PENDAHULUAN
Latar Belakang Masalah
6 Asyidatur Rosmaniar, Pengaruh Bauran Pemasaran Terhadap Keputusan Siswa Memilih Sekolah Menengah Kejuruan Swasta di Surabaya, Jurnal, Vol. Pengaruh Bauran Pemasaran Jasa Pendidikan Price dan Place terhadap Pengambilan Keputusan Bermukim di Pondok Pesantren Mahasiswa Enterpreneur Nurul Islam 2 Jember Tahun Pelajaran.
Rumusan Masalah
Pengaruh Bauran Pemasaran Jasa Pendidikan Price dan Place terhadap Pengambilan Keputusan Bermukim di Pondok Pesantren Mahasiswa Enterpreneur Nurul Islam 2 Jember Tahun Pelajaran 2021/2022”. Adakah pengaruh yang signifikan terhadap bauran pemasaran jasa pendidikan price dan place dalam pengambilan keputusan bermukim di Pondok Pesantren Mahasiswa Entrepreneur Nurul Islam 2 Jember tahun pelajaran 2021/2022.
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
Penelitian diharapkan menambah dan memperkaya khazanah keilmuan di bidang pendidikan dalam meningkatkan kualitas pendidikan khususnya dalam bidang bauran pemasaran pendidikan. Memberikan sumbangan sebagai bahan pertimbangan dalam pelaksanaan bauran pemasaran pendidikan, sehingga tujuan pendidikan yang diinginkan dapat tercapai.
Ruang Lingkup Penelitian
- Variabel Penelitian
- Indikator Penelitian
Definisi Operasional
Pengambilan keputusan bermukim berarti memilih untuk memutuskan bermukim atau bertempat tinggal disuatu tempat yang telah diputuskan setelah melakukan berbagai tahapan pengambilan keputusan.
Asumsi Penelitian
Hipotesis
- Sistematika Pembahasan
Bab empat, Penyajian Data dan Analisis: Bab ini memuat gambaran obyek penelitian, penyajian data, analisis dan pengujian hipotesis dan berisi pembahasan. Bab lima, Penutup: Bab ini berisi kesimpulan dari keseluruhan pembahasan yang terkait dengan rumusan masalah dan tujuan penelitian.
KAJIAN KEPUSTAKAAN
Penelitian Terdahulu
4 Promotion Secara parsial variabel promotion (X4) tidak berpengaruh terhadap pengambilan keputusan siswa dalam memilih sekolah berbasis entrepreneur di SMA Muhammadiyah 9 Surabaya. Secara parsial variabel physical evidence (X6) berpengaruh terhadap pengambilan keputusan siswa dalam memilih sekolah berbasis entrepreneur di SMA Muhammadiyah 9 Surabaya.
Kajian Teori
Dari penjelasan tersebut dapat disimpulkan bahwa manajemen sarana prasarana merupakan suatu kegiatan untuk mengatur dan mengelola segala fasilitas yang ada di lembaga pendidikan secara efesien dan efektif sehingga menghasilkan tujuan yang telah ditetapkan. Manajemen pembiayaan pendidikan merupakan suatu kegiatan yang dilakukan pimpinan dalam menggerakkan para bawahannya untuk menggunakan fungsi-fungsi manajemen, meliputi perencanaan keuangan, pengelolaan berupa pengeluaran (pencairan), penggunaan, pencatatan, pemeriksaan, pengendalian, penyimpanan dana, pertanggungjawaban dan pelaporan uang yang dimiliki oleh suatu institusi (organisasi), termasuk di dalamnya lembaga yang menyelenggarakan layanan pendidikan.40 Manajemen pembiayaan lembaga pendidikan ini sangat urgen. 40 Arwildayanto, Manajemen Keuangan dan Pembiayaan Pendidikan, (Gorontalo: Widia Padjadjaran untuk dilakukan, karena secara normatif dan sosiologis entitas sekolah bukanlah lembaga yang bersifat profit, sehingga memberikan tanggung jawab bagi masyarakat dan setiap orang tua siswa, dimana setiap penerimaan lembaga pendidikan harus digunakan untuk peningkatan kualitas dan kuantitas layanan pendidikan yang professional.41.
Melihat beberapa tujuan humas sudah tidak perlu diragukan lagi, bahwa adanya manajemen humas ini sangat membantu lembaga pendidikan dalam menciptakan tujuan yang sudah ditetapkan sebelumnya. Dari beberapa penjelasan manajemen pemasaran, dapat disimpulkan bahwa manajemen pemasaran jasa merupakan sebuah pengelolaan mengenai pemasaran jasa yang dilakukan oleh pendidikan, dimulai dari strategi pemasarannya, dan beberapa bauran pemasaran jasa lembaga pendidikan lainnya. Secara manajerial pemasaran jasa merupakan proses perencanaan, pelaksanaan, pemikiran, tentang jasa atau produk yang ditawarkan.56.
Dapat penulis simpulkan bahwa produk merupakan sebuah atribut nyata yang ditawarkan kepada khalayak selaku konsumen pasar, dalam dunia pendidikan produk bisa berupa beberapa jurusan yang ditawarkan dalam lembaga pendidikan atau pesantren. Lembaga pendidikan masuk dalam kategori non profit organization yang tidak mencari keuntungan dari pihak konsumen layaknya di perusahaan, tetapi lebih kepada tujuan memberikan layanan jasa agar mampu memberikan kepuasaan kepada konsumen untuk hubungan jangka panjang dan peningkatan mutu. Tanpa tujuan yang jelas sangat sulit bagi pemasar untuk membuat justifikasi tentang nilai produk yang ingin ditawarkan.70 Oleh karena itu dalam penetapan harga lembaga pendidikan harus terlebih dulu menentukan tujuan yang jelas.
Namun untuk sektor jasa, termasuk lembaga pendidikan istilah place berarti tempat dimana tempat pelayanaan atau lokasi jasa pendidikan berada.76 Place bukan hanya berarti tempat dimana lembaga itu berada, kemudahan akses, penampilan, dan kondisi lembaga secara keseluhan juga menjadi bagian dari place. Pemasaran jasa merupakan proses sosial, yang dengan proses itu individu dan kelompok mendapatkan apa yang mereka butuhkan serta inginkan.108 Dalam konteks pendidikan, peneliti mengartikan bahwa proses sosial tersebut bisa berupa alur pendaftaran yang ada di lembaga pendidikan terkait, dimulai dari langkah awal sampai peserta didik bisa masuk ke dalam lembaga secara resmi.
METODE PENELITIAN
Pendekatan dan Jenis Penelitian
Populasi dan Sampel
Teknik dan Instrumen Pengumpulan Data
Analisis Data
PENYAJIAN DATA DAN ANALISIS
Gambaran Objek Penelitian
Awalnya nama pesantren ini adalah Pondok Pesantren Mahasiswa Nurul Islam 2 Jember tetapi nama pesantren mengalami perubahan setelah berada di bawah naungan Gus Abd. Rohman yang melihat kemampuan santriwati dalam berwirausaha.132 Melihat hal tersebut akhirnya pesantren Nuris membentuk program kegiatan yang menaungi kegiatan wirausaha yakni Enterpreneur Academy (EA). Kegiatan Enterpreneur Academy (EA) merupakan kegiatan yang dilaksanakan di Pondok Pesantren Nuris 2 untuk mengajarkan santriwati ahli dalam bidang wirausaha atau entrepreneur.
Kegiatan yang diajarkan kepada santriwati berupa praktik berjualan sesuai dengan kreatifitas santriwati yang dilaksanakan setiap bulannya saat program CFD. Dari pernyataan ketua yayasan dapat disimpulkan bahwa pesantren Nuris selalu berusaha mencetak generasi santriwati yang pandai dalam berwirausaha sehingga menjadi bekal bagi santriwati setelah lulus dari pesantren. Price atau harga jasa yang harus diterima pesantren dari santriwati berupa pengeluaran satuan pribadi yakni SPP sebesar rincian SPP yang harus dibayar santriwati menurut informasi yang peneliti dapatkan dari bendahara pesantren terdiri dari listrik, wifi, PDAM, bisaroh ustad dan ustadzah serta kebutuhan-kebutuhan lain yang tak terduga, dari beberapa kebutuhan tersebut kebutuhan biaya bisaroh ustad dan ustadzah yang dianggap paling banyak sebesar.
Dalam penentuan tempat ada beberapa spek yang harus dilakukan yakni aspek jangkauan, transportasi, dan keamanan. Dari hasil observasi pesantren Nuris memilki lokasi yang dekat dengan kampus UIN KHAS Jember selain itu di samping. Pada aspek transportasi dan keamanan pesantren Nuris memilki lokasi yang mudah dijangkau oleh santriwati baik melalui kendaraan atau jalan kaki, serta memilki lahan parkir yang luas dan aman karena dibatasi dengan pagar pesantren yang panjang dan lebar serta adanya peraturan yang jelas mengenai jam buka dan tutup.
Penyajian Data
Berdasarkan hasil output SPSS secara lengkap bisa dilihat pada lampiran 4, sedangkan berikut tabel 4.1 peneliti cantumkan hasil uji validitas secara singkat. Perlu kita ketahui bahwasanya kriteria penentuan nilai pada uji validitas adalah jika nilai “r_hitung > r_tabel” pada tingkat error “5%”. Hasil SPSS uji validitas tabel 4.1 dapat disimpulkan bahwa semua item pertanyaan yang telah disediakan oleh peneliti adalah valid.
Uji reabilitas merupakan kelanjutan dari uji validitas, yang mana uji ini berfungsi untuk mengetahui apakah variabel peneliti reliabel atau tidak. Perlu diketahui bahwasanya kriteria reliabilitas suatu variable dapat tercapai apabila hitungan cronbach alpha > dari 0,6.
Analisis dan Pengujian Hipotesis
Berdasarkan tabel 4.4 dapat disimpulkan bahwa bauran pemasaran price dengan kategori sangat tidak setuju sebanyak 5 dengan persentase 0%, bauran pemasaran price dengan kategori tidak setuju sebanyak 30 dengan persentase 3%, bauran pemasaran price dengan kategori ragu-ragu sebanyak 141 dengan persentase 12%, bauran pemasaran price dengan kategori setuju sebanyak 457 dengan persentase 40%, bauran pemasaran price dengan kategori sangat setuju sebanyak 507 dengan persentase 45%. Berdasarkan tabel 4.5 dapat disimpulkan bahwa bauran pemasaran place dengan kategori sangat tidak setuju sebanyak 7 dengan persentase 0%, bauran pemasaran place dengan kategori tidak setuju sebanyak 31 dengan persentase 3%, bauran pemasaran. Berdasarkan tabel 4.6 dapat disimpulkan bahwa pengambilan keputusan bermukim dengan kategori sangat tidak setuju sebanyak 22 dengan persentase 2%, pengambilan keputusan bermukim dengan kategori tidak setuju sebanyak 40 dengan persentase 3%, pengambilan keputusan bermukim dengan kategori ragu-ragu sebanyak 117 dengan persentase 10%, pengambilan keputusan bermukim dengan kategori setuju sebanyak 441 dengan persentase 39%, pengambilan keputusan bermukim dengan kategori sangat setuju sebanyak 520 dengan persentase 46%.
Dasar pengambilan keputusan bermukim pada uji multikolinieritas dalam model regresi jika nilai tolerance > 0,100 dan nilai VIF < 10,00. Berdasarkan hasil perhitungan dengan bantuan SPSS, diperoleh scatterplots variabel independen terhadap pengambilan keputusan bermukim yang dapat lihat pada gambar dibawah ini. Hal tersebut menunjukkan bahwa variabel price yang ditetapkan berkontribusi positif bagi pengambilan keputusan bermukim di PPME Nuris 2 Jember.
Dasar pengambilan keputusan bermukim untuk uji T ini adalah jika nilai sig < 0,05 maka artinya variabel independen (X) secara parsial berpengaruh terhadap variabel dependen. Pengambilan keputusan bermukim juga dapat menggunakan nilai t_hitung dan t_tabel yakni dikatakan variabel X berpengaruh secara parsial jika nilai t_hitung > t_tabel. Dasar pengambilan keputusan bermukim untuk uji ini adalah apabila nilai sig < 0,05 maka artinya variabel independen (X) secara simultan berpengaruh terhadap variabel Y.
Pembahasan
Jember, serta apakah bauran pemasaran jasa pendidikan price dan place berpengaruh secara signifikan terhadap pengambilan keputusan bermukim di Pesantren Mahasiswa Enterpreneur Nurul Islam 2 Jember. Dapat disimpulkan bahwa bauran pemasaran jasa price rata-rata berkategori sangat setuju dengan 45%, artinya responden yakni pelanggan jasa pendidikan sangat setuju atas harga yang diberikan oleh Pondok Pesantren Mahasiswa Enterpreneur Nurul Islam 2 Jember. Dapat disimpulkan bahwa bauran pemasaran jasa place rata-rata berkategori sangat setuju dengan 49%, artinya responden yakni pelanggan jasa pendidikan sangat setuju atas tempat yang diberikan oleh Pondok Pesantren Mahasiswa Enterpreneur Nurul Islam 2 Jember.
Adakah pengaruh yang signifikan bauran pemasaran jasa pendidikan price dan place terhadap pengambilan keputusan bermukim di Pondok Pesantren Mahasiswa Enterpreneur Nurul Islam 2 Jember tahun pelajaran 2021/2022. Kesimpulannya bauran pemasaran price berpengaruh sacara parsial terhadap pengambilan keputusan bermukim di PPME Nuris 2 Jember. 140 Wahyu Abdillah dan Andry Herawati, Pengaruh Bauran Pemasaran (7p) Terhadap Pengambilan Keputusan Siswa Dalam Memilih Sekolah Berbasis Entrepreneur (Studi Pada SMA Muhammadiyah 9 Surabaya), Jurnal, Vol.
143 Wahyu Abdillah dan Andry Herawati, Pengaruh Bauran Pemasaran (7p) Terhadap Pengambilan Keputusan Siswa Dalam Memilih Sekolah Berbasis Entrepreneur (Studi Pada SMA Muhammadiyah 9 Surabaya), Jurnal, Vol. Pengaruh Bauran Pemasaran (7p) Terhadap Pengambilan Keputusan Siswa Dalam Memilih Sekolah Berbasis Entrepreneur (Studi Pada SMA Muhammadiyah 9 Surabaya)”. Pengaruh Faktor Faktor Bauran Pemasaran Terhadap Keputusan Siswa Memilih Sekolah di SMP Islam al-Azhar 15 Cilacap”.
PENUTUP
Kesimpulan
Variabel price dan place rata-rata berkategori sangat setuju dengan price 45% dan place 49% artinya responden yakni pelanggan jasa pendidikan sangat setuju atas harga dan tempat yang diberikan oleh Pondok Pesantren Mahasiswa Enterpreneur Nurul Islam 2 Jember. Pengambilan keputusan bermukim di PPME Nuris 2 Jember rata-rata berkategori sangat setuju dengan 46%, artinya responden yakni pelanggan jasa pendidikan sangat setuju atas pengambilan keputusan bermukim yang telah dilakukan.
Saran
Kepada peneliti selanjutnya yang melakukan kajian di pesantren agar mengembangkan aspek bauran pemasaran secara lengkap 7p artinya tidak hanya berfokus pada 2 indikator price dan place. Pengaruh Bauran Pemasaran Programe, Price, Place, Promotion, People, Proces, dan Phisical Edvidence 7p Jasa Pendidikan Terhadap Keputusan Mahasiswa IAIN Jember Dalam Memilih Pondok Pesantren al-Bidayah Tahun Pelajar Skripsi, IAIN Jember, 2021). Pengaruh Pembelajaran Kitab Hamami Zaadah dengan Kecerdasan Spiritual Santri Pondok Pesantren Mahasiswa Enterpebeur Nurul Islam 2 Jember 2019”.
Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2022 Tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 57 Tahun 2021 Tentang Standar Nasional Pendidikan. Pengaruh Produk dan Jasa Pendidikan Terhadap Pengambilan Keputusan Memilih Sekolah di SMK Muhammadiyah 3 Waleri Kendal”.