• Tidak ada hasil yang ditemukan

METODE PENELITIAN

A. Metode Penelitian

1. Pendekatan dan Jenis Penelitian

Pendekatan yang digunakan dalam penelitian adalah pendekatan kuantitatif, karena data peneltian berupa angka-angka dan analisis menggunakan statistik.110 Sedangkan jenis penelitian adalah associative, yakni penelitian yang menyoalkan hubungan antara dua variabel atau lebih.111 Bentuk ikatan dalam penelitian adalah kausal, yakni hubungan variabel terhadap objek yang diteliti bersifat sebab akibat (pengaruh).112 Dalam penelitian variabel independen bauran pemasaran jasa price dan place (sebab) mempengaruhi variabel dependen pengambilan keputusan bermukim di PPME Nurul Islam 2 Jember (akibat). Pendekatan dan jenis penelitian secara singkat bisa dilihat pada matrik di lampiran 1.

2. Populasi dan Sampel a. Populasi

Populasi adalah wilayah generlaisasi yang terdiri atas:

objek/subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik

110 Sugiono, Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D, (Bandung: Alfabeta, 2013), 7.

111 Fauzan, Pengaruh Bauran Pemasaran Jasa 7P, 70.

112 Sugiono, Metode Penelitian Kuantitatif R&D, 11.

kesimpulannya.113

Populasi menurut Babbie yang dikutip oleh Umar Siddiq dan Miftah tidak lain adalah elemen penelitian yang hidup dan tinggal bersama-sama dan secara teoritis menjadi target hasil penelitian. Jadi, populasi pada prinsipnya adalah semua anggota kelompok manusia, binatang, peristiwa, atau benda yang tinggal bersama dalam satu tempat dan secara terencana menjadi target kesimpulan dari hasil akhir suatu penelitian.114 Populasi dalam penelitian adalah seluruh santriwati Pondok Pesantren Mahasiswa Enterpreneur Nurul Islam 2 Jember yakni sebanyak 160 populasi.

b. Sampel

Bailey dalam Priyono mengatakan salah satu konsep yang berhubungan erat dengan sampel adalah populasi. Populasi adalah keseluruhan gejala/satuan yang ingin diteliti. Sementara itu, sampel merupakan bagian dari populasi yang ingin diteliti. Oleh karena itu, sampel harus dilihat sebagai suatu pendugaan terhadap populasi dan dan bukan populasi itu sendiri.115

Metode sampling yang digunakan peneliti adalah probability sampling, yakni anggota individu dari populasi memiliki kemungkinan yang sama untuk diputuskan menjadi

113 Sugiono, Metode Penelitian Kuantitatif R&D, 80.

114 Umar Siddiq dan Miftahul Choiri, Metode Penelitian Kuantitatif di Bidang Pendidikan, (Ponorogo: Nata Karya, 2019), 112.

115 Priyono, Metode Penelitian Kuantitatif, (Sidoarjo: Zifatama Publishing, 2014), 104.

bagian dari sampel.116 Sedangkan teknik yang digunakan adalah simple random samplimg karena pengambilan anggota sampel dari populasi dilakukan secara acak tanpa memperhatikan strata yang ada dalam populasi itu.117

Penentuan sampel dalam penelitian menggunakan rumus Yamane:

=

= 114.

Keterangan:

n: Jumlah sampel yangdiperlukan N: Jumlah populasi

e: tingkat kesalahan sampel (sampling eror) biasanya 5% atau setara dengan 0,05.118

3. Teknik dan Instrumen Pengumpulan Data a. Teknik pengumpulan data

Bagian ini menjelaskan bagaimana peneliti melakukan pengumpulan data serta menjelaskan sarana atau alat yang digunakan dalam metode pengumpulan atau (angket, wawancara, checklist, pengamatan dan sebagainya) atau alat yang digunakan dalam penelitian tersebut.119

Teknik atau cara yang digunakan untuk mengumpulkan data dalam penelitian menggunakan beberapa metode diantaranya:

116 Priyono, 104

117 Sugiono, Metode Penelitian Kuantitatif R&D, 82.

118 Sugiono, Metodologi Penelitian Kuantitatif, (Bandung`: Alfabeta, 2019), 148.

119 Tim Penyusun, Pedoman, (2018), 41.

1) Angket

Angket atau kuesioner merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan tertulis kepada responden untuk dijawab.120 Angket dilakukan untuk memperoleh data responden yang digunakan sebagai uji coba serta uji analisis peneliti. Peneliti menyebarkan angket melewati goggle form, dokumentasi goggle form dapat dilihat pada lampiran 11.

Dalam penelitian, peneliti penggunakan skala likert, Peneliti membuat sejumlah pertanyaan sesuai dengan jawaban yang telah ditentukan peneliti sebelumnya dengan menggunakan skala likert. Jawaban responden dengan skala likert ini mempunyai tingkatan dari sangat positif hingga sangat negatif.

Untuk keperluan analisis kuantitatif maka peneliti membuat jawaban dengan skor seperti pada tabel 3.1:

Tabel 3.1

Skor Penilaian Jawaban Responden

Jawaban Responden Skor Jawaban

Sangat setuju/selalu/sangat positif 5

Setuju/sering/positif 4

Ragu ragu 3

Tidak setuju/hampir tidak pernah/negative

2 Tidak setuju/hampir tidak

pernah/negative

1

Sumber: Sugiono, Metode Penelitian Kuaitatif, Kuantitatif dan R&D

120 Sugiono, Metode R&D, 142.

2) Dokumentasi

Dalam penelitian metode dokumentasi digunakan untuk mencari data-data yang telah didokumentasikan oleh pihak pesantren. Adapun data yang diperoleh dari dokumentasi dalam penelitian adalah:

a) Alur pendaftaran Pondok Pesantren Mahasiswa Entrepreneur Nurul Islam 2 Jember

b) Struktur panitia penerimaan santriwati baru c) Surat selesai penelitian (lihat pada lampiran 13) b. Instrument Pengumpulan Data

Data penelitian dikumpulkan dengan menggunakan daftar isian angket. Angket digunakan untuk mendapatkan informasi secara tertulis mengenai pengaruh bauran pemasaran jasa pendidikan price dan place terhadap pengambilan keputusan bermukim di Pondok Pesantren Mahasiswa Enterpreneur Nurul Islam 2 Jember.

Berikut tabel 3.2 peneliti cantumkan kisi-kisi instrument penelitian:

Tabel 3.2 Kisi Kisi Instumen

Variabel Indikator Pernyataan Bauran

Pemasaran Jasa

Price 1. Biaya SPP yang ditawarkan oleh pondok pesantren sesuai dengan kualitas pondok

Variabel Indikator Pernyataan

2. Biaya pendaftaran masuk pondok pesantren murah 3. Biaya yang dikeluarkan untuk

MABISA pesantren murah dan sesuai dengan sarana prasarana MABISA yang nantinya didapatkan

santriwati seperti gantungan, buku MABISA, kaos dan lain lain

4. Biaya peralatan ISD dan Ubudiyah seperti kitab dan ATK yang dijual pondok pesantren murah dan terjangkau

5. Biaya infak yang harus dibayar santriwati 1 kali saja di awal masuk pesantren sangat murah

6. Biaya berbagai macam makanan yang tersedia di kantin pondok pesantren murah

7. Biaya perizinan pulang bagi santriwati sangat murah 8. Kemudahan dalam

pembayaran segala macam biaya yang dikeluarkan oleh santriwati

9. Tidak ada perbedaan tarif biaya yang dikeluarkan santriwati untuk kalangan menengah ke atas ataupun kalangan menengah ke bawah 10. Sarana prasara yang

didapatkan santriwati sesuai dengan biaya yang

dikeluarkan

Place 1. Lokasi pesantren dekat

Variabel Indikator Pernyataan dengan kampus

2. Pondok pesantren memiliki lokasi yang dekat dengan pusat perbelanjaan kebutuhan santriwati

3. Lokasi mudah dijangkau oleh kendaraan umum dan pribadi 4. Lokasi pondok pesantren

banyak dilalui oleh masyarakat umum

5. Tingkat kemacetan menuju lokasi pesantren minim terjadi 6. Terdapat lokasi yang cukup

luas jika sewaktu waktu pondok pesantren melakukan perluasan kamar santriwati 7. Pondok pesantren memiliki

lokasi kantin yang bersih, nyaman dan luas

8. Pondok pesantren memiliki lokasi aula yang luas dan nyaman untuk pelaksanaan segala macam kegiatan rutin pondok pesantren setiap harinya

9. Pondok pesantren memiliki lokasi parkir serta MCK (Mandi Cuci Kakus) yang luas

10. Pondok pesantren memiliki lokasi kamar yang nyaman dan aman dari kejahatan Pengambilan

keputusan

Pengenalan masalah

1. Sebelum memilih pondok pesantren saya menganalisis kemampuan finansial dan kebutuhan saya terlebih dahulu

Pencarian informasi

2. Sebelum memilih pondok pesantren saya mencari informasi mengenai pondok pondok lain di sekitar kampus 3. Saya mendapatkan informasi

mengenai pondok pesantren ini melalui media sosial 4. Saya mendapatkan informasi

Variabel Indikator Pernyataan

mengenai pondok pesantren ini dari kerabat saya

Evaluasi alternatif

5. Sebelum saya memutuskan untuk bermukim di pondok, saya mengevaluasi berbagai alternatif pesantren

Keputusan pembelian

6. Saya memilih memutuskan bermukim di pondok

pesantren ini karena kualitas pesantrennya yang lebih unggul dari pesantren lain di sekitar kampus

7. Saya memilih memutuskan bermukim di pondok pesantren ini didasari atas keputusan pribadi serta tidak ada paksaan dari orang lain 8. Saya memilih memutuskan

bermukim di pondok pesantren ini didasari atas analisis kemampuan dan kebutuhan saya

9. Saya merasa puas terhadap produk dan pelayanan pondok pesantren

Perilaku pasca pembelian

10. Saya menjadi pelanggan tetap pondok pesantren nurul islam 2 ini serta

mempromosikannya kepada kerabat saya

Sebelum mengola instrument, maka perlu dilakukan pengujian validitas dan reliabilitas, karena instrument dapat dikatakan memenuhi persyaratan apabila instrument tersebut valid dan reliabel.

1) Uji Validitas Instrumen

Instrumen yang valid berarti alat ukur yang dugunakan untuk mendapatkan data itu valid. Dalam penelitian pengujian

validitas butir menggunakan korelasi product moment (r), rumusnya sebagai berikut:121

i =

√{ } { } Keterangan:

𝑥𝑦: Koefisien korelasi

N: Jumlah subyek atau responden X: Nilai butir X

Y: Nilai butir Y

∑ Y: Jumlah variabel Y

∑ X: Jumlah variabel Reliabilitas Instrumen

Kemudian hasil dari rxy dikonsultasikan dengan harga kritis product moment (r tabel), apabila hasil yang diperoleh r hitung > r tabel, maka instrumen disebut valid, jika r hitung < r tabel maka instrument dikatakan tidak valid.122 Berikut, peneliti cantumkan langkah-langkahnya:

a) Aktifkan program SPSS

b) Aktifkan variabel view dan definisikan tiap kolomnya sesuai kebutuhan peneliti sebagaimana berikut ini

121 Sugiono, Statistika Untuk Penelitian, (Bandung: Alfabeta, 2019), 356.

122 Chaerul Rofek, Pengaruh Fkator Faktor Bauran Pemasaran, 69.

c) Setelah mengisi variabel view, klik data view, dan isikan data sesuai dengan jumlah responden yang ada, misalnya.

d) Selanjutnya dari menu SPSS, klik menu analyze, correlate, bivariate

e) Setelah itu, muncul kotak dialog bivariate correlations, destinasikan item-item dengan cara mengklik setiap variabel dan pindah ke-kotak sebelahnya.

f) Klik OK, maka muncul tampilan output dari hasil uji validitas

2) Uji reabilitas

Dalam penelitian untuk menghitung reliabilitas instrumen digunakan rumus Alpha. Adapun rumusnya adalah sebagai berikut:

( ) Keterangan :

: Mean kuadrat antara subjek

si : Mean kuadrat kesalahan

: Varians total.123

Berikut, peneliti cantumkan langkah-langkahnya:

a) Aktifkan program SPSS

b) Aktifkan variabel view dan definisikan tiap kolomnya sesuai kebutuhan, contoh

123 Sugiono, Statistika Untuk Penelitian, 256.

c) Setelah mengisi variabel view, anda klik data view, dan isiskan data sesuai dengan jumlah responden yang ada, misalnya.

d) Selanjutnya pada menu SPSS klik menu analyze, pilih scale, pilih realiability analysis.

e) Setelah itu, muncul kotak dialog raliability analysis,

destinasikan item-item dengan cara meng-klik setiap variabel dan pindah kotak items. Pada model pilih Alpha.

f) Klik OK, maka hasil output reliability muncul.

4. Analisis Data

a. Analisis Deskriptif

Statistik deskriptif adalah statistik yang digunakan untuk menganalisa data atau mendeskripsikan data yang telah dikumpulkan apa adanya tanpa maksud untuk membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum atau generalisasi.124 Tujuan dilakukannya analisis deskriptif adalah untuk menjawab rumusan masalah no 1 dan 2. Analisis dalam penelitian menggunakan kategori sangat tidak setuju, tidak setuju, ragu- ragu, setuju dan sangat setuju.

124 Sugiyono, Metode Penelitian, 147.

b. Uji Prasyarat

Uji prasyarat ini merupakan uji yang dilakukan sebelum melakukan uji analisis regresi berganda, ada beberapa uji di dalamnya yaitu:

1) Uji Normalistas

Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam nilai residual atau model variabel pengganggu berdistribusi normal atau tidak. Pada umumnya pengujian normalitas dapat menggunakan salah satu dari dua tipe pengujian, yakni grafik dan statistik.125

2) Multikolinieritas

Adalah uji yang dilaksanakan untuk memahami apakah model regresi ditemukan adanya hubungan (korelasi) antar variabel yang didapatkan dengan menggunakan aplikasi SPSS.126

3) Uji Heterokedastisitas

Uji heterokedastisitas digunakan untuk melihat apakah terjadi ketidaksamaan variansi dari residual yang dilakukan oleh satu pengamat dengan pemangat lain. Tidak terjadi apabila tidak ada pola yang jelas (bergelombang, melebar

125 Fauzan, Pengaruh Bauran Pemasaran Jasa 7P, 83.

126 Fauzan, Pengaruh Bauran Pemasaran Jasa 7P, 85

kemudian menyempit) pada gambar scatterplots, serta titik- titik menyebar di atas dan bawah angka 0 pada sumbu Y.127 4) Autokorelasi

Uji autokorelasi adalah untuk mendeteksi apakah data tersebut random atau tidak. Selain itu juga untuk mengidentifikasi suatu time series yang sesuai.128 Tidak ada gejala autokorelasi jika du < d < 4-du. Nilai du dicari pada distribusi nilai tabel Durbin Watson berdasarkan K (jumlah variabel) dan N (Banyaknya sampel) dengan signifikansi 5%.

c. Uji Hipotesis

1) Analisis Regresi Linier Berganda

Analisis regresi ganda adalah pengembangan dari analisis regresi sederhana. Kegunaannya yaitu untuk meramalkan nilai variabel terikat (Y) apabila variabel bebas minimal dua atau lebih.129 Persamaan regresinya dirumuskan:

Y= a + b1X1 + b2X2, berikut ini peneliti cantumkan langkah- langkah pengujiannya:

a) Buka SPSS lalu isi pada bagian variabel view sesuai dengan kebutuhan penelitian, contoh

127 Ita Nurfadila, 78.

128 Ita Nurfadila, 78.

129 Riduwan dan Sunarto, Pengantar Statistika, (Bandung: Alfabeta, 2015), 108.

b) Klik data view, dan masukkan data dari hasil kousioner responden, contoh dibawah ini

c) Klik analyze, lalu regression, kemudian linier

d) Setelah muncul kotak linear regression, pindahkan variabel independen ke kolom independen dan variabel dependen ke kolom dependen

e) Klik OK, maka hasil output dari SPSS muncul

2) Uji Parsial

Uji parsial digunakan untuk menguji signifikansi dari bauran pemasaran jasa meliputi (X1) Price dan (X2) Place terhadap keptusan bermukim di Pondok Pesantren Mahasiswa Entrepreneur Nurul Islam 2 jember secara persial atau masing masing independen (X) terhadap independen (Y). Kriteria pengujian dapat dilihat dibawah ini:

Ha diterima jika nilai Signifikansi probabilitas t < α (0,05) Ha ditolak jika nilai Signifikansi probabilitas t > α (0,05).130 Berikut peneliti cantumkan langkah-langkah pengujiannya:

a) Buka SPSS dan aktifkan variabel view

b) Setelah mengisi variabel view, klik data view, dan isikan data sesuai dengan data responden yang telah diperoleh, misalnya.

130 Fauzan, Pengaruh Bauran Pemasaran Jasa Pendidikan 7p, 86.

c) Klik menu analyze, kemudian correlate, lalu partial

d) Setelah muncul kolom partial correlation, pindahkan ke kolom variabeles dan controlling sesuai dengan variabel yang ingin diuji.

e) Setelah itu, klik options, aktifkan menu means dan zero pada kotak statistic, serta aktifkan exclude cases pairvise lalu pilih countinue.

f) Klik OK, dan hasil output dari SPSS muncul 3) Uji Simultan

Uji simultan digunakan untuk menguji signifikansi dari bauran pemasaran jasa meliputi (X1) Price dan (X2)

Place terhadap keptusan bermukim di Pondok Pesantren Mahasiswa Entrepreneur Nurul Islam 2 jember secara simultan atau bersamaan. Kriteria pengujian dapat dilihat dibawah ini:

Ha diterima jika nilai Signifikansi probabilitas F< α (0,05) Ha ditolak jika nilai Signifikansi probabilitas F > α (0,05).131 Berikut ini langkah-langkah pengujiannya:

a) Buka SPSS lalu aktifkan variabel view

b) Setelah mengisi variabel view, anda klik data view, dan isikan data sesuai dengan data responden yang telah diperoleh, misalnya.

131 Fauzan, Pengaruh Bauran Pemasaran Jasa Pendidikan 7p, 87.

c) Klik menu analyze, regression, linear

d) Setelah muncul kolom linear regresion, pindahkan variabel dependen dan independen sesuai dengan posisinya.

e) Klik menu statistic, aktifkan model fit, estimates, dan R- squared change

f) Klik contineu lalu OK, maka muncul hasil output SPSS

84

BAB IV

PENYAJIAN DAN ANALISIS DATA

A. Gambaran Objek Penelitian

Awalnya nama pesantren ini adalah Pondok Pesantren Mahasiswa Nurul Islam 2 Jember tetapi nama pesantren mengalami perubahan setelah berada di bawah naungan Gus Abd. Rohman Fathoni dan Ning Balqis Humairo menjadi Pondok Pesantren Mahasiswa Enterpreneur Nurul Islam 2 Jember. Pergantian nama dilatar belakangi dari hasil analisis Gus Abd.

Rohman yang melihat kemampuan santriwati dalam berwirausaha.132 Melihat hal tersebut akhirnya pesantren Nuris membentuk program kegiatan yang menaungi kegiatan wirausaha yakni Enterpreneur Academy (EA).

Kegiatan Enterpreneur Academy (EA) merupakan kegiatan yang dilaksanakan di Pondok Pesantren Nuris 2 untuk mengajarkan santriwati ahli dalam bidang wirausaha atau entrepreneur. Kegiatan yang diajarkan kepada santriwati berupa praktik berjualan sesuai dengan kreatifitas santriwati yang dilaksanakan setiap bulannya saat program CFD.

Pesantren juga memfasilitasi santriwati dengan adanya kantin agar santriwati bisa menjual kreasi-kreasi yang mereka buat, bisa berupa makanan atau kerajinan, bahkan dari penuturan ketua yayasan yakni Dedy bahwa dulu sempat ada depo air galon Nuris yang dikelola sendiri oleh pesantren tetapi saat ini sudah tidak berjalan akibat penambahan gedung

132 Dedy Cahyono, diwawancara Penulis, Jember, 25 September 2021.

baru di pesantren yang mengahruskan pesantren membongkar lahan depo air.133

Dari pernyataan ketua yayasan dapat disimpulkan bahwa pesantren Nuris selalu berusaha mencetak generasi santriwati yang pandai dalam berwirausaha sehingga menjadi bekal bagi santriwati setelah lulus dari pesantren. Selain kegiatan entrepreneur pesantren Nuris memilki kegiatan bauran pemasaran salah satunya price dan place.

Price atau harga jasa yang harus diterima pesantren dari santriwati berupa pengeluaran satuan pribadi yakni SPP sebesar 1.250.000, rincian SPP yang harus dibayar santriwati menurut informasi yang peneliti dapatkan dari bendahara pesantren terdiri dari listrik, wifi, PDAM, bisaroh ustad dan ustadzah serta kebutuhan-kebutuhan lain yang tak terduga, dari beberapa kebutuhan tersebut kebutuhan biaya bisaroh ustad dan ustadzah yang dianggap paling banyak sebesar 1.200.000.134

Bauran pemasaran place yakni mengenai tempat di mana pesantren berada. Pesantren Nuris berlokasi di Kelurahan Mangli Kecamatan Kaliwates Kabupaten Jember. Dalam penentuan tempat ada beberapa spek yang harus dilakukan yakni aspek jangkauan, transportasi, dan keamanan.

Aspek jangkauan diartikan sebagai jarak pesantren dengan tempat-tempat yang menjadi target santriwati seperti kampus, tempat belanja, tempat makan dan lainnya. Dari hasil observasi pesantren Nuris memilki lokasi yang dekat dengan kampus UIN KHAS Jember selain itu di samping

133 Dedy, 25 September 2021.

134 Emil, Diwawancarai oleh Penulis, Jember, 26 September 2021.

kanan dan depan pesantren juga terdapat warung makan serta foto copy, sehingga memudahkan santriwati untuk pemenuhan kepentingan santriwati. Pada aspek transportasi dan keamanan pesantren Nuris memilki lokasi yang mudah dijangkau oleh santriwati baik melalui kendaraan atau jalan kaki, serta memilki lahan parkir yang luas dan aman karena dibatasi dengan pagar pesantren yang panjang dan lebar serta adanya peraturan yang jelas mengenai jam buka dan tutup.

B. Penyajian Data

Penelitian ini membutuhkan data yang didapatkan dari responden peneliti, untuk memperoleh data tentang pengaruh bauran pemasaran jasa pendikan price dan place terhadap pengambilan keputusan bermukim di Pondok Pesantren Mahasiswa Enterpreneur Nurul Islam 2 Jember, peneliti menggunakan angket yang diberikan kepada Santriwati PPME Nuris 2 Jember sebanyak 114 responden dengan menggunakan rumus Yamane dengan tingkat kesalahan sampel 0,05 yaitu n=

= n=

= 114.

Sebelum angket disebarkan kepada responden untuk pengujian analisis dan hipotesis, maka terlebih dahulu angket disebar untuk dilakukan pengujian validitas dan reabilitasnya.

1. Uji validitas angket

Uji validitas angket merupakan sebuah uji yang dilakukan sebelum angket disebarkan kepada responden, kegunaan dari uji ini adalah untuk mengetahui apakah daftar pertanyaan yang disedikan

oleh peneliti valid atau tidak, instrumen uji coba validitas dapat dilihat pada lampiran 2.

Berdasarkan hasil output SPSS secara lengkap bisa dilihat pada lampiran 4, sedangkan berikut tabel 4.1 peneliti cantumkan hasil uji validitas secara singkat.

Tabel 4.1

Hasil Uji Validitas Angket

Variabel Pertanyaan R hitung R tabel Keterangan

Price

X1.1 0,278 0, 176 VALID

X1.2 0,605 0, 176 VALID

X1.3 0,521 0, 176 VALID

X1.4 0,603 0, 176 VALID

X1.5 0,330 0, 176 VALID

X1.6 0,447 0, 176 VALID

X1.7 0,410 0, 176 VALID

X1.8 0,585 0, 176 VALID

X1.9 0,650 0, 176 VALID

X1.10 0,566 0, 176 VALID

Place

X2.1 0,505 0, 176 VALID

X2.2 0,571 0, 176 VALID

X2.3 0,636 0, 176 VALID

X2.4 0,344 0, 176 VALID

X2.5 0, 385 0, 176 VALID

X2.6 0,658 0, 176 VALID

X2.7 0,741 0, 176 VALID

X2.8 0,457 0, 176 VALID

X2.9 0,594 0, 176 VALID

X2.10 0,637 0, 176 VALID

Keputusan

Y.1 0,363 0, 176 VALID

Y.2 0,644 0, 176 VALID

Y.3 0,508 0, 176 VALID

Y.4 0,413 0, 176 VALID

Y.5 0,601 0, 176 VALID

Y.6 0,573 0, 176 VALID

Y.7 0,656 0, 176 VALID

Y.8 0,513 0, 176 VALID

Y.9 0,570 0, 176 VALID

Y.10 0,424 0, 176 VALID

Sumber: diolah dari output SPSS

Perlu kita ketahui bahwasanya kriteria penentuan nilai pada uji validitas adalah jika nilai “r_hitung > r_tabel” pada tingkat error “5%”

maka item telah memenuhi kevaliditasannya, perolehan r_tabel dilihat pada lampiran 7. Sedangkan lembar pernyataan valid oleh validator dapat dilihat pada lampiran ke-3.

Hasil SPSS uji validitas tabel 4.1 dapat disimpulkan bahwa semua item pertanyaan yang telah disediakan oleh peneliti adalah valid.

2. Uji reabilitas angket

Uji reabilitas merupakan kelanjutan dari uji validitas, yang mana uji ini berfungsi untuk mengetahui apakah variabel peneliti reliabel atau tidak. Berikut tabel 4.2 hasil uji reabilitas SPSS.

Tabel 4.2

Hasil Uji Reliabilitas Angket Variabel

Nilai Cronbach's

Alpa R tabel Keterangan

Price 0,679 0,6 RELIABEL

Place 0,749 0,6 RELIABEL

Keputusan 0,706 0,6 RELIABEL

Sumber: diolah dari output SPSS

Perlu diketahui bahwasanya kriteria reliabilitas suatu variable dapat tercapai apabila hitungan cronbach alpha > dari 0,6. Nilai cronbach alpha bisa dilihat pada lampiran 5. Hasil uji reliabilitas 4.2,

dapat disimpulkan bahwasanya semua variabel dinyatakan reliabel.

3. Distribusi angket dan instrument

Tabel 4.3 Distribusi Angket

No Valiabel Indikator No Soal Jumlah

Item 1. Pengaruh Bauran

Pemasaran Jasa Pendidikan

Price 1,2,3,4,5,6,7,8,9,10 10

Place 1,2,3,4,5,6,7,8,9,10 10 2. Pengambilan

keputusan

Pengenalan Masalah

1,2 2

Pencarian informasi

3,4 2

Evaluasi alternatif

5 1

Keputusan pembelian

6,7,8,9,10 5

Perilaku pasca pembelian

Jumlah 30 30

Sumber:diolah dari koesioner penelitian C. Analisis dan Pengujian Hipotesis

1. Analisis Deskriptif a) Price

Adapun hasil deskriptif analysis dari variabel price (X1) adalah sebagai berikut:

Tabel 4.4

Rincian Bauran Pemasaran Price

Tingkatan Frekwensi Persentase

Sangat Tidak Setuju 5 0

Tidak Setuju 30 3

Ragu-ragu 141 12

Setuju 457 40

Sangat Setuju 507 45

Jumlah 1140 100 Sumber:diolah dari hasil analisisi deskriptif

Berdasarkan tabel 4.4 dapat disimpulkan bahwa bauran pemasaran price dengan kategori sangat tidak setuju sebanyak 5 dengan persentase 0%, bauran pemasaran price dengan kategori tidak setuju sebanyak 30 dengan persentase 3%, bauran pemasaran price dengan kategori ragu-ragu sebanyak 141 dengan persentase 12%, bauran pemasaran price dengan kategori setuju sebanyak 457 dengan persentase 40%, bauran pemasaran price dengan kategori sangat setuju sebanyak 507 dengan persentase 45%.

b) Place

Adapun hasil deskriptif analysis dari variabel place (X2) adalah sebagai berikut:

Tabel 4.5

Rincian Bauran Pemasaran Place

Tingkatan Frekwensi Persentase

Sangat Tidak Setuju 7 0

Tidak Setuju 31 3

Ragu-ragu 136 12

Setuju 407 36

Sangat setuju 559 49

Jumlah 1140 100

Sumber:diolah dari hasil analisisi deskriptif

Berdasarkan tabel 4.5 dapat disimpulkan bahwa bauran pemasaran place dengan kategori sangat tidak setuju sebanyak 7 dengan persentase 0%, bauran pemasaran place dengan kategori tidak setuju sebanyak 31 dengan persentase 3%, bauran pemasaran

place dengan kategori ragu-ragu sebanyak 136 dengan persentase 12%, bauran pemasaran place dengan kategori setuju sebanyak 407 dengan persentase 36%, bauran pemasaran place dengan kategori sangat setuju sebanyak 559 dengan persentase 49%.

c) Pengambilan keputusan bermukim

Adapun hasil deskriptif analysis dari variabel pengambilan keputusan bermukim (Y) adalah sebagai berikut:

Tabel 4.6

Rincian Pengambilan Keputusan Bermukim Tingkatan Frekwensi Persentase

Sangat Tidak Setuju 22 2

Tidak Setuju 40 3

Ragu-ragu 117 10

Setuju 441 39

Sangat setuju 520 46

Jumlah 1140 100

Sumber:diolah dari hasil analisisi deskriptif

Berdasarkan tabel 4.6 dapat disimpulkan bahwa pengambilan keputusan bermukim dengan kategori sangat tidak setuju sebanyak 22 dengan persentase 2%, pengambilan keputusan bermukim dengan kategori tidak setuju sebanyak 40 dengan persentase 3%, pengambilan keputusan bermukim dengan kategori ragu-ragu sebanyak 117 dengan persentase 10%, pengambilan keputusan bermukim dengan kategori setuju sebanyak 441 dengan persentase 39%, pengambilan keputusan bermukim dengan kategori sangat setuju sebanyak 520 dengan persentase 46%.

Dokumen terkait