga sampai pada tingkatan kepercayaan dan kebenaran dari data hasil penelitian.
5) Analisis kasus negatif, peneliti mencari data yang berbeda atau bahkan yang bertentangan dengan data yang telah ditemukan. Analisis kasus negatif merupakan data yang tidak sesuai atau berbeda dengan hasil penelitian hingga saat tertentu.
6) Menggunakan bahan referensi, peneliti menggunakan bahan-bahan pendukung yang diperlukan seperti dokumen atau catatan-catatan penting yang berkaitan dengan fokus
47
penelitian untuk membuktikan data yang telah ditemukan oleh peneliti sehingga dapat diketahui kesesuaian data dengan kesimpulan akhir penelitian.
7) Membercheck, yakni pengecekan kembali data yang diperoleh dari pemberi data sehingga dapat diketahui apakah data yang diperoleh sesuai dengan apa yang diberikan.
b. Uji Transferability (validitas eksternal)
Validitas ekternal menunjukkan derajat ketepatan atau dapat digunakan hasil penelitian dalam konteks dan situasi sosial lain. Oleh karena itu, supaya orang lain dapat memahami hasil penelitian yang dilakukan, maka dalam pembuatan laporan penelitian, peneliti harus memberikan uraian yang rinci, jelas, sistematis dan dapat dipercaya.
c. Uji Depenability (realibilitas)
Suatu penelitian yang realibel adalah apabila orang lain dapat mengulangi/mereplikasi proses penelitian tersebut. Uji depenability dilakukan dengan melakukan audit terhadap keseluruhan proses penelitian. Caranya dilakukan oleh auditor yang independen atau pembimbing untuk mengaudit keseluruhan aktivitas peneliti dalam melakukan penelitian.
d. Uji Confirmability (obyektivitas)
48
Uji confirmability disebut dengan uji obyektivitas penelitian. Penelitian dapat dikatakan obyektif apabila telah disepakati oleh banyak orang. Dalam penelitian kualitatif, uji confirmability mirip dengan uji depenability sehingga pengujiannya dapat dilakukan secara bersamaan. Uji confirmability berarti menguji hasil penelitian, dikaitkan dengan proses penelitian yang dilakukan.