BAB I PENDAHULUAN
G. Metode Penelitian
Volume prisma yang alasnya bukan berbentuk segitiga dapat ditentukan dengan membagi prisma menjadi beberapa prisma segitiga.
Volume prisma segienam = 6 × volume prisma segitiga
= 6 × luas segitiga × tinggi
= (6 × luas alas segitiga × tinggi)
= luas segienam × tinggi
= luas alas × tinggi
Prisma segi banyak dapat dibagi menjadi beberapa buah prisma segitiga, maka dapat disimpulkan bahwa untuk setiap prisma berlaku rumus yang sama.
Rumus Umum:
G. Metode Penelitian
dikemukakan Moleong dalam Susilowti bahwa penelitian deskriptif merupakan suatu penelitian dengan cara mengumpulkan data dalam bentuk kata-kata, gambar dan bukan angka. Adapun menurut Bodgan dan Taylor, melalui penelitian kualitatif diharapkan mampu didapatkan atau dihasilkan suatu uraian secara mendalam tentang ucapan, tulisan dan tingkah laku yang bisa diamati dari beberapa kalangan tertentu seperti suatu individu, kekompok, masyarakat atau organisasi dalam konteks setting tertentu yang dikaji dari sudut pandang yang utuh, komperehensif dan holistic.33
2. Kehadiran Peneliti
Peneliti memiliki peran yang sangat penting saat proses penelitian berlangsung, karena peneliti merupakan pengumpul data atau instrumen utama dalam penelitian. Sebagaimana dikemukakan oleh Sugiyono bahwa salah satu ciri pendekatan kualitatif peneliti sebagai salah satu instrument kunci.34 Oleh karena itu, kehadiran peneliti di lapangan atau terjun langsung pada saat penelitian sangat mutlak.
3. Lokasi Penelitian
Penelitian ini dilakukan di SMP IT Al-Kamal NW yang berlokasi di Jl. Negara KM 15 Tibupiling, desa Golong, kecamatan Narmada, kabupaten Lombok Barat. Lokasi tersebut dipilih berdasarkan berbagai pertimbangan seperti pada sekolah tersebut belum pernah diadakan
33 Susilowati, “Kegiatan Humas Indonesia Bergerak di Kantor Pos Depok II dalam Meningkatkan Citra Instansi pada Publik Eksternal”, Vol. VIII, Nomor 2, Sepetember 2017, hlm.
50
34 Sugiyono, Metode Penelitian Kualitatif Kuantitatif dan R&D (Bandung: Alfabeta, 2009), hlm. 223
penelitian tentang analisis kemampuan pemecahan masalah matematis siswa ditinjau dari self confidence.
4. Sumber Data
Data pada penelitian ini adalah data kemampuan pemecahan masalah matematis siswa, self confidence dan data hasil waawancara siswa. Menurut Suharsimi Arikunto dalam Vina Herviani dan Angky Febriansyah bahwa sumber data dalam penelitian merupakan subjek dari mana data didapatkan. Subjek tersebut memiliki kejelasan informasi tentang bagaimana mengambil data dan bagaimana mengolah data tersebut.35 Adapun sumber data dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII B SMP Islam Al Kamal tahun ajaran 2019/2020.
Teknik pengambilan subjek yang digunakan adalah teknik purposive sampling. Menurut Djam’an Satori dalam Yuka Martlisda Anwika teknik purposive sampling merupakan teknik pengambilan subjek berdasarkan tujuan dan pertimbangan tertentu.36 Peneliti menentukan subjek penelitian berdasarkan permasalahan yang akan diteliti yaitu kemampuan pemecahan masalah matematis siswa dalam menyelesaikan soal open ended ditinjau dari self confidence. Subjek utama dalam penelitian ini berjumlah 3 siswa, yaitu siswa dengan
35 Vina Herviani dan Angky Febriansyah, “Tinjauan atas Proses Penyusunan Laporan Keuangan pada Young Enterpreneur Academy Indonesia Bandung”, Jurna Risset Akutansi, Vol.
VIII, Nomor 2, Oktober 2016, hlm. 23
36 Yuka Martlisda Anwika, “Peran Pelatih Program Pelatihan Keterampilan Bermusik dalam Meningkatkan Motiavasi dan Kemandirian Musisi Jalanan”, (Skripsi: Fakultas Ilmu Pendidikan UPI, 2013), hlm. 54
kepercayaan diri tinggi, sedang dan rendah dan juga didasarkan pada jawaban yang lengkap pada lembar jawaban.
5. Instrumen Penelitian
Selain peneliti sebagai instrument utama atau instrumen kunci sebagaimana yang telah dijelaskan sebelumnya, pada penelitian ini peneliti juga menggunakan berbagai instrument pendukung agar data yang diperoleh menjadi lebih akurat. Diantaranya peneliti menggunakan angket, soal tes kemampuan pemecahan masalah dan pedoman wawancara.
a. Angket
Menurut Arikunto dalam Alwan dkk, angket atau kuesioner merupakan seperangkat pertanyaan atau pertanyaan tertulis yang diberikan kepada responden untuk dijawab. Sehingga angket dapat berupa beberapa daftar pernyataan yang dibuat oleh peneliti terkait data yang ingin diperoleh.37 Angket pada penelitian ini berisi tentang berbagai pernyataan terkait dengan self Confidence atau kepercayaan diri siswa dan disusun berdasarkan indikator-indikator yang terdapat pada self confidence. Terkait kondisi pada saat penelitian masih terjadi pandemic Covid-19 sehingga siswa harus belajar dari rumah, maka penelitian ini dilakukan secara online dan angket dibuat pada google form.
37 Alwan dkk, “Faktor-faktor yang Mendorong Siswa MIA SMAN Mengikuti Bimbingan Belajar Luar Sekolah di Kecamatan Telanaipura Kota Jambi”, Jurnal Edukasi Fisika, Vol. 2, Nomor 1, Juli 2017, hlm. 28
b. Soal Tes Kemampuan Pemecahan Masalah
Peneliti akan memberikan soal tes kemampuan pemecahan masalah yang berjumlah 2 (dua) soal kepada siswa tentang materi luas permukaan dan volume prisma. Soal tersebut berbentuk uraian yang disusun sesuai dengan indikator pemecahan masalah dan menggunakan pendekatan open ended. Sebelum dikerjakan oleh siswa, tes tersebut divalidasi terlebih dahulu oleh dua orang dosen dari Program Studi Tadris Matematika UIN Mataram. Pemberian tes bertujuan untuk memperoleh data kemampuan pemecahan masalah matematis siswa kelas VIII B SMP IT Al-Kamal NW.
c. Pedoman Wawancara
Penyusunan pedoman wawancara dalam penelitian ini bertujuan untuk memperoleh data dan informasi yang lebih mendalam tentang bagaimana 3 (tiga) orang siswa yang memiliki self confidence tinggi, sedang dan rendah dalam menyelesaikan soal kemampuan pemecahan masalah tipe open ended dengan merujuk kepada langkah penyelesaian masalah yang dikemukakan oleh Polya.
6. Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data merupakan salah satu langkah yang paling penting dalam melaksanakan prosedur penelitian. Menurut Sugiyono dalam tujuan utama dari penelitian adalah mendapatkan
data.38 Dalam penelitian ini, teknik pengumpulan data yang digunakan adalah metode angket, tes dan wawancara dengan penjelasan sebagai berikut:
a. Angket
Pemberian angket bertujuan untuk mengetahui tingkat self confidence siswa kelas VIII B SMP IT Al-Kamal NW. Angket yang digunakan dalam penelitian ini disusun menggunakan skala Likert dengan 5 alternatif jawaban. Angket diberikan kepada 15 siswa untuk mengetahui masing-masing tingkat self confidence mereka. Angket tersebut terdiri dari 16 pernyataan dengan jenis item positif dan negatif. Untuk mengetahui tingkat self confidence siswa, peneliti menganalisis angket yang sudah diisi oleh siswa menggunakan pedoman penskoran angket.
Angket yang digunakan dalam penelitian ini disusun menggunakan skala Likert dengan 5 alternatif jawaban. Item yang bernilai positif, pemberian skor 5 untuk alternatif jawaban SS (Sangat Setuju), Skor 4 untuk alternative jawaban ST (Setuju), skor 3 untuk alternatif jawaban RG (Ragu-ragu), skor 2 untuk alternatif jawaban TS (Tidak Setuju) dan skor 1 untuk alternatif jawaban STS (Sangat Tidak Setuju). Sedangkan untuk item bernilai negatif, pemberian skor 1 untuk alternatif jawaban SS (Sangat Setuju), skor 2 untuk alternative jawaban ST (Setuju), skor 3 untuk alternatif jawaban RG (Ragu-ragu),
38 Dewi Patmalasari dkk, “Karakteristik Tingkat Kreativitas Siswa yang Memiliki Disposisi Matematis Tinggi dalam Menyelesaikan Soal Matematika”, JIPM, Vol. 6, Nomor 1, September 2017, hlm. 33
skor 4 untuk alternative jawaban TS (Tidak Setuju) dan skor 5 untuk alternatif jawaban STS (Ssangat Tidak Setuju). Instrumen angket pada penelitian ini diambil dari skripsi Nur Hidayah yang telah melakukan penelitian tentang Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis ditinjau dari Self Confidence siswa.
Pemberian angket dilakukan dengan cara mengirimkan link terkait self confidence pada google form. Sehingga siswa hanya mengisi angket melalui google form tersebut. Angket yang sudah diisi kemudian dianlisis dan dikelompokkan menjadi tiga kategori self confidence yaitu tinggi, sedang dan rendah. Hal tersebut dapat dilihat pada lampiran 10.
b. Tes
Pemberian tes dilakukan untuk mengetahui kemampuan pemecahan masalah matematis siswa dalam menyelesaikan soal open ended. Tes tersebut terdiri dari dua soal uraian yang disusun berdasarkan indikator-indikator pemecahan masalah. Untuk mengetahui tingkat kemampuan pemecahan masalah matematis siswa, peneliti akan menganalisis tes yang sudah dijawab siswa sesuai dengan pedoman penskoran tes kemampuan pemecahan masalah dan langkah pada setiap jawaban siswa didasarkan pada langkah pemecahan masalah yang dikemukakan oleh Polya.
Tes diberikan dengan cara mengirimkan soal melalui grup Whatsapp (WA) yang sebelumnya dibuat untuk mempermudah pada
saat mengkoordinir siswa. Siswa yang sudah menjawab mengirimkan kembali hasil jawabannya berupa photo pada grup WA tersebut.
c. Wawancara
Teknik wawancara digunakan untuk mencari informasi secara mendalam terkait jawaban siswa pada soal tes kemampuan pemecahan masalah.Wawancara yang akan dilakukan mengacu pada pedoman wawancara yang sudah disiapkan yang berupa pertanyaan- pertanyaan seputar proses pemecahan masalah siswa. Proses wawancara dilakukan melalui telepon seluler dan via whatsapp.
7. Teknik Analisis Data
Pada penelitian ini, peneliti menggunakan teknik analisis data yang dikemukakan oleh Matthew B. Miles dan Michael Haberman dengan rincian langkah-langkah sebagai berikut:39
a. Reduksi data (data condencation)
Reduksi data merupakan suatu proses menggolongkan, menajamkan, mengarahkan, membuang yang tidak perlu serta mengorganisasi data yang diperoleh di lapangan. Sebagaimana dikemukakan juga oleh Berg dalam Salim dan Syahrum bahwa reduksi data merupakan kegiatan memindahkan, menyederhanakan, meringkas dan menggolongkan data mentah ke bentuk yang lebih mudah untuk dikelola.40
39 Baharudin All Habsy, “Seni Memahami Penelitian Kualitatif dalam Bimbingan dan Konseling: Studi Literatur”, Vol. 1, Nomor 2, Agustus 2017, hlm. 96
40 Sudaryono.Metode Penelitian Pendidikan, (Jakarta: Prenadamedia Group, 2016), hlm.
148.
Data yang direduksi pada bagian ini adalah data hasil tes kemampuan pemecahan masalah matematika dan data hasil angket self confidence siswa. Setelah mengetahui data hasi tes pemecahan masalah dan data hasil self confidence siswa, peneliti kemudian akan mengklasifikasikan siswa ke tingkat kemampuan pemecahan masalah dan self confidence tinggi, sedang dan rendah berdasarkan dari data yang diperoleh. Selanjutnya peneliti akan mengambil 3 siswa dengan tingkat kemampuan pemecahan masalah dan self confidence itnggi, sedang dan rendah tersebut untuk dilakukan wawancara terkait jawaban pada soal kemampuan pemecahan masalah mereka. Data yang selanjutnya akan direduksi adalah data hasil wawancara 3 orang siswa yang sudah dipilih. Jika ada kata-kata responden yang tidak diperlukan, maka peneliti tidak akan mencantumkannya.
b. Pemaparan data (data display)
Setelah melakukan reduksi data, tahap selanjutnya adalah pemaparan atau penyajian data. Pemaparan data merupakan sekumpulan informasi tersusun yang dapat berupa teks naratif, grafik, matriks jaringan/peta dan bagan. Pada bagian ini peneliti akan memaparkan jawaban soal kemampuan pemecahan masalah matematis siswa dalam bentuk tabel dan gambar kemudian memberikan deskripsi dalam bentuk uraian singkat. Selain itu juga akan dipaparkan tingkat self confidence siswa dalam bentuk tabel
dan presentasenya dalam bentuk grafik, dan juga data hasil wawancara terkait proses siswa dalam memecahkan masalah dalam bentuk tanya jawab dan akan dideskripsikan melalui uraian singkat.
c. Kesimpulan (conclusion drawing)
Langkah yang terakhir dalam menganalisis data adalah membuat kesimpulan. Penarikan kesimpulan berarti menarik makna dari data yang telah dilakukan reduksi dan pemamparan pada tahap sebelumnya, baik dalam bentuk konsep atau konstruk, proposisi dan (bahkan lebih abstrak) berupa teori. Penarikan kesimpulan adalah meninjau ulang data yang telah diperoleh dilapangan, jika kesimpulan awal yang dikemukakan masih bersifat sementara, dan masih akan berubah apabila ditemukan lagi bukti-bukti yang akan mendukung tahap pengumpulan data selanjutnya.
Pada bagian ini, setelah melakukan reduksi dan pemaparan data peneliti selanjutnya akan membuat kesimpulan terkait bagaimana kemampuan pemecahan masalah matematis 3 orang siswa sesuai dengan tingkat kemampuan pemecahan masalah dan self confidence masing-masing siswa.
8. Pengecekan Keabsahan Data
Keabsahan suatu data penelitian dapat diketahui melalui uji validitas. Menurut Sugiyono dalam apabila terdapat kesamaan antara data yang diperoleh atau dilaporkan dengan keaadan yang sesungguhnya
terjadi pada objek yang diteliti, maka data tersebut dikatakan valid.41 Data yang dikumpulkan pada penelitian ini adalah data kemampuan pemecahan masalah matematis ditinjau dari self confidence siswa, yang diperoleh melalui tes tertulis dan wawancara. Kemungkinan terdapat data yang tidak sesuai dengan kenyataan, oleh karena itu perlu dilakukan pengecekan keabsahan data.
Pada penelitian ini, peneliti mengggunakan triangulasi teknik/metode. Triangulasi teknik merupakan suatu metode untuk menguji kredibilitas data yang dilakukan dengan cara mengecek data kepada sumber yang sama dengan teknik yang berbeda, misalnya wawancara, observasi, dokumentasi atau kuesioner.42